Photobucket
Showing posts with label Friends. Show all posts
Showing posts with label Friends. Show all posts

Sunday, February 23, 2014

Bersama Perisai-Menulis

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid washolawat...

Perjumpaanku dengan para srikandi Perisai-Menulis dimulai saat Abang Sayyif mulai masuk TK di SIKL masa penghujung tahun lalu, dimulai dengan sapaan super ramah mbak Ade yang mengundang ke acara bedah buku di KBRI. ^_^ Semenit kenalan, langsung akrab---ya iyalah, sama-sama doyan nulis, sama-sama memiliki pengamatan dan pemikiran yang lumayan 'dalam' mengenai kondisi negeri pertiwi (wuiiih *terasa banget, duta bangsa yaks...:-D), dan banyak kesamaan lainnya, khususnya sama-sama wanita #Indonesia, muslimah yang punya pengalaman unik di tanah rantau...

Masya Allah, Perisai Menulis... Ini sebenarnya khusus komunitas para dosen atau istri dosen... (>_< tutup muka Riry :-p), namun para bunda keren tersebut mengulurkan tangan buatku supaya dapat belajar bareng, kumpul bareng di sela banyaknya tugas negara, ngebakso bareng di dapur, ngerujak bareng, #eh... Dll sampai tukar menukar nasehat dan nangis bareng *pas baca-baca banyak tausiyah tsb* :-D. Artinya, daku diberikan kesempatan yang banyak untuk belajar dan belajar dari mereka, subhanalloh walhamdulillah...

#Alhamdulillah ... Terima kasih banyak, ibu Ade, ibu Inci, ibu Zum, ibu Ana, ibu Winny, ibu Nita, ibu Nurul, dll semuanya yang memiliki segudang ilmu dan pengalaman berharga serta tidak pelit untuk berbagi ilmu pengetahuan serta waktu dan tenaga untuk 'new comer-as young muslimah' bersama krucils-ku ini, hihihihi.... 

Inilah salah satu perbedaan ketika kami berada di Eropa Timur, kota #Krakow belum memiliki komunitas muslim resmi, hingga januari 2011 yang lalu saat Islamic Centre berdiri. 
Sedangkan di ranah negeri Islam seperti Malaysia ini, ratusan jumlah komunitas tersedia... Kudu banyak bersyukur, duhai diri...
Saking banyaknya, tak jarang kita harus 'berat memilih' ketika ada acara yang bersamaan jadwalnya. 
Para Srikandi Perisai-Menulis pun tak berjumpa setiap hari, :-D sebulan sekali-aja---kalau bisa kopdar, sudah untung banget #Alhamdulillah ^_^.
Maka untuk menyiasati kedekatan dan kian eratnya persahabatan, aplikasi whatssapp dan FB yang berperan penting dalam berbagai kegiatan komunitas. *Tentunya ditambah untaian doa sepanjang waktu, masya Allah terasa banget yah efeknya... ~_^


Sementara ini dulu yah, foto-foto berbicara banyak, euy! 

With Bu Inci, ^_^








Barokalloh, dearest ummahat---para Srikandi Perisai Menulis <3 


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah...
 ;-) http://islam-krakow.pl ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Tuesday, August 27, 2013

Pasar Ikan di Kuwait


Assalamu'alaykum warohmatullohi wa barokatuh...


Al Quds adalah pasar ikan yang terletak di pinggir pantai didaerah Fahaheel. Koordinat Lokasi adalah N 29* 05.542' - E 048* 08.495'

Jaraknya sekitar 20-30 menit perjalanan mobil tanpa macet kalau dari Salmiya.

