Photobucket
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Wednesday, November 29, 2017

Alhamdulillah Atas Nikmat Sehat Ini

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖



Bismillah walhamdulillah sholawat dan salam kepada kanjeng nabi Muhammad Shollallohu 'alayhi wassalam,


Saya ingin menyimpan catatan di wall-FB ketika terbaring di Rumah Sakit saat ramadhan yang lalu. (#Nulisnya 80% mulai kuat mental, 50% fisik oke, setelah 6 hari di ICU dan beberapa memulihkan kesehatan di ruang rawat inap)


Alhamdulillah merasakan kenikmatan ramadhan dan eidul fitri dengan nuansa di rumah sakit adalah sebuah pengalaman ajaib dan teramat berharga bagiku dan keluarga.


#mumpung bisa kutuliskan disini.. #RamadhanMubarok...1438h


*MELOMPATI RUANG dan WAKTU*


Beberapa hari penuh keceriaan kala putra ke enam lahir, sengaja belum bisa kubagikan kabar gembira disebabkan tugas yang langsung menumpuk. Suamiku berada pada masa 'hectic' urusan 'go_live' di kantor, anak-anak bersiap ujian akhir sekolah, dan belajar mengatur jadwal bersama dengan kehadiran adik baru. Siang itu kala mentari cerah dengan senyum khas dokterku, hanya 10 menit saja aku berada di dalam ruang bersalin... 'keajaiban' murojaah ayat-ayatcintaNya adalah hal yang terulang kembali,mempermudah, mempertajam asa dan menularkan energi positif pada jiwa. Kukenang detik seminggu sebelum #Ramadhan tersebut, Abdullah Sabiq lahir :-)


Satu hal aneh yang tidak kuketahui darimana asalnya.... di setiap sudut kegembiraan kami saat itu, kenapa usai melahirkan----aku tak dapat berdiri kembali. Bahkan setelah seminggu selepas bersalin... Kukira sakit pada kontraksi di perut segera bisa hilang sebagaimana pengalaman sebelumnya, entah apa yang terjadi beberapa hari yang "traumatis" itu...


Sungguh aku linglung.... tiba-tiba aku t'lah menemukan diri ini berada di kamar jenazah... :'( astaghfirrulloh....100x

_____________________________________________________

Ini adalah peristiwa yang lebih dahsyat dari pada saat mamanda meninggalkan dunia di awal 2015 rupanya, karena nyawaku sendiri terasa meregang... subhanalloh faghfirli...


*bag.2 *Jurang di Dasar Bumi*


sambungan... #mumpung bisa kutuliskan disini.. #RamadhanMubarok...1438h Ada jeritan tanpa suara, entah berasal dari mana... "Apaaaaa?!" aku dalam kamar jenazah?! bersama jenazah siapakah itu?!!!"


aku sendiri adalah muslimah pemandi dan pengurus jenazah, di setiap tas jinjing atau dompet kecil bawaanku----selalu terselip potongan kafan, 'tanda diriku mesti mengingat kematian, agar senantiasa bermuhasabah.' namun hari itu, bahkan aku lupa hari dan tanggal berapa, bahkan aku tak ingat pakaian apa yang kukenakan.... kutemukan diri berada dalam tempat 'yang seolah hampa udara', sekeliling dinding adalah putih...dan ada suara-suara merdu memanggil namaku dengan alunan indah sekali.


Aku bengong kebingungan, meskipun sempat tersenyum merasakan harum aroma coklat susu panas kegemaranku di kejauhan. "Melompatlah! dan berdoa setulus hati!" pekik satu suara, "Ada satu kesempatan lagi, mintalah padaNya!" satu pekikan semangat menambahkan.... dan aku menatap lubang besar yang seolah telah siap menjadi penelan jasadku bulat-bulat.


ya Allah... inikah 'ending episode' seorang hamba penuh dosa ini?! kupejamkan mata, khusyuk penuh harap padaMU.... tiba-tiba jam seolah berhenti detaknya, kuraba pergelangan tangan---- detik nafasku pun tak kudapati lagi. Sekilas kulihat baju dan gelang tanganku dilepaskan oleh dokter, lalu kupandangi tangan penerimanya adalah suamiku. Ia lipat gulungan baju itu seraya berurai air mata.... astaghfirrulloh 100x... benarkah ini kematian?! "kamu berpindah 'casing'..." bisik satu suara. ...(bersambung....)

___________________________________________________

sambungan.... *bag.3*


*Cahaya Pintu Langit*


#mumpung bisa kutuliskan disini.. #RamadhanMubarok...1438h


Innalillahi wa Inna ilayhi roji'uun... benar, di hadapanku ada jasad terbujur. Kutatap lekat-lekat, "ini wajahku, beneran! ya Allah, jasadku terbujur di ruangan ini..." (tapi kok 'nyantai dan tidak panik yaaah...). :-) #Alhamdulillah, ternyata aku memang tak ada pikiran takut dan sedih kala itu, terutama prihal harta benda dan kondisi anak-anak di rumah. Ada keyakinan penuh dalam dada, "duhai Robbul 'izzati, pasti Engkau uruskan segalanya dengan sebaik-baiknya... "


Justru yg paling terpikir adalah kondisi lidah yg penuh bulatan tanda dehidrasi, faghfirlii... "Tadi nyebut : laa ila ha ilalloh pakai kode gimana?" bisik hatiku sendiri. Sungguh tak menyangka tiba-tiba sudut mataku telah dibanjiri derasnya air, dada berdegup penuh tanda tanya, "Mungkin sebentar lagi sosok malaikat menampakkan diri?!" Ya Allah, kuatkan hamba ini dalam menghadapi perjalanan selanjutnya, bisik sudut hatiku lagi.


ya Allah... tiba-tiba ada lorong putih harus kulalui, yang kemudian 'merasa penuh kesadaran' kulantunkan murojaah al-waqiah (surat yang baru khatam kuhafalkan pada kehamilan kali ini). Dengan bertambah deg-degan, air mata kian menderas karena tiba-tiba hafalanku 'stuck' di ayat : Laa baridiwwalaa kariim...Innahum... innahum... innahum... :'( astaghfirrulloh... (Duhai Allah, barusan kemarin Engkau simpankan ayat-ayat ini dalam dadaku, saking favouritnya, kuulangi 5 kali setiap hari.... namun, mengapa 'macet' saat genting begini?! seru sudut hatiku, mulai panik...).


Aku tertunduk. Terselip penyesalan, seraya mengingat diri bahwa jutaan jiwa ingin bangkit di bulan suci ini meski hanya untuk sedetiik saja, alangkah ruginya jika kusia-siakan masa hidup dengan hal-hal yang jauh dari ridhoMu... faghfirlii.


Mencoba menghibur diri dengan istighfar dan hamdalah, seraya kupejamkan mata dan menanti suara-suara berderap yang kian mendekat.... prap, prap, prap.... hening sesaat.


