Photobucket
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts

Thursday, September 11, 2014

Jika Suatu Saat Kau Jadi Ibu...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...

Dapat kiriman 'nice reminder' dari seorang sahabat, yang bikin 'mellow', sahabat itu belumlah sempat menjadi 'ibu yang tenang damai didampingi ayah' sampai kini, sebab beliau masih 'memperebutkan hak asuh' bocah-bocah terkasih dengan banyak jadwal sidang pengadilan... *usai perceraian beberapa tahun yang lalu.... :-'(

Semoga segala ikhtiarnya diberkahi Allah SWT, aamiin.
 


JIKA SUATU SAAT NANTI KAU JADI IBU...
🎊

Jadilah seperti Nuwair binti Malik (Radhiyallahu 'Anha) yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya..
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13tahun..
Iadatang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Iakembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) dengan potensinya yang lain..
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an..
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris pencatat wahyu..
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini:
Zaid bin Tsabit (Radhiyallahu 'Anhu)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah (Rahimahallah) yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah..
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taatberibadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu..
Kelak, ia tumbuh menjadi jajaran Ulama Hadits dan ImamMadzhab.
Ia tidak lain adalah...
ImamAhmad bin Hanbal (Rahimahullah)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya .
Seperti Ummu Habibah (Rahimahallah)..
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya..
Ketika sang anak berusia 14tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu..
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu.. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya..
Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin!”..
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin takakrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
ImamSyafi’i (Rahimahullah)...

🍄🍄🍄🌰🌰🌰🌳🌳🌳
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya 'Abdurrahman..
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi ImamMasjidil Haram,dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah ImamMasjidil Haram…”, katanyamemotivasi sang anak..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam Masjidil Haram…”,
Sang Ibu takbosan-bosannya mengingatkan..
Hingga akhirnya 'Abdurrahman benar-benar menjadi ImamMasjidil Haramdan termasuk deretan Ulama berkelas dunia yang disegani..
Kita pasti sering mendengar Murattal-nya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama:
'Abdurrahman As-Sudais (Hafidzahullahu ta'ala)...

🌼🌼🌼
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses..
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu .
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamaranak itu..
Iamenanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor .
Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia..
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999,
Dr. Ahmad Zewail (Hafidzahullahu ta'ala)...

→→→

Sungguh menginspirasi diri, Semoga kita dapat mengoptimalkan ikhtiar dalam menjaga dan mendidik anak-anak kita, yah para ibu shalehat.... ;-) aamin.

ماشَــآءَ اللَّـهُ لاَ قُـــوَّةَ إِلاَّ بِاللّـهِ 

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa min-dzurriyyatinaa Qurrata a'yun waj-'alnaa lil-Muttaqiinaa Imaamaa..

آميــنَ...آميــنَ...اللَّهُـــمَّ آميــنَ...

آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ :) وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 


 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^







Blog Sedang 'Ngantri' Untuk Dirapikan :-)



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...


Foto : Anak-anak #Indonesia di KL yang juara-juara lomba saat buka puasa bersama ^_^

Teman-teman tersayang, saat urusan iktikaf di penghujung ramadhan dengan jadwal yang lebih 'hectic', saya juga cuti internetan, :-). Acara-acara buka bersama pun banyak sekali setiap akhir minggu #Ramadhan. Terima kasih sudah memaklumi, yah...^_^

Usai ramadhan, kami sekeluarga 'full urusan di luar rumah', dua hari raya berturut-turut, banyak undangan 'open house' dari sahabat dekat, ustadz/ah dan teman-teman yang ada disini. Lalu pada hari ke-3 syawal, kami liburan ke Jogja, dua minggu-an... Lanjut 'tepar flu berat' di KL, :-D, yang sekarang masih tersisa serak suara, hehehehe.... #Alhamdulillah 'ala kulli hal...

Pas di Kuala Lumpur lagi, 'gak bisa duduk rapi' tetaaap saja harus wara-wiri, maklumlah #TrioKids sudah langsung masuk sekolah dan sibuk kembali. ^_^ Emaknya 'ikut sekolah lagi' ;-)).

Saya rinduuuuu blog-walking, duduk rapi ngetik-ngetik, apalagi draft tulisanku numpuknya naudzubillah >_<, nah .... Baiklah, sekarang kukatakan pada diri sendiri, "Nikmati saja rasa rindu ini... Berarti masih ada perasaan... :-D", ada seorang sobat dekatku, yang sering chat via WA, beliau tanya, "Masih gak, tiap hari kayak uber-uberan sama waktu???" Kukatakan, " :-(( iyaaa banget.... Kok gak habis-habis juga urusan yah, adaaa saja yang harus dikerjakan, ada banyak tugas yang menunggu untuk diselesaikan...Kirain bisa banyak waktu luang, ih :-p"

"Nah ntuh dia, tandanya kita masih hidup. Dan masih mengutamakan mencari manfaat, soalnya kan kata ulama terdahulu, waktu luang adalah cobaan, waspadai di saat kita memiliki keluangan masa yang banyak, ada yang menyia-nyiakan dan bermaksiat, merugilah diri kita jika terjebak kala itu..."  *Jleb banget #Reminder sobatku, :-*

Cobalah kita semua sama-sama memuhasabah diri, blog yang kita punya "full manfaat" atau mudhorat, blog yang kita punya sudah 'jadi penyelamat dan penular berkah rahmatNya' atau 'jadi ajang maksiat', astaghfirrulloh 100x... *Istighfar seraya ngebayangin, kemarin saya baru saja membantu pengurusan jenazah muslimah disini, nurani berdesis, "....mudah-mudahan kita sempat banyak istighfar, bertaubat sebelum menjadi tanpa nafas lagi seperti sosok jenazah ini..."

Nanti sambung lagi, insya Allah... Salam rindu teman-teman bloggers!

 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^




Wednesday, July 2, 2014

Lima Sifat Puasa bagi Orang yang Sholeh

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Tahmid wassholawat...


