Photobucket
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Sunday, June 29, 2014

Ramadhan Mubarok!

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid wassholawat...







Ahlan wa sahlan...
Yaa Ramadhan Kariim, Ramadhan Mubarok!

Selamat datang tamu agung yg dinanti-nantikan oleh seluruh muslim beriman... #Alhamdulillah bulan mulia nan dirindukan ini telah hadir, hidangan istimewa berupa bonus-bonus tabungan 'rewards-Nya' pun telah siap direbut, teristimewa kehadiran malam lailatul qodar, nan lebih baik dari seribu bulan, masya Allah!

Seiring awal masuk Ramadhan Mubarok, Saya sekeluarga memohon maaf atas segala khilaf, semoga kita semua berhasil meningkatkan kualitas ibadah, melakukan 'apa-apa yg terbaik' di hadapanNya, aamiin...




Duhai Allah, berikan kemudahan bagi kami semua dalam menjalani Ibadah Ramadhan 1435 H, aamiin...

Semoga sahabat-sahabat mendapatkan Rahmat kasih sayang-Nya, ampunan Allah SWT atas segala dosa-dosa, dan Allah berkenan menjaga diri kita sekeluarga dari siksa api neraka, serta meraih derajat Taqwa yang istiqomah hingga akhir hayat... Khusnul khotimah, aamiin yaa Robb.

Selamat Menikmati Indahnya Ramadhan dan Manisnya Iman, dalam keberkahan Allah SWT...



Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Friday, June 20, 2014

Mei Juni Penuh Cerita

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Tahmid wa sholawat...



Manusia hanya dapat merencanakan segala program dengan optimis, lalu Sang Maha Pemberi Ketetapan yang mengatur kelancaran dan rintangan dalam tiap program tersebut.

Begitulah yang terjadi setiap hari, terutama beberapa bulan ini, dan lebih khusus lagi di saat mei juni kutapaki (sampai blog, FB, dan email pun kecolongan si spam lagi, hihihihi....)

Btw, sejak akhir tahun 2013, sudah kami rencanakan beberapa acara buat bulan mei dan juni ini. Pertama, mau pergi berduaan (Saya& Mas Angga) ke Jawa Timur karena pernikahan adik. Ini maunya sekalian mengambil buku-buku di Jakarta dan beberapa barang (yang packingan dari Poland dan Kuwait) :-D. Berduaan saja, disebabkan #TrioKids punya 'urusan lain', hehehehe... Kan Abang Azzam & Sayyif barusan beberapa bulan sekolah, dan siap-siap ujian, jadi tidak mungkin absen-absenan, begitu pikir kami. 

Maka, Ombay Akas (nenek dan kakek, dalam bahasa Komering) datang dari Palembang untuk menemani cucunda di Kuala Lumpur. 

Kedua, mau hadir di acara reuni teman-teman Mas Angga, di Lombok (sekaligus memang kangen ingin melihat keindahan pantai, ;-)), masya Allah, sejak dulu... Kami memang ingin ke #Lombok ^_^. Dan mau ngajak the baby Poland melihat pantai (Zuhud kan selama ini, belum pernah ke pantai, kecuali Green island- Kuwait :-D)

*_^ Dan duh subhanalloh, ngelap-ngelap air mata kemarin-kemarin itu... Hihihihi.
Terasa sekali, sejak awal pindah ke KL, gak ada masa yang senggang, termasuk buat menulis. :-(
Apalagi sejak januari ke bulan april 2014, berulang kali ada beberapa acara penting, yang disitu kita bertugas sedikit membantu supaya lancar. Abang Azzam juga ada ujian karate do.



#Alhamdulillah tetap menikmati kesehatan, yaa Robb...
Pas waktu 'rencana siap dijalankan', "packing bagasi-nya" nyantai banget, beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, *tuing! Bandara KLIA2 juga baru dipakai, (ngebayangin Ombay Akas capek jalan kaki dari awal turun di KLIA2, kita jemput.... nyobain tepar rupanya, :-D.)

Ribetnya adalah menimbang bagasi pas di Jakarta menuju Surabaya, soalnya semua tumpukan buku, :-/ dan 'air asia' ketat sekali, kalau lebih 2 ons aja, gak diizinkan! (Itu pengalaman Ombay Akas dari palembang... Dan pengalaman kami pas dari KL ke Jakarta---lebih setengah kg, kudu mengeluarkan beberapa baju dari koper:-)).

