Photobucket
Showing posts with label Sharing. Show all posts
Showing posts with label Sharing. Show all posts

Thursday, September 11, 2014

Jika Suatu Saat Kau Jadi Ibu...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...

Dapat kiriman 'nice reminder' dari seorang sahabat, yang bikin 'mellow', sahabat itu belumlah sempat menjadi 'ibu yang tenang damai didampingi ayah' sampai kini, sebab beliau masih 'memperebutkan hak asuh' bocah-bocah terkasih dengan banyak jadwal sidang pengadilan... *usai perceraian beberapa tahun yang lalu.... :-'(

Semoga segala ikhtiarnya diberkahi Allah SWT, aamiin.
 


JIKA SUATU SAAT NANTI KAU JADI IBU...
🎊

Jadilah seperti Nuwair binti Malik (Radhiyallahu 'Anha) yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya..
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13tahun..
Iadatang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Iakembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) dengan potensinya yang lain..
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an..
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris pencatat wahyu..
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini:
Zaid bin Tsabit (Radhiyallahu 'Anhu)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah (Rahimahallah) yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah..
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taatberibadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu..
Kelak, ia tumbuh menjadi jajaran Ulama Hadits dan ImamMadzhab.
Ia tidak lain adalah...
ImamAhmad bin Hanbal (Rahimahullah)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya .
Seperti Ummu Habibah (Rahimahallah)..
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya..
Ketika sang anak berusia 14tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu..
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu.. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya..
Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin!”..
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin takakrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
ImamSyafi’i (Rahimahullah)...

🍄🍄🍄🌰🌰🌰🌳🌳🌳
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya 'Abdurrahman..
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi ImamMasjidil Haram,dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah ImamMasjidil Haram…”, katanyamemotivasi sang anak..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam Masjidil Haram…”,
Sang Ibu takbosan-bosannya mengingatkan..
Hingga akhirnya 'Abdurrahman benar-benar menjadi ImamMasjidil Haramdan termasuk deretan Ulama berkelas dunia yang disegani..
Kita pasti sering mendengar Murattal-nya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama:
'Abdurrahman As-Sudais (Hafidzahullahu ta'ala)...

🌼🌼🌼
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses..
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu .
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamaranak itu..
Iamenanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor .
Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia..
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999,
Dr. Ahmad Zewail (Hafidzahullahu ta'ala)...

→→→

Sungguh menginspirasi diri, Semoga kita dapat mengoptimalkan ikhtiar dalam menjaga dan mendidik anak-anak kita, yah para ibu shalehat.... ;-) aamin.

ماشَــآءَ اللَّـهُ لاَ قُـــوَّةَ إِلاَّ بِاللّـهِ 

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa min-dzurriyyatinaa Qurrata a'yun waj-'alnaa lil-Muttaqiinaa Imaamaa..

آميــنَ...آميــنَ...اللَّهُـــمَّ آميــنَ...

آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ :) وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 


 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^







Blog Sedang 'Ngantri' Untuk Dirapikan :-)



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...


Foto : Anak-anak #Indonesia di KL yang juara-juara lomba saat buka puasa bersama ^_^

Teman-teman tersayang, saat urusan iktikaf di penghujung ramadhan dengan jadwal yang lebih 'hectic', saya juga cuti internetan, :-). Acara-acara buka bersama pun banyak sekali setiap akhir minggu #Ramadhan. Terima kasih sudah memaklumi, yah...^_^

Usai ramadhan, kami sekeluarga 'full urusan di luar rumah', dua hari raya berturut-turut, banyak undangan 'open house' dari sahabat dekat, ustadz/ah dan teman-teman yang ada disini. Lalu pada hari ke-3 syawal, kami liburan ke Jogja, dua minggu-an... Lanjut 'tepar flu berat' di KL, :-D, yang sekarang masih tersisa serak suara, hehehehe.... #Alhamdulillah 'ala kulli hal...

Pas di Kuala Lumpur lagi, 'gak bisa duduk rapi' tetaaap saja harus wara-wiri, maklumlah #TrioKids sudah langsung masuk sekolah dan sibuk kembali. ^_^ Emaknya 'ikut sekolah lagi' ;-)).

