Photobucket
Showing posts with label Reminder. Show all posts
Showing posts with label Reminder. Show all posts

Thursday, September 11, 2014

Jika Suatu Saat Kau Jadi Ibu...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tahmid wa sholawat...

Dapat kiriman 'nice reminder' dari seorang sahabat, yang bikin 'mellow', sahabat itu belumlah sempat menjadi 'ibu yang tenang damai didampingi ayah' sampai kini, sebab beliau masih 'memperebutkan hak asuh' bocah-bocah terkasih dengan banyak jadwal sidang pengadilan... *usai perceraian beberapa tahun yang lalu.... :-'(

Semoga segala ikhtiarnya diberkahi Allah SWT, aamiin.
 


JIKA SUATU SAAT NANTI KAU JADI IBU...
🎊

Jadilah seperti Nuwair binti Malik (Radhiyallahu 'Anha) yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya..
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13tahun..
Iadatang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Iakembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) dengan potensinya yang lain..
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah (Shalallahu 'Alayhi wa-Aalihi wa-Sallam) karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an..
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris pencatat wahyu..
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini:
Zaid bin Tsabit (Radhiyallahu 'Anhu)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah (Rahimahallah) yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah..
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taatberibadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu..
Kelak, ia tumbuh menjadi jajaran Ulama Hadits dan ImamMadzhab.
Ia tidak lain adalah...
ImamAhmad bin Hanbal (Rahimahullah)...

☆☆☆
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya .
Seperti Ummu Habibah (Rahimahallah)..
Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya..
Ketika sang anak berusia 14tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu..
Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu.. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya..
Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin!”..
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin takakrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya:
ImamSyafi’i (Rahimahullah)...

πŸ„πŸ„πŸ„πŸŒ°πŸŒ°πŸŒ°πŸŒ³πŸŒ³πŸŒ³
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya 'Abdurrahman..
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi ImamMasjidil Haram,dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah ImamMasjidil Haram…”, katanyamemotivasi sang anak..
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam Masjidil Haram…”,
Sang Ibu takbosan-bosannya mengingatkan..
Hingga akhirnya 'Abdurrahman benar-benar menjadi ImamMasjidil Haramdan termasuk deretan Ulama berkelas dunia yang disegani..
Kita pasti sering mendengar Murattal-nya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama:
'Abdurrahman As-Sudais (Hafidzahullahu ta'ala)...

🌼🌼🌼
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu..
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses..
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu .
Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamaranak itu..
Iamenanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.
Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor .
Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia..
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999,
Dr. Ahmad Zewail (Hafidzahullahu ta'ala)...

→→→

Sungguh menginspirasi diri, Semoga kita dapat mengoptimalkan ikhtiar dalam menjaga dan mendidik anak-anak kita, yah para ibu shalehat.... ;-) aamin.

Ω…Ψ§Ψ΄َΩ€Ω€Ψ’Ψ‘َ Ψ§Ω„Ω„َّΩ€Ω‡ُ Ω„Ψ§َ Ω‚ُΩ€Ω€Ω€ΩˆَّΨ©َ Ψ₯ِΩ„Ψ§َّ Ψ¨ِΨ§Ω„Ω„ّΩ€Ω‡ِ 

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa min-dzurriyyatinaa Qurrata a'yun waj-'alnaa lil-Muttaqiinaa Imaamaa..

Ψ’Ω…ΩŠΩ€Ω€Ω†َ...Ψ’Ω…ΩŠΩ€Ω€Ω†َ...Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ُΩ€Ω€Ω€Ω…َّ Ψ’Ω…ΩŠΩ€Ω€Ω†َ...

Ψ’Ω„Ω„ّΩ‡ُΩ…َ Ψ΅َΩ„ّΫŒΫ“ِ ۈسَΩ„ّΩ…ْ ΨΉَΩ„Ϋ“ِ Ψ³َيّΨ―Ω†َΨ’ Ω…ُΨ­َΩ…ّΨ―ْ :) وَΨ§Ω„Ψ³َّΩ„Ψ§َΩ…ُ ΨΉَΩ„َيْΩƒُΩ…ْ وَΨ±َΨ­ْΩ…َΨ©ُ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ِ وَΨ¨َΨ±َΩƒَΨ§ΨͺُΩ‡ُ 


 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^







Sunday, July 20, 2014

Aku Malu Padamu, yaa Ukhti...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) πŸ’–

Tahmid wassholawat,



...

GAZA terus bergejolak, menampar jutaan tokoh di dunia yang masih saja sibuk berebut mahkota tahta, harta dan wanita. Tiga lokasi ‘permata dunia’ tak dipedulikan oleh kaum pecinta materi, terbiasa mengumbar obrolan tentang kemewahan kendaraan, berbelanja benda dengan merk ternama, atau berwisata tanpa tujuan taqarrub Ilallah. Yah, Gaza, Syria, dan Mesir…. Tiga lokasi yang pemberitaannya dipecah-pecah dengan bumbu fitnah sana-sini supaya ummat tetap terkota-kotak dan lupa pada identitas diri sebagai satu keluarga : muslim.


Seiring dengan ragam rasa geram, gelisah dan merinding bagi jiwa raga kita atas segala berita dari bumi para syuhada, kuutarakan rasa malu diri kepada saudariku disana, ukhti fillah… Bukan hanya para sisters Palestine yang telah populer seperti sist sarah, Ummu Nidhal, sist Andalib, Hiba, Reem Shalih, Fatimah Umar, Sist Mirvat, Hamadi, Zainab Abu Salim, Sist Wafa, dan banyak lagi. Melainkan kepada semua saudari mukminah nan istiqomah di bumi jihad itu, sungguh aku bermalu diri…


Aku malu padamu, yaa ukhti...

Ketika engkau telah menjadi yatim, piatu atau bahkan kehilangan kedua orang tua, hidupmu sejak kecil sudah terpola mengatur jadwal diri dengan mendalami kitbulloh dan sunnah rasulNya SAW. Sementara aku dan teman-teman wanita di tanah air sibuk bermain boneka, masak-masakan, dan bertabur hadiah dari ayah bunda.