Jadi kami berduaan bawa ransel dan tas tangan, isinya buku-buku, kayak 'latihan angkat beban' :-D, dalam bagasi kan ada beberapa baju kondangan dan titipan makanan anak-anak buat di KL. Soalnya dari Surabaya, balik langsung ke KL seusai kondangan.
Pokoknya mah, ini bukan jalan-jalan nyantai atau liburan, :-p. Balik KL pun, kita beli extra bagasinya.

Singkat cerita, ragam problema di jalan dan berbagai keerroran :-p sudah terlewati, dan setiba di KL senin malam, belum rehat.... Peluk-peluk #TrioKids, ternyata kaki Dek Zuhud terluka, >_< lukanya kecil sih, tapi di bagian telapak kaki, jadi kalau ada secuil sisa darah, tersisa juga di lantai pas Zuhud berjalan.
Kata Bang Azzam, saat semua yang di rumah sedang sholat, Dek Zuhud mondar-mandir di dapur, kemungkinan kakinya terkena pecahan mainan atau sisa pecahan kaca. Inna lillahi wa inna ilayhi roji'uun... Faghfirlii...

Karena sudah diraba-raba, gak ada sisa benda dalam lukanya, Ombay dan Bang Azzam menetesi cairan pembersih luka---dengan tetap kejar-kejaran, Zuhud kan super duper aktif ^_^.

Ternyata di hari rabu sore, Zuhud jinjit-jinjit jalannya. "Sakiiit..." Bisiknya. Subhanalloh, timbul benjolan kecil bernanah di bekas luka itu, dan area sekitarnya juga bengkak. Rabu malam itu, kami ke klinik, dan dokter bilang "Aman, lukanya tak berbahaya, karena tertutup...." Namun karena anak sholeh ini jalannya terus dijinjit, tentu dirujuk ke rumah sakit, supaya kamis esoknya kami bisa langsung ke dokter anak.

Kamis siang itu, kami ke Gleneagles, dokter mengajak 'x-ray' Zuhud, then katanya ada serpihan yang halus banget dalam nanah, dokter menyuruh mempersiapkan diri untuk operasi kecil. Astaghfirrulloh, padahal besok subuh, rencananya kan kami mau ke Lombok. "Batalin aja tiketnya..." Kata dokter. -_~ wuaaaaaargh malah iba sama Zuhud, kan mau lihat pantai, yang udah lama dinantikannya.

Beberapa menit diskusi, kami putuskan untuk menunda operasi tersebut. Kami mau tetap berangkat ke Lombok, insya Allah....


Maka, qadarulloh, perjalanan ke Lombok 'gak nyantai-nyantai-an' juga :-/, inilah kusebut salah satu kenikmatan 'badai dan gelombang' dalam perjalanan hidup yaks ^_^. Zuhud dibekali antibiotik supaya gak infeksi, dinasehati untuk merendam kakinya dalam antiseptik, minimal dua kali sehari. Dan. Di pantai, gak boleh buka sepatu supaya gak kemasukan pasir, :-). Kamis malam itu, kami 'booking' kamar di hospital buat operasi minor sepulang dari trip.

#Alhamdulillah pemandangan Lombok memang sangat indah, masya Allah, 'maunya kesana lagi, aaamiiin....' ----ntar kuceritakan di lain waktu, insya Allah. *btw Ayam Taliwang plus Plecing Kangkung memang uenaaak banget yaaah ^_^

Memandangi lukisanNya memang membuat kita amat bersyukur, secuil masalah tentu tak terasa berat, satu-dua problema adalah hal biasa, sementara nikmat kurniaNya .... selalu tercurah berjuta-juta anugerah! Segala puji atas kuasaMu, yaa Robb....



