Photobucket
Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts

Sunday, July 20, 2014

Adab Bermusafir

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.  💖
Tahmid wassholawat, 






Kusimpan saja artikel manfaat ini disini yah, kiriman dari sohibku yang cantik, masya Allah! 
Rasanya meski dibaca berulang kali, gak pernah bosan... Apalagi diriku dan keluarga memang amat sering menjadi musafir. :-) Namun amat sering pula lupa dan lalai akan amanah-amanahNya serta sunnah rasulNya SAW, astaghfirrulloh... Bantu doa yah, semoga kami selalu memperbaiki diri, berbenah agar kualitas ibadah kepadaNya kian cantik, aamiin...

🚂 ✈ 🚢 🚌  [ADAB BERMUSAFIR]

🚇 Sebentar lagi mudik. Kita akan menjadi musafir. Kata Rosulullah SAW dalam hadits riwayat imam Bukhori, safar adalah separuh siksa di dunia. Karena ibadah menjadi "kacau" apalagi sholat.😣

💺 Kali ini saya #share kan adab musafir, agar safar/perjalanan kita tidak sekedar jalan saja, tapi juga berkah berpahala di Mata Allah.

1⃣. Dirikanlah solat sunat dua rakaat sebelum keluar rumah. Semoga Allah SWT permudahkan segala urusan.

🎐 “Tidaklah seseorang meninggalkan sesuatu bagi keluarganya yang lebih baik dari 2 rakaat yang dilakukan di sisi mereka ketika berniat untuk bermusafir”
(H.R. Imam Thobroni)


2⃣. Safar di hari kamis atau selainnya. Sebisa mungkin hindari hari jumat agar tidak mengganggu sholat jumat.

🎐 “Rasulullah SAW berangkat ke Perang Tabuk pada Khamis. Rasulullah menyukai memulai perjalanannya pada Khamis."
(H.R. Imam Bukhari)

3⃣. Meminta izin dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga.

🎐 "Apabila seseorang dari kamu akan bermusafir , hendaklah meminta izin kepada saudara-saudaranya, sebab sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan pada doa mereka."
(Diambil dari kitab al-Azkar Imam Nawawi)

4⃣. Hendaknya memulai perjalanan pada malam hari. Karena malam hari lebih tenang dan pendek waktunya.
Dan sedikit waktu sholat fardhu.

🎐 “Berjalanlah pada waktu malam karena bumi dijadikan lebih pendek pada waktu malam.”
(HR. Imam Abu Daud)

5⃣. Hendaknya bermusafir dengan membawa teman. Kalau lebih dari 3 orang, sunah untuk melantik ketua bagi perjalanan tersebut.

🎐 “Jika manusia mengetahui bahaya bermusafir sendirian sebagaimana aku ketahui, tentu mereka enggan bermusafir sendirian.”
(H.R. Imam Bukhari)


6⃣.  Membaca doa sebelum bermusafir, baik doa naik kendaraan dan doa ketika memasuki suatu kawasan atau tempat orang.

🎐 Seorang lelaki berkata (kepada Rasulullah), wahai Rasulullah, saya akan memulai perjalanan (musafir), jadi berikanlah nasihat kepada saya. Nabi berkata: hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan bertakbir setiap kali melewati (melalui) tempat yang tinggi. Selepas lelaki itu pergi, Nabi SAW berdo'a, “Ya Allah, dekatkanlah jarak perjalanannya dan mudahkan perjalanannya.”
(HR. Imam Tirmidzi)

7⃣. Bertakbir bila melalui tempat tinggi dan bertasbih ketika menuruni tempat tinggi. Termasuk yang naik pesawat, kan juga mengalami hal ini.

🎐 Dari Jabir r.a. dia berkata: “Apabila kami naik kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih.”
(H.R. Imam Bukhari)


8⃣. Membeli buah tangan untuk dibawa pulang. Kebanyakan dari kita selalu membeli buah tangan untuk dibawa pulang, tapi tak sadar bahwa yang kita lakukan adalah  sunnah Rosul SAW.

9⃣. Bersujud syukur sesampainya di tempat tujuan.
#Alhamdulillah 'ala kulli hal...

🔟. Dipersilakan buat semua teman, kaum kerabat, Meminta orang musafir mendoakan kita karena doa orang yang bermusafir lebih mustajab.

🎐 "Tiga doa yg sangat mustajab; doa orang yg puasa, doa orang yg didholimi dan doa orang yg musafir."
(Hadits riwayat Bukhari, Ahmad dan Tirmidzi.)


🎐 Dari Umar Bin Khattab r.a dia berkata : aku meminta izin kepada Nabi SAW untuk melaksanakan ibadah umroh dan baginda mengizinkanku serta bersabda:

“Jangan engkau lupakan kami dalam doamu, wahai saudaraku."
(HR. Imam Tirmidzi)

💻 Bayangkan, Rasulullah SAW pun minta orang bermusafir mendoakannya. Ini yang sering kita lewatkan. Meminta doa kepada para musafir.

O iya Sahabat yang dirahmati Allah, apabila seseorang itu bermusafir lebih dari dua marhalah (89 kilometer), maka ia di anjurkan untuk melakukan solat qoshor dan jamak.😉
Solat jamak dan qoshar ini adalah suatu keringanan yang diberi oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang sedang musafir.😊

Selamat mudik..👍😎
Jaga kesehatan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas.🚏 🚦 ⛽
Saling doa yah, Hanya Allah SWT yang dapat melimpahkan balasan terbaik.
Ramadhan mubarak!

Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)



وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 


Sunday, June 15, 2014

Tolong-Menolong (Sharing Kelas #Hadits)


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Barokalloh...

Tahmid wa sholawat,
Sekilas kutipan sharing kelas hadits ;-) (bersama Ustadz Baharuddin Ayudin, Kuala Lumpur)
Saudara-saudariku yang dimuliakan oleh Allah SWT, Di bagian akhir #Quran surah al-Maidah ayat 2 (QS.5:2), Allah azza wa jalla memerintahkan kita agar bertolong-menolong dalam perkara kebaikan dan taqwa, dan janganlah kita bertolongan dalam berbuat dosa dan permusuhan, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya azab Allah itu amat berat. #Reminder

Apakah perkara baik yang paling patut kita kerjakan dengan bertolong-tolongan?
Rasululloh SAW bersabda, "Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya."
Maka perkara paling baik yang patut kita kerjakan dengan saling menolong adalah mempergiat/membantu/menyokong/melibatkan diri dalam usaha belajar dan mengajar al-Qur'an.

Dalam hal ini, simak kaitannya, makna #Quran surah al-Baqarah ayat 2 (QS.2:2), Allah menjelaskan bahwa al-Qur'an ini adalah petunjuk buat mereka yang bertaqwa.
Bermacam cara dapat kita lakukan dalam aktivitas keseharian terkait dengan "Tolong-menolong dalam kebaikan" ini, di antara contoh-contoh kecil yang nyata adalah :
1. Gunakan tempat tinggal kita untuk keperluan belajar/ majelis-majelis ilmu.
2. Gunakan uang belanja kita untuk stok-stok air minum atau bersedekah makanan bagi teman-teman/ jamaah dalam majelis-majelis ilmu,
3. Beli beberapa sandal untuk sumbangan di tempat wudhu-masjid atau surau/musholla, para pelajar dan pengajar akan selalu mempergunakan benda ini,
4. Bersama-sama membantu para pengajar dan pelajar yang sedang berobat atau dalam perawatan karena sakit,
5. Gunakan kendaraan kita untuk pergi ke tempat-tempat belajar, bukan ke tempat maksiat, juga untuk mengajak teman-teman dengan memudahkan perjalanannya dalam belajar,
6. Gunakan harta kita untuk membantu para pecinta ilmu, para pengajar dan pelajar yang sedang mengalami kesulitan perekonomiannya, jadilah solusi,
7. Bersama-sama memperbaiki fasilitas untuk pendidikan, membersihkan ruang belajar, dst...
Seta masih banyak aktivitas tolong-menolong lainnya yang terkait dalam bahasan ini.

