Photobucket
Showing posts with label #LoveIslam. Show all posts
Showing posts with label #LoveIslam. Show all posts

Saturday, March 21, 2015

Melepas Kepergian Mamanda


...
*Edit semasa dalam draft :
Sebenarnya ada perasaan aneh nan berkecamuk, :'( aku heran kenapa air mata tiba-tiba sering jatuh tanpa sebab, tetiba kangen dengan sosok beliau...
kangen disisir dan disuapi makan oleh beliau (maklumlah... dari keenam anak, akulah yang paling sering mondar-mandir ke rumah sakit :-)...)

Melalui hari-hari di akhir tahun 2014, sudah bertambah kuat firasat demi firasat, ada beberapa peristiwa aneh yang sukar untuk dicerna, ohhh qodho dan qodarMu, yaa Allah....
Menit-menit terasa cepat, yang mana awal november 2014 kuteguhkan hati untuk memberikan kejutan mendadak 'pulkam seminggu' ke palembang bersama #TrioBoys :-), sekaligus mempraktekkan accupuncture "Koryo Sooji Chim" yang barusan kupelajari--- lalu dirasakan manfaat besar oleh semua anggota keluarga, walhamdulillah. Lalu keceriaan keluarga bertambah saat mengetahui rahimku tengah dihuni lagi oleh sang mutiara yang dinanti...

Tiada kami menyangka, bahwa mengawali 2015, tsunami air mata keluarga kami tumpah karena harus melepas kepergiannya--- yang saat itu tengah sehat wal'afiat, bahkan berencana seminggu lagi akan kujemput di KLIA-Kuala Lumpur, supaya kembali berlibur bersama anak-cucu....
Subhanalloh ternyata november kejutan seminggu itu adalah pelukan terakhirmu, ma'.... :'(

MasyaAllah, aku tak menyangka bahwa mamandaku 'beristirahat' dalam keadaan tiba-tiba, dalam kondisi kami yang sedang amat merindui suasana 'mesra berkumpul bersama lagi',
bahkan dalam ragam kemudahan kelancaran yang sedemikian terasa sejak menit-menit sakaratul mautnya hingga pengurusan tiket dadakan kami (anak-anak cucundanya),
bahkan pasca pengurusan jenazahnya, tak henti-hentinya nuraniku berkecamuk 'memarahi sudut hati lainnya yang tengah menyesali suasana duka', karena aku sering lupa memanjatkan rasa Syukur kepada Allah SWT, padahal telah tampak di depan mata bahwa saat ajal t'lah tiba, sungguh kemuliaan seorang mukmin pun ditunjukkanNya melalui sakaratul maut dan tanda-tanda pada pengurusan jenazah....

... Ampuni hamba Yaa Allah....
Faghfirlii


Awal Febr, Bismillah... Walhamdulillah...
Masih sesak dadaku...
Kebenaran terasa amat pahit, namun qodarulloh tetap yg terbaik...
Kenyataan adalah luka, tapi harus tetap dijalani...
Kesedihan adalah perih, namun harus dibalut rasa ‪#‎Syukur‬
Sejujurnya aku tak pernah siap untuk menghadapi hari pasca kepergiannya, ya Allah...
Tapi beliau adalah milikMu, kami semua dalam kuasa dan kehendakMu.
Dan semua yg bernyawa pasti antri kesana kan, yaa Allah...?! Faghfirlana....

‪#‎Reminder‬ buat diri hamba sendiri, bahwa ‪#‎Sabar‬ adalah perisai seorang hamba yg beriman kepadaNya.
Sabar adalah tali kuat nan meneguhkan hati dalam menjalani segala peristiwa. Sabar adalah pelajaran sepanjang hayat.
Sungguh, tiada keimanan tanpa berbalut kesabaran.
... Kita masih terus belajar merangkak supaya bisa tegak dalam kesabaran, yah sayang.... (kupeluk kakak-kakak dan adikku... Bunda Sari qyHaldi Mb Risa Vtr qJfli, dinda Rita...sweetheart...)

"Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasehat yg baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada #sabar. " ~ Umar bin Khattab r.a.
Peluuuuk erat, my love kangmas~ terima kasih banyak atas segala supportmu...


InsyaAllah husnul khotimah, senantiasa teriring do'a, Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa fu'anha... Buat mamanda hj. Sahla binti h. Abdul Madjid.
Dan :-( 2 hari lagi, sebenarnya adalah "anniversary mama' bapak #45 tahun berumah tangga <3 :-) "
...
Aku masih belajar...
Bahwa praktek selalu lebih sulit dibandingkan teori...
Bahwa kehebatan rencana manusia selalu tiada berarti apa-apa dihempas qodho dan qodarrulloh!
Laa ilaha illallah!
(KL, @bidadari_azzam maret 2015)

Note :
Aku, emak, anak-anak sempat karokean bersama di akhir oktober 2014, lagu fav mama' adalah Sepasang Rusa, Kemesraan, Tombo Ati, dan 'Ketika Tangan dan Kaki berkata-nya Chrisye'
Dan saking sayangnya dengan kami, bayangkan, dua hari sebelum beliau terbujur, beliau menyediakan/menjahitkan kain-kain baru buat anaknya satu-persatu, menyiapkan minyak angin kesukaan kami (satu-persatu), dll... serta sempat memberitahukan nama 'calon cucunya' yang ada di perutku... :-*

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ 
#Alhamdulillah 'ala kulli hal, Allah, mohon bimbinganMu, selalu...

Thursday, September 11, 2014

Jika Suatu Saat Kau Jadi Ibu...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...

Dapat kiriman 'nice reminder' dari seorang sahabat, yang bikin 'mellow', sahabat itu belumlah sempat menjadi 'ibu yang tenang damai didampingi ayah' sampai kini, sebab beliau masih 'memperebutkan hak asuh' bocah-bocah terkasih dengan banyak jadwal sidang pengadilan... *usai perceraian beberapa tahun yang lalu.... :-'(

Semoga segala ikhtiarnya diberkahi Allah SWT, aamiin.
 


