Photobucket

Wednesday, January 8, 2014

Tanggapan Terhadap "Cahaya Hati- AM" anehTv

Assalamu'alaykum sahabat-sahabat...
Tahmid wa sholawat... Ini harus segera dipublikasikan gara-gara sampai berurai air mata menengok orang di tayangan itu, membuka quran pakai tangan kirinya, dan kalimatnya (yang tampak sopan dan bagus) tetapi makna quran yang ditafsirkan jauh dari penafsiran ahli quran hadits seperti biasanya...


Makanya kuulas sedikit disini, #Info beberapa group kajian ilmua dan sahabat #ODOJ beberapa hari yang lalu, salah satunya :
         "...
Ada seorang pesulap & ahli hypno (yg bareng mentalis DC) yang menghilang beberapa bulan, lalu ketika muncul kembali seakan jadi 'ahli tafsir'. Segala-gala ayat dimaknai; tapi dia nggak bisa baca Arabnya, hanya pakai terjemahan lalu di'istinbath' sendiri. 
Jauh dgn tata cara kronologis adab-adab pelajaran Quran Hadits yg selama ini kita terima.

Karena faktor pesona ketenaran, laris diminta ngisi majelis taklim para Ibu muda di Bandung & sekitar. Hasilnya; menurut pantauan kawan-kawan ITJ, ini ajaran ingkar sunnah. 

Yang ikut ngaji jadi aneh; mempertanyakan cara shalat misalnya; "Kan nggak ada di Quran?"
Nama orang ini Abu Marlo. Dan pagi ini jam 04.00 WIB, dia ngisi di AnTV gantiin acara yang biasanya diisi Ust. YM; caranya ada Qari' (bukan dia) bacain Ayat & Terjemah; lalu dari terjemah dia maknai. Dan kalau ustadz Nono nyimak; bisa-bisa langsung demam dengar kengawurannnya.. Allahumma arinal haqqa haqqa, warzuqnattiba'ah. Wa arinal bathila bathila, warzuqnajtinabah..

Tonton "Cahaya Hati antv bersama Abu Marlo Episode 02 Segmen 1" di YouTube - >_<

Dia mentalis, pesulap, hipnoterapis bukan ustadz. Ngawur banget kajiannya. Ada banyak episode yg bisa disimak di youtube. Dia berani tafsirkan ayat tanpa referensi sama sekali hanya dari terjemahan.
...dst "

Salah satu tanggapan pribadiku, teringat akan nasehat para ustadz/dosen zaman kuliah dulu : "Mau jadi ahli tafsir? Kalau tidak lancar bahasa Arabmu, tidak mau hafal quran dan hadits, maka cuma mimpi donk,:-)" (Apa di AnehTv itu 'semua jadi bisa' kalau modal gaya dan fisik doang?! *may be... )

Al-Hafizh Al-Imam Al-Nawawi meriwayatkan:

وعن مالك أيضاً: أنه ربما كان يُسأل عن خمسين مسألة فلا يجيب في واحدة منها، وكان يقول: “من أجاب في مسألة فينبغي قبل الجواب أن يعرض نفسه على الجنة والنار وكيف خلاصه ثم يجيب”.

 “Dari Imam Malik pula bahwa ia pernah ditanya sekitar lima puluh pertanyaan dan ia tidak menjawab satupun pertanyaan tersebut. Dan Imam Malik berkata: “Barangsiapa hendak menjawab suatu permasalahan maka sebelum menjawab, sudah semestinya ia memalingkan dirinya mengingat surga dan neraka dan bagaimana kesudahannya kemudian jawablah.”

وسئل عن مسألة فقال: (لا أدري)، فقيل: هي مسألة خفيفة سهلة، فغضب وقال: (ليس في العلم شيء خفيف)

“Dan ia pernah ditanya tentang suatu permasalahan, dan menjawab: “Saya tidak mengetahuinya” dikatakan padanya: “Ini adalah pertanyaan ringan yang mudah”, perkataan ini membuat Imam Malik marah lantas ia berkata: “Tidak ada hal yang sepele dalam ilmu!”