Penting kita ingat bahwa :
1. Kita perlu bertolong-menolong dalam perkara kebaikan- "Sebaik-baik orang ialah mereka yang belajar dan mengajar al-Qur'an." Ini tanda kecintaan dan bakti kita terhadap perintah Allah SWT dan rasul-Nya SAW.
2. Kita perlu saling-menolong dalam ketaqwaan - "al-Qur'an adalah petunjuk buat orang-orang yang bertaqwa."
Dalam dua keadaan di atas, jelaslah kepada kita bahwa ilmu yang wajib dan paling kita utamakan untuk dipelajari adalah ilmu al-Qur'an. Malulah diri kita jika gelar-gelar kebangsawanan, gelar akademik panjang disandang dibeberkan dalam rangkaian 'nama indah', namun diri kita terlena, tak dapat membaca, memahami, dan mengamalkan al-Qur'an. Faghfirlana...

Semoga Allah ta'ala kurniakan kita semua ilmu yang bermanfaat (yakni ilmu yang dapat menyelamatkan kita di akhirat) & semoga Allah ta'ala jauhkan kita dari jurang termasuk golongan orang-orang yang membelakangi perintah Allah SWT &Rasul-Nya SAW (Simak #Quran Surah 49:1, dengan makna ayatNya). Aamiin...

Wallohu a'lam bisshowab.
Barokalloh!

:-) silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Faghfirlana, Salam Ukhuwah!
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Wednesday, February 12, 2014

Cara Mudah Agar Bangun Qiyamullail







Menurut Syeikh Muhammad Solih al-Munajjid, terdapat beberapa faktor penting yang dilihat dapat membantu umat Islam untuk bangun supaya melakukan solat di tengah malam seperti di bawah ini, antara lain : 

 

1. Ikhlas kepada Allah SWT dalam setiap tindakan yang dilakukan guna meraih keridhoan-Nya, yaitu melakukan sholat malam dengan merahasiakannya dari pengetahuan orang lain, ia bertujuan supaya tidak ada rasa riya' dalam diri.


2. Hendaklah bagi orang yang melakukan sholat malam itu, mempunyai perasaan "yakin dalam jiwa" bahwa Allah SWT mengundangnya untuk bangun di tengah malam.


3. Mengetahui sedalam-dalamnya ilmu mengenai kelebihan bangun di tengah malam berdasarkan kajian ilmu dan perbincangan.


4. Memperhatikan kesungguhan individu-individu terdahulu yang kita saksikan bahwa mereka adalah generasi terbaik dengan menjadi perantara atas perkembangan al-Islam sehingga sampai kepada kita. Mereka yang istiqamah dan iltizam melakukan qiyamullail ( Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, generasi khusus para sholihin di kalangan para sahabat dan ulama...), biasanya mereka tidur "tidak terlalu malam", dan baca mengenai kebiasaan mereka.


5. Tidur di atas lambung sebelah kanan akan memudahkan seseorang itu untuk bangun di tengah malam seperti yang ditunjukkan oleh baginda Rasulullah SAW.


6. Tidur dalam keadaan berwhudu seperti ditegaskan oleh Rasulullah SAW, “Apabila kamu hendak masuk tidur, berwudhulah seperti untuk menunaikan sholat.” Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari al-Barra Bin Azib.


7. Bersegera masuk tidur terutama lepas solat Isya' seperti amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.


8. Berzikir dengan wirid-wirid yang Ma’thur seperti Ma’thurat sebelum tidur, sebagai benteng diri dari kejahatan Syaitan dan membantu untuk mudah bangun, atau ayat-ayat pilihan dari al-Quran, baca doa tidur, membaca tiga Qul dan sebagainya.


9. Sebisanya tidur sebentar di siang hari yang dikenali sebagai ‘Qailulah’, yaitu sebelum masuk waktu Dzuhur atau selepasnya, ala kadar setengah jam namun tidur yang berkualitas.


10. Jauhi banyak makan dan minum, kerana bisa mengurangi hasrat untuk bangun di tengah malam.


11. Bertekad sedaya upaya untuk bangun malam dalam setiap keadaan.


12. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat, karena dikenal-pasti sebagai penghalang pertama dan utama dari kebiasaan untuk mudah bangun di tengah malam.


13. Membuat perhitungan diri (muhasabah) jika tidak mampu untuk bangun di tengah malam.

Ketahuilah wahai saudara-saudaraku ...

Qiyamullail adalah ibadah yang mempererat hati kita dengan Allah ta'ala, selain adalah sunnah muakkada yang sangat dianjurkan oleh Nabi SAW. Baginda SAW bersabda, yang artinya, “Hendaklah kamu lakukan sholat di tengah malam, sesungguhnya ini merupakan kebiasaan kepada orang-orang sholeh sebelum kamu, mendekatkan kamu kepada Tuhanmu, juga sebagai penghapus segala dosa, penghalang daripada terjebak kepada maksiat dan dosa, penawar atas penyakit yang ada di tubuh.” Hadis riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi.





     Secara pribadi, saya sendiri 'ada rasa tak tenang' kalau tidak bangun malam, maksimal sejam sebelum adzan subuh, biasanya jadi 'lelet dan telat' dalam beraktivitas paginya kalau melewatkan jam qiyamullail. Mungkin karena sejak kecil, kakek dan orang tua memang membiasakan hal ini. 

     Kalau 'absen', seringnya saya merasa berdosa, mungkin ini cara Allah SWT melimpahkan didikan dan penjagaan terbaikNya kepada hamba. Biasanya prestasi (sejak di zaman sekolah dahulu...) akan berbanding lurus dengan kedisiplinan saat bangun qiyamullail (juga dhuha-time), dan seolah hari yang dijalani 'terasa berat' kalau absen. >_<

     *Ini hanya berbagi tips, semoga tak menjadi suatu sikap berbangga diri, aamiin*

Ada satu hal kecil yang menjadi wasiat ortuku, "Alarm alami...". 

Apakah alarm alami yang khusus itu? :-D hihihi... Alarm alaminya adalah malaikat-malaikat yang diutus Allah SWT di sekitar kita. 

Sejak kecil, kubisikkan kepada 'mereka' ini sebelum tidur, "Assalamu'alaykum malaikat-malaikat yang baik, aku sudah wudhu dan berdoa kepada Allah, supaya kalian membangunkanku pada jam ____, terima kasih yah..." (Kemudian perbanyak istighfar...)


