Photobucket

Saturday, June 1, 2013

Cap (Verifikasi) Visa di Embassy Kuwait (Jakarta)

Assalamu'alaykum, lanjut...

Hari senin pagi, usai beberapa urusan di rumah, kami melaju ke Embassy Kuwait di Jakarta. Karena harus mengambil hasil terjemahan SKCK (dan pak Ahmad sedang ada rapat) kami baru tiba di embassy tersebut sekitar 15 menit sebelum jam 12 siang (waktu yang sangat mepet lho...), 'perjalanan dari Tangerang, tentu membuat anak-anak mengantuk', zzzz... sampai si Zuhud tidak pakai sepatu karena ikut turun denganku sehabis berbaring selonjoran di mobil (sewaan) :-D.



Saat memasukkan berkas di loket Embassy Kuwait, senin 15 April 2013

Setelah hasil kesehatan kita selesai, baru bisa dibawa ke Kedutaan Kuwait. Di Kedutaan persyaratan yang diminta ringan (karena cuma "verifikasi/ nambah stamps" di family-visa yang kita punya) :

Bawa Hasil General Check Up kita, Family Visa, Paspor Asli, uang Rp. 550.000/ perorang. Tambah uang sebesar 275 ribu rupiah yang buat stamps di SKCK-translate. Masukkan berkas sebelum jam 12 siang, dan bisa kita ambil jam 3 s.d jam 4 sore.


Info tambahan, Dibawah ini syarat Calling Visa (Diproses di Kuwait oleh sponsor yang sudah tinggal di Kuwait), misalkan kalian akan mengunjungi keluarga atau visa study banding ke sana, ini semua dilengkapi oleh keluarga atau saudara kita yang sudah berada di Kuwait (jadi ini sewaktu suamiku mengurusi family-visa dari sana ;-)), dan untuk 'urusan cap visa work permit' yang lelet, "itu saja!". Sedangkan buat family visa saat persayaratan di bawah ini mulai dikumpulkan sampai dengan keluarnya family-visa di Kuwait hanya membutuhkan waktu tiga hari:-) . Jadi urusan di Indonesia yang 'sudah diusahakan ASAP' ini masih kalah cepat :-D, saya hitung menjadi delapan hari sejak membuat pengantar RT dan seterusnya SKCK sampai di embassy Kuwait ini.

Family Visa:

Applicant passport copy

ID and residence Permit (Iqomah)

Work-Permit

ID Copy / The Sponsor's Passport

Sponsor's letter from Indonesia (wife, relative, guarantor, etc)

Married / Birth Certificate

Business/Conference/Study Visa :

Applicant passport copy

ID and residence Permit (Iqomah)

Copy booking return ticket copy

Bank Account Statement (minimum US@. 2000= KD. 600) (or work permit)

ID Copy / The Sponsor's Passport

Sponsor's letter from Indonesia (Business Partner)

Company's statement letter from Indonesia



Lima menit-an Pak Azhar mengecek semua dokumen yang saya serahkan. Adzan dzuhur telah terdengar sayup-sayup. Tadinya kami ingin ke arah Pd Kopi bersilaturrahim ke rumah sahabat saya, namun karena saat itu sudah jam 12 siang, sedangkan semua dokumen akan saya ambil lagi pada pukul 3~jadi tanggung waktunya. (Kalau ke arah Pd Kopi dari embassy bisa memakan waktu dua jam-an. Capek dong kalau besoknya ambil dokumen itu lagi, hehehehe. Biasanya banyak orang memang memasukkan berkas di suatu hari~ dan ambil lagi hari berikutnya atau minggu berikutnya karena berada di luar Jabodetabek). Kami memutuskan menanti dokumen selesai, tiga jam menunggu~ tentu kami manfaatkan untuk sholat dzuhur di MASK (Masjid Agung Sunda Kelapa), adikku+the babbies berfoto-foto dengan latar belakang gedung-gedung khas ibu kota, serta mencicipi menu makan siang di warung tenda halaman masjid agung, :-D Salah satunya "Tongsengnyo mantap..." kata bang Furqon via WA. Juga ada sate padang disana (^-^). #Alhamdulillah :-)


Dzuhur-time in MASK, Thanks Allah! (^_^)



Bunda, tetha dan baby Zaza :-)

Lanjut muter-muter area dekat situ, karena takut terjebak macet kalau jalan jauh-jauh, hehehe. Pada jam setengah tiga, kami sudah 'nongkrong lagi' di depan Embassy Kuwait-Jkt, loketnya sih sudah dibuka lagi, namun belum bisa mengambil berkas, "belum selesai..." kata si bapak.

Alhamdulillah ada penjual minuman lewat, bunda Azzam turun dari mobil, lalu membelikan kami minuman panas dan kita ngopi /ngeteh-ngeteh di mobil:-). Sempat dua kali satpam (yg berbeda) 'area Embassy' menyapa, karena tidak boleh parkir di area itu (harus ke area parkir yang agak jauh). Namun setelah kami menjelaskan bahwa kami cuma menunggu sebentar sampai jam 3 seraya menunjukkan loket Embassy Kuwait di depan mobil dan memperlihatkan keempat bocah mungil yang berada di mobil, satpamnya jadi maklum. :-D Kasian bayi-bayi ditinggal emaknya kalau si emak jalan kaki jauh dari parkiran sampai ke embassy tersebut...