Saya rinduuuuu blog-walking, duduk rapi ngetik-ngetik, apalagi draft tulisanku numpuknya naudzubillah >_<, nah .... Baiklah, sekarang kukatakan pada diri sendiri, "Nikmati saja rasa rindu ini... Berarti masih ada perasaan... :-D", ada seorang sobat dekatku, yang sering chat via WA, beliau tanya, "Masih gak, tiap hari kayak uber-uberan sama waktu???" Kukatakan, " :-(( iyaaa banget.... Kok gak habis-habis juga urusan yah, adaaa saja yang harus dikerjakan, ada banyak tugas yang menunggu untuk diselesaikan...Kirain bisa banyak waktu luang, ih :-p"

"Nah ntuh dia, tandanya kita masih hidup. Dan masih mengutamakan mencari manfaat, soalnya kan kata ulama terdahulu, waktu luang adalah cobaan, waspadai di saat kita memiliki keluangan masa yang banyak, ada yang menyia-nyiakan dan bermaksiat, merugilah diri kita jika terjebak kala itu..."  *Jleb banget #Reminder sobatku, :-*

Cobalah kita semua sama-sama memuhasabah diri, blog yang kita punya "full manfaat" atau mudhorat, blog yang kita punya sudah 'jadi penyelamat dan penular berkah rahmatNya' atau 'jadi ajang maksiat', astaghfirrulloh 100x... *Istighfar seraya ngebayangin, kemarin saya baru saja membantu pengurusan jenazah muslimah disini, nurani berdesis, "....mudah-mudahan kita sempat banyak istighfar, bertaubat sebelum menjadi tanpa nafas lagi seperti sosok jenazah ini..."

Nanti sambung lagi, insya Allah... Salam rindu teman-teman bloggers!

 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^




Wednesday, July 2, 2014

Lima Sifat Puasa bagi Orang yang Sholeh

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Tahmid wassholawat...


Zaman kita masih kecil, rasanya hampir mirip 'kenangannya' kan ;-))... Usai sahur, ke masjid sampai ceramah usai. Kalau pas weekend alias bukan hari sekolah, Kita ikut mamanda ke pasar, membeli buah dan sayuran. Lalu jelang sore membantu (minimal bantuin nyiapin sendok dan piring) menyiapkan menu berbuka puasa. Bahkan ada tradisi 'membuat es buah, kolak pisang, atau es cincau dan cendol, ada kolang-kaling, dll dsb'. *_^

Bertahun-tahun dalam mind-set saya, puasa #Ramadhan diidentikkan dengan 'keistimewaan makanan dan tradisi dalam keluarga', hihihihi.... Sampai masyarakat daerah saya pun, rata-rata sama 'nyiapin soft-drink' dan tempahan pempek serta segambreng kue basah khas kita di penghujung ramadhan, alias 'lebih mementingkan gaya di hari raya eidul fitri' dibandingkan mengoptimalkan ramadhan, astaghfirrulloh....

*Itu zaman dulu, :-). Kenangan di masa lalu, masa itu mamaku selalu tepar sakit pasca hari raya, karena tempahan bolu dan kue menumpuk, baik pesanan dari teman, saudara, atau pun dari yang minta tolong 'disumbang kue saja' :-D. *Sure, emakku biasanya cuma dibawain bahan kue, dan rajin membuatkan siapa saja yang nebeng minta buat kue, hehehehehe....

Sekarang zaman kita berbeda, (atau ada yang gak mau berubah ke arah yang lebih baik? :-/)... Orang tuaku sekarang amat memahami bahwa ramadhan yg dirindukan 'harus dioptimalkan'. Alhamdulillah, keluarga kami tak lagi mengharuskan kolak pisang, cendol-cincau, es buah, dan lainnya itu sebagai menu berbuka puasa. Kita sudah bisa belajar membuka mata hati, apalagi sudah menjelajah benua-benua lain, dan melihat sendiri bahwa di berbagai belahan bumiNya ---masih amat banyak yang terkapar karena lapar. Masya Allah, alangkah indah pelajaran-pelajaran hidup dariMu, duhai Robbi...

Kalau ditanya "Jadi, menu berbukanya apa nih yang spesial?" :-D, saya nyengir saja. Sejak menikah 12 tahun yang lalu, jika ramadhan---kami sering dioleh-olehi kurma dan kacang khas Arab dari sobat dan kerabat dekat. Lantas, sejak delapan tahun di luar negeri, kami terbiasa menyiapkan buah potong yang disiram yogurt atau cukup berbuka dengan kurma dan air putih saja. Benar-benar tak perlu repot-repot menyiapkan waktu khusus buat 'sreng song reng goreng' di dapur, Alhamdulillaah... 

Apalagi usai umroh tahun lalu, seolah kurma harus selalu tersedia di dapur, hihihihi.... *btw kurma ajwa dan Maryam itu lebih murah di malays dibanding di Indo, lho... #Info, hehehe....  Alhamdulillah, awal ramadhan ini, ada lagi dua sahabat dekat yang usai umroh, ^_^ oleh-oleh mereka tentu diantaranya kurma lezat, sudah kami dapat, dengan memanjatkan syukur atas segala nikmat. ~_^ Gak tanggung, kucuran rezekiNya bertubi-tubi ; kurma tiga box, kacang+kismis, serta beberapa jenis krupuk dan bandeng presto, sebab ada teman-teman yang barusan mudik, atau transit di tanah air usai umroh. :-) Alhamdulillah 'ala kulli haal...