Dan qadarulloh, biasanya kita (maksudnya bukan hanya saya, tapi juga ortu, kakek, dan anggota keluarga lainnya yang praktikum dengan alarm alami ini hehehehe) bangun dengan pas di jam yang kita sebutkan itu, termasuk penyebutan 'sekitar jam ini', masya Allah La hawla wala quwwata illa billah... :-)


Jadi, buat yang cinta taubat, cinta Islam, cinta akan cita-cita akhirat dan berharap segala doa dikabulkanNya, yoook mari teruskan kebiasaan qiyamullail sebagai tameng dan kekuatan kita dalam menghadapi ragam fitnah atas ghazwul fikr yang kian terjadi, wallohu'alam bisshowab.



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 



Wednesday, January 8, 2014

Tanggapan Terhadap "Cahaya Hati- AM" anehTv

Assalamu'alaykum sahabat-sahabat...
Tahmid wa sholawat... Ini harus segera dipublikasikan gara-gara sampai berurai air mata menengok orang di tayangan itu, membuka quran pakai tangan kirinya, dan kalimatnya (yang tampak sopan dan bagus) tetapi makna quran yang ditafsirkan jauh dari penafsiran ahli quran hadits seperti biasanya...


Makanya kuulas sedikit disini, #Info beberapa group kajian ilmua dan sahabat #ODOJ beberapa hari yang lalu, salah satunya :
         "...
Ada seorang pesulap & ahli hypno (yg bareng mentalis DC) yang menghilang beberapa bulan, lalu ketika muncul kembali seakan jadi 'ahli tafsir'. Segala-gala ayat dimaknai; tapi dia nggak bisa baca Arabnya, hanya pakai terjemahan lalu di'istinbath' sendiri. 
Jauh dgn tata cara kronologis adab-adab pelajaran Quran Hadits yg selama ini kita terima.

Karena faktor pesona ketenaran, laris diminta ngisi majelis taklim para Ibu muda di Bandung & sekitar. Hasilnya; menurut pantauan kawan-kawan ITJ, ini ajaran ingkar sunnah. 

Yang ikut ngaji jadi aneh; mempertanyakan cara shalat misalnya; "Kan nggak ada di Quran?"
Nama orang ini Abu Marlo. Dan pagi ini jam 04.00 WIB, dia ngisi di AnTV gantiin acara yang biasanya diisi Ust. YM; caranya ada Qari' (bukan dia) bacain Ayat & Terjemah; lalu dari terjemah dia maknai. Dan kalau ustadz Nono nyimak; bisa-bisa langsung demam dengar kengawurannnya.. Allahumma arinal haqqa haqqa, warzuqnattiba'ah. Wa arinal bathila bathila, warzuqnajtinabah..

Tonton "Cahaya Hati antv bersama Abu Marlo Episode 02 Segmen 1" di YouTube - >_<

Dia mentalis, pesulap, hipnoterapis bukan ustadz. Ngawur banget kajiannya. Ada banyak episode yg bisa disimak di youtube. Dia berani tafsirkan ayat tanpa referensi sama sekali hanya dari terjemahan.
...dst "

Salah satu tanggapan pribadiku, teringat akan nasehat para ustadz/dosen zaman kuliah dulu : "Mau jadi ahli tafsir? Kalau tidak lancar bahasa Arabmu, tidak mau hafal quran dan hadits, maka cuma mimpi donk,:-)" (Apa di AnehTv itu 'semua jadi bisa' kalau modal gaya dan fisik doang?! *may be... )

Al-Hafizh Al-Imam Al-Nawawi meriwayatkan:

وعن مالك أيضاً: أنه ربما كان يُسأل عن خمسين مسألة فلا يجيب في واحدة منها، وكان يقول: “من أجاب في مسألة فينبغي قبل الجواب أن يعرض نفسه على الجنة والنار وكيف خلاصه ثم يجيب”.

 “Dari Imam Malik pula bahwa ia pernah ditanya sekitar lima puluh pertanyaan dan ia tidak menjawab satupun pertanyaan tersebut. Dan Imam Malik berkata: “Barangsiapa hendak menjawab suatu permasalahan maka sebelum menjawab, sudah semestinya ia memalingkan dirinya mengingat surga dan neraka dan bagaimana kesudahannya kemudian jawablah.”

وسئل عن مسألة فقال: (لا أدري)، فقيل: هي مسألة خفيفة سهلة، فغضب وقال: (ليس في العلم شيء خفيف)

“Dan ia pernah ditanya tentang suatu permasalahan, dan menjawab: “Saya tidak mengetahuinya” dikatakan padanya: “Ini adalah pertanyaan ringan yang mudah”, perkataan ini membuat Imam Malik marah lantas ia berkata: “Tidak ada hal yang sepele dalam ilmu!”

Mereka adalah para ulama yang masyhur dengan keilmuannya, namun sangat berhati-hati dalam berfatwa, dan tidak menjawab ketika memang merasa tidak mengetahui jawaban yang paling tepat berdasarkan ilmu. Lantas bagaimana dengan kita? Semoga Allah mengampuni kita.

والله أعلم بالصواب


Tanggapan dari Abu Azzam di salah satu millist :

*****         'Alaikum salaam,

 

Ba'da tahmid was Sholawat,

 

Saya baru saja melihat video tsb di youtube, terlihat sekali bahwa tafsirnya agak sedikit (maaf) "ngawur". Contoh adalah di episode 2 segmen 1 dan 2. Ini sangat-sangatlah kacau. Bahkan dasar-dasar tafsir dengan mengutip asbabun nuzul dan tasiran para sahabat saja tidak dikemukakan oleh si pengisi acara. Beberapa ulama semisal Imam Ahmad, Ibnu Katsir dan Abu Al-'Aliyah dalam mengomentari mengenai ayat ini sangatlah berbeda. Mereka bukan membanding antara kewajiban antara Sholat dan membaca, penekanan bukan membacanya, tapi karena sholatnya. Abu-Al-'Aliyah mengatakan bahwa Sholat itu ada 3 attribut:

1. Niat Ikhlas karena Alloh

2. Rasa takut akan pengawasan Alloh, yang nantinya akan mencegah dirinya dari perbuatan Fahsya Wa Munkar

3.Mengingat Alloh dalam Solat dengan membaca Quran

 Sholat sendiri hukumnya wajib meskipun seseorang itu tidak bisa membaca satu ayat pun dalam Al-Quran.

 Yang dibahas sudah jatuh ke ranah Fiqih, jadi bukan sekedar mufassirin lagi, tapi mufassirin + ahlul fiqih, ini jadi lebih berat lagi kajiannya.

Kalau beliau mengutip tafsir tafsir ulama saya rasa masih masuk akal, tapi kalau menerjemahkan tanpa tahu bahasa arab, tanpa paham ilmu Nahwu, dan Balaghah, maka hasilnya akan sangat menakutkan.

Seperti yang sudah disebutkan oleh Pak Emryas bahwa ada syarat minimal seseorang untuk bisa menerjemahkan Al-Quran, salah satunya adalah hafal Al-Quran dan Hafal minimal seribu hadist (ada ulama yang memberi syarat sampai 100 ribu hadis), dan itu belum masuk syarat-syarat tambahan memahami kaedah bahasa arab, ilmu matan dll.

 ...

 

Sayangnya begitulah realita dunia hiburan .Yang tampil di TV belumlah tentu orang yang memilki kapabilitas memadai. Terkadang orang bisa menjadi ustadz karena memiliki suara merdu, wajah tampan, atau pandai melucu sedangkan ilmu atau konten daripada ceramahnya terkadang tidak jelas. Semuanya dilakukan atas dasar rating, sehingga apa yang tampil tergantung peminat televisi dan pemilik stasiun TV.

