Photobucket

Monday, May 5, 2014

Segenggam Mutiara Pagi


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Tahmid wassholawat...
Tengah malam, asyik kubaca pesan-pesan, buku mini, atau tausiyah dari saudari-saudari nan sholihat, beginilah jadinya~ mata tak mengantuk, seolah ingin melotot sampai pagi >_<... (Mungkin ini efek buruk kalau doyan baca yah, hihihihi, jgn ditiru... Jangan bobok terlalu larut yah, dear!)



"Nasehat adalah Mutiara :-)"

---------->1. 

Umar bin Khathab menulis surat kepada anaknya yang bernama Abdullah...

"Amma ba'du..
Sesungguhnya siapa yang bertaqwa kepada Allah,
Allah akan menjaganya...
Siapa yang bertawakkal kepadaNya,
Allah akan mencukupinya..
Siapa yang bersyukur kepada Allah,
Allah akan memberinya tambahan..
Siapa yang berinfaq,
Allah akan memberinya balasan..

Jadikanlah taqwa menjadi kemakmuran hatimu dan pembening matamu..
Karena tidak amal bagi yang tidak punya niat..

Tidak ada kebaikan bagi yang yang tidak punya rasa takut kepadaNya..."

(Al aqdul farid 3/114)

Nasehat orang tua yang amat bijak, yang menginginkan kebaikan untuk anaknya.
Bukan hanya kebaikan saat di dunia, Cita yang terbesar adalah kebaikan akhirat...

الْحَمْدُ للّهِ رَبّالْعَالَمِينَ  atas inspirasi dari khalifah yang mulia ini, *jadi berkaca* Apakah nasehat buat anak-anak kita hari ini? Dan apakah kita telah menjalankan nasehat dari ibu bapak kita? :-/ faghfirlana...




----------> 2.

Suatu ketika ada seseorang mendatangi Imam Ahmad bin Hambal, lalu ia berkata,
"Semoga Allah memberkahimu, berilah aku nasihat..."

Sang Imam pun seraya memberi petuah,
"Jika kamu sudah mengetahui bahwa Allah pasti menjamin rezekimu, kenapa kamu terlalu ngotot & menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya?"

"Bila Allah sudah pasti mengganti setiap apa yg kamu infakkan di jalan Allah, lalu untuk apa kamu pelihara sifat pelit & kikir itu, dan apa manfaatnya?"

"Kalau Syurga & nikmatnya sudah pasti, lalu kenapa kamu membiarkan dirimu dilalaikan oleh urusan Fana duniamu?"

"Jika Neraka adalah sesuatu yang pasti, bukan mimpi & bukan khayalan, kenapa masih berani bermaksiat?"


"Bila semua orang tahu, bahwa Dunia ini fana & semu, kenapa masih banyak orang yang tidak mampu beribadah dengan dunianya, justru lebih banyak yang disombongkan & dilalaikan olehnya?"

"Kalau kita semua sadar bahwa setiap harta kita pasti akan dihisab, lalu kenapa kita masih  suka menumpuk-numpuk harta benda, tak peduli terhadap sumbernya & penggunaannya serta tak mampu memanfaatkannya dengan berada di jalan Allah?"

Ya Allah... Kenapa kami masih sukar 'praktek', doyan dengan 'teori' melulu? :-'(
Jagalah hati kami agar tetap mampu berdzikir kepada-Mu sepanjang waktu, mohon ampunan atas kebodohan dan kelemahan diri ini, fagfirlana...

آمينَ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينَ


----------> 3.

::: Empat Jenis Teman :::

Berteman merupakan perkara lumrah manusia selaku makhluk sosial, mari kita jaga rambu-rambu Islam, 
selektiflah dalam berteman...

Ibnul Qayyim rahimahullah membagi teman dalam 4 bagian, yaitu :

1. Teman bergaul laksana makanan yang tidak dapat ditinggalkan walau sehari pun.

Mereka adalah para ulama’, teman-teman nan sholeh... Bergaul dengan kelompok ini membawa keuntungan besar, di dunia hingga kelak di akhirat, insya Allah...

2. Teman bergaul bagaikan obat, yang dibutuhkan kala sakit.

Kita membutuhkan mereka untuk memenuhi keperluan hidup, semisal: rekan kerja, tetangga-tetangga, kerabat.

3. Teman bergaul bagaikan penyakit, dengan berbagai tingkatan dan macamnya.

Berkawan dengannya tidaklah memberikan keuntungan dunia, terlebih lagi buat akhirat.

Termasuk dalam bagian ini adalah kawan yang malas belajar, doyan gossip, iri dengki, pembenci, suka ghibah, dan lainnya.

4. Teman bergaul yang membawa kebinasaan, seperti racun bagi kita. :-(

Merekalah para penyeru kesesatan, orang yang gemar berbuat dosa dan maksiat, tiada takut melakukan dosa besar, selalu menggoda untuk melakukan sikap prilaku buruk dan tercela, serta yang semisalnya.

(Bada’iul Fawaid; Ibnul Qayyim)
~_~ astaghfirrulloh...



Hati ini lemah. Maka jagalah ia dengan berkawan kepada teman yang shalih...

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻦ ﺧﻠﻴﻠﻪ ﻓﻠﻴﻨﻈﺮ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻣﻦ ﻳﺨﺎﻟﻞ

“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya…” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Silsilah Ash-Shahihah: 927)

Maafkanlah hati, perbuatan, dan lisan ini yang tanpa sengaja dan mungkin disengaja telah menyakiti hati para kawan/sahabat dimana pun berada. Berilah diri ini nasehat, berbagi tausiyah supaya saling menguatkan.... Semoga dengan begitu, iman-iman kita akan tetap terjaga, karena ada kawan yang membersamai di waktu "rawan".



*Semoga Allah SWT menjadikan kita bersahabat hingga ke jannahNYA, aaamiin....*

Aamin allahumma aamiin...
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖



2 comments:

fitri anita said...

sll dpt sesuatu mampir sini ..

Riry bidadari_Azzam said...

Mbak Fitriiii, assalamu'alaykum, barokalloh atas segala sesuatunya yah cinta! ^_^ big hugs persahabatan sllu, kisses buat anak-anak, pasti berasa sehati, "cepat sekali waktu berlari... Anak-anak badannya dah bertambah tinggi, hihihihi..." <3