gambar : Pak Polisi berseragam jadi tontonan Trio abang dan Dek Zaza *sedang di parkiran*
Saturday, May 18, 2013
Setelah Dapat Family Visa dan Urusan SKCK
Om Ato, Baby-sitter spesial buat trio abang ^-^
Cerita kepindahan kulanjutin, yah... ^^ Setelah tiba di Jakarta, sementara suamiku sudah di Kuwait duluan, Saya dan anak-anak *masih selonjoran dulu* :-D 4 hari di Jakarta (kan batuk pilek winter, yang ternyata salju di Krakow masih tebal sampai bulan april, yang 'seharusnya jadwal musim bunga bermekaran...). Beruntung kami di tanah air, hari kelima mendarat di Palembang, bertepatan dengan musim buah : durian, duku, rambutan susul menyusul *Alhamdulillah...:-P*
Saya kasih tau terlebih dahulu beberapa catatan :
1. Apabila kalian akan pindah ke negara timur tengah atau negeri-negeri GCC, sebaiknya langsung saja urusan-prosedural dari negara lain! :-) Maksudnya sebagaimana Abu azzam yang udah 'selamat' lancar berangkat dari Poland. Saya + anak-anak kan kalau 'menanti' di Poland, riskan, sebab cuaca musim dingin tanpa keluarga di rantau, lagi pula urusan embassy beda kota (di Warszawa). Jadi, hikmahNya adalah saya bisa berbagi kepada kalian update-an terbaru~ yang fresh banget! proses ke Kuwait dari tanah air (notabene negara GCC lainnya pasti hampir sama).
2. Semua urusan kesana-kemari biasanya tambah ribet kalau pihak-pihak tidak transparan. Mengandalkan telepon ternyata kurang bijak, karena banyak yang 'doyan main pingpong', siapkanlah pulsa yang mencukupi untuk sambungan telepon kesana-kemari (don't forget that I'm mom of 3 boys! nelepon pun harus atur-atur waktu, sambil nenenin, dsb...)
3. Sebelum pindah ke Kuwait, kami sekeluarga pernah beberapa kali menjalani kepindahan kerja ini, yaitu dari Jakarta ke Bangkok (paralel project dari Bangkok ke Johannesburg), dari Bangkok ke KL (beberapa kali paralel urusan project ke UK), dari KL ke Krakow (Poland), bisa baca cerita-cerita ringan di artikel-artikel lama blog ini. Nah, untuk kepindahan ke Kuwait adalah aktivitas yang mengeluarkan paling banyak dana. Sehingga saya jadi paham, banyak TKI/ TKW atau bahkan karyawan ekspart yang menjual rumah, kebun, sawah, atau mobilnya sebagai modal. Semua dokumen harus diterjemahkan ke bahasa Arab (oleh translator tersumpah), dan semua itu butuh legalisasi dari Deplu, Dephumham. (Selama ini, cukup translate English saja, dan biasanya cukup cap KBRI saja...). Terus lanjutannya, semua dokumen yang diterjemahkan, dan setiap dokumen yang dikeluarkan KBRI, wajib diverifikasi lagi di departemen-departemen di Kuwaitnya, bayangkanlah sekian 'stamps', banyak nominal dana terbuang di cap-cap-an ini... *Semoga Allah melimpahkan samudera keikhlasan buat kita, dan mengganti segala perih dengan kebaikan di akhirat nanti...aamiin*
4. Kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang berwenang dalam urusan (proses-proses) yang saya ceritakan ini, telah saya katakan dengan jelas bahwa saya akan me-review semua steps urusan prosedur ini, harap maklum jika kemudian ada yang tidak berkenan dengan 'blak-blakannya' saya nulis, *Saya sudah muak, lhooo dengan koruptor... Prosedur yang berbelit itu kan kerja sama para koruptor!*
5. Ternyata ada teman yang masih *surprised dan ngucapin selamat!*, 3 bulan saya+anak-anak terpisah sama abinya. Katanya, "Alangkah beruntungnya!" masya Allah... Ternyata teman itu malah terpisah satu tahun dengan suaminya, hu...hu... :-(, hiks... Memang masih mending Kuwait rupanya, kalau kalian pindah ke Saudi Arabiya, tampaknya 'iqomah' (KTP gitu...) lebih lambat prosesnya. Kuwaiti (orang-orang Kuwait) amat ramah, terutama kepada orang-orang muslim yang bajunya rapi dan bersih. Abinya Azzam 'hanya menanti cap visa kerja' dari Company--yang diurusi HR selama dua bulan-an sejak pertengahan januari (yang kami bareng sampai Doha itu, lho...). Di bulan ke-3, 'iqomah' cepat dapatnya, 2 hari sejak ia (sendiri, tanpa ditemani HR) yang mengurusnya, X-ray dan cek darah lancar. Hanya finger print yang menunggu sampai 3 jam-an antriannya (kalau laki-laki, memang yang finger print banyak antrian). Selanjutnya, Allahu Akbar! Civil ID diperoleh, kemudian ia langsung apply family visa buat saya +anak-anak.