 

Mirisnya ustadz-ustadz yang mumpuni justru tidak pernah tampil dilayar kaca, mungkin karena kurang tampang, kurang lucu dsb, benar benar hal yang menyedihkan.

 

Rasulullah bersabda

 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari para hambanya secara langsung, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, Sampai tidak tersisa seorang ulamapun maka manusia membuat para pemimpin yang jahil (bodoh), mereka ditanya maka mereka berfatwa dengan tanpa ilmu maka mereka sesat dan menyesatkan" (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu sudah merupakan kewajiban kita untuk ber nahi munkar lewat mengadukan acara ini kepada KPI. Begini caranya:

 

pergi ke website www.kpi.go.id, di kolom kanan bawah ada kotak pengaduan, klik kotak itu untuk buat pengaduan. Contoh isi yang pengaduannya bisa seperti ini:

 

saya melihat program acara Cahaya Hati di ANTV tidak seperti biasa sejak kemunculan pengisi acara yang bernama Abu Marlo. Cara si Pengisi Acara dalam mengupas tafsir ayat Al-Quran tidak sesuai kaidah -kaidah tafsir yang diajarkan oleh para ulama. Hal ini berpotensi menyesatkan kebanyakan masyarakat awam.

Tolong ditindak lanjuti agar apa-apa yang berkaitan dengan agama hanya boleh disampaikan oleh orang yang memiliki kualifikasi memadai. Terima Kasih

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan petunjuk jalan kebenaran oleh Alloh ta'ala.

 

Wassalam,

Allahu'alam *****

Padahal jelas dalam menyampaikan ilmu, kita harus memahami dulu apa yang disampaikan tersebut. 

Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari sifat orang-orang yang sedikit ilmu namun berani banyak berbicara dan berfatwa, sehingga ia termasuk orang yang disabdakan Rasulullaah SAW:

مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَتْهُ مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

“Barangsiapa berfatwa tanpa ilmu,maka dilaknat oleh Malaikat langit dan bumi.” (HR. Ibn ‘Asaakir dari ‘Ali r.a, hadits ini sanadnya hasan ditakhrij pula oleh al-Hafizh al-Suyuthi dalam kitab al-Jaami’ al-Shaghiir)

Al-Syaikh Al-‘Alim Nawawi al-Bantani menjelaskan hadits ini:

وذلك لكونه أخبر عن حكم الله بغير علم، أفاده العزيزي

“Hal itu karena perbuatannya menjelaskan tentang hukum Allah tanpa ilmu, sebagaimana dijelaskan Imam al-‘Azizi”

(Mirqâtu Shu’ûd al-Tashdîq fî Syarh Sullam al-Tawfîq ilâ Mahabbatillâh ‘alâ al-Tahqîq, Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar al-Jawi al-Syafi’i – Daar al-Kutub al-Islaamiyyah)


Salah satu sohib yang menjadi sukarelawan di KPI, menghimbau bahwa sampaikanlah kegusaran dengan mengadukan secara sopan kepada KPI dan MUI. Yoook, kita peduli, sobat-sobat!

Kalau yang ini, kata hatiku : 

Mudah-mudahan bisa segera ada solusi, 
Kalau Saya, tahu info ini dari beberapa group ODOJ, yang pas juga Ustadzah-ustadzahnya sobat saya sendiri (di KSA dan Kuwait), yang memang tampilan Abu Marlo di yt sudah dilihat oleh banyak Ustadz/ah (yg kompeten) ~ lalu semuanya geleng-geleng kepala, merasa harus bersabar menghadapi ujian ini, 'hampir dipastikan' kerja sama aliran ingkar sunnah + kontribusi besar syiah + investor sepilis (sebagaimana yg para jurnalist ketahui, bhw stasiun TV ybs itu, bbrpa wktu yg lalu, mengutus jurnalis-jurnalisnya ke Israel dan bertemu dgn jubir Israel dan diikuti beberapa tokoh RI pula- termasuk dari majalah T*mpo, anggota komisi TY, dsb...)
*lalu setelahnya, kejadian Egypt dan Syria makin mengganas, >_< faghfirlana, maaf jadi meluas...

Btw, Bagi kita yang sering mengikuti kelas-kelas #Quran dan #Hadits, (termasuk Ustadz-Ustadz di majelis taklim kita, juga guru-guru agama di sekolah-sekolah, sudah pasti punya pengalaman berurutan memperoleh kuliah Nahwu shorof, muthola'ah, tafsir,sirah, qurdist---seri 1 sampai sekian tingkatannya...) Hampir dipastikan bahwa hati merasa perih kalau melihat tayangan Abu Marlo yg 'menyimpulkan makna al-quran' dengan serampangan. 
Memang 'profesi Ustadz' (untuk tayangan publik) di RI belum ada 'sertifikasi'-resmi sebagaimana di Malaysia dan Timur Tengah, namun untuk etika dan norma, seharusnya semua masyarakat sadar, kalau memaknai quran, tak sama dgn siasat gaya sulap. Bahkan teman-teman yang 'Ustadz asli' sering begitu tawadhunya, gakmau dipanggil Ustadz... :-).
Halus sekali penyimpangan dalam ceramah yg disebut sebagai 'tausiyah/ motivasi' Abu Marlo ini, dan lagi-lagi---korbannya adalah masyarakat awam.

Astaghfirrulloh, semoga masyarakat Indonesia senantiasa tegar dan teguh dalam keimanan, dalam menjaga keislaman secara kaffah, dan mampu melalui berbagai cobaan dgn sabar dan menjaga sholat. Aamiin... آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين 


Sejak beberapa hari yg lalu, sudah banyak rekan-rekan yg langsung bertabayyun kepada abu Marlo si pesulap. Ada yg mengirimkan email dan mention di twitter land (termasuk saya :-D) , terutama persoalan 'isi' kajiannya yg benar-benar serampangan, di episode 2~dia menanyakan, "Jadi wajib mana tuh, antara sholat 5 waktu dengan baca quran?" >_< *di atas sudah dibahas*

Karena tidak ada balasan dari Abu Marlo (di hari ke-4 ini)-mungkin dia sibuk syuting atau bisnis lainnya, isi twitternya juga adalah urusan entertaint yg dia geluti, makanya jalan pengaduan ke KPI dan kepada MUI cara yg diambil oleh pribadi-pribadi muslim yg peduli. ^_^

Dan tanggapan MUI, baru muncul yg ini : 

Berikut adalah pernyataan dari tweet Ust Fahmi Salim, MA —Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. 


Subhanalloh... Maha suci Allah yang melimpahkan segala peristiwa berharga setiap saat kepada kita semua, :-).
Ya Allah, tolong jagalah, lindungilah masyarakat Indonesia senantiasa, limpahkan bimbinganmu selalu, Yaa Robbul 'izzati.



Buat Abu Marlo, "Bro, yoook sama-sama belajar, di tempat yang benar, di kelas quran dan hadits, di ma'had atau sekolah Islam yang terpercaya, Pedoman hidup ada 2 bro, yakni #Quran dan #Hadits , berkaitan erat di setiap bahasannya, bro... ^_^, beda dengan belajar sulap dan hipnotis...Balas mention-an aja, bro, pakai bahasa Arab kalau mau, sedikit-sedikit, insya Allah daku bisa paham juga arabic... :-)"

:-/



أستغفر الله 

أستغفر الله

أستغفر الله



Al-Hafizh Al-Nawawi mengisahkan:

وعن الشافعي -وقد سئل عن مسألةٍ فلم يجب-، فقيل له، فقال: “حتى أدري أن الفضل في السكوت أو في الجواب”.