Ketika engkau remaja, duhai ukhti, telah terekam kuat dalam benakmu untuk meneruskan perjuangan para syuhada… Bahkan engkau biarkan ragamu menjadi martir demi menegakkan kalimat tauhid di tanah kiblat pertama muslim sedunia. Astaghfirrulloh, ukhti… teman-teman remaja di tanah pertiwi malah sibuk bergonta-ganti pasangan demi menamai diri sebagai ‘orang modern’ yang menyerap tradisi barat.

Ketika engkau ‘ngefans’ dengan para syuhada, engkau mengenali tokoh-tokoh jihad yang senantiasa memperjuangkan keesaan Allah SWT, yaa ukhti… Kupandangi teman-teman remaja di tanah air asyik mengoleksi foto penyanyi, aktor, dan idola mereka, yang dengan sadar mereka turut menghadiahkan peluru-peluru buatmu, ukhti… Karena kaum kuffar sengaja ‘menerbitkan artis idola’ dengan mendulang dana di setiap acara konser megahnya.




Aku malu padamu, yaa ukhti...

Yaa ukhti, kutatap wajah jelitamu dengan raut ketenangan di sana, padahal jarak kita terpisah benua. Namun menelusup rasa tenang damai dalam relung jiwa, seolah tertular dari senyum semangatmu. Bagai telah lama kukenal, ketika berita tentangmu hadir, lidah turut berbisik mendoakan perjuanganmu, mata membanjir membayangkan ketegaranmu.

Beginilah rasa dalam jiwa kita, yaa ukhti, karena kita adalah sebuah bangunan utuh yang mewarisi pesan ber-illah satu sebagai wasiat Rasulullah Muhammad SAW.

Suatu hari aku membaca berita darimu, engkau berseru takbir dan bersorak girang seraya membersihkan luka saudaramu. Innalillahi, ukhti… Saudara lelakimu syahid, dan engkau ucapkan ‘congrats’ buatnya, sementara media kuffar dan teman-temanku disini sibuk mencemooh keteguhanmu.


Saat berjumpa dengan seorang saudaramu yang baru menyelesaikan sekolah di bumi Eropa, “Selanjutnya tetap meneruskan perjuangan…” ujarnya. Ia tak hanya hafiz quran, melainkan juga menyelesaikan penelitian-penelitian ilmiah yang diimpikan sejak lama, dan well done. Gelar doctor sangat berguna jika bisa mendidik generasi qurani dan mencintai jihad, bukan buat mengincar kursi ‘dosen senior’ dengan pangkat tinggi di universitas seperti desas-desus di tanah antah-berantah itu. Masya Allah, prinsip tegas yang amat kukagumi, yaa ukhti…


Sungguh, aku malu padamu, ukhti....

(Lanjutkan baca disini yah : http://www.islampos.com/aku-malu-padamu-ukhti-bidadari_azzam-122157/ ~_~ )

#Info pics : ragam berita fakta tentang #Gaza #Palestine 


 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) πŸ’–

Adab Bermusafir

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.  πŸ’–
Tahmid wassholawat, 






Kusimpan saja artikel manfaat ini disini yah, kiriman dari sohibku yang cantik, masya Allah! 
Rasanya meski dibaca berulang kali, gak pernah bosan... Apalagi diriku dan keluarga memang amat sering menjadi musafir. :-) Namun amat sering pula lupa dan lalai akan amanah-amanahNya serta sunnah rasulNya SAW, astaghfirrulloh... Bantu doa yah, semoga kami selalu memperbaiki diri, berbenah agar kualitas ibadah kepadaNya kian cantik, aamiin...

πŸš‚ ✈ 🚒 🚌  [ADAB BERMUSAFIR]

πŸš‡ Sebentar lagi mudik. Kita akan menjadi musafir. Kata Rosulullah SAW dalam hadits riwayat imam Bukhori, safar adalah separuh siksa di dunia. Karena ibadah menjadi "kacau" apalagi sholat.😣

πŸ’Ί Kali ini saya #share kan adab musafir, agar safar/perjalanan kita tidak sekedar jalan saja, tapi juga berkah berpahala di Mata Allah.

1⃣. Dirikanlah solat sunat dua rakaat sebelum keluar rumah. Semoga Allah SWT permudahkan segala urusan.

🎐 “Tidaklah seseorang meninggalkan sesuatu bagi keluarganya yang lebih baik dari 2 rakaat yang dilakukan di sisi mereka ketika berniat untuk bermusafir”
(H.R. Imam Thobroni)


2⃣. Safar di hari kamis atau selainnya. Sebisa mungkin hindari hari jumat agar tidak mengganggu sholat jumat.

🎐 “Rasulullah SAW berangkat ke Perang Tabuk pada Khamis. Rasulullah menyukai memulai perjalanannya pada Khamis."
(H.R. Imam Bukhari)

3⃣. Meminta izin dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga.

🎐 "Apabila seseorang dari kamu akan bermusafir , hendaklah meminta izin kepada saudara-saudaranya, sebab sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan pada doa mereka."
(Diambil dari kitab al-Azkar Imam Nawawi)

4⃣. Hendaknya memulai perjalanan pada malam hari. Karena malam hari lebih tenang dan pendek waktunya.
Dan sedikit waktu sholat fardhu.

🎐 “Berjalanlah pada waktu malam karena bumi dijadikan lebih pendek pada waktu malam.”
(HR. Imam Abu Daud)

5⃣. Hendaknya bermusafir dengan membawa teman. Kalau lebih dari 3 orang, sunah untuk melantik ketua bagi perjalanan tersebut.

🎐 “Jika manusia mengetahui bahaya bermusafir sendirian sebagaimana aku ketahui, tentu mereka enggan bermusafir sendirian.”
(H.R. Imam Bukhari)


6⃣.  Membaca doa sebelum bermusafir, baik doa naik kendaraan dan doa ketika memasuki suatu kawasan atau tempat orang.

🎐 Seorang lelaki berkata (kepada Rasulullah), wahai Rasulullah, saya akan memulai perjalanan (musafir), jadi berikanlah nasihat kepada saya. Nabi berkata: hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan bertakbir setiap kali melewati (melalui) tempat yang tinggi. Selepas lelaki itu pergi, Nabi SAW berdo'a, “Ya Allah, dekatkanlah jarak perjalanannya dan mudahkan perjalanannya.”
(HR. Imam Tirmidzi)

7⃣. Bertakbir bila melalui tempat tinggi dan bertasbih ketika menuruni tempat tinggi. Termasuk yang naik pesawat, kan juga mengalami hal ini.