Mereka adalah para ulama yang masyhur dengan keilmuannya, namun sangat berhati-hati dalam berfatwa, dan tidak menjawab ketika memang merasa tidak mengetahui jawaban yang paling tepat berdasarkan ilmu. Lantas bagaimana dengan kita? Semoga Allah mengampuni kita.

والله أعلم بالصواب


Tanggapan dari Abu Azzam di salah satu millist :

*****         'Alaikum salaam,

 

Ba'da tahmid was Sholawat,

 

Saya baru saja melihat video tsb di youtube, terlihat sekali bahwa tafsirnya agak sedikit (maaf) "ngawur". Contoh adalah di episode 2 segmen 1 dan 2. Ini sangat-sangatlah kacau. Bahkan dasar-dasar tafsir dengan mengutip asbabun nuzul dan tasiran para sahabat saja tidak dikemukakan oleh si pengisi acara. Beberapa ulama semisal Imam Ahmad, Ibnu Katsir dan Abu Al-'Aliyah dalam mengomentari mengenai ayat ini sangatlah berbeda. Mereka bukan membanding antara kewajiban antara Sholat dan membaca, penekanan bukan membacanya, tapi karena sholatnya. Abu-Al-'Aliyah mengatakan bahwa Sholat itu ada 3 attribut:

1. Niat Ikhlas karena Alloh

2. Rasa takut akan pengawasan Alloh, yang nantinya akan mencegah dirinya dari perbuatan Fahsya Wa Munkar

3.Mengingat Alloh dalam Solat dengan membaca Quran

 Sholat sendiri hukumnya wajib meskipun seseorang itu tidak bisa membaca satu ayat pun dalam Al-Quran.

 Yang dibahas sudah jatuh ke ranah Fiqih, jadi bukan sekedar mufassirin lagi, tapi mufassirin + ahlul fiqih, ini jadi lebih berat lagi kajiannya.

Kalau beliau mengutip tafsir tafsir ulama saya rasa masih masuk akal, tapi kalau menerjemahkan tanpa tahu bahasa arab, tanpa paham ilmu Nahwu, dan Balaghah, maka hasilnya akan sangat menakutkan.

Seperti yang sudah disebutkan oleh Pak Emryas bahwa ada syarat minimal seseorang untuk bisa menerjemahkan Al-Quran, salah satunya adalah hafal Al-Quran dan Hafal minimal seribu hadist (ada ulama yang memberi syarat sampai 100 ribu hadis), dan itu belum masuk syarat-syarat tambahan memahami kaedah bahasa arab, ilmu matan dll.

 ...

 

Sayangnya begitulah realita dunia hiburan .Yang tampil di TV belumlah tentu orang yang memilki kapabilitas memadai. Terkadang orang bisa menjadi ustadz karena memiliki suara merdu, wajah tampan, atau pandai melucu sedangkan ilmu atau konten daripada ceramahnya terkadang tidak jelas. Semuanya dilakukan atas dasar rating, sehingga apa yang tampil tergantung peminat televisi dan pemilik stasiun TV.

 

Mirisnya ustadz-ustadz yang mumpuni justru tidak pernah tampil dilayar kaca, mungkin karena kurang tampang, kurang lucu dsb, benar benar hal yang menyedihkan.

 

Rasulullah bersabda

 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari para hambanya secara langsung, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, Sampai tidak tersisa seorang ulamapun maka manusia membuat para pemimpin yang jahil (bodoh), mereka ditanya maka mereka berfatwa dengan tanpa ilmu maka mereka sesat dan menyesatkan" (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu sudah merupakan kewajiban kita untuk ber nahi munkar lewat mengadukan acara ini kepada KPI. Begini caranya:

 

pergi ke website www.kpi.go.id, di kolom kanan bawah ada kotak pengaduan, klik kotak itu untuk buat pengaduan. Contoh isi yang pengaduannya bisa seperti ini:

 

saya melihat program acara Cahaya Hati di ANTV tidak seperti biasa sejak kemunculan pengisi acara yang bernama Abu Marlo. Cara si Pengisi Acara dalam mengupas tafsir ayat Al-Quran tidak sesuai kaidah -kaidah tafsir yang diajarkan oleh para ulama. Hal ini berpotensi menyesatkan kebanyakan masyarakat awam.

