Photobucket

Wednesday, October 5, 2011

Dunia Begitu Menggoda




Masih ingat sepak terjang MD yang membobol dana nasabah bank? Ternyata, MD yang lain sebenarnya banyak lho, hanya saja korupsinya ‘secuil-an’ doang, dan bank tempat bekerja biasanya ‘menutupi aib karyawan’, jadi berita tentang mereka tidak sampai diumbar-umbar melulu oleh media.

Apalagi masalah akan membesar jika terkait merosotnya ‘kepercayaan publik’ terhadap bank tersebut. Di antara MD lain itu adalah O’on dan O’ot, dua teman lama semasa sekolah dari seorang teman dekatku.

O’on tadinya merupakan wanita karir yang cukup baik, bisa mengatur waktunya dengan bagus, waktu bersama keluarga dan waktu kerja di bank (yang jauh dari rumah) meskipun cukup melelahkan. Ia merintis jenjang karir itu dari bawah usai lulus sarjana ekonomi di perguruan tinggi yang keren.

Tatkala bersuami adalah “awal kehancuran” O’on, padahal seharusnya menjadi momen bahagia. Diawali prilaku ‘glamour dan bermewah-mewahan’ mengatur resepsi pernikahan mereka, tabungan ludes ditambah utang yang besar lantaran dana yang dipakai menjulang tinggi nominalnya, hampir 1 M rupiah. O’on dan suaminya memang amat mengejar popularitas, sehingga kalkulasi dana menjadi ‘error’ perhitungannya.


Setiap bulan, gajian selalu dipotong buat membayar utang tersebut sekaligus bunganya, padahal level di kantor tidak terlalu tinggi, sisa gaji hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Akibatnya, budaya ‘gali lobang-tutup lobang’ pun dilakoni, pinjam sana-sini, demi tercukupinya segala kebutuhan sehari-hari.

Temanku yang cukup dekat dengan O’on pun ‘ikut menguatkan’, mengirimi beberapa ratus ribu perak jika O’on benar-benar buntu. Sampai memiliki dua anak, situasi rumah tangga tak berubah, aneh, inilah penampakan manusia yang tidak belajar dari pengalaman sehari-hari.

Sungguh tragis, ketika kehamilan kedua, sang suami malah dipecat, pesangonnya pun masih belum cukup buat melunasi utang. O’on terbilang masih beruntung, karirnya menanjak, sedikit demi sedikit, utang mereka bisa berkurang. Tapi kondisi itu tak lama, dunia begitu menggoda baginya, apalagi ketika ia bertemu sobat lamanya, si O’ot. Keduanya jadi akrab kembali di tengah keramaian ibu kota, jalan ke mal barengan, menikmati hiburan di malam hari, mengejar ‘sale-sale’ di berbagai plaza, dll, sedangkan anak-anak diasuh oleh neneknya.

Lanjutannya tetap seru dibaca di Oase Iman-Eramuslim berikut yah :-)

Beli kornet + beli kedondong, biar pun jarang up-date + tetap dido'ain dong
(^-^)

Barokalloh, salam ukhuwah!

1 comment:

zedna.elmanafea@gmail.com said...

artikelnya bagus ukh,bahasany renyah.btw utk pasang widget conventer kalender gimana ya?syukron.Wat yg mau modif hp symbian,donlot kitab kuning,mp3 kristology,mampir yach di www.mazzipul.heck.inthxs