Photobucket

Friday, November 27, 2009

Info : 8 ragam Penyakit Mata & Permasalahan pada bayi...

Dapet kiriman dari Milis ... smoga bermanfaat :

8 RAGAM PENYAKIT MATA
Walau tak semua penyakit mata menular, gangguan sekecil apa pun pada organ tersebut perlu diwaspadai.

Seorang ibu bercerita tentang anaknya yang ketularan sakit mata di sekolah. Awalnya di kelas anaknya hanya ada satu murid yang menderita sakit mata. Hari berikutnya sakit mata sudah menular dan menjangkiti belasan murid lainnya. Tak mencapai seminggu, akhirnya hampir seluruh siswa mengalami mata merah, berair, dan bengkak.

Penyakit mata, seperti yang dituturkan Dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Ph.D., memang mudah menular. Cara penularan biasanya melalui media yang secara sengaja atau tidak, sudah tersentuh penderita. Misalnya, penderita habis mengucek mata lalu bersalaman dengan orang lain. Akibatnya orang tersebut bisa terjangkit penyakit serupa.

Namun walaupun mudah menular, kata Tjahjono, cara mencegah penyakit mata ini sebetulnya sederhana saja, yakni dengan memisahkan peralatan/perlengkapan sehari-hari yang digunakan penderita.Contohnya handuk, selimut, atau pakaian.

PENANGANAN PERTAMA

Secara alamiah, mata sebenarnya punya mekanisme mengatasi masalahnya sendiri. Contohnya, debu yang masuk dan membuat mata kelilipan akan keluar dengan hanya mengedipkan mata berulang kali. Baru kalau cara itu tidak mempan dan mata tetap merah, maka yang pertama bisa dilakukan adalah menganjurkan anak untuk beristirahat dan tidak keluar rumah sementara waktu demi menghindari parahnya peradangan di mata.

Obat tetes mata yang dijual bebas boleh digunakan, tapi jika setelah tiga kali pemakaian mata tak menunjukkan gejala membaik maka lekaslah memeriksakan diri ke dokter mata. Tjahjono menegaskan, obat tetes mata tak boleh digunakan dalam jangka panjang karena justru dapat menimbulkan peradangan/iritasi yang berkelanjutan.

"Obat tetes mata menggunakan bahan kimia yang bersifat asam sehingga cenderung menimbulkan rasa pedih di mata. Fungsinya juga sebenarnya untuk mengurangi iritasi akibat debu atau angin. Namun, sakit mata karena infeksi akibat virus atau bakteri tidak bisa hanya diatasi dengan obat tetes tapi perlu penanganan yang lebih komprehensif oleh dokter mata," ujar spesialis mata dari Jakarta Eye Centre ini.

BERBAGAI PENYAKIT MATA

Yang perlu diketahui, penyakit mata sangat beragam jenisnya dan tidak semuanya merupakan penyakit menular. Penyakit mata yang bisa menular hanyalah yang disebabkan oleh virus maupun bakteri, sedangkan yang disebabkan alergi tidak akan menular. Upaya penyembuhan sakit mata akibat alergi bisa dilakukan dengan pengobatan rutin dan menjaga mata agar bebas dari sumber-sumber peemicu seperti debu, bulu, asap, dan lainnya.
Inilah ragam penyakit mata dan cara penanganannya seperti yang diutarakan Tjahjono:

1. KONJUNGTIVITIS (MENULAR)

Adalah iritasi/peradangan akibat infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Gejalanya mata memerah, terasa nyeri, berair, gatal, keluar kotoran (belekan), dan penglihatan (kabur). Penyakit yang mudah menular dan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan ini disebabkan beberapa faktor, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk, bulu, angin, atau asap), penggunaan lensa kontak yang kurang bersih, dan pemakaian lensa kontak jangka panjang.

Bayi juga dapat menderita penyakit serupa. Hanya saja penyebabnya lebih karena infeksi yang timbul ketika melewati jalan lahir. Lantaran itulah, pada bayi penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal. Seperti diketahui, jalan lahir tidaklah steril dari kuman tertentu yang mungkin bisa menimbulkan infeksi.

