Saturday, October 17, 2015
Nasehat Pecinta Ilmu
Saturday, March 21, 2015
Melepas Kepergian Mamanda
*Edit semasa dalam draft :
Sebenarnya ada perasaan aneh nan berkecamuk, :'( aku heran kenapa air mata tiba-tiba sering jatuh tanpa sebab, tetiba kangen dengan sosok beliau...
kangen disisir dan disuapi makan oleh beliau (maklumlah... dari keenam anak, akulah yang paling sering mondar-mandir ke rumah sakit :-)...)
Melalui hari-hari di akhir tahun 2014, sudah bertambah kuat firasat demi firasat, ada beberapa peristiwa aneh yang sukar untuk dicerna, ohhh qodho dan qodarMu, yaa Allah....
Menit-menit terasa cepat, yang mana awal november 2014 kuteguhkan hati untuk memberikan kejutan mendadak 'pulkam seminggu' ke palembang bersama #TrioBoys :-), sekaligus mempraktekkan accupuncture "Koryo Sooji Chim" yang barusan kupelajari--- lalu dirasakan manfaat besar oleh semua anggota keluarga, walhamdulillah. Lalu keceriaan keluarga bertambah saat mengetahui rahimku tengah dihuni lagi oleh sang mutiara yang dinanti...
Tiada kami menyangka, bahwa mengawali 2015, tsunami air mata keluarga kami tumpah karena harus melepas kepergiannya--- yang saat itu tengah sehat wal'afiat, bahkan berencana seminggu lagi akan kujemput di KLIA-Kuala Lumpur, supaya kembali berlibur bersama anak-cucu....
Subhanalloh ternyata november kejutan seminggu itu adalah pelukan terakhirmu, ma'.... :'(
MasyaAllah, aku tak menyangka bahwa mamandaku 'beristirahat' dalam keadaan tiba-tiba, dalam kondisi kami yang sedang amat merindui suasana 'mesra berkumpul bersama lagi',
bahkan dalam ragam kemudahan kelancaran yang sedemikian terasa sejak menit-menit sakaratul mautnya hingga pengurusan tiket dadakan kami (anak-anak cucundanya),
bahkan pasca pengurusan jenazahnya, tak henti-hentinya nuraniku berkecamuk 'memarahi sudut hati lainnya yang tengah menyesali suasana duka', karena aku sering lupa memanjatkan rasa Syukur kepada Allah SWT, padahal telah tampak di depan mata bahwa saat ajal t'lah tiba, sungguh kemuliaan seorang mukmin pun ditunjukkanNya melalui sakaratul maut dan tanda-tanda pada pengurusan jenazah....
... Ampuni hamba Yaa Allah....
Faghfirlii

Awal Febr, Bismillah... Walhamdulillah...
Masih sesak dadaku...
Kebenaran terasa amat pahit, namun qodarulloh tetap yg terbaik...
Kenyataan adalah luka, tapi harus tetap dijalani...
Kesedihan adalah perih, namun harus dibalut rasa #Syukur
Sejujurnya aku tak pernah siap untuk menghadapi hari pasca kepergiannya, ya Allah...
Tapi beliau adalah milikMu, kami semua dalam kuasa dan kehendakMu.
Dan semua yg bernyawa pasti antri kesana kan, yaa Allah...?! Faghfirlana....
#Reminder buat diri hamba sendiri, bahwa #Sabar adalah perisai seorang hamba yg beriman kepadaNya.
Sabar adalah tali kuat nan meneguhkan hati dalam menjalani segala peristiwa. Sabar adalah pelajaran sepanjang hayat.
Sungguh, tiada keimanan tanpa berbalut kesabaran.
... Kita masih terus belajar merangkak supaya bisa tegak dalam kesabaran, yah sayang.... (kupeluk kakak-kakak dan adikku... Bunda Sari qyHaldi Mb Risa Vtr qJfli, dinda Rita...sweetheart...)
"Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasehat yg baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada #sabar. " ~ Umar bin Khattab r.a.
Peluuuuk erat, my love kangmas~ terima kasih banyak atas segala supportmu...
