Photobucket
Showing posts with label Sabar. Show all posts
Showing posts with label Sabar. Show all posts

Sunday, July 20, 2014

Aku Malu Padamu, yaa Ukhti...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Tahmid wassholawat,



...

GAZA terus bergejolak, menampar jutaan tokoh di dunia yang masih saja sibuk berebut mahkota tahta, harta dan wanita. Tiga lokasi ‘permata dunia’ tak dipedulikan oleh kaum pecinta materi, terbiasa mengumbar obrolan tentang kemewahan kendaraan, berbelanja benda dengan merk ternama, atau berwisata tanpa tujuan taqarrub Ilallah. Yah, Gaza, Syria, dan Mesir…. Tiga lokasi yang pemberitaannya dipecah-pecah dengan bumbu fitnah sana-sini supaya ummat tetap terkota-kotak dan lupa pada identitas diri sebagai satu keluarga : muslim.


Seiring dengan ragam rasa geram, gelisah dan merinding bagi jiwa raga kita atas segala berita dari bumi para syuhada, kuutarakan rasa malu diri kepada saudariku disana, ukhti fillah… Bukan hanya para sisters Palestine yang telah populer seperti sist sarah, Ummu Nidhal, sist Andalib, Hiba, Reem Shalih, Fatimah Umar, Sist Mirvat, Hamadi, Zainab Abu Salim, Sist Wafa, dan banyak lagi. Melainkan kepada semua saudari mukminah nan istiqomah di bumi jihad itu, sungguh aku bermalu diri…


Aku malu padamu, yaa ukhti...

Ketika engkau telah menjadi yatim, piatu atau bahkan kehilangan kedua orang tua, hidupmu sejak kecil sudah terpola mengatur jadwal diri dengan mendalami kitbulloh dan sunnah rasulNya SAW. Sementara aku dan teman-teman wanita di tanah air sibuk bermain boneka, masak-masakan, dan bertabur hadiah dari ayah bunda.

Ketika engkau remaja, duhai ukhti, telah terekam kuat dalam benakmu untuk meneruskan perjuangan para syuhada… Bahkan engkau biarkan ragamu menjadi martir demi menegakkan kalimat tauhid di tanah kiblat pertama muslim sedunia. Astaghfirrulloh, ukhti… teman-teman remaja di tanah pertiwi malah sibuk bergonta-ganti pasangan demi menamai diri sebagai ‘orang modern’ yang menyerap tradisi barat.

Ketika engkau ‘ngefans’ dengan para syuhada, engkau mengenali tokoh-tokoh jihad yang senantiasa memperjuangkan keesaan Allah SWT, yaa ukhti… Kupandangi teman-teman remaja di tanah air asyik mengoleksi foto penyanyi, aktor, dan idola mereka, yang dengan sadar mereka turut menghadiahkan peluru-peluru buatmu, ukhti… Karena kaum kuffar sengaja ‘menerbitkan artis idola’ dengan mendulang dana di setiap acara konser megahnya.




Aku malu padamu, yaa ukhti...

Yaa ukhti, kutatap wajah jelitamu dengan raut ketenangan di sana, padahal jarak kita terpisah benua. Namun menelusup rasa tenang damai dalam relung jiwa, seolah tertular dari senyum semangatmu. Bagai telah lama kukenal, ketika berita tentangmu hadir, lidah turut berbisik mendoakan perjuanganmu, mata membanjir membayangkan ketegaranmu.

Beginilah rasa dalam jiwa kita, yaa ukhti, karena kita adalah sebuah bangunan utuh yang mewarisi pesan ber-illah satu sebagai wasiat Rasulullah Muhammad SAW.

Suatu hari aku membaca berita darimu, engkau berseru takbir dan bersorak girang seraya membersihkan luka saudaramu. Innalillahi, ukhti… Saudara lelakimu syahid, dan engkau ucapkan ‘congrats’ buatnya, sementara media kuffar dan teman-temanku disini sibuk mencemooh keteguhanmu.


Saat berjumpa dengan seorang saudaramu yang baru menyelesaikan sekolah di bumi Eropa, “Selanjutnya tetap meneruskan perjuangan…” ujarnya. Ia tak hanya hafiz quran, melainkan juga menyelesaikan penelitian-penelitian ilmiah yang diimpikan sejak lama, dan well done. Gelar doctor sangat berguna jika bisa mendidik generasi qurani dan mencintai jihad, bukan buat mengincar kursi ‘dosen senior’ dengan pangkat tinggi di universitas seperti desas-desus di tanah antah-berantah itu. Masya Allah, prinsip tegas yang amat kukagumi, yaa ukhti…


Sungguh, aku malu padamu, ukhti....

(Lanjutkan baca disini yah : http://www.islampos.com/aku-malu-padamu-ukhti-bidadari_azzam-122157/ ~_~ )

#Info pics : ragam berita fakta tentang #Gaza #Palestine 


 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Friday, June 20, 2014

Mei Juni Penuh Cerita

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Tahmid wa sholawat...



Manusia hanya dapat merencanakan segala program dengan optimis, lalu Sang Maha Pemberi Ketetapan yang mengatur kelancaran dan rintangan dalam tiap program tersebut.

Begitulah yang terjadi setiap hari, terutama beberapa bulan ini, dan lebih khusus lagi di saat mei juni kutapaki (sampai blog, FB, dan email pun kecolongan si spam lagi, hihihihi....)

Btw, sejak akhir tahun 2013, sudah kami rencanakan beberapa acara buat bulan mei dan juni ini. Pertama, mau pergi berduaan (Saya& Mas Angga) ke Jawa Timur karena pernikahan adik. Ini maunya sekalian mengambil buku-buku di Jakarta dan beberapa barang (yang packingan dari Poland dan Kuwait) :-D. Berduaan saja, disebabkan #TrioKids punya 'urusan lain', hehehehe... Kan Abang Azzam & Sayyif barusan beberapa bulan sekolah, dan siap-siap ujian, jadi tidak mungkin absen-absenan, begitu pikir kami. 

Maka, Ombay Akas (nenek dan kakek, dalam bahasa Komering) datang dari Palembang untuk menemani cucunda di Kuala Lumpur. 

Kedua, mau hadir di acara reuni teman-teman Mas Angga, di Lombok (sekaligus memang kangen ingin melihat keindahan pantai, ;-)), masya Allah, sejak dulu... Kami memang ingin ke #Lombok ^_^. Dan mau ngajak the baby Poland melihat pantai (Zuhud kan selama ini, belum pernah ke pantai, kecuali Green island- Kuwait :-D)

*_^ Dan duh subhanalloh, ngelap-ngelap air mata kemarin-kemarin itu... Hihihihi.
Terasa sekali, sejak awal pindah ke KL, gak ada masa yang senggang, termasuk buat menulis. :-(
Apalagi sejak januari ke bulan april 2014, berulang kali ada beberapa acara penting, yang disitu kita bertugas sedikit membantu supaya lancar. Abang Azzam juga ada ujian karate do.



#Alhamdulillah tetap menikmati kesehatan, yaa Robb...
Pas waktu 'rencana siap dijalankan', "packing bagasi-nya" nyantai banget, beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, *tuing! Bandara KLIA2 juga baru dipakai, (ngebayangin Ombay Akas capek jalan kaki dari awal turun di KLIA2, kita jemput.... nyobain tepar rupanya, :-D.)