(Note : pengetahuan dan pemahaman bisa mantap kalau belajar dari pengalaman. ^_^)

Saya merenungi perjalanan ramadhan demi ramadhan, negeri demi negeri yang kami jalani atas qodarulloh ini...
Terngiang di telinga, nasehat seorang saudari Ustadzah, dalam tausiyahnya,
"Kepandaian/ kecerdasan tiap manusia ada limit /batasan, tetapi ketidak-tahuan itu adalah tak terbatas... Semakin banyak yang kita pelajari, menyadari bahwa diri adalah manusia lemah, sebagai pribadi yang 'tak tahu apa-apa', sehingga kudu sadar bahwa diri kita tak boleh berhenti belajar."

Bismillah Walhamdulillah... Betapa besar kesempatan kami dalam menemui ramadhan 1435 hijriyyah ini, yaa Robbi... Apabila tahun lalu masih ada kesia-siaan, masih banyak waktu luang yang tak kami optimalkan, masih banyak bentuk kemubaziran dan hal-hal mudhorat lainnya, mohon ampuni kami, yaa Robbul 'izzati. Kami takut apabila puasa ini hanyalah 'menahan lapar dan dahaga saja'....

#Share Forward Nasehat Imam Ghazali, Bahwa ada 5 Sifat Puasa bagi orang-orang yg sholeh, yaitu :

1. Puasa Mata (dengan menahan mata dari melihat hal-hal yang dilarangNYA)

2. Puasa Lidah (dengan menahan lisan dari ucapan yg keji, yg menyakiti pendengarnya...)

3. Puasa Telinga (dengan menahan telinga dari mendengar hal-hal yg mungkar)

4. Menjauhi mubazir, tidak berlebihan kala berbuka puasa. Lebih banyak jumlah makanan yg diberikan kepada saudara-saudarinya dibandingkan makanan yg buat lambung sendiri... Alias tetap sederhana, tidak mengistimewakan menu pribadi.

5. Puasa hati, kondisi hati tetap berada di antara takut dan harap. Ada bimbang jika puasa tidak diterima Allah SWT dikarenakan melakukan perkara (maksiat) yang dilarang-Nya. 


Sebegitu berhati-hati dan mawas dirinya, sehingga berkaca, bahwa diri ini masih jauh dari kelima sifat puasa tersebut.... Faghfirlana... 

Akhlak dan Puasa

Puasa menanamkan sifat berbudi bahasa, sopan dan menjauhi sifat suka memaki dan memekik tak tentu arah...

Puasa menumbuhkan sifat santun, mengendalikan diri ketika marah, menahan nafsu yang bergemuruh dan menjadi lapang dada. Hal ini diresapi melalui ayat yang menyatakan sifat ibadah orang yang bertaqwa, sosok yang mendalami makna puasa. Firman Allah:

“Dan orang-orang yang mena
han amarahnya dan memafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Ali-Imran: 134)

Firman Allah dalam hadith Qudsi :

“Apabila seorang daripada kamu berpuasa maka janganlah ia menuturkan kata-kata yang buruk (keji) dan janganlah menjerit-jerit tidak menentu (hiruk pikuk). Apabila ia dimaki atau dicabar oleh seseorang hendaklah ia berkata saya berpuasa, saya sedang berpuasa”. (HR.Bukhari dan Muslim)


Puasa menanamkan pelajaran komitmen, disiplin, murah hati, mudah memaafkan dan akhlak-akhlak unggul lainnya, sehingga orang di sekitar kita akan melihat tampilan nyata "kondisi kesuksesan" ketika usai menjalani kenikmatan bonus-bonus rewards di sepanjang bulan mulia. 

*penting untuk kita tanamkan dalam jiwa, bagaimana kita amat menginginkan anak-anak sholeh, anak-anak berakhlak mulia, anak-anak pecinta quran dan sunnah.... Sungguh malu diri kita jika sebagai orang tua, belum juga berazzam untuk memperbaiki kelurusan niat, puasa, akhlak, serta bacaan quran kita sendiri... >_<


#Ramadhan Mubarok! Mungkin saat ini adalah ramadhan terakhir kita, semoga dilimpahkanNya kekuatan dan keteguhan hati untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini. Akhlakul karimah adalah identitas dan cara dakwah tercantik bagi seorang muslim, insya Allah...

Wallohu a'lam,

#LoveIslam
 — 

Pic: #TrioKids siap-siap ikutan belanja ;))


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Monday, June 30, 2014

Catatan Ramadhan (1)

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...