Proses Family Visa (di Kuwait) dari Kepala Keluarga :
1. Bawa Civil ID ke KBRI, berikut dokumen-dokumen keluarga (Buku Nikah, KK, Akta Kelahiran istri+anak-anak, yang copy cukup). KBRI di Kuwait akan membuatkan surat keterangan bahwa ybs mengundang anggota keluarganya, bea 5 KwD (harus pakai kartu atau transfer bank, bukan cash).
2. Pergi ke Ministry foreign affair Kuwait, surat dari KBRI itu harus dicap, 1 stamp= 5 KwD juga. Tambah cap semua dokumen terjemahan (ijazah-ijazah kita, akta-akta kelahiran, buku nikah). Hitung saja kalau perlu cap 6 dokumen, artinya bayar 30 KwD. Makin banyak anggota keluarga, makin banyak keperluan stamps. :-D
3. Setelah verifikasi dokumen itu, pergi ke imigrasinya. Disana, pengecekan semua dokumen tersebut.... *ada istilah, 'menanti sesuai amal ibadah masing-masing' hehehe* Kalau rezeki urusan cepat kelar, yah akan cepat... kalau rezeki urusannya lebih lama, maka bisa lama. Alhamdulillah, Abu Azzam termasuk yang cepat prosesnya---meski ribet. :-D
Setelah dokumen dicek, ada petugas khusus pengetikan. Semua dokumen di-copy, banyak deh yang perlu di-copy. Nunggu dulu disitu, mereka buatkan family-visa (bentuk visa ini adalah selembar HVS, data personal anggota keluarga [dalam bahasa Arab, yah... plus nama yang ada tulisan latinnya], ada kolom untuk nempel foto, foto yang diperlukan adalah pas foto warna berlatar biru yang nanti ditempel disitu setelah medical check up, tapi kayaknya cuma yang dari Indo, Philipine dan India aja foto ditempel, soalnya dari Poland, France, notabene berangkat dari Eropa, gak pakai nempelin foto disitu...). Satu stamp ditempel pada masing-masing visa anggota keluarga, @3 KwD. Ditandai dengan cap dan tanda tangan pejabat berwenang. Singkatnya, family visa selesai. Abu Azzam mengirimkan scan-annya buat jaga-jaga, sementara yang asli dikirimkan ke tanah air pakai DHL. Dua hari kemudian, diterima oleh kakakku yang di Jakarta (Saya+ anak-anak masih di Palembang).
Seminggu kemudian, minggu kedua di bulan april, Saya + anak-anak berada di Jakarta. Logikanya, semua urusan pasti mudah kalau semua dokumen lengkap. Namun prakteknya bisa saja tersendat-sendat, *ah, itu kan rahasia umum, iya apa iya?!* :-D
Jadi, tiga kali saya menelepon ke Embassy Kuwait di Jakarta, supaya benar-benar memahami urusannya. Info yang saya dapat adalah :
1. Family-visa yang sudah diterima harus dicap di Embassy Kuwait-Jakarta, dengan syarat :
2. Saya dan anak-anak harus menyertakan hasil medical check up, dan SKCK serta bea capnya tentu. Tetapi 'celah yang agak ribetnya' adalah :
3. SKCK kan kudu translate dan legalisasi (deplu+dephunham, perlu waktu minimal 3 hari). Serta medical check up harus dilakukan di klinik yang berada dalam naungan GAMCA, silakan searching sendiri tentang GAMCA ini. *Kalau kalian melakukan pemeriksaan kesehatan di Poland, Eropa lainnya, Australia atau negara lain, tidak akan mengalami hal ini, kalian bisa check up di RS atau klinik mana pun sehingga bisa memanfaatkan asuransi kesehatan yang kita punya.
Kehebohan medical check up, kita obrolin di postingan berikutnya yah... Sekarang soal SKCK.
Proses SKCK :
1. Minta surat keterangan (surat pengantar)dari RT, lanjut ke RW, lanjut ke kelurahan, dan seterusnya ke kecamatan. Tulis lengkap kejelasannya, keperluan : "Untuk pengurusan visa ke Kuwait."