Sungguh, Aku memohon ampunan ya Allah, 'casing yang berganti di alam berbeda ini', semoga berupa bentuk yang baik dan indah. Ya Allah, yaa Rohmaan Yaa Rohiim... :'( Allah... sebenarnya, bolehkah aku kembali ke rumah, lalu memperbaiki kualitas ibadah diri ini?! Badanku mulai bergetar, sekilas kulihat dokter-dokter berkeringat sebesar butiran jagung, dan kupandangi wajahku sendiri dengan sembab... *_*


Seketika detik selanjutnya, kejadian di luar nalarku. Kupandangi ada jutaan tangan di sekeliling tubuhku, tangan-tangan menengadah dan mengetuk pintu langit! Kutatap luasnya langitMu, masyaAllah... indah sekali! Ada cahaya merekah setelah jutaan tangan itu mengetuknya. ya Allah! MasyaaAllah laa quwwata illa billah!


Ternyata jutaan tangan saudara dan sahabatku menghiasi langitMu pada awal jumat #Ramadhan, <3 Di antara tangan-tangan tulus itu adalah sosok-sosok anak sholeh, sosok-sosok pecinta sedekah, dan sosok-sosok da'i da'iyah... bisik sudut nuraniku.


Dan tiba-tiba pimpinan team dokter yang 'sudah takjub' dengan kondisi kreatinin-ku (2500!!!), menjadi lebih takjub karena beberapa jam kemudian kreatinin menjadi 1500 saja, dan batal cuci darah!


MasyaAllah, 4 komplikasi dan toksin 25% yg sudah menguasai tubuhku perlahan 'sembuh karena Allah azza wa jalla semata', ini peristiwa "spesial berkah ramadhan"... 25 lebih dokter pakar mengatakan,"Baru kali ini kami menangani pasien yang seperti ini, kondisinya dear..."


Boleh kita sebut 'peristiwa ajaib #Ramadhan kali ini'. Ujar dokter kepala dengan tersenyum lebar... *Amazing, thankyou Allah....* Sebutlah nama Allah dan sholawat diperbanyak, #Kesempatan hidup masih Allah Swt kurniakan buatmu, Sri Yusriani. (bersambung...)




Insya Allah nanti kita sambung lagi, Syukron jazzakumulloh khoyron katsiron atas segala doa dan bantuan seluruh sahabat fillah dimana pun berada, Hanya Allah azza wa jalla yang dapat membalas dengan segala kebaikan berlipat ganda aamiin...


Terima kasih banyak Dokter Ishak dan team di al-Islam Kampung Baru Medical Centre, barokallohufeekum....


Wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh... Peluk ukhuwah dengan untaian do'a , #Syukur selalu, Alhamdulillah... :-)

Thursday, September 11, 2014

Jika Suatu Saat Kau Jadi Ibu...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...

Dapat kiriman 'nice reminder' dari seorang sahabat, yang bikin 'mellow', sahabat itu belumlah sempat menjadi 'ibu yang tenang damai didampingi ayah' sampai kini, sebab beliau masih 'memperebutkan hak asuh' bocah-bocah terkasih dengan banyak jadwal sidang pengadilan... *usai perceraian beberapa tahun yang lalu.... :-'(

Semoga segala ikhtiarnya diberkahi Allah SWT, aamiin.
 


JIKA SUATU SAAT NANTI KAU JADI IBU...
🎊

Jadilah seperti Nuwair binti Malik (Radhiyallahu 'Anha) yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya..
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13tahun..
Iadatang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Iakembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) dengan potensinya yang lain..
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an..
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris pencatat wahyu..
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini:
Zaid bin Tsabit (Radhiyallahu 'Anhu)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah (Rahimahallah) yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah..
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taatberibadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu..
Kelak, ia tumbuh menjadi jajaran Ulama Hadits dan ImamMadzhab.
Ia tidak lain adalah...
ImamAhmad bin Hanbal (Rahimahullah)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya .
Seperti Ummu Habibah (Rahimahallah)..
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya..
Ketika sang anak berusia 14tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu..
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu.. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya..
Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin!”..
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin takakrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
ImamSyafi’i (Rahimahullah)...

🍄🍄🍄🌰🌰🌰🌳🌳🌳
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya 'Abdurrahman..
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi ImamMasjidil Haram,dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah ImamMasjidil Haram…”, katanyamemotivasi sang anak..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam Masjidil Haram…”,
Sang Ibu takbosan-bosannya mengingatkan..
Hingga akhirnya 'Abdurrahman benar-benar menjadi ImamMasjidil Haramdan termasuk deretan Ulama berkelas dunia yang disegani..
Kita pasti sering mendengar Murattal-nya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama:
'Abdurrahman As-Sudais (Hafidzahullahu ta'ala)...

🌼🌼🌼
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses..
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu .
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamaranak itu..
Iamenanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor .
Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia..
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999,
Dr. Ahmad Zewail (Hafidzahullahu ta'ala)...

→→→

Sungguh menginspirasi diri, Semoga kita dapat mengoptimalkan ikhtiar dalam menjaga dan mendidik anak-anak kita, yah para ibu shalehat.... ;-) aamin.

ماشَــآءَ اللَّـهُ لاَ قُـــوَّةَ إِلاَّ بِاللّـهِ 

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa min-dzurriyyatinaa Qurrata a'yun waj-'alnaa lil-Muttaqiinaa Imaamaa..

آميــنَ...آميــنَ...اللَّهُـــمَّ آميــنَ...

آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ :) وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 


 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^







Sunday, July 20, 2014

Aku Malu Padamu, yaa Ukhti...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Tahmid wassholawat,



...

GAZA terus bergejolak, menampar jutaan tokoh di dunia yang masih saja sibuk berebut mahkota tahta, harta dan wanita. Tiga lokasi ‘permata dunia’ tak dipedulikan oleh kaum pecinta materi, terbiasa mengumbar obrolan tentang kemewahan kendaraan, berbelanja benda dengan merk ternama, atau berwisata tanpa tujuan taqarrub Ilallah. Yah, Gaza, Syria, dan Mesir…. Tiga lokasi yang pemberitaannya dipecah-pecah dengan bumbu fitnah sana-sini supaya ummat tetap terkota-kotak dan lupa pada identitas diri sebagai satu keluarga : muslim.


Seiring dengan ragam rasa geram, gelisah dan merinding bagi jiwa raga kita atas segala berita dari bumi para syuhada, kuutarakan rasa malu diri kepada saudariku disana, ukhti fillah… Bukan hanya para sisters Palestine yang telah populer seperti sist sarah, Ummu Nidhal, sist Andalib, Hiba, Reem Shalih, Fatimah Umar, Sist Mirvat, Hamadi, Zainab Abu Salim, Sist Wafa, dan banyak lagi. Melainkan kepada semua saudari mukminah nan istiqomah di bumi jihad itu, sungguh aku bermalu diri…


Aku malu padamu, yaa ukhti...