Kami berlima berkesempatan kesana seusai mengunjungi 'new baby boy'-Ustadzah Latifa, *mabroook selalu yah, amiin*


Di Rumah Sakit


Saat itu sebelum memasuki ramadhan, tepat setelah perjalanan umroh kami. Alhamdulillah bisa nebeng lagi sama "Om Panggih, Tante Meta dan Kila (anak mereka yg beberapa bulan lebih muda dari Zuhud)" hehehe... Ceritanya kan Meta sering membuat pempek (memang dia juga 'Wong Sumsel'), dia mau membeli tenggiri malam itu. Otomatis sekalian saja kami ikutan melihat langsung Pasar Ikan Kuwait. :-)

Jangan bayangkan kondisi seperti 'pasar tradisional' di negeri kita dengan tanah becek-lumpur, amis, orang-orang yang berdesakan, jalan-jalan tikus di area pasar, atau juga waswas akan 'pandangan mata' para pencopet. (^_^) Bukan, Pasar Ikannya tidak sedemikian, dear! 

Pasar Ikan Kuwait berupa gedung besar di seberang pantai, banyak orang berbelanja di malam hari karena menghindari cuaca yang lebih garang di siang hari. Segala jenis ikan disusun di atas meja-meja batu, para penjual memasang senyum ramah dan siap menyiangi ikan jika diminta oleh pembeli. Ada beberapa selang air di setiap blok, di antara meja-meja batu ini. Ada beberapa ekor kucing yang bermain di dalam maupun di luar gedung pasar. Di depan setiap meja-batu, bagian bawahnya selalu ada lekukan parit kecil, supaya aliran air (saat membersihkan ikan atau lantai) selalu lancar.



Dinding-dinding bagian atas penuh gambar ikan-ikan, berwarna-warni, sehingga kesannya saat ke Pasar Ikan, kita tidak cuma membeli ikan, lho ya... Memang Pasar Ikan menjadi salah satu tempat menarik bagi para wisatawan, arena wisata yang menggabungkan semangat berselera makan buat para pecinta Ikan segar. 

Si abang Sayyif bekejaran dengan dua ekor kucing, dan saking agresifnya menyenggol ekor kucing, sehingga ia memperoleh dua bekas cakaran, hehehe.... *Pengalaman seru bagi anak-anak, yah...* 
Anak-anak sangat antusias memperhatikan bermacam jenis ikan segar, dari yang bentuknya sekecil telapak tangan, hingga yang sebesar travel-bag. 
Kata teman-teman, jika sudah tengah malam, "obral ikannya..." Misalnya cumi-cumi atau kepiting atau ikan campur-campur seember dalam satu harga yang jauh lebih murah, sehingga jika punya satu 'armada appartemen', bisa bagi-bagi jatah, bayar obral barengan, dan pesta Ikan barengan. 

Btw, cuaca panas sekali, malam itu 45 derajat Celsius, kami cuma setengah jam-an berada di gedung Pasar Ikan, namun kue-kue yang saya letakkan di mobil Meta (yang kita beli sekalian pas beli oleh-oleh ke RS), ternyata sudah melumer tak berbentuk, :-D... Subhanalloh! 

Azzam dan Zuhud senang melihat seabrek-abrek ikan segar...

"Jutaan ikan diambil banyak-banyak mulu dari laut, tapi tidak pernah habis yah....;-) Maha Kaya banget pemilik lautnya yaks.... Subhanalloh!"

Nelayan-nelayan pekerja di Kuwait ini sangat ramah dan rendah hati. ~Sama kayak para WNI, lah yah...terkenal ramah ;-)).

Kapal pencari ikannya bukan perahu-perahu sederhana dan pakaian mereka tidak robek-robek sebagaimana nelayan-nelayan 'yang seing saya lihat' di negeri kita. Mungkin saja boss atau owner-Kuwaiti dan keluarganya (termasuk pemilik usaha di bidang ini, pemilik kapal-kapal itu...) banyak yang jauh dari akhlaq mulia (Bukan rahasia lagi kalau kita terbiasa melihat pemuda Kuwaiti melempar sampah sembarangan di pantai, di jalan, di tempat parkir, serta 'tidak bernurani' kala melakukan tabrak lari...), namun para nelayan-alias anak buah mereka, alias 'ekspatriat juga' merupakan sosok-sosok yang sangat patut diacungi jempol. Geliat ekonomi Kuwait berada di tangan mereka, para pelanggan setia pasar ini kian ramai karena senang dengan pelayanan dan kebaikan hati mereka.