2. Bawa surat tersebut + copy KTP + copy passpor ke Polda. Tadinya saya ke Polres, ternyata di Polres itu bisa buat SKCK untuk persyaratan kerja. Kalau SKCK yang buat urusan visa, harus ke Polda. Namun di Polres, anak-anak senang melihat polisi sedang baris-berbaris, upacara pagi. :-) Petugas di Polres cuma ngecek data di surat tsb, trus sekalian ngasih info ke saya kalau mau memperpanjang SIM (memang SIM saya expire-nya beberapa bulan lagi, maka sekalianlah saya perpanjangan SIM :-D hehehehe....)
3. Perjalanan 'piknik pagi' itu menuju ke Polda Metro Jaya. Saya dan Zuhud +bunda Sari masuk ke ruangan yang di depannya sudah ada pemberitahuan 'Pembuatan SKCK'. Ada papan bertuliskan : "Pelayanan kami belum sempurna, tapi kami siap berubah!", Pak polisinya ramah-ramah, apalagi kalau melihat senyuman Zuhud, :-). Disediakan permen dan air putih di ruang tunggu, *_^
- Formulir isian SKCK lumayan panjang, kira-kira 30 menit++ (remember : my boys nunggu di parkiran, info tambahan : mobil sewaan kami sekitar 500 ribu-an per hari, :-D belum bensin, tol, dan parkir....)
- Usai isi formulir, menyerahkan surat keterangan dari kecamatan+ copy KTP+ copy passpor. Lalu petugas menyuruhku ke ruangan sidik jari, alhamdulillah sedang tidak ada antrian. Di ruang itu, sepuluh sidik jari saya diambil, trus cuci tangan (tintanya hitam banget kayak knalpot gitu, jadi lebih lama cuci tangan dari pada ngisi formulir, hehehehe....), trus bayar 20 ribu rupiah. Dan bawa kertas "udah ambil sidik jari" ke ruangan SKCK tadi.
- Terpotong waktu sholat dzuhur, masjid luas di Polda itu jadi penuh, ada ceramahnya juga ba'da sholat dzuhur. Sesudah gantian sholat, kami ke ruang SKCK lagi, disuruh meriksa hasil ketikan pak Polisi. Karena ada kekeliruan data, nunggu lagi 10 menit~pak polisinya ngetik ulang. Setelah itu, jadi deh SKCK!
Pembayaran pembuatan SKCK = 10 ribu rupiah. :-) *pakailah uang pas*
- Itu hari rabu, jam setengah dua-an kami meluncur dari Polda ke arah Kuningan, sambil 'calling' translator arabic tersumpah (yang sudah mengurusi dokumen-dokumen lain di awalan proses).
- SKCK (yang sudah diterjemahkan itulah) tersebut adalah persyaratan cap/stamp verifikasi di Embassy Kuwait-Jakarta. (hanya buat saya, anak-anak kan di bawah 18 tahun, jadi tidak perlu SKCK-nya)
- Seingat saya, kami masuk area parkir sekitar jam setengah 11 kurang beberapa menit, pas keluar jam setengah dua itu, ongkos parkirnya = 15 ribu rupiah. ;-)
.... Ntar sambung lagi yah, ;-)
Semoga Allah ta'ala senantiasa melimpahkan kemudahan dalam semua urusan dan permasalahan yang dihadapi sobat semua, aamiin... Semangat beraktivitas!