“Dari Al-Imam Al-Syafi’i -pernah ditanya tentang suatu permasalahan dan ia tidak menjawab-, ia berkata: “(Saya tidak akan menjawab) hingga saya mengetahui mana yang lebih utama antara diam atau menjawab.”

Dari Al-Atsram, ia berkata:

سمعتُ أحمد بن حنبل يكثر أن يقول: (لا أدري)

“Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal banyak berkata: “Saya tidak mengetahuinya”

Yakni menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang suatu permasalahan. (Tausiyah Article brother Irfan Abu Naveed)

___
Maaf lahir bathin atas segala hal yang tidak berkenan, semoga kita dapat istiqomah di jalan Islam yang lurus, beroleh taufiq dan hidayahNya sepanjang masa, aamiin...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Wednesday, December 18, 2013

Lima Hal yang Jangan Dilewatkan Setiap Awal Subuh

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 





Tahmid wa sholawat,
Maafkan lahir dan bathin atas hak-hak saudara/i yang belum tertunai, atas WA dan email yang tak terbalas misalnya, maklum yah, Saya 'kejar-kejaran' dengan kereta--- -_- kereta waktu maksudnya :-D

Jelang subuh ini Saya share dikit sebuah renungan pribadi, yang sudah jadi kebiasaan lama sejak kecil, insya Allah... 

Lima Hal yang Jangan dilewatkan setiap awal subuh, yaitu :

1. Bersyukur, bersyukur dan bersyukur... Karena sudah bangun dari 'tidur panjang' (bayangkanlah, di tempat lain, ada lho yang tidak bangun lagi, tiba-tiba sudah ke alam barzah ketika jam tidur malam... :-(( sedangkan diri kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri...;-))
Alhamdulillah.... *Thank You Allah* 

Bersyukurnya tidak perlu dilempar di FB atau twitter sih, sayaaang...
:-)) 
Pokoknya jangan kalah saja dengan syukur kokok ayam jago, syukur cuit-cuitan burung, lafadz syukur bunga-bunga di taman, lafadz syukur para semut, wah malunya kalau kita bangun kesiangan, sampai lupa bersyukur menyambut subuh >_<


"Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya.  Masing-masing telah mengetahui (cara memujaNya) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (QS. An-Nuur:41)

2. Segera bebersih badan, berwudhu, atau mandi, supaya segar dan tidak mengantuk lagi. 
Mandi pada jam ini sangat bagus, lho... Udara segar, 'kalau yang kamar mandi barengan' efeknya yah menghindari antrian (hehehehe ingat zaman anak kos, :-p), paling dahsyat itu pas mata jadi tidak mengantuk lagi, sehingga bisa konsen untuk membaca qur'an atau buku-buku pelajaran menjelang adzan subuh.

3. Mengintrospeksi diri, mengenai kejadian kemarin, bukan melamun atau bengong. Kita renungkan tentang hal kemarin, apa saja yang belum terlaksana di hari kemarin, maka kemudian dihadirkan tekad dalam hati bahwa hari ini harus bisa melaksanakan 'tugas-tugas' atau projek yang belum rampung tersebut. Optimis, teruskan ikhtiar, yoook!

4. Banyak beristighfar, bacaan dzikrulloh, supaya terjauh dari resah gelisah. Istighfar adalah bentuk taubat kita, insya Allah dosa-dosa yang menempel digugurkanNya dalam bait-bait istighfar yang kita lantunkan sepenuh hati. Astaghfirrulloh.... 

Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa huwal-hayyul qayyumu wa atubu ilahi...

 

Aku memohon ampunan kepada Allah, Zat yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi Maha Menegakkan dan aku bertaubat kepada-Nya. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim)

 


Tulisan doa ampunan-pic from google


5. Baca-baca, kalau baca quran---renungkan terjemahannya, meski hanya satu ayat, syukur-syukur #Alhamdulillah dapat di-forward dalam obrolan kepada anggota keluarga (suami/istri/anak-anak) meski hanya satu ayat. 
Naaah, Kalau baca buku, baca blog, email, artikel, dll yang bermanfaat, meski hanya dua baris dalam satu halaman misalnya, meski sempatnya satu paragraf saja, cobalah ingat secuil nama penulisnya, kemudian doakanlah dia. :-) Jadi efek 'baca-baca' ini sekalian memunculkan spontanitas do'a ---mudah-mudahan ikhlas lillahi ta'ala, doakanlah saudara/i kita yang tengah bergelimang ujian beragam, saudara/i kita yang sedang berada dalam kemerosotan moral, yang sedang berada di persimpangan jalan, juga yang sedang belajar menulis hikmahNya sebagaimana yang saya lakukan. 

Ketika kita mendo'akan dengan khusyuk & 'rahasia --- tanpa pemberitahuan ke si anu dan si itu' masya Allah dahsyat efeknya, say :-)

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912).


“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.” 

Masya Allah...

Jangan lewatkan lima hal ini, yah sobs... Insya Allah semangat menyambut pagi berkah, yah!


"Bukan penghargaan namanya kalau mengandalkan isi dompet, penghargaan adalah apa yang kita utarakan dalam doa kepadaNya dengan setulus hati" (quote pribadi) sebagai pengingat supaya di antara kita harus menghindari 'pelit-pelitan', apalagi pelit buat berdo'a, idiiih rugi banget! ^_^






Itu dulu yah dearest readers, semoga kalian makin cantik dan ganteng dalam limpahan hidayahNya, aameen...

I love you because Allah...


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Thursday, November 21, 2013

Tentang Syahid











(Foto-foto : Beberapa Brothers/ sist yang insya Allah syahid saat gugur di bumi Anbiya, melawan rezim zionis laknatulloh saat ini...)

Allahummansuril Islam wal muslimin... Allahummansur ikhwanna al mujahidin Rohingya, mujahidin fi Gaza wa fi Syria, fi Falistin, fi Mishr, fi Iraq wa fi Afghanistan, fi Kashmir wa fi Pattani... fi kulli makan wa kulli zaman... Aamiin





Assalamu'alaykum...

Berikut Forward #Info dari tanya jawab Ustadz Idris Sulaiman, Ustadz Zainal Khamis dan beberapa Ustadz lainnya. Terkait pertanyaan sobat tentang "Mati Syahid".

Tanya : Mati syahid itu apa? Apakah tentara/polisi yang berperang bela negara disebut Syahid? Bagaimana cara pengurusan jenazah mereka, dan bagaimana dengan pengurusan jenazah pihak lawan yang terbunuh?

Jawab :

Bagi para tentara negara, Kita mengatakan secara prinsipnya dari segi niatnya, Allah lebih mengetahui. 

Sekiranya mereka gugur, kita mendoakan supaya mereka tergolong di kalangan orang-orang yang syahid di Hari Akhirat kelak. Tetapi apa yang pasti dari segi zahirnya mereka yang telah mati syahid dari segi hukum dunia. Dari segi hukum dunia, orang yang mati syahid di medan perang ada hukum hakamnya yaitu pakaian mereka tidak perlu ditanggalkan, mereka tidak perlu dimandikan, maka tentu saja mereka tidak perlu dikafankan, bahkan tidak wajib untuk dishalatkan, karena mereka ini masuk dalam kategori orang yang mati syahid. Syahid : gugur di medan juang karena memanggul senjata, membela agama Allah SWT.