Pulang dari Lombok, sebagaimana yang kami janjikan, gak nginap di rumah.... >_< ini ujian buat bang Azzam, sebab dia sedang menghadapi UAS, sementara ummi dan adiknya harus berada di hospital. Abang harus belajar sendiri di malam-malam jelang ujian itu.... *_*

Yup, saudara-saudari yang senantiasa dicintai Allah, dokter anakku terlalu mengkhawatirkan bekas lukanya. Pas di-x-ray ulang, serpihannya ada. Lukanya sudah tak bernanah lagi, kempes.... Lantas karena ia tetap mau melakukan operasi kecil, membersihkan luka itu, maka dek Zuhud tetap dianastesi, :-D ujungnya usai operasi, "Bendanya gak ada?!!!" #Info seperti kata ombay, kata Eyang, kata ummu Azzam juga, "Yah kan kalau nanahnya sudah keluar, berarti benda halus itu juga keluar bersama nanah.... :-D" 

Semua teman penasaran, operasi soalnya.... :-D



Artinya, peristiwa ini adalah ujian mengurusi administrasi di hospital tersebut, 'kesempatan emas untuk belajar dan berkarya' bagi si dokter anak yang super baik hati dan ramah serta sayang anak tersebut, ujian buat bang Azzam dan bang Sayyif karena dua malam bobok tanpa pelukan ummi mereka, latihan buat kami semua supaya anggota keluarga kian berkoordinasi dan bekerja sama, skenarioNya supaya bunda-bunda majelis taklim menengok Zuhud yang sudah absen pengajian selama 3 minggu, hehehe... dan masih banyak lagi rentetan pelajaranNya, termasuk 'zig-zag' urusan yang kusadari merupakan bukti ke maha-besar-anNya, Allah Hafiz.



Btw, 'dek Zuhud saat buka perban, pas berhari lahir, 3 tahun lhoooo, hari H yang sama dengan Raja Malaysia. :-) barokalloh dek Zuhud!


Luka 0,4 cm itu kudu dibalut perban sampai ke betis, karena dokter takut kalau plester penutup lukanya dibuka-buka. #Eh ikatannya terlalu kencang, jadi menimbulkan 'kapalan' githu, :-( sekarang kaki Zuhud justru banyak sisa bekas 'kapalan' tersebut (yang brutusan isi cairan itu lho.... :-/) astaghfirrulloh....

Btw, secara umum, gleneagles bagus banget sih.... Ruangannya, pelayanannya, menu buat pasien, nurses-nya, security, 80-an lah kalau scor-nya pakai point skala 1-100 :-D. Namun dokter anak tersebut, *kasih senyum* .... Satu, dia x-ray dua kali toh, namun sepulang dari Lombok sudah keluar nanah, #eh tetap dioperasi. Dan jadinya dikasih suntikan infus sejak awal masuk ruangan rawat inap ~_~, *bayangin aja, sebalnya Zuhud nengok jarum suntik, :-))
Dua, serpihan bendanya gak ada, tinggal nunggu kering, namun balutannya kencang sekali, dan perbannya setinggi itu. >_< dan justru menimbulkan luka-luka baru yang lebih besar :-(. Tiga, ganti perban pun, pakai obat tidur! :-(( Zuhud, maafin ummi, nak....
Alasan beliau, "Ini anak nih kecil, aktif pulak!" >_<
Empat, dia selalu telat, :-(, klop banget dah kita harus 'nambah dosis pil #Sabar :-))'



Weekend berikutnya (pertengahan juni) kami masih bolak-balik hospital untuk ganti perban.
Lalu suamiku bilang 'gak mau datang lagi' di ganti perban ketiga. Karena selain beliau sedang ada keperluan penting banget di kantor, ia juga sudah bete melihat luka-luka 'tambahan' yang ada di kaki Zuhud---justru luka-luka tersebut didapat setelah diplester dan diperban sekencang itu. Juga karena urusan koordinasi di rumah sakit itu lelet, dokter dan perawat harusnya kan tinggal lihat 'file' di pc. Tapi ini gak, tiap datang----ditanya ulang mulu data-data dan urusannya, padahal 'hanya follow-up' yang sesuai appointment... *Duh, kalau urusan begini, jadi kangen dokter Krakow--- beliau datang ke rumah pasien kalau pasiennya lemah, atau emaknya repot kayak daku begini :-D



Sudah dulu.... jangan sampai kalian bosan membaca disini, hehehehe....
Minggu lalu, Zuhud sudah PAUD lagi, ketemu sobat-sobatnya yang ganteng dan cantik... Alhamdulillahi robbil 'alamiin...
Congrats, my dear...