Tolong ditindak lanjuti agar apa-apa yang berkaitan dengan agama hanya boleh disampaikan oleh orang yang memiliki kualifikasi memadai. Terima Kasih

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan petunjuk jalan kebenaran oleh Alloh ta'ala.

 

Wassalam,

Allahu'alam *****

Padahal jelas dalam menyampaikan ilmu, kita harus memahami dulu apa yang disampaikan tersebut. 

Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari sifat orang-orang yang sedikit ilmu namun berani banyak berbicara dan berfatwa, sehingga ia termasuk orang yang disabdakan Rasulullaah SAW:

مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَتْهُ مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

“Barangsiapa berfatwa tanpa ilmu,maka dilaknat oleh Malaikat langit dan bumi.” (HR. Ibn ‘Asaakir dari ‘Ali r.a, hadits ini sanadnya hasan ditakhrij pula oleh al-Hafizh al-Suyuthi dalam kitab al-Jaami’ al-Shaghiir)

Al-Syaikh Al-‘Alim Nawawi al-Bantani menjelaskan hadits ini:

وذلك لكونه أخبر عن حكم الله بغير علم، أفاده العزيزي

“Hal itu karena perbuatannya menjelaskan tentang hukum Allah tanpa ilmu, sebagaimana dijelaskan Imam al-‘Azizi”

(Mirqâtu Shu’ûd al-Tashdîq fî Syarh Sullam al-Tawfîq ilâ Mahabbatillâh ‘alâ al-Tahqîq, Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar al-Jawi al-Syafi’i – Daar al-Kutub al-Islaamiyyah)


Salah satu sohib yang menjadi sukarelawan di KPI, menghimbau bahwa sampaikanlah kegusaran dengan mengadukan secara sopan kepada KPI dan MUI. Yoook, kita peduli, sobat-sobat!

Kalau yang ini, kata hatiku : 

Mudah-mudahan bisa segera ada solusi, 
Kalau Saya, tahu info ini dari beberapa group ODOJ, yang pas juga Ustadzah-ustadzahnya sobat saya sendiri (di KSA dan Kuwait), yang memang tampilan Abu Marlo di yt sudah dilihat oleh banyak Ustadz/ah (yg kompeten) ~ lalu semuanya geleng-geleng kepala, merasa harus bersabar menghadapi ujian ini, 'hampir dipastikan' kerja sama aliran ingkar sunnah + kontribusi besar syiah + investor sepilis (sebagaimana yg para jurnalist ketahui, bhw stasiun TV ybs itu, bbrpa wktu yg lalu, mengutus jurnalis-jurnalisnya ke Israel dan bertemu dgn jubir Israel dan diikuti beberapa tokoh RI pula- termasuk dari majalah T*mpo, anggota komisi TY, dsb...)
*lalu setelahnya, kejadian Egypt dan Syria makin mengganas, >_< faghfirlana, maaf jadi meluas...

Btw, Bagi kita yang sering mengikuti kelas-kelas #Quran dan #Hadits, (termasuk Ustadz-Ustadz di majelis taklim kita, juga guru-guru agama di sekolah-sekolah, sudah pasti punya pengalaman berurutan memperoleh kuliah Nahwu shorof, muthola'ah, tafsir,sirah, qurdist---seri 1 sampai sekian tingkatannya...) Hampir dipastikan bahwa hati merasa perih kalau melihat tayangan Abu Marlo yg 'menyimpulkan makna al-quran' dengan serampangan. 
Memang 'profesi Ustadz' (untuk tayangan publik) di RI belum ada 'sertifikasi'-resmi sebagaimana di Malaysia dan Timur Tengah, namun untuk etika dan norma, seharusnya semua masyarakat sadar, kalau memaknai quran, tak sama dgn siasat gaya sulap. Bahkan teman-teman yang 'Ustadz asli' sering begitu tawadhunya, gakmau dipanggil Ustadz... :-).
Halus sekali penyimpangan dalam ceramah yg disebut sebagai 'tausiyah/ motivasi' Abu Marlo ini, dan lagi-lagi---korbannya adalah masyarakat awam.