🎐 Dari Jabir r.a. dia berkata: “Apabila kami naik kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih.”
(H.R. Imam Bukhari)


8⃣. Membeli buah tangan untuk dibawa pulang. Kebanyakan dari kita selalu membeli buah tangan untuk dibawa pulang, tapi tak sadar bahwa yang kita lakukan adalah  sunnah Rosul SAW.

9⃣. Bersujud syukur sesampainya di tempat tujuan.
#Alhamdulillah 'ala kulli hal...

πŸ”Ÿ. Dipersilakan buat semua teman, kaum kerabat, Meminta orang musafir mendoakan kita karena doa orang yang bermusafir lebih mustajab.

🎐 "Tiga doa yg sangat mustajab; doa orang yg puasa, doa orang yg didholimi dan doa orang yg musafir."
(Hadits riwayat Bukhari, Ahmad dan Tirmidzi.)


🎐 Dari Umar Bin Khattab r.a dia berkata : aku meminta izin kepada Nabi SAW untuk melaksanakan ibadah umroh dan baginda mengizinkanku serta bersabda:

“Jangan engkau lupakan kami dalam doamu, wahai saudaraku."
(HR. Imam Tirmidzi)

πŸ’» Bayangkan, Rasulullah SAW pun minta orang bermusafir mendoakannya. Ini yang sering kita lewatkan. Meminta doa kepada para musafir.

O iya Sahabat yang dirahmati Allah, apabila seseorang itu bermusafir lebih dari dua marhalah (89 kilometer), maka ia di anjurkan untuk melakukan solat qoshor dan jamak.πŸ˜‰
Solat jamak dan qoshar ini adalah suatu keringanan yang diberi oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang sedang musafir.😊

Selamat mudik..πŸ‘πŸ˜Ž
Jaga kesehatan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas.🚏 🚦 ⛽
Saling doa yah, Hanya Allah SWT yang dapat melimpahkan balasan terbaik.
Ramadhan mubarak!

Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)



وَΨ§Ω„Ψ³َّΩ„Ψ§َΩ…ُ ΨΉَΩ„َيْΩƒُΩ…ْ وَΨ±َΨ­ْΩ…َΨ©ُ Ψ§Ω„Ω„َّΩ‡ِ وَΨ¨َΨ±َΩƒَΨ§ΨͺُΩ‡ُ 


Sunday, June 15, 2014

Tolong-Menolong (Sharing Kelas #Hadits)


Ψ¨ِΨ³ْΩ…ِ Ω±Ω„Ω„َّΩ‡ِ Ω±Ω„Ψ±َّΨ­ْΩ…َΩ€ٰΩ†ِ Ω±Ω„Ψ±َّΨ­ِΩŠΩ…
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Barokalloh...

Tahmid wa sholawat,
Sekilas kutipan sharing kelas hadits ;-) (bersama Ustadz Baharuddin Ayudin, Kuala Lumpur)
Saudara-saudariku yang dimuliakan oleh Allah SWT, Di bagian akhir #Quran surah al-Maidah ayat 2 (QS.5:2), Allah azza wa jalla memerintahkan kita agar bertolong-menolong dalam perkara kebaikan dan taqwa, dan janganlah kita bertolongan dalam berbuat dosa dan permusuhan, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya azab Allah itu amat berat. #Reminder

Apakah perkara baik yang paling patut kita kerjakan dengan bertolong-tolongan?
Rasululloh SAW bersabda, "Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya."
Maka perkara paling baik yang patut kita kerjakan dengan saling menolong adalah mempergiat/membantu/menyokong/melibatkan diri dalam usaha belajar dan mengajar al-Qur'an.

Dalam hal ini, simak kaitannya, makna #Quran surah al-Baqarah ayat 2 (QS.2:2), Allah menjelaskan bahwa al-Qur'an ini adalah petunjuk buat mereka yang bertaqwa.
Bermacam cara dapat kita lakukan dalam aktivitas keseharian terkait dengan "Tolong-menolong dalam kebaikan" ini, di antara contoh-contoh kecil yang nyata adalah :
1. Gunakan tempat tinggal kita untuk keperluan belajar/ majelis-majelis ilmu.
2. Gunakan uang belanja kita untuk stok-stok air minum atau bersedekah makanan bagi teman-teman/ jamaah dalam majelis-majelis ilmu,
3. Beli beberapa sandal untuk sumbangan di tempat wudhu-masjid atau surau/musholla, para pelajar dan pengajar akan selalu mempergunakan benda ini,
4. Bersama-sama membantu para pengajar dan pelajar yang sedang berobat atau dalam perawatan karena sakit,
5. Gunakan kendaraan kita untuk pergi ke tempat-tempat belajar, bukan ke tempat maksiat, juga untuk mengajak teman-teman dengan memudahkan perjalanannya dalam belajar,
6. Gunakan harta kita untuk membantu para pecinta ilmu, para pengajar dan pelajar yang sedang mengalami kesulitan perekonomiannya, jadilah solusi,
7. Bersama-sama memperbaiki fasilitas untuk pendidikan, membersihkan ruang belajar, dst...
Seta masih banyak aktivitas tolong-menolong lainnya yang terkait dalam bahasan ini.

Penting kita ingat bahwa :
1. Kita perlu bertolong-menolong dalam perkara kebaikan- "Sebaik-baik orang ialah mereka yang belajar dan mengajar al-Qur'an." Ini tanda kecintaan dan bakti kita terhadap perintah Allah SWT dan rasul-Nya SAW.
2. Kita perlu saling-menolong dalam ketaqwaan - "al-Qur'an adalah petunjuk buat orang-orang yang bertaqwa."
Dalam dua keadaan di atas, jelaslah kepada kita bahwa ilmu yang wajib dan paling kita utamakan untuk dipelajari adalah ilmu al-Qur'an. Malulah diri kita jika gelar-gelar kebangsawanan, gelar akademik panjang disandang dibeberkan dalam rangkaian 'nama indah', namun diri kita terlena, tak dapat membaca, memahami, dan mengamalkan al-Qur'an. Faghfirlana...