Terima kasih abang Azzam dan bang Sayyif yang sudah bisa menyiapkan baju sekolah sendiri. :-) 
I am proud of you, and always love you, dearest #TrioKids ^_^

Terima kasih, syukron jazzakumulloh khoiru jazza buat semua sahabat yang senantiasa mendoakan, yang menengok anak-anak, yang juga kasih kado-kado buat Zuhud, masya Allah... ^_~
Hanya Allah SWT yang dapat melimpahkan balasan terbaik.

Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Friday, May 16, 2014

Ada Apa MERS dengan Unta? :-)



islampos
BAGAIMANA bisa tiba-tiba, Virus MERS yang baru muncul kurang dari lima tahun belakangan ini, menular lewat unta—binatang khas padang pasir yang menemani Rasulullah SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Yastrib?
Berabad-abad lamanya unta hidup di padang pasir, dan tak pernah ada masalah. Dan unta adalah salah satu binatang yang disebutkan dalam Al-Quran karena kelebihannya tersebut. Ada apa unta dengan MERS?
Unta adalah makhluk Allah SWT yang langka, yang bisa bertahan hidup di bawah terik matahari di tengah gurun sahara walau sengatan sinar matahari itu mencapai lebih dari 50 derajat selsius. Binatang berpunuk ini juga bisa berjalan 70 mil tanpa berhenti. Ia bisa bertahan tidak makan dan minum selama 3 hari 3 malam.
Logikanya, jika virus MERS memang berasal dari unta, bagaimana dengan para pengembala unta yang setiap saat hidup bersamanya? Kenapa bukan para pengembala itu yang pertama kali kena?
Apakah semata-mata betul karena unta ini? Apa hubungannya dengan sebuah suntikan yang harus diberikan kepada para jamaah haji dan umroh sekarang ini?

Mengenai hal ini, coba simak pengalaman keluarga kontributor Islampos, Sry Bidadari Azzam ketika melakukan umroh dan haji tahun lalu. “Keluarga kami dan sobat-sobat di Kuwait dan Abu Dhabi yang pergi haji dan umroh tahun lalu, gak pake vaksin-vaksinan, apalagi ‘ancaman gak lulus visanya’ sebagaimana bila berangkat di sebuah negeri. Alhamdulillah, kami semua selamat, sehat lahir batin sampai pulang kembali setelah perjalanan haji dan umroh tersebut,” ujarnya kepada Islampos via BBM.
Berjaga-jaga dan waspada terhadap MERS memang perlu dan harus dilakukan, karena korban virus itu memang betul ada. Cuma menggali informasi dari sumber kedua atau yang lain juga sangat wajib bagi kita, untuk lebih berimbang dan utamanya tidak termakan dengan isu-isu berkembang yang selalu memojokkan segala sesuatu yang berasal dari Islam. Allahu a'lam. []
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... 
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Thursday, February 6, 2014

Weekend in Kuala Lumpur (bag.1)

:-)
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid washolawat...

Intinya sih 'mulai berjalan normal', rutinitas weekend acara keluarga yang selalu kami rindukan. 
Sejak bang Azzam dan bang Sayyif bisa barengan sekolah di SIKL (oalaaaaah, yang review-nya masih 'utang sama bu guru' :-//, maafkan daku...), kami (yang sejak dulu doyan ke bioskop... Maksudnya doyan = agak sering, kurleb sebulan sekali atau dua kali, hehehe) akhirnya ke bioskop lagi di KL ini (Yes!!! Kalau bunyi teriakan bang Azzam...)




"Saat mau nonton The Hobbit--- yang terasa menyesakkan karena bersambungnya pas lagi seru..."


Soalnya layar dalam ruang bioskop itu kan besar, om, tante... Jadi #TrioKids senang sekali melihat gambar-gambar heboh di layar itu, apalagi yang 3D dan 4D, bisa 'belajar sport jantung' dan melatih kesabaran. :-)


Selain ke bioskop, usai bersih-bersih rumah, kami nostalgia ke area resto Ayam Bakar Wong Solo, kampung baru. Menu ayam bakar disitu adalah favorit anak-anak sejak kami di KL, pada 2008 yang lalu. Alhamdulillah, hal yang mengasyikkan adalah harga-harga menunya tidak mengikuti inflasi kenaikan harga, hihihi, jadi paket makanannya memang tetap murah, enak, 'Indonesia banget' dan dikangeni anak-anak. 
Para pelayan lama sudah berganti dengan pelayan-pelayan yang lebih muda, lokasinya masih sama macet, sama padat jika jam makan siang, artinya 'kadang susah cari parkir' :-p.