JIKA SUATU SAAT NANTI KAU JADI IBU...
🎊

Jadilah seperti Nuwair binti Malik (Radhiyallahu 'Anha) yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya..
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13tahun..
Iadatang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Iakembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) dengan potensinya yang lain..
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an..
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris pencatat wahyu..
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini:
Zaid bin Tsabit (Radhiyallahu 'Anhu)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah (Rahimahallah) yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah..
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taatberibadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu..
Kelak, ia tumbuh menjadi jajaran Ulama Hadits dan ImamMadzhab.
Ia tidak lain adalah...
ImamAhmad bin Hanbal (Rahimahullah)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya .
Seperti Ummu Habibah (Rahimahallah)..
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya..
Ketika sang anak berusia 14tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu..
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu.. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya..
Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin!”..
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin takakrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
ImamSyafi’i (Rahimahullah)...

🍄🍄🍄🌰🌰🌰🌳🌳🌳
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya 'Abdurrahman..
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi ImamMasjidil Haram,dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah ImamMasjidil Haram…”, katanyamemotivasi sang anak..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam Masjidil Haram…”,
Sang Ibu takbosan-bosannya mengingatkan..
Hingga akhirnya 'Abdurrahman benar-benar menjadi ImamMasjidil Haramdan termasuk deretan Ulama berkelas dunia yang disegani..
Kita pasti sering mendengar Murattal-nya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama:
'Abdurrahman As-Sudais (Hafidzahullahu ta'ala)...

🌼🌼🌼
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses..
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu .
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamaranak itu..
Iamenanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor .
Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia..
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999,
Dr. Ahmad Zewail (Hafidzahullahu ta'ala)...

→→→

Sungguh menginspirasi diri, Semoga kita dapat mengoptimalkan ikhtiar dalam menjaga dan mendidik anak-anak kita, yah para ibu shalehat.... ;-) aamin.

ماشَــآءَ اللَّـهُ لاَ قُـــوَّةَ إِلاَّ بِاللّـهِ 

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa min-dzurriyyatinaa Qurrata a'yun waj-'alnaa lil-Muttaqiinaa Imaamaa..

آميــنَ...آميــنَ...اللَّهُـــمَّ آميــنَ...

آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ :) وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 


 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^







Blog Sedang 'Ngantri' Untuk Dirapikan :-)



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...


Foto : Anak-anak #Indonesia di KL yang juara-juara lomba saat buka puasa bersama ^_^

Teman-teman tersayang, saat urusan iktikaf di penghujung ramadhan dengan jadwal yang lebih 'hectic', saya juga cuti internetan, :-). Acara-acara buka bersama pun banyak sekali setiap akhir minggu #Ramadhan. Terima kasih sudah memaklumi, yah...^_^

Usai ramadhan, kami sekeluarga 'full urusan di luar rumah', dua hari raya berturut-turut, banyak undangan 'open house' dari sahabat dekat, ustadz/ah dan teman-teman yang ada disini. Lalu pada hari ke-3 syawal, kami liburan ke Jogja, dua minggu-an... Lanjut 'tepar flu berat' di KL, :-D, yang sekarang masih tersisa serak suara, hehehehe.... #Alhamdulillah 'ala kulli hal...

Pas di Kuala Lumpur lagi, 'gak bisa duduk rapi' tetaaap saja harus wara-wiri, maklumlah #TrioKids sudah langsung masuk sekolah dan sibuk kembali. ^_^ Emaknya 'ikut sekolah lagi' ;-)).

Saya rinduuuuu blog-walking, duduk rapi ngetik-ngetik, apalagi draft tulisanku numpuknya naudzubillah >_<, nah .... Baiklah, sekarang kukatakan pada diri sendiri, "Nikmati saja rasa rindu ini... Berarti masih ada perasaan... :-D", ada seorang sobat dekatku, yang sering chat via WA, beliau tanya, "Masih gak, tiap hari kayak uber-uberan sama waktu???" Kukatakan, " :-(( iyaaa banget.... Kok gak habis-habis juga urusan yah, adaaa saja yang harus dikerjakan, ada banyak tugas yang menunggu untuk diselesaikan...Kirain bisa banyak waktu luang, ih :-p"

"Nah ntuh dia, tandanya kita masih hidup. Dan masih mengutamakan mencari manfaat, soalnya kan kata ulama terdahulu, waktu luang adalah cobaan, waspadai di saat kita memiliki keluangan masa yang banyak, ada yang menyia-nyiakan dan bermaksiat, merugilah diri kita jika terjebak kala itu..."  *Jleb banget #Reminder sobatku, :-*

Cobalah kita semua sama-sama memuhasabah diri, blog yang kita punya "full manfaat" atau mudhorat, blog yang kita punya sudah 'jadi penyelamat dan penular berkah rahmatNya' atau 'jadi ajang maksiat', astaghfirrulloh 100x... *Istighfar seraya ngebayangin, kemarin saya baru saja membantu pengurusan jenazah muslimah disini, nurani berdesis, "....mudah-mudahan kita sempat banyak istighfar, bertaubat sebelum menjadi tanpa nafas lagi seperti sosok jenazah ini..."

Nanti sambung lagi, insya Allah... Salam rindu teman-teman bloggers!

 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^




Wednesday, July 2, 2014

Lima Sifat Puasa bagi Orang yang Sholeh

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Tahmid wassholawat...


Zaman kita masih kecil, rasanya hampir mirip 'kenangannya' kan ;-))... Usai sahur, ke masjid sampai ceramah usai. Kalau pas weekend alias bukan hari sekolah, Kita ikut mamanda ke pasar, membeli buah dan sayuran. Lalu jelang sore membantu (minimal bantuin nyiapin sendok dan piring) menyiapkan menu berbuka puasa. Bahkan ada tradisi 'membuat es buah, kolak pisang, atau es cincau dan cendol, ada kolang-kaling, dll dsb'. *_^

Bertahun-tahun dalam mind-set saya, puasa #Ramadhan diidentikkan dengan 'keistimewaan makanan dan tradisi dalam keluarga', hihihihi.... Sampai masyarakat daerah saya pun, rata-rata sama 'nyiapin soft-drink' dan tempahan pempek serta segambreng kue basah khas kita di penghujung ramadhan, alias 'lebih mementingkan gaya di hari raya eidul fitri' dibandingkan mengoptimalkan ramadhan, astaghfirrulloh....

*Itu zaman dulu, :-). Kenangan di masa lalu, masa itu mamaku selalu tepar sakit pasca hari raya, karena tempahan bolu dan kue menumpuk, baik pesanan dari teman, saudara, atau pun dari yang minta tolong 'disumbang kue saja' :-D. *Sure, emakku biasanya cuma dibawain bahan kue, dan rajin membuatkan siapa saja yang nebeng minta buat kue, hehehehehe....