Zaman kita masih kecil, rasanya hampir mirip 'kenangannya' kan ;-))... Usai sahur, ke masjid sampai ceramah usai. Kalau pas weekend alias bukan hari sekolah, Kita ikut mamanda ke pasar, membeli buah dan sayuran. Lalu jelang sore membantu (minimal bantuin nyiapin sendok dan piring) menyiapkan menu berbuka puasa. Bahkan ada tradisi 'membuat es buah, kolak pisang, atau es cincau dan cendol, ada kolang-kaling, dll dsb'. *_^

Bertahun-tahun dalam mind-set saya, puasa #Ramadhan diidentikkan dengan 'keistimewaan makanan dan tradisi dalam keluarga', hihihihi.... Sampai masyarakat daerah saya pun, rata-rata sama 'nyiapin soft-drink' dan tempahan pempek serta segambreng kue basah khas kita di penghujung ramadhan, alias 'lebih mementingkan gaya di hari raya eidul fitri' dibandingkan mengoptimalkan ramadhan, astaghfirrulloh....

*Itu zaman dulu, :-). Kenangan di masa lalu, masa itu mamaku selalu tepar sakit pasca hari raya, karena tempahan bolu dan kue menumpuk, baik pesanan dari teman, saudara, atau pun dari yang minta tolong 'disumbang kue saja' :-D. *Sure, emakku biasanya cuma dibawain bahan kue, dan rajin membuatkan siapa saja yang nebeng minta buat kue, hehehehehe....

Sekarang zaman kita berbeda, (atau ada yang gak mau berubah ke arah yang lebih baik? :-/)... Orang tuaku sekarang amat memahami bahwa ramadhan yg dirindukan 'harus dioptimalkan'. Alhamdulillah, keluarga kami tak lagi mengharuskan kolak pisang, cendol-cincau, es buah, dan lainnya itu sebagai menu berbuka puasa. Kita sudah bisa belajar membuka mata hati, apalagi sudah menjelajah benua-benua lain, dan melihat sendiri bahwa di berbagai belahan bumiNya ---masih amat banyak yang terkapar karena lapar. Masya Allah, alangkah indah pelajaran-pelajaran hidup dariMu, duhai Robbi...

Kalau ditanya "Jadi, menu berbukanya apa nih yang spesial?" :-D, saya nyengir saja. Sejak menikah 12 tahun yang lalu, jika ramadhan---kami sering dioleh-olehi kurma dan kacang khas Arab dari sobat dan kerabat dekat. Lantas, sejak delapan tahun di luar negeri, kami terbiasa menyiapkan buah potong yang disiram yogurt atau cukup berbuka dengan kurma dan air putih saja. Benar-benar tak perlu repot-repot menyiapkan waktu khusus buat 'sreng song reng goreng' di dapur, Alhamdulillaah... 

Apalagi usai umroh tahun lalu, seolah kurma harus selalu tersedia di dapur, hihihihi.... *btw kurma ajwa dan Maryam itu lebih murah di malays dibanding di Indo, lho... #Info, hehehe....  Alhamdulillah, awal ramadhan ini, ada lagi dua sahabat dekat yang usai umroh, ^_^ oleh-oleh mereka tentu diantaranya kurma lezat, sudah kami dapat, dengan memanjatkan syukur atas segala nikmat. ~_^ Gak tanggung, kucuran rezekiNya bertubi-tubi ; kurma tiga box, kacang+kismis, serta beberapa jenis krupuk dan bandeng presto, sebab ada teman-teman yang barusan mudik, atau transit di tanah air usai umroh. :-) Alhamdulillah 'ala kulli haal...

(Note : pengetahuan dan pemahaman bisa mantap kalau belajar dari pengalaman. ^_^)

Saya merenungi perjalanan ramadhan demi ramadhan, negeri demi negeri yang kami jalani atas qodarulloh ini...
Terngiang di telinga, nasehat seorang saudari Ustadzah, dalam tausiyahnya,
"Kepandaian/ kecerdasan tiap manusia ada limit /batasan, tetapi ketidak-tahuan itu adalah tak terbatas... Semakin banyak yang kita pelajari, menyadari bahwa diri adalah manusia lemah, sebagai pribadi yang 'tak tahu apa-apa', sehingga kudu sadar bahwa diri kita tak boleh berhenti belajar."

Bismillah Walhamdulillah... Betapa besar kesempatan kami dalam menemui ramadhan 1435 hijriyyah ini, yaa Robbi... Apabila tahun lalu masih ada kesia-siaan, masih banyak waktu luang yang tak kami optimalkan, masih banyak bentuk kemubaziran dan hal-hal mudhorat lainnya, mohon ampuni kami, yaa Robbul 'izzati. Kami takut apabila puasa ini hanyalah 'menahan lapar dan dahaga saja'....

#Share Forward Nasehat Imam Ghazali, Bahwa ada 5 Sifat Puasa bagi orang-orang yg sholeh, yaitu :

1. Puasa Mata (dengan menahan mata dari melihat hal-hal yang dilarangNYA)

2. Puasa Lidah (dengan menahan lisan dari ucapan yg keji, yg menyakiti pendengarnya...)

3. Puasa Telinga (dengan menahan telinga dari mendengar hal-hal yg mungkar)

4. Menjauhi mubazir, tidak berlebihan kala berbuka puasa. Lebih banyak jumlah makanan yg diberikan kepada saudara-saudarinya dibandingkan makanan yg buat lambung sendiri... Alias tetap sederhana, tidak mengistimewakan menu pribadi.

5. Puasa hati, kondisi hati tetap berada di antara takut dan harap. Ada bimbang jika puasa tidak diterima Allah SWT dikarenakan melakukan perkara (maksiat) yang dilarang-Nya. 


Sebegitu berhati-hati dan mawas dirinya, sehingga berkaca, bahwa diri ini masih jauh dari kelima sifat puasa tersebut.... Faghfirlana... 

Akhlak dan Puasa

Puasa menanamkan sifat berbudi bahasa, sopan dan menjauhi sifat suka memaki dan memekik tak tentu arah...

Puasa menumbuhkan sifat santun, mengendalikan diri ketika marah, menahan nafsu yang bergemuruh dan menjadi lapang dada. Hal ini diresapi melalui ayat yang menyatakan sifat ibadah orang yang bertaqwa, sosok yang mendalami makna puasa. Firman Allah:

“Dan orang-orang yang mena
han amarahnya dan memafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Ali-Imran: 134)

Firman Allah dalam hadith Qudsi :

“Apabila seorang daripada kamu berpuasa maka janganlah ia menuturkan kata-kata yang buruk (keji) dan janganlah menjerit-jerit tidak menentu (hiruk pikuk). Apabila ia dimaki atau dicabar oleh seseorang hendaklah ia berkata saya berpuasa, saya sedang berpuasa”. (HR.Bukhari dan Muslim)


Puasa menanamkan pelajaran komitmen, disiplin, murah hati, mudah memaafkan dan akhlak-akhlak unggul lainnya, sehingga orang di sekitar kita akan melihat tampilan nyata "kondisi kesuksesan" ketika usai menjalani kenikmatan bonus-bonus rewards di sepanjang bulan mulia. 