Ketika engkau telah menjadi yatim, piatu atau bahkan kehilangan kedua orang tua, hidupmu sejak kecil sudah terpola mengatur jadwal diri dengan mendalami kitbulloh dan sunnah rasulNya SAW. Sementara aku dan teman-teman wanita di tanah air sibuk bermain boneka, masak-masakan, dan bertabur hadiah dari ayah bunda.

Ketika engkau remaja, duhai ukhti, telah terekam kuat dalam benakmu untuk meneruskan perjuangan para syuhada… Bahkan engkau biarkan ragamu menjadi martir demi menegakkan kalimat tauhid di tanah kiblat pertama muslim sedunia. Astaghfirrulloh, ukhti… teman-teman remaja di tanah pertiwi malah sibuk bergonta-ganti pasangan demi menamai diri sebagai ‘orang modern’ yang menyerap tradisi barat.

Ketika engkau ‘ngefans’ dengan para syuhada, engkau mengenali tokoh-tokoh jihad yang senantiasa memperjuangkan keesaan Allah SWT, yaa ukhti… Kupandangi teman-teman remaja di tanah air asyik mengoleksi foto penyanyi, aktor, dan idola mereka, yang dengan sadar mereka turut menghadiahkan peluru-peluru buatmu, ukhti… Karena kaum kuffar sengaja ‘menerbitkan artis idola’ dengan mendulang dana di setiap acara konser megahnya.




Aku malu padamu, yaa ukhti...

Yaa ukhti, kutatap wajah jelitamu dengan raut ketenangan di sana, padahal jarak kita terpisah benua. Namun menelusup rasa tenang damai dalam relung jiwa, seolah tertular dari senyum semangatmu. Bagai telah lama kukenal, ketika berita tentangmu hadir, lidah turut berbisik mendoakan perjuanganmu, mata membanjir membayangkan ketegaranmu.

Beginilah rasa dalam jiwa kita, yaa ukhti, karena kita adalah sebuah bangunan utuh yang mewarisi pesan ber-illah satu sebagai wasiat Rasulullah Muhammad SAW.

Suatu hari aku membaca berita darimu, engkau berseru takbir dan bersorak girang seraya membersihkan luka saudaramu. Innalillahi, ukhti… Saudara lelakimu syahid, dan engkau ucapkan ‘congrats’ buatnya, sementara media kuffar dan teman-temanku disini sibuk mencemooh keteguhanmu.


Saat berjumpa dengan seorang saudaramu yang baru menyelesaikan sekolah di bumi Eropa, “Selanjutnya tetap meneruskan perjuangan…” ujarnya. Ia tak hanya hafiz quran, melainkan juga menyelesaikan penelitian-penelitian ilmiah yang diimpikan sejak lama, dan well done. Gelar doctor sangat berguna jika bisa mendidik generasi qurani dan mencintai jihad, bukan buat mengincar kursi ‘dosen senior’ dengan pangkat tinggi di universitas seperti desas-desus di tanah antah-berantah itu. Masya Allah, prinsip tegas yang amat kukagumi, yaa ukhti…


Sungguh, aku malu padamu, ukhti....

(Lanjutkan baca disini yah : http://www.islampos.com/aku-malu-padamu-ukhti-bidadari_azzam-122157/ ~_~ )

#Info pics : ragam berita fakta tentang #Gaza #Palestine 


 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Adab Bermusafir

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.  💖
Tahmid wassholawat, 






Kusimpan saja artikel manfaat ini disini yah, kiriman dari sohibku yang cantik, masya Allah! 
Rasanya meski dibaca berulang kali, gak pernah bosan... Apalagi diriku dan keluarga memang amat sering menjadi musafir. :-) Namun amat sering pula lupa dan lalai akan amanah-amanahNya serta sunnah rasulNya SAW, astaghfirrulloh... Bantu doa yah, semoga kami selalu memperbaiki diri, berbenah agar kualitas ibadah kepadaNya kian cantik, aamiin...

🚂 ✈ 🚢 🚌  [ADAB BERMUSAFIR]

🚇 Sebentar lagi mudik. Kita akan menjadi musafir. Kata Rosulullah SAW dalam hadits riwayat imam Bukhori, safar adalah separuh siksa di dunia. Karena ibadah menjadi "kacau" apalagi sholat.😣

💺 Kali ini saya #share kan adab musafir, agar safar/perjalanan kita tidak sekedar jalan saja, tapi juga berkah berpahala di Mata Allah.

1⃣. Dirikanlah solat sunat dua rakaat sebelum keluar rumah. Semoga Allah SWT permudahkan segala urusan.

🎐 “Tidaklah seseorang meninggalkan sesuatu bagi keluarganya yang lebih baik dari 2 rakaat yang dilakukan di sisi mereka ketika berniat untuk bermusafir”
(H.R. Imam Thobroni)


2⃣. Safar di hari kamis atau selainnya. Sebisa mungkin hindari hari jumat agar tidak mengganggu sholat jumat.

🎐 “Rasulullah SAW berangkat ke Perang Tabuk pada Khamis. Rasulullah menyukai memulai perjalanannya pada Khamis."
(H.R. Imam Bukhari)

3⃣. Meminta izin dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga.

🎐 "Apabila seseorang dari kamu akan bermusafir , hendaklah meminta izin kepada saudara-saudaranya, sebab sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan pada doa mereka."
(Diambil dari kitab al-Azkar Imam Nawawi)

4⃣. Hendaknya memulai perjalanan pada malam hari. Karena malam hari lebih tenang dan pendek waktunya.
Dan sedikit waktu sholat fardhu.

🎐 “Berjalanlah pada waktu malam karena bumi dijadikan lebih pendek pada waktu malam.”
(HR. Imam Abu Daud)

5⃣. Hendaknya bermusafir dengan membawa teman. Kalau lebih dari 3 orang, sunah untuk melantik ketua bagi perjalanan tersebut.

🎐 “Jika manusia mengetahui bahaya bermusafir sendirian sebagaimana aku ketahui, tentu mereka enggan bermusafir sendirian.”
(H.R. Imam Bukhari)


6⃣.  Membaca doa sebelum bermusafir, baik doa naik kendaraan dan doa ketika memasuki suatu kawasan atau tempat orang.

🎐 Seorang lelaki berkata (kepada Rasulullah), wahai Rasulullah, saya akan memulai perjalanan (musafir), jadi berikanlah nasihat kepada saya. Nabi berkata: hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan bertakbir setiap kali melewati (melalui) tempat yang tinggi. Selepas lelaki itu pergi, Nabi SAW berdo'a, “Ya Allah, dekatkanlah jarak perjalanannya dan mudahkan perjalanannya.”
(HR. Imam Tirmidzi)

7⃣. Bertakbir bila melalui tempat tinggi dan bertasbih ketika menuruni tempat tinggi. Termasuk yang naik pesawat, kan juga mengalami hal ini.