Mereka juga sepatutnya dikuburkan di tempat mereka gugur (di medan perang), bukan dibawa ke kampung halaman mereka. Ini termasuk sunnah yang disyariatkan dan dituntut bagi orang yang mati syahid di dalam peperangan.

Seperti di dalam hadis Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, "Maka tidak ada penghalang bagi orang yang mati syahid untuk langsung masuk ke syurga."

Maka kita mendoakan kepada Allah supaya mereka tentara Islam yang berperang tergolong di dalam golongan syahid yang akan masuk ke Syurga.

Oleh itu tidak diwajibkan untuk kita shalat buat mereka, karena tujuan shalat jenazah adalah untuk meminta supaya dia tergolong di dalam golongan ahli Syurga, supaya Allah memudahkan urusannya di Hari Akhirat. Tetapi jelas bahwa orang yang mati syahid sudah menjangkauinya dan dari sudut Syarak dia sudah tidak perlu disholatkan lagi.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam terhadap para Sahabat yang gugur syahid dalam Perang Uhud di mana Jabir r.a. mengatakan bahwa “Rasulullah sallalahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar mereka dikuburkan bersama darah mereka tanpa dimandikan atau disholatkan” (Riwayat Bukhari). 

Ini karena sebagaimana dalam hadits lain, di Akhirat kelak golongan syuhada ini akan dibangkitkan dengan bekas-bekas luka mereka di mana darah mereka terus mengalir berwarna merah tetapi baunya haruman kasturi.

Tetapi ini tidak menafikan bahwa dibolehkan juga untuk shalat jenazah buat mereka (keluarga dan masyarakat di kampung halaman ingin menyolatkannya, tak apa...), cuma hukumnya tidak wajib. Hanya sekadar dibolehkan karena Rasulullahsallallahu ‘alaihi wasallam juga telah shalat jenazah untuk sebagian kecil para sahabat yang mati syahid seperti yang kita lihat di dalam peristiwa peperangan Uhud di mana Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam telah shalat saat meninggalnya bapak saudaranya, Hamzah. Tetapi Baginda SAW tidak shalat jenazah buat sahabat-sahabatnya yang lain yang (insya Allah) mati syahid.


Larangan meletakkan gelaran ‘Asy-Syahid’

Perlu juga diingatkan bahwa adalah menjadi prinsip Ahli Sunnah wal Jama’ah supaya tidak meletakkan gelaran ‘Asy-Syahid’ Fulan bin Fulan. Perlu kita bedakan antara kita mendoakan mereka mati syahid dan kita menguruskan jenazah mereka sebagai orang yang mati syahid, dengan kita meletakkan gelaran Asy-Syahid di depan nama mereka.

Perbuatan pertama yaitu mendoakan dan menguruskan jenazah mereka sebagai orang yang mati syahid; ini adalah di atas dasar kita menghukum mereka secara zahir, dan kita meminta izin Allah SWT supaya mereka benar-benar tergolong di kalangan orang yang mati syahid.

Adapun perbuatan kita meletakkan gelaran Asy-Syahid di depan nama mereka, ini adalah satu perbuatan yang berbeda. Seolah-olah kita telah mendahului hukum dan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seolah-olah kita yang menentukan 'hebatnya amalan' bagi mereka masuk Syurga.

Walaupun kita melihat bahwa masalah ini mungkin sedikit sensitif, tetapi hal ini perlu juga dijelaskan. Kita memohon supaya Allah menggolongkan mereka sebagai golongan Syahid, tetapi dalam masa yang sama tidak membolehkan kita meletakkan gelaran itu karena perbuatan ini hanya dibolehkan jika kita mengetahuinya secara pasti, dan hal ini hanya dapat diketahui dengan wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan seperti yang kita ketahui, kita sudah tidak ada wahyu setelah kewafatan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

Hanya mereka yang disebutkan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bahwa mereka tergolong dalam ahli Syurga karena gugur di medan perang yang boleh kita kategorikan sebagai Asy-Syahid seperti nama Saidina Hamzah dan sahabat-sahabat yang lain. Bagi mereka, boleh kita katakan misalnya Asy-Syahid Hamzah bin Abdul Muthalib.

Adapun pada zaman sekarang, kita tidak boleh menyatakan secara pasti, karena perbuatan itu jelas seolah-olah kita mendahului takdir dan hukum Allah dengan kita pula yang menetapkan bahwa dia mati syahid yang membawa maksud secara pasti bahwa dia akan masuk Syurga.

Penetapan Syurga dan Neraka hanya milik Allah ta'ala, hanya boleh ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagi kita, kita hanya memohon kepada Allah ta'ala supaya mereka tergolong di dalam golongan yang mati syahid, insyaAllah.


Adapun jenazah-jenazah orang-orang Bughat (pemberontak) atau Pihak musuh ini, perlu juga kita bersikap adil dan jangan kita melampaui batas. Syariat sentiasa menuntut kita sebagai orang Islam supaya berlaku adil dan bertindak di atas garis panduan Syarak.

Maka apa yang pasti, sekiranya mereka adalah orang Islam, perbuatan mereka melakukan pemberontakan, mengangkat senjata kepada saudara sesama Islam mereka, tidak menjadikan mereka kafir. Perbuatan mereka salah, tetapi tidak sampai mereka jatuh hukum kafir.

Oleh karena itu, mayat-mayat mereka hendaklah diuruskan seperti jenazah-jenazah orang Islam yang lain; yang ada kehormatan dan ada hukum hakam yang perlu dijalankan dan perlu dijaga. Kita perlu berlaku adil. Kita tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan, tetapi hal ini tidak menafikan ke-Islaman mereka bahwa mereka tetap saudara se-Islam kita yang perlu dijaga, yang wajib dimandikan, dikafankan, disholatkan dan dikuburkan dengan ahsan.



-----*Beberapa pertanyaan tentang urusan jenazah :

- Bolehkah mencukur bulunya (kumis, bulu ketiak misalnya) & memotong kuku jenazah?  (Jawab : Boleh, jika terlihat sangat panjang, kotor, sebaiknya kuku dipotong dan dipendekkan kumisnya.)

- Tanya :

Syaikh Muhamad bin Ibrahim bin Abdullatif dan Syaikh Abdul Aziz Al-Anqari ditanya tentang wanita haidh dan wanita nifas jika meninggal, bolehkah jenazahnya dishalatkan di masjid?

Jawab :

Ya, boleh menshalatkan jenazah itu di dalam masjid jika dapat dipastikan bahwa masjid akan terhindar dari noda yang mungkin keluar dari mayat wanita tersebut. Karena hukum-hukum haidh dan nifas tidak berlaku lagi karena kematian itu.


-  Tanya : Bagaimana dengan wanita yang haidh, bolehkah memandikan jenazah? (Jawab : Boleh)

- Bolehkah jenazah hanya dilapisi satu lembar kain saat dikafankan, misalnya karena sangat miskin dan tidak ada ahli waris yang menanggung urusannya? (Jawab : Boleh saja, namun kalau dia tidak mampu, bisa mengambil dana baitul mal/ infaq dan sodaqoh dari muslimin lainnya untuk dipergunakan dalam urusan jenazahnya.)