Ribetnya adalah menimbang bagasi pas di Jakarta menuju Surabaya, soalnya semua tumpukan buku, :-/ dan 'air asia' ketat sekali, kalau lebih 2 ons aja, gak diizinkan! (Itu pengalaman Ombay Akas dari palembang... Dan pengalaman kami pas dari KL ke Jakarta---lebih setengah kg, kudu mengeluarkan beberapa baju dari koper:-)).

Jadi kami berduaan bawa ransel dan tas tangan, isinya buku-buku, kayak 'latihan angkat beban' :-D, dalam bagasi kan ada beberapa baju kondangan dan titipan makanan anak-anak buat di KL. Soalnya dari Surabaya, balik langsung ke KL seusai kondangan.
Pokoknya mah, ini bukan jalan-jalan nyantai atau liburan, :-p. Balik KL pun, kita beli extra bagasinya.

Singkat cerita, ragam problema di jalan dan berbagai keerroran :-p sudah terlewati, dan setiba di KL senin malam, belum rehat.... Peluk-peluk #TrioKids, ternyata kaki Dek Zuhud terluka, >_< lukanya kecil sih, tapi di bagian telapak kaki, jadi kalau ada secuil sisa darah, tersisa juga di lantai pas Zuhud berjalan.
Kata Bang Azzam, saat semua yang di rumah sedang sholat, Dek Zuhud mondar-mandir di dapur, kemungkinan kakinya terkena pecahan mainan atau sisa pecahan kaca. Inna lillahi wa inna ilayhi roji'uun... Faghfirlii...

Karena sudah diraba-raba, gak ada sisa benda dalam lukanya, Ombay dan Bang Azzam menetesi cairan pembersih luka---dengan tetap kejar-kejaran, Zuhud kan super duper aktif ^_^.

Ternyata di hari rabu sore, Zuhud jinjit-jinjit jalannya. "Sakiiit..." Bisiknya. Subhanalloh, timbul benjolan kecil bernanah di bekas luka itu, dan area sekitarnya juga bengkak. Rabu malam itu, kami ke klinik, dan dokter bilang "Aman, lukanya tak berbahaya, karena tertutup...." Namun karena anak sholeh ini jalannya terus dijinjit, tentu dirujuk ke rumah sakit, supaya kamis esoknya kami bisa langsung ke dokter anak.

Kamis siang itu, kami ke Gleneagles, dokter mengajak 'x-ray' Zuhud, then katanya ada serpihan yang halus banget dalam nanah, dokter menyuruh mempersiapkan diri untuk operasi kecil. Astaghfirrulloh, padahal besok subuh, rencananya kan kami mau ke Lombok. "Batalin aja tiketnya..." Kata dokter. -_~ wuaaaaaargh malah iba sama Zuhud, kan mau lihat pantai, yang udah lama dinantikannya.

Beberapa menit diskusi, kami putuskan untuk menunda operasi tersebut. Kami mau tetap berangkat ke Lombok, insya Allah....


Maka, qadarulloh, perjalanan ke Lombok 'gak nyantai-nyantai-an' juga :-/, inilah kusebut salah satu kenikmatan 'badai dan gelombang' dalam perjalanan hidup yaks ^_^. Zuhud dibekali antibiotik supaya gak infeksi, dinasehati untuk merendam kakinya dalam antiseptik, minimal dua kali sehari. Dan. Di pantai, gak boleh buka sepatu supaya gak kemasukan pasir, :-). Kamis malam itu, kami 'booking' kamar di hospital buat operasi minor sepulang dari trip.

#Alhamdulillah pemandangan Lombok memang sangat indah, masya Allah, 'maunya kesana lagi, aaamiiin....' ----ntar kuceritakan di lain waktu, insya Allah. *btw Ayam Taliwang plus Plecing Kangkung memang uenaaak banget yaaah ^_^

Memandangi lukisanNya memang membuat kita amat bersyukur, secuil masalah tentu tak terasa berat, satu-dua problema adalah hal biasa, sementara nikmat kurniaNya .... selalu tercurah berjuta-juta anugerah! Segala puji atas kuasaMu, yaa Robb....



Pulang dari Lombok, sebagaimana yang kami janjikan, gak nginap di rumah.... >_< ini ujian buat bang Azzam, sebab dia sedang menghadapi UAS, sementara ummi dan adiknya harus berada di hospital. Abang harus belajar sendiri di malam-malam jelang ujian itu.... *_*

Yup, saudara-saudari yang senantiasa dicintai Allah, dokter anakku terlalu mengkhawatirkan bekas lukanya. Pas di-x-ray ulang, serpihannya ada. Lukanya sudah tak bernanah lagi, kempes.... Lantas karena ia tetap mau melakukan operasi kecil, membersihkan luka itu, maka dek Zuhud tetap dianastesi, :-D ujungnya usai operasi, "Bendanya gak ada?!!!" #Info seperti kata ombay, kata Eyang, kata ummu Azzam juga, "Yah kan kalau nanahnya sudah keluar, berarti benda halus itu juga keluar bersama nanah.... :-D" 

Semua teman penasaran, operasi soalnya.... :-D



Artinya, peristiwa ini adalah ujian mengurusi administrasi di hospital tersebut, 'kesempatan emas untuk belajar dan berkarya' bagi si dokter anak yang super baik hati dan ramah serta sayang anak tersebut, ujian buat bang Azzam dan bang Sayyif karena dua malam bobok tanpa pelukan ummi mereka, latihan buat kami semua supaya anggota keluarga kian berkoordinasi dan bekerja sama, skenarioNya supaya bunda-bunda majelis taklim menengok Zuhud yang sudah absen pengajian selama 3 minggu, hehehe... dan masih banyak lagi rentetan pelajaranNya, termasuk 'zig-zag' urusan yang kusadari merupakan bukti ke maha-besar-anNya, Allah Hafiz.



Btw, 'dek Zuhud saat buka perban, pas berhari lahir, 3 tahun lhoooo, hari H yang sama dengan Raja Malaysia. :-) barokalloh dek Zuhud!


Luka 0,4 cm itu kudu dibalut perban sampai ke betis, karena dokter takut kalau plester penutup lukanya dibuka-buka. #Eh ikatannya terlalu kencang, jadi menimbulkan 'kapalan' githu, :-( sekarang kaki Zuhud justru banyak sisa bekas 'kapalan' tersebut (yang brutusan isi cairan itu lho.... :-/) astaghfirrulloh....

Btw, secara umum, gleneagles bagus banget sih.... Ruangannya, pelayanannya, menu buat pasien, nurses-nya, security, 80-an lah kalau scor-nya pakai point skala 1-100 :-D. Namun dokter anak tersebut, *kasih senyum* .... Satu, dia x-ray dua kali toh, namun sepulang dari Lombok sudah keluar nanah, #eh tetap dioperasi. Dan jadinya dikasih suntikan infus sejak awal masuk ruangan rawat inap ~_~, *bayangin aja, sebalnya Zuhud nengok jarum suntik, :-))
Dua, serpihan bendanya gak ada, tinggal nunggu kering, namun balutannya kencang sekali, dan perbannya setinggi itu. >_< dan justru menimbulkan luka-luka baru yang lebih besar :-(. Tiga, ganti perban pun, pakai obat tidur! :-(( Zuhud, maafin ummi, nak....
Alasan beliau, "Ini anak nih kecil, aktif pulak!" >_<
Empat, dia selalu telat, :-(, klop banget dah kita harus 'nambah dosis pil #Sabar :-))'



Weekend berikutnya (pertengahan juni) kami masih bolak-balik hospital untuk ganti perban.
Lalu suamiku bilang 'gak mau datang lagi' di ganti perban ketiga. Karena selain beliau sedang ada keperluan penting banget di kantor, ia juga sudah bete melihat luka-luka 'tambahan' yang ada di kaki Zuhud---justru luka-luka tersebut didapat setelah diplester dan diperban sekencang itu. Juga karena urusan koordinasi di rumah sakit itu lelet, dokter dan perawat harusnya kan tinggal lihat 'file' di pc. Tapi ini gak, tiap datang----ditanya ulang mulu data-data dan urusannya, padahal 'hanya follow-up' yang sesuai appointment... *Duh, kalau urusan begini, jadi kangen dokter Krakow--- beliau datang ke rumah pasien kalau pasiennya lemah, atau emaknya repot kayak daku begini :-D



Sudah dulu.... jangan sampai kalian bosan membaca disini, hehehehe....
Minggu lalu, Zuhud sudah PAUD lagi, ketemu sobat-sobatnya yang ganteng dan cantik... Alhamdulillahi robbil 'alamiin...
Congrats, my dear...