Sekarang zaman kita berbeda, (atau ada yang gak mau berubah ke arah yang lebih baik? :-/)... Orang tuaku sekarang amat memahami bahwa ramadhan yg dirindukan 'harus dioptimalkan'. Alhamdulillah, keluarga kami tak lagi mengharuskan kolak pisang, cendol-cincau, es buah, dan lainnya itu sebagai menu berbuka puasa. Kita sudah bisa belajar membuka mata hati, apalagi sudah menjelajah benua-benua lain, dan melihat sendiri bahwa di berbagai belahan bumiNya ---masih amat banyak yang terkapar karena lapar. Masya Allah, alangkah indah pelajaran-pelajaran hidup dariMu, duhai Robbi...

Kalau ditanya "Jadi, menu berbukanya apa nih yang spesial?" :-D, saya nyengir saja. Sejak menikah 12 tahun yang lalu, jika ramadhan---kami sering dioleh-olehi kurma dan kacang khas Arab dari sobat dan kerabat dekat. Lantas, sejak delapan tahun di luar negeri, kami terbiasa menyiapkan buah potong yang disiram yogurt atau cukup berbuka dengan kurma dan air putih saja. Benar-benar tak perlu repot-repot menyiapkan waktu khusus buat 'sreng song reng goreng' di dapur, Alhamdulillaah... 

Apalagi usai umroh tahun lalu, seolah kurma harus selalu tersedia di dapur, hihihihi.... *btw kurma ajwa dan Maryam itu lebih murah di malays dibanding di Indo, lho... #Info, hehehe....  Alhamdulillah, awal ramadhan ini, ada lagi dua sahabat dekat yang usai umroh, ^_^ oleh-oleh mereka tentu diantaranya kurma lezat, sudah kami dapat, dengan memanjatkan syukur atas segala nikmat. ~_^ Gak tanggung, kucuran rezekiNya bertubi-tubi ; kurma tiga box, kacang+kismis, serta beberapa jenis krupuk dan bandeng presto, sebab ada teman-teman yang barusan mudik, atau transit di tanah air usai umroh. :-) Alhamdulillah 'ala kulli haal...

(Note : pengetahuan dan pemahaman bisa mantap kalau belajar dari pengalaman. ^_^)

Saya merenungi perjalanan ramadhan demi ramadhan, negeri demi negeri yang kami jalani atas qodarulloh ini...
Terngiang di telinga, nasehat seorang saudari Ustadzah, dalam tausiyahnya,
"Kepandaian/ kecerdasan tiap manusia ada limit /batasan, tetapi ketidak-tahuan itu adalah tak terbatas... Semakin banyak yang kita pelajari, menyadari bahwa diri adalah manusia lemah, sebagai pribadi yang 'tak tahu apa-apa', sehingga kudu sadar bahwa diri kita tak boleh berhenti belajar."

Bismillah Walhamdulillah... Betapa besar kesempatan kami dalam menemui ramadhan 1435 hijriyyah ini, yaa Robbi... Apabila tahun lalu masih ada kesia-siaan, masih banyak waktu luang yang tak kami optimalkan, masih banyak bentuk kemubaziran dan hal-hal mudhorat lainnya, mohon ampuni kami, yaa Robbul 'izzati. Kami takut apabila puasa ini hanyalah 'menahan lapar dan dahaga saja'....

#Share Forward Nasehat Imam Ghazali, Bahwa ada 5 Sifat Puasa bagi orang-orang yg sholeh, yaitu :

1. Puasa Mata (dengan menahan mata dari melihat hal-hal yang dilarangNYA)

2. Puasa Lidah (dengan menahan lisan dari ucapan yg keji, yg menyakiti pendengarnya...)

3. Puasa Telinga (dengan menahan telinga dari mendengar hal-hal yg mungkar)

4. Menjauhi mubazir, tidak berlebihan kala berbuka puasa. Lebih banyak jumlah makanan yg diberikan kepada saudara-saudarinya dibandingkan makanan yg buat lambung sendiri... Alias tetap sederhana, tidak mengistimewakan menu pribadi.

5. Puasa hati, kondisi hati tetap berada di antara takut dan harap. Ada bimbang jika puasa tidak diterima Allah SWT dikarenakan melakukan perkara (maksiat) yang dilarang-Nya. 


Sebegitu berhati-hati dan mawas dirinya, sehingga berkaca, bahwa diri ini masih jauh dari kelima sifat puasa tersebut.... Faghfirlana... 

Akhlak dan Puasa

Puasa menanamkan sifat berbudi bahasa, sopan dan menjauhi sifat suka memaki dan memekik tak tentu arah...

Puasa menumbuhkan sifat santun, mengendalikan diri ketika marah, menahan nafsu yang bergemuruh dan menjadi lapang dada. Hal ini diresapi melalui ayat yang menyatakan sifat ibadah orang yang bertaqwa, sosok yang mendalami makna puasa. Firman Allah:

“Dan orang-orang yang mena
han amarahnya dan memafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Ali-Imran: 134)

Firman Allah dalam hadith Qudsi :

“Apabila seorang daripada kamu berpuasa maka janganlah ia menuturkan kata-kata yang buruk (keji) dan janganlah menjerit-jerit tidak menentu (hiruk pikuk). Apabila ia dimaki atau dicabar oleh seseorang hendaklah ia berkata saya berpuasa, saya sedang berpuasa”. (HR.Bukhari dan Muslim)


Puasa menanamkan pelajaran komitmen, disiplin, murah hati, mudah memaafkan dan akhlak-akhlak unggul lainnya, sehingga orang di sekitar kita akan melihat tampilan nyata "kondisi kesuksesan" ketika usai menjalani kenikmatan bonus-bonus rewards di sepanjang bulan mulia. 

*penting untuk kita tanamkan dalam jiwa, bagaimana kita amat menginginkan anak-anak sholeh, anak-anak berakhlak mulia, anak-anak pecinta quran dan sunnah.... Sungguh malu diri kita jika sebagai orang tua, belum juga berazzam untuk memperbaiki kelurusan niat, puasa, akhlak, serta bacaan quran kita sendiri... >_<


#Ramadhan Mubarok! Mungkin saat ini adalah ramadhan terakhir kita, semoga dilimpahkanNya kekuatan dan keteguhan hati untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini. Akhlakul karimah adalah identitas dan cara dakwah tercantik bagi seorang muslim, insya Allah...

