Photobucket

Friday, March 7, 2008

Atasi "high emotion"

Qola Rasulullah SAW, "la taghdhob, la taghdob, walaa taghdhob..." (jangan marah, jangan marah, dan jangan marah, inget khan?)

Ada temen yg nanyain, gimana sih mengendalikan rasa marah, cara praktis gitu, lho, 'coz marah2 memang bikin nyesel abis "pelampiasannya", yg lagi marah2 tuh ngerasain banget kalo energinya terbuang sia2 saat "ngamuk2nya kumat", :-P

Saya tulis pengalaman pribadi aja yah, jangan marah2 kalo gak puas nih yah... ;)
Cara kamu mengendalikan diri saat "high emotion" :
1.Sering tilawah qur'an, beneran deh... kalo kamu sering membaca ayat2Nya, dzikrullah, diresapi artinya, kaji bareng2 teman2, dijamin rasa hati sejuk dan tentram slalu deh ...
2.Saat "on"( mo ngamuk2, gitu...), segera wudhu, wudhu, dan wudhu! (dan usahakan selalu dalam keadaan berwudhu, pasti selalu segerr wajahmu, makin cantik n ganteng, dan kesejukan itu akan merasuk ke hati...), sering2lah wudhu (apalagi kita gak tau kapan saat sakaratul maut itu, semoga aja kita "dijemput" dalam keadaan berwudhu, dan khusnul khotimah, amiiin...). Sifat & sikap mudah Marah2 itu asalnya dari syetan, dan syetan itu asalnya dari api, dan api itu bisa dikalahkan dgn air wudhu, :) (itu nasehat ustadz saya dulu, bo'!)
3.Coba nih ya (serius, dicoba lho...) saat kamu mulai emosian, ambil nafas perlahan2, hembuskan... kemudian, hitunglah dgn perlahan2 (dalam hatimu) selama 6 hitungan, misalnya : 6 sahabat dekatmu (ingat2 coba...), 6 masakan favouritemu, 6 warna kesukaanmu, 6 buku yg ada di desk-mu, dll, pokoknya coba aja ingat 6 ... (ini pasti menurunkan kadar kemarahan/ emosimu, ini ilmu psikologis, say...)
4.Kalo' kamu sedang berpikir2, jgn sering mikirin kesalahan2 org lain, kamu harus banyak introspeksi diri. Coba kamu pikirkan sudut pandang org lain, pasti kamu menganalisa hal yg berbeda pula.
5.Ingatlah, catat dalam otakmu setiap wkt, bahwa "marah2" yg sangat tak terkontrol ujung2nya "jelek bersikap", "bicara kotor", dan semua itu sangat menyakitkan bagi "yg dimarahi", bagaimanakah bila kamu di posisinya? sakitkah? Lidah itu lebih tajam dari pada pisau, biasanya org kayak kamu banyak musuh, musuh2 itu datang akibat sang lidah dan perangai.

Btw, "high emotion" yg kumaksud, bukan cuma marah2 doang, tapi semua rasa "yg amat sangat", misalnya "amaaaat sedih", "amaaaat bingung", "amaaaat resah", dll...
Jangat "amaaat2" gitu donk, say... relaks aja, ;) dan jangan stop untuk meyakinkan diri, bahwa segala yg kita lewati "All The Best" yg merupakan ketetapan Allah SWT sebagai "surat cintaNya" buat kita semua.
Oke, itu dulu yah, makasih banyak mau mampir2 slalu, smoga budaya ngeblog menjadi ajang jalinan silaturrahim kita, :)
Masih ada waktu untuk selalu memperbaiki diri, sobat... kita sama2 belajar...
Good luck n wish u always successfull! ;)

11 comments:

Eucalyptus said...

Setuju, selalu belajar untuk sabar, sabar dan sabar... karena marah itu sangat dekat dengan perilaku syaiton

arif rahmawan said...

saya akan coba praktekkan...tips ini...

abu-abu said...

menyindir nih yee, ;)

Nartono said...

Semua yg terjadi di muka bumi ini sudah diatur sejak jaman ajali. Jadi, kalo kita di jahatin orang lain, kita harus ridlo karena itu udah takdir kita. Kebanyakan kalo kita di pukul, dimarahin, di jahatin, kita hanya melihat sebatas orang yg melakukanya. Kita tidak melihat siapa yang menggerakan orang tersebut. Yg seharusnya kita perhatikan ,kenapa Allah menggerakan orang lain berbuat ini dan itu kepada kita? Barangkali ini suatu ujian, suatu teguran dll.

Nartono said...

Kalo hight emosi dari diri sendiri kita harus kembalikan kepada ALlah. Bukankah yg membolak-balikan hati itu Allah?

MY Je_BLOGGER said...

Laa haula wala quwwata illa billah.....

Um Ibrahim said...

Salam kenal,

tulisan yang bagus untuk nambah ilmo dan iman :)

Didiet said...

Kalo yg blm nikah blh kasi komen gk ya..Tpi tipsny bgus jg

bidadari_Azzam said...

@ yuk "Ekaliptus", yuk blogmu koq gak bisa kukunjungi lagi, loadingnyo lamo nian yuk...:(

@ didiet, sepertinya kamu salah mengomentari artikel, lho... ;) hehehe...

Freedom for Palestina said...

Kemarahan kaum muslimin atas saudara-saudari yg tertindas di berbagai belahan bumi ini pun selalu diimplementasikan dgn kesabaran yg amat sangat, ukhtiy...namun banyak muslim yg tidak berempati sehingga sering tidak menyadari telah melupakan saudara2nya yg sedang berjuang. Salam perjuangan!

abang batax said...

oke deh, mbak bidadari, trims.