Astaghfirrulloh, semoga masyarakat Indonesia senantiasa tegar dan teguh dalam keimanan, dalam menjaga keislaman secara kaffah, dan mampu melalui berbagai cobaan dgn sabar dan menjaga sholat. Aamiin... آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين 


Sejak beberapa hari yg lalu, sudah banyak rekan-rekan yg langsung bertabayyun kepada abu Marlo si pesulap. Ada yg mengirimkan email dan mention di twitter land (termasuk saya :-D) , terutama persoalan 'isi' kajiannya yg benar-benar serampangan, di episode 2~dia menanyakan, "Jadi wajib mana tuh, antara sholat 5 waktu dengan baca quran?" >_< *di atas sudah dibahas*

Karena tidak ada balasan dari Abu Marlo (di hari ke-4 ini)-mungkin dia sibuk syuting atau bisnis lainnya, isi twitternya juga adalah urusan entertaint yg dia geluti, makanya jalan pengaduan ke KPI dan kepada MUI cara yg diambil oleh pribadi-pribadi muslim yg peduli. ^_^

Dan tanggapan MUI, baru muncul yg ini : 

Berikut adalah pernyataan dari tweet Ust Fahmi Salim, MA —Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. 


Subhanalloh... Maha suci Allah yang melimpahkan segala peristiwa berharga setiap saat kepada kita semua, :-).
Ya Allah, tolong jagalah, lindungilah masyarakat Indonesia senantiasa, limpahkan bimbinganmu selalu, Yaa Robbul 'izzati.



Buat Abu Marlo, "Bro, yoook sama-sama belajar, di tempat yang benar, di kelas quran dan hadits, di ma'had atau sekolah Islam yang terpercaya, Pedoman hidup ada 2 bro, yakni #Quran dan #Hadits , berkaitan erat di setiap bahasannya, bro... ^_^, beda dengan belajar sulap dan hipnotis...Balas mention-an aja, bro, pakai bahasa Arab kalau mau, sedikit-sedikit, insya Allah daku bisa paham juga arabic... :-)"

:-/



أستغفر الله 

أستغفر الله

أستغفر الله



Al-Hafizh Al-Nawawi mengisahkan:

وعن الشافعي -وقد سئل عن مسألةٍ فلم يجب-، فقيل له، فقال: “حتى أدري أن الفضل في السكوت أو في الجواب”.

“Dari Al-Imam Al-Syafi’i -pernah ditanya tentang suatu permasalahan dan ia tidak menjawab-, ia berkata: “(Saya tidak akan menjawab) hingga saya mengetahui mana yang lebih utama antara diam atau menjawab.”

Dari Al-Atsram, ia berkata:

سمعتُ أحمد بن حنبل يكثر أن يقول: (لا أدري)

“Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal banyak berkata: “Saya tidak mengetahuinya”

Yakni menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang suatu permasalahan. (Tausiyah Article brother Irfan Abu Naveed)

___
Maaf lahir bathin atas segala hal yang tidak berkenan, semoga kita dapat istiqomah di jalan Islam yang lurus, beroleh taufiq dan hidayahNya sepanjang masa, aamiin...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Sunday, December 29, 2013

"Sport Days" Bang Azzam dan Bang Sayyif


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Tahmid wa sholawat, 

Pertengahan desember tadi, rata-rata "urusan UAS" yang dibicarakan oleh anak-anak sekolah ;-), di sela obrolan rencana liburan pasca pembagian raport.
Kalau Abang Azzam, pilihan sekolah di KL ini akan 'fix' di januari nanti, Insya Allah. Sementara saat ini, Azzam masih ikutan PJJ SIN (Sekolah Indonesia Nederland), jadi Online Skype di  Kuala Lumpur jam 12 tengah malam sampai jam 2 pagi (yang artinya di wilayah Eropa masih jam 6 sore). *yeah, it's not easy...