Meta sedang mencoba menawar harga Tenggiri



Bang Sayyif membuka gamisnya karena ditarik-tarik kucing, hihihi....



Ini penampakan dari jendela luar samping kanan gedung, kalau dari pintu gerbang depan, tulisan "Fish Marketnya" berwarna terang dan pakai lampu-lampu...


   Kebanyakan pedagang di pasar Ikan adalah orang Bangladesh (muslim), para pengunjung bercampur baur, ada yang asal India, Indonesia, China, orang-orang di Jazirah Arab, juga orang-orang asal Eopa dan Amerika. Pengunjung tinggal memilih ikan yang diinginkan, menanyakan harga dan melakukan penawaran sesuai keinginan. Kalau sudah deal, pedagang akan menyiangi ikan-ikan, memotong-motong sesuai keinginan pembeli, sehingga sampai di rumah~ tinggal menuju dapur dan memasak menu Ikan sesuai selera.

Di Parkiran


"Kapal kita sederhana saja...", sederhana bagi pedagang ini merupakan bukti kosa kata kerendahan hatinya. Sebab kapal-kapal nelayan di Kuwait, penampakannya tidak jauh beda dengan jenis kapal pesiar yang mewah... Subhanalloh!
Memang di halaman-halaman Istana para Kuwaiti, sering 'terparkir kapal-kapal' selain puluhan mobil mewah mereka (mungkin ada yang sedang diperbaiki, atau jadi penambah pajangan di depan rumah gitu... hehehehe) untuk sekedar buat main anak-anaknya di area pantai, ada juga yang untuk menangkap ikan. 

Penampakan Salmonku yang sudah kubumbui, siap digoreng! (^_^)


Karena sudah lama tidak menikmati Salmon sebagaimana di Krakow, saya pun membeli sepotong Salmon. Ada bagian ikan yang sudah tinggal separuh, jadi saya pilih saja kecuali bagian kepala. Penjual menimbang potongan Salmon itu, "5 KD." Ujarnya. Saya oke-kan saja dan minta tolong dibersihkan. Setelah Salmon bersih dan dipotong-potong, ternyata menjadi 5 potongan tebal Salmon. Kalau dibandingkan dengan harga Salmon 'Nordich' di Krakow, saya untung banget. Karena biasanya 45 zlotyPLN (sekitar 5 KD juga), hanya mendapat 2 potongan besar dan sepotong kecil Salmon. Itu pun frozen, bukan fresh.

Sedangkan kalau di Indonesia, ogah beli Salmon, segar juga 'gak, tapi mahalnya berlipat:-). Di Indonesia, saya suka "Ikan Gabus, Sepat, dan Mujair..." Itu pun tergantung pengolahannya. Mama dan kakakku kalau mengolah ikan, tak pernah tersisa bau amis, dan goreng Ikan selalu gurih. Jika dipindang atau ditumis, rasanya sedap sekali... *_^ (wuaaaaaargh, jadi mau...>_< hiks). Tapi menu ikan di keluargaku, harus komplet dengan sambal lalapan, apalagi khas 'jokjok plus tempoyak' (lagi-lagi itu spesial masakan Emakku, hiihihi). Kalau kami di tanah rantau, di Kuwait sama saja seperti di Krakow dulu, kalau 'ketemu' nasi panas, ikan goreng dan kecap atau telur dadar dan saos, it's enough... Bahkan lebih dari cukup, walhamdulillah... 


Eits, lupa cerita pas mau bayar Salmon, si pedagang tanya, "Are you Chinese?"
"No, I am Indonesian..." Jawabku. Dan meskipun saya pakai jilbab, dia tetap tanya, "And are you moslem?" :-p ^_^ "Of course, walhamdulillah..." Ujarku lagi.
Lalu katanya, "Okay, it's great! I will give you 4KD for this, special for you...barokalloh muslim!" :-) seraya mengembalikan 6 KD-ku, karena kubayar dengan lembar 10KD. ":-) Syukron...syukron, jazzakulloh, wafiikuum barokalloh..." *Saya irang* trus, Bye-bye dia sama krucils.