Terima kasih abang Azzam dan bang Sayyif yang sudah bisa menyiapkan baju sekolah sendiri. :-) 
I am proud of you, and always love you, dearest #TrioKids ^_^

Terima kasih, syukron jazzakumulloh khoiru jazza buat semua sahabat yang senantiasa mendoakan, yang menengok anak-anak, yang juga kasih kado-kado buat Zuhud, masya Allah... ^_~
Hanya Allah SWT yang dapat melimpahkan balasan terbaik.

Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Wednesday, May 7, 2014

Sabar, Sabar dan Tetap Sabar ^_^



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Tahmid wa sholawat...


Seluruh manusia pasti merasakan masalah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lahir dan menjalani kehidupan dengan tanpa problema atau permasalahan, kecuali mereka yang telah terbaring di dalam tanah pekuburan. 

Saat ditimpa suatu masalah ---terutama problema yang banyak kaitannya, atau suatu permasalahan kompleks dengan keterlibatan banyak pihak dan efek-efeknya di kemudian hari, banyak di antara kita yang merasa 'musibah telah datang', berat sekali dalam menjalani hari... Padahal sungguh, di saat ini, bagaimanakah besar nilai keimanan kita tengah di uji. Seberapa tegarkah kita dalam mengatasi masalah-masalah itu? Serta bagaimana 'suara' atau sikap kita dalam melalui proses penyelesaian masalah tersebut? Allah SWT makin cinta dengan kita, maka makin bervariasi cara-Nya dalam melimpahkan ujian kepada kita, baik berupa nikmat suka cita, maupun nikmat permasalahan yang ada setiap hari.




Kunci mencari solusi tepat dalam setiap permasalahan adalah "Bertanya, meminta jawaban kepada Sang Maha Pemberi, yang juga melimpahkan problema tersebut atas izin dan kuasaNYA", maka sikap selanjutnya bagi kita hanyalah terus bersyukur dan bersabar.

Melatih kesabaran salah satunya adalah dengan cara menahan lisan dari keluhan, sebab keluh kesah biasanya dimaknai sebagai tanda kurang bersyukur.



Ketika masalah beragam datang, bersabar dirasa berat, logika seolah tak mampu lagi mengatasinya, maka marilah kita perbanyak istighfar dan terus berusaha memohon hanya kepada-Nya. Tak terhitung jumlah manusia yang meminta kepada selain-Nya di kala kalut, gundah dan resah, sehingga jatuh ke dalam kemusyrikan, naudzubillahi minzaliik...

Bersabar itu menunjukkan kita ridho atas qodho dan qodarNya, dan terus bersikap optimis dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedikit tips supaya diri kita kian merasakan manisnya kesabaran, saat problema datang, marilah kita lakukan hal ini :

1. Berwudhu, mantapkan untuk sholat fardhu di awal waktunya, serta perbanyak sholat sunnah. 

2. Membaca ayat-ayat al-Quran, resapi maknanya, tekankan dalam hati bahwa "Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha.." “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya.. (QS. Al-Baqarah:286). Teruskan memperbanyak dzikir, mantapkan hati bahwa : 

 - لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ. La haula wa la quwwata illa billah

(Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata-mata).

3. Tengoklah alam, pantai, langit biru, pepohonan dengan rimbun daun hijau berseri, suara burung, katak, dsb... Betapa cantik alam ini, begitu indah dan amat sayang jika kita lalai dalam mensyukuri kebesaran Allah, tata letak semesta nan indah ini dengan segala perangkat komplet tentu 'lebih pantas' untuk dipuji dari pada dicemberuti. Subhanalloh walhamdulillah, betapa trilyunan nikmat tercurah kepada kita, masa' sih hanya gara-gara satu - dua problema, lalu menjadikan kita manyun, sebel, bahkan kufur terhadap nikmat-Nya?! Naudzubillah, faghfirlana... >_<

4. Ingatlah bahwa banyak manusia lainnya yang memiliki problema lebih banyak, lebih beragam, bahkan bersikap lebih bijak dari pada kita. "Mereka dapat bijak memetik hikmah dalam menemukan solusi, lantas kenapa diri kita tidak bisa?!" :-)

5. Ingatlah bahwa para nabi dan rasul pun 'sama', seluruh usia hidup mereka dipergunakan untuk perjuangan yang tak pernah putus asa. Mereka memiliki ujian permasalahan yang jauh lebih dahsyat dari pada hal yang menimpa kita, tentu kita harus introspeksi diri, kita sering lupa dan lalai, serta malas 'mengulangi renungan' pelajaran-pelajaran lama. Sesungguhnya tatkala kita mengenang shirah para nabi, maka kita bermalu diri jika tidak bersabar, sebab problema kita hari ini---belum sampai seujung kuku dibandingkan dengan perjuangan para nabi Allah SWT tersebut.


6. Renungkan bahwa waktu selalu berlari... hidup bagaikan roda sepeda, kadang bertumpuk problema, kadang bertumpuk senyum dan tawa girang pula, inilah nikmat 'masa hidup', masa 'naik level' setiap melalui permasalahan yang seabrek-abrek, masa memperbanyak amal shalih, masa aktif kreatif jiwa raga dalam memperbaiki kualitas diri. Insya Allah... Musibah terbesar adalah apabila kita kian jauh dari jalan keridhoan-Nya.

7. Senyum sabar, terus menerus belajar bersabar, dapat menularkan kebahagiaan kepada orang sekitar, kebaikan bagi lingkungan kita, juga menjadi perhitungan amal kebajikan di sisiNya. Bukankah duri yang menyakiti telapak kaki, atau saat tersandung pun ada 'dosa berguguran' sebagai balasan buat kita? Masya Allah, Maka kita manfaatkan setiap momen 'banyak masalah', kita isi dengan selalu sabar, sabar dan terus bersabar :-).


Itu dulu yah sayang... Semoga beroleh banyak manfaat, aamiin.
Yok, belajar dulu, belajar lagi, belajar terus, dan lagi... ^_^
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

 

Tuesday, March 11, 2014

Tentang Hati yang Keras









Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Tahmid wa sholawat...

Dalam kehidupan di dunia ini, kondisi iman kita bergelombang, bersemangat kadang naik, juga kadang turun... tergantung pada bagaimana hati berperan mengendalikan hawa nafsu, keinginan, dan menjaga keimanan. Setiap manusia pasti memiliki "Hati", yang kita ingat bahwa sebongkah hati dapat membuat prilaku individunya bagus, dapat pula menyebabkan jasad berprilaku keji.