#Ramadhan Mubarok, Ramadhan kareem...

Kali ini, saya ingin berbagi secuil #Info sederhana. Yang pertama, berkenaan dengan sahur :-).



Hadits Anas r.a katanya: Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kamu bersahur karena di dalam bersahur itu ada keberkatannya.

عن زيد بن ثابت رضي الله عنه قال تسحرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم قمنا إلى الصلاة قلت كم كان قدر ما بينهما قال خمسين آية

Hadis Zaid bin Thabit r.a katanya: Kami pernah bersahur bersama Rasulullah SAW, Setelah itu kami pun mendirikan sholat Subuh. Kemudian aku bertanya: Berapakah selang waktu di antara keduanya? Baginda menjawab: Kira-kira bacaan lima puluh ayat.

Bersahur hukumnya sunnah, dan sungguh sangat besar manfaatnya, dear....

1) Manfaat untuk diri sendiri. Mendapat tenaga untuk berpuasa. Optimalkan masa sahur dengan makanan yang tepat nutrisi, bukan dengan menambahi banyak asupan kapsul 'penguat puasa'.
2) Mendapat rewards-Nya sebagai pahala kebaikan.

Meninggalkan sahur merupakan kerugian, 'taktik menghidupkan alarm' buat bersahur dapat menjadi tips buat kita. Sewaktu keluarga kami berpuasa di Krakow dan Kuwait (yang pada malam harinya, jarak waktu tidur ke waktu subuh sangat sedikit) tahun lalu, 'alarm' tambahan saya adalah : "miscall" dari dua kakakku di Indonesia. Pokoknya kalau miscall-an  mereka belum dibalas, berarti kami belum bangun untuk sahur. >_< *hihihihi, parah juga yah....

Terhitung sekitar dua atau tiga kali di setiap tahun (mulai ramadhan 2010 di Krakow), kami 'tertidur pulas' tanpa sahur di saat puasa Ramadhan, :-( hiks.... Musim panas, >_<
Mudah-mudahan tahun ini, di Kuala Lumpur 'full suhoor' sebulan penuh, aamiin...

Tips sahur sederhana di keluargaku adalah : 
1. Biasakan untuk makan buah-buahan di waktu jeda saat bangun tengah malam selagi menyiapkan menu utama. Misalkan kurma, mangga, pisang, apel yang dipotong kecil-kecil, dll.

2. Makan nasi tidak banyak. *Hmmm, dulu waktu di Krakow, justru seringnya hanya makan sahur berupa roti gandum pakai keju, yogurt dan minum tanpa gula. Bahkan sulungku lebih kuat, makan sereal dan minum susu saja, padahal puasa kita disana sekitar 21 jam-an. Bang Azzam POL puasanya di empat musim panas berturut-turut, di dua benua berbeda itu sejak 4 tahun lalu. ^_^ masya Allah!

Kalaupun makan nasi, yang dibanyakin adalah lauk dan sayurnya. Hmmmm, dan biasanya kami jarang pakai menu gorengan, 'terasa gak nyaman pas baca quran'. Lauk biasa saya steam atau rebusan.

3. Milih minuman : Hindari soft-drink, tentunya. Perbanyak air putih. Meskipun jadi tambah lancar ke WC karena mau buang air kecil. Biasanya kami minum susu atau teh tanpa gula, atau tehnya pakai madu. Lanjut ditutup dengan air putih hangat. #Alhamdulillah segar! 
Kecukupan air putih kita bisa ditengok dari warna urine, kalau bukan bening jernih, berarti masih kurang minum tuh.... ;-)

#Info kedua, berkenaan dengan 'candid camera' hehehehe... Berhasil ngejepret #Triokids seusai mandi, that's special-time... Ternyata bang Azzam 'ngelonin' adik-adiknya seraya baca #Quran, sementara emaknya sedang beberes pas pulang dari belanja di siang pertama ramadhan 1435 hijriyyah kemarin. Masya Allah, semoga anak-anak ini berada dalam penjagaan terbaikMU, aamiin....


Pic : 
@bidadari_azzam: #Ramadhan #Picture #Family #TrioKids #KL
A big one is reading #Quran  until his two little brothers sleep, Masya Allah! 
#Alhamdulillah 

Lanjut... #Info ketiga adalah nasehat ketika berbuka puasa, ;-), *Repost sebagai pengingat diri setiap tahunnya.