Semoga Allah ta'ala kurniakan kita semua ilmu yang bermanfaat (yakni ilmu yang dapat menyelamatkan kita di akhirat) & semoga Allah ta'ala jauhkan kita dari jurang termasuk golongan orang-orang yang membelakangi perintah Allah SWT &Rasul-Nya SAW (Simak #Quran Surah 49:1, dengan makna ayatNya). Aamiin...

Wallohu a'lam bisshowab.
Barokalloh!

:-) silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Faghfirlana, Salam Ukhuwah!
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) πŸ’–

Wednesday, May 7, 2014

Sabar, Sabar dan Tetap Sabar ^_^



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) πŸ’–

Tahmid wa sholawat...


Seluruh manusia pasti merasakan masalah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lahir dan menjalani kehidupan dengan tanpa problema atau permasalahan, kecuali mereka yang telah terbaring di dalam tanah pekuburan. 

Saat ditimpa suatu masalah ---terutama problema yang banyak kaitannya, atau suatu permasalahan kompleks dengan keterlibatan banyak pihak dan efek-efeknya di kemudian hari, banyak di antara kita yang merasa 'musibah telah datang', berat sekali dalam menjalani hari... Padahal sungguh, di saat ini, bagaimanakah besar nilai keimanan kita tengah di uji. Seberapa tegarkah kita dalam mengatasi masalah-masalah itu? Serta bagaimana 'suara' atau sikap kita dalam melalui proses penyelesaian masalah tersebut? Allah SWT makin cinta dengan kita, maka makin bervariasi cara-Nya dalam melimpahkan ujian kepada kita, baik berupa nikmat suka cita, maupun nikmat permasalahan yang ada setiap hari.




Kunci mencari solusi tepat dalam setiap permasalahan adalah "Bertanya, meminta jawaban kepada Sang Maha Pemberi, yang juga melimpahkan problema tersebut atas izin dan kuasaNYA", maka sikap selanjutnya bagi kita hanyalah terus bersyukur dan bersabar.

Melatih kesabaran salah satunya adalah dengan cara menahan lisan dari keluhan, sebab keluh kesah biasanya dimaknai sebagai tanda kurang bersyukur.



Ketika masalah beragam datang, bersabar dirasa berat, logika seolah tak mampu lagi mengatasinya, maka marilah kita perbanyak istighfar dan terus berusaha memohon hanya kepada-Nya. Tak terhitung jumlah manusia yang meminta kepada selain-Nya di kala kalut, gundah dan resah, sehingga jatuh ke dalam kemusyrikan, naudzubillahi minzaliik...

Bersabar itu menunjukkan kita ridho atas qodho dan qodarNya, dan terus bersikap optimis dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedikit tips supaya diri kita kian merasakan manisnya kesabaran, saat problema datang, marilah kita lakukan hal ini :

1. Berwudhu, mantapkan untuk sholat fardhu di awal waktunya, serta perbanyak sholat sunnah. 

2. Membaca ayat-ayat al-Quran, resapi maknanya, tekankan dalam hati bahwa "Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha.." “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya.. (QS. Al-Baqarah:286). Teruskan memperbanyak dzikir, mantapkan hati bahwa : 

 - Ω„Ψ§َ Ω‡َوْΩ„َ وَΩ„Ψ§َ Ω‚ُوَّΨͺَ Ψ§ِΩ„Ψ§َّΨ¨ِΨ§Ω„Ω„ّΩ‡ِ. La haula wa la quwwata illa billah. 

(Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata-mata).

3. Tengoklah alam, pantai, langit biru, pepohonan dengan rimbun daun hijau berseri, suara burung, katak, dsb... Betapa cantik alam ini, begitu indah dan amat sayang jika kita lalai dalam mensyukuri kebesaran Allah, tata letak semesta nan indah ini dengan segala perangkat komplet tentu 'lebih pantas' untuk dipuji dari pada dicemberuti. Subhanalloh walhamdulillah, betapa trilyunan nikmat tercurah kepada kita, masa' sih hanya gara-gara satu - dua problema, lalu menjadikan kita manyun, sebel, bahkan kufur terhadap nikmat-Nya?! Naudzubillah, faghfirlana... >_<

4. Ingatlah bahwa banyak manusia lainnya yang memiliki problema lebih banyak, lebih beragam, bahkan bersikap lebih bijak dari pada kita. "Mereka dapat bijak memetik hikmah dalam menemukan solusi, lantas kenapa diri kita tidak bisa?!" :-)

5. Ingatlah bahwa para nabi dan rasul pun 'sama', seluruh usia hidup mereka dipergunakan untuk perjuangan yang tak pernah putus asa. Mereka memiliki ujian permasalahan yang jauh lebih dahsyat dari pada hal yang menimpa kita, tentu kita harus introspeksi diri, kita sering lupa dan lalai, serta malas 'mengulangi renungan' pelajaran-pelajaran lama. Sesungguhnya tatkala kita mengenang shirah para nabi, maka kita bermalu diri jika tidak bersabar, sebab problema kita hari ini---belum sampai seujung kuku dibandingkan dengan perjuangan para nabi Allah SWT tersebut.


6. Renungkan bahwa waktu selalu berlari... hidup bagaikan roda sepeda, kadang bertumpuk problema, kadang bertumpuk senyum dan tawa girang pula, inilah nikmat 'masa hidup', masa 'naik level' setiap melalui permasalahan yang seabrek-abrek, masa memperbanyak amal shalih, masa aktif kreatif jiwa raga dalam memperbaiki kualitas diri. Insya Allah... Musibah terbesar adalah apabila kita kian jauh dari jalan keridhoan-Nya.

7. Senyum sabar, terus menerus belajar bersabar, dapat menularkan kebahagiaan kepada orang sekitar, kebaikan bagi lingkungan kita, juga menjadi perhitungan amal kebajikan di sisiNya. Bukankah duri yang menyakiti telapak kaki, atau saat tersandung pun ada 'dosa berguguran' sebagai balasan buat kita? Masya Allah, Maka kita manfaatkan setiap momen 'banyak masalah', kita isi dengan selalu sabar, sabar dan terus bersabar :-).


