Photobucket

Friday, September 20, 2013

Masjid al-Kabir Kuwait

Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...

Tahmid wa sholawat...

(Foto diambil dari islam.gov.kw)



Kuwait adalah Negara di kawasan Timur Tengah yang berbentuk Ke-Emiran, bentuk lain dari sebuah monarki yang dipimpin oleh seorang Emir. Ibukota Negara ini bernama sama dengan Negaranya, Kota Kuwait (Kuwait City). Dengan luas Negara hanya 17,820 km2 menjadikannya sebagai Negara terkecil kedua di kawasan Timur Tengah setelah Bahrain atau Negara dengan luas di urutan ke 157 di dunia.sebagai sebuah monarki Islam, hukum Islam merupakan hukum positif Negara, Majelis Al Umma merupakan dewan legislatif bagi Kuwait.

Kuwait pernah mengalami masa paling suram ketika di-invasi pasukan Iraqdibawah rezim mendiangSaddam Husein yang mencaplok Kuwait hanya dalam hitungan jam dan nyaris tanpa perlawanan. Kehancuran itu meninggalkan bekas mendalam bagi rakyat Kuwait. Sebuah museum dibangun di kota Kuwait sebagai pengingat masa masa kelam tersebut. di kota Kuwait kini juga berdiri sebuah Masjid Agung yang juga berfungsi sebagai Masjid Nasional sekaligus masjid terbesar di Kuwait. Masjid ini biasa disebut sebagai Masjid Agung Kuwait, atau Masjid Al-Kabir Kuwait.

Lokasi Masjid Agung Kuwait

Masjid Al-Kabir / Grand Mosque of Kuwait
Mubarak al-Kabir Street
Sawaber, Kuwait City, Kuwait
Koordinat geografi : 29° 22' 45.83" N  47° 58' 29.53" E

Masjid Agung Kuwait berada di Mubarak al-Kabir Street / Arabian Gulf Street dikawasan Sawaber, kota Kuwait. Lokasinya berdiri berseberangan dengan Istana Sief (Sief Palace), Istana yang terkenal dengan menara Jam nya yang besar seperti layaknya Big Ben di London atau Jam Gadang di Bukit Tinggi (Sumatera Barat). Istana Sief merupakan pusat pemerintahan Kuwait, lokasinya persis berada di tepian teluk Kuwait.





Beberapa hal yang perlu teman-teman ketahui mengenai 'tadabur masjid' bagi kami saat di Kuwait ini :

1. Kami sangat antusias menyiapkan perjalanan umroh dan ber-Ramadhan ria di Kuwait, sebab kami baru pindah dari negeri minoritas Muslim. :-)

Terasa sangat padat kegiatan berakhir minggu bagi keluarga ketika berada di Kuwait, jadi kalau mengunjungi masjid, biasanya lupa berfoto-foto, bahkan lupa membawa kamera :-D

2. Kami sekeluarga segan dan merasa tak terpikirkan mengambil banyak gambar/foto, karena :

- Sedang fokus menikmati ketenangan ibadah, kami tak memotret di saat rukun-rukun umroh sedang berjalan sejak sebelum memasuki wilayah Miqot, maupun di masjidil Haraam, dan di dalam masjid Nabawi. 
- Merasa bersikap kurang sopan dan tidak menghargai masjid, apalagi di area dalam masjid, saudara muslimin sedang khusyuk beribadah (khusus) kepadaNya. 
- Apalagi ketika saya berada di wilayah musholla putri, atau area khusus muslimah, tidak patut memotret sana-sini, terutama karena banyak sisters yang sedang membuka niqob/cadarnya. 
- Di area sekitar masjid atau jalan-jalan di Kuwait pun, masih banyak kaum Arab yang merasa keberatan dengan kehadiran kamera.

Jadi, Kamera sangat jarang dipakai, Mas Angga membawa DSLRnya sekali-dua kali saja ketika 'ngumpul dengan teman-teman WNI'.


3. Kami di Kuwait hanya beberapa bulan, maksimal 9 bulan hitungannya sejak Mas Angga pindah kerja, saya dan anak-anak hanya berada di sana selama 6 bulan. :-) Di Kuwait, kita kudu berusaha memaksimalkan liburan di akhir minggu. Karena kami sudah bersiap-siap pindah ke KL tentunya.
Singkat namun berkualitas silaturrahim disana. Maka, kami tak memiliki kendaraan di Kuwait. Untuk mengunjungi masjid dan berjalan-jalan di Kuwait, biasanya 'nebeng' mobil teman atau menggunakan taxy. ^_^ (Kebayang kan, bawa krucils pula!hehehe...)

Membawa anak-anak ke masjid merupakan perjuangan yang tidak mudah :-), apalagi kami  biasanya ke masjid di malam hari (special di malam ramadhan), cuaca musim panas sangat kering, anak-anak balita biasanya senang 'weekend' keluar rumah, namun sesekali rewel wel wel. Komplet heboh...Hehehe...