Finally, di Embassy Kuwait, urusan visa selesai :-)


Jam tiga lewat lima belas menit, alhamdulillah welldone, selesai urusan family-visa, yang lucu itu di Embassy ada cap dan tanda 'stamps' double di passport lhoo... (buang energi) karena stamps itu tidak diperlukan, tidak terpakai sama sekali. Ketika memasuki Kuwait visa yang berlaku itu yang bentuknya kertas HVS, mereka (imigrasi Kuwait) tidak melihat stamps di passpor alias tidak menganggap itu 'sah'. Tetapi begitulah Indonesiaku, kegiatan menghamburkan dana, membuang energi dan merusak banyak hutan (akibat banyak membuang kertas) selalu dianggap 'asyik aja', :-( hal penting malah diremehkan, sedangkan hal yang tidak perlu~ malah dipentingkan, "...asal ada projek, asal ada dana kian besar yang masuk.... yah, tau sama tau-lah..." ;-))


*Kudu banyak berdzikir*, faghfirlanaa... naudzubillahi mindzaliik semoga kita terhindar dari kejelekan-kejelekan sedemikian, aamiiin...



Zaza dalam perjalanan, ketiga abangnya sudah 'teler', bobok siang :-D

Seraya BBM-an dengan kangmasku, saya melaporkan padanya "Every thing is okay..." sudah, dia pun "oke-in" tiket kami. Kupilih hari kamis berangkat ke Kuwait, bertepatan dengan 'pas tiba di Kuwait subuh' hari jum'atnya adalah hari lahir bang Sayyif :-p '4 years old, boy!'. Senin sore itu kami meluncur ke Pd Kopi dan berjumpa dengan sobatku sekeluarga, (^-^). Sholat ashar, magrib dan isya disana, serta 'join' makan malam dan mencicipi puding coklat serta kue buatannya, walhamdulillah... :-)

Sahabatku membekali beberapa herbal dan oleh-oleh sebelum kami pulang di malam yang hujan deras itu (tidak bisa menginap, kasian pak sopir kami~tetanggaku yang sudah manula). Alhamdulillah hujan berkah ini membuatku kian optimis dengan memperbanyak do'a kepadaNya, rasa hati lega dan tentram, kesejukan hujan seakan menyirami jiwa nan lelah...

Memang faktanya kekuatan do'a serta silaturrahim adalah obat yang nikmat buat jiwa raga kita ini (^-^)  

Zizi memeluk Zaza, "Dek, akhirnya abang mau ketemu abi lagi, deeeek, mmuach!" so sweet... <3 

Congrats and thanks for all my supporters (^-^), special for #TrioKids ~tired but happy, finally we did!
Masykur...


Semoga Allah ta'ala senantiasa melimpahkan kemudahan dalam semua urusan dan permasalahan yang dihadapi sobat semua, aamiin... Semangat beraktivitas!

Salam Ukhuwah dari kami sekeluarga!

@bidadari_azzam :-)

7 comments:

maimun said...

Mbak, kalau untuk TKI, periksa kesehatannya harus seluruhnya yah? telanjang? Benar atau tidak ya?

bidadari_Azzam said...

Aslkm sdri Maimun, menurut bnyk pengalaman (dari sobat-sobat TKW/TKI), memang MCU full adalah pemeriksaan darah, x ray dan body juga ditelanjangi untuk melihat tnda2 khusus, letak penyakit kulit, tato, atau hal lainnya.
Penerapannya di Indonesia mungkin yg dpt membuat sengsara kalian, karena seringnya petugas yg meriksa tidak ber-etika, tidak menghargai privacy, atau malah bahkan "seolah ngasih neraka" buat diperiksa petugas laki-laki, wallohu'alam...

Menurut saya, pikir ulang lg saja, yo... Apalagi kalau ke Saudi, jangaaaaaaan.... *tepok jidat* info dari para expat, malah di Saudi itu amat parah, semua pekerja---yg TKI informal maupun yg proffesional. Passportnya ditahan perusahaan/majikan, dibiarkan tersiksa secara psikologis dan fisik, naudzubillahi minzaliik...

Ingat lagi yah, bahwa Arab jangan diidentikkan dengan 'alim alias berilmu, jangan identikkan dengan Islam. Begitu pun di banyak klinik buat pemeriksaan kesehatan, anda pasti akan bnyk ketemu muka-muka petugas dgn wajah Arabs (keturunan)... Namun tidak menjamin mereka bersikap sopan dan menghormati anda disana... :-/

Smoga brmanfaat! ^_^

Anonymous said...

Assalamualaikum mba....maaf sya mau tnya. Prosedur untk mmbuat visit visa kuwait apa saja mba? Rncna bln sya di minta menngunjungi tunangan saya yg brkwrgangraan India dn bekrja di kuwait. Bisakah dia apply visit visa utk sya mba? Trmksh sblmnya. Wassalamualaikum

Triana Halim said...

Assalamu'alaikum mba
Mudah2an masih aktif ya mba blognya.
InsyaAllah bulan depan saya dan suami mau ke kuwait. Nah family calling visa tuk dependent (istri) kan baru bisa diurus setelah suami di sana ya mba.
Boleh tahu berapa lama dari suami mba berangkat ke kuwait sampai akhirnya mba mendapatkan family calling visa tsb?apakah sampai 3 bulan mba lamanya?
Syukron ya mba

Ummi Azizah said...

Assalamu'alaikum.
Mba kalo skck terjemah arab itu dpt dr mana ya? Dr mabes atau diterjemahkan di embassy kuwait ?
Syukron, mba

Ummi Azizah said...

Assalamu'alaikum.
Mba kalo skck terjemah arab itu dpt dr mana ya? Dr mabes atau diterjemahkan di embassy kuwait ?
Syukron, mba

Triana Halim said...

Bantu jawab ya mba,skck yang dari mabes dibawa ke embassy kuwait dan diterjemahkan sama mereka.