Hati manusia itu ada yang bersih, ada yang berlumur debu-debu dosa. Semakin tebal dosa, kian keras kondisi hati. Na'udzubillahi minzaliik... disaat hati sudah keras, kita sudah dibutakan oleh dosa, merasa tak bersalah atas gelimang dosa, enggan untuk mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Fenomena /ciri hati yang keras, sebagai berikut : 
1. Malas berbuat baik
2. Disaat ada orang membaca alqur'an, tidak ada reaksi, bahkan diri merasa bacaan alQur'an itu biasa saja.
3.Takabur, Sombong (enggan menerima kebenaran),
4. Lemah dalam mengagungkan asma Allah SWT,
5. Mementingkan kehidupan dunia, urusan dunia diutamakan.
6. Saat suara azan berkumandang, diri tak merasakan panggilan sholat, tiada pengaruh pada hatinya.

Jika ciri-ciri diatas kita rasakan, waspadalah! Harus bersegera menyatakan taubatan nasuha, jangan sampai hati kita mati dalam mengingat Allah SWT, sang pencipta semesta. 
Betapa celakanya kita, jika dihati kita cuma cinta terhadap dunia, lupa akan pertanggung jawaban kelak. Contoh nyata ketika kita mendahulukan perhitungan laba saat berdagang dari pada 'on-time' sholat fardhu di saat adzan telah berkumandang, kita lebih memilih undangan pesta dengan campur-baur lelaki dan wanita ajnabi, padahal di saat yang sama~ ada undangan majelis ilmu dengan efek lebih bermakna dan jauh lebih membawa manfaat. Astaghfirrulloh...

Penyebab hati menjadi keras, yaitu : 

1. Lalai, dalam mengingat Allah, lalai dalam beribadah, perjalanan hidup meyepelekan agama.
2. Lupa dengan adanya Kematian, merasa hidup ini adalah selamanya, seolah tidak sadar, suatu saat pasti akan kembali. Kita antri untuk mati.
3.Terlalu cinta dunia, sehingga lupa setelah dunia ini, akan ada akhirat yang abadi.
4. Lingkungan yang tidak baik, atau kawan kawan yang membawa kearah sikap tercela, maka carilah teman yang bisa membuat kita makin dekat kepada-Nya, mengingat Allah SWT setiap waktu.
5.Terlalu banyak berbuat dosa, sehingga hati sudah enggan untuk berbuat baik. Ibarat titik hitam yang kian bertambah, makin gelap hati, sehingga maksiat dianggap hal yang lumrah... Hal ini menjadi penyakit menular dalam kehidupan masyarakat muslim. Sungguh mengerikan kondisi yang sudah sering kita lihat sekarang, zina dan khamr seolah 'biasa saja', harga nyawa sangat murah, penghinaan dan celaan terhadap kaum berilmu dan manula pun menjadi hal sepele... Astaghfirrulloh...

Jangan terlena dalam kerasnya hati, mari kita perbaiki diri, jaga jiwa supaya terus-menerus membaik. Kita bertaubat, mohon ampunan kepada Allah SWT, bersungguh-sungguh dalam menjaga hati agar mantap mendekap taufiq hidayahNya, insya Allah...
Cara hati untuk bisa hidup segar kembali, adalah sbb. :

1. Mengetahui ilmu agama, menuntut ilmu agama, mengetahui mana perbuatan dosa dan apa saja yang tidak berdosa.
2. Membantu orang yang kesusahan.
3. Ziarah kubur, mengingat diri bahwa kita akan tinggal di kubur juga sebentar lagi...
4. Ingat Mati setiap hari, supaya enyah kesombongan dalam meneguk kenikmatan duniawi,
5. Tadabur al-ayat, menganalisa, mempelajari ayat-ayat alqur'an, berusaha memahaminya dengan hadir di majelis ilmu,
6.Do'a, kencangkan dzikir kepada Allah SWT, terus-menerus berdoa supaya Allah SWT memantapkan keteguhan hati dalam menaati perintahNya, dalam menjauhi laranganNya, jangan bosan berdoa.

Semoga bermanfaat, catatan diri sendiri ini adalah #MUHASABAH bagi jiwa hamba yang lemah, faghfirlii...

(Beberapa kutipan singkat, kelas #tafsir jum'at bersama Ust. Muntaha-KL)


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah...
 ;-) http://islam-krakow.pl ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Wednesday, January 8, 2014

Tanggapan Terhadap "Cahaya Hati- AM" anehTv

Assalamu'alaykum sahabat-sahabat...
Tahmid wa sholawat... Ini harus segera dipublikasikan gara-gara sampai berurai air mata menengok orang di tayangan itu, membuka quran pakai tangan kirinya, dan kalimatnya (yang tampak sopan dan bagus) tetapi makna quran yang ditafsirkan jauh dari penafsiran ahli quran hadits seperti biasanya...


Makanya kuulas sedikit disini, #Info beberapa group kajian ilmua dan sahabat #ODOJ beberapa hari yang lalu, salah satunya :
         "...
Ada seorang pesulap & ahli hypno (yg bareng mentalis DC) yang menghilang beberapa bulan, lalu ketika muncul kembali seakan jadi 'ahli tafsir'. Segala-gala ayat dimaknai; tapi dia nggak bisa baca Arabnya, hanya pakai terjemahan lalu di'istinbath' sendiri. 
Jauh dgn tata cara kronologis adab-adab pelajaran Quran Hadits yg selama ini kita terima.

Karena faktor pesona ketenaran, laris diminta ngisi majelis taklim para Ibu muda di Bandung & sekitar. Hasilnya; menurut pantauan kawan-kawan ITJ, ini ajaran ingkar sunnah. 

Yang ikut ngaji jadi aneh; mempertanyakan cara shalat misalnya; "Kan nggak ada di Quran?"
Nama orang ini Abu Marlo. Dan pagi ini jam 04.00 WIB, dia ngisi di AnTV gantiin acara yang biasanya diisi Ust. YM; caranya ada Qari' (bukan dia) bacain Ayat & Terjemah; lalu dari terjemah dia maknai. Dan kalau ustadz Nono nyimak; bisa-bisa langsung demam dengar kengawurannnya.. Allahumma arinal haqqa haqqa, warzuqnattiba'ah. Wa arinal bathila bathila, warzuqnajtinabah..

Tonton "Cahaya Hati antv bersama Abu Marlo Episode 02 Segmen 1" di YouTube - >_<

Dia mentalis, pesulap, hipnoterapis bukan ustadz. Ngawur banget kajiannya. Ada banyak episode yg bisa disimak di youtube. Dia berani tafsirkan ayat tanpa referensi sama sekali hanya dari terjemahan.
...dst "

Salah satu tanggapan pribadiku, teringat akan nasehat para ustadz/dosen zaman kuliah dulu : "Mau jadi ahli tafsir? Kalau tidak lancar bahasa Arabmu, tidak mau hafal quran dan hadits, maka cuma mimpi donk,:-)" (Apa di AnehTv itu 'semua jadi bisa' kalau modal gaya dan fisik doang?! *may be... )

Al-Hafizh Al-Imam Al-Nawawi meriwayatkan:

وعن مالك أيضاً: أنه ربما كان يُسأل عن خمسين مسألة فلا يجيب في واحدة منها، وكان يقول: “من أجاب في مسألة فينبغي قبل الجواب أن يعرض نفسه على الجنة والنار وكيف خلاصه ثم يجيب”.