Wallohu a'lam,

#LoveIslam
 — 

Pic: #TrioKids siap-siap ikutan belanja ;))


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Sunday, June 15, 2014

Tolong-Menolong (Sharing Kelas #Hadits)


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Barokalloh...

Tahmid wa sholawat,
Sekilas kutipan sharing kelas hadits ;-) (bersama Ustadz Baharuddin Ayudin, Kuala Lumpur)
Saudara-saudariku yang dimuliakan oleh Allah SWT, Di bagian akhir #Quran surah al-Maidah ayat 2 (QS.5:2), Allah azza wa jalla memerintahkan kita agar bertolong-menolong dalam perkara kebaikan dan taqwa, dan janganlah kita bertolongan dalam berbuat dosa dan permusuhan, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya azab Allah itu amat berat. #Reminder

Apakah perkara baik yang paling patut kita kerjakan dengan bertolong-tolongan?
Rasululloh SAW bersabda, "Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya."
Maka perkara paling baik yang patut kita kerjakan dengan saling menolong adalah mempergiat/membantu/menyokong/melibatkan diri dalam usaha belajar dan mengajar al-Qur'an.

Dalam hal ini, simak kaitannya, makna #Quran surah al-Baqarah ayat 2 (QS.2:2), Allah menjelaskan bahwa al-Qur'an ini adalah petunjuk buat mereka yang bertaqwa.
Bermacam cara dapat kita lakukan dalam aktivitas keseharian terkait dengan "Tolong-menolong dalam kebaikan" ini, di antara contoh-contoh kecil yang nyata adalah :
1. Gunakan tempat tinggal kita untuk keperluan belajar/ majelis-majelis ilmu.
2. Gunakan uang belanja kita untuk stok-stok air minum atau bersedekah makanan bagi teman-teman/ jamaah dalam majelis-majelis ilmu,
3. Beli beberapa sandal untuk sumbangan di tempat wudhu-masjid atau surau/musholla, para pelajar dan pengajar akan selalu mempergunakan benda ini,
4. Bersama-sama membantu para pengajar dan pelajar yang sedang berobat atau dalam perawatan karena sakit,
5. Gunakan kendaraan kita untuk pergi ke tempat-tempat belajar, bukan ke tempat maksiat, juga untuk mengajak teman-teman dengan memudahkan perjalanannya dalam belajar,
6. Gunakan harta kita untuk membantu para pecinta ilmu, para pengajar dan pelajar yang sedang mengalami kesulitan perekonomiannya, jadilah solusi,
7. Bersama-sama memperbaiki fasilitas untuk pendidikan, membersihkan ruang belajar, dst...
Seta masih banyak aktivitas tolong-menolong lainnya yang terkait dalam bahasan ini.

Penting kita ingat bahwa :
1. Kita perlu bertolong-menolong dalam perkara kebaikan- "Sebaik-baik orang ialah mereka yang belajar dan mengajar al-Qur'an." Ini tanda kecintaan dan bakti kita terhadap perintah Allah SWT dan rasul-Nya SAW.
2. Kita perlu saling-menolong dalam ketaqwaan - "al-Qur'an adalah petunjuk buat orang-orang yang bertaqwa."
Dalam dua keadaan di atas, jelaslah kepada kita bahwa ilmu yang wajib dan paling kita utamakan untuk dipelajari adalah ilmu al-Qur'an. Malulah diri kita jika gelar-gelar kebangsawanan, gelar akademik panjang disandang dibeberkan dalam rangkaian 'nama indah', namun diri kita terlena, tak dapat membaca, memahami, dan mengamalkan al-Qur'an. Faghfirlana...

Semoga Allah ta'ala kurniakan kita semua ilmu yang bermanfaat (yakni ilmu yang dapat menyelamatkan kita di akhirat) & semoga Allah ta'ala jauhkan kita dari jurang termasuk golongan orang-orang yang membelakangi perintah Allah SWT &Rasul-Nya SAW (Simak #Quran Surah 49:1, dengan makna ayatNya). Aamiin...

Wallohu a'lam bisshowab.
Barokalloh!

:-) silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Faghfirlana, Salam Ukhuwah!
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Mengenang Sosok Abdullah bin Ummi Maktum ra


Assalamu'alaykum, alhamdulillah, tahmid wa sholawat...


nice pics as #Reminder from my best friend also <3


Abdullah bin Ummi Maktum r.a

Lelaki renta itu, dengan kehalusan hatinya ingin berislam, masya Allah ia menjadi sebab turunnya ayat...
"Abasa watawalla", Rosul SAW pun ditegur oleh Allah SWT karenanya.
Seorang miskin lagi buta, bukan berarti tak lebih utama dari para pemuka negara.
Lelaki renta itu,
Pernah meminta keringanan untuk tidak ikut sholat berjamaah...
Karena dia buta
Karena dia sebatang kara
Karena masjid jauh sekali dari rumahnya...

Tapi tanya Rosululloh SAW,
"Apakah engkau masih mendengar adzan?"
Saat dijawabnya masih,
Maka kata Rosululloh SAW, "kalau begitu berangkatlah."
Lalu, tunduk patuh ia pada perintah
Sekalipun tak pernah ia sanggah
Tiap sholat lima waktu, dirinya sholat berjamaah

Meski fajar masih pekat...
Dan jarak masjid tak dekat
Ia meraba-raba dalam gelap.
Hingga suatu saat,
Kakinya tersandung bongkahan batu
Badannya terjerembab jatuh
Mukanya tersungkur di runcingnya batu-batu
Berdarah-darah... Ya Allah
Setelahnya,
Selalu datang seorang lelaki
Menuntunnya dengan ramah
Pergi dan pulang sholat berjamaah
Setiap hari, setiap lima waktu...

Hingga suatu saat,
Lelaki tua ingin sekali tahu
Siapa gerangan lelaki penolongnya itu
Karena ingin ia doakan
Atas kebajikannya selama ini...
Tetapi kata lelaki itu,
"Jangan sekali-kali kau doakan aku
Dan jangan sekali-kali kau ingin tahu namaku
Karena aku ini adalah iblis."
Sontak lelaki renta itu terkejut,
"Bagaimana mungkin Engkau menuntunku ke masjid, Sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan sholat?"