Nah, saat bayi lahir melewati jalan lahir (vagina), ia tentu akan terpapar kuman yang ada di lokasi itu. Jika mengenai mata bisa mengakibatkan infeksi pada mata dengan gejala mata merah dan belekan. Oleh karena itu, pada umumnya mata bayi baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep antibiotika untuk mematikan bakteri yang dapat menyebabkan konjungtivitis gonokokal.

Penanganan:

* Kompres mata dengan air hangat.

* Gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika sesuai resep dokter. Biasanya penderita juga diberi tablet atau suntikan untuk mengurangi iritasi dan gatal pada mata.

* Bersihkan tangan sebelum mengoleskan salep agar tak menimbulkan iritasi lebih parah.

* Usahakan agar penyakit ini tidak menyebar pada orang lain, misalnya memisahkan alat-alat yang digunakan dan tidak digunakan oleh orang lain.

2. KERATOKONJUNGTIVITAS VERNALIS (KV)

Adalah iritasi/peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejalanya: mata merah, berair, gatal, kelopak mata bengkak, dan terjadi kotoran mata (belekan). Perlu diketahui KV merupakan peradangan yang berulang alias musiman dan penderitanya cenderung kambuh terutama pada musim panas. Terkadang penderita KV mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri yang akut.

Penanganan:

* Jangan menyentuh atau menggosok bagian mata karena bisa menyebabkan iritasi

* Mata dikompres dengan air hangat.

* Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata.

3. ENDOFTALMITIS

Merupakan infeksi yang terjadi di lapisan mata bagian dalam sehingga bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, bahkan sampai mengalami gangguan penglihatan. Biasanya terjadi karena mata anak tertusuk sesuatu seperti lidi atau benda tajam lainnya. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani karena bisa menimbulkan kebutaan.

Penanganan:

* Dokter mata biasanya memberikan obat antibiotika.

* Untuk mengeluarkan nanah yang berada di bola mata, penderita harus menjalani pembedahan.

4. SELULITIS ORBITALIS (SO)

Yaitu peradangan pada jaringan di sekitar bola mata. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol dan bengkak, serta penderita mengalami demam. SO pada anak-anak sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus atau infeksi yang berasal dari gigi. Diagnosa pasti dapat ditegakkan melalui rontgen gigi dan mulut atau CT Scan sinus. SO yang tak segera ditangani bisa berakibat fatal, seperti kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah di otak.

Penanganan:

* Untuk kasus yang tergolong ringan dapat diberikan antibiotika secara oral.

* Pada kasus berat diberikan antibiotika melalui pembuluh darah atau bahkan pembedahan untuk mengeluarkan nanah ataupun mengeringkan sinus yang terinfeksi.

5. TRAKOMA (MENULAR)

Adalah infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini berkembang biak di lingkungan yang kotor atau bersanitasi buruk. Lantaran itulah, trakoma sering menyerang anak-anak, terutama di berbagai negara berkembang. Pemaparan bakteri berlangsung saat anak menggunakan alat atau benda yang sudah tercemari Chlamydia seperti sapu tangan atau handuk.

Gejala trakoma adalah mata merah, mengeluarkan kotoran (belekan), pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening, serta kornea kelihatan keruh. Penyakit ini sangat menular.

Penanganan:

* Jauhkan alat/benda yang sudah dipakai penderita dari anggota keluarga yang lain.

* Penderita biasanya akan diberi salep antibiotika yang mengandung tetracycline dan erythromycin selama sekitar satu bulan bahkan bisa lebih.

* Jika tak segera ditangani dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut di kornea sehingga menyebabkan bulu mata melipat ke dalam dan terjadilah gangguan penglihatan.

* Jika terjadi kelainan bentuk pada kelopak mata atau kornea kemungkinan perlu dilakukan tindakan pembedahan.

6. BLEFARITIS

Di bagian bola mata terdapat lapisan air mata yang berfungi melindungi bola mata dari iritasi. Lapisan yang sangat halus ini terdiri atas tiga kelenjar, yaitu kelenjar minyak, air dan lendir. Nah, blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata karena terjadinya produksi minyak yang berlebihan yang berasal dari kelenjar minyak tersebut. Tidak diketahui persis mengapa produksi minyak bisa menjadi berlebihan. Sayangnya kelebihan minyak ini ada di dekat kelopak mata yang juga sering didatangi bakteri.

Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka di bagian kelopak mata dan membengkak. Pada beberapa kasus sampai terjadi kerontokan bulu mata. Ada dua jenis blefaritis yaitu blefaritis anterior dan blefaritis posterior. Yang pertama merupakan peradangan di kelopak mata bagian luar depan yaitu di tempat melekatnya bulu mata. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Yang kedua adalah peradangan di kelopak mata bagian dalam, yaitu bagian kelopak mata yang bersentuhan dengan mata. Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.

Penanganan:

* Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara sering membersihkan sekitar kelopak mata untuk mengangkat minyak. Ada sejenis pembersih khusus yang bisa digunakan.

* Untuk membunuh bakteri digunakan salep antibiotika seperti erythromycin atau sulfacetamide. Bisa juga dengan obat antibiotika oral seperti tetracycline.

7. DAKRIOSISTITIS

Penyebab dakriosistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada duktus nasolakrimalis yaitu saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor alergilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut. Akibatnya adalah infeksi di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bahkan bisa sampai mengeluarkan nanah dan penderita mengalami demam.

Infeksi yang ringan biasanya akan cepat sembuh walau tetap ada pembengkakan. Sementara yang tergolong parah dapat menyebabkan kemerahan dan penebalan di atas kantung air mata. Jika terus berlanjut akan terbentuk kantung nanah.

Penanganan:

* Dengan cara pemberian antibiotika oral atau melalui pembuluh darah.

* Bisa dilakukan pengompresan dengan air hangat di sekitar kantung air mata

* Jika terjadi kantung nanah maka harus dilakukan pembedahan.

8. ULKUS KORNEA (UK)

Adalah infeksi pada kornea bagian luar. Biasanya terjadi karena jamur, virus, protozoa atau karena beberapa jenis bakteri, seperti stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus. Penyebab awal bisa karena mata kelilipan atau tertusuk benda asing. UK terkadang terjadi di seluruh permukaan kornea sampai ke bagian dalam dan belakang kornea. UK yang memburuk dapat menyebabkan komplikasi infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea (terjadi lubang), kelainan letak iris (selaput pelangi) dan kerusakan mata.

Gejalanya mata merah, nyeri, gatal, berair, muncul kotoran mata, peka terhadap cahaya (photo phobia), pada bagian kornea tampak bintik nanah warna kuning keputihan, dan gangguan penglihatan.
Penanganan:

* Penderita UK perlu melakukan berbagai pemeriksaan seperti tes refraksi, tes air mata, pengukuran kornea (keratometri), dan tes respons refleks pupil.

* UK tingkat ringan dapat ditangani dengan obat tetes mata yang mengandung antibiotika, antivirus atau antijamur.

* Penderita yang tergolong berat kemungkinan perlu menjalani pembedahan yaitu pencangkokan kornea.

(source : Hilman Hilmansyah)



MATA BAYI DAN PERMASALAHANNYA


Mata adalah salah satu organ tubuh yang paling vital. Bila gangguan ini muncul pada bayi, dapatkah kita mendeteksinya sedini mungkin?

Penelitian terbaru dari Singapore Eye Research Institute yang dipimpin Dr. Saw Seang Mei dengan melibatkan 797 anak menghasilkan kesimpulan bahwa anak-anak yang mendapat ASI akan berkurang risikonya terkena rabun dekat hingga 50%. Karena dalam ASI terkandung docosahexaenoi acid sebagai unsur utama yang mendorong pertumbuhan bola mata sehingga membantu per-kembangan kemampuan visual bayi.

Berita ini tentu menggembirakan ibu-ibu yang memberikan ASI pada bayinya meski bukan berarti bayi pasti terbebas sama sekali dari gangguan mata. Yang perlu disadari, gangguan mata pada bayi relatif sulit terdeteksi. Selain karena belum bisa berkomunikasi, perkembangan visualnya pun berjalan setahap demi setahap. Dimulai hanya melihat terang-gelap, lalu warna, objek, kemudian barulah terbentuk sistem yang menghubungkan mata dengan otaknya secara sempurna.

Meskipun upaya untuk mengenali gangguan mata pada bayi tidak mudah, dr. Ari Djatikusumo, Sp.M. dari Klinik Mata Nusantara, Jakarta menjelaskan, beberapa hal mendasar ini dapat dijadikan patokan.