Dekat resto ini juga ada Warung Makan Garuda, ini favorit juga nih bagi WNI dan orang Melayu pecinta kuliner #Indonesia. Kami suka kesana karena sekalian menyeberang jalan usai membeli teh favorit di kedai Indonesia, hehehehe... 
Tak hanya kedai makanan khas negeri kita bertaburan di area kampung baru, buah-buahan juga berhamburan, apalagi durian, hehehehe, favorit kami juga! (Aiiih, banyak yah favorit-an :-p)
Cuma karena rumah dekat dengan pasar Dato' Keramat alias area Minang-Medan juga, jadi biasanya saya membeli durian di Dato' Keramat, banyak pilihan jenis duriannya, enak, murah... Plus dikasih diskon dan sering ditambahi duriannya oleh si abang penjual. *_^ (Insya Allah selalu laris manis yaaaah duriannya, Bang Zul!)


#Syukur #Alhamdulillah ~_^




Nah, secuil foto sudah bercerita, betapa keluarga bahagia merupakan harta terindah yang kita punya, ^_* tiada lagi yang mampu terucap selain "Alhamdulillah...", Terima kasih yaa Allah atas segalanya...

Eits, secuil acara weekend kami biasanya hanya siang dan sore saja. Sebab ummi dan abi #TrioKids ada gantian kelas pagi dan malam untuk menimba ilmu kajian tafsir #Quran dan #Hadits di area Ampang Avenue. :-) Tentu harapan kami, semoga Allah SWT melimpahkan kemudahan dan kelapangan waktu serta energi, jiwa raga ini kudu bermanfaat optimal buat ummat, sebagai bukti cinta pada agama mulia ini. ~_^ insya Allah #LoveIslam forever...

Bagaimana weekend-mu, sobat? Semoga hari-harimu berbalut keberkahan dan ridhoNya selalu, aamiin...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah...
 ;-) http://islam-krakow.pl ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 


Wednesday, January 8, 2014

Tanggapan Terhadap "Cahaya Hati- AM" anehTv

Assalamu'alaykum sahabat-sahabat...
Tahmid wa sholawat... Ini harus segera dipublikasikan gara-gara sampai berurai air mata menengok orang di tayangan itu, membuka quran pakai tangan kirinya, dan kalimatnya (yang tampak sopan dan bagus) tetapi makna quran yang ditafsirkan jauh dari penafsiran ahli quran hadits seperti biasanya...


Makanya kuulas sedikit disini, #Info beberapa group kajian ilmua dan sahabat #ODOJ beberapa hari yang lalu, salah satunya :
         "...
Ada seorang pesulap & ahli hypno (yg bareng mentalis DC) yang menghilang beberapa bulan, lalu ketika muncul kembali seakan jadi 'ahli tafsir'. Segala-gala ayat dimaknai; tapi dia nggak bisa baca Arabnya, hanya pakai terjemahan lalu di'istinbath' sendiri. 
Jauh dgn tata cara kronologis adab-adab pelajaran Quran Hadits yg selama ini kita terima.

Karena faktor pesona ketenaran, laris diminta ngisi majelis taklim para Ibu muda di Bandung & sekitar. Hasilnya; menurut pantauan kawan-kawan ITJ, ini ajaran ingkar sunnah. 

Yang ikut ngaji jadi aneh; mempertanyakan cara shalat misalnya; "Kan nggak ada di Quran?"
Nama orang ini Abu Marlo. Dan pagi ini jam 04.00 WIB, dia ngisi di AnTV gantiin acara yang biasanya diisi Ust. YM; caranya ada Qari' (bukan dia) bacain Ayat & Terjemah; lalu dari terjemah dia maknai. Dan kalau ustadz Nono nyimak; bisa-bisa langsung demam dengar kengawurannnya.. Allahumma arinal haqqa haqqa, warzuqnattiba'ah. Wa arinal bathila bathila, warzuqnajtinabah..