 “Dari Imam Malik pula bahwa ia pernah ditanya sekitar lima puluh pertanyaan dan ia tidak menjawab satupun pertanyaan tersebut. Dan Imam Malik berkata: “Barangsiapa hendak menjawab suatu permasalahan maka sebelum menjawab, sudah semestinya ia memalingkan dirinya mengingat surga dan neraka dan bagaimana kesudahannya kemudian jawablah.”

وسئل عن مسألة فقال: (لا أدري)، فقيل: هي مسألة خفيفة سهلة، فغضب وقال: (ليس في العلم شيء خفيف)

“Dan ia pernah ditanya tentang suatu permasalahan, dan menjawab: “Saya tidak mengetahuinya” dikatakan padanya: “Ini adalah pertanyaan ringan yang mudah”, perkataan ini membuat Imam Malik marah lantas ia berkata: “Tidak ada hal yang sepele dalam ilmu!”

Mereka adalah para ulama yang masyhur dengan keilmuannya, namun sangat berhati-hati dalam berfatwa, dan tidak menjawab ketika memang merasa tidak mengetahui jawaban yang paling tepat berdasarkan ilmu. Lantas bagaimana dengan kita? Semoga Allah mengampuni kita.

والله أعلم بالصواب


Tanggapan dari Abu Azzam di salah satu millist :

*****         'Alaikum salaam,

 

Ba'da tahmid was Sholawat,

 

Saya baru saja melihat video tsb di youtube, terlihat sekali bahwa tafsirnya agak sedikit (maaf) "ngawur". Contoh adalah di episode 2 segmen 1 dan 2. Ini sangat-sangatlah kacau. Bahkan dasar-dasar tafsir dengan mengutip asbabun nuzul dan tasiran para sahabat saja tidak dikemukakan oleh si pengisi acara. Beberapa ulama semisal Imam Ahmad, Ibnu Katsir dan Abu Al-'Aliyah dalam mengomentari mengenai ayat ini sangatlah berbeda. Mereka bukan membanding antara kewajiban antara Sholat dan membaca, penekanan bukan membacanya, tapi karena sholatnya. Abu-Al-'Aliyah mengatakan bahwa Sholat itu ada 3 attribut:

1. Niat Ikhlas karena Alloh

2. Rasa takut akan pengawasan Alloh, yang nantinya akan mencegah dirinya dari perbuatan Fahsya Wa Munkar

3.Mengingat Alloh dalam Solat dengan membaca Quran

 Sholat sendiri hukumnya wajib meskipun seseorang itu tidak bisa membaca satu ayat pun dalam Al-Quran.

 Yang dibahas sudah jatuh ke ranah Fiqih, jadi bukan sekedar mufassirin lagi, tapi mufassirin + ahlul fiqih, ini jadi lebih berat lagi kajiannya.

Kalau beliau mengutip tafsir tafsir ulama saya rasa masih masuk akal, tapi kalau menerjemahkan tanpa tahu bahasa arab, tanpa paham ilmu Nahwu, dan Balaghah, maka hasilnya akan sangat menakutkan.

Seperti yang sudah disebutkan oleh Pak Emryas bahwa ada syarat minimal seseorang untuk bisa menerjemahkan Al-Quran, salah satunya adalah hafal Al-Quran dan Hafal minimal seribu hadist (ada ulama yang memberi syarat sampai 100 ribu hadis), dan itu belum masuk syarat-syarat tambahan memahami kaedah bahasa arab, ilmu matan dll.

 ...

 

Sayangnya begitulah realita dunia hiburan .Yang tampil di TV belumlah tentu orang yang memilki kapabilitas memadai. Terkadang orang bisa menjadi ustadz karena memiliki suara merdu, wajah tampan, atau pandai melucu sedangkan ilmu atau konten daripada ceramahnya terkadang tidak jelas. Semuanya dilakukan atas dasar rating, sehingga apa yang tampil tergantung peminat televisi dan pemilik stasiun TV.

 

Mirisnya ustadz-ustadz yang mumpuni justru tidak pernah tampil dilayar kaca, mungkin karena kurang tampang, kurang lucu dsb, benar benar hal yang menyedihkan.

 

Rasulullah bersabda

 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari para hambanya secara langsung, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, Sampai tidak tersisa seorang ulamapun maka manusia membuat para pemimpin yang jahil (bodoh), mereka ditanya maka mereka berfatwa dengan tanpa ilmu maka mereka sesat dan menyesatkan" (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu sudah merupakan kewajiban kita untuk ber nahi munkar lewat mengadukan acara ini kepada KPI. Begini caranya:

 

pergi ke website www.kpi.go.id, di kolom kanan bawah ada kotak pengaduan, klik kotak itu untuk buat pengaduan. Contoh isi yang pengaduannya bisa seperti ini:

 

saya melihat program acara Cahaya Hati di ANTV tidak seperti biasa sejak kemunculan pengisi acara yang bernama Abu Marlo. Cara si Pengisi Acara dalam mengupas tafsir ayat Al-Quran tidak sesuai kaidah -kaidah tafsir yang diajarkan oleh para ulama. Hal ini berpotensi menyesatkan kebanyakan masyarakat awam.

Tolong ditindak lanjuti agar apa-apa yang berkaitan dengan agama hanya boleh disampaikan oleh orang yang memiliki kualifikasi memadai. Terima Kasih

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan petunjuk jalan kebenaran oleh Alloh ta'ala.

 

Wassalam,

Allahu'alam *****

Padahal jelas dalam menyampaikan ilmu, kita harus memahami dulu apa yang disampaikan tersebut. 

Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari sifat orang-orang yang sedikit ilmu namun berani banyak berbicara dan berfatwa, sehingga ia termasuk orang yang disabdakan Rasulullaah SAW:

مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَتْهُ مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Barangsiapa berfatwa tanpa ilmu,maka dilaknat oleh Malaikat langit dan bumi.” (HR. Ibn ‘Asaakir dari ‘Ali r.a, hadits ini sanadnya hasan ditakhrij pula oleh al-Hafizh al-Suyuthi dalam kitab al-Jaami’ al-Shaghiir)

Al-Syaikh Al-‘Alim Nawawi al-Bantani menjelaskan hadits ini:

وذلك لكونه أخبر عن حكم الله بغير علم، أفاده العزيزي

“Hal itu karena perbuatannya menjelaskan tentang hukum Allah tanpa ilmu, sebagaimana dijelaskan Imam al-‘Azizi”

(Mirqâtu Shu’ûd al-Tashdîq fî Syarh Sullam al-Tawfîq ilâ Mahabbatillâh ‘alâ al-Tahqîq, Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar al-Jawi al-Syafi’i – Daar al-Kutub al-Islaamiyyah)


Salah satu sohib yang menjadi sukarelawan di KPI, menghimbau bahwa sampaikanlah kegusaran dengan mengadukan secara sopan kepada KPI dan MUI. Yoook, kita peduli, sobat-sobat!