Iblis menjawab, "Ingatkah dulu saat kau hendak sholat subuh berjamaah,
Kau tersandung batu,
Lalu bongkahannya melukai wajahmu?
Pada saat itu aku mendengar ucapan malaikat,
Bahwa Allah ta'ala telah mengampuni setengah dosamu...
Aku takut kalau engkau tersandung lagi,
lalu Allah SWT menghapuskan setengah dosamu yang lain.
Maka aku selalu menuntunmu ke masjid
Dan mengantarmu pulang".


Lalu, saat tubuh itu merenta...
Makin menua dimakan usia
Datanglah seruan perang Qaddisiyah....

Sang Khalifah Umar r.a mengumpulkan segenap lelaki
Dari seluruh penjuru negeri
Terselip ia, berbaris bersama
Ingin sekali ikut berperang di medan laga
Demi cita-cita mulia

Khalifah Umar r.a melarangnya...
Bagaimana seorang buta lagi renta akan ikut berperang?
Bagaimana jika dia langsung celaka terkena tombak?
Atau justru mencelakai temannya karena tak mampu mengenali sesiapa?

Tapi, lelaki tua itu bersikukuh,
"Tempatkan aku diantara dua pasukan yang berperang
Aku akan membawa panji kemenangan
Aku akan memegangnya erat-erat untuk kalian.
Aku buta, karena itu aku pasti tak akan lari."

Khalifah tak lagi mampu menghalangi.

Lalu semuanya,
Berangkatlah lelaki tua itu ingin menepati janjinya
Dengan baju besi yang dikenakannya
Dan bendera besar yang dibawanya
Dia berjanji akan mengibarkannya senantiasa,
Atau mati terkapar disampingnya.
Lewat pertempuran Qaddisiyah
Persia yang congkak pun kalah
Tapi kemenangan itu tak murah
Dibayar dengan nyawa ratusan syuhada
Terselip diantara mereka
Jenazah lelaki tua
Terkapar berlumuran darah
Sambil memeluk erat sebuah bendera
Sungguh, dia telah menepati janjinya...

Wahai lelaki mulia,
Sesak dadaku membaca kisah hidupmu
Menyungai sudut mataku mengenangmu
Engkau buta, sebatang kara, dan renta
Tapi itu tak membuatmu pasrah dan diam
Meski udzur telah membolehkanmu
Untuk tak kemana-mana, dirumah saja.


Lalu, bagaimana dengan diriku ini?
Aku masih muda
Aku bukan fuqara
Aku tak buta
Jua tak sebatang kara
Tapi kenapa,
sering sekali ada alasan
Untuk tak bersegera?

Lelaki sepertimu,
Dengan segala keterbatasan
Terus mencari-cari alasan
Agar mampu mengambil peran!
Sedang aku, kita...
Dengan segala kemudahan
Sering mencari-cari alasan
Agar boleh tak ikut berperan...
Lalu,
Dengan apa akan kita buktikan
Bahwa kita ini #Islam?

Belajar darinya,
Abdullah bin Ummi Maktum r.a.


#Reminder Sebuah nasehat dari banyak sahabat sholih dan sholihat, Barokalloh! 


Faghfirlana, Salam Ukhuwah!
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Wednesday, January 8, 2014

Tanggapan Terhadap "Cahaya Hati- AM" anehTv

Assalamu'alaykum sahabat-sahabat...
Tahmid wa sholawat... Ini harus segera dipublikasikan gara-gara sampai berurai air mata menengok orang di tayangan itu, membuka quran pakai tangan kirinya, dan kalimatnya (yang tampak sopan dan bagus) tetapi makna quran yang ditafsirkan jauh dari penafsiran ahli quran hadits seperti biasanya...


Makanya kuulas sedikit disini, #Info beberapa group kajian ilmua dan sahabat #ODOJ beberapa hari yang lalu, salah satunya :
         "...
Ada seorang pesulap & ahli hypno (yg bareng mentalis DC) yang menghilang beberapa bulan, lalu ketika muncul kembali seakan jadi 'ahli tafsir'. Segala-gala ayat dimaknai; tapi dia nggak bisa baca Arabnya, hanya pakai terjemahan lalu di'istinbath' sendiri. 
Jauh dgn tata cara kronologis adab-adab pelajaran Quran Hadits yg selama ini kita terima.

Karena faktor pesona ketenaran, laris diminta ngisi majelis taklim para Ibu muda di Bandung & sekitar. Hasilnya; menurut pantauan kawan-kawan ITJ, ini ajaran ingkar sunnah. 

Yang ikut ngaji jadi aneh; mempertanyakan cara shalat misalnya; "Kan nggak ada di Quran?"
Nama orang ini Abu Marlo. Dan pagi ini jam 04.00 WIB, dia ngisi di AnTV gantiin acara yang biasanya diisi Ust. YM; caranya ada Qari' (bukan dia) bacain Ayat & Terjemah; lalu dari terjemah dia maknai. Dan kalau ustadz Nono nyimak; bisa-bisa langsung demam dengar kengawurannnya.. Allahumma arinal haqqa haqqa, warzuqnattiba'ah. Wa arinal bathila bathila, warzuqnajtinabah..

Tonton "Cahaya Hati antv bersama Abu Marlo Episode 02 Segmen 1" di YouTube - >_<

Dia mentalis, pesulap, hipnoterapis bukan ustadz. Ngawur banget kajiannya. Ada banyak episode yg bisa disimak di youtube. Dia berani tafsirkan ayat tanpa referensi sama sekali hanya dari terjemahan.
...dst "

Salah satu tanggapan pribadiku, teringat akan nasehat para ustadz/dosen zaman kuliah dulu : "Mau jadi ahli tafsir? Kalau tidak lancar bahasa Arabmu, tidak mau hafal quran dan hadits, maka cuma mimpi donk,:-)" (Apa di AnehTv itu 'semua jadi bisa' kalau modal gaya dan fisik doang?! *may be... )

Al-Hafizh Al-Imam Al-Nawawi meriwayatkan:

وعن مالك أيضاً: أنه ربما كان يُسأل عن خمسين مسألة فلا يجيب في واحدة منها، وكان يقول: “من أجاب في مسألة فينبغي قبل الجواب أن يعرض نفسه على الجنة والنار وكيف خلاصه ثم يجيب”.