Itu dulu yah sayang... Semoga beroleh banyak manfaat, aamiin.
Yok, belajar dulu, belajar lagi, belajar terus, dan lagi... ^_^
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) πŸ’–

 

Saturday, April 5, 2014

Tips Cantik Setiap Waktu

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid wassholawat ^_^




Baru diingatkan dalam sebuah tausiyah saudariku nan sholihat... Kushare disini yah, :-)

Ini gara-gara tambah banyaknya perlengkapan tata rias (termasuk produk-produk skin-care) 'gentayangan', dari yang 'abal-abal', hingga yang merk-merk beken, sampai banyak muslimah tergoda untuk memilikinya, hingga ada acara arisan atas produk-produk perawatan tersebut. 

:-( Padahal, cuma kerutan sedikit atau tubuh menjadi gemuk karena usia bertambah, itu berefek positif juga buat pengingat diri, bahwa tambah dekat antrian menuju alam barzah, lho dear! :-)
Saya perhatikan, teman-temanku, baik yang biasanya memang doyan ke salon, ke acara pengajian dan arisan ini-itu, hingga 'level'an Ustadzah dan gurunda, tergoda juga buat 'ikutan' memborong produk kecantikan fisik tersebut, astaghfirrulloh... Iklannya terlalu parah nkalee yah, segitu besar kebohongan pengiklan, toh hasilnya akan tergantung pada si pemakai masing-masing, terkait 'record kasus pada fisiknya', tata cara pemakaian, serta kedisiplinan dalam mengikuti aturan pakai produk tersebut.

Cobalah kita pikirkan kalimat Abu Azzam, "Nanti kalau Allah SWT izinkan kita menuju syurgaNya, maka gratisssss semua, termasuk muka dan tubuh kita adalah dalam keadaan yang sebagus-bagusnya.... Gak ada keriput-keriputan, gak ada bintik coklat atau hitam efek cuaca atau efek suatu makanan, gak ada bagian badan yang sakit-sakitan, semuanya kenikmatan yang utuh di dalamnya, kenikmatan dan keindahan yang tak pernah dibayangkan oleh siapa pun juga..." Masya Allah...

Berapa jam waktu yang kita gunakan untuk ke salon?! Meskipun perawatan sekujur tubuh dan muka di rumah sendiri, sejam-an?! Hitung dananya pula... >_< *minimal 4 juta rupiah, kocek dikeluarkan buat se-set produk terbaru yg lagi hangat pembicaraannya di kalangan teman-teman 'grup pebisnis cantik' sekarang ini. Naaah, -maaf banget- pas lihat hasilnya juga, duhai sobat, 'gak ada perubahan drastis---gitu aja koq, kamu yah tetap aja seorang teman cantik dan sholihat, gak berubah jadi lebih mempesona koq, hehehehe *_^... 

Justru memudar kekaguman padamu yang 'heboh-hebohan' pada alat-alat kecantikan tersebut, karena kamu seolah tak peduli akan kondisi di sekitarmu :-(. Kan dana segitu, coba langsung lempar saja ke rekening saudari kita yang kesulitan bayar bea rawatan anaknya, misal lho... Juga bisa saja cepat beli baju-baju dan makanan buat anak-anak Suriah di pengungsian, buat bantuan iuran sekolah para yatim dan dhuafa yang bertebaran di pelosok nusantara, dan banyak hal lainnya yang lebih terasa manfaatnya. :-)

Dalam suatu sesi pelatihan pengurusan jenazah muslimah, yang jadwal selanjutnya adalah pelatihan singkat tentang penggunaan sebuah produk kecantikan, sister sholihat temanku (yang akan menyampaikan tata cara pemakaian produk tersebut) ternyata mengurungkan niatnya setelah melihat balutan tubuh teman lainnya di dalam kain kafan... Masya Allah, suatu anugerah terindah, hidayahNya menelusup ke dalam rongga-rongga hatinya. Celetuknya, "Insya Allah, lain kali aja yah... Tata cara kecantikan ini soalnya urusan dunia banget. Sedangkan pelajaran memandikan jenazah tadi, bikin merinding, urusan akhirat bangeeeet..." 
Subhanalloh walhamdulillah... 'Pengakuan spontan' bahwa memang mayoritas wanita memperhatikan kondisi kecantikan buat 'hal dunia', untuk urusan cinta dunia semata.... >_<  (yeee, benar kan?! Kalau di depan suami, gak segitu lamanya kalau berdandan, iya kan?!)

Banyak suami yang sholih justru berkata, "Gak usah ribet-ribet, sayang... Aku suka kamu apa adanya, kamu gak dandan pun, sudah amat cantik..." (Iya, kan?! *_^ jujur aja yaaah...)

Kasian juga sama si mbak asisten di rumah, kudu punya tambahan pekerjaan dengan mengelap benda-benda di atas meja rias majikannya, tumpukan alat kecantikan serta jenis-jenis 'set perawatan fisik', kepikiran gak sampai hal ini?! *_* hihihi, soalnya ada maid teman yang curhat seperti ini, dear!

Nah, supaya tak pening-pening, tak fokus pada perawatan fisik nan melelahkan, simak dua hal sebagai kalimat motivasi ini :

1. Kamu selalu cantik, karena Allah SWT senantiasa menjagamu, menciptakanmu dengan sebagus-bagusnya. Camkan itu ^_^

2. Kamu makin cantik jika di kala sendirian~ ibadahmu lebih khusyuk dan lebih banyak amal baik, dibandingkan saat kamu berada di depan orang banyak. 
Noted yeah...

Sekarang tips cantik buatmu :

1---> Matamu sangat cantik, karena kamu melihat kebaikan dan kelebihan orang lain. Mata indahmu menjadi tambah tajam dengan kesabaran atas kekurangan teman-temanmu. (Psssst, bukan dengan cara diwarna-warnai dengan zat kimia itu lho...)
Semua manusia memiliki sisi tercantik di ragam hal dalam hidup, dear.... 

Basuh lelah pada wajah dengan kesegaran wudhumu, selalu... 

*Pernah kutulis di artikel lainnya tentang cantik karena wudhu nan terjaga* ^_^

2---> Miliki bibir dan mulut terindah (paling seksi, istilah orang-orang, :-D) dengan cara : Berucaplah hal-hal yang baik. (Bukan dengan pensil bibir dan pewarnanya yang mencolok...) Tahan lidah diri ketika akan berkata kasar, mencaci, atau hal buruk lainnya. Yakinkan diri bahwa orang-orang di sekitarmu 'aman' dari gangguan perkataan yang diluncurkan sang lidah. Sure, you have beautiful lips, sisters!