Ini judulnya "Sapaan sekilas, diskonnya dahsyat!" Hihihihi. (Soalnya 1 KwD sekarang udah hampir 40 ribu rupiah, dear...*berasa senang banget kalau didiskon kayak gini* :-D)
Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya yah...

Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa menularkan manfaat,
Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤ 

Tetap saling do'a ^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ 
Jangan sungkan 'nge-mention'.

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)


Thursday, July 11, 2013

Pergi Belanja ~ Nebeng Mobil Teman di Kuwait

Assalamu'alaykum dear friends!:-)

Namanya rezeki, internet putus nyambung di Kuwait sekarang, yah disyukuri saja, semoga persahabatan kita gak kayak koneksi internet disini, hihihi.... aamiin.

Ceritanya awal-awal datang di Kuwait, biasanya nebeng mobil keluarga abu Ridho, abu Rizky, atau bapak-ibu lainnya (terutama buat urusan civil ID kan...), pokoknya diaspora Indonesia yg sholeh/at di Kuwait sangat ringan tangan dan siap ditebengin insya Allah :-D. Pas lagi ada senggang weekend beberapa waktu yang lalu, mbak Diana mengajak kami ke Grand Avenue (mal terbesar di Kuwait) yang ternyata sedang ada 'sudut acara' pameran informasi pariwisata Indonesia, gitu...

Jadi, disana jumpa beberapa sobat WNI, bapak-ibu dubes dan keluarganya, serta bapak-ibu KBRI Kuwait (sekalian setor muka jadinya sebagai new comer :-P hehehehe....)

Tidak banyak yang perlu dituliskan, pandangi saja keceriaan kami karena 'kalau gak weekend~berkurung di rumah kayak katak dalam tempurung' hihihi, suhu sudah di atas 50 derajat celcius, dear.... Mau tau gimana rasanya suhu di luar rumah? Hmmmmm, coba nyalakan kompor, biarkan apinya agak besar, dekatkan tangan atau muka beberapa inchi dari api, naaaah.... terasa kobaran api (ada asap-asapnya sampai ke kulit kan?:-D) begitulah kira-kira cuaca di luar rumah saat di Kuwait. Setengah jam ke 'kedai' saja, mandinya bisa dua jam, saking badan langsung kayak kaktus~kering kerontang kalau diajak keluar...hehehehe....

Apalagi bang Azzam sedang sibuk persiapan ujian sekolah tempo hari, ~_~

Rezeki bertubi-tubi setelah mencicipi belanja murah beberapa perlengkapan rumah tangga, kami menikmati bakso khas Swedia yang kuahnya adalah crem kentang yang enak. Lagi pula, beberapa hari sebelumnya, saya nebeng belanja sama ummu Ridho dan punya stok bakso di kulkas juga. Tambah pas ketika civil ID selesai, visa umroh pun kelar. Umroh kami percepat jadwalnya di bulan syaban dengan pertimbangan 'kursi kuota penuh saat ramadhan', teman-teman kasih saran juga bahwa sebaiknya umroh sebelum ramadhan saja jika membawa balita atau anak-anak, Makkah dan Madinah seperti suasana haji kalau sedang ramadhan.

Alhamdulillah, semoga kebahagiaan ini menular di hati kalian semua...

Azzam :-)














Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa mengerjakan segala yang bermanfaat, Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah...^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Wednesday, May 29, 2013

Receh For Books 20013 (projek bang Azzam)




Assalamu'alaykumwrwb.... Tahmid wa sholawat,

Usai membaca salah satu postingan blog di Warung_Blogger, Saya tertarik untuk membantu bang Azzam 'join' projek baru ini : Spesial Receh buat beli buku di akhir tahun. :-) Hostnya di blog ini...