 “Dari Imam Malik pula bahwa ia pernah ditanya sekitar lima puluh pertanyaan dan ia tidak menjawab satupun pertanyaan tersebut. Dan Imam Malik berkata: “Barangsiapa hendak menjawab suatu permasalahan maka sebelum menjawab, sudah semestinya ia memalingkan dirinya mengingat surga dan neraka dan bagaimana kesudahannya kemudian jawablah.”

وسئل عن مسألة فقال: (لا أدري)، فقيل: هي مسألة خفيفة سهلة، فغضب وقال: (ليس في العلم شيء خفيف)

“Dan ia pernah ditanya tentang suatu permasalahan, dan menjawab: “Saya tidak mengetahuinya” dikatakan padanya: “Ini adalah pertanyaan ringan yang mudah”, perkataan ini membuat Imam Malik marah lantas ia berkata: “Tidak ada hal yang sepele dalam ilmu!”

Mereka adalah para ulama yang masyhur dengan keilmuannya, namun sangat berhati-hati dalam berfatwa, dan tidak menjawab ketika memang merasa tidak mengetahui jawaban yang paling tepat berdasarkan ilmu. Lantas bagaimana dengan kita? Semoga Allah mengampuni kita.

والله أعلم بالصواب


Tanggapan dari Abu Azzam di salah satu millist :

*****         'Alaikum salaam,

 

Ba'da tahmid was Sholawat,

 

Saya baru saja melihat video tsb di youtube, terlihat sekali bahwa tafsirnya agak sedikit (maaf) "ngawur". Contoh adalah di episode 2 segmen 1 dan 2. Ini sangat-sangatlah kacau. Bahkan dasar-dasar tafsir dengan mengutip asbabun nuzul dan tasiran para sahabat saja tidak dikemukakan oleh si pengisi acara. Beberapa ulama semisal Imam Ahmad, Ibnu Katsir dan Abu Al-'Aliyah dalam mengomentari mengenai ayat ini sangatlah berbeda. Mereka bukan membanding antara kewajiban antara Sholat dan membaca, penekanan bukan membacanya, tapi karena sholatnya. Abu-Al-'Aliyah mengatakan bahwa Sholat itu ada 3 attribut:

1. Niat Ikhlas karena Alloh

2. Rasa takut akan pengawasan Alloh, yang nantinya akan mencegah dirinya dari perbuatan Fahsya Wa Munkar

3.Mengingat Alloh dalam Solat dengan membaca Quran

 Sholat sendiri hukumnya wajib meskipun seseorang itu tidak bisa membaca satu ayat pun dalam Al-Quran.

 Yang dibahas sudah jatuh ke ranah Fiqih, jadi bukan sekedar mufassirin lagi, tapi mufassirin + ahlul fiqih, ini jadi lebih berat lagi kajiannya.

Kalau beliau mengutip tafsir tafsir ulama saya rasa masih masuk akal, tapi kalau menerjemahkan tanpa tahu bahasa arab, tanpa paham ilmu Nahwu, dan Balaghah, maka hasilnya akan sangat menakutkan.

Seperti yang sudah disebutkan oleh Pak Emryas bahwa ada syarat minimal seseorang untuk bisa menerjemahkan Al-Quran, salah satunya adalah hafal Al-Quran dan Hafal minimal seribu hadist (ada ulama yang memberi syarat sampai 100 ribu hadis), dan itu belum masuk syarat-syarat tambahan memahami kaedah bahasa arab, ilmu matan dll.

 ...

 

Sayangnya begitulah realita dunia hiburan .Yang tampil di TV belumlah tentu orang yang memilki kapabilitas memadai. Terkadang orang bisa menjadi ustadz karena memiliki suara merdu, wajah tampan, atau pandai melucu sedangkan ilmu atau konten daripada ceramahnya terkadang tidak jelas. Semuanya dilakukan atas dasar rating, sehingga apa yang tampil tergantung peminat televisi dan pemilik stasiun TV.

 

Mirisnya ustadz-ustadz yang mumpuni justru tidak pernah tampil dilayar kaca, mungkin karena kurang tampang, kurang lucu dsb, benar benar hal yang menyedihkan.

 

Rasulullah bersabda

 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari para hambanya secara langsung, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, Sampai tidak tersisa seorang ulamapun maka manusia membuat para pemimpin yang jahil (bodoh), mereka ditanya maka mereka berfatwa dengan tanpa ilmu maka mereka sesat dan menyesatkan" (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu sudah merupakan kewajiban kita untuk ber nahi munkar lewat mengadukan acara ini kepada KPI. Begini caranya:

 

pergi ke website www.kpi.go.id, di kolom kanan bawah ada kotak pengaduan, klik kotak itu untuk buat pengaduan. Contoh isi yang pengaduannya bisa seperti ini:

 

saya melihat program acara Cahaya Hati di ANTV tidak seperti biasa sejak kemunculan pengisi acara yang bernama Abu Marlo. Cara si Pengisi Acara dalam mengupas tafsir ayat Al-Quran tidak sesuai kaidah -kaidah tafsir yang diajarkan oleh para ulama. Hal ini berpotensi menyesatkan kebanyakan masyarakat awam.

Tolong ditindak lanjuti agar apa-apa yang berkaitan dengan agama hanya boleh disampaikan oleh orang yang memiliki kualifikasi memadai. Terima Kasih

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan petunjuk jalan kebenaran oleh Alloh ta'ala.

 

Wassalam,

Allahu'alam *****

Padahal jelas dalam menyampaikan ilmu, kita harus memahami dulu apa yang disampaikan tersebut. 

Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari sifat orang-orang yang sedikit ilmu namun berani banyak berbicara dan berfatwa, sehingga ia termasuk orang yang disabdakan Rasulullaah SAW:

مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَتْهُ مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Barangsiapa berfatwa tanpa ilmu,maka dilaknat oleh Malaikat langit dan bumi.” (HR. Ibn ‘Asaakir dari ‘Ali r.a, hadits ini sanadnya hasan ditakhrij pula oleh al-Hafizh al-Suyuthi dalam kitab al-Jaami’ al-Shaghiir)

Al-Syaikh Al-‘Alim Nawawi al-Bantani menjelaskan hadits ini:

وذلك لكونه أخبر عن حكم الله بغير علم، أفاده العزيزي

“Hal itu karena perbuatannya menjelaskan tentang hukum Allah tanpa ilmu, sebagaimana dijelaskan Imam al-‘Azizi”

(Mirqâtu Shu’ûd al-Tashdîq fî Syarh Sullam al-Tawfîq ilâ Mahabbatillâh ‘alâ al-Tahqîq, Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar al-Jawi al-Syafi’i – Daar al-Kutub al-Islaamiyyah)


Salah satu sohib yang menjadi sukarelawan di KPI, menghimbau bahwa sampaikanlah kegusaran dengan mengadukan secara sopan kepada KPI dan MUI. Yoook, kita peduli, sobat-sobat!