Jadi harap maklum juga yah, kalau postingannya baru bisa dilempar sekarang ^_^ *remfoong ...

4. Setiap radius 500 m, ada masjid. Jadi terbayang kan, betapa banyak kalian akan menemui masjid dan musholla di Kuwait ini. Jika travelling ke sini, tidak susah saat waktu sholat tiba. Di mal-mal, di City Centre, Green Island, area sekolah, area perkantoran, rumah sakit, dll... Semua ada masjid dan banyak musholla, musholla putri terpisah. 

(Yaaaah, problemnya sama seperti di tanah air. Shaff-shaff di masjid tidak penuh di waktu sholat fardhu...:-/)

Kadang-kadang, ketika kalian berjalan di mall, ada dai/daiyah menyenggol lengan kalian, guna mengingatkan bahwa waktu sholat telah tiba. :-) Asyik, kan?! 

Semua imam, muadzin, para pembersih masjid, perawat taman, merupakan petugas khusus yang dipekerjakan oleh kerajaan. Mereka difasilitasi tempat tinggal, ditraining, disertifikasi dan digaji. Subhanalloh....

5. Di masjid-masjid sepanjang perjalanan dari Kuwait hingga ke Saudi Arabiya, ternyata masjidnya hanya dibuka pada waktu sholat saja. Kami sempat menanti pintu dibuka saat mampir ke sebuah masjid di perbatasan waktu subuh.

6. Tidak ada masjid yang punya hiasan kotak infaq di sini. Untuk badan-badan zakat, infaq, sadaqoh, wakaf, di Kuwait sudah ada rekening khusus malah, dan dana itu bukan buat masjid, melainkan buat membantu muslimin lain di belahan bumi lainnya. Ada badan yang khusus mendukung para muallaf, ada juga yang khusus mendukung para pengungsi, dan ada pula yang khusus peduli kemanusiaan di berbagai negeri, terutama di Afrika dan dukungan kepada para korban bencana-bencana alam. 

Menyumbangkan donasi melalui badan-badan amil zakatnya pun harus transparan, kita harus menggunakan 'K-net', (pokoknya sependek di Kuwait itu, kami tidak pernah menemukan kotak infaq di sembarang tempat... Yang ada hanyalah 'kencleng-kencleng' kecil on the spot kalau berbelanja di beberapa fast-food atau saat bersilaturrahim acara WNI.)

7. Tidak ada iuran parkir di masjid-masjid, dan dimana-mana area Kuwait ini, bebas biaya parkir. "Jangan bingung jika kelupaan membawa dompet, hehehee..." Karena memang tak ada bea tol, bea parkir, apalagi iuran masuk menjadi pengunjung masjid. Alhamdulillah, tidak ada 'bea krintilan seperti itu'. :-)  

Anak Masjid nih... (Foto di Masjid Indonesia)

(Foto : Di Masjid Salmiya, dekat rumah, Malam Taraweh di awal ramadhan 1434 h)

 
(Foto Sayyif di salah satu musholla Green Island)


 (Ramadhan, ashar di masjid Indonesia)


Back to topic, 

Sheikh Mishary bin Rashid Alafasy adalah imam masjid di Masjid al-Kabir Kuwait, beliau kelahiran tahun 1976 lho, lulusan Madinah. Bacaan qurannya sangat merdu, silakan cari di yt atau mp3 murottal juga. :-)
Jadi, kalau bulan ramadhan, jamaah di al-Kabir padat sekali, taraweh dan qiyamullail. Mayoritas ekspatriat di Kuwait sangat menikmati suasana ramadhan disini, ^_^.
Di setiap masjid (di Kuwait), sepanjang hari-hari ramadhan selalu disediakan takjil, begitu pun di masjid al-Kabir.

(Tapi kalau menu paling dirindukan, pastinya 'gak absen' di masjid Indonesia. Khusus akhir minggu, acara di masjid Indonesia biasanya dijadikan ajang silaturrahim oleh para WNI, 'ngumpul' ragam organisasi, profesi dan ramai yang datang dari berbagai area di Kuwait.;-))

Waktu itu, di Kuwait juga kedatangan beberapa Sheikh dari negara lain, termasuk kedatangan Mufti Menk (kenal kan?!) *tapi kita tidak bisa datang* karena gak ada tebengan, hehehehe... Taxy susah untuk datang pada jam sholat magrib, taraweh, dan juga subuh #Ramadhan.


Itu dulu yah, kalau bisa, Jika datang pertama kali, pas tiba di Kuwait, samperin dulu masjidnya, pasti ada masjid di depan rumah /appartemenmu, ^_^ 
Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Happy Busy, happy travelling! (^_^)

Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

1 comment:

Lucky Eno Marchelin said...

Subhanallah mbak, ngiler pengen ke sana..