- Siapa yang paling berhak memandikan jenazah seorang lelaki yang telah berkeluarga? (Jawab: istrinya selaku mahram, anak-anaknya, orang tua, saudara-saudara kandungnya... Jika ada 'petugas/sukarelawan tukang memandikan khusus' yang diundang, hendaknya petugas menyampaikan izin yang santun kepada pihak ahli waris tersebut untuk ikut membantu proses menguruskan penyelenggaraan jenazah.) 


 Yaa Allah biha Yaa Allah Bi khusnil khotimah, aamiin...

Wallahu a’lam.

Semoga kita petik hikmahnya bersama-sama, Barokallohu fiikum! Salam Ukhuwah yah!

wassalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh...

T : @bidadari_azzam

Note : *Disampaikan di beberapa majelis taklim/sharing tausiyah sisters muslimah di Palembang, Krakow, dan Kuala Lumpur.


Sunday, November 17, 2013

Pesimis VS Optimis


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
 




Apa kabar qolbu-qolbu kita hari ini? Apakah senantiasa optimis dalam keimanan, ataukah rapuh dan berbalut rasa pesimis?

Pesimis adalah sikap manusia yang selalu didominasi oleh pikiran negatif, melihat segala sesuatu dengan fokus pada hal buruk dan jahat. Sedangkan Optimis adalah sikap manusia yang didominasi oleh pikiran positif, melihat segala hal dengan fokus pada kebaikan.

Orang pesimis biasanya cepat ragu dan gusar, sedangkan orang optimis biasanya selalu bersemangat dalam mempertahankan prinsip dan pilihan sikap hidup.

Orang pesimis senantiasa melihat kesulitan, kesusahan dalam setiap kesempatan, sedangkan seorang optimis langsung melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.

Orang pesimis selalu cepat berkata ‘tidak tahu’, tidak bisa, tidak mungkin. Sedangkan orang optimis senantiasa berkata, “belum, nanti akan saya cari tahu.” Atau belum bisa—nanti saya pelajari dahulu, dan selalu yakin mengenai segala kemungkinan yang akan terjadi dalam tiap perencanaan kerja.

Orang pesimis merasa selalu berduka, luka dan prahara dirasakan selalu hadir setiap saat, dan mengira bahwa hidup hanya berbalut rasa sakit. Sedangkan orang optimis senantiasa menyadari bahwa segala luka, lelah, dan sakit hanyalah sementara. Tak ada strategi paling mujarab selain ikhlas dalam menetapi kesabaran dan menjaga kesyukuran.

Orang pesimis menjadi sosok yang kurang percaya diri karena lebih banyak menghitung ‘hal yang tidak menyenangkan’, orang optimis memiliki keyakinan dan rasa percaya diri tinggi sebab merasa ada hal baik di setiap kejadian apa pun.

Bagi orang pesimis, Ciri lain yang melekat adalah sedikit-sedikit kecewa, sedikit-sedikit merasa langkahnya salah, lebih banyak keluhan dan mudah menyerah. Bagi orang optimis, ciri lain yang melekat adalah ketika ada kecewa atau tertusuk duri dalam melangkah, ia akan bersegera memperbaiki diri, mengobati luka dengan tetap ceria dan bersemangat dalam perjuangannya.


Si pesimis cenderung mencari untung untuk diri sendiri, mengutamakan kepentingan pribadi. Sedangkan si optimis mengorbankan kepentingan pribadi karena merasa bahagia jika menyenangkan orang lain.

Si pesimis seolah hidupnya penuh curiga, melihat kehidupan bagaikan warna hitam-putih saja. Si optimis merasa hidupnya penuh berkah, memandang kehidupan berwarna-warni dan selalu indah.

Si pesimis suka membesar-besarkan masalah kecil, namun enggan mencari penyelesaiannya, sedangkan si optimis berusaha untuk menemukan solusi atas masalah besar meski dengan langkah kecil.

Si pesimis gemar menunda pekerjaan dan merasa tak termotivasi, sedangkan si optimis tekun dan menyegerakan karya nyata secepatnya.

Dalam kondisi akut, orang pesimis berpikir congkak bahwa, “Saya lebih hebat dari pada dia dan dia…” Sedangkan si optimis tetap sederhana dan berpikir bahwa, “Saya harus selalu belajar dari dia dan dia…”

Ketika disodori setangkai mawar, orang pesimis langsung mencemooh ketajaman duri-duri si mawar. Sedangkan orang optimis tak peduli pada duri, melainkan terlebih dahulu memuji keharuman bunga indah tersebut.





Dalam situasi dikhianati rekan atau teman, si pesimis akan menggeneralisasi permasalahan, bersikap bagai bom meledak yang memuntahkan segalah amarah bagaikan tak ada secuil pun jasa teman yang dinikmatinya. Sedangkan sang optimis akan bersikap adil, menelaah dengan hati-hati dan berusaha menyelesaikan permasalahan itu dengan menyadari posisi, situasi dan keadaan yang dihadapi orang lain.

Orang pesimis di setiap tahap pekerjaannya selalu mendahulukan kemungkinan buruk, orang optimis dapat menjaga keseimbangan prediksi sesuai dengan optimal usahanya, fokus untuk meraih hasil terbaik.

Orang pesimis kurang banyak teman karena orang sekitar menjadi turut resah jika tertular kepesimisannya. Sedangkan orang optimis mudah memperoleh banyak teman dan sahabat baik.

Orang Islam tak punya kata pesimis dalam kamus hidupnya, karena pedoman yang telah dipegang teguh adalah al-Quran dan al-Hadits.

Pernahkah terpikir oleh kita bahwa segala rintangan, kesulitan yang dihadapi menjadikan kita kian ahli dan bertambah pengalaman dalam segala hal? Sungguh indah ayat cintaNya mengenai sikap optimis yang harus ditanamkan dalam diri kita, Alam Nasyrah, “… karena. sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.” (QS 94: 5-6)

Semoga kita dapat menghindari ciri-ciri pesimisme yang dapat meruntuhkan kepercayaan diri pada keindahan taufiq hidayahNya yang telah kita dekap erat-erat. Untuk menanamkan kegembiraan dan optimis di hati, hendaknya kita menyadari bahwa tugas diri hanyalah berusaha semampunya, mengoptimalkan ikhtiar dan memanjatkan pinta kepadaNya, sedangkan ketentuan dan hasil akhir adalah urusan Allah ta’ala. Penilaian dan ganjaran terbaik adalah milikNya semata. Wallahu’alam bisshowab.

(Salam Ukhuwah, semoga selalu optimis, sahabat! @bidadari_azzam, KL akhir dzulhijjah 1434h)

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Yoook, silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Sunday, November 3, 2013

Amal Jariyah (Sharing kelas #Hadits)




Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh





 

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم

 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW, keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah hingga ke hari kiamat.

 

Sahabat dimanapun berada yang dirahmati Allah,

Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walau pun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia. Amalan tersebut menghasilkan pahala yang terus mengalir kepadanya.