*penting untuk kita tanamkan dalam jiwa, bagaimana kita amat menginginkan anak-anak sholeh, anak-anak berakhlak mulia, anak-anak pecinta quran dan sunnah.... Sungguh malu diri kita jika sebagai orang tua, belum juga berazzam untuk memperbaiki kelurusan niat, puasa, akhlak, serta bacaan quran kita sendiri... >_<


#Ramadhan Mubarok! Mungkin saat ini adalah ramadhan terakhir kita, semoga dilimpahkanNya kekuatan dan keteguhan hati untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini. Akhlakul karimah adalah identitas dan cara dakwah tercantik bagi seorang muslim, insya Allah...

Wallohu a'lam,

#LoveIslam
 — 

Pic: #TrioKids siap-siap ikutan belanja ;))


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Sunday, June 15, 2014

Tolong-Menolong (Sharing Kelas #Hadits)


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Barokalloh...

Tahmid wa sholawat,
Sekilas kutipan sharing kelas hadits ;-) (bersama Ustadz Baharuddin Ayudin, Kuala Lumpur)
Saudara-saudariku yang dimuliakan oleh Allah SWT, Di bagian akhir #Quran surah al-Maidah ayat 2 (QS.5:2), Allah azza wa jalla memerintahkan kita agar bertolong-menolong dalam perkara kebaikan dan taqwa, dan janganlah kita bertolongan dalam berbuat dosa dan permusuhan, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya azab Allah itu amat berat. #Reminder

Apakah perkara baik yang paling patut kita kerjakan dengan bertolong-tolongan?
Rasululloh SAW bersabda, "Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya."
Maka perkara paling baik yang patut kita kerjakan dengan saling menolong adalah mempergiat/membantu/menyokong/melibatkan diri dalam usaha belajar dan mengajar al-Qur'an.

Dalam hal ini, simak kaitannya, makna #Quran surah al-Baqarah ayat 2 (QS.2:2), Allah menjelaskan bahwa al-Qur'an ini adalah petunjuk buat mereka yang bertaqwa.
Bermacam cara dapat kita lakukan dalam aktivitas keseharian terkait dengan "Tolong-menolong dalam kebaikan" ini, di antara contoh-contoh kecil yang nyata adalah :
1. Gunakan tempat tinggal kita untuk keperluan belajar/ majelis-majelis ilmu.
2. Gunakan uang belanja kita untuk stok-stok air minum atau bersedekah makanan bagi teman-teman/ jamaah dalam majelis-majelis ilmu,
3. Beli beberapa sandal untuk sumbangan di tempat wudhu-masjid atau surau/musholla, para pelajar dan pengajar akan selalu mempergunakan benda ini,
4. Bersama-sama membantu para pengajar dan pelajar yang sedang berobat atau dalam perawatan karena sakit,
5. Gunakan kendaraan kita untuk pergi ke tempat-tempat belajar, bukan ke tempat maksiat, juga untuk mengajak teman-teman dengan memudahkan perjalanannya dalam belajar,
6. Gunakan harta kita untuk membantu para pecinta ilmu, para pengajar dan pelajar yang sedang mengalami kesulitan perekonomiannya, jadilah solusi,
7. Bersama-sama memperbaiki fasilitas untuk pendidikan, membersihkan ruang belajar, dst...
Seta masih banyak aktivitas tolong-menolong lainnya yang terkait dalam bahasan ini.

Penting kita ingat bahwa :
1. Kita perlu bertolong-menolong dalam perkara kebaikan- "Sebaik-baik orang ialah mereka yang belajar dan mengajar al-Qur'an." Ini tanda kecintaan dan bakti kita terhadap perintah Allah SWT dan rasul-Nya SAW.
2. Kita perlu saling-menolong dalam ketaqwaan - "al-Qur'an adalah petunjuk buat orang-orang yang bertaqwa."
Dalam dua keadaan di atas, jelaslah kepada kita bahwa ilmu yang wajib dan paling kita utamakan untuk dipelajari adalah ilmu al-Qur'an. Malulah diri kita jika gelar-gelar kebangsawanan, gelar akademik panjang disandang dibeberkan dalam rangkaian 'nama indah', namun diri kita terlena, tak dapat membaca, memahami, dan mengamalkan al-Qur'an. Faghfirlana...

Semoga Allah ta'ala kurniakan kita semua ilmu yang bermanfaat (yakni ilmu yang dapat menyelamatkan kita di akhirat) & semoga Allah ta'ala jauhkan kita dari jurang termasuk golongan orang-orang yang membelakangi perintah Allah SWT &Rasul-Nya SAW (Simak #Quran Surah 49:1, dengan makna ayatNya). Aamiin...

Wallohu a'lam bisshowab.
Barokalloh!

:-) silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Faghfirlana, Salam Ukhuwah!
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Saturday, April 5, 2014

Tips Cantik Setiap Waktu

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid wassholawat ^_^




Baru diingatkan dalam sebuah tausiyah saudariku nan sholihat... Kushare disini yah, :-)

Ini gara-gara tambah banyaknya perlengkapan tata rias (termasuk produk-produk skin-care) 'gentayangan', dari yang 'abal-abal', hingga yang merk-merk beken, sampai banyak muslimah tergoda untuk memilikinya, hingga ada acara arisan atas produk-produk perawatan tersebut. 

:-( Padahal, cuma kerutan sedikit atau tubuh menjadi gemuk karena usia bertambah, itu berefek positif juga buat pengingat diri, bahwa tambah dekat antrian menuju alam barzah, lho dear! :-)
Saya perhatikan, teman-temanku, baik yang biasanya memang doyan ke salon, ke acara pengajian dan arisan ini-itu, hingga 'level'an Ustadzah dan gurunda, tergoda juga buat 'ikutan' memborong produk kecantikan fisik tersebut, astaghfirrulloh... Iklannya terlalu parah nkalee yah, segitu besar kebohongan pengiklan, toh hasilnya akan tergantung pada si pemakai masing-masing, terkait 'record kasus pada fisiknya', tata cara pemakaian, serta kedisiplinan dalam mengikuti aturan pakai produk tersebut.