Duhai lidah yang cantik, tambah cantik ketika melantunkan al-Quran, ^_^ 

3---> Keseimbangan atau ketenangan, dapatkan hal ini dengan cara terus melangkah ke depan, berpegang teguh dan optimis padaNya, menggali ilmu pengetahuan, serta yakinlah bahwa kamu tak pernah sendirian. Sepanjang usia, jangan kamu hitung jumlah lemak yang bertambah atau berkurang di badan, jangan hitung kerutan pada kulit, jangan hitung bekas-bekas luka usai melahirkan, dsb... Melainkan hitunglah kenikmatan dalam menapaki keberkahan usia, berapa jumlah anak sholeh/ sholihat yang menjadi 'tabungan hakiki', berapa juta pengalaman dan jejak langkahmu di muka bumi, berapa banyak manusia terinspirasi atas akhlaq baikmu, semua hal berupa anugerahNya, tak kan mungkin bisa kita hitung, lebih dari trilyunan jumlahnya.... Apalagi ketika kita (para bunda) yg telah merasakan 'detik persalinan', pernah merasakan operasi dan teraphy atas penyakit serius, seolah telah dilimpahkanNya kesempatan 'lagi' untuk memperbaiki hidup. :-)

Percayalah sobat, sepanjang usiamu, ada yang senantiasa mencintai dan menyayangimu :-). Congrats!

Yok, kian ber #Syukur :-* 



Fabi-ayyi ala-i rabbikuma tukaththibani. Then which of the favours of your Lord will ye deny?

Duhai jiwa, Nikmat tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? #Reminder for my self.


Itu dulu yah sayang... Semoga beroleh manfaat, aamiin.
Yok, belajar dulu, belajar lagi, belajar terus, dan lagi... ^_^
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) πŸ’–

 

Friday, December 27, 2013

Puisi Desember



               Desember

(karya : bidadari_Azzam)





Duhai Desember

Aku sambut dengan senyum
Sebagaimana sapaan cinta untuk November Oktober dan sebelumnya
Bisikkanlah kepada Juli dan Agustus
Aku minta maaf karena tak sempat menyapanya

Desember sembilan tahun yang lalu
Ratusan ribu manusia meregang nyawa
Tsunami kiriman bermakna cinta
Tatapan terhenyak serta pesona semesta

Duhai Desember
Enam tahun telah berlalu
Sejak seorang bidadari mungil meninggalkanku
Menengadahkan tangan tanda munajat kepadaMU
Tamparan dan pelajaran dalam tikungan tapak hidupku

Duhai Desember
Lima tahun telah berlalu
Sejak seorang sahabat kecil terkonyol menutup mata
Kelucuan humornya tak terdengar lagi
Nafasnya berhenti di usia seperempat abad


(Pic desember salju #Krakow)


Duhai Desember
Empat tahun telah berlalu
Sejak aku terdampar di bumi salju
Menggapai ukhuwah mesra dalam takdirNya
Menjadi saksi ikrar syahadah atas skenarioNya

Duhai Desember
Tiga tahun telah berlalu
Sejak kudekap sosok mujahidahMu
Berkulit coklat dengan hati suci
Menularkan semangat untuk istiqomah di jalan juangMu

Duhai Desember
Dua tahun telah berlalu
Sejak penundaan undangan menuju istanaMu
Namun keluh tak kan hiasi lidahku
Karena aku yakin dengan kesempurnaan rencanaNya

Duhai Desember
Satu tahun hampir berlalu
Sejak butir-butir salju terakhir menyapaku
Serta deras air mata nan mengantarkan raga ke bandara beku

Dan aku sadar...
Separuh jiwa telah kutitipkan disana
Dalam bilik pertama
Bilik ukhuwah islamiyah di sudut Eropa

Duhai Desember
Hendak kukatakan kepadamu
Bahwa aku tetap seperti dulu
Menghargaimu sebagai hitungan waktu
Sulam asa kepada Sang Maha Penentu

( @bidadari_azzam, senin, 2 des 2013. 6:16 KL)



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter :@bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




Thursday, December 26, 2013

Mengenal Tanaman

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)
Tahmid wa sholawat,

Saya mau kasih pujian buat #TrioKids nih, selama ini sudah rajin membuang sampah di tempat sampah---sejak bayi lhoo say! :-) ... rajin membantu berbelanja, bawa tas 'daur ulang', di saat mudik membantu menyiram tanaman, dan menjauhi sikap 'menginjak rumput', #Alhamdulillah ini sebagai cara menghargai kehidupan yang ada di muka bumi. *Anak-anak sholeh harus menghargai segala ciptaan Allah SWT---peluk anak-anak sholeh!*

Anak-anakku sejak bayi  ada jadwal kuajak 'na spacer' (berkeliling dalam bahasa Poland), tindakan menyapa daun, matahari, awan, udara, dll yang kuajarkan ternyata terekam jelas dalam pikiran mereka. Salut buat dek Zuhud, usianya 2 tahun, kalau mau buang sampah bekas bungkus permen pun yang kecil banget pun, tetap ia mencari lokasi tong sampahnya :-) 
Ini sikap fantastis, dan tidak bisa ditemukan di lingkungan anak-anak Arab #Kuwait. Sewaktu di Kuwait, kami terkaget-kaget melihat remaja dan pemuda dewasa 'Kuwaiti' melemparkan sampah dari dalam mobilnya, besar pula! Yaitu bekas kotak makanan dan lima kaleng bekas soft-drink... :-((
Juga satu peristiwa di lapangan parkir, bak sampah hanya dua meter jaraknya dari si pemuda itu, namun dia memilih melemparkan sampah-sampah dari mobilnya ke tengah halaman parkir tersebut, kardus-bekas nasi, bekas menu fast-food, kaleng-kaleng jus dan kaleng minuman lainnya, cuek pula dengan kebisingan yang ditimbulkan dari lemparan-lemparan tersebut. :-( Naudzubillahi minzaliik!
>_<