🎐 Dari Jabir r.a. dia berkata: “Apabila kami naik kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih.”
(H.R. Imam Bukhari)


8⃣. Membeli buah tangan untuk dibawa pulang. Kebanyakan dari kita selalu membeli buah tangan untuk dibawa pulang, tapi tak sadar bahwa yang kita lakukan adalah  sunnah Rosul SAW.

9⃣. Bersujud syukur sesampainya di tempat tujuan.
#Alhamdulillah 'ala kulli hal...

🔟. Dipersilakan buat semua teman, kaum kerabat, Meminta orang musafir mendoakan kita karena doa orang yang bermusafir lebih mustajab.

🎐 "Tiga doa yg sangat mustajab; doa orang yg puasa, doa orang yg didholimi dan doa orang yg musafir."
(Hadits riwayat Bukhari, Ahmad dan Tirmidzi.)


🎐 Dari Umar Bin Khattab r.a dia berkata : aku meminta izin kepada Nabi SAW untuk melaksanakan ibadah umroh dan baginda mengizinkanku serta bersabda:

“Jangan engkau lupakan kami dalam doamu, wahai saudaraku."
(HR. Imam Tirmidzi)

💻 Bayangkan, Rasulullah SAW pun minta orang bermusafir mendoakannya. Ini yang sering kita lewatkan. Meminta doa kepada para musafir.

O iya Sahabat yang dirahmati Allah, apabila seseorang itu bermusafir lebih dari dua marhalah (89 kilometer), maka ia di anjurkan untuk melakukan solat qoshor dan jamak.😉
Solat jamak dan qoshar ini adalah suatu keringanan yang diberi oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang sedang musafir.😊

Selamat mudik..👍😎
Jaga kesehatan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas.🚏 🚦 ⛽
Saling doa yah, Hanya Allah SWT yang dapat melimpahkan balasan terbaik.
Ramadhan mubarak!

Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)



وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 


Wednesday, July 2, 2014

Lima Sifat Puasa bagi Orang yang Sholeh

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Tahmid wassholawat...


Zaman kita masih kecil, rasanya hampir mirip 'kenangannya' kan ;-))... Usai sahur, ke masjid sampai ceramah usai. Kalau pas weekend alias bukan hari sekolah, Kita ikut mamanda ke pasar, membeli buah dan sayuran. Lalu jelang sore membantu (minimal bantuin nyiapin sendok dan piring) menyiapkan menu berbuka puasa. Bahkan ada tradisi 'membuat es buah, kolak pisang, atau es cincau dan cendol, ada kolang-kaling, dll dsb'. *_^

Bertahun-tahun dalam mind-set saya, puasa #Ramadhan diidentikkan dengan 'keistimewaan makanan dan tradisi dalam keluarga', hihihihi.... Sampai masyarakat daerah saya pun, rata-rata sama 'nyiapin soft-drink' dan tempahan pempek serta segambreng kue basah khas kita di penghujung ramadhan, alias 'lebih mementingkan gaya di hari raya eidul fitri' dibandingkan mengoptimalkan ramadhan, astaghfirrulloh....

*Itu zaman dulu, :-). Kenangan di masa lalu, masa itu mamaku selalu tepar sakit pasca hari raya, karena tempahan bolu dan kue menumpuk, baik pesanan dari teman, saudara, atau pun dari yang minta tolong 'disumbang kue saja' :-D. *Sure, emakku biasanya cuma dibawain bahan kue, dan rajin membuatkan siapa saja yang nebeng minta buat kue, hehehehehe....

Sekarang zaman kita berbeda, (atau ada yang gak mau berubah ke arah yang lebih baik? :-/)... Orang tuaku sekarang amat memahami bahwa ramadhan yg dirindukan 'harus dioptimalkan'. Alhamdulillah, keluarga kami tak lagi mengharuskan kolak pisang, cendol-cincau, es buah, dan lainnya itu sebagai menu berbuka puasa. Kita sudah bisa belajar membuka mata hati, apalagi sudah menjelajah benua-benua lain, dan melihat sendiri bahwa di berbagai belahan bumiNya ---masih amat banyak yang terkapar karena lapar. Masya Allah, alangkah indah pelajaran-pelajaran hidup dariMu, duhai Robbi...

Kalau ditanya "Jadi, menu berbukanya apa nih yang spesial?" :-D, saya nyengir saja. Sejak menikah 12 tahun yang lalu, jika ramadhan---kami sering dioleh-olehi kurma dan kacang khas Arab dari sobat dan kerabat dekat. Lantas, sejak delapan tahun di luar negeri, kami terbiasa menyiapkan buah potong yang disiram yogurt atau cukup berbuka dengan kurma dan air putih saja. Benar-benar tak perlu repot-repot menyiapkan waktu khusus buat 'sreng song reng goreng' di dapur, Alhamdulillaah... 

Apalagi usai umroh tahun lalu, seolah kurma harus selalu tersedia di dapur, hihihihi.... *btw kurma ajwa dan Maryam itu lebih murah di malays dibanding di Indo, lho... #Info, hehehe....  Alhamdulillah, awal ramadhan ini, ada lagi dua sahabat dekat yang usai umroh, ^_^ oleh-oleh mereka tentu diantaranya kurma lezat, sudah kami dapat, dengan memanjatkan syukur atas segala nikmat. ~_^ Gak tanggung, kucuran rezekiNya bertubi-tubi ; kurma tiga box, kacang+kismis, serta beberapa jenis krupuk dan bandeng presto, sebab ada teman-teman yang barusan mudik, atau transit di tanah air usai umroh. :-) Alhamdulillah 'ala kulli haal...

(Note : pengetahuan dan pemahaman bisa mantap kalau belajar dari pengalaman. ^_^)

Saya merenungi perjalanan ramadhan demi ramadhan, negeri demi negeri yang kami jalani atas qodarulloh ini...
Terngiang di telinga, nasehat seorang saudari Ustadzah, dalam tausiyahnya,
"Kepandaian/ kecerdasan tiap manusia ada limit /batasan, tetapi ketidak-tahuan itu adalah tak terbatas... Semakin banyak yang kita pelajari, menyadari bahwa diri adalah manusia lemah, sebagai pribadi yang 'tak tahu apa-apa', sehingga kudu sadar bahwa diri kita tak boleh berhenti belajar."