Cobalah kita pikirkan kalimat Abu Azzam, "Nanti kalau Allah SWT izinkan kita menuju syurgaNya, maka gratisssss semua, termasuk muka dan tubuh kita adalah dalam keadaan yang sebagus-bagusnya.... Gak ada keriput-keriputan, gak ada bintik coklat atau hitam efek cuaca atau efek suatu makanan, gak ada bagian badan yang sakit-sakitan, semuanya kenikmatan yang utuh di dalamnya, kenikmatan dan keindahan yang tak pernah dibayangkan oleh siapa pun juga..." Masya Allah...

Berapa jam waktu yang kita gunakan untuk ke salon?! Meskipun perawatan sekujur tubuh dan muka di rumah sendiri, sejam-an?! Hitung dananya pula... >_< *minimal 4 juta rupiah, kocek dikeluarkan buat se-set produk terbaru yg lagi hangat pembicaraannya di kalangan teman-teman 'grup pebisnis cantik' sekarang ini. Naaah, -maaf banget- pas lihat hasilnya juga, duhai sobat, 'gak ada perubahan drastis---gitu aja koq, kamu yah tetap aja seorang teman cantik dan sholihat, gak berubah jadi lebih mempesona koq, hehehehe *_^... 

Justru memudar kekaguman padamu yang 'heboh-hebohan' pada alat-alat kecantikan tersebut, karena kamu seolah tak peduli akan kondisi di sekitarmu :-(. Kan dana segitu, coba langsung lempar saja ke rekening saudari kita yang kesulitan bayar bea rawatan anaknya, misal lho... Juga bisa saja cepat beli baju-baju dan makanan buat anak-anak Suriah di pengungsian, buat bantuan iuran sekolah para yatim dan dhuafa yang bertebaran di pelosok nusantara, dan banyak hal lainnya yang lebih terasa manfaatnya. :-)

Dalam suatu sesi pelatihan pengurusan jenazah muslimah, yang jadwal selanjutnya adalah pelatihan singkat tentang penggunaan sebuah produk kecantikan, sister sholihat temanku (yang akan menyampaikan tata cara pemakaian produk tersebut) ternyata mengurungkan niatnya setelah melihat balutan tubuh teman lainnya di dalam kain kafan... Masya Allah, suatu anugerah terindah, hidayahNya menelusup ke dalam rongga-rongga hatinya. Celetuknya, "Insya Allah, lain kali aja yah... Tata cara kecantikan ini soalnya urusan dunia banget. Sedangkan pelajaran memandikan jenazah tadi, bikin merinding, urusan akhirat bangeeeet..." 
Subhanalloh walhamdulillah... 'Pengakuan spontan' bahwa memang mayoritas wanita memperhatikan kondisi kecantikan buat 'hal dunia', untuk urusan cinta dunia semata.... >_<  (yeee, benar kan?! Kalau di depan suami, gak segitu lamanya kalau berdandan, iya kan?!)

Banyak suami yang sholih justru berkata, "Gak usah ribet-ribet, sayang... Aku suka kamu apa adanya, kamu gak dandan pun, sudah amat cantik..." (Iya, kan?! *_^ jujur aja yaaah...)

Kasian juga sama si mbak asisten di rumah, kudu punya tambahan pekerjaan dengan mengelap benda-benda di atas meja rias majikannya, tumpukan alat kecantikan serta jenis-jenis 'set perawatan fisik', kepikiran gak sampai hal ini?! *_* hihihi, soalnya ada maid teman yang curhat seperti ini, dear!

Nah, supaya tak pening-pening, tak fokus pada perawatan fisik nan melelahkan, simak dua hal sebagai kalimat motivasi ini :

1. Kamu selalu cantik, karena Allah SWT senantiasa menjagamu, menciptakanmu dengan sebagus-bagusnya. Camkan itu ^_^

2. Kamu makin cantik jika di kala sendirian~ ibadahmu lebih khusyuk dan lebih banyak amal baik, dibandingkan saat kamu berada di depan orang banyak. 
Noted yeah...

Sekarang tips cantik buatmu :

1---> Matamu sangat cantik, karena kamu melihat kebaikan dan kelebihan orang lain. Mata indahmu menjadi tambah tajam dengan kesabaran atas kekurangan teman-temanmu. (Psssst, bukan dengan cara diwarna-warnai dengan zat kimia itu lho...)
Semua manusia memiliki sisi tercantik di ragam hal dalam hidup, dear.... 

Basuh lelah pada wajah dengan kesegaran wudhumu, selalu... 

*Pernah kutulis di artikel lainnya tentang cantik karena wudhu nan terjaga* ^_^

2---> Miliki bibir dan mulut terindah (paling seksi, istilah orang-orang, :-D) dengan cara : Berucaplah hal-hal yang baik. (Bukan dengan pensil bibir dan pewarnanya yang mencolok...) Tahan lidah diri ketika akan berkata kasar, mencaci, atau hal buruk lainnya. Yakinkan diri bahwa orang-orang di sekitarmu 'aman' dari gangguan perkataan yang diluncurkan sang lidah. Sure, you have beautiful lips, sisters!

Duhai lidah yang cantik, tambah cantik ketika melantunkan al-Quran, ^_^ 

3---> Keseimbangan atau ketenangan, dapatkan hal ini dengan cara terus melangkah ke depan, berpegang teguh dan optimis padaNya, menggali ilmu pengetahuan, serta yakinlah bahwa kamu tak pernah sendirian. Sepanjang usia, jangan kamu hitung jumlah lemak yang bertambah atau berkurang di badan, jangan hitung kerutan pada kulit, jangan hitung bekas-bekas luka usai melahirkan, dsb... Melainkan hitunglah kenikmatan dalam menapaki keberkahan usia, berapa jumlah anak sholeh/ sholihat yang menjadi 'tabungan hakiki', berapa juta pengalaman dan jejak langkahmu di muka bumi, berapa banyak manusia terinspirasi atas akhlaq baikmu, semua hal berupa anugerahNya, tak kan mungkin bisa kita hitung, lebih dari trilyunan jumlahnya.... Apalagi ketika kita (para bunda) yg telah merasakan 'detik persalinan', pernah merasakan operasi dan teraphy atas penyakit serius, seolah telah dilimpahkanNya kesempatan 'lagi' untuk memperbaiki hidup. :-)

Percayalah sobat, sepanjang usiamu, ada yang senantiasa mencintai dan menyayangimu :-). Congrats!