Kalau 'transfer' langsung ke SIK (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur), masih kudu menanti 'antrian' sebab siswa di kelas 4- full seats :-(, ^_^ sudah menanti 3 bulan-an ini, sepertinya Abang Azzam harus 'merelakan' pelajaran-pelajaran 'Bahasa Indonesia'-nya dan mulai memilih sekolah lain selain SIK, mungkin ke Internasional School atau Sekolah Malaysia, mohon doa yang terbaik aja yah Om, Tante semua...^_^
Sedangkan Bang Sayyif, sudah 2 bulan ini menjadi murid TK-SIK. :-)

Usai UAS---termasuk UAS bang Azzam yang jarak jauh, selalu ada acara di luar sekolah alias "lebih mengenal alam". Wah Alhamdulillah, desember ini, rezeki Bang Sayyif menjelajah kebun dan sungai di area Gombak. Sedangkan Bang Azzam---sekalian ikutan abinya ke Jakarta selama seminggu, ia memancing di Pemancingan Teluk Naga Tangerang, menengok sungai, danau dan mengunjungi pesantren ^_^.

#TrioKids selama 4 tahun terakhir ini, biasanya "olah raga" ice-skating, renang di kolam air hangat, atau main bola di saat spring. Ada pun "sport days" tahunan di Krakow-Poland---Azzam belum pernah saya ikutkan, karena harus 'trip 8 sampai 15 hari' jauh ke luar kota atau luar Poland (di Swiss atau negara Uni Eropa lain). 

Syukurlah, Thank You ya Allah... Anak-anakku mudah beradaptasi. :-) Mereka tampak ceria menjelajahi 'kehijauan alam' kita, kalau kangen udara dingin---yah selimutan pakai AC di kamar, hehehe... Alhamdulillah kekangenan terhadap Salju Krakow ternyata terobati dengan 'duduk di bawah pohon rindang bersama es krim' :-D hehehehehe...

Yoook, baca 'cerita seru' mereka melalui foto-foto cantik ini ;-))




Pemancingan Teluk Naga, Sabaaar ;-))



Ikan pun jodoh di kail pancing abang...

Horeee! Ikannya dapat!

Azzam : "Aku sudah ujian sekolah, lalu ikut Abi ke Jakarta dan Tangerang. Pada saat Abi bekerja, bunda Sari dan ayah mengajakku melihat danau, sungai, memancing, ke pesantren, dan lainnya, makan-makan, dan beli oleh-oleh buat adik. Pas sabar mancing, ternyata dapat ikan mas, hore!!! Aku gembira sekali. Aku juga main games dengan Pamanku (Mama Aldee) dan kak Viola :-*. Alhamdulillah..."



Senyum berangkat... Antusias sekali, lhooo...


Cari bebatuan di sungai ;-)




Super aktif :-*



Sayyif : "Aku senang bisa sekolah lagi! Aku dan Ummi serta teman-teman pergi seharian, olah raga ke daerah Gombak. Disitu ada kebun luas, banyak pohon, sungai dan turis. Kami senam, lomba, bermain, makan bersama, dan mendo'akan teman yang mau pindah. Aku mendapat banyak hadiah, horeee!" ;-) Alhamdulillah...


Senang banget pegang hadiah! 

(Foto saat Sayyif jumpa Bang Azzam setelah terpisah seminggu-an, euy...)

(Foto saat bebongkaran oleh-oleh dari Jakarta...)

Kalau energi mereka tersalurkan dengan makin banyak kegiatan kreatif sehari-hari seperti "sport days" begini, biasanya efek tercepat tampak pada sore hari, usai mandi---langsung peluk bantal, lelap dengan nyaman, aih #Triokids ... Barokalloh duhai permata jiwa :-*

^_^ Semoga hari-hari sobat kian dihiasi keberkahanNya, sama-sama #KeepSmile sebagaimana #TrioKids yang sholeh ini, aamiin...Allahumma 'aamiin.
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Friday, December 27, 2013

Puisi Desember



               Desember

(karya : bidadari_Azzam)





Duhai Desember

Aku sambut dengan senyum
Sebagaimana sapaan cinta untuk November Oktober dan sebelumnya
Bisikkanlah kepada Juli dan Agustus
Aku minta maaf karena tak sempat menyapanya

Desember sembilan tahun yang lalu
Ratusan ribu manusia meregang nyawa
Tsunami kiriman bermakna cinta
Tatapan terhenyak serta pesona semesta

Duhai Desember
Enam tahun telah berlalu
Sejak seorang bidadari mungil meninggalkanku
Menengadahkan tangan tanda munajat kepadaMU
Tamparan dan pelajaran dalam tikungan tapak hidupku