DETEKSI DINI

· Mencari gejala nystagmus

Normalnya, bagian hitam mata bayi (pupil) akan mengikuti gerak benda yang diperlihatkan padanya, namun tidak demikian dengan bayi-bayi yang mengalami gangguan nystagmus. Dengan kata lain matanya tidak dapat berfiksasi. Selain itu pupil terlihat "bergoyang-goyang" karena tidak fokus.

· Menyorotkan cahaya

Langkah berikutnya adalah coba sorotkan lampu senter ke arah matanya, adakah respons yang ditimbulkan. Bayi-bayi normal pasti akan silau oleh cahaya terang, namun tidak demikian dengan bayi yang mengalami gangguan mata.

· Lakukan pengamatan

Amati apakah ada deviasi atau penyimpangan pada mata bayi. Tuhan menciptakan 2 buah mata supaya manusia bisa melihat secara binocular single vision atau melihat objek di depan mata secara tunggal. Bila salah satu mata mengalami gangguan, maka mata tersebut akan "dikalahkan". Dengan kata lain hanya organ yang sempurna saja yang digunakan. Akibatnya, salah satu mata yang tidak difungsikan ini akan bekerja tanpa kontrol.

Jika pada bayi terdapat salah satu atau lebih gejala tadi, segera konsultasikan kondisi matanya pada dokter spesialis mata.

FAKTOR PENYEBAB

Secara umum gangguan mata pada bayi disebabkan oleh 3 hal, yaitu:

1. Infeksi

Gangguan mata yang disebabkan infeksi bisa terlihat dari tanda-tanda berupa mata merah, berair, dan ada kotoran di sudut-sudut mata atau belek.

2. Kelainan kongenital

Kelainan kongenital relatif mudah terlihat, karena umumnya menyebabkan kelainan pembentukan organ. Secara fisik mata bayi terlihat "tidak semestinya", misalnya kecil sebelah. Atau matanya terlihat lebih besar dari ukuran yang seharusnya sehingga tidak proporsional dan sebagainya.

3. Tumor

Bila gangguan tersebut disebabkan oleh tumor maka akan muncul keadaan yang khas yaitu leucocoria. Leucocoria gampang dikenali karena mata bayi akan terlihat seperti mata kucing. Disebut demikian karena pupilnya akan memantulkan cahaya bila terkena sinar.

BENTUK GANGGUAN MATA

* Belekan

Tanda-tandanya, banyak terdapat belek di sudut-sudut mata, mata pun merah dan berair. Belekan bisa berbahaya jika penyebabnya adalah infeksi yang didapat dari jalan lahir. Misalnya, jalan lahir ibu terinfeksi gonorhea, maka ada tendensi si bayi akan mengalami kebutaan karena kuman yang menyerang termasuk ganas. Kuman-kuman tersebut memiliki enzim yang mampu menembus kornea. Biasanya mulai terlihat sehari atau dua hari setelah bayi dilahirkan dengan gejala yang sangat parah. Bahkan sekadar disentuh pun beleknya akan keluar dan sangat menular. Bayi dengan gangguan ini akan diisolasi dan diberi antibiotik khusus setiap jam.

Namun bila belekannya tergolong ringan dan terjadi sebulan setelah bayi lahir, bisa jadi penyebabnya adalah kuman-kuman yang ada di lingkungan. Meski demikian, penanganannya tetap perlu dilakukan oleh dokter mata. Dokter mata akan meresepkan antibiotik berupa tetes mata atau salep. Walau belekannya ri-ngan, tidak pada tempatnya orangtua mencoba mengobati sendiri. Apalagi dengan memberi sembarang obat tetes mata. Yang dikhawatirkan adalah munculnya infeksi sekunder akibat bakteri lain, sehingga perlu penanganan lebih serius. Jadi, bawa segera ke dokter begitu mata bayi terlihat memerah.

* Ablasio retina

Ablasio retina adalah lepasnya retina dari tempat perekatannya. Akibatnya? Mata tidak dapat menangkap cahaya yang masuk dan mengirimkan sinyal-sinyal-nya ke otak, sehingga objek yang ada di depan mata tidak tampak. Kondisi ini banyak dialami bayi-bayi yang lahir prematur, yaitu bayi yang lahir kurang bulan atau bayi-bayi dengan berat badan lahir rendah, kurang dari 1.200 gram.

