Photobucket
Showing posts with label Silaturrahim. Show all posts
Showing posts with label Silaturrahim. Show all posts

Friday, November 1, 2013

Ombay Azzam (Emakku) di KL ^^



Assalamu'alaykuum...

Tak mudah mengatur waktu memang, apalagi di masa awal baru pindah lagi seperti saat ini, ;-)
Mohon dimaklumi yah  dear  sobat-sobat...

Alhamdulillah, perlahan mulai terbiasa berada di Kuala Lumpur kembali, sudah merasakan beberapa kali 'dikerjain' tipuan argo taxy dan kehilangan bungkusan besar belanjaan di area Pasar India---'ini efek lupa bahwa sudah ada di tanah asia lagi' :-D.
Syukur Alhamdulillah dengan apa yang telah terjadi, tak lain adalah pelajaran berharga yang harus kupetik, harus ekstra waspada dan lebih berhati-hati, ;-) faghfirlii...

Btw, sekitar 4 minggu Ombay Azzam ada di KL, lho... Emakku membantu cucu-cucu beliau saat penyesuaian di tempat baru. Jadi kalau aku dan Mas Angga keluar survey lokasi appartemen, ketemu janji dengan agent appartemen, observasi ke sekolah yang diminati anak, serta belanja ragam keperluan, dsb, anak-anak bisa ditinggal sebentar dan 'terjamin' urusan nutrisinya, karena ada Ombay mereka yang membantu menyiapkan makanan dan membuatkan susu, heheehe... ^_^





"Duuuh, Azizi asyik disuapin mbay..."




Karena Ambassador Row (Lanson Place) dekat dengan KLCC-area, ombay dan #TrioKids doyan kesana. Senangnya melihat muka ceria mereka yang disinari mentari area tropis, misalnya saat #Triokids dan ombay main ayunan, berenang, Masya Allah, nikmat kesehatan memang teramat indah dan berharga. Alhamdulillahirobbil 'alamiin...







Menonton Kemacetan di Jalan Jelatek :-)






Sementara itu, sobat-sobatku di #Krakow benar-benar 'mupeng' luar biasa, bisa terbang ke Indonesia (dan sekitarnya) tuh adalah kemewahan, meskipun menggunakan transportasi 'estafet' back-packer harga tiket paling ekonomis, tetap dirasa mahal bagi mayoritas masyarakat Polandia. Makanya dalam salah satu buku pelajaran sekolahnya, ada info tentang ciri 'orang kaya', yaitu hobi travelling (ini versi orang Poland yaaah... :-)).

Sebagian area mereka saat ini telah diselimuti salju kembali, subhanalloh, aku tau rasa rindu itu, kerinduan akan berjalan kaki dengan sandal jepit di bawah sinar mentari pagi yang hangat, :-) itulah sebabnya kita yang menikmati hari-hari di area bermentari (diselingi ketenangan dan kesejukan hujan) harus selalu mensyukuri berkah hari-hari indah ini. Jutaan manusia di negeri dengan empat musim itu tak memperoleh anugerah kehangatan mentari seterik yang kita rasakan. Bahkan bagi yang berharta dan bertahta, ribuan dollar harus dikeluarkan 'untuk mengungsi' sesekali ke tanah tropis jika suhu dingin sangat ekstrim dan amat mengganggu kesehatan mereka. 

Orang tuaku merasa lebih tenang dan gembira tatkala kami memutuskan pindah kembali ke Kuala Lumpur, tentunya berurusan dengan 'hati yang bertaut' hubungan ortu-anak yang sedari dulu sudah sangat mesra ;-)). Besok lusa, kakek nenek #TrioKids jadi lebih dekat jika mau main bersama cucu-cucu. Sewaktu kami di Poland, justru ortu yang bergantian sakit dan harus opname di rumah sakit, sepertinya beliau-beliau sangat 'kepikiran' dengan kondisi kami yang jauh, yang 'in a very busy days' dan sering mimisan, tambah lagi sering ada berita-berita kurang menyenangkan di televisi, yang berdekatan dengan negeri tempat kami tinggal, hihihihi... I love you always,mom!
*Peluk erat-erat, ombay akas...*






Nanti lanjutin lagi ceritanya yah, salam rindu selalu... :-)


Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Tetap saling do'a yah^^

Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam :-)

Sunday, September 22, 2013

Kopdar lagi dengan Mbak Lina-Kuala Lumpur



Assalamu'alaykuum .... :-)


Tahmid wa sholawat, akhirnya Bang Azzam sekeluarga 'balik lagi' ke kota kelahiran bang Sayyif, KL -Kuala Lumpur (^_^). Kami meninggalkan KL sejak desember 2009 sewaktu Sayyif berusia tujuh bulan. #Alhamdulillah masya Allah, senangnya kembali ke sini dan berjumpa sahabat-sahabat lama kami.