Yok, kian ber #Syukur :-* 



Fabi-ayyi ala-i rabbikuma tukaththibani. Then which of the favours of your Lord will ye deny?

Duhai jiwa, Nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? #Reminder for my self.


Itu dulu yah sayang... Semoga beroleh manfaat, aamiin.
Yok, belajar dulu, belajar lagi, belajar terus, dan lagi... ^_^
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

 

Monday, November 18, 2013

Sekilas Tips Menjaga Stamina di Sela Kesibukan Beraktivitas


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh...   

Tahmid wa sholawat, semoga sahabat-sahabat senantiasa sehat jasmani rohani, dalam penjagaan terbaik-Nya, aamiin.

Apakah kalian adalah pelajar yang sibuk mengerjakan tumpukan tugas dari para guru? Ataukah pekerja dan pengusaha yang harus mondar-mandir 'meeting', berjadwal tugas padat, serta banyaknya target penyelesaian aktivitas sehari-hari? Atau mungkin kalian adalah sisters yang sering 'nyeri bulanan' dan stamina jadi menurun kala periode tersebut? Mungkin juga kalian adalah sosok pebisnis yang mengantarkan banyak 'orderan' secara langsung kepada para pelanggan, atau setiap saat harus siap berlari ke kantor pengiriman paket karena orderan produk dari para pembeli? Atau mungkin 'kegiatan harian' kita mirip? 

Adakah kemiripannya sebagai seorang emak yang subuh-subuh harus bangun, kudu menyiapkan sarapan keluarga, menyiapkan bekal makan siang suami (dan anak-anak yang bersekolah), mondar-mandir nyuapin balita seraya memandikan balita lainnya, mengantar ke sekolah dan menjemput mereka kembali, menanti anak yang TK di sekolahnya, menjawab telepon dan email penting di sela kegiatan, mengganti baju dan membantu makan siang balita di siang hari, mengantarkan anak-anak ke tempat les atau aktivitas sore lainnya, kudu berbelanja, menyiapkan makan malam, dan masih seabrek-abrek 'homeworks' setiap harinya? 


Kelincahan Zuhud di ruang tamu :-D
 

Beberapa pengalaman kecil dan secuil sharing dari pertemuan dengan konsultan kesehatan keluargaku, juga dari banyak sobat yang kujumpai, apalagi yang sudah berusia lebih dewasa (sisters or brothers 40++ misalnya), mengenai tips atau cara menjaga stamina kita di sela kesibukan sehari-hari adalah sebagai berikut :

1. Rutin berolah raga ringan, ini kita masih sering lupa---lupa untuk rutin menjaga kebiasaan ini :-(. Contoh sepele adalah gerakan sholat di 'on time 5 waktu', efeknya besar buat menjaga jasmani rohani, lho dear... :-)

Bahkan ada teman non-muslim yang sudah menjadi muallaf di Krakow, di awal-awal perkenalan kami, dia belajar sholat terlebih dahulu, dan katanya, "Kayak olah raga yang nyaman dan rileks, yah? Semacam ada perpaduan antara hati, gerak tubuh dan istirahatnya pikiran..." :-D Dan yang lebih mencengangkan baginya adalah "seluruh dunia mengetahui tata cara sholat yang seragam---dari guru yang sama, yaitu Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam." :-)

Gerakan ringan lainnya yang bisa dilakukan, terutama buat kita 'para emak' adalah : sit up 20 kali, sebelum tidur dan setelah bangun pagi. Juga peregangan kaki (gerakan agak jongkok, gerak pada persendian lutut) bisa kita lakukan sambil memasak atau ketika usai menjemur pakaian, hihihihi...

2. Minumlah air putih sebelum tidur dan ketika bangun tidur (jangan lupa basmalah sebelum meminumnya). Kekurangan cairan pada tubuh merupakan salah satu penyebab kelelahan. Jika tubuh kita kekurangan cairan maka darah akan mengental. Pada akhirnya darah akan lebih lambat dialirkan dan butuh lebih banyak waktu untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, maka dengan minum secukupnya akan meningkatkan stamina tubuh. Kelembaban kulit kita pun terjaga.

3. Tambahkan madu pada teh atau air putih yang diminum, atau konsumsi sesendok madu murni setiap pagi. :-) 
Alhamdulillah, dampaknya memang ^-^ TOP donk! Madu dan kurma kan memang sudah menjadi sepasang menu yang harus ada di dapur muslimin, keduanya adalah menu favorit Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Minimal dua kali seminggu kita mengonsumsinya, terutama kalau puasa sunnah senin dan kamis.

4. Hindari banyak makan---yang dalam satu waktu 'kekenyangan'. Apalagi saat sibuk yah, sebenarnya sering tidak sempat makan, tapi jangan 'dituruti ntuh' rasa malas atau tak sempat makan hingga menderita magh. :-( 

 

     Makanlah dengan porsi secuil, tapi boleh sering, apalagi kalau ngemil buah-buahan dan sayur, :-). Makan dengan porsi banyak dan kaya karbohidrat akan menyebabkan gula darah meningkat. Ini akan membuat lebih banyak insulin yang akan dikeluarkan oleh tubuh. Kondisi seperti ini akan berakibat terlalu banyak gula darah yang dikirim ke sel otot untuk disimpan dan Inilah yang menjadi biang keladi dari kelelahan. (Sampai mengantuk dan terlena, hehehehe...) Oleh karena itu lebih baik sering makan tetapi dengan porsi kecil yang mempunyai asupan gizi tinggi. Contohnya bekali potongan buah, kurma dan biskuit planta di dalam tas kita. Semangaaat, yah!

5. Kudu bisa memanfaatkan sela istirahat. Misalnya saat menunggui anak sekolah, ke musholla enak tuh, 'dhuha time'. Pas di taxy, di kereta api, atau di dalam bus, baca quran atau buku pasti asyik (dan lebih bermanfaat) dari pada bengong.

Boleh pejamkan mata sebentar sambil berdzikir memuji-Nya, mengirim sms cinta kepada orang-orang terdekat atau sahabat di luar kota, menelepon dan menanyakan kabar teman, dan kegiatan bermanfaat lainnya akan menambah semangat diri, menyebabkan jiwa raga juga nyaman, bahagia berakibat stamina terjaga ;-). Jangan iseng-iseng 'ngomeli' pengemis, heboh lempar cemoohan dan ejekan di media sosial, dan kegiatan negatif lainnya, lhooo dear... Karena dampaknya besar juga, di dunia---waktu kita gak berkah, jauh dari manfaat, serta di akhirat--- ada adzab yang berat. Naudzubillahi minzaliik.