Anak-anak kuberitahukan bahwa perbuatan yang tampak jelas terjadi di hadapan mereka itu adalah sebuah pelanggaran, bukan saja melanggar hak sesama manusia yang ingin melihat lingkungan bersih, melainkan hal lebih menyeramkan lagi : pelanggaran terhadap perintah Allah SWT! Bumi kita kan 'tempat hidup' yang akan menerima jasad kita ketika mati, seharusnya dijaga, dirapikan, diperbaiki, bukan malah dihancurkan serta dijadikan TONG sampah, naudzubillah! Allah ta'ala melimpahkan akal pikiran dan raga yang sehat untuk menjaga bumi, sungguh keji jika hidup menjadi perusak bumi dengan 'menghancurkan keasrian dan lingkungan alam'... >_<

Back to topic, sebagai wujud menjaga bumi, #TrioKids juga berkenalan dengan alam, :-). Bulan desember ini, pas dengan bahasan di IPA Abang Azzam, Bang Sayyif pun membahas tentang tanaman.
(^_^)

Azzam dan Sayyif memang sempat mengunjungi Mekar Sari bulan maret lalu, menanam benih dan menyiram tanaman. ^_^
Ternyata mereka girang sekali mengenang keasrian lingkungan hijau (maklumi juga, selama di Krakow kan lingkungan salju dan daun kering mulu, hehehehe...), kalau nengok foto-foto di kompi, teriak-teriak senang, :-D
Makanya antusias saat bu guru menjelaskan bagian tanaman, Sayyif juga di sekolah---mencari tumbuhan putri malu, semak-semak, dan bunga-bunga.

Milih tempat tinggal juga : Suasana kampung-banyak pohon...





Love it!



Bang Sayyif menanam tumbuhan hijau.


Zuhud usai melihat kebun di sekolah abang...




Bang Sayyif melihat pohon rambutan di Gombak.




Istirahat minum es coklat sama Ummi...^_^

Bedanya, pelajaran abang Sayyif sebatas melihat tanaman hijau, menanam& menyiram, mengetahui daun, batang dan bagian akar saja. Sedangkan abang Azzam, sudah harus memahami tentang simbiosis, putik-benang sari dan penyerbukan yang terjadi, serta proses sederhana pembuatan makanan oleh tumbuhan ; manakala tumbuhan menyerap Karbon dioksida hasil buangan kita, lalu mengeluarkan Oksigen segar buat kita :-), *idiiih, jahat banget kalau manusia menginjak-injak tumbuhan, merusak pepohonan ---yang sudah sedemikian baiknya membantu kehidupan manusia kan?! 

Tak terasa, tulisan kok jadi panjang, nih... :-) Jangan bosan mampir kesini yah! Maafkan lahir bathin atas segala khilaf dan hal yang tak berkenan di hati...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 


Thursday, November 21, 2013

Tentang Syahid











(Foto-foto : Beberapa Brothers/ sist yang insya Allah syahid saat gugur di bumi Anbiya, melawan rezim zionis laknatulloh saat ini...)

Allahummansuril Islam wal muslimin... Allahummansur ikhwanna al mujahidin Rohingya, mujahidin fi Gaza wa fi Syria, fi Falistin, fi Mishr, fi Iraq wa fi Afghanistan, fi Kashmir wa fi Pattani... fi kulli makan wa kulli zaman... Aamiin





Assalamu'alaykum...

Berikut Forward #Info dari tanya jawab Ustadz Idris Sulaiman, Ustadz Zainal Khamis dan beberapa Ustadz lainnya. Terkait pertanyaan sobat tentang "Mati Syahid".

Tanya : Mati syahid itu apa? Apakah tentara/polisi yang berperang bela negara disebut Syahid? Bagaimana cara pengurusan jenazah mereka, dan bagaimana dengan pengurusan jenazah pihak lawan yang terbunuh?

Jawab :

Bagi para tentara negara, Kita mengatakan secara prinsipnya dari segi niatnya, Allah lebih mengetahui. 

Sekiranya mereka gugur, kita mendoakan supaya mereka tergolong di kalangan orang-orang yang syahid di Hari Akhirat kelak. Tetapi apa yang pasti dari segi zahirnya mereka yang telah mati syahid dari segi hukum dunia. Dari segi hukum dunia, orang yang mati syahid di medan perang ada hukum hakamnya yaitu pakaian mereka tidak perlu ditanggalkan, mereka tidak perlu dimandikan, maka tentu saja mereka tidak perlu dikafankan, bahkan tidak wajib untuk dishalatkan, karena mereka ini masuk dalam kategori orang yang mati syahid. Syahid : gugur di medan juang karena memanggul senjata, membela agama Allah SWT.

Mereka juga sepatutnya dikuburkan di tempat mereka gugur (di medan perang), bukan dibawa ke kampung halaman mereka. Ini termasuk sunnah yang disyariatkan dan dituntut bagi orang yang mati syahid di dalam peperangan.

Seperti di dalam hadis Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, "Maka tidak ada penghalang bagi orang yang mati syahid untuk langsung masuk ke syurga."

Maka kita mendoakan kepada Allah supaya mereka tentara Islam yang berperang tergolong di dalam golongan syahid yang akan masuk ke Syurga.

Oleh itu tidak diwajibkan untuk kita shalat buat mereka, karena tujuan shalat jenazah adalah untuk meminta supaya dia tergolong di dalam golongan ahli Syurga, supaya Allah memudahkan urusannya di Hari Akhirat. Tetapi jelas bahwa orang yang mati syahid sudah menjangkauinya dan dari sudut Syarak dia sudah tidak perlu disholatkan lagi.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam terhadap para Sahabat yang gugur syahid dalam Perang Uhud di mana Jabir r.a. mengatakan bahwa “Rasulullah sallalahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar mereka dikuburkan bersama darah mereka tanpa dimandikan atau disholatkan” (Riwayat Bukhari). 

Ini karena sebagaimana dalam hadits lain, di Akhirat kelak golongan syuhada ini akan dibangkitkan dengan bekas-bekas luka mereka di mana darah mereka terus mengalir berwarna merah tetapi baunya haruman kasturi.