Btw, Tak hanya brothers dan sisters sobat lama di KL yang kami jumpai, namun ternyata 'para TKW' tetangga lamaku ( yg dulu membagi nomor hp-nya kepadaku), ternyata masih ada di KL, hehehehe... Bahkan sewaktu baru tiba disini, kami langsung telpon-an dengan guru-guru bang Azzam dulu (tadika PASTI), sopir langganan taxy~yg sudah dianggap keluarga sendiri, dan beberapa sisters Melayu ~ dulu berkenalan karena jumpa dengan sahabat yg #PeduliKanker dan membantu korban tsunami Aceh.
Subhanalloh, yaaaah... Ukhuwah Islamiyah memang senantiasa membawa berkah, 'kemana pun pergi' tidak kesulitan bertanya dan memperoleh ragam info yg kita butuhkan, nikmat persaudaraan! ^_^

Begitu pun saat berjumpa dengan  bu Lina (mom-blogger juga), ada linknya di samping kiri, rurumahku ;-)). Dengan keluarga beliau, kami kenalnya sejak di Jakarta, pasa awal pindah dulu ke KL dari Bangkok, keluarga Mak Lina yang bantuin bawain koper-koper dari hotel ke condo kami. :-) Bagi kami sekeluarga, Mak Lina dan Papanya Fadya sudah kayak mbak dan mas sendiri, selain sebagai senior di tempat kerja dan senior di almamater~kumpulan bapak-bapak alumni ITB. (^_^) 

Dan akhir minggu lalu, beberapa hari ketibaan kami di KL lagi, Mak Lina datang dengan membawa kue buatannya sendiri, *so sweet* :-* #Alhamdulillah 
Tambahan lagi, kami kan mau numpang nebeng buat silaturrahim ke sobat yang baru saja bersalin, ^_^. Plus makan siang bareng, di restoran minang-Garuda kg Baru lhooo (tempat orbit kita dulu, 2008-2009 hehehehe) yang ternyata sudah langsung dibayarin oleh Pakdhe Satriyo (suami Mak Lina), *waduuuuuh.... Lain kali gak boleh telat ke kasir lagi...:-// dasar Riry keenakan, ditraktir melulu nih... >_< 



Kue yg tergoyang, tanda harus segera kucicipi...hihihihi

Bang Azzam girang banget karena ketemu lagi dengan teman-teman sebayanya ; Hani dan Kak Fadya, serta Nadiv (yg kami kunjungi, baru punya adek bayi;-)). 
Sampai pas pulang ke Ambassador Row, #TrioKids langsung zzzzz, terkapar, tidur dengan nyenyak. Energi mereka seharian itu benar-benar tersalurkan, hehehe.



Matur nuwun sanget




In Ambassador Row, syukron jazzakumulloh khoiru jazza, dearest :-*


Foto-foto sudah bercerita tentang keceriaan kita, as usual...

Di rumah Nadiv

Hani dan bang Azzam

*tepokjidat* bang Azzam pakai kaos yang pernah di-complain pembaca, karena gambar bintang 'itu', sorry yah... Tidak sempat ngedit.


Jumpa lagi di cerita lainnya, insya Allah...

Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Happy Busy yah (^_^)

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Tuesday, August 27, 2013

Pasar Ikan di Kuwait


Assalamu'alaykum warohmatullohi wa barokatuh...


Al Quds adalah pasar ikan yang terletak di pinggir pantai didaerah Fahaheel. Koordinat Lokasi adalah N 29* 05.542' - E 048* 08.495'

Jaraknya sekitar 20-30 menit perjalanan mobil tanpa macet kalau dari Salmiya.