Duhai Desember
Lima tahun telah berlalu
Sejak seorang sahabat kecil terkonyol menutup mata
Kelucuan humornya tak terdengar lagi
Nafasnya berhenti di usia seperempat abad


(Pic desember salju #Krakow)


Duhai Desember
Empat tahun telah berlalu
Sejak aku terdampar di bumi salju
Menggapai ukhuwah mesra dalam takdirNya
Menjadi saksi ikrar syahadah atas skenarioNya

Duhai Desember
Tiga tahun telah berlalu
Sejak kudekap sosok mujahidahMu
Berkulit coklat dengan hati suci
Menularkan semangat untuk istiqomah di jalan juangMu

Duhai Desember
Dua tahun telah berlalu
Sejak penundaan undangan menuju istanaMu
Namun keluh tak kan hiasi lidahku
Karena aku yakin dengan kesempurnaan rencanaNya

Duhai Desember
Satu tahun hampir berlalu
Sejak butir-butir salju terakhir menyapaku
Serta deras air mata nan mengantarkan raga ke bandara beku

Dan aku sadar...
Separuh jiwa telah kutitipkan disana
Dalam bilik pertama
Bilik ukhuwah islamiyah di sudut Eropa

Duhai Desember
Hendak kukatakan kepadamu
Bahwa aku tetap seperti dulu
Menghargaimu sebagai hitungan waktu
Sulam asa kepada Sang Maha Penentu

( @bidadari_azzam, senin, 2 des 2013. 6:16 KL)



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter :@bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




Thursday, December 26, 2013

Uneg-uneg Atas "Wrong Number"


Assalamu'alaykum,
Sedikit info dan 'curcol', dua bulanan ini ketika berada di KL, saya sering 'harus terganggu' dengan kehadiran telepon yang 'salah orang'. Bukan 'wrong number' yang ditekan oleh si penelepon, saya yakin, karena saya catat nomor telepon itu, dan nyatanya dari nomor ini, 'gangguan calling' bisa hadir 3 sampai 4 kali dalam sehari.


Tadinya di awal-awal milih nomor hp di maxis-KLCC, nomor yang kupilih ini 'lumayan mudah dihafalkan', itu saja sih alasanku.
Tak kusangka, beberapa hari kemudian, ada penelepon asing, "ChangcingcungcengcongxyxyZyzyzyz...", berbahasa Mandarin. "Oh, wrong number, sorry..." Saya bilang begitu, dia minta maaf. Telepon ditutup.






Namun beberapa hari kemudian, nomor lain yang asing masuk, bahasa China dan kemudian karena saya bilang 'wrong number', dia nanyain 'Can I speak with mr. Chen ....apaaa' gitulah bunyinya, saya bilang bahwa ini bukan nomor hp yang bersangkutan. Lalu ketiga kalinya, nomor 'orang bahasa China' itu. Telepon lagi, kali ini, suamiku yang menjawab, sudah, telepon ditutup, dan sampai sekarang, gak ada gangguan dari nomor tersebut. #Alhamdulillah 

Cuma, selang dua minggu-an, ada beberapa kali 'panggilan tak terjawab' yang mungkin pas nelepon, saya sedang di kamar mandi atau heboh-hebohan dengan para bayi, :-D. Pada saat saya telepon balik, nyatanya itu nomor operator sebuah perusahaan, jadi ada pihak operator yang ngomong, 'dari pada ngabisin pulsa, saya matikan telepon dan saya save ke contact aja...' Saya tulis "Who's this?" Nama di buku telepon. Tadinya saya mengira, itu nomor kantor seorang teman, atau nomor telepon perusahaan dari Ustadz yang menguruskan Darul Jenazah. Ternyata bukan.

Beberapa hari kemudian, nomor "Who's this?" Nelepon lagi, saya angkat, bagi salam, pihak di seberang menanyakan, "Boleh bicara dengan Encik Afrizal/Farizal..." (Nama orang yang dimaksud itu kira-kira sedemikian.) Saya langsung bilang, (pakai nada Khas bahasa Melayu) "Oh, salah nombor... Ini nombor saya, tak kenal siapa tu, bukan nomor die..." 