Sebagai informasi, proses perkembangan retina dimulai dari sentral kemudian ke tepi seiring dengan bertambahnya usia kehamilan ibu. Pada bebe-rapa kasus bayi prematur, pem-bentukan ini belum sempurna namun bayi sudah harus keluar dari rahim ibu. Akibatnya, retina mengalami hipoksia atau keku-rangan oksigen. Umumnya retina memang tidak terlepas begitu saja, melainkan secara bertahap atau diistilahkan retinopathy of prematurity (ROP). Gangguan ini bisa terjadi pada salah satu mata saja atau keduanya.

Kasus ini lebih banyak terjadi di negara maju dibanding negara berkembang/miskin. Pasalnya, bayi-bayi yang belum memenuhi "standar" untuk lahir ini, di negara maju tetap dapat ditolong berkat kemajuan teknologi. Sedangkan di negara-negara berkembang atau miskin, umumnya mereka tidak dapat survive karena keterbatasan teknologi kedokteran. Di sini, standar kedokteran di Indonesia sudah mensyaratkan pemeriksaan mata untuk deteksi ROP pada bayi yang terlahir prematur. Pemeriksaan ini akan diulang 4 minggu kemudian.

Bila kondisinya memang "mengkhawatirkan", dokter anak lazimnya akan merujuk ke dokter mata untuk dilakukan berbagai tindakan yang diperlukan, seperti laser, cryopexcy (pembekuan), hingga operasi. Operasi bisa dilakukan sejak bayi usia berapa pun dengan pertimbangan life saving atau keselamatan hidup-nya yang harus diprioritaskan. Kasus lepasnya retina secara total pada bayi relatif sangat sedikit, namun angka keberhasilan operasinya pun belum menggembirakan.

* Juling

Ada mitos yang mengatakan jangan mengajak bayi bermain dari atas kepalanya karena bisa membuat matanya juling. Mitos ini tidak ada pembenarannya secara ilmiah. Juling atau strabismus adalah keadaan dimana gerakan kedua anak mata (pupil) tidak sinkron. Untuk melihat apakah terjadi deviasi, biasanya dokter akan menyorotkan lampu senter. Bila sinar jatuhnya sama di kedua pupil, maka ia dikatakan normal. Sebaliknya kalau tidak, berarti mata si kecil juling. Derajat penyimpangan pun bisa diukur, dari ringan sampai parah. Penyebabnya antara lain kelum-puhan otot. Adanya kelumpuhan, meski hanya pada salah satu otot saja, sudah berpotensi menyebabkan juling. Kelumpuhan otot tersebut bisa disebabkan infeksi, kelainan kongenital, bahkan tumor.

Bila deviasinya sangat besar, maka penanganan yang disaran kan adalah operasi. Angin segarnya, bila kelainan ini dikoreksi sebelum anak berusia 10 tahun, angka keberhasilannya cukup tinggi. Namun yang lebih penting lagi adalah pembiasaan kedua mata untuk fokus pada satu objek. Ini harus terus dilatih setelah operasi.

* Katarak kongenital

Katarak tidak hanya menyerang mereka yang telah lanjut usia. Katarak juga bisa menyerang bayi yang kerap diistilahkan dengan katarak kongenital. Ini adalah suatu keadaan dimana lensa mata mengalami kekeruhan. Penyebabnya bisa bermacam-macam.

Salah satunya, infeksi pada waktu ibu hamil. Orangtua harus curiga bila mata bayi mengalami leucocoria atau adanya pantulan cahaya di tengah-tengah pupil. Untuk memastikan sebaiknya segera lakukan skrining. Penanganan yang bisa dilakukan adalah operasi. Bila dibiarkan saja gangguan ini bisa menyebabkan juling hingga hilangnya objek dari pandangan. Bila mengalami gangguan ini mata hanya mampu menangkap cahaya gelap-terang saja, namun tidak bisa melihat bendanya.

* Papilitis

Kasus ini agak jarang terjadi pada bayi meski secara teori mungkin saja. Papilitis adalah peradangan pada saraf mata yang disebabkan oleh virus. Gangguan ini dimungkinkan terjadi sejak janin, misalnya si ibu menderita infeksi rubela atau virus lainnya. Sayangnya, tidak ada gejala spesifik yang menandai munculnya gangguan ini. Penglihatan tiba-tiba saja "hilang" dan semuanya menjadi gelap.

Penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan memberi obat untuk menurunkan proses inflamasi/peradangan dan obat-obatan antivirus. Pada beberapa kasus, bila sudah terserang gangguan ini kecil kemungkinan penglihatan dapat kembali. Itu karena jaringan saraf yang telah rusak tidak memiliki kemampuan regenerasi atau memperbaiki diri.

(source : Marfuah Panji Astuti)


SAKIT MATA PADA BAYI
Jangan anggap enteng sakit mata pada bayi. Meski awalnya ringan, kalau tak ditangani, bisa bertambah parah.

Akhir-akhir ini Jakarta mulai terkena wabah sakit mata lagi. Bisa saja penyakit ini menimpa bayi kita. Bila menimpa bayi, tak jarang membuat hati ini waswas. Bagaimana pengobatannya yang tepat, itulah yang kerap membingungkan para orang tua. Apakah berbeda dengan pengobatan penyakit mata pada anak-anak yang lebih besar?

Penyakit mata, papar dr. Enny Ridwan, SpM., yang ditandai mata berair, merah-merah, dan ada kotorannya, dapat disertai gatal-gatal dan rasa silau. Bisa pada satu bagian saja atau bahkan keduanya, bisa ringan-ringan saja, walaupun ada juga yang makin hari, makin parah. Yang ringan, terang spesialis mata dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, ini, bisa saja karena alergi. "Biasanya kalau karena alergi, intensitas merahnya sering terjadi, rasa gatalnya hebat, mata berair dan terasa silau. Gejalanya suka hilang-timbul. Biasanya terjadi pada pergantian musim."

Bila karena alergi, tambahnya, penyakit ini tak perlu diapa-apakan. Sebab, penyakit ini tak menular. "Alergi ini bisa disebabkan karena udara/polusi. Tentunya udara yang kotor dapat membuatnya merah." Hanya saja, kalau mata merah karena alergi ini sering dikucek, akan terjadi infeksi dan menyebabkan radang mata.

Selain itu, secara teoritis, alergi tak bisa dihilangkan. Kadang anak juga punya riwayat penyakit alergi lain, seperti sering pilek atau bersin bila kena debu, misal. "Makin besar usia anak biasanya akan lebih kuat.

Tapi tentunya pada setiap anak berbeda-beda kadarnya." Namun orang tua umumnya tak tahu apakah bayinya bermata merah karena alergi atau bukan. Itu sebab, saran Enny, orang tua perlu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan bila hendak memegang bayi.

TIGA PENYEBAB

Jika sakit matanya bertambah parah, harus segera datang ke dokter. Sebab, banyak kemungkinan bisa terjadi. Menurut Enny, yang paling sering karena penyakit gonorrhea, sumbatan saluran air mata, dan radang mata biasa.

Pada ketiga sakit mata tersebut, gejala awal yang terjadi sama. Akan tampak bagian putih mata (konjunctiva) memerah, ada air mata, dan kotoran. Selain itu, bayi jadi lebih rewel dari biasanya karena merasa sakit dan tak nyaman.

Jika sakit mata ini makin hari bertambah parah dan tak diobati, kumannya akan masuk ke bagian lebih dalam dari mata, yaitu ke kornea (daerah mata yang berwarna hitam) yang merupakan area penglihatan. Kuman tersebut bisa menyebabkan luka dan menimbulkan borok di bagian mata ini. "Jika kornea sudah terkena, maka harus hati-hati karena sudah mulai kritis. Jika tak ditangani, infeksi bisa masuk lebih dalam lagi, yaitu ke jaringan mata. Mata akan membusuk dan kemudian menciut, jadi tak berfungsi lagi dan harus dibuang." Kemungkinan lain, kumannya bisa menjalar ke otak karena letaknya berdekatan. Hingga, terjadilah meningitis dan ensefalitis.

1.Radang Mata Karena Gonorrhea

Penyakit ini disebabkan si ibu menderita penyakit kelamin, yaitu gonorrhea atau kencing nanah. Mungkin si ibu tertular di trimester ketiga kehamilannya. "Bayi tertular karena waktu lahir melewati jalan lahir. Pada jalan lahir yang banyak kuman ini, mata bayi bisa terinfeksi. Kalau kumannya ganas dan banyak, bayinya cepat terkena," papar Enny.