Adab-adab berbuka puasa:

1. Menyegerakan berbuka puasa ketika sudah masuk waktu magrib. Ini sunnah Nabi & untuk menyelisihi Yahudi & Nasrani. Rasululloh SAW bersabda, “Manusia senantiasa diiringi kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR Bukhari & Muslim)

2. Berbuka puasa itu sebelum shalat magrib. Dari Anas berkata, “Rasulullah SAW berbuka puasa sebelum beliau shalat.” (HR Abu Daud, hadits hasan)

3. Berbuka puasa dengan apa? Dari Anas bin Malik berkata, “Nabi berbuka puasa dengan beberapa kurma basah sebelum beliau shalat. Jika tak ada kurma basah maka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering maka beliau minum beberapa teguk air putih.” (HR Abu Daud, hadits shahih)

4. Dari hadits di atas dipahami bahwa berbuka puasa itu maksudnya membatalkan puasa dengan memakan makanan tertentu atau meminum air putih. Jadi berbuka puasa yg dimaksud bukan berupa sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk & air minum. Dalam masyarakat kita, berbuka puasa yg dimaksud hadits di atas disebut takjil. Setelah membatalkan puasa dengan takjil, kemudian shalat magrib. Dengan demikian, shalat maghrib tidak tertunda lama.

5. Termasuk sunnah Nabi SAW, sederhana dalam berbuka puasa & berbuka puasa dengan apa yg ada, tidak mengada-ada dalam hidangan berbuka puasa karena hakikat puasa itu adalah ibadah kepada Allah SWT dengan menahan hawa nafsu.

6. Doa yg dibaca ketika berbuka puasa. Rasululloh SAW bersabda, “Orang yg berpuasa memiliki doa yg tidak akan ditolak yaitu ketika berbuka puasa.” (HR Ibnu Majah, hadits shahih)

Beliau membaca doa ketika berbuka puasa,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Telah hilang dahaga, telah basah kerongkongan, & telah ditetapkan pahala, jika Allah menghendaki. (HR Abu Daud, hadits shahih)

بارك الله فيكم

Itu dulu yah...
Yok, belajar lagi, belajar terus, dan lagi... ^_^
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^


وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sunday, June 15, 2014

Mengenang Sosok Abdullah bin Ummi Maktum ra


Assalamu'alaykum, alhamdulillah, tahmid wa sholawat...


nice pics as #Reminder from my best friend also <3


Abdullah bin Ummi Maktum r.a

Lelaki renta itu, dengan kehalusan hatinya ingin berislam, masya Allah ia menjadi sebab turunnya ayat...
"Abasa watawalla", Rosul SAW pun ditegur oleh Allah SWT karenanya.
Seorang miskin lagi buta, bukan berarti tak lebih utama dari para pemuka negara.
Lelaki renta itu,
Pernah meminta keringanan untuk tidak ikut sholat berjamaah...
Karena dia buta
Karena dia sebatang kara
Karena masjid jauh sekali dari rumahnya...

Tapi tanya Rosululloh SAW,
"Apakah engkau masih mendengar adzan?"
Saat dijawabnya masih,
Maka kata Rosululloh SAW, "kalau begitu berangkatlah."
Lalu, tunduk patuh ia pada perintah
Sekalipun tak pernah ia sanggah
Tiap sholat lima waktu, dirinya sholat berjamaah

Meski fajar masih pekat...
Dan jarak masjid tak dekat
Ia meraba-raba dalam gelap.
Hingga suatu saat,
Kakinya tersandung bongkahan batu
Badannya terjerembab jatuh
Mukanya tersungkur di runcingnya batu-batu
Berdarah-darah... Ya Allah
Setelahnya,
Selalu datang seorang lelaki
Menuntunnya dengan ramah
Pergi dan pulang sholat berjamaah
Setiap hari, setiap lima waktu...

Hingga suatu saat,
Lelaki tua ingin sekali tahu
Siapa gerangan lelaki penolongnya itu
Karena ingin ia doakan
Atas kebajikannya selama ini...
Tetapi kata lelaki itu,
"Jangan sekali-kali kau doakan aku
Dan jangan sekali-kali kau ingin tahu namaku
Karena aku ini adalah iblis."
Sontak lelaki renta itu terkejut,
"Bagaimana mungkin Engkau menuntunku ke masjid, Sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan sholat?"

Iblis menjawab, "Ingatkah dulu saat kau hendak sholat subuh berjamaah,
Kau tersandung batu,
Lalu bongkahannya melukai wajahmu?
Pada saat itu aku mendengar ucapan malaikat,
Bahwa Allah ta'ala telah mengampuni setengah dosamu...
Aku takut kalau engkau tersandung lagi,
lalu Allah SWT menghapuskan setengah dosamu yang lain.
Maka aku selalu menuntunmu ke masjid
Dan mengantarmu pulang".


Lalu, saat tubuh itu merenta...
Makin menua dimakan usia
Datanglah seruan perang Qaddisiyah....