Si penelepon  dengan nada curiga bilang, " oh? Oke, trime kaseh..." 
:-D. Nah, nada suara aneh itu, bukan cuma ini yang menjengkelkan, lhooo... Beberapa jam kemudian, nomor ini menelepon lagi, cewek yang 'ngomong', sudah saya bilang hal yang sama : "Ini nomor hp saya. Mungkin anda salah nomor...." Tapi tampaknya yang di seberang tak percaya. Terbukti, nomor "Who's this?" ini menelepon 'nyepam', 3-4 kali sehari, guna mendengarkan jawaban yang sama dariku : "Wrong number-laaah...." :-D :-D :-D

Tak terasa 'spammer' penelepon ini sudah hadir 2 bulan-an, oh! Finally, saya iseng tanya ke pihak maxis/hotlink ketika regist nomor hp sulungku, dan pas beli pulsa. Menurut pihak maxis, kemungkinan penelepon mencari "pemilik nomor lama", karena nomor-nomor hp yang tidak digunakan selama lebih dari 2 tahun, biasanya "di recycle" oleh mereka. Dulu juga saya pakai hotlink tuh, 2009 pindah ke Poland, makanya nomorku gak bisa dipakai lagi, sudah lebih dari 2 tahun tidak aktif. Sudah di recycle :-)

Oke, bagusnya sih saya keluarkan uneg-uneg ke penelepon 'spammer' yang konon sudah gonta-ganti orang, kadang suara cewek, suara cowok, suara ibu-ibu, suara kakek-kakek, entahlah kemungkinan ada urusan yang belum selesai dengan orang yang dimaksudkannya tersebut. Saya lumayan sabar dengan 2 bulan 'ramah tamah bilang wrong number doang', ya kan, iya donk?!

Semalam suara cowok, 'spammer' menelepon lagi, lumayan mengganggu urusanku dan para bayi. :-))
Dan barusan, 'spammer' suara cewek, menelepon ketika saya tengah membuatkan susu buat dek zuhud, plus sedang pening karena periode bulanan, plus diajakin bang Sayyif tengok video ultraman yang lagunya kencang banget nih :-/, plus ditarik-tarik Zuhud supaya susunya cepat tersaji.... Pas sekali, nyerocos-lah saya di telepon, "Listen! Awak telepon nombor saya setiap hari, kan?! Saya merasa amat terganggu. Saya dah tanya dengan maxis, mereka kata, may be ini nomor lama yang dah di recycle... saya baru dua bulan kat KL, pindah dari Poland, teruk sangat nak melayan nomor telepon awak setiap hari, saya tak kenal siape yang awak maksud, tapi awak mengganggu waktu saya. Awak boleh tanya konfirm ke maxis pasal registrasi nombor saya ni, saya amat terganggu dengan telepon awak...Cakap jugak-lah dengan kawan-kawan awak, ye... Terima kaseh..." :-) :-D
 
Jawaban si suara cewek bilang, "Ma kaseh juga..." :-D, dan saya tutup dengan salam. 
 
Dan hmmmm, sekarang terasa lebih lega, 'uneg-uneg' atas 'wrong number' sebaiknya saya lempar di blogku ini, supaya pihak maxis/hotlink juga membaca, dan punya perencanaan perbaikan agar pelanggan menjadi nyaman menggunakan provider ini. 
*Pulsaku keluar ratusan ringgit meski baru beberapa bulan, lhooo... ;-)) Soalnya saya banyak menelepon ke Indonesia (selain ikut layanan internet BIS) dan beberapa sobat di negara lain, maunya sih gak ganti nomor lagi...

Jumpa lagi, insya Allah!