Recehan yang dikumpulkan pada kencleng-kencleng alias cara klasik menabung adalah hal biasa dalam keluarga kami. Saya dan suami menikah ketika masa kuliah, kencleng receh merupakan pos-pos tabungan yang amat bermanfaat buat kami, cara menabung yang menyenangkan. Kalau sudah membeli buku dan keperluan kuliah lainnya, sisa recehan yang 'pos kencleng sudah dijebol' biasanya kami gunakan buat ongkos angkot atau sekedar jajan sup buah dan cimol, hehehe... *memori indah* dan pos kencleng kami tidak pernah kosong, ^_* selalu ada banyak receh buat "siap siaga" kalau ada keperluan mendadak. Alhamdulillah...

Begitu pun bang Azzam, ketika mengenal receh, saat itulah ia mengenal cara menabung ortunya. Maka, Azzam pun memiliki kencleng receh sendiri selama beberapa tahun ini. :-) Azzam biasanya membeli mainan yang diinginkannya, makanan favoritnya serta beberapa souvenir buat nenek kakek dan para sepupunya dengan hasil tabungan sendiri (uang jajan yang dimilikinya selalu punya jatah untuk dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kencleng recehnya... ^_^)

Jadi, saya ajak ikutan projek ini saja sebagai tugas #homeschoolingnya pula, sebab dalam satu tahun ini, bang Azzam berada di tiga negara berbeda, saya harap dia bisa memilih buku-buku istimewa ketika menikmati masa liburan akhir tahun nanti, serta dapat menceritakan pengalaman berharga ketika mengumpulkan receh for books-nya, saat memilih buku yang diinginkannya, sekaligus pada saat menikmati baca buku dengan hasil projek inspiratif ini, dan melupakan kesedihan serta ketegangan suasana ketika pindah lokasi bersama ummi&abinya, aamiin.

Oke...



Mengenai kelanjutan challenge ini, akan aku bikin lagi buat tahun ini dengan peraturan yang sama dengan tahun lalu :

1. Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember

2. Jangan dihitung sampai akhir tahun 2013

3. Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain

4. Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky J

5. Pasang banner Receh for book(s)



Kalau ada pertanyaan, silahkan 'lari' ke blog-hostnya... Buat yang tahun lalu ikutan challenge ini, ditunggu warp-up post-nya!

Happy Reading (^_^)


Salam Ukhuwah... :-)

Barokalloh! ^-^

Sunday, March 16, 2008

Let's Be Friends... forever... :)


Blue sky or rainy day
winter or summer
in sadness or happy smile
when really red or blue
I saw u...
thanks 'coz always beside me
thanks 'coz ur being my friends
wish we can be friends forever


(in badmood ;p,KL6.29. 16-03-2008)

Friends VS Enemies

We always make relationship whenever, say to any good-person "lets be friends" wherever, and hope we can share everything, improve knowledges from our relationship. Although we can choose who are the friends, we can't choose the enemies, and sometimes a friend can be an enemy, or enemy can be a friend...? Although we don't want to have enemy, sometimes this person is present in our life and make we can improve our experiences of life, be patients... be stronger everyday, ;)
today, may be the friend is beside u, but we dont know if he or she could be ur enemy one day...
becarefull everymoment! ;)

Friday, March 7, 2008

Atasi "high emotion"

Qola Rasulullah SAW, "la taghdhob, la taghdob, walaa taghdhob..." (jangan marah, jangan marah, dan jangan marah, inget khan?)

Ada temen yg nanyain, gimana sih mengendalikan rasa marah, cara praktis gitu, lho, 'coz marah2 memang bikin nyesel abis "pelampiasannya", yg lagi marah2 tuh ngerasain banget kalo energinya terbuang sia2 saat "ngamuk2nya kumat", :-P