InsyaAllah husnul khotimah, senantiasa teriring do'a, Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa fu'anha... Buat mamanda hj. Sahla binti h. Abdul Madjid.
Dan :-( 2 hari lagi, sebenarnya adalah "anniversary mama' bapak #45 tahun berumah tangga <3 :-) "
...
Aku masih belajar...
Bahwa praktek selalu lebih sulit dibandingkan teori...
Bahwa kehebatan rencana manusia selalu tiada berarti apa-apa dihempas qodho dan qodarrulloh!
Laa ilaha illallah!
(KL, @bidadari_azzam maret 2015)
Note :
Aku, emak, anak-anak sempat karokean bersama di akhir oktober 2014, lagu fav mama' adalah Sepasang Rusa, Kemesraan, Tombo Ati, dan 'Ketika Tangan dan Kaki berkata-nya Chrisye'
Dan saking sayangnya dengan kami, bayangkan, dua hari sebelum beliau terbujur, beliau menyediakan/menjahitkan kain-kain baru buat anaknya satu-persatu, menyiapkan minyak angin kesukaan kami (satu-persatu), dll... serta sempat memberitahukan nama 'calon cucunya' yang ada di perutku... :-*
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤
#Alhamdulillah 'ala kulli hal, Allah, mohon bimbinganMu, selalu...
Thursday, September 11, 2014
Jika Suatu Saat Kau Jadi Ibu...
🎊
Jadilah seperti Nuwair binti Malik (Radhiyallahu 'Anha) yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya..
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13tahun..
Iadatang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Iakembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) dengan potensinya yang lain..
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an..
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris pencatat wahyu..
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini:
Zaid bin Tsabit (Radhiyallahu 'Anhu)...
☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah (Rahimahallah) yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah..
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taatberibadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu..
Kelak, ia tumbuh menjadi jajaran Ulama Hadits dan ImamMadzhab.
Ia tidak lain adalah...
ImamAhmad bin Hanbal (Rahimahullah)...
☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya .
Seperti Ummu Habibah (Rahimahallah)..
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya..
Ketika sang anak berusia 14tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu..
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu.. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya..
Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin!”..
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin takakrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
ImamSyafi’i (Rahimahullah)...
🍄🍄🍄🌰🌰🌰🌳🌳🌳
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya 'Abdurrahman..
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi ImamMasjidil Haram,dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah ImamMasjidil Haram…”, katanyamemotivasi sang anak..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam Masjidil Haram…”,
Sang Ibu takbosan-bosannya mengingatkan..
Hingga akhirnya 'Abdurrahman benar-benar menjadi ImamMasjidil Haramdan termasuk deretan Ulama berkelas dunia yang disegani..
Kita pasti sering mendengar Murattal-nya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama:
'Abdurrahman As-Sudais (Hafidzahullahu ta'ala)...
🌼🌼🌼
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses..
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu .
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamaranak itu..
Iamenanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor .
Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia..
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999,
Dr. Ahmad Zewail (Hafidzahullahu ta'ala)...
→→→
ماشَــآءَ اللَّـهُ لاَ قُـــوَّةَ إِلاَّ بِاللّـهِ
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa min-dzurriyyatinaa Qurrata a'yun waj-'alnaa lil-Muttaqiinaa Imaamaa..
آميــنَ...آميــنَ...اللَّهُـــمَّ آميــنَ...
آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ :) وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Blog Sedang 'Ngantri' Untuk Dirapikan :-)
Sunday, July 20, 2014
Aku Malu Padamu, yaa Ukhti...
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖
Tahmid wassholawat,
...
GAZA terus bergejolak, menampar jutaan tokoh di dunia yang masih saja sibuk berebut mahkota tahta, harta dan wanita. Tiga lokasi ‘permata dunia’ tak dipedulikan oleh kaum pecinta materi, terbiasa mengumbar obrolan tentang kemewahan kendaraan, berbelanja benda dengan merk ternama, atau berwisata tanpa tujuan taqarrub Ilallah. Yah, Gaza, Syria, dan Mesir…. Tiga lokasi yang pemberitaannya dipecah-pecah dengan bumbu fitnah sana-sini supaya ummat tetap terkota-kotak dan lupa pada identitas diri sebagai satu keluarga : muslim.