Biasanya bila bayi terkena penyakit ini, dalam sehari sudah tampak sakit matanya. Walau ada juga yang baru tampak di 3-4 hari setelah pulang dari RS. Ini karena masa inkubasi kumannya (mulai masuknya kuman sampai timbulnya gejala) sekitar 7 hari. Jadi, bisa saja sakit matanya baru tampak di hari kelima.

Gejalanya, kelopak mata dan konjunctiva (bagian putih mata) bengkak sekali dan berwarna merah. Kotoran mata banyak sekali dan mengandung nanah. Selain juga biasanya disertai demam. "Kalau matanya dibuka akan tampak belekan itu agak cair dan bisa juga mengering. Kualitas jumlah kotorannya lebih banyak dari sakit mata biasa. Mungkin dalam waktu sehari saja sudah kelihatan. Biasanya semakin hari semakin parah."

Pengobatannya dengan pemberian obat tetes mata atau salep. Sebelum memberikan obat mata, ibu harus sering membuang kotoran mata si bayi. Bersihkan dengan menggunakan kapas yang diberi air hangat. Caranya, usapkan kapas tersebut secara perlahan.

Selain dengan salep dan obat tetes, kini juga tersedia pengobatan dengan cara suntikan. "Bisa dibilang cara ini lebih ampuh. Biasanya dengan sekali suntik saja, penyembuhannya cepat. Minggu depannya sudah hilang. Juga bisa sembuh sempurna dan kembali bersih." Tapi kalau sudah terjadi borok di mata, maka bayi harus dirawat.

Hanya saja, kalau sakit mata karena penyebab gonorrhea ini tak ditangani atau diobati, bisa berakibat parah dan menimbulkan kebutaan. Untuk memastikan gejala ini karena penyebab gonorrhea, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Selain bayi yang menjalani pengobatan, si ibu pun ditangani. Bukankah ibu yang jadi sumber penyakitnya? "Biasanya si ibu akan dikirim ke bagian kulit dan kelamin."

2.Sumbatan Pada Saluran Air Mata

Waktu bayi baru lahir, organ-organnya sudah komplet dan sudah siap untuk hidup di dunia ini. Demikian pula saluran-saluran dalam matanya sudah harus cukup besar. "Cuma yang sering terjadi, salurannya belum tumbuh atau masih terlalu kecil. Bahkan ada katup yang harusnya sudah hilang, masih ada. Nah, semua ini jadi penyebab mata bayi berair terus," terang Enny.

Air mata yang dihasilkan kelenjar air mata harusnya mengalir ke pangkal tenggorok. Tapi karena jalannya terhambat, air matanya akan membludak dan banjir di bola matanya. Banjir air mata ini menyebabkan kuman yang sudah ada dan tak bermasalah di bola mata jadi beranak pinak. Apalagi air mata itu rasanya asin dan suhunya hangat karena suhu tubuh. "Keadaan ini menjadi tempat yang nyaman untuk kuman berkembang biak dan menimbulkan infeksi di mata." Akibatnya, timbullah belekan pada mata dan si bayi mengalami sakit mata.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika dan obat mata, baik salep atau obat tetes. Setelah itu dengan pemijatan pada kantung saluran air mata yang terletak di ujung bola mata dekat pangkal hidung. Geraknya secara lurus atau memutar, tergantung sebelah mana yang sakit. Upaya ini membantu melancarkan aliran air mata. "Jadi, kalau ada kotoran di dalam saluran matanya, tak menganggu. Juga, supaya membantu pertumbuhan saluran air matanya jadi lebar."

Umumnya, papar Enny, dengan pemijatan akan sembuh. Jika belum kunjung sembuh ditunggu sampai usia 9-10 bulan untuk dilakukan tindakan. "Bila perlu dilakukan "probing" (penusukan) saluran air mata."