Kami berlima berkesempatan kesana seusai mengunjungi 'new baby boy'-Ustadzah Latifa, *mabroook selalu yah, amiin*


Di Rumah Sakit


Saat itu sebelum memasuki ramadhan, tepat setelah perjalanan umroh kami. Alhamdulillah bisa nebeng lagi sama "Om Panggih, Tante Meta dan Kila (anak mereka yg beberapa bulan lebih muda dari Zuhud)" hehehe... Ceritanya kan Meta sering membuat pempek (memang dia juga 'Wong Sumsel'), dia mau membeli tenggiri malam itu. Otomatis sekalian saja kami ikutan melihat langsung Pasar Ikan Kuwait. :-)

Jangan bayangkan kondisi seperti 'pasar tradisional' di negeri kita dengan tanah becek-lumpur, amis, orang-orang yang berdesakan, jalan-jalan tikus di area pasar, atau juga waswas akan 'pandangan mata' para pencopet. (^_^) Bukan, Pasar Ikannya tidak sedemikian, dear! 

Pasar Ikan Kuwait berupa gedung besar di seberang pantai, banyak orang berbelanja di malam hari karena menghindari cuaca yang lebih garang di siang hari. Segala jenis ikan disusun di atas meja-meja batu, para penjual memasang senyum ramah dan siap menyiangi ikan jika diminta oleh pembeli. Ada beberapa selang air di setiap blok, di antara meja-meja batu ini. Ada beberapa ekor kucing yang bermain di dalam maupun di luar gedung pasar. Di depan setiap meja-batu, bagian bawahnya selalu ada lekukan parit kecil, supaya aliran air (saat membersihkan ikan atau lantai) selalu lancar.



Dinding-dinding bagian atas penuh gambar ikan-ikan, berwarna-warni, sehingga kesannya saat ke Pasar Ikan, kita tidak cuma membeli ikan, lho ya... Memang Pasar Ikan menjadi salah satu tempat menarik bagi para wisatawan, arena wisata yang menggabungkan semangat berselera makan buat para pecinta Ikan segar. 

Si abang Sayyif bekejaran dengan dua ekor kucing, dan saking agresifnya menyenggol ekor kucing, sehingga ia memperoleh dua bekas cakaran, hehehe.... *Pengalaman seru bagi anak-anak, yah...* 
Anak-anak sangat antusias memperhatikan bermacam jenis ikan segar, dari yang bentuknya sekecil telapak tangan, hingga yang sebesar travel-bag. 
Kata teman-teman, jika sudah tengah malam, "obral ikannya..." Misalnya cumi-cumi atau kepiting atau ikan campur-campur seember dalam satu harga yang jauh lebih murah, sehingga jika punya satu 'armada appartemen', bisa bagi-bagi jatah, bayar obral barengan, dan pesta Ikan barengan. 

Btw, cuaca panas sekali, malam itu 45 derajat Celsius, kami cuma setengah jam-an berada di gedung Pasar Ikan, namun kue-kue yang saya letakkan di mobil Meta (yang kita beli sekalian pas beli oleh-oleh ke RS), ternyata sudah melumer tak berbentuk, :-D... Subhanalloh! 

Azzam dan Zuhud senang melihat seabrek-abrek ikan segar...

"Jutaan ikan diambil banyak-banyak mulu dari laut, tapi tidak pernah habis yah....;-) Maha Kaya banget pemilik lautnya yaks.... Subhanalloh!"

Nelayan-nelayan pekerja di Kuwait ini sangat ramah dan rendah hati. ~Sama kayak para WNI, lah yah...terkenal ramah ;-)).

Kapal pencari ikannya bukan perahu-perahu sederhana dan pakaian mereka tidak robek-robek sebagaimana nelayan-nelayan 'yang seing saya lihat' di negeri kita. Mungkin saja boss atau owner-Kuwaiti dan keluarganya (termasuk pemilik usaha di bidang ini, pemilik kapal-kapal itu...) banyak yang jauh dari akhlaq mulia (Bukan rahasia lagi kalau kita terbiasa melihat pemuda Kuwaiti melempar sampah sembarangan di pantai, di jalan, di tempat parkir, serta 'tidak bernurani' kala melakukan tabrak lari...), namun para nelayan-alias anak buah mereka, alias 'ekspatriat juga' merupakan sosok-sosok yang sangat patut diacungi jempol. Geliat ekonomi Kuwait berada di tangan mereka, para pelanggan setia pasar ini kian ramai karena senang dengan pelayanan dan kebaikan hati mereka.



Meta sedang mencoba menawar harga Tenggiri



Bang Sayyif membuka gamisnya karena ditarik-tarik kucing, hihihi....