Saya tulis pengalaman pribadi aja yah, jangan marah2 kalo gak puas nih yah... ;)
Cara kamu mengendalikan diri saat "high emotion" :
1.Sering tilawah qur'an, beneran deh... kalo kamu sering membaca ayat2Nya, dzikrullah, diresapi artinya, kaji bareng2 teman2, dijamin rasa hati sejuk dan tentram slalu deh ...
2.Saat "on"( mo ngamuk2, gitu...), segera wudhu, wudhu, dan wudhu! (dan usahakan selalu dalam keadaan berwudhu, pasti selalu segerr wajahmu, makin cantik n ganteng, dan kesejukan itu akan merasuk ke hati...), sering2lah wudhu (apalagi kita gak tau kapan saat sakaratul maut itu, semoga aja kita "dijemput" dalam keadaan berwudhu, dan khusnul khotimah, amiiin...). Sifat & sikap mudah Marah2 itu asalnya dari syetan, dan syetan itu asalnya dari api, dan api itu bisa dikalahkan dgn air wudhu, :) (itu nasehat ustadz saya dulu, bo'!)
3.Coba nih ya (serius, dicoba lho...) saat kamu mulai emosian, ambil nafas perlahan2, hembuskan... kemudian, hitunglah dgn perlahan2 (dalam hatimu) selama 6 hitungan, misalnya : 6 sahabat dekatmu (ingat2 coba...), 6 masakan favouritemu, 6 warna kesukaanmu, 6 buku yg ada di desk-mu, dll, pokoknya coba aja ingat 6 ... (ini pasti menurunkan kadar kemarahan/ emosimu, ini ilmu psikologis, say...)
4.Kalo' kamu sedang berpikir2, jgn sering mikirin kesalahan2 org lain, kamu harus banyak introspeksi diri. Coba kamu pikirkan sudut pandang org lain, pasti kamu menganalisa hal yg berbeda pula.
5.Ingatlah, catat dalam otakmu setiap wkt, bahwa "marah2" yg sangat tak terkontrol ujung2nya "jelek bersikap", "bicara kotor", dan semua itu sangat menyakitkan bagi "yg dimarahi", bagaimanakah bila kamu di posisinya? sakitkah? Lidah itu lebih tajam dari pada pisau, biasanya org kayak kamu banyak musuh, musuh2 itu datang akibat sang lidah dan perangai.

Btw, "high emotion" yg kumaksud, bukan cuma marah2 doang, tapi semua rasa "yg amat sangat", misalnya "amaaaat sedih", "amaaaat bingung", "amaaaat resah", dll...
Jangat "amaaat2" gitu donk, say... relaks aja, ;) dan jangan stop untuk meyakinkan diri, bahwa segala yg kita lewati "All The Best" yg merupakan ketetapan Allah SWT sebagai "surat cintaNya" buat kita semua.
Oke, itu dulu yah, makasih banyak mau mampir2 slalu, smoga budaya ngeblog menjadi ajang jalinan silaturrahim kita, :)
Masih ada waktu untuk selalu memperbaiki diri, sobat... kita sama2 belajar...
Good luck n wish u always successfull! ;)

Keep smile and try again, again, and again...


"oh,My God! How very difficult to understand this code HTML?! arrrgh!", crying me, puffed me, and very sad while see my template is broken,owh... :(

Ehem, suddenly my lovely son come, then give me his sweetest smile. "keep smile!", Ohhh, he don't angry with me though he can't play his game 'coz I'm using the laptop, so sweet, ;)
I close my window, then we go to my kitchen. We make two glasses of milk, take some chocolates, and enjoy that moment! ;) Hmmm, I'm forget my headache while change my template, so confused use photoshop 'coz learning without teacher... (do u want to be my teacher, please? ;) wehehehe...), and then I try change template again, again, and again, untill this time, :) my lovely son sitdown in front of this notebook too, give me high spirit, :D, ;)
And now... Thumb Up! You can visit here again, and wish u always be my good friends...
Don't forget "keep smile", ;) ur smiles can change situations, give spirit for others also for urself. Good Luck! ;)