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Mengenal Tanaman

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)
Tahmid wa sholawat,

Saya mau kasih pujian buat #TrioKids nih, selama ini sudah rajin membuang sampah di tempat sampah---sejak bayi lhoo say! :-) ... rajin membantu berbelanja, bawa tas 'daur ulang', di saat mudik membantu menyiram tanaman, dan menjauhi sikap 'menginjak rumput', #Alhamdulillah ini sebagai cara menghargai kehidupan yang ada di muka bumi. *Anak-anak sholeh harus menghargai segala ciptaan Allah SWT---peluk anak-anak sholeh!*

Anak-anakku sejak bayi  ada jadwal kuajak 'na spacer' (berkeliling dalam bahasa Poland), tindakan menyapa daun, matahari, awan, udara, dll yang kuajarkan ternyata terekam jelas dalam pikiran mereka. Salut buat dek Zuhud, usianya 2 tahun, kalau mau buang sampah bekas bungkus permen pun yang kecil banget pun, tetap ia mencari lokasi tong sampahnya :-) 
Ini sikap fantastis, dan tidak bisa ditemukan di lingkungan anak-anak Arab #Kuwait. Sewaktu di Kuwait, kami terkaget-kaget melihat remaja dan pemuda dewasa 'Kuwaiti' melemparkan sampah dari dalam mobilnya, besar pula! Yaitu bekas kotak makanan dan lima kaleng bekas soft-drink... :-((
Juga satu peristiwa di lapangan parkir, bak sampah hanya dua meter jaraknya dari si pemuda itu, namun dia memilih melemparkan sampah-sampah dari mobilnya ke tengah halaman parkir tersebut, kardus-bekas nasi, bekas menu fast-food, kaleng-kaleng jus dan kaleng minuman lainnya, cuek pula dengan kebisingan yang ditimbulkan dari lemparan-lemparan tersebut. :-( Naudzubillahi minzaliik!
>_<

Anak-anak kuberitahukan bahwa perbuatan yang tampak jelas terjadi di hadapan mereka itu adalah sebuah pelanggaran, bukan saja melanggar hak sesama manusia yang ingin melihat lingkungan bersih, melainkan hal lebih menyeramkan lagi : pelanggaran terhadap perintah Allah SWT! Bumi kita kan 'tempat hidup' yang akan menerima jasad kita ketika mati, seharusnya dijaga, dirapikan, diperbaiki, bukan malah dihancurkan serta dijadikan TONG sampah, naudzubillah! Allah ta'ala melimpahkan akal pikiran dan raga yang sehat untuk menjaga bumi, sungguh keji jika hidup menjadi perusak bumi dengan 'menghancurkan keasrian dan lingkungan alam'... >_<

Back to topic, sebagai wujud menjaga bumi, #TrioKids juga berkenalan dengan alam, :-). Bulan desember ini, pas dengan bahasan di IPA Abang Azzam, Bang Sayyif pun membahas tentang tanaman.
(^_^)

Azzam dan Sayyif memang sempat mengunjungi Mekar Sari bulan maret lalu, menanam benih dan menyiram tanaman. ^_^
Ternyata mereka girang sekali mengenang keasrian lingkungan hijau (maklumi juga, selama di Krakow kan lingkungan salju dan daun kering mulu, hehehehe...), kalau nengok foto-foto di kompi, teriak-teriak senang, :-D
Makanya antusias saat bu guru menjelaskan bagian tanaman, Sayyif juga di sekolah---mencari tumbuhan putri malu, semak-semak, dan bunga-bunga.

Milih tempat tinggal juga : Suasana kampung-banyak pohon...





Love it!



Bang Sayyif menanam tumbuhan hijau.


Zuhud usai melihat kebun di sekolah abang...




Bang Sayyif melihat pohon rambutan di Gombak.




Istirahat minum es coklat sama Ummi...^_^

Bedanya, pelajaran abang Sayyif sebatas melihat tanaman hijau, menanam& menyiram, mengetahui daun, batang dan bagian akar saja. Sedangkan abang Azzam, sudah harus memahami tentang simbiosis, putik-benang sari dan penyerbukan yang terjadi, serta proses sederhana pembuatan makanan oleh tumbuhan ; manakala tumbuhan menyerap Karbon dioksida hasil buangan kita, lalu mengeluarkan Oksigen segar buat kita :-), *idiiih, jahat banget kalau manusia menginjak-injak tumbuhan, merusak pepohonan ---yang sudah sedemikian baiknya membantu kehidupan manusia kan?! 

Tak terasa, tulisan kok jadi panjang, nih... :-) Jangan bosan mampir kesini yah! Maafkan lahir bathin atas segala khilaf dan hal yang tak berkenan di hati...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)