Kalau yang ini, kata hatiku : 

Mudah-mudahan bisa segera ada solusi, 
Kalau Saya, tahu info ini dari beberapa group ODOJ, yang pas juga Ustadzah-ustadzahnya sobat saya sendiri (di KSA dan Kuwait), yang memang tampilan Abu Marlo di yt sudah dilihat oleh banyak Ustadz/ah (yg kompeten) ~ lalu semuanya geleng-geleng kepala, merasa harus bersabar menghadapi ujian ini, 'hampir dipastikan' kerja sama aliran ingkar sunnah + kontribusi besar syiah + investor sepilis (sebagaimana yg para jurnalist ketahui, bhw stasiun TV ybs itu, bbrpa wktu yg lalu, mengutus jurnalis-jurnalisnya ke Israel dan bertemu dgn jubir Israel dan diikuti beberapa tokoh RI pula- termasuk dari majalah T*mpo, anggota komisi TY, dsb...)
*lalu setelahnya, kejadian Egypt dan Syria makin mengganas, >_< faghfirlana, maaf jadi meluas...

Btw, Bagi kita yang sering mengikuti kelas-kelas #Quran dan #Hadits, (termasuk Ustadz-Ustadz di majelis taklim kita, juga guru-guru agama di sekolah-sekolah, sudah pasti punya pengalaman berurutan memperoleh kuliah Nahwu shorof, muthola'ah, tafsir,sirah, qurdist---seri 1 sampai sekian tingkatannya...) Hampir dipastikan bahwa hati merasa perih kalau melihat tayangan Abu Marlo yg 'menyimpulkan makna al-quran' dengan serampangan. 
Memang 'profesi Ustadz' (untuk tayangan publik) di RI belum ada 'sertifikasi'-resmi sebagaimana di Malaysia dan Timur Tengah, namun untuk etika dan norma, seharusnya semua masyarakat sadar, kalau memaknai quran, tak sama dgn siasat gaya sulap. Bahkan teman-teman yang 'Ustadz asli' sering begitu tawadhunya, gakmau dipanggil Ustadz... :-).
Halus sekali penyimpangan dalam ceramah yg disebut sebagai 'tausiyah/ motivasi' Abu Marlo ini, dan lagi-lagi---korbannya adalah masyarakat awam.

Astaghfirrulloh, semoga masyarakat Indonesia senantiasa tegar dan teguh dalam keimanan, dalam menjaga keislaman secara kaffah, dan mampu melalui berbagai cobaan dgn sabar dan menjaga sholat. Aamiin... آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين 


Sejak beberapa hari yg lalu, sudah banyak rekan-rekan yg langsung bertabayyun kepada abu Marlo si pesulap. Ada yg mengirimkan email dan mention di twitter land (termasuk saya :-D) , terutama persoalan 'isi' kajiannya yg benar-benar serampangan, di episode 2~dia menanyakan, "Jadi wajib mana tuh, antara sholat 5 waktu dengan baca quran?" >_< *di atas sudah dibahas*

Karena tidak ada balasan dari Abu Marlo (di hari ke-4 ini)-mungkin dia sibuk syuting atau bisnis lainnya, isi twitternya juga adalah urusan entertaint yg dia geluti, makanya jalan pengaduan ke KPI dan kepada MUI cara yg diambil oleh pribadi-pribadi muslim yg peduli. ^_^

Dan tanggapan MUI, baru muncul yg ini : 

Berikut adalah pernyataan dari tweet Ust Fahmi Salim, MA —Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. 


Subhanalloh... Maha suci Allah yang melimpahkan segala peristiwa berharga setiap saat kepada kita semua, :-).
Ya Allah, tolong jagalah, lindungilah masyarakat Indonesia senantiasa, limpahkan bimbinganmu selalu, Yaa Robbul 'izzati.



Buat Abu Marlo, "Bro, yoook sama-sama belajar, di tempat yang benar, di kelas quran dan hadits, di ma'had atau sekolah Islam yang terpercaya, Pedoman hidup ada 2 bro, yakni #Quran dan #Hadits , berkaitan erat di setiap bahasannya, bro... ^_^, beda dengan belajar sulap dan hipnotis...Balas mention-an aja, bro, pakai bahasa Arab kalau mau, sedikit-sedikit, insya Allah daku bisa paham juga arabic... :-)"

:-/



أستغفر الله 

أستغفر الله

أستغفر الله



Al-Hafizh Al-Nawawi mengisahkan:

وعن الشافعي -وقد سئل عن مسألةٍ فلم يجب-، فقيل له، فقال: “حتى أدري أن الفضل في السكوت أو في الجواب”.

“Dari Al-Imam Al-Syafi’i -pernah ditanya tentang suatu permasalahan dan ia tidak menjawab-, ia berkata: “(Saya tidak akan menjawab) hingga saya mengetahui mana yang lebih utama antara diam atau menjawab.”

Dari Al-Atsram, ia berkata:

سمعتُ أحمد بن حنبل يكثر أن يقول: (لا أدري)

“Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal banyak berkata: “Saya tidak mengetahuinya”

Yakni menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang suatu permasalahan. (Tausiyah Article brother Irfan Abu Naveed)

___
Maaf lahir bathin atas segala hal yang tidak berkenan, semoga kita dapat istiqomah di jalan Islam yang lurus, beroleh taufiq dan hidayahNya sepanjang masa, aamiin...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Thursday, September 19, 2013

Agar Mudah Menghafal al-Quran











Assalamu'alaykumwrwb...

Mumpung internet lagi lancar, mau berbagi tips secuil ini ya... ;-)

Agar Mudah Menghafal Ayat-ayat al-Quran :

1. Senang bertaubat. Orang beriman bukanlah yang tidak punya khilaf, melainkan yang senang bersegera taubat. Ketika keliru dan melakukan kesalahan, cepat memperbaiki diri. Taubat senantiasa dilakukan setiap saat. Banyak dosa ringan yang kita perbuat sepanjang waktu, bila bertumpuk-tumpuk, menggununglah dosa itu dan menjadi besar, :-'((. 

Sesungguhnya dosa-dosa tidak akan memberi ruang untuk ayat-ayat tersimpan di hati manusia. 
Imam Syafi'i di dalam satu petikan sajaknya yang terkenal mengadu kepada gurunya bahwa 'agak sukar' untuk menghafal dengan baik. Gurunda lalu menasihatinya agar meninggalkan maksiat dan bertaubat akan segala dosa- dosanya. (*Naaah, that's Imam Syafi'i lho, yang dinasehati sedemikian... apalagi level-an kita yang sehari-hari berbalut sistem korupsi, kolusi, dan menggemari pujian manusia?!* Yoook, taubat!)

2. Niat yang lurus, dan percaya bahwa doa dikabulkanNya. Minta sama Allah SWT supaya bisa, supaya mudah menghafalkan ayat-ayat cintaNya. Tulus hati mengingat ganjaran kebaikan yang akan diperoleh kelak di hari akhir, bukan karena minta puja-puji manusia. 

Saya punya banyak sobat yang "cita awalnya" meningkatkan hafalan quran supaya nanti di akhirat dapat membanggakan kedua orang tua mereka, namun tak perlu tunggu akhirat pun, semasa di dunia ini mereka sudah membuat bangga. Orang tua tak kesulitan ketika komunitas masyarakat berkumpul di rumah, mengaji bersama, toh ada anaknya yang memimpin bacaan doa. Bahkan sobat huffazh (para penghafal quran) ini sangat mudah diterima di berbagai level pergaulan, karena secara alami yah ketika niat lurus dalam menghafal quran, akhlakul karimah, wajah pasti tampak sumringah, ramah dimana pun berada, dan lidah tidak kelu menyapa saudara, maka efeknya sangat besar, sanak saudara dan teman-teman senantiasa mencintai dan merindukan.