Sang Khalifah Umar r.a mengumpulkan segenap lelaki
Dari seluruh penjuru negeri
Terselip ia, berbaris bersama
Ingin sekali ikut berperang di medan laga
Demi cita-cita mulia

Khalifah Umar r.a melarangnya...
Bagaimana seorang buta lagi renta akan ikut berperang?
Bagaimana jika dia langsung celaka terkena tombak?
Atau justru mencelakai temannya karena tak mampu mengenali sesiapa?

Tapi, lelaki tua itu bersikukuh,
"Tempatkan aku diantara dua pasukan yang berperang
Aku akan membawa panji kemenangan
Aku akan memegangnya erat-erat untuk kalian.
Aku buta, karena itu aku pasti tak akan lari."

Khalifah tak lagi mampu menghalangi.

Lalu semuanya,
Berangkatlah lelaki tua itu ingin menepati janjinya
Dengan baju besi yang dikenakannya
Dan bendera besar yang dibawanya
Dia berjanji akan mengibarkannya senantiasa,
Atau mati terkapar disampingnya.
Lewat pertempuran Qaddisiyah
Persia yang congkak pun kalah
Tapi kemenangan itu tak murah
Dibayar dengan nyawa ratusan syuhada
Terselip diantara mereka
Jenazah lelaki tua
Terkapar berlumuran darah
Sambil memeluk erat sebuah bendera
Sungguh, dia telah menepati janjinya...

Wahai lelaki mulia,
Sesak dadaku membaca kisah hidupmu
Menyungai sudut mataku mengenangmu
Engkau buta, sebatang kara, dan renta
Tapi itu tak membuatmu pasrah dan diam
Meski udzur telah membolehkanmu
Untuk tak kemana-mana, dirumah saja.


Lalu, bagaimana dengan diriku ini?
Aku masih muda
Aku bukan fuqara
Aku tak buta
Jua tak sebatang kara
Tapi kenapa,
sering sekali ada alasan
Untuk tak bersegera?

Lelaki sepertimu,
Dengan segala keterbatasan
Terus mencari-cari alasan
Agar mampu mengambil peran!
Sedang aku, kita...
Dengan segala kemudahan
Sering mencari-cari alasan
Agar boleh tak ikut berperan...
Lalu,
Dengan apa akan kita buktikan
Bahwa kita ini #Islam?

Belajar darinya,
Abdullah bin Ummi Maktum r.a.


#Reminder Sebuah nasehat dari banyak sahabat sholih dan sholihat, Barokalloh! 


Faghfirlana, Salam Ukhuwah!
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Wednesday, February 12, 2014

Cara Mudah Agar Bangun Qiyamullail







Menurut Syeikh Muhammad Solih al-Munajjid, terdapat beberapa faktor penting yang dilihat dapat membantu umat Islam untuk bangun supaya melakukan solat di tengah malam seperti di bawah ini, antara lain : 

 

1. Ikhlas kepada Allah SWT dalam setiap tindakan yang dilakukan guna meraih keridhoan-Nya, yaitu melakukan sholat malam dengan merahasiakannya dari pengetahuan orang lain, ia bertujuan supaya tidak ada rasa riya' dalam diri.


2. Hendaklah bagi orang yang melakukan sholat malam itu, mempunyai perasaan "yakin dalam jiwa" bahwa Allah SWT mengundangnya untuk bangun di tengah malam.


3. Mengetahui sedalam-dalamnya ilmu mengenai kelebihan bangun di tengah malam berdasarkan kajian ilmu dan perbincangan.


4. Memperhatikan kesungguhan individu-individu terdahulu yang kita saksikan bahwa mereka adalah generasi terbaik dengan menjadi perantara atas perkembangan al-Islam sehingga sampai kepada kita. Mereka yang istiqamah dan iltizam melakukan qiyamullail ( Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, generasi khusus para sholihin di kalangan para sahabat dan ulama...), biasanya mereka tidur "tidak terlalu malam", dan baca mengenai kebiasaan mereka.


5. Tidur di atas lambung sebelah kanan akan memudahkan seseorang itu untuk bangun di tengah malam seperti yang ditunjukkan oleh baginda Rasulullah SAW.


6. Tidur dalam keadaan berwhudu seperti ditegaskan oleh Rasulullah SAW, “Apabila kamu hendak masuk tidur, berwudhulah seperti untuk menunaikan sholat.” Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari al-Barra Bin Azib.


7. Bersegera masuk tidur terutama lepas solat Isya' seperti amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.


8. Berzikir dengan wirid-wirid yang Ma’thur seperti Ma’thurat sebelum tidur, sebagai benteng diri dari kejahatan Syaitan dan membantu untuk mudah bangun, atau ayat-ayat pilihan dari al-Quran, baca doa tidur, membaca tiga Qul dan sebagainya.