Bismillah Walhamdulillah... Betapa besar kesempatan kami dalam menemui ramadhan 1435 hijriyyah ini, yaa Robbi... Apabila tahun lalu masih ada kesia-siaan, masih banyak waktu luang yang tak kami optimalkan, masih banyak bentuk kemubaziran dan hal-hal mudhorat lainnya, mohon ampuni kami, yaa Robbul 'izzati. Kami takut apabila puasa ini hanyalah 'menahan lapar dan dahaga saja'....

#Share Forward Nasehat Imam Ghazali, Bahwa ada 5 Sifat Puasa bagi orang-orang yg sholeh, yaitu :

1. Puasa Mata (dengan menahan mata dari melihat hal-hal yang dilarangNYA)

2. Puasa Lidah (dengan menahan lisan dari ucapan yg keji, yg menyakiti pendengarnya...)

3. Puasa Telinga (dengan menahan telinga dari mendengar hal-hal yg mungkar)

4. Menjauhi mubazir, tidak berlebihan kala berbuka puasa. Lebih banyak jumlah makanan yg diberikan kepada saudara-saudarinya dibandingkan makanan yg buat lambung sendiri... Alias tetap sederhana, tidak mengistimewakan menu pribadi.

5. Puasa hati, kondisi hati tetap berada di antara takut dan harap. Ada bimbang jika puasa tidak diterima Allah SWT dikarenakan melakukan perkara (maksiat) yang dilarang-Nya. 


Sebegitu berhati-hati dan mawas dirinya, sehingga berkaca, bahwa diri ini masih jauh dari kelima sifat puasa tersebut.... Faghfirlana... 

Akhlak dan Puasa

Puasa menanamkan sifat berbudi bahasa, sopan dan menjauhi sifat suka memaki dan memekik tak tentu arah...

Puasa menumbuhkan sifat santun, mengendalikan diri ketika marah, menahan nafsu yang bergemuruh dan menjadi lapang dada. Hal ini diresapi melalui ayat yang menyatakan sifat ibadah orang yang bertaqwa, sosok yang mendalami makna puasa. Firman Allah:

“Dan orang-orang yang mena
han amarahnya dan memafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Ali-Imran: 134)

Firman Allah dalam hadith Qudsi :

“Apabila seorang daripada kamu berpuasa maka janganlah ia menuturkan kata-kata yang buruk (keji) dan janganlah menjerit-jerit tidak menentu (hiruk pikuk). Apabila ia dimaki atau dicabar oleh seseorang hendaklah ia berkata saya berpuasa, saya sedang berpuasa”. (HR.Bukhari dan Muslim)


Puasa menanamkan pelajaran komitmen, disiplin, murah hati, mudah memaafkan dan akhlak-akhlak unggul lainnya, sehingga orang di sekitar kita akan melihat tampilan nyata "kondisi kesuksesan" ketika usai menjalani kenikmatan bonus-bonus rewards di sepanjang bulan mulia. 

*penting untuk kita tanamkan dalam jiwa, bagaimana kita amat menginginkan anak-anak sholeh, anak-anak berakhlak mulia, anak-anak pecinta quran dan sunnah.... Sungguh malu diri kita jika sebagai orang tua, belum juga berazzam untuk memperbaiki kelurusan niat, puasa, akhlak, serta bacaan quran kita sendiri... >_<


#Ramadhan Mubarok! Mungkin saat ini adalah ramadhan terakhir kita, semoga dilimpahkanNya kekuatan dan keteguhan hati untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini. Akhlakul karimah adalah identitas dan cara dakwah tercantik bagi seorang muslim, insya Allah...

Wallohu a'lam,

#LoveIslam
 — 

Pic: #TrioKids siap-siap ikutan belanja ;))


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Monday, June 30, 2014

Catatan Ramadhan (1)

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...


#Ramadhan Mubarok, Ramadhan kareem...

Kali ini, saya ingin berbagi secuil #Info sederhana. Yang pertama, berkenaan dengan sahur :-).



Hadits Anas r.a katanya: Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kamu bersahur karena di dalam bersahur itu ada keberkatannya.

عن زيد بن ثابت رضي الله عنه قال تسحرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم قمنا إلى الصلاة قلت كم كان قدر ما بينهما قال خمسين آية

Hadis Zaid bin Thabit r.a katanya: Kami pernah bersahur bersama Rasulullah SAW, Setelah itu kami pun mendirikan sholat Subuh. Kemudian aku bertanya: Berapakah selang waktu di antara keduanya? Baginda menjawab: Kira-kira bacaan lima puluh ayat.

Bersahur hukumnya sunnah, dan sungguh sangat besar manfaatnya, dear....

1) Manfaat untuk diri sendiri. Mendapat tenaga untuk berpuasa. Optimalkan masa sahur dengan makanan yang tepat nutrisi, bukan dengan menambahi banyak asupan kapsul 'penguat puasa'.
2) Mendapat rewards-Nya sebagai pahala kebaikan.

Meninggalkan sahur merupakan kerugian, 'taktik menghidupkan alarm' buat bersahur dapat menjadi tips buat kita. Sewaktu keluarga kami berpuasa di Krakow dan Kuwait (yang pada malam harinya, jarak waktu tidur ke waktu subuh sangat sedikit) tahun lalu, 'alarm' tambahan saya adalah : "miscall" dari dua kakakku di Indonesia. Pokoknya kalau miscall-an  mereka belum dibalas, berarti kami belum bangun untuk sahur. >_< *hihihihi, parah juga yah....

Terhitung sekitar dua atau tiga kali di setiap tahun (mulai ramadhan 2010 di Krakow), kami 'tertidur pulas' tanpa sahur di saat puasa Ramadhan, :-( hiks.... Musim panas, >_<
Mudah-mudahan tahun ini, di Kuala Lumpur 'full suhoor' sebulan penuh, aamiin...

Tips sahur sederhana di keluargaku adalah : 
1. Biasakan untuk makan buah-buahan di waktu jeda saat bangun tengah malam selagi menyiapkan menu utama. Misalkan kurma, mangga, pisang, apel yang dipotong kecil-kecil, dll.

2. Makan nasi tidak banyak. *Hmmm, dulu waktu di Krakow, justru seringnya hanya makan sahur berupa roti gandum pakai keju, yogurt dan minum tanpa gula. Bahkan sulungku lebih kuat, makan sereal dan minum susu saja, padahal puasa kita disana sekitar 21 jam-an. Bang Azzam POL puasanya di empat musim panas berturut-turut, di dua benua berbeda itu sejak 4 tahun lalu. ^_^ masya Allah!

Kalaupun makan nasi, yang dibanyakin adalah lauk dan sayurnya. Hmmmm, dan biasanya kami jarang pakai menu gorengan, 'terasa gak nyaman pas baca quran'. Lauk biasa saya steam atau rebusan.