 

Hadits tentang amal jariyah yang popular dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakannya." (Hadits Riwayat Muslim)

 

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariyah. (Diterangkan oleh Ust. Abu Basyer-Selangor)

 

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda maksudnya, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya meninggal dunia ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak sholeh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan, sungai (sumur-sumur) yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya." (HR. Ibnu Majah)

 

Di dalam hadits ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariyah sebagai berikut :

 

1. Ilmu yang diamalkan/sebarluaskan : 

 

Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal dan pendidikan tidak formal seperti perbincangan ilmiah, tazkirah di masjid-masjid, ceramah umum, kursus motivasi, program dakwah dan tarbiyah dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah menulis buku-buku yang berguna untuk dipahami masyarakat luas, menulis kalimat-kalimat indah berdasarkan aturan-Nya di berbagai media dan menyebarkan bahan-bahan pendidikan Islam melalui artikel-artikel tazkira di blog dan akun sosial lainnya.


Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diaplikasikan, ditransfer kepada orang lain, dengan maksud menambah kualitas kebaikan bagi orang lain pula. 

 

2. Anak sholeh yang ditinggalkan :

 

Mendidik anak menjadi anak yang sholeh. Anak yang sholeh akan selalu berbuat kebaikan di dunia, insya Allah. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang diperbuat oleh anak soleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah meninggal dunia tanpa mengurangkan nilai atau pahala yang diterima oleh anak-anak tadi. Doa anak yang sholeh kepada orang tuanya mustajab di sisi Allah SWT.

 

3. Mushaf (kitab-kitab agama) yang diwariskannya :

 

Mewariskan kitab suci al-Quran, kitab tafsir al-Quran, mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya. Demikian pula untuk anggota keluarga dirumah, untuk sekolah-sekolah agama dan ma'had tahfiz dan untuk perpustakaan awam. Selagi kitab-kitab tersebut digunakan sebagai bahan bacaan dan rujukan maka orang yang mewakafkan akan mendapat pahala kebaikan yang terus-menerus.

 

4. Masjid yang dibina :

 

Membangun masjid. Perkara ini selaras dengan sabda Nabi SAW yang bermaksud, "Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid karena Allah ta'ala walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga" (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

 

Orang yang membina masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang mengerjakan amal ibadah di masjid tersebut. Termasuk juga mewakafkan tanah untuk pembinaan masjid. Barokalloh!

 

5. Rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan :

 

Membangun rumah musafir atau pondok bagi orang-orang yang bermusafir untuk kebaikan adalah suatu amalan sangat dianjurkan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk berehat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya. Termasuk juga kita membina pondok perhentian bus ditepi-tepi jalan yang tidak di bangun oleh pemerintah, mengajarkan aktivitas kebaikan bagi orang-orang yang dalam perjalanan (di banyak negeri, orang-orang di perhentian bus sering memperoleh ujian berat berupa godaan kehidupan remang-remang).

 

6. Sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai,

 

Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tempat-tempat orang yang memerlukannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu meninggal dunia dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir pula.

 

Semakin banyak orang yang memanfaatkannya, semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membina sebuah telaga lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah ta'ala akan memberinya pahala kelak di hari kiamat." (Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah)

 

7. Harta yang disedekahkannya :

 

Menyedekahkan harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Selain daripada harta yang diberikan sebagai sedekah, termasuk juga mewakafkan tanah untuk pembangunan pendidikan Islam, rumah anak yatim, maahad tahfiz, tanah perkuburan dan rumah bagi orang-orang tua. Selagi tanah tersebut digunakan untuk kebaikan maka pahalanya akan berterusan kepada pemberi tanah wakaf tersebut.

 

Nabi SAW bersabda maksudnya : “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung dalam naungan sedekahnya." (Hadits Riwayat Al-Tabrani)

 

Sedekah dapat di jadikan sebagai pemberi syafaat bagi pelakunya. Di dalam kubur ia mendapatkan kesejukan berkat sedekahnya dan terhindar dari panasnya kubur. Demikian pula di hari kiamat, ia akan mendapatkan naungan dari amal sedekahnya, padahal ketika itu kebanyakan manusia berada di dalam kepanasan yang tiada taranya. Dalam hadits lain di sebutkan bahwa sedekah itu dapat menolak kemurkaan Allah.

 

Sahabat-sahabat yang dimuliakan Allah, 

Apa yang disombongkan adalah sikap bakhil, kecintaan yang berlebihan terhadap nikmat dunia dan kurang peka terhadap golongan yang memerlukan bantuan bukanlah sikap seorang mukmin.

 

Tinjaulah bagaimana mereka yang berada dalam kelompok mukmin yang bergelar hartawan seperti Uthman bin Affan, Abdul Rahman bin Auf memamerkan nilai diri yang melandasi tuntutan agama nan mulia. Mereka langsung tidak sayang-sayang dan bersikap pelit dengan harta yang mereka miliki, sebaliknya merekalah yang muncul sebagai penyumbang utama kepada usaha meningkatkan syiar agama termasuk dalam aspek menyalurkan aneka bantuan kepada masyarakat. Mereka adalah teladan ummat.

 

Sejarah dengan jelas merekam dalam tinta emas kedudukan mereka itu yang begitu luhur dalam kerja-kerja membantu kemajuan ummat. Inilah sebenarnya yang Islam kehendaki, yaitu yang kaya membantu mereka yang berada dalam kesempitan. Barulah bermakna dan bermanfaat segala harta dunia yang dimiliki. 

 

Amanat Allah SWT berikut ini wajib kita ingat selalu, firman-Nya yang bermakna : "Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bagianmu (keperluan dan bekalanmu) dari dunia dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba Allah) sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu (dengan pemberian rahmat-Nya yang melimpah-limpah) dan janganlah engkau melakukan kerusakan di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berbuat kerusakan.” (Quran Surah al-Qasas ayat 77)

 

Justru, usaha-usaha di dunia ini adalah berkeinginan untuk meningkatkan kualitas perbekalan di akhirat, investasi harta benda adalah untuk kampung akhirat. 

 

Allah SWT berfirman yang bermakna, “Orang yang membelanjakan (mendermakan) hartanya pada waktu malam dan siang, dengan cara sulit atau berterang-terangan, maka mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka dan tiada kebimbangan (daripada berlakunya kejadian yang tidak baik) kepada mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.” (Quran Surah al-Baqarah ayat 274)

 

Sahabat-sahabat yang dicintai Allah ta'ala, 

Rasulullah SAW sepanjang hayat baginda sangat memandang tinggi sikap dermawan yang tidak bakhil dengan menyumbangkan hartanya di jalan kebaikan. Dengan kenyataan yang juga berbentuk satu motivasi buat umatnya, baginda berpesan kepada kita: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan tangan yang di atas suka memberi dan tangan yang di bawah suka meminta.” (Hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

 

Teruskan beramal jariyah karena inilah jenis amalan yang umpama air sungai---mengalir kepada mukmin yang melakukannya ketika mereka masih hidup di dunia ataupun ketika telah meninggal kelak.





Ust. Baharuddin Ayudin dalam kelas hadits pagi ini menyampaikan pesan bahwa suatu amalan yang tak pernah sia-sia adalah "yang dilakukan dengan ikhlas lillahi ta'ala" (tanpa dibumbui tujuan lain / syirik selain karena Allah semata) dan amalan yang dicontohkan oleh baginda rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Artinya apa yang kita kerjakan, meskipun sedikit, harus sesuai tuntunan syari'at, supaya manfaat sampai akhirat. Kita berpegang teguh kepada dua pedoman utama yaitu al-Quran (Kalamullah) dan al-Hadits (sunnah rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam).





Insya Allah nanti kita lanjutkan...

Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ 

Yoook, silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Wassalamu'alaykum  Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)