Salam Ukhuwah dari
@bidadari_azzam :-)
Tuesday, April 30, 2013
Kewajiban Lebih Banyak dari pada Waktu Nan Tersedia
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَ خَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَ شَرِّ أَهْلِهَا وَ شَرِّ مَا فِيْهَا
Kami sekeluarga sudah berada di tempat yang baru, negara bagian GCC, Al-Kuwait. :-)
Alhamdulillah, perjalanan lancar, "I'm a mom with three boys, remember it;-))...", tak ada kendala besar di perjalanan udara 11 jam tersebut. Justru saya kaget karena tiga keluarga Ustadz/ah menjemput kami, menemani Abu Azzam di bandara Kuwait *terharu....*
Insya Allah, dalam beberapa hari ke depan ini, saya akan mencoba menguraikan lembaran cerita pengalaman kepindahan kami dari Poland ke Kuwait ini~ stepsnya lumayan panjang, say...;-))
Malam ini merenungi ulang mengenai penghargaan diri terhadap waktu, teringat ucapan para dosen terdahulu yang diulang-ulang, “Al-Wajibat aktsaru minal Awqat” (‘Kewajiban kita lebih banyak dibandingkan waktu yang tersedia’). Amanah yang harus dijalankan amat banyak, sehingga adanya blog, jalinan pertemanan di FB, twitter dan sebagainya tetap tak dapat terpenuhi 'full 24 jam', mohon diikhlaskan apabila teman-teman merasa adanya pelanggaran hak atas persaudaraan kita selama ini, yaaah.... *big hugs*
Semasa menjadi khalifah, ‘Umar ibn ‘Abdul Aziz pernah tidak jadi istirahat, karena ditegur oleh anaknya. Ketika ingin merebahkan tubuhnya di atas dipan, anaknya bertanya, “Ayahanda, kenapa istirahat?” “Iya, tubuh ayah lelah sekali setelah seharian keliling melihat aktivitas dan keadaan umat ini,” jawab ‘Umar dengan mantap. “Ayah, cepat bangun dan keliling lagi. Lihat urusan umat!” kata anaknya. “Ayah mau rehat sebentar saja, setelah itu baru keliling lagi,” jawab ‘Umar. Apa kata anaknya kemudian? “Apakah ayah bisa menjamin katika ayah bangun masih hidup dan bisa melihat urusan umat Islam?” ‘Umar terperanjat mendengar pertanyaan anaknya ini. Dia langsung melompat dan memakai gamisnya kembali untuk keliling melihat keadaan umat Islam. Subhanallah!
Kalau diri kita, baru saja diamanahi beberapa urusan saja, sering kali merasa super kecapek'an, lelahnya, lemasnya.... dll , Astaghfirrulloh, padahal sering kali kita sengaja menunda-nunda atau menganggap remeh amanah tersebut. *tuing* disentil berita-berita karib kerabat tentang kematian, barulah kita akan merasakan betapa dekatnya antrian ini, betapa cepatnya waktu berlari, sedangkan kewajiban kita masih bertumpuk~ menanti penyelesaiannya... Faghfirlana....
Menorehkan bait-bait langkah di bumiNya nan luas ini, saya merasa amat bersyukur akan segala bimbinganNya. Ketika perih hati menatap keserakahan atau bejatnya insan di tanah pertiwi, tetap rasa syukur mengaliri jiwa, "Thanks Allah, it's life, it's a world, and it's only temporary...", batinku, sama seperti saat-saat mengalami 'shock budaya' di Krakow serta masa merintis Islamic Centre bersama sobat-sobat di sana. Tidak punya banyak waktu 'untuk complain', untuk mengkritisi banyak pihak, apa lagi untuk mengeluh... Karena waktu amat berharga, rugi membuangnya untuk hal-hal demikian, sementara anak-anak dan sanak saudara lainnya berhak memperoleh curahan kasih sayang dengan 'waktu tersisa ini', Insya Allah...
Kalau melirik lembaran lama di awal nge-blog ini, :-D masa-masa banyaknya waktu luangku adalah pas masih kuliah~ dengan satu anak. :-) Amat jelas, semakin tahun berganti, postingan yang ada semakin berkurang kuantitasnya, namun semoga sahabat yang kian banyak merupakan bukti bahwa makin luas silaturrahim dan makin erat kualitas persaudaraannya, aamiin... Allahumma 'aamiin.
Setiba di Kuwait, kudu lebih banyak bersih-bersih hati :-). Kuwaiti amat kaya raya, rakyat pribumi dimanja dan dipuja oleh Kerajaan (pemerintahnya). Istana keluarga Kuwaiti besar-besar, luas, seperti lapangan sepak bola, :-), masing-masing anak punya minimal satu mobil, jadi di depan rumah mereka~ bisa berjejer 8, 10 atau 12 mobil mewah. Gaji Kuwaiti HARUS lebih besar dari pada gaji pekerja luar (pendatang), meskipun pekerjaan mereka tidak sebanding tingkat kesulitannya (itu salah satu aturan yang kurang adil memang). Namun jangan membayangkan Kuwait seperti Saudi. Di Kuwait, wanita-wanita boleh keluar rumah, menyetir, dan biasanya wanita-wanita berpendidikan tinggi pula, bisa bahasa Inggris (bahasa asing selain Arabic). Kalau melihat kita berpakaian rapi, sopan, (wanita muslimah berhijab) biasanya mereka bersikap lebih menghargai, ramah dan tersenyum mesra. Banyak pekerja dari India disini, dan kalau dari Indonesia~ kebanyakan adalah perawat-perawat (tenaga medis).