9. Sebisanya tidur sebentar di siang hari yang dikenali sebagai ‘Qailulah’, yaitu sebelum masuk waktu Dzuhur atau selepasnya, ala kadar setengah jam namun tidur yang berkualitas.


10. Jauhi banyak makan dan minum, kerana bisa mengurangi hasrat untuk bangun di tengah malam.


11. Bertekad sedaya upaya untuk bangun malam dalam setiap keadaan.


12. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat, karena dikenal-pasti sebagai penghalang pertama dan utama dari kebiasaan untuk mudah bangun di tengah malam.


13. Membuat perhitungan diri (muhasabah) jika tidak mampu untuk bangun di tengah malam.

Ketahuilah wahai saudara-saudaraku ...

Qiyamullail adalah ibadah yang mempererat hati kita dengan Allah ta'ala, selain adalah sunnah muakkada yang sangat dianjurkan oleh Nabi SAW. Baginda SAW bersabda, yang artinya, “Hendaklah kamu lakukan sholat di tengah malam, sesungguhnya ini merupakan kebiasaan kepada orang-orang sholeh sebelum kamu, mendekatkan kamu kepada Tuhanmu, juga sebagai penghapus segala dosa, penghalang daripada terjebak kepada maksiat dan dosa, penawar atas penyakit yang ada di tubuh.” Hadis riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi.





     Secara pribadi, saya sendiri 'ada rasa tak tenang' kalau tidak bangun malam, maksimal sejam sebelum adzan subuh, biasanya jadi 'lelet dan telat' dalam beraktivitas paginya kalau melewatkan jam qiyamullail. Mungkin karena sejak kecil, kakek dan orang tua memang membiasakan hal ini. 

     Kalau 'absen', seringnya saya merasa berdosa, mungkin ini cara Allah SWT melimpahkan didikan dan penjagaan terbaikNya kepada hamba. Biasanya prestasi (sejak di zaman sekolah dahulu...) akan berbanding lurus dengan kedisiplinan saat bangun qiyamullail (juga dhuha-time), dan seolah hari yang dijalani 'terasa berat' kalau absen. >_<

     *Ini hanya berbagi tips, semoga tak menjadi suatu sikap berbangga diri, aamiin*

Ada satu hal kecil yang menjadi wasiat ortuku, "Alarm alami...". 

Apakah alarm alami yang khusus itu? :-D hihihi... Alarm alaminya adalah malaikat-malaikat yang diutus Allah SWT di sekitar kita. 

Sejak kecil, kubisikkan kepada 'mereka' ini sebelum tidur, "Assalamu'alaykum malaikat-malaikat yang baik, aku sudah wudhu dan berdoa kepada Allah, supaya kalian membangunkanku pada jam ____, terima kasih yah..." (Kemudian perbanyak istighfar...)


Dan qadarulloh, biasanya kita (maksudnya bukan hanya saya, tapi juga ortu, kakek, dan anggota keluarga lainnya yang praktikum dengan alarm alami ini hehehehe) bangun dengan pas di jam yang kita sebutkan itu, termasuk penyebutan 'sekitar jam ini', masya Allah La hawla wala quwwata illa billah... :-)


Jadi, buat yang cinta taubat, cinta Islam, cinta akan cita-cita akhirat dan berharap segala doa dikabulkanNya, yoook mari teruskan kebiasaan qiyamullail sebagai tameng dan kekuatan kita dalam menghadapi ragam fitnah atas ghazwul fikr yang kian terjadi, wallohu'alam bisshowab.



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 



Sunday, February 2, 2014

Bersepeda



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid wa sholawat...

"Pergi ke pasar ;) beli durian...
Pulangnya nebeng di mobil teman
Meski ketikan jemari absen sebulan
Tak berarti blogku terlupakan..."

^_^

Kali ini kukabarkan bahwa bang Azzam masih belajar bersepeda, hihihi sejak akhir tahun kemarin& pas banyak hari libur awal tahun baru tepatnya, paralel dengan urusan-urusan sekolah, wara-wiri emaknya yang ikut beberapa kelas majelis taklim ibu-ibu sholihat di KL, serta secuil urusan sebagai 'volunteer' dan pencarian alat transportasi keluarga sebagai penghuni baru area KL lagi. 

Saat membeli sepeda, alhamdulillah ada brother driver taxy langgananku yang bisa membantu membawakan sepeda abang sampai ke rumah. :-) (btw JBS- bike, near taman Sri Rampai, it's very good, complet, Mau cari jenis sepeda dan spare-partnya lengkap, mau tambah angin plus minyak di rantai gratis, hehehe... Abang pelayan tokonya pun sangat ramah, kurekomendasikan untuk langsung beli disana, bagi teman-teman yang ada di KL...)

