Photobucket

Thursday, July 22, 2010

menyimpan kenangan dari taman hati...

1.Sungguh mahalnya Waktu

tapak-tapak kecil
jemari kaki mungil
berpijak tegap dan yakin
beriring seyum mesra

tiada sadar detik makin melaju
masa cepat berlalu
langkah kaki kian berlari
celoteh kian beradu

Sungguh Waktu adalah harta termahal
tak ada yang dapat menjual
Sungguh Rindu akan masa silam
dalam buai cinta ayah dan bunda

Anak-anak tersayang
hargailah Waktumu
tersenyum dan berkarya
tiada masa untuk terlena

Anak-anak tersayang
cintaku sepanjang waktu
sama dalam kenangku pada ayah-bunda
berpaut asa padamu agar raih cita

Anak-anak tersayang
Selamat menikmati waktumu
berpeluk ceria dalam kasihNYA
cengkerama indah antara kita...

(Krk, mon, 5.04 pm)


apresiasi best reader (M):
indahnya cerita
tentang sang waktu
kuingin selalu bahagia
tiap waktu

untaian kisah
rajut usia
lupakan gundah
senyum sepanjang waktu

:-)
Source(s):
I like your style, Bidadari!


2. Bagaimana Jika ...Sepi Dalam Sesak Keramaian ?

Bulan dan mentari saling berganti
jua desir angin dan desau hati
gelegar petir dan ombak nan berlari
dan kulihat semua lincah menari

terkadang tampak jelas
terkadang samar nan merdu
terkadang kupandang sekilas
terkadang lekat nan sendu

aku berada dalam sesak
keramaian nan makin hampa
aku ingin berontak
kita manusia penuh pesona

makin hari sulit titip rasa percaya
detak detik bergumul amarah
tiap saat berkecamuk perang dunia
nurani miris kesal jua resah

aku kamu dan kita
menari dalam keramaian
tiada sadar sepi jiwa
jika tanpa belaian Tuhan

(KL. 12.35 am, 8 maret2008) ;)


apresiasi best reader (Rm):
Bidadariku...kamu adalah Bianglala...!

Oh ya, pernah baca kisah SOCHRATES membawa Lampu keliling kampung/kota/polis pada zamannya nggak?
Naah...Puisimu ini menggambarkan apa yang pernah dilakukan oleh Sochrates..untuk mendidik murid-muridnya ketika itu.
Sochrates merasa gelap dalam terik siang bolong....Kamu merasa sepi dalam keriuhan orang banyak!
Sebuah Puisi yang sangat falsafiah...tentang pencarian hakiki manusia yang mulai hilang.
Ya....aku seduju, wahai Bidadariku berselendang Bianglala....Manusia sekarang memang tidak jelas lagi...samar-samar pun tidak...
Apalagi bicara percaya-mempercayai...!
Inilah kenyataan dunia kita....dunia yang mulai hilang....

Dunia yang kehilangan kendali...

Setuju...

Aku kamu dan kita
menari dalam keramaian
Tiada sadar sepi jiwa
jika tanpa belaian Tuhan....

Ya, hanya itu!
Hanya Tuhan yang mampu membuat kita jadi ada.
Jadi berarti
Jadi Jelas
Dan
Mempesona.
Selain itu
TIDAK!


3. Berbalik Tanya...
Gambarkan profesimu melalui Puisi, ayo kamu bisa ...?

sambut pagi dengan senyum
kusapa sang surya setelah sujud padaNYA
meja panjang telah rapi
siap disusun piring dan gelas
dan seprai telah terlipat
wajah sumringah nan mesra
tatap mataku dengan ceria

mondar-mandir dalam Istana
tiada megah namun indah
tiada gundah dan dahaga
Sebab CintaNya makin menderas
tiada keluh jua resah
Sebab TulusNya selalu melekat
dalam kalbu nan tak pernah sendu
Sebab iringan MesraMU

Terima kasih Duhai ILahi
Segala nikmat ini
Tiada pernah tersia
Karena bukti Cinta
Terima kasih wahai teman
atas segala dukungan

Teruskan Perjuangan...
(Krk, 5.12pm)


apresiasi best reader (Mg) :
kusambut mentari
denga senyum mengembang
kukemas laptop
dan melambai ceria

keringat lelah
atau rapat dengan jadwal nan penuh
atau diskusi tentang bermacam sistem
atau dering telepon sepanjang waktu
atau email yang menumpuk
hiasi hari-hariku

kupikirkan matang
tiap solusi
padaNya berserah diri
bekerja dengan Cinta hakiki

(my self)
Source(s):
me


4. Duhai Robbi, sampaikan rinduku

dari balik putih salju
nan beku
kuuntai doa
dan asa

apa kabar sayang?
nan terus berjuang

apa kabar cinta?
nan terselip duka

Kutitipkan rindu
pada kasihNya
kutulis sajakku
seraya tersenyum mesra

(Salam kangen buat semua di tanah air)
(oldtown-4.43.pm,Tue)



apresiasi best reader (M):
maafkan aku sayang
sibuk terlupa makna
namun setiap memori nan terkenang
tak sirna dari pelupuk mata

Kutitip rindu pula
pada Sang Maha Cinta
Kutitip kasihNya
hantar belaian mesra

Jangan bersedih sayang
Teruskan berjuang...

(me. rb.11.32)
Source(s):
me


bahkan dedaunan dan ranting turut bertasbih...subhanalloh!

1 comment:

Anonymous said...

Subhanalloh walhamdulillah...