Sunday, February 17, 2008

Aliran Rezki dan Datangnya Musibah : Semuanya Nikmat

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya." (hadits shahih muslim no. 7500 hal. 1295).
Biasanya kita diajak untuk selalu bersyukur "saat aliran rezki" senantiasa deras dan lancar,dan harus bersabar "saat datangnya musibah yang melanda". Benar, syukur dan sabar adalah konsep hidup terbaik bagi seorang mukmin. Dan kunci yg paling penting, janganlah "dibeda2kan" antara rezki dan musibah itu. Kalau alam pikiran kita me-menej bahwa rezki itu sangaaaat asyik dinikmati, sedangkan musibah sangaaaat pantas ditangisi dan disesali, maka periksa kembali "lubang2" di hati, ;)

Misalkan Hari ini. Saat kita makan malam di resto yg high-class dgn bergairah mencicipi menu serba lezat, trus tiba2 ada telepon bahwa orangtua sakit, besoknya ada kabar jakarta kebanjiran dan rumah kita juga jadi korban, besoknya anak kita demam, malamnya bertengkar dengan pasangan, ke rumah sakit jalanan macet, pagi2 ke kantor telat, belum sempat bayar tagihan2, teman2 kantor lagi pada nyebelin, bos gak ada di tempat padahal butuh konsul yg sgt penting, ada arsip2 yg hilang, :( :( :(
apakah kita pikir semua hal yg gak enak tsb adalah musibah, dan sangat pantas untuk disesali dan ditangisi? yakinlah, kalau itu ada di benak kita, maka perasaan kita "melewatinya" akan amat sakit, dan berat hati. Dan rasa ikhlas akan ketetapanNya sukar diwujudkan. Tata dan tanamkan dalam perenungan kita bahwa setiap yg terjadi hari ini (rezeki yg melimpah dan musibah yg datang) adalah moment2 yg nikmat. Makan malam yg lezat, adalah nikmat. Berita ortu sakit adalah nikmat (coba pikir aja kalau gak ditelepon, eh, kita gak dikasih tau kalo ortu lagi sakit... tau2nya tambah parah, pasti lebih sedih khan? ). Kebanjiran adalah nikmat (pengalaman saya, :D waktu pernah kebanjiran, sedih banget sih kehilangan puluhan buku :( tapi jd rajin nge-pel, dan rumah makin rapi setelah itu, coz makin banyak yg dibetulin...). Anak demam adalah nikmat (kita makin tau khan jadinya gimana merawat buah hati di kala sakit, dan makin berpengalaman tentunya), dan beragam peristiwa lain "gak nyenengin" yg kita namakan "musibah, pasti semua itu nikmat. Kalau ternyata rasa nikmat itu tidak instant hadir setelah peristiwa, berhusnuzon-lah selalu, mungkin efek nikmatnya besok, lusa, bulan depan, tahun depan, 2 tahun lagi, bahkan saat "kehidupan alam akhirat". [-O<
Mari kita selalu berprasangka bik padaNYA, rezeki dan musibah adalah nikmat. Dengan menikmatinya, kita wujudkan keihlasan... :)

Sekilas support dari nurani :
"Jannah diselimuti dengan perkara-perkara yang dibenci sedangkan neraka diselimuti dengan perkara-perkara yang mengundang syahwat." (Hadits Shohih Muslim no. 7130 hal.1288).

Good luck all!

Wednesday, January 16, 2008

Sayangi Anak-anak...


pic: Bangkok, Azzam's birthday party, august'07



Your Children are not your children
They are the sons and daughters of life’s longing for itself
They come through you but not from you…
And though they are with you yet they belong not to you…”

“Anak-anakmu bukanlah milikmu
Mereka adalah milik kehidupan itu sendiri
Mereka datang melaluimu, tapi bukan darimu…
Dan walaupun mereka bersamamu, tapi mereka bukan milikmu…”

(Kahlil Gibran,”The Prophet”)