Kalau yang ini, kata hatiku : 

Mudah-mudahan bisa segera ada solusi, 
Kalau Saya, tahu info ini dari beberapa group ODOJ, yang pas juga Ustadzah-ustadzahnya sobat saya sendiri (di KSA dan Kuwait), yang memang tampilan Abu Marlo di yt sudah dilihat oleh banyak Ustadz/ah (yg kompeten) ~ lalu semuanya geleng-geleng kepala, merasa harus bersabar menghadapi ujian ini, 'hampir dipastikan' kerja sama aliran ingkar sunnah + kontribusi besar syiah + investor sepilis (sebagaimana yg para jurnalist ketahui, bhw stasiun TV ybs itu, bbrpa wktu yg lalu, mengutus jurnalis-jurnalisnya ke Israel dan bertemu dgn jubir Israel dan diikuti beberapa tokoh RI pula- termasuk dari majalah T*mpo, anggota komisi TY, dsb...)
*lalu setelahnya, kejadian Egypt dan Syria makin mengganas, >_< faghfirlana, maaf jadi meluas...

Btw, Bagi kita yang sering mengikuti kelas-kelas #Quran dan #Hadits, (termasuk Ustadz-Ustadz di majelis taklim kita, juga guru-guru agama di sekolah-sekolah, sudah pasti punya pengalaman berurutan memperoleh kuliah Nahwu shorof, muthola'ah, tafsir,sirah, qurdist---seri 1 sampai sekian tingkatannya...) Hampir dipastikan bahwa hati merasa perih kalau melihat tayangan Abu Marlo yg 'menyimpulkan makna al-quran' dengan serampangan. 
Memang 'profesi Ustadz' (untuk tayangan publik) di RI belum ada 'sertifikasi'-resmi sebagaimana di Malaysia dan Timur Tengah, namun untuk etika dan norma, seharusnya semua masyarakat sadar, kalau memaknai quran, tak sama dgn siasat gaya sulap. Bahkan teman-teman yang 'Ustadz asli' sering begitu tawadhunya, gakmau dipanggil Ustadz... :-).
Halus sekali penyimpangan dalam ceramah yg disebut sebagai 'tausiyah/ motivasi' Abu Marlo ini, dan lagi-lagi---korbannya adalah masyarakat awam.

Astaghfirrulloh, semoga masyarakat Indonesia senantiasa tegar dan teguh dalam keimanan, dalam menjaga keislaman secara kaffah, dan mampu melalui berbagai cobaan dgn sabar dan menjaga sholat. Aamiin... آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين 


Sejak beberapa hari yg lalu, sudah banyak rekan-rekan yg langsung bertabayyun kepada abu Marlo si pesulap. Ada yg mengirimkan email dan mention di twitter land (termasuk saya :-D) , terutama persoalan 'isi' kajiannya yg benar-benar serampangan, di episode 2~dia menanyakan, "Jadi wajib mana tuh, antara sholat 5 waktu dengan baca quran?" >_< *di atas sudah dibahas*

Karena tidak ada balasan dari Abu Marlo (di hari ke-4 ini)-mungkin dia sibuk syuting atau bisnis lainnya, isi twitternya juga adalah urusan entertaint yg dia geluti, makanya jalan pengaduan ke KPI dan kepada MUI cara yg diambil oleh pribadi-pribadi muslim yg peduli. ^_^

Dan tanggapan MUI, baru muncul yg ini : 

Berikut adalah pernyataan dari tweet Ust Fahmi Salim, MA —Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. 


Subhanalloh... Maha suci Allah yang melimpahkan segala peristiwa berharga setiap saat kepada kita semua, :-).
Ya Allah, tolong jagalah, lindungilah masyarakat Indonesia senantiasa, limpahkan bimbinganmu selalu, Yaa Robbul 'izzati.



Buat Abu Marlo, "Bro, yoook sama-sama belajar, di tempat yang benar, di kelas quran dan hadits, di ma'had atau sekolah Islam yang terpercaya, Pedoman hidup ada 2 bro, yakni #Quran dan #Hadits , berkaitan erat di setiap bahasannya, bro... ^_^, beda dengan belajar sulap dan hipnotis...Balas mention-an aja, bro, pakai bahasa Arab kalau mau, sedikit-sedikit, insya Allah daku bisa paham juga arabic... :-)"

:-/



أستغفر الله 

أستغفر الله

أستغفر الله



Al-Hafizh Al-Nawawi mengisahkan:

وعن الشافعي -وقد سئل عن مسألةٍ فلم يجب-، فقيل له، فقال: “حتى أدري أن الفضل في السكوت أو في الجواب”.

“Dari Al-Imam Al-Syafi’i -pernah ditanya tentang suatu permasalahan dan ia tidak menjawab-, ia berkata: “(Saya tidak akan menjawab) hingga saya mengetahui mana yang lebih utama antara diam atau menjawab.”

Dari Al-Atsram, ia berkata:

سمعتُ أحمد بن حنبل يكثر أن يقول: (لا أدري)

“Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal banyak berkata: “Saya tidak mengetahuinya”

Yakni menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang suatu permasalahan. (Tausiyah Article brother Irfan Abu Naveed)

___
Maaf lahir bathin atas segala hal yang tidak berkenan, semoga kita dapat istiqomah di jalan Islam yang lurus, beroleh taufiq dan hidayahNya sepanjang masa, aamiin...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Friday, December 27, 2013

Puisi Desember



               Desember

(karya : bidadari_Azzam)





Duhai Desember

Aku sambut dengan senyum
Sebagaimana sapaan cinta untuk November Oktober dan sebelumnya
Bisikkanlah kepada Juli dan Agustus
Aku minta maaf karena tak sempat menyapanya

Desember sembilan tahun yang lalu
Ratusan ribu manusia meregang nyawa
Tsunami kiriman bermakna cinta
Tatapan terhenyak serta pesona semesta