3. Milih minuman : Hindari soft-drink, tentunya. Perbanyak air putih. Meskipun jadi tambah lancar ke WC karena mau buang air kecil. Biasanya kami minum susu atau teh tanpa gula, atau tehnya pakai madu. Lanjut ditutup dengan air putih hangat. #Alhamdulillah segar! 
Kecukupan air putih kita bisa ditengok dari warna urine, kalau bukan bening jernih, berarti masih kurang minum tuh.... ;-)

#Info kedua, berkenaan dengan 'candid camera' hehehehe... Berhasil ngejepret #Triokids seusai mandi, that's special-time... Ternyata bang Azzam 'ngelonin' adik-adiknya seraya baca #Quran, sementara emaknya sedang beberes pas pulang dari belanja di siang pertama ramadhan 1435 hijriyyah kemarin. Masya Allah, semoga anak-anak ini berada dalam penjagaan terbaikMU, aamiin....


Pic : 
@bidadari_azzam: #Ramadhan #Picture #Family #TrioKids #KL
A big one is reading #Quran  until his two little brothers sleep, Masya Allah! 
#Alhamdulillah 

Lanjut... #Info ketiga adalah nasehat ketika berbuka puasa, ;-), *Repost sebagai pengingat diri setiap tahunnya.

Adab-adab berbuka puasa:

1. Menyegerakan berbuka puasa ketika sudah masuk waktu magrib. Ini sunnah Nabi & untuk menyelisihi Yahudi & Nasrani. Rasululloh SAW bersabda, “Manusia senantiasa diiringi kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR Bukhari & Muslim)

2. Berbuka puasa itu sebelum shalat magrib. Dari Anas berkata, “Rasulullah SAW berbuka puasa sebelum beliau shalat.” (HR Abu Daud, hadits hasan)

3. Berbuka puasa dengan apa? Dari Anas bin Malik berkata, “Nabi berbuka puasa dengan beberapa kurma basah sebelum beliau shalat. Jika tak ada kurma basah maka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering maka beliau minum beberapa teguk air putih.” (HR Abu Daud, hadits shahih)

4. Dari hadits di atas dipahami bahwa berbuka puasa itu maksudnya membatalkan puasa dengan memakan makanan tertentu atau meminum air putih. Jadi berbuka puasa yg dimaksud bukan berupa sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk & air minum. Dalam masyarakat kita, berbuka puasa yg dimaksud hadits di atas disebut takjil. Setelah membatalkan puasa dengan takjil, kemudian shalat magrib. Dengan demikian, shalat maghrib tidak tertunda lama.

5. Termasuk sunnah Nabi SAW, sederhana dalam berbuka puasa & berbuka puasa dengan apa yg ada, tidak mengada-ada dalam hidangan berbuka puasa karena hakikat puasa itu adalah ibadah kepada Allah SWT dengan menahan hawa nafsu.

6. Doa yg dibaca ketika berbuka puasa. Rasululloh SAW bersabda, “Orang yg berpuasa memiliki doa yg tidak akan ditolak yaitu ketika berbuka puasa.” (HR Ibnu Majah, hadits shahih)

Beliau membaca doa ketika berbuka puasa,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Telah hilang dahaga, telah basah kerongkongan, & telah ditetapkan pahala, jika Allah menghendaki. (HR Abu Daud, hadits shahih)

بارك الله فيكم

Itu dulu yah...
Yok, belajar lagi, belajar terus, dan lagi... ^_^
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^


وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Friday, June 20, 2014

Mei Juni Penuh Cerita

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Tahmid wa sholawat...



Manusia hanya dapat merencanakan segala program dengan optimis, lalu Sang Maha Pemberi Ketetapan yang mengatur kelancaran dan rintangan dalam tiap program tersebut.

Begitulah yang terjadi setiap hari, terutama beberapa bulan ini, dan lebih khusus lagi di saat mei juni kutapaki (sampai blog, FB, dan email pun kecolongan si spam lagi, hihihihi....)

Btw, sejak akhir tahun 2013, sudah kami rencanakan beberapa acara buat bulan mei dan juni ini. Pertama, mau pergi berduaan (Saya& Mas Angga) ke Jawa Timur karena pernikahan adik. Ini maunya sekalian mengambil buku-buku di Jakarta dan beberapa barang (yang packingan dari Poland dan Kuwait) :-D. Berduaan saja, disebabkan #TrioKids punya 'urusan lain', hehehehe... Kan Abang Azzam & Sayyif barusan beberapa bulan sekolah, dan siap-siap ujian, jadi tidak mungkin absen-absenan, begitu pikir kami. 

Maka, Ombay Akas (nenek dan kakek, dalam bahasa Komering) datang dari Palembang untuk menemani cucunda di Kuala Lumpur. 

Kedua, mau hadir di acara reuni teman-teman Mas Angga, di Lombok (sekaligus memang kangen ingin melihat keindahan pantai, ;-)), masya Allah, sejak dulu... Kami memang ingin ke #Lombok ^_^. Dan mau ngajak the baby Poland melihat pantai (Zuhud kan selama ini, belum pernah ke pantai, kecuali Green island- Kuwait :-D)

*_^ Dan duh subhanalloh, ngelap-ngelap air mata kemarin-kemarin itu... Hihihihi.
Terasa sekali, sejak awal pindah ke KL, gak ada masa yang senggang, termasuk buat menulis. :-(
Apalagi sejak januari ke bulan april 2014, berulang kali ada beberapa acara penting, yang disitu kita bertugas sedikit membantu supaya lancar. Abang Azzam juga ada ujian karate do.



#Alhamdulillah tetap menikmati kesehatan, yaa Robb...
Pas waktu 'rencana siap dijalankan', "packing bagasi-nya" nyantai banget, beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, *tuing! Bandara KLIA2 juga baru dipakai, (ngebayangin Ombay Akas capek jalan kaki dari awal turun di KLIA2, kita jemput.... nyobain tepar rupanya, :-D.)

Ribetnya adalah menimbang bagasi pas di Jakarta menuju Surabaya, soalnya semua tumpukan buku, :-/ dan 'air asia' ketat sekali, kalau lebih 2 ons aja, gak diizinkan! (Itu pengalaman Ombay Akas dari palembang... Dan pengalaman kami pas dari KL ke Jakarta---lebih setengah kg, kudu mengeluarkan beberapa baju dari koper:-)).

Jadi kami berduaan bawa ransel dan tas tangan, isinya buku-buku, kayak 'latihan angkat beban' :-D, dalam bagasi kan ada beberapa baju kondangan dan titipan makanan anak-anak buat di KL. Soalnya dari Surabaya, balik langsung ke KL seusai kondangan.
Pokoknya mah, ini bukan jalan-jalan nyantai atau liburan, :-p. Balik KL pun, kita beli extra bagasinya.