Tonton "Cahaya Hati antv bersama Abu Marlo Episode 02 Segmen 1" di YouTube - >_<

Dia mentalis, pesulap, hipnoterapis bukan ustadz. Ngawur banget kajiannya. Ada banyak episode yg bisa disimak di youtube. Dia berani tafsirkan ayat tanpa referensi sama sekali hanya dari terjemahan.
...dst "

Salah satu tanggapan pribadiku, teringat akan nasehat para ustadz/dosen zaman kuliah dulu : "Mau jadi ahli tafsir? Kalau tidak lancar bahasa Arabmu, tidak mau hafal quran dan hadits, maka cuma mimpi donk,:-)" (Apa di AnehTv itu 'semua jadi bisa' kalau modal gaya dan fisik doang?! *may be... )

Al-Hafizh Al-Imam Al-Nawawi meriwayatkan:

وعن مالك أيضاً: أنه ربما كان يُسأل عن خمسين مسألة فلا يجيب في واحدة منها، وكان يقول: “من أجاب في مسألة فينبغي قبل الجواب أن يعرض نفسه على الجنة والنار وكيف خلاصه ثم يجيب”.

 “Dari Imam Malik pula bahwa ia pernah ditanya sekitar lima puluh pertanyaan dan ia tidak menjawab satupun pertanyaan tersebut. Dan Imam Malik berkata: “Barangsiapa hendak menjawab suatu permasalahan maka sebelum menjawab, sudah semestinya ia memalingkan dirinya mengingat surga dan neraka dan bagaimana kesudahannya kemudian jawablah.”

وسئل عن مسألة فقال: (لا أدري)، فقيل: هي مسألة خفيفة سهلة، فغضب وقال: (ليس في العلم شيء خفيف)

“Dan ia pernah ditanya tentang suatu permasalahan, dan menjawab: “Saya tidak mengetahuinya” dikatakan padanya: “Ini adalah pertanyaan ringan yang mudah”, perkataan ini membuat Imam Malik marah lantas ia berkata: “Tidak ada hal yang sepele dalam ilmu!”

Mereka adalah para ulama yang masyhur dengan keilmuannya, namun sangat berhati-hati dalam berfatwa, dan tidak menjawab ketika memang merasa tidak mengetahui jawaban yang paling tepat berdasarkan ilmu. Lantas bagaimana dengan kita? Semoga Allah mengampuni kita.

والله أعلم بالصواب


Tanggapan dari Abu Azzam di salah satu millist :

*****         'Alaikum salaam,

 

Ba'da tahmid was Sholawat,

 

Saya baru saja melihat video tsb di youtube, terlihat sekali bahwa tafsirnya agak sedikit (maaf) "ngawur". Contoh adalah di episode 2 segmen 1 dan 2. Ini sangat-sangatlah kacau. Bahkan dasar-dasar tafsir dengan mengutip asbabun nuzul dan tasiran para sahabat saja tidak dikemukakan oleh si pengisi acara. Beberapa ulama semisal Imam Ahmad, Ibnu Katsir dan Abu Al-'Aliyah dalam mengomentari mengenai ayat ini sangatlah berbeda. Mereka bukan membanding antara kewajiban antara Sholat dan membaca, penekanan bukan membacanya, tapi karena sholatnya. Abu-Al-'Aliyah mengatakan bahwa Sholat itu ada 3 attribut:

1. Niat Ikhlas karena Alloh

2. Rasa takut akan pengawasan Alloh, yang nantinya akan mencegah dirinya dari perbuatan Fahsya Wa Munkar

3.Mengingat Alloh dalam Solat dengan membaca Quran

 Sholat sendiri hukumnya wajib meskipun seseorang itu tidak bisa membaca satu ayat pun dalam Al-Quran.

 Yang dibahas sudah jatuh ke ranah Fiqih, jadi bukan sekedar mufassirin lagi, tapi mufassirin + ahlul fiqih, ini jadi lebih berat lagi kajiannya.

Kalau beliau mengutip tafsir tafsir ulama saya rasa masih masuk akal, tapi kalau menerjemahkan tanpa tahu bahasa arab, tanpa paham ilmu Nahwu, dan Balaghah, maka hasilnya akan sangat menakutkan.

Seperti yang sudah disebutkan oleh Pak Emryas bahwa ada syarat minimal seseorang untuk bisa menerjemahkan Al-Quran, salah satunya adalah hafal Al-Quran dan Hafal minimal seribu hadist (ada ulama yang memberi syarat sampai 100 ribu hadis), dan itu belum masuk syarat-syarat tambahan memahami kaedah bahasa arab, ilmu matan dll.

 ...

 

Sayangnya