Seiring dengan ragam rasa geram, gelisah dan merinding bagi jiwa raga kita atas segala berita dari bumi para syuhada, kuutarakan rasa malu diri kepada saudariku disana, ukhti fillah… Bukan hanya para sisters Palestine yang telah populer seperti sist sarah, Ummu Nidhal, sist Andalib, Hiba, Reem Shalih, Fatimah Umar, Sist Mirvat, Hamadi, Zainab Abu Salim, Sist Wafa, dan banyak lagi. Melainkan kepada semua saudari mukminah nan istiqomah di bumi jihad itu, sungguh aku bermalu diri…
Aku malu padamu, yaa ukhti...
Ketika engkau telah menjadi yatim, piatu atau bahkan kehilangan kedua orang tua, hidupmu sejak kecil sudah terpola mengatur jadwal diri dengan mendalami kitbulloh dan sunnah rasulNya SAW. Sementara aku dan teman-teman wanita di tanah air sibuk bermain boneka, masak-masakan, dan bertabur hadiah dari ayah bunda.
Ketika engkau remaja, duhai ukhti, telah terekam kuat dalam benakmu untuk meneruskan perjuangan para syuhada… Bahkan engkau biarkan ragamu menjadi martir demi menegakkan kalimat tauhid di tanah kiblat pertama muslim sedunia. Astaghfirrulloh, ukhti… teman-teman remaja di tanah pertiwi malah sibuk bergonta-ganti pasangan demi menamai diri sebagai ‘orang modern’ yang menyerap tradisi barat.
Ketika engkau ‘ngefans’ dengan para syuhada, engkau mengenali tokoh-tokoh jihad yang senantiasa memperjuangkan keesaan Allah SWT, yaa ukhti… Kupandangi teman-teman remaja di tanah air asyik mengoleksi foto penyanyi, aktor, dan idola mereka, yang dengan sadar mereka turut menghadiahkan peluru-peluru buatmu, ukhti… Karena kaum kuffar sengaja ‘menerbitkan artis idola’ dengan mendulang dana di setiap acara konser megahnya.
Yaa ukhti, kutatap wajah jelitamu dengan raut ketenangan di sana, padahal jarak kita terpisah benua. Namun menelusup rasa tenang damai dalam relung jiwa, seolah tertular dari senyum semangatmu. Bagai telah lama kukenal, ketika berita tentangmu hadir, lidah turut berbisik mendoakan perjuanganmu, mata membanjir membayangkan ketegaranmu.
Beginilah rasa dalam jiwa kita, yaa ukhti, karena kita adalah sebuah bangunan utuh yang mewarisi pesan ber-illah satu sebagai wasiat Rasulullah Muhammad SAW.
Suatu hari aku membaca berita darimu, engkau berseru takbir dan bersorak girang seraya membersihkan luka saudaramu. Innalillahi, ukhti… Saudara lelakimu syahid, dan engkau ucapkan ‘congrats’ buatnya, sementara media kuffar dan teman-temanku disini sibuk mencemooh keteguhanmu.
Saat berjumpa dengan seorang saudaramu yang baru menyelesaikan sekolah di bumi Eropa, “Selanjutnya tetap meneruskan perjuangan…” ujarnya. Ia tak hanya hafiz quran, melainkan juga menyelesaikan penelitian-penelitian ilmiah yang diimpikan sejak lama, dan well done. Gelar doctor sangat berguna jika bisa mendidik generasi qurani dan mencintai jihad, bukan buat mengincar kursi ‘dosen senior’ dengan pangkat tinggi di universitas seperti desas-desus di tanah antah-berantah itu. Masya Allah, prinsip tegas yang amat kukagumi, yaa ukhti…
Sungguh, aku malu padamu, ukhti....
(Lanjutkan baca disini yah : http://www.islampos.com/aku-malu-padamu-ukhti-bidadari_azzam-122157/ ~_~ )
#Info pics : ragam berita fakta tentang #Gaza #Palestine