Hmmmm, ada perbedaan mencolok, antara non-arab dengan native-Arab, mayoritas native-Arab hafal quran, namun sebatas hafalan kalimatnya saja. (Pernah lihat surat kabar berbahasa Arab? nah, native-Arab melafadzkan quran seperti baca surat kabar itu, jadi mereka ini belum tentu mempelajari ilmu tajwid dan tafsirnya dengan baik...) 
Sedangkan huffazh yang sebenar-benarnya penghafal quran adalah yang bacaannya sesuai kaidah, dan terbukti pengamalan ayat-ayatNya dalam kehidupan sehari-hari. 


3. Disiplin dalam menargetkan hafalan. Misalnya sehari = sekian ayat, dst. Masa yang paling baik adalah pada waktu yang kita tidak sibuk dengan hal-hal lain. Misalnya mengulang-ulangi ayat sesudah wudhu, sebelum tidur. 

4.  Untuk memudahkan kita, seringlah baca quran. Menunggu di halte, menanti anak pulang sekolah, menanti mesin cuci yang berputar, menunggu rebusan masakan, seraya menyiram bunga, menyiapkan makanan dan kegiatan rumah tangga lain, dapat kita isi dengan memperbanyak intensitas "mesra dengan quran". Ketika duduk istirahat sekolah/kuliah, saat jeda usai sholat sebelum makan, dll, banyak waktu yang bisa kita pergunakan untuk mengulang-ulang bacaan quran, supaya cepat hafal. Kalau ingin menghafalkannya, harus tambah akrab dengan al-Quran. 

Di rumah-rumah sobat huffazh quran, di mobil, di kantor, yang diputar bukan lagu-lagu pop, dentuman rock, atau musik-musik jreng-jreng lainnya, melainkan selalu terdengar kaset murottal al-Quran :-). *_^

Banyak muslim yang "hanya identitas KTP", dari kecil sampai dewasa ternyata cuma taunya al-Fatihah, dan quran dijadikan hiasan dinding rumah, :-/ astaghfirrulloh... Bahkan membaca quran dianggap sebagai hal aneh, membacanya saja tidak bisa, bukan karena tidak ada guru ngajinya, melainkan sebab kemalasan dan tidak termotivasi mengejar kampung akhirat nan hakiki. 
Hal ini pernah serius diingatkan oleh para dai/daiyah di berbagai negeri. Sampai kini. Malah di wilayah dekat rumah kami di tanah air, para manula yang sudah bergelar haji/hajjah itu, ternyata enggan belajar membaca quran, maunya cuma "marahi anak-cucu" kalau tidak sholat, tidak ngaji... ~_~ naudzubillah, ternyata kakek- nenek buta huruf quran... >_< 

Let's do it now.... hayooo, jangan malu-malu untuk memulai hafalan quran. Banyak yang memulai di usia dua puluhan, tiga puluhan, lima puluhan tahun, tidak apa-apa... memang semakin muda, makin mudah menghafalkannya. Namun semakin optimis untuk bisa, makin cepat pula bisa hafal, meski usia sudah kepala tiga ke atas. *_^  beneran, ini banyak buktinya! Teman-teman huffazh di Kuwait juga demikian, jangan sampai kita tidak bercita-cita menghafalkan quran~ namun bercita-cita memiliki perusahaan dan bisnis yang besar. Sayaaaaang, hidup ini cuma sebentar. Bisnis dunia hanya sementara, namun hafalan quran insya Allah kita bawa sampai di hari pertanggung-jawaban, :-).





5. Hafalkan surat-surat yang paling mudah, surat pendek terlebih dahulu. Ramai yang menyarankan agar hafalan dimulai dengan lima juzu’ terakhir ( bermula dengan juzu’ 30,juzu’ 29 dan seterusnya). 

Ada pula yang mengombinasikan dengan "hafalan juz' terakhir, nyambi baca khatam juz' awal  atau yang sebelumnya". Maksudnya, jadi saat juz' terakhir sudah hafal, juz' baru yang khatam tadi menjadi 'familiar' karena sering diulang-ulang bacanya, maka hafalan selanjutnya menjadi makin mudah.

6. Bisa dengan mengurutkan surat-surat yang digemari terlebih dahulu, misalnya sobat saya juga, dia hafal (terlebih dahulu) QS. al-Kahf, QS. Ar-Rahmaan, QS. Yaasiin, separuh al-Baqoroh... Dan dikombinasikan 'setor hafalan' ke surat yang terasa lebih gemar membacanya, seterusnya ke juz' terakhir, juz' 29, 28, dst... Namun biasanya yang seperti ini, mayoritas 'hafal-an gaya nyantai, yang kadang semangat banget, kadang cepat mengendur...', tapi masih lebih baik dari pada tidak memulai hafalan sama sekali. :-)

7. Bersungguh-sungguh dan terus memperbaiki amalan. Jangan vakum terlalu lama, karena 'lupa'nya juga akan makin cepat, lho... Misalnya saat liburan, bergembira ria, bisa sampai melupakan target hafalan. Ini pengalaman pribadi, surat yang paling mudah pun menjadi sulit dihafalkan karena vakum berarti terlena dalam kelalaian, :-'( jangan ditiru yaaah... >_< 
Ampuni hamba Yaa Allah... :-'(( *Cepat lupa = tidak bersyukur*

8. Baca hafalan kita di dalam sholat-sholat sunnah. Makanya, penghafal quran pastinya 'doyan' sholat sunnah di malam hari, di pagi hari, di saat-saat yang lain tengah terbuai dengan kantuk atau kesibukan  awal hari. Kalau sudah terbiasa, sekalinya 'absen', maka menyesalnya amat sangat perih. Pada tahap ini, terbuktilah bahwa kecintaan terhadap Allah SWT di atas segalanya, tatkala melantunkan al-Quran, menghidupkan malam dengan quran, bermesra dengan ayat quran, berarti sedang akrab denganNya, subhanalloh, akan terasa betapa hidup kita amat bergantung padaNya. Akan terasa nikmat dalam jiwa tatkala mengakui bahwa kita bahkan tak dapat berpijak di atas bumi tanpa pertolonganNya, kita hidup ini hanya untuk "menyenangkanNya" dengan ikhtiar optimal, sudah dibekaliNya raga, hati dan akal sempurna supaya kelak bekal akhirat tercukupi.

9. Pilih sobat-sobat huffazh "tempat menyetor hafalan". Hal paling asyik adalah ketika suami istri 'saling menyetor hafalan quran', kemudian dikoreksi lagi oleh sahabat dekat, lalu siap-siap diuji oleh tim huffazh atau syekh yang memiliki wewenang sebagai penguji. Di setiap negara, biasanya ada Islamic Centre yang punya kelas khusus buat ujian hafalan quran. 

Di Kuwait dan Malaysia pun demikian, malah di Kuwait ini motivasi hadiahnya seru! Setiap satu juz', para penghafal memperoleh cek sejumlah uang, yang kursnya dalam IDR sekitar satu juta rupiah. Kalau sudah 'full' 30 juz', hadiah ceknya seribu KwD, sekitar 40 juta-an rupiah. Itu pun diteruskan dengan kegiatan 'out-bond' dan 'uji nyali' buat para penghafal quran. Misalnya mereka melakukan perjalanan ke berbagai daerah terpencil dan menjadi imam masjid di sepanjang perjalanan. Begitu pula saat taraweh, qiyamul lail ramadhan, masya Allah... Para penghafal quran ini ditunjuk dan dilatih untuk menjadi imam masjid di sepanjang jazirah teluk. Dengan cara menjadi imam di antara para makmum yang huffazh pula, supaya saling mengoreksi bacaan.