Nanti kita sambung lagi, Insya Allah...*Tiba-tiba* terkenang Krakow bersalju~ jauh berbeda dengan Kuwait yang panas dan berdebu... :-) Subhanalloh!
Ya Allah perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Ya Allah... jadikanlah kehidupan ini penambah kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejelekan. aamiin...Bersih-bersih hati.... :-) yoook....
1. Dzikrulloh, shalawat dan Puasa (ikuti sunnah rasulNya SAW)
2. Jaga pandangan mata (hati-hati karena penglihatan mata bisa berefek sampai ke hati)
3. Lakukan sholat wajib dengan segera dan jaga keikhlasan dalam beramal sholih
Terima kasih sudah menyimak, sobat-sobat tersayang :-)
Semoga kita senantiasa dilimpahkanNya kekuatan dalam menyelesaikan semua kewajiban yang ada... aamiin...
:-)Salam ukhuwah, happy busy days...
Barokalloh always!
Tuesday, April 9, 2013
Puisi Bang Azzam :-D
Assalamu'alaykum...
I love my brothers
Bang Azzam sedang gemar membaca, melihat suasana sekitarnya dan menuliskan hal itu dalam bentuk puisi, :-).
Seperti saat on-line Bahasa Indonesia dengan bu gurunya, ia harus menyambungkan tulisan puisi yang berjudul "Macet"...
Spontan saja, Azzam bilang, "Hmmm, Macet! Ramai sekali... Kendaraan padat... Aku jadi mengantuk... Aku capek sekali... Enak kalau cepat sampai rumah... Tetapi jalanan masih macet..." hehehehe... natural yah? (^-^)
Insya Allah kegiatan #Homeskuling tetap jalan, pelajaran-pelajaran dan tugas/ PR sekolah tetap dikerjakan dengan baik pada saat #KidsMudik yang sekaligus 'transit pindah' kali ini... Mohon do'a selalu yah... :-)
Barokalloh! Yoook tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...
Salam Ukhuwah dari keluarga Muslim Krakow, teman-teman! ^^
twitter : @bidadari_azzam ^-^
Sunday, April 7, 2013
Kegiatan Peduli Kanker Anak #KPKAPK
Assalamu'alaykumwrwb...
Tahmid wa sholawat...
Semangat berbagi, semangat berkarya!^^ Berikut ini adalah beberapa rekaman momen bersama anak-anak 'Hospital-schooling' di Rumah Sakit Muhammad Husin, Palembang, ^^
syukron jazzakumulloh khoiru jazza semuanya... ^^ Semoga 'join' bersama dalam kegiatan ini, menjadikan waktu liburan saya kian berkah dan meraup manfaat serta dihitungNya sebagai amal jariyah, aamiin.... Allahumma 'aamiin...

Yooook, baca langsung disini : Islam Pos- Do'a Roni: "Ya Allah, Sehatkanlah aku..."
Barokalloh selalu, semoga tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...
Salam Ukhuwah, teman-teman! ^^
Wassalamu'alaykum, :-)
^^ Sudah follow twitter @bidadari_azzam, kan? ;-))
Tuesday, March 19, 2013
Sistersku Muallaf : I Love Islam
Assalamu'alaykumwrwb^^...

Allahu Akbar!
I love Islam, kalimat yang seperti sepele, padahal pembuktiannya amat berat. Kalau yang namanya cinta, berarti sayang dan patuh pada rambu-rambu Islam itu sendiri, tidak semua orang Islam 'sudah' mencintai agamanya, kan? Sementara itu, teman-teman saya yang non-muslim, malah tertarik pada Al-Islam karena keunikan akhlakul karimah dan ukhuwah erat di dalamnya, subhanalloh!
Satu pesan saja yang ingin saya kutip disini, dua sohibku yang mantan aktivis church mengungkapkan, “I was a Christian, now I am a muslim alhamdullilah. I still love Mariam and Jesus (peace be upon him) but in Islam we believe in all Prophets, and Muhammad (peace be upon him) was the last Prophet. We pray to only One God, who create all the mankind and everything. In Arabic we call Him Allah. Islam is religion of peace and brothershood….”
Patty dan Beata punya kemiripan cerita mengenai awal memeluk Islam.
Baca lanjutan sharing mereka di link dakwatuna ini, ke TKP langsung yah :-)
Terima kasih sudah menyimak, sobat-sobat tersayang :-)
:-)Salam ukhuwah, happy busy days...
Barokalloh always!
(^-^)




