6. Letih, penat, kesal, marah, sedih dengan ketidak-disiplinan orang di sekitar kita, atau ada hal yang tidak sesuai perkiraan kita, sikapi dengan segera berwudhu! Sebelum iblis makin menggoda dengan sikap negatif yang bisa kian menjadi. Adakan 'back-up' atau cadangan acara. Misalkan kalau si X mendadak gak bisa datang ke tempat temu-janji, maka saya akan segera puang dan ke taman bersama anak-anak..., contoh lainnya "Jika hujan, dan field-trip barbeque-annya dibatalkan, saya dan sobat Y menyiapkan acara lain di rumah Y (yg berdekatan dengan tempat field-trip).

 
Intinya, hindari stress, yah say! :-)

Bang Sayyif yang senang bersekolah :-)



Di taxy, menemani abang, sore di kelas #Quran 


Masjid di Taman setiawangsa - KL, suasana jum'atan, menemani bang Azzam ^_^


Sesaat di konser Opick- Charity for Palestine...



7. Sempatkan membuat jadwal, meskipun tidak detail. Paling tidak, jika seisi keluarga saling mengetahui jadwal anggota keluarganya, tidak kebingungan menyampaikan informasi kalau ditanya oleh teman ybs, juga menambah keakraban seluruh anggota keluarga. *Damai nyaman dalam keluarga akan membuat stamina terjaga*

Urutkan sesuai prioritas, misalkan minggu ini ke dokter anak untuk diskusi permasalahan sebab demamnya kemarin---minggu depan cek gigi abangnya pas sedang tidak ada ujian di sekolah (cek-up biasa, bukan karena sakit gigi). Pasti rutinitas kegiatan tidak akan pernah habis semasa seseorang masih bernafas. Namun selaku muslim yang bijak, kita harus memuhasabah diri, mana-mana kegiatan wajib, kudu dilakukan, mana yang sunnah, mana yang paling penting, mana yang kurang penting, dll dsb. :-) 
 

Very sweet moment ~ renang dengan anak-anak


Hadir dalam kelas kursus pengurusan jenazah beberapa waktu lalu :-) #Alhamdulillah 


Semoga tips ini bermanfaat dan hari-hari sobat kian dihiasi keberkahanNya, aamiin...
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




Sunday, November 3, 2013

Amal Jariyah (Sharing kelas #Hadits)




Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





 

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم

 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW, keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah hingga ke hari kiamat.

 

Sahabat dimanapun berada yang dirahmati Allah,

Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walau pun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia. Amalan tersebut menghasilkan pahala yang terus mengalir kepadanya.

 

Hadits tentang amal jariyah yang popular dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya." (Hadits Riwayat Muslim)

 

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariyah. (Diterangkan oleh Ust. Abu Basyer-Selangor)

 

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda maksudnya, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya meninggal dunia ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak sholeh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan, sungai (sumur-sumur) yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya." (HR. Ibnu Majah)

 

Di dalam hadits ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariyah sebagai berikut :

 

1. Ilmu yang diamalkan/sebarluaskan : 

 

Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal dan pendidikan tidak formal seperti perbincangan ilmiah, tazkirah di masjid-masjid, ceramah umum, kursus motivasi, program dakwah dan tarbiyah dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah menulis buku-buku yang berguna untuk dipahami masyarakat luas, menulis kalimat-kalimat indah berdasarkan aturan-Nya di berbagai media dan menyebarkan bahan-bahan pendidikan Islam melalui artikel-artikel tazkira di blog dan akun sosial lainnya.


Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diaplikasikan, ditransfer kepada orang lain, dengan maksud menambah kualitas kebaikan bagi orang lain pula. 

 

2. Anak sholeh yang ditinggalkan :

 

Mendidik anak menjadi anak yang sholeh. Anak yang sholeh akan selalu berbuat kebaikan di dunia, insya Allah. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang diperbuat oleh anak soleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah meninggal dunia tanpa mengurangkan nilai atau pahala yang diterima oleh anak-anak tadi. Doa anak yang sholeh kepada orang tuanya mustajab di sisi Allah SWT.

 

3. Mushaf (kitab-kitab agama) yang diwariskannya :

 

Mewariskan kitab suci al-Quran, kitab tafsir al-Quran, mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya. Demikian pula untuk anggota keluarga dirumah, untuk sekolah-sekolah agama dan ma'had tahfiz dan untuk perpustakaan awam. Selagi kitab-kitab tersebut digunakan sebagai bahan bacaan dan rujukan maka orang yang mewakafkan akan mendapat pahala kebaikan yang terus-menerus.

 

4. Masjid yang dibina :

 

Membangun masjid. Perkara ini selaras dengan sabda Nabi SAW yang bermaksud, "Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid karena Allah ta'ala walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga" (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

 

Orang yang membina masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang mengerjakan amal ibadah di masjid tersebut. Termasuk juga mewakafkan tanah untuk pembinaan masjid. Barokalloh!

 

5. Rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan :

 

Membangun rumah musafir atau pondok bagi orang-orang yang bermusafir untuk kebaikan adalah suatu amalan sangat dianjurkan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk berehat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya. Termasuk juga kita membina pondok perhentian bus ditepi-tepi jalan yang tidak di bangun oleh pemerintah, mengajarkan aktivitas kebaikan bagi orang-orang yang dalam perjalanan (di banyak negeri, orang-orang di perhentian bus sering memperoleh ujian berat berupa godaan kehidupan remang-remang).

 

6. Sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai,

 

Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tempat-tempat orang yang memerlukannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu meninggal dunia dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir pula.

 

Semakin banyak orang yang memanfaatkannya, semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membina sebuah telaga lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah ta'ala akan memberinya pahala kelak di hari kiamat." (Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah)

 

7. Harta yang disedekahkannya :

 

Menyedekahkan harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Selain daripada harta yang diberikan sebagai sedekah, termasuk juga mewakafkan tanah untuk pembangunan pendidikan Islam, rumah anak yatim, maahad tahfiz, tanah perkuburan dan rumah bagi orang-orang tua. Selagi tanah tersebut digunakan untuk kebaikan maka pahalanya akan berterusan kepada pemberi tanah wakaf tersebut.