Jika anak dibesarkan dengan CELAAN, Maka ia belajar Memaki,
Jika anak dibesarkan dengan PERMUSUHAN, Maka ia belajar Berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan CEMOOHAN, Maka ia belajar Rendah Diri
Jika anak dibesarkan dengan HINAAN, Maka ia belajar Menyesali Diri
Jika anak dibesarkan dengan TOLERANSI, Maka ia belajar Menahan Diri
Jika anak dibesarkan dengan DORONGAN, Maka ia belajar Percaya Diri
Jika anak dibesarkan dengan PUJIAN, Maka ia belajar Menghargai
Jika anak dibesarkan dengan SEBAIK-BAIK PERLAKUAN, Maka ia belajar Keadilan
Jika anak dibesarkan dengan RASA AMAN, Maka ia belajar Menaruh Kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan DUKUNGAN, Maka ia belajar Menyenangi Dirinya
Jika anak dibesarkan dengan KASIH SAYANG dan PERSAHABATAN, Maka
Ia Belajar Menemukan Cinta dalam Kehidupan

(Dorothy Law Nolte,”Children Learn What They Live With”)


Anak-anak adalah cerminan kita...
Mereka meniru dan mencontoh orang tuanya...

Anak-anak adalah charger kita...
Mereka mengisi "batere" kosong dalam jiwa kita...

Anak-anak adalah bekal kita...
Anak-anak sholeh yang kelak mendo'akan kelapangan kubur kita...

Anak-anak adalah harapan kita di dunia...
Mereka tabungan kita di akhirat...

Anak-anak bukanlah sosok yang butuh banyak didikan kita...
Namun mereka adalah sosok-sosok yang bahkan mendidik kita...

Anak-anak...
Dulu kita merasakan indahnya masa menjadi anak-anak...
Dan kini, mari kita berusaha agar anak-anak kita mengenang keindahan yang lebih indah dalam nikmatnya masa anak-anak...

:)

(KL, 16.01.2008.20:13)


Buat anak-anak seisi dunia, "I love u all!!!" :) mmmmmmuach ;)

Dalam Perantauan : Pernahkah Kamu Kangen Ayah Bundamu?



Note: Sebelum berangkat lagi ke Bangkok, november 2007 lalu, foto2 dulu tuh, ;)


kangen? pasti pernah dong.... :D
tapi.... kita jauh dari ayah bunda, nih.... gimana yah? :)
Kita sama2 berdo'a yoook buat mereka... Setelah itu, kita telepon or sms-an nih... atau chatting juga boleh... :D... dijamin, makin kangeeeeen :) he3...


Do'a Anak Untuk Orangtuanya

Bismillahirrohmaanirrohiim...
Segala puji bagi Allah yang telah memerintah kami untuk bersyukur dan berbuat baik kepada ibu dan bapak dan berwasiat agar kami menyayangi mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik kami sewaktu kecil.

Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami. Ampuni, rahmati dan ridhoilah mereka.

Ya Allah ampunilah mereka dengan ampunan yang menyeluruh yang dapat menghapus dosa-dosa mereka yang lampau dan perbuatan buruk yang terus menerus mereka lakukan.

Ya Allah berbuat baiklah kepada mereka sebanyak kebaikan mereka kepada kami setelah dilipatgandakan, dan pandanglah mereka dengan pandangan kasih sayang sebagaimana mereka dahulu memandang kami.

Ya Allah berilah mereka hak rububiyah-Mu yang telah mereka sia-siakan karena sibuk mendidik kami.

Ya Allah maafkanlah segala kekurangan mereka dalam mengabdi kepada-Mu karena mengutamakan kami dan maafkanlah mereka atas segala syubhat yang mereka jalani dalam usaha untuk menghidupi kami.

Walhamdulillaahi Rabbil ‘Alamin...

[ Dikutip dari : Do’a “Birrul Walidain” Karya Syeikh Muhammad Abil Hibb Al-Hadharami At-Tarimi ]

Wednesday, October 3, 2007

Azzam : "I love my friends..."






Hobi baru azzam apa coba ? ^-^ hayyyyo? :) ternyata, Azzam hobi Sekolah + Go to Embassy, ^-^ truss, pas ditanya, knapa... because I love my friends, itu katanya... :)

Eleuh2, jadi terharu... :'( kangen juga sama temen2 zaman kanak2 dulu, :D
Semoga smua temenku sukses dunia - akhirat, amiin :)
Wassalam wrwb...