*Suddenly Terkenang bacaan Sheikh Mishary bin Rashid Al-Afasy, (born in Kuwait in 1976, is a Kuwaiti national and a world-renowned qari. He is the imam of Masjid Al-Kabir (Grand Mosque)....) kalau taraweh dan qiyamullail di bulan ramadhan. Masjid al-Kabir ini padat sekali pengunjungnya...masya Allah!* #eh btw, syekh nya masih muda banget yaaaah, ^_^ 

(Maaf harus ngomong), anak-anak dan teman-teman huffazh lulusan Kuwait (ini yang usianya 6-16 tahun udah pada khatam quran...) pernah tertawa-tertiwi dan geleng-geleng kepala ketika menjadi makmum di masjid-masjid daerah mereka, di Indonesia. Karena imam-imam di masjid Indonesia, masih banyak yang bacaan qurannya salah---tapi ngotot gak mau diajak berbenah... dan belum tentu hafal setengah dari juz 'amma... :-/ sedihnya adalah ketika para imam, muadzin di Indonesia tidak ada perbaikan kualitas dari tahun ke tahun. :-'( Malah di kotaku, di dekat rumah ujung Jkt pula, di tempat kakakku di Bogor, sama semua, Imam sholatnya membaca quran dengan asal-asalan, tapi diajak belajar, tidak mau... :-(( semau-maunya saja minta pengakuan sebagai imam masjid, berbeda dengan para imam masjid di Kuwait, diuji kemampuan hafalan quran haditsnya--- meski harus mengikuti aturan kementrian agama terpusat dalam menyampaikan isi ceramah (khotbah).

Hal yang paling memprihatinkan saat ini adalah aktivitas remaja masjid dan pelajaran-pelajaran tentang al-Quran difitnah sebagai kegiatan ekstrim dan teror di negeri kita. Bahkan media televisi dan media massa yang cs-an dengan kepentingan barat menelurkan berita-berita buruk bagi pecinta al-Quran... 
Masjid-masjid yang "diramaikan" oleh pecinta kajian quran biasanya terletak di wilayah kampus, di lingkungan kaum intelektual yang berusaha senantiasa meningkatkan pengetahuan Islam, namun ramainya aktivitas kebaikan justru dipergunakan oleh pihak-pihak anti Islam sebagai bukti hadirnya isu aliran 'sesat, fanatik, dan sejenisnya' yang kemudian menggiring opini publik supaya "takut belajar quran, takut belajar di masjid...", dan hal sejenisnya.
Mereka tutup mata melihat pesatnya pembangunan negeri adalah dikarenakan pemuda-pemudi berprestasi pecinta quran, mereka terus-menerus menyembunyikan fakta bahwa solusi kaum remaja yang haus kasih sayang, krisis akhlak, ragam problema masyarakat, krisis pemimpin di negeri ini, dll dapat teratasi dengan kembali kepada nilai-nilai qurani.
Wallohu a'lam...

10. Berkumpul dengan teman-teman yang menyemangati dalam belajar quran. Kadang-kadang ada rasa berat, itu pasti! Karena kita manusia memang cepat terombang-ambing suasana, godaan di setiap sudut selalu hadir agar kita mudah lalai dan lupa. Maka, teman-teman yang selalu mengingatkan harus selalu ada. Berkumpul dengan teman-teman yang sholeh/sholihat adalah pengobat jiwa pula. Iman kita tidak selalu naik seperti baginda Rasullullah SAW, namun jangan biarkan jatuh terperosok luka parah dan tersungkur dalam kegelapan. Diri kita sendiri-lah yang harus pandai mengencangkan kesabaran dan rasa syukur kepada Allah SWT agar senantiasa berlimpah nikmat cahaya Iman, al Islam, dan berada dalam taufiq hidayahNya.

11. "Tekad harus terus diasah, perbaiki niat,& terus diteguhkan!" 
Suatu hari di penghujung syaban, ada musabaqoh tilawatil quran sisters Kuwait. Semua muslimah dalam komunitas Al-Husna Kuwait disarankan 'ikut berpartisipasi". Pilihan surat-suratnya tidak ada yang benar-benar kuhafalkan dengan baik. Namun kalau tidak ikut, merasa rugi jadi penonton doang, lha sudah jauh-jauh silaturrahim ngumpul dari Salmiya ke Reggae, hehehe...

Atas dukungan penuh suami, kupilihlah salah satu surat yang jarang dipilih teman-teman, level paling rendah di juz 'amma ;-), saya tidak malu berada di "siaran ulang juz 'amma" yang penting hafalan quran ini dapat menjadi tameng bekalan di hari akhir kelak. Aamiin... 
Dan ternyata, waktu satu minggu dengan "tekad melebihi baja" itu, saya dapat menghafalkan tiga surat berdekatan sekaligus. *Padahal, sueeer, kalau gak karena musabaqoh, siaran ulangnya bisa molor sampai setahun, >_< waduuuh....* (Jangan meniru kemalasan saya yah...:-D)

Singkat cerita, MTQ berjalan lancar dan sempat saya rampungkan artikel mengenai teman-teman pecinta quran ini, sebelum berangkat umroh :-). Beberapa "al-hafizhah" menjadi jurinya, dan ternyata emaknya Azzam termasuk juara #1 (ada tiga juara #1, tiga juara #2, tiga juara #3 dan hadiah hiburan lainnya) di setiap level. Walhamdulillah 'ala kulli hal... *Jadi dapat bonus hadiah plus foto bareng para penghafal quran, gitu lho, hihihihi....* 
Mabroook!

(^_^)


Berarti, salah satu cara mempercepat hafalan adalah dengan menggenjot semangat memenuhi 'target hafalan' seperti contoh saat akan ada MTQ. Maka, silakan para ortu, para guru, buat saja program-program rutin dalam skala kecil untuk MTQ keluarga besar, bisa MTQ buat anak-anak, buat para bapak, dan para ibu juga. Hal ini sering dilakukan pula oleh banyak komunitas muslim Indonesia yang ada di luar negeri, :-).

Dalam keluarga kecil pun, bisa dicoba membuat jadwal rutin "MTQ dalam area rumah tangga sendiri", misalnya tiap akhir minggu, si bapak "setor surat ke sekian", si ibu juga setor hafalan surat ke sekian, si kakak dan si adek juga demikian, khadimat juga diajak "setor hafalan surat sekian". Pasti tambah semangat, kan?! Aiiih, sepertinya hal remeh, namun kalau tidak berkomitmen teguh, hal ini tidak bisa berjalan lancar, lho... Jangan sampai semangat kita cuma membara di kala ramadhan tiba. ^_^

Ketenangan jiwa saat melantunkan dan meresapi ayatNya tak dapat dibandingkan dengan jumlah nominal mata uang mana pun jua. Keistimewaan Para Penghafal al-Quran ada di link ini.  



Barokallohu fiikum , selamat beraktivitas, Salam Ukhuwah ^-^ ❤  

Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ 

Maaf lahir batin...
Wassalamu'alaykumWrwb... :-) 



*Disampaikan dalam beberapa tahap kultum singkat di Islamic Centre Krakow. Congrats for our lovely sisters! Selamat buat beberapa sisters muallaf Krakow yang baru awal ramadhan 1434h lalu---dapat membaca al-Quran, mabrooook! ^_^