Photobucket

Sunday, February 2, 2014

Bersepeda



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid wa sholawat...

"Pergi ke pasar ;) beli durian...
Pulangnya nebeng di mobil teman
Meski ketikan jemari absen sebulan
Tak berarti blogku terlupakan..."

^_^

Kali ini kukabarkan bahwa bang Azzam masih belajar bersepeda, hihihi sejak akhir tahun kemarin& pas banyak hari libur awal tahun baru tepatnya, paralel dengan urusan-urusan sekolah, wara-wiri emaknya yang ikut beberapa kelas majelis taklim ibu-ibu sholihat di KL, serta secuil urusan sebagai 'volunteer' dan pencarian alat transportasi keluarga sebagai penghuni baru area KL lagi. 

Saat membeli sepeda, alhamdulillah ada brother driver taxy langgananku yang bisa membantu membawakan sepeda abang sampai ke rumah. :-) (btw JBS- bike, near taman Sri Rampai, it's very good, complet, Mau cari jenis sepeda dan spare-partnya lengkap, mau tambah angin plus minyak di rantai gratis, hehehe... Abang pelayan tokonya pun sangat ramah, kurekomendasikan untuk langsung beli disana, bagi teman-teman yang ada di KL...)

Back to topic, Jadi sela-sela weekend selalu disempatkan buat bersepeda, maksudnya ummi dan abi menemani anak-anak belajar bersepeda, jarak 'kelilingannya' pun masih di area parkiran taman appartemen sewaan kami, ^_^.












Sekarang Bang Azzam jadi tanya-tanya, "Ummi dan abi bisa bersepeda sendirian pas usia berapa tahun?" :-p
"Kalau Ummi, pas usia enam tahun kurang beberapa bulan..." Jawabku.
"Kalau Abi, sama kayak abang deh, hehehehe... Pas sepuluh tahun, baru bisa naik sepeda..." Kata Abu Azzam.
"Waaaaah, hebat! Kayak Jandreks dan kakaknya juga, pergi sekolah pas umur enam tahun sudah naik sepeda..." Celetuk Azzam, mengingat salah satu sobatnya di Krakow ;-).

Sekilas 'ceramah' gara-gara pertanyaan bang Azzam, bahwa setidaknya kita punya beberapa keuntungan nyata dari kegiatan bersepeda, yaitu :
1. Sebagai gerakan ramah lingkungan, bertransportasi 'yg lebih maju' karena tanda peduli terhadap bumi. (Memang bedanya Asia dgn Eropa, salah satunya adalah kalau yg di Asia, doyannya mikirin mobil---mobil dianggap tanda kemewahan. Sedangkan yg di Eropa, doyannya mikirin sepeda, justru sepeda adalah tanda 'high-class'...)
2. Banyak bersepeda berarti hemat bahan bakar (Gas, Bensin, Diesel atau bahan bakar apa saja, hehehehe...), secara tak langsung merupakan 'bantuan hemat bahan bakar' dalam suatu negara. Hemat ongkos! ^_^
3. Pemeliharaan sepeda sangat hemat. Ongkos perawatannya murah dan mudah alias ramah di kantong dan tak menghabiskan banyak waktu untuk merawatnya. (Meskipun di beberapa kawasan Eropa, memang sepeda dianggap koleksi dan hobi yang mahal. Soalnya kalau reparasi mobil, mereka bisa manfaatkan kulkas, mesin cuci, dll yang bekas pakai buat 'ganti onderdil', namun tidak bisa buat asesoris sepeda.)
4. Naik sepeda sangat baik untuk kesehatan (jantung dan otot yang kuat), ini nasehat dari para instruktur senam sejak kita kecil kan? :-)) hehehe...
5. Di jalan raya, pengendara sepeda dapat dengan mudah keluar dari kemacetan, mudah keluar masuk di setiap jalan dan menerobos lalu lintas yang padat. (Ini mantap nih, kalau di Krakow pas tak bersalju, semua orang senang naik sepeda, ada jalur khusus sepeda di jalan raya dan trotoarnya.)
6. Bersepeda adalah cara cepat mengelilingi kota (apalagi kalau kita sedang travelling)
7. Naik sepeda berarti tidak perlu membayar tol, tidak pening urusan parkir, dan lokasi penyimpanan sepeda di depan mall pun tak memiliki tarif mahal seperti parkiran motor/mobil.
8. Bagi para pekerja yang sudah terbiasa naik sepeda untuk bekerja sehari-hari, Asyiknya...tidak harus menyisihkan waktu untuk berolahraga karena ini sendiri adalah suatu latihan/ olahraga. Dengan demikian waktu luang dapat digunakan untuk tugas-tugas lainnya.
9. Pengendara sepeda bisa lebih peka terhadap kondisi perjalanan dan lingkungan. Sesekali kita bisa berhenti dimana saja, tak melewatkan masa tadabur alam, masuk ke taman sebentar dengan memperhatikan kupu-kupu misalnya, hal seperti ini tak dapat kita nikmati saat mengendarai mobil atau motor. Biasanya ada taman-taman kota (Kalau di Krakow) yang tidak boleh dimasuki oleh kendaraan bermotor. Tapi btw, di KL, yang bersepeda biasanya lebih banyak orang asing, termasuk kita. Warga pribumi lebih suka naik mobil. 
10. Kalau sudah terbiasa, regular naik sepeda, fisik dan mental terasa jauh lebih segar---suasana hati lebih baik, ini kurasakan secara nyata, hehehehe... Pengalaman pribadi, pulang pergi sekolah di masa kecil --- bersepeda. 

*Jadi teringat juga, 17-an agustus di 2007, saat di Bangkok dapat hadiah sepeda... :-D, yang waktu itu langsung kukendarai di depan pak dubes, teman-teman WNI dan panitia HUT Kemerdekaan RI padahal sudah vakum 10 tahun dari kegiatan bersepeda, hihihi...




Nanti kita sambung lagi yah...
Di KL sedang long-weekend sampai selasa, ^_^
Jadi lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas kebaikan, insya Allah...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter :@bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




1 comment:

fitri anita said...

semangat belajar sepedanya ya Azzam...