 

Nabi SAW bersabda maksudnya : “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung dalam naungan sedekahnya." (Hadits Riwayat Al-Tabrani)

 

Sedekah dapat di jadikan sebagai pemberi syafaat bagi pelakunya. Di dalam kubur ia mendapatkan kesejukan berkat sedekahnya dan terhindar dari panasnya kubur. Demikian pula di hari kiamat, ia akan mendapatkan naungan dari amal sedekahnya, padahal ketika itu kebanyakan manusia berada di dalam kepanasan yang tiada taranya. Dalam hadits lain di sebutkan bahwa sedekah itu dapat menolak kemurkaan Allah.

 

Sahabat-sahabat yang dimuliakan Allah, 

Apa yang disombongkan adalah sikap bakhil, kecintaan yang berlebihan terhadap nikmat dunia dan kurang peka terhadap golongan yang memerlukan bantuan bukanlah sikap seorang mukmin.

 

Tinjaulah bagaimana mereka yang berada dalam kelompok mukmin yang bergelar hartawan seperti Uthman bin Affan, Abdul Rahman bin Auf memamerkan nilai diri yang melandasi tuntutan agama nan mulia. Mereka langsung tidak sayang-sayang dan bersikap pelit dengan harta yang mereka miliki, sebaliknya merekalah yang muncul sebagai penyumbang utama kepada usaha meningkatkan syiar agama termasuk dalam aspek menyalurkan aneka bantuan kepada masyarakat. Mereka adalah teladan ummat.

 

Sejarah dengan jelas merekam dalam tinta emas kedudukan mereka itu yang begitu luhur dalam kerja-kerja membantu kemajuan ummat. Inilah sebenarnya yang Islam kehendaki, yaitu yang kaya membantu mereka yang berada dalam kesempitan. Barulah bermakna dan bermanfaat segala harta dunia yang dimiliki. 

 

Amanat Allah SWT berikut ini wajib kita ingat selalu, firman-Nya yang bermakna : "Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bagianmu (keperluan dan bekalanmu) dari dunia dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (dengan pemberian rahmat-Nya yang melimpah-limpah) dan janganlah engkau melakukan kerusakan di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berbuat kerusakan.” (Quran Surah al-Qasas ayat 77)

 

Justru, usaha-usaha di dunia ini adalah berkeinginan untuk meningkatkan kualitas perbekalan di akhirat, investasi harta benda adalah untuk kampung akhirat. 

 

Allah SWT berfirman yang bermakna, “Orang yang membelanjakan (mendermakan) hartanya pada waktu malam dan siang, dengan cara sulit atau berterang-terangan, maka mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka dan tiada kebimbangan (daripada berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.” (Quran Surah al-Baqarah ayat 274)

 

Sahabat-sahabat yang dicintai Allah ta'ala, 

Rasulullah SAW sepanjang hayat baginda sangat memandang tinggi sikap dermawan yang tidak bakhil dengan menyumbangkan hartanya di jalan kebaikan. Dengan kenyataan yang juga berbentuk satu motivasi buat umatnya, baginda berpesan kepada kita: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan tangan yang di atas suka memberi dan tangan yang di bawah suka meminta.” (Hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

 

Teruskan beramal jariyah karena inilah jenis amalan yang umpama air sungai---mengalir kepada mukmin yang melakukannya ketika mereka masih hidup di dunia ataupun ketika telah meninggal kelak.





Ust. Baharuddin Ayudin dalam kelas hadits pagi ini menyampaikan pesan bahwa suatu amalan yang tak pernah sia-sia adalah "yang dilakukan dengan ikhlas lillahi ta'ala" (tanpa dibumbui tujuan lain / syirik selain karena Allah semata) dan amalan yang dicontohkan oleh baginda rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Artinya apa yang kita kerjakan, meskipun sedikit, harus sesuai tuntunan syari'at, supaya manfaat sampai akhirat. Kita berpegang teguh kepada dua pedoman utama yaitu al-Quran (Kalamullah) dan al-Hadits (sunnah rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam).





Insya Allah nanti kita lanjutkan...

Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ 

Yoook, silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Wassalamu'alaykum  Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Friday, November 1, 2013

Rezeki Kian Mengalir di Bulan Dzulhijjah



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



"Rezeki Anak-Anak"


Masih terasa suasana di Makkah dan Madinah, ketika di Kuwait dan KL juga #TrioKids sering memperoleh hadiah secara tak terduga. Bukan hanya mainan, permen, melainkan juga lembaran duit kertas. ~hehehe... sekarang karena sudah di Malaysia, 'back to Ringgit' yah!~

Ceritanya, pas sarapan di hotel tempo hari, Abu Hajj yang duduk di meja sebelah kami menyapa bang Azzam karena dari awal datang ke ruang sarapan, si abang menggendong adiknya dan melayani adiknya di meja makan. "Good boy, barokalloh!" Katanya seraya tersenyum.
Besoknya, ketemu lagi dengan beliau, terus beliau membagikan duit seringgit-seringgit kepada ketiga jagoan. 
Barokalloh!

"Syukron jazzakumulloh abbah...", kata #Triokids
(Beliau baca blog ini apa gak yah?! Hihihi....)


Dan ketika Zuhud menanti taxy di lobby siangnya, ada bapak-bapak yang gemes melihatnya mondar-mandir, terus si bapak itu mengeluarkan lembaran seringgit dan diberikan kepada anakku.  Zuhud taunya itu buat dikipas-kipas, terus dikumpulin buat ditukar dengan es krim di kedai.  





Pas sholat eidul adha juga nih, Zuhud tidur sehabis sholat (masih di gendongan ummi), ada ibu-ibu yang mendekat, "Nak bagi duit raye..." Katanya,  subhanalloh...#Alhamdulillah 
Rezeki-Nya memang maha luas, anak bayi yang tidur lelap pun bisa 'nambah tabungan' :-)) masya Allah! 