Back to topic, Jadi sela-sela weekend selalu disempatkan buat bersepeda, maksudnya ummi dan abi menemani anak-anak belajar bersepeda, jarak 'kelilingannya' pun masih di area parkiran taman appartemen sewaan kami, ^_^.












Sekarang Bang Azzam jadi tanya-tanya, "Ummi dan abi bisa bersepeda sendirian pas usia berapa tahun?" :-p
"Kalau Ummi, pas usia enam tahun kurang beberapa bulan..." Jawabku.
"Kalau Abi, sama kayak abang deh, hehehehe... Pas sepuluh tahun, baru bisa naik sepeda..." Kata Abu Azzam.
"Waaaaah, hebat! Kayak Jandreks dan kakaknya juga, pergi sekolah pas umur enam tahun sudah naik sepeda..." Celetuk Azzam, mengingat salah satu sobatnya di Krakow ;-).

Sekilas 'ceramah' gara-gara pertanyaan bang Azzam, bahwa setidaknya kita punya beberapa keuntungan nyata dari kegiatan bersepeda, yaitu :
1. Sebagai gerakan ramah lingkungan, bertransportasi 'yg lebih maju' karena tanda peduli terhadap bumi. (Memang bedanya Asia dgn Eropa, salah satunya adalah kalau yg di Asia, doyannya mikirin mobil---mobil dianggap tanda kemewahan. Sedangkan yg di Eropa, doyannya mikirin sepeda, justru sepeda adalah tanda 'high-class'...)
2. Banyak bersepeda berarti hemat bahan bakar (Gas, Bensin, Diesel atau bahan bakar apa saja, hehehehe...), secara tak langsung merupakan 'bantuan hemat bahan bakar' dalam suatu negara. Hemat ongkos! ^_^
3. Pemeliharaan sepeda sangat hemat. Ongkos perawatannya murah dan mudah alias ramah di kantong dan tak menghabiskan banyak waktu untuk merawatnya. (Meskipun di beberapa kawasan Eropa, memang sepeda dianggap koleksi dan hobi yang mahal. Soalnya kalau reparasi mobil, mereka bisa manfaatkan kulkas, mesin cuci, dll yang bekas pakai buat 'ganti onderdil', namun tidak bisa buat asesoris sepeda.)
4. Naik sepeda sangat baik untuk kesehatan (jantung dan otot yang kuat), ini nasehat dari para instruktur senam sejak kita kecil kan? :-)) hehehe...
5. Di jalan raya, pengendara sepeda dapat dengan mudah keluar dari kemacetan, mudah keluar masuk di setiap jalan dan menerobos lalu lintas yang padat. (Ini mantap nih, kalau di Krakow pas tak bersalju, semua orang senang naik sepeda, ada jalur khusus sepeda di jalan raya dan trotoarnya.)
6. Bersepeda adalah cara cepat mengelilingi kota (apalagi kalau kita sedang travelling)
7. Naik sepeda berarti tidak perlu membayar tol, tidak pening urusan parkir, dan lokasi penyimpanan sepeda di depan mall pun tak memiliki tarif mahal seperti parkiran motor/mobil.
8. Bagi para pekerja yang sudah terbiasa naik sepeda untuk bekerja sehari-hari, Asyiknya...tidak harus menyisihkan waktu untuk berolahraga karena ini sendiri adalah suatu latihan/ olahraga. Dengan demikian waktu luang dapat digunakan untuk tugas-tugas lainnya.
9. Pengendara sepeda bisa lebih peka terhadap kondisi perjalanan dan lingkungan. Sesekali kita bisa berhenti dimana saja, tak melewatkan masa tadabur alam, masuk ke taman sebentar dengan memperhatikan kupu-kupu misalnya, hal seperti ini tak dapat kita nikmati saat mengendarai mobil atau motor. Biasanya ada taman-taman kota (Kalau di Krakow) yang tidak boleh dimasuki oleh kendaraan bermotor. Tapi btw, di KL, yang bersepeda biasanya lebih banyak orang asing, termasuk kita. Warga pribumi lebih suka naik mobil. 
10. Kalau sudah terbiasa, regular naik sepeda, fisik dan mental terasa jauh lebih segar---suasana hati lebih baik, ini kurasakan secara nyata, hehehehe... Pengalaman pribadi, pulang pergi sekolah di masa kecil --- bersepeda. 

*Jadi teringat juga, 17-an agustus di 2007, saat di Bangkok dapat hadiah sepeda... :-D, yang waktu itu langsung kukendarai di depan pak dubes, teman-teman WNI dan panitia HUT Kemerdekaan RI padahal sudah vakum 10 tahun dari kegiatan bersepeda, hihihi...




Nanti kita sambung lagi yah...
Di KL sedang long-weekend sampai selasa, ^_^
Jadi lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas kebaikan, insya Allah...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter :@bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)