3.Radang Mata Biasa

Umumnya, sakit mata ini paling sering ditemui pada usia bayi, anak, dan dewasa, yang disebut konjungtivitis atau radang mata. Penyebabnya, kuman. Bisa juga berawal dari alergi debu, lalu anak menguceknya, hingga terjadi infeksi kuman. "Sifat sakit mata ini menular lewat sentuhan atau senggolan. Bukan lewat pandangan mata seperti anggapan kebanyakan orang

Gejalanya: mata merah di bagian putih bola matanya, ada belekan, disertai gatal-gatal dan merasa silau. Kadang belekan sedemikian banyak, hingga kelopak mata sulit dibuka, terutama waktu bangun pagi.

Karena sakit mata ini menular, saran Enny, kalau dalam satu keluarga ada anggota keluarga yang terkena radang mata, harus diisolasi supaya tak menularkan pada yang lain. "Jangan mencium-cium atau pegang-pegang bayi, nanti bisa ketularan. Ibu yang mengobati bayinya harus selalu cuci tangan, seperti halnya prinsip umum memegang bayi. Karena penularan yang terjadi bisa lewat sentuhan." Jadi, pencegahannya bukan dengan obat tetes mata, tapi dengan menjaga kebersihan, ya, Bu-Pak...

Semoga bundanya anak-anak yg sedang sibuuuuk di Jkt segera sembuh dari serangan sakit mata yah... Keep spirit and keep smile, bundaaaa! (^-^)

Salam sayaaaang,
-ry-

11 comments:

Anggana said...

info yg sangat berharga...

Anonymous said...

tq artikelnya, mbak ya...

wiwit said...

wah artikel yang sangat bermanfaat...

Anonymous said...

mbak saya mau bertanya, kelopak mata bayi saya bengkak sehingga mata terlihat kecil sebelah. apakah ini termasuk kelainan. apakah ini termasuk kelainan kongenital? thanks atas jawabannya..

eMingko Blog said...

mksi infonya :)

ihsan said...

mbak saya mau tanya. penyebab mata anak kelopak mata anak saya berumur 2tahun memerah,kalau bangun tidur belekan menutupi matanya,ingusnya berwarna hijau, batuk, kerongkongannya sakit dan sudah seminggu badannya kalau malam panas, kalau pagi turun panasnya. bgai mana penyembuhannya trims.

bidadari_Azzam said...

pak Ihsan, kemungkinan penyakit mata ananda tertular dari orang dewasa di sekitar rumah, btw tetanggaku pernah terkena sakit mata yg persis sama saat terciprat air becekan bekas hujan, ada kuman masuk ke mata, pak.

Jika anak masih bayi, menyusui harus terus dilanjutkan, biarkan istirahat di rumah, biasanya pulih seminggu-an pak.

Hmmmm, kalau mau 'coba resep' nenek buyut saya, setiap bangun tidur (pagi2 buta), ibunda si anak menjilat mata yang sakit itu sambil terus mendo'akan kesembuhan, do'a ibu pasti terkabul, pak... Dokterku di Eropa juga bingung kalo' urusan 'air liur pagi' tersebut, tapi nenek dari neneknya si dokter juga menerapkannya kepada generasi keturunannya, wallohu'alam ...yg jelas saya do'ain smoga cepat smbuh, istirahat di rumah sehingga tidak menyebarkan infeksi dan bisa segera sembuh. Jangan lupa, cuci sepray, sarung bantal dan kain yg bekas pakai anak anda ketika sakit, jangan sampai seisi rumah jadi tertular, pak.

Yafie Irfan Hilmi said...

mba, bayi saya sakit mata tapi, hanya bengkak di bibir mata atas dan bawah merah, kalau di bola mata tidak merah tolong minta solusinya.

Yafie Irfan Hilmi said...

mba, anak bayi saya umur 9 bln, kelopak mata atas dan bawah bengkak tapi bola mata tidak merah, tolong minta solusinya?

Dian Rahadian said...

mbak saya mau tanya, pupil mata anak saya usia 20 bulan selalu goyang-goyang kalau melihat jauh pasti matanya melirik, tidak bisa fokus kepala (matanya) tegak lurus kedepan. karena kalo melirik pupilnya berhenti goyang-goyang, mungkin dengan begitu baru bisa fokus melihat terutama melihat benda yang agak jauh jaraknya, tapi bila melihat lurus pupilnya selalu goyang-goyang. menderita penyakit apakah anak saya ini?

Anonymous said...

mba,putra saya umur 1,5 tahun,bola mata sebelah kiri kdg2 goyang,kdg2 ga,kira2 ap ya pnybab nya trims