Efek lain pas sering nerima lembaran dadakan, ketika melihat bang Sayyif punya dompet, Zuhud juga ngotot minta dikasih dompet, hehehehe...^_*

#Triokids saving :-)


"Rezeki Ummi&Abi Azzam"

Karena ada ombay di eidul-adha tahun ini, jadinya kita punya kesempatan 'berduaan' jalan keluar ;-)). Sekitar tiga kali kami pergi cari tempat-tempat makanan favorit waktu empat tahun yang lalu berada disini, pas sekalian nyari oleh-oleh buat keluarga di Palembang. (^_^) 

Namanya berduaan yah, lebih gesit urusan belanjanya, malah gara-gara lewat di toko-toko tas, dan memang kami sedang mencari tas, pas pula lagi sale yeah! "A couple of limited coach" kami peroleh dengan diskon 50% :-D #Alhamdulillah 

Terus lanjut ke kedai nasi lemak-minum teh tarik dan es sebentar, ngebungkus makanan di teppanyaki, dan ternyata pulangnya ada rezeki bertubi-tubi menghampiri... :-D

"Ini buat minum teh sore, bolu MERANTI medan, yang diimport teman #Indonesia dari tanah air kita..." ^_^

Pempek Palembang asli, ada 5 orang sisters di KL yang terbiasa menerima pesanan, ^_* thumbs up!

Masih di hari-hari bulan dzulhijjah, #Alhamdulillah terasa berlimpah kurniaNya yang kami nikmati bersama keluarga. Tali silaturrahim tambah erat dengan sobat lama, juga banyaknya teman-teman baru yang (WNI) ada di Kuala Lumpur. "Tambah teman, tambah banyak rezeki ilmu pengetahuan, aamiin..." ;-))

Karena banyak sohib inilah, kian berlimpah lagi rizkillah, insya Allah, *kita membuktikannya sejak dulu, lho dear!*



Usai sholat Eid di Masjid muadz bin Jabal


Nengok sapi di hari raya kurban, juga berjumpa keluarga Nadiv di masjid, ^_^

Esok harinya pas ada kajian bapak-bapak, Mbak Renny 'kirim siomai Bandung' ke meja makan kami
:-), Alhamdulillah 'ala kulli hal...


Ini namanya "nasi goreng Peranakan-Penang"

Gule Pakis dari uni Aisyah, ^_^ terima kasih duhai tetangga... :-*

Makanan bukan dianggap hal istimewa bagi sebagian orang, namun buat keluarga kami berbeda. Kiriman makanan, oleh-oleh atau segala sesuatu hadiah dari sobat dan teman adalah hal yang amat spesial bagi kami. Tamu yang datang atau temu janji dengan sobat adalah nikmat kesempatan yang berharga, pahala silaturrahim dariNya amat besar, kami selalu memikirkan bahwa sobat atau teman yang berkunjung berarti telah mengorbankan waktu pribadinya buat 'kita yang disayangi', inilah salah satu hal yang mempererat persahabatan selama ini.

Di beberapa lokasi pindah, semisal selama berada di Krakow, Polandia, menu Indonesia tidak mudah didapat. Kami harus membeli di toko online Indo -di Jerman. Bumbu-bumbu kering tersedia di kedai-kedai asia (di pusat kota Krakow), namun tak terlalu lengkap. Memang ada renungan yang membuatku berpikir seperti ini, "Makanan kan bukanlah hal yang perlu dianggap problema besar. Kalau kangen dengan menu Indonesia, bisa tinggal beli bumbu, belanja kue-kue Indo ada di toko Jerman, pesan dua minggu---paket akan segera sampai, bahkan ada teh botol dan coklat khas indonesia, dll..."
Akan tetapi, suamiku berujar, "Hidup memang bukan untuk makan. Tetapi, hidupku akan jauh lebih bahagia jika melihat anak-anak dan istri gembira di saat menyantap makanan. Rasanya lega, tenang dan senaaaang sekali kalau melihat kalian makan dengan lahap..." Subhanalloh, 'sederhana kebahagiaannya', :-) beliau memang selalu memikirkan kebahagiaan anak-anak dan istrinya ^_^. Maka di KL ini, senang sekali beliau bertanya, "Mau makan apa kita hari ini, sayang?" Tampak sangat bersemangat. *maklumlah, kami di Krakow kan 'half-vegetarian' hehehehe...*

Begitu pula dengan 'hoby' berkirim makanan, ada banyak teman-teman yang sholeh/sholihat yang bahagia dan senang hatinya ketika melihat sobatnya mencicipi masakan atau makanan pemberiannya, ^_^ daku pun sedemikian, bahagia diri ini kala masakan sederhana yang kubuat dihabiskan oleh teman-teman atau sobat yang bertamu ke rumah. *kalau gak sempat masak sendiri, yah order aja... Tamunya juga kalau gak sempat makan, yah silakan bungkus aja... :-D*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْناً، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوْعًا وَ لَأَنْ أَمْشِيْ مَعَ أَخٍ فِي حَاجَةٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا المَسْجِدِ ، ( يَعْنِي مَسْجِدُ النَبَوِي ) شَهْرًا

“…Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…” (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).

Allahu Akbar! Luar biasa, amalan yang tidak kita sangka besarnya, bahkan lebih besar daripada berdiam diri di masjid selama satu bulan untuk beribadah (i’tikaf) di Masjid Nabawi. Beliau katakan amalan menemani seorang muslim untuk ia tunaikan kebutuhannya, itu adalah amalan yang besar dan amalan yang agung. Mengapa? Karena menolong orang lain, menghilangkan rasa laparnya, mengatasi kesulitannya adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan amalan tersebut akan memberikan rasa kebahagian kepada para pelakunya. *jangan meremehkan hal ini* ;-)

(Daku jadi langsung bersujud syukur, mengingati sobat-sobat yang sudah banyak menolong di setiap perjalanan hidup kami, terutama masa terbaru adalah detik-detik ragam urusan di Poland dan Kuwait sebelum merasakan empuknya kasur setiba di KL, masya Allah sist Aisha, Fathin, Sakinah :-* ... Brother Abu Ridho sekeluarga, Ustadzah Latifa sekeluarga, brother Abu Rauf sekeluarga, bunda Kila sekeluarga, Ummu Saju, kak Fatma, dll, dsb... Semoga kalian semua menjadi penghuni istana-istana di syurgaNya atas segala keikhlasan kalian, aaamiin...)

Ya Allah, semoga kami semua senantiasa berhijrah dalam kebaikan, menuju keridhoanMu, aamiin Allahumma aamiin.

Barokallohu fiikum!
Salam Ukhuwah ^-^ ❤
Happy Busy, happy travelling! (^_^)
Tetap saling do'a yah^^
Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ 
 
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh... :-)