Tetapi ini tidak menafikan bahwa dibolehkan juga untuk shalat jenazah buat mereka (keluarga dan masyarakat di kampung halaman ingin menyolatkannya, tak apa...), cuma hukumnya tidak wajib. Hanya sekadar dibolehkan karena Rasulullahsallallahu ‘alaihi wasallam juga telah shalat jenazah untuk sebagian kecil para sahabat yang mati syahid seperti yang kita lihat di dalam peristiwa peperangan Uhud di mana Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam telah shalat saat meninggalnya bapak saudaranya, Hamzah. Tetapi Baginda SAW tidak shalat jenazah buat sahabat-sahabatnya yang lain yang (insya Allah) mati syahid.


Larangan meletakkan gelaran ‘Asy-Syahid’

Perlu juga diingatkan bahwa adalah menjadi prinsip Ahli Sunnah wal Jama’ah supaya tidak meletakkan gelaran ‘Asy-Syahid’ Fulan bin Fulan. Perlu kita bedakan antara kita mendoakan mereka mati syahid dan kita menguruskan jenazah mereka sebagai orang yang mati syahid, dengan kita meletakkan gelaran Asy-Syahid di depan nama mereka.

Perbuatan pertama yaitu mendoakan dan menguruskan jenazah mereka sebagai orang yang mati syahid; ini adalah di atas dasar kita menghukum mereka secara zahir, dan kita meminta izin Allah SWT supaya mereka benar-benar tergolong di kalangan orang yang mati syahid.

Adapun perbuatan kita meletakkan gelaran Asy-Syahid di depan nama mereka, ini adalah satu perbuatan yang berbeda. Seolah-olah kita telah mendahului hukum dan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seolah-olah kita yang menentukan 'hebatnya amalan' bagi mereka masuk Syurga.

Walaupun kita melihat bahwa masalah ini mungkin sedikit sensitif, tetapi hal ini perlu juga dijelaskan. Kita memohon supaya Allah menggolongkan mereka sebagai golongan Syahid, tetapi dalam masa yang sama tidak membolehkan kita meletakkan gelaran itu karena perbuatan ini hanya dibolehkan jika kita mengetahuinya secara pasti, dan hal ini hanya dapat diketahui dengan wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan seperti yang kita ketahui, kita sudah tidak ada wahyu setelah kewafatan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

Hanya mereka yang disebutkan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bahwa mereka tergolong dalam ahli Syurga karena gugur di medan perang yang boleh kita kategorikan sebagai Asy-Syahid seperti nama Saidina Hamzah dan sahabat-sahabat yang lain. Bagi mereka, boleh kita katakan misalnya Asy-Syahid Hamzah bin Abdul Muthalib.

Adapun pada zaman sekarang, kita tidak boleh menyatakan secara pasti, karena perbuatan itu jelas seolah-olah kita mendahului takdir dan hukum Allah dengan kita pula yang menetapkan bahwa dia mati syahid yang membawa maksud secara pasti bahwa dia akan masuk Syurga.

Penetapan Syurga dan Neraka hanya milik Allah ta'ala, hanya boleh ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagi kita, kita hanya memohon kepada Allah ta'ala supaya mereka tergolong di dalam golongan yang mati syahid, insyaAllah.


Adapun jenazah-jenazah orang-orang Bughat (pemberontak) atau Pihak musuh ini, perlu juga kita bersikap adil dan jangan kita melampaui batas. Syariat sentiasa menuntut kita sebagai orang Islam supaya berlaku adil dan bertindak di atas garis panduan Syarak.

Maka apa yang pasti, sekiranya mereka adalah orang Islam, perbuatan mereka melakukan pemberontakan, mengangkat senjata kepada saudara sesama Islam mereka, tidak menjadikan mereka kafir. Perbuatan mereka salah, tetapi tidak sampai mereka jatuh hukum kafir.

Oleh karena itu, mayat-mayat mereka hendaklah diuruskan seperti jenazah-jenazah orang Islam yang lain; yang ada kehormatan dan ada hukum hakam yang perlu dijalankan dan perlu dijaga. Kita perlu berlaku adil. Kita tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan, tetapi hal ini tidak menafikan ke-Islaman mereka bahwa mereka tetap saudara se-Islam kita yang perlu dijaga, yang wajib dimandikan, dikafankan, disholatkan dan dikuburkan dengan ahsan.



-----*Beberapa pertanyaan tentang urusan jenazah :

- Bolehkah mencukur bulunya (kumis, bulu ketiak misalnya) & memotong kuku jenazah?  (Jawab : Boleh, jika terlihat sangat panjang, kotor, sebaiknya kuku dipotong dan dipendekkan kumisnya.)

- Tanya :

Syaikh Muhamad bin Ibrahim bin Abdullatif dan Syaikh Abdul Aziz Al-Anqari ditanya tentang wanita haidh dan wanita nifas jika meninggal, bolehkah jenazahnya dishalatkan di masjid?

Jawab :

Ya, boleh menshalatkan jenazah itu di dalam masjid jika dapat dipastikan bahwa masjid akan terhindar dari noda yang mungkin keluar dari mayat wanita tersebut. Karena hukum-hukum haidh dan nifas tidak berlaku lagi karena kematian itu.


-  Tanya : Bagaimana dengan wanita yang haidh, bolehkah memandikan jenazah? (Jawab : Boleh)

- Bolehkah jenazah hanya dilapisi satu lembar kain saat dikafankan, misalnya karena sangat miskin dan tidak ada ahli waris yang menanggung urusannya? (Jawab : Boleh saja, namun kalau dia tidak mampu, bisa mengambil dana baitul mal/ infaq dan sodaqoh dari muslimin lainnya untuk dipergunakan dalam urusan jenazahnya.)

- Siapa yang paling berhak memandikan jenazah seorang lelaki yang telah berkeluarga? (Jawab: istrinya selaku mahram, anak-anaknya, orang tua, saudara-saudara kandungnya... Jika ada 'petugas/sukarelawan tukang memandikan khusus' yang diundang, hendaknya petugas menyampaikan izin yang santun kepada pihak ahli waris tersebut untuk ikut membantu proses menguruskan penyelenggaraan jenazah.) 


 Yaa Allah biha Yaa Allah Bi khusnil khotimah, aamiin...

Wallahu a’lam.

Semoga kita petik hikmahnya bersama-sama, Barokallohu fiikum! Salam Ukhuwah yah!

wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...

T : @bidadari_azzam

Note : *Disampaikan di beberapa majelis taklim/sharing tausiyah sisters muslimah di Palembang, Krakow, dan Kuala Lumpur.