Ini penampakan dari jendela luar samping kanan gedung, kalau dari pintu gerbang depan, tulisan "Fish Marketnya" berwarna terang dan pakai lampu-lampu...


   Kebanyakan pedagang di pasar Ikan adalah orang Bangladesh (muslim), para pengunjung bercampur baur, ada yang asal India, Indonesia, China, orang-orang di Jazirah Arab, juga orang-orang asal Eopa dan Amerika. Pengunjung tinggal memilih ikan yang diinginkan, menanyakan harga dan melakukan penawaran sesuai keinginan. Kalau sudah deal, pedagang akan menyiangi ikan-ikan, memotong-motong sesuai keinginan pembeli, sehingga sampai di rumah~ tinggal menuju dapur dan memasak menu Ikan sesuai selera.

Di Parkiran


"Kapal kita sederhana saja...", sederhana bagi pedagang ini merupakan bukti kosa kata kerendahan hatinya. Sebab kapal-kapal nelayan di Kuwait, penampakannya tidak jauh beda dengan jenis kapal pesiar yang mewah... Subhanalloh!
Memang di halaman-halaman Istana para Kuwaiti, sering 'terparkir kapal-kapal' selain puluhan mobil mewah mereka (mungkin ada yang sedang diperbaiki, atau jadi penambah pajangan di depan rumah gitu... hehehehe) untuk sekedar buat main anak-anaknya di area pantai, ada juga yang untuk menangkap ikan. 

Penampakan Salmonku yang sudah kubumbui, siap digoreng! (^_^)


Karena sudah lama tidak menikmati Salmon sebagaimana di Krakow, saya pun membeli sepotong Salmon. Ada bagian ikan yang sudah tinggal separuh, jadi saya pilih saja kecuali bagian kepala. Penjual menimbang potongan Salmon itu, "5 KD." Ujarnya. Saya oke-kan saja dan minta tolong dibersihkan. Setelah Salmon bersih dan dipotong-potong, ternyata menjadi 5 potongan tebal Salmon. Kalau dibandingkan dengan harga Salmon 'Nordich' di Krakow, saya untung banget. Karena biasanya 45 zlotyPLN (sekitar 5 KD juga), hanya mendapat 2 potongan besar dan sepotong kecil Salmon. Itu pun frozen, bukan fresh.

Sedangkan kalau di Indonesia, ogah beli Salmon, segar juga 'gak, tapi mahalnya berlipat:-). Di Indonesia, saya suka "Ikan Gabus, Sepat, dan Mujair..." Itu pun tergantung pengolahannya. Mama dan kakakku kalau mengolah ikan, tak pernah tersisa bau amis, dan goreng Ikan selalu gurih. Jika dipindang atau ditumis, rasanya sedap sekali... *_^ (wuaaaaaargh, jadi mau...>_< hiks). Tapi menu ikan di keluargaku, harus komplet dengan sambal lalapan, apalagi khas 'jokjok plus tempoyak' (lagi-lagi itu spesial masakan Emakku, hiihihi). Kalau kami di tanah rantau, di Kuwait sama saja seperti di Krakow dulu, kalau 'ketemu' nasi panas, ikan goreng dan kecap atau telur dadar dan saos, it's enough... Bahkan lebih dari cukup, walhamdulillah... 


Eits, lupa cerita pas mau bayar Salmon, si pedagang tanya, "Are you Chinese?"
"No, I am Indonesian..." Jawabku. Dan meskipun saya pakai jilbab, dia tetap tanya, "And are you moslem?" :-p ^_^ "Of course, walhamdulillah..." Ujarku lagi.
Lalu katanya, "Okay, it's great! I will give you 4KD for this, special for you...barokalloh muslim!" :-) seraya mengembalikan 6 KD-ku, karena kubayar dengan lembar 10KD. ":-) Syukron...syukron, jazzakulloh, wafiikuum barokalloh..." *Saya irang* trus, Bye-bye dia sama krucils.

Ini judulnya "Sapaan sekilas, diskonnya dahsyat!" Hihihihi. (Soalnya 1 KwD sekarang udah hampir 40 ribu rupiah, dear...*berasa senang banget kalau didiskon kayak gini* :-D)
Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya yah...

Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa menularkan manfaat,
Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤ 

Tetap saling do'a ^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ 
Jangan sungkan 'nge-mention'.

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)