Duhai Desember
Enam tahun telah berlalu
Sejak seorang bidadari mungil meninggalkanku
Menengadahkan tangan tanda munajat kepadaMU
Tamparan dan pelajaran dalam tikungan tapak hidupku

Duhai Desember
Lima tahun telah berlalu
Sejak seorang sahabat kecil terkonyol menutup mata
Kelucuan humornya tak terdengar lagi
Nafasnya berhenti di usia seperempat abad


(Pic desember salju #Krakow)


Duhai Desember
Empat tahun telah berlalu
Sejak aku terdampar di bumi salju
Menggapai ukhuwah mesra dalam takdirNya
Menjadi saksi ikrar syahadah atas skenarioNya

Duhai Desember
Tiga tahun telah berlalu
Sejak kudekap sosok mujahidahMu
Berkulit coklat dengan hati suci
Menularkan semangat untuk istiqomah di jalan juangMu

Duhai Desember
Dua tahun telah berlalu
Sejak penundaan undangan menuju istanaMu
Namun keluh tak kan hiasi lidahku
Karena aku yakin dengan kesempurnaan rencanaNya

Duhai Desember
Satu tahun hampir berlalu
Sejak butir-butir salju terakhir menyapaku
Serta deras air mata nan mengantarkan raga ke bandara beku

Dan aku sadar...
Separuh jiwa telah kutitipkan disana
Dalam bilik pertama
Bilik ukhuwah islamiyah di sudut Eropa

Duhai Desember
Hendak kukatakan kepadamu
Bahwa aku tetap seperti dulu
Menghargaimu sebagai hitungan waktu
Sulam asa kepada Sang Maha Penentu

( @bidadari_azzam, senin, 2 des 2013. 6:16 KL)



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter :@bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




Thursday, December 26, 2013

Mengenal Tanaman

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)
Tahmid wa sholawat,

Saya mau kasih pujian buat #TrioKids nih, selama ini sudah rajin membuang sampah di tempat sampah---sejak bayi lhoo say! :-) ... rajin membantu berbelanja, bawa tas 'daur ulang', di saat mudik membantu menyiram tanaman, dan menjauhi sikap 'menginjak rumput', #Alhamdulillah ini sebagai cara menghargai kehidupan yang ada di muka bumi. *Anak-anak sholeh harus menghargai segala ciptaan Allah SWT---peluk anak-anak sholeh!*

Anak-anakku sejak bayi  ada jadwal kuajak 'na spacer' (berkeliling dalam bahasa Poland), tindakan menyapa daun, matahari, awan, udara, dll yang kuajarkan ternyata terekam jelas dalam pikiran mereka. Salut buat dek Zuhud, usianya 2 tahun, kalau mau buang sampah bekas bungkus permen pun yang kecil banget pun, tetap ia mencari lokasi tong sampahnya :-) 
Ini sikap fantastis, dan tidak bisa ditemukan di lingkungan anak-anak Arab #Kuwait. Sewaktu di Kuwait, kami terkaget-kaget melihat remaja dan pemuda dewasa 'Kuwaiti' melemparkan sampah dari dalam mobilnya, besar pula! Yaitu bekas kotak makanan dan lima kaleng bekas soft-drink... :-((
Juga satu peristiwa di lapangan parkir, bak sampah hanya dua meter jaraknya dari si pemuda itu, namun dia memilih melemparkan sampah-sampah dari mobilnya ke tengah halaman parkir tersebut, kardus-bekas nasi, bekas menu fast-food, kaleng-kaleng jus dan kaleng minuman lainnya, cuek pula dengan kebisingan yang ditimbulkan dari lemparan-lemparan tersebut. :-( Naudzubillahi minzaliik!
>_<

Anak-anak kuberitahukan bahwa perbuatan yang tampak jelas terjadi di hadapan mereka itu adalah sebuah pelanggaran, bukan saja melanggar hak sesama manusia yang ingin melihat lingkungan bersih, melainkan hal lebih menyeramkan lagi : pelanggaran terhadap perintah Allah SWT! Bumi kita kan 'tempat hidup' yang akan menerima jasad kita ketika mati, seharusnya dijaga, dirapikan, diperbaiki, bukan malah dihancurkan serta dijadikan TONG sampah, naudzubillah! Allah ta'ala melimpahkan akal pikiran dan raga yang sehat untuk menjaga bumi, sungguh keji jika hidup menjadi perusak bumi dengan 'menghancurkan keasrian dan lingkungan alam'... >_<

Back to topic, sebagai wujud menjaga bumi, #TrioKids juga berkenalan dengan alam, :-). Bulan desember ini, pas dengan bahasan di IPA Abang Azzam, Bang Sayyif pun membahas tentang tanaman.
(^_^)

Azzam dan Sayyif memang sempat mengunjungi Mekar Sari bulan maret lalu, menanam benih dan menyiram tanaman. ^_^
Ternyata mereka girang sekali mengenang keasrian lingkungan hijau (maklumi juga, selama di Krakow kan lingkungan salju dan daun kering mulu, hehehehe...), kalau nengok foto-foto di kompi, teriak-teriak senang, :-D
Makanya antusias saat bu guru menjelaskan bagian tanaman, Sayyif juga di sekolah---mencari tumbuhan putri malu, semak-semak, dan bunga-bunga.

Milih tempat tinggal juga : Suasana kampung-banyak pohon...





Love it!



Bang Sayyif menanam tumbuhan hijau.


Zuhud usai melihat kebun di sekolah abang...




Bang Sayyif melihat pohon rambutan di Gombak.




Istirahat minum es coklat sama Ummi...^_^

Bedanya, pelajaran abang Sayyif sebatas melihat tanaman hijau, menanam& menyiram, mengetahui daun, batang dan bagian akar saja. Sedangkan abang Azzam, sudah harus memahami tentang simbiosis, putik-benang sari dan penyerbukan yang terjadi, serta proses sederhana pembuatan makanan oleh tumbuhan ; manakala tumbuhan menyerap Karbon dioksida hasil buangan kita, lalu mengeluarkan Oksigen segar buat kita :-), *idiiih, jahat banget kalau manusia menginjak-injak tumbuhan, merusak pepohonan ---yang sudah sedemikian baiknya membantu kehidupan manusia kan?! 

Tak terasa, tulisan kok jadi panjang, nih... :-) Jangan bosan mampir kesini yah! Maafkan lahir bathin atas segala khilaf dan hal yang tak berkenan di hati...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)