Singkat cerita, ragam problema di jalan dan berbagai keerroran :-p sudah terlewati, dan setiba di KL senin malam, belum rehat.... Peluk-peluk #TrioKids, ternyata kaki Dek Zuhud terluka, >_< lukanya kecil sih, tapi di bagian telapak kaki, jadi kalau ada secuil sisa darah, tersisa juga di lantai pas Zuhud berjalan.
Kata Bang Azzam, saat semua yang di rumah sedang sholat, Dek Zuhud mondar-mandir di dapur, kemungkinan kakinya terkena pecahan mainan atau sisa pecahan kaca. Inna lillahi wa inna ilayhi roji'uun... Faghfirlii...

Karena sudah diraba-raba, gak ada sisa benda dalam lukanya, Ombay dan Bang Azzam menetesi cairan pembersih luka---dengan tetap kejar-kejaran, Zuhud kan super duper aktif ^_^.

Ternyata di hari rabu sore, Zuhud jinjit-jinjit jalannya. "Sakiiit..." Bisiknya. Subhanalloh, timbul benjolan kecil bernanah di bekas luka itu, dan area sekitarnya juga bengkak. Rabu malam itu, kami ke klinik, dan dokter bilang "Aman, lukanya tak berbahaya, karena tertutup...." Namun karena anak sholeh ini jalannya terus dijinjit, tentu dirujuk ke rumah sakit, supaya kamis esoknya kami bisa langsung ke dokter anak.

Kamis siang itu, kami ke Gleneagles, dokter mengajak 'x-ray' Zuhud, then katanya ada serpihan yang halus banget dalam nanah, dokter menyuruh mempersiapkan diri untuk operasi kecil. Astaghfirrulloh, padahal besok subuh, rencananya kan kami mau ke Lombok. "Batalin aja tiketnya..." Kata dokter. -_~ wuaaaaaargh malah iba sama Zuhud, kan mau lihat pantai, yang udah lama dinantikannya.

Beberapa menit diskusi, kami putuskan untuk menunda operasi tersebut. Kami mau tetap berangkat ke Lombok, insya Allah....


Maka, qadarulloh, perjalanan ke Lombok 'gak nyantai-nyantai-an' juga :-/, inilah kusebut salah satu kenikmatan 'badai dan gelombang' dalam perjalanan hidup yaks ^_^. Zuhud dibekali antibiotik supaya gak infeksi, dinasehati untuk merendam kakinya dalam antiseptik, minimal dua kali sehari. Dan. Di pantai, gak boleh buka sepatu supaya gak kemasukan pasir, :-). Kamis malam itu, kami 'booking' kamar di hospital buat operasi minor sepulang dari trip.

#Alhamdulillah pemandangan Lombok memang sangat indah, masya Allah, 'maunya kesana lagi, aaamiiin....' ----ntar kuceritakan di lain waktu, insya Allah. *btw Ayam Taliwang plus Plecing Kangkung memang uenaaak banget yaaah ^_^

Memandangi lukisanNya memang membuat kita amat bersyukur, secuil masalah tentu tak terasa berat, satu-dua problema adalah hal biasa, sementara nikmat kurniaNya .... selalu tercurah berjuta-juta anugerah! Segala puji atas kuasaMu, yaa Robb....



Pulang dari Lombok, sebagaimana yang kami janjikan, gak nginap di rumah.... >_< ini ujian buat bang Azzam, sebab dia sedang menghadapi UAS, sementara ummi dan adiknya harus berada di hospital. Abang harus belajar sendiri di malam-malam jelang ujian itu.... *_*

Yup, saudara-saudari yang senantiasa dicintai Allah, dokter anakku terlalu mengkhawatirkan bekas lukanya. Pas di-x-ray ulang, serpihannya ada. Lukanya sudah tak bernanah lagi, kempes.... Lantas karena ia tetap mau melakukan operasi kecil, membersihkan luka itu, maka dek Zuhud tetap dianastesi, :-D ujungnya usai operasi, "Bendanya gak ada?!!!" #Info seperti kata ombay, kata Eyang, kata ummu Azzam juga, "Yah kan kalau nanahnya sudah keluar, berarti benda halus itu juga keluar bersama nanah.... :-D" 

Semua teman penasaran, operasi soalnya.... :-D



Artinya, peristiwa ini adalah ujian mengurusi administrasi di hospital tersebut, 'kesempatan emas untuk belajar dan berkarya' bagi si dokter anak yang super baik hati dan ramah serta sayang anak tersebut, ujian buat bang Azzam dan bang Sayyif karena dua malam bobok tanpa pelukan ummi mereka, latihan buat kami semua supaya anggota keluarga kian berkoordinasi dan bekerja sama, skenarioNya supaya bunda-bunda majelis taklim menengok Zuhud yang sudah absen pengajian selama 3 minggu, hehehe... dan masih banyak lagi rentetan pelajaranNya, termasuk 'zig-zag' urusan yang kusadari merupakan bukti ke maha-besar-anNya, Allah Hafiz.



Btw, 'dek Zuhud saat buka perban, pas berhari lahir, 3 tahun lhoooo, hari H yang sama dengan Raja Malaysia. :-) barokalloh dek Zuhud!


Luka 0,4 cm itu kudu dibalut perban sampai ke betis, karena dokter takut kalau plester penutup lukanya dibuka-buka. #Eh ikatannya terlalu kencang, jadi menimbulkan 'kapalan' githu, :-( sekarang kaki Zuhud justru banyak sisa bekas 'kapalan' tersebut (yang brutusan isi cairan itu lho.... :-/) astaghfirrulloh....

Btw, secara umum, gleneagles bagus banget sih.... Ruangannya, pelayanannya, menu buat pasien, nurses-nya, security, 80-an lah kalau scor-nya pakai point skala 1-100 :-D. Namun dokter anak tersebut, *kasih senyum* .... Satu, dia x-ray dua kali toh, namun sepulang dari Lombok sudah keluar nanah, #eh tetap dioperasi. Dan jadinya dikasih suntikan infus sejak awal masuk ruangan rawat inap ~_~, *bayangin aja, sebalnya Zuhud nengok jarum suntik, :-))
Dua, serpihan bendanya gak ada, tinggal nunggu kering, namun balutannya kencang sekali, dan perbannya setinggi itu. >_< dan justru menimbulkan luka-luka baru yang lebih besar :-(. Tiga, ganti perban pun, pakai obat tidur! :-(( Zuhud, maafin ummi, nak....
Alasan beliau, "Ini anak nih kecil, aktif pulak!" >_<
Empat, dia selalu telat, :-(, klop banget dah kita harus 'nambah dosis pil #Sabar :-))'



Weekend berikutnya (pertengahan juni) kami masih bolak-balik hospital untuk ganti perban.
Lalu suamiku bilang 'gak mau datang lagi' di ganti perban ketiga. Karena selain beliau sedang ada keperluan penting banget di kantor, ia juga sudah bete melihat luka-luka 'tambahan' yang ada di kaki Zuhud---justru luka-luka tersebut didapat setelah diplester dan diperban sekencang itu. Juga karena urusan koordinasi di rumah sakit itu lelet, dokter dan perawat harusnya kan tinggal lihat 'file' di pc. Tapi ini gak, tiap datang----ditanya ulang mulu data-data dan urusannya, padahal 'hanya follow-up' yang sesuai appointment... *Duh, kalau urusan begini, jadi kangen dokter Krakow--- beliau datang ke rumah pasien kalau pasiennya lemah, atau emaknya repot kayak daku begini :-D



Sudah dulu.... jangan sampai kalian bosan membaca disini, hehehehe....
Minggu lalu, Zuhud sudah PAUD lagi, ketemu sobat-sobatnya yang ganteng dan cantik... Alhamdulillahi robbil 'alamiin...
Congrats, my dear...

Terima kasih abang Azzam dan bang Sayyif yang sudah bisa menyiapkan baju sekolah sendiri. :-) 
I am proud of you, and always love you, dearest #TrioKids ^_^

Terima kasih, syukron jazzakumulloh khoiru jazza buat semua sahabat yang senantiasa mendoakan, yang menengok anak-anak, yang juga kasih kado-kado buat Zuhud, masya Allah... ^_~
Hanya Allah SWT yang dapat melimpahkan balasan terbaik.

Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Wednesday, May 7, 2014

Sabar, Sabar dan Tetap Sabar ^_^



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Tahmid wa sholawat...


Seluruh manusia pasti merasakan masalah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lahir dan menjalani kehidupan dengan tanpa problema atau permasalahan, kecuali mereka yang telah terbaring di dalam tanah pekuburan. 

Saat ditimpa suatu masalah ---terutama problema yang banyak kaitannya, atau suatu permasalahan kompleks dengan keterlibatan banyak pihak dan efek-efeknya di kemudian hari, banyak di antara kita yang merasa 'musibah telah datang', berat sekali dalam menjalani hari... Padahal sungguh, di saat ini, bagaimanakah besar nilai keimanan kita tengah di uji. Seberapa tegarkah kita dalam mengatasi masalah-masalah itu? Serta bagaimana 'suara' atau sikap kita dalam melalui proses penyelesaian masalah tersebut? Allah SWT makin cinta dengan kita, maka makin bervariasi cara-Nya dalam melimpahkan ujian kepada kita, baik berupa nikmat suka cita, maupun nikmat permasalahan yang ada setiap hari.




Kunci mencari solusi tepat dalam setiap permasalahan adalah "Bertanya, meminta jawaban kepada Sang Maha Pemberi, yang juga melimpahkan problema tersebut atas izin dan kuasaNYA", maka sikap selanjutnya bagi kita hanyalah terus bersyukur dan bersabar.

Melatih kesabaran salah satunya adalah dengan cara menahan lisan dari keluhan, sebab keluh kesah biasanya dimaknai sebagai tanda kurang bersyukur.



Ketika masalah beragam datang, bersabar dirasa berat, logika seolah tak mampu lagi mengatasinya, maka marilah kita perbanyak istighfar dan terus berusaha memohon hanya kepada-Nya. Tak terhitung jumlah manusia yang meminta kepada selain-Nya di kala kalut, gundah dan resah, sehingga jatuh ke dalam kemusyrikan, naudzubillahi minzaliik...

Bersabar itu menunjukkan kita ridho atas qodho dan qodarNya, dan terus bersikap optimis dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedikit tips supaya diri kita kian merasakan manisnya kesabaran, saat problema datang, marilah kita lakukan hal ini :

1. Berwudhu, mantapkan untuk sholat fardhu di awal waktunya, serta perbanyak sholat sunnah. 

2. Membaca ayat-ayat al-Quran, resapi maknanya, tekankan dalam hati bahwa "Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha.." “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya.. (QS. Al-Baqarah:286). Teruskan memperbanyak dzikir, mantapkan hati bahwa : 

 - لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ. La haula wa la quwwata illa billah. 

(Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata-mata).

3. Tengoklah alam, pantai, langit biru, pepohonan dengan rimbun daun hijau berseri, suara burung, katak, dsb... Betapa cantik alam ini, begitu indah dan amat sayang jika kita lalai dalam mensyukuri kebesaran Allah, tata letak semesta nan indah ini dengan segala perangkat komplet tentu 'lebih pantas' untuk dipuji dari pada dicemberuti. Subhanalloh walhamdulillah, betapa trilyunan nikmat tercurah kepada kita, masa' sih hanya gara-gara satu - dua problema, lalu menjadikan kita manyun, sebel, bahkan kufur terhadap nikmat-Nya?! Naudzubillah, faghfirlana... >_<

4. Ingatlah bahwa banyak manusia lainnya yang memiliki problema lebih banyak, lebih beragam, bahkan bersikap lebih bijak dari pada kita. "Mereka dapat bijak memetik hikmah dalam menemukan solusi, lantas kenapa diri kita tidak bisa?!" :-)

5. Ingatlah bahwa para nabi dan rasul pun 'sama', seluruh usia hidup mereka dipergunakan untuk perjuangan yang tak pernah putus asa. Mereka memiliki ujian permasalahan yang jauh lebih dahsyat dari pada hal yang menimpa kita, tentu kita harus introspeksi diri, kita sering lupa dan lalai, serta malas 'mengulangi renungan' pelajaran-pelajaran lama. Sesungguhnya tatkala kita mengenang shirah para nabi, maka kita bermalu diri jika tidak bersabar, sebab problema kita hari ini---belum sampai seujung kuku dibandingkan dengan perjuangan para nabi Allah SWT tersebut.


6. Renungkan bahwa waktu selalu berlari... hidup bagaikan roda sepeda, kadang bertumpuk problema, kadang bertumpuk senyum dan tawa girang pula, inilah nikmat 'masa hidup', masa 'naik level' setiap melalui permasalahan yang seabrek-abrek, masa memperbanyak amal shalih, masa aktif kreatif jiwa raga dalam memperbaiki kualitas diri. Insya Allah... Musibah terbesar adalah apabila kita kian jauh dari jalan keridhoan-Nya.

7. Senyum sabar, terus menerus belajar bersabar, dapat menularkan kebahagiaan kepada orang sekitar, kebaikan bagi lingkungan kita, juga menjadi perhitungan amal kebajikan di sisiNya. Bukankah duri yang menyakiti telapak kaki, atau saat tersandung pun ada 'dosa berguguran' sebagai balasan buat kita? Masya Allah, Maka kita manfaatkan setiap momen 'banyak masalah', kita isi dengan selalu sabar, sabar dan terus bersabar :-).


Itu dulu yah sayang... Semoga beroleh banyak manfaat, aamiin.
Yok, belajar dulu, belajar lagi, belajar terus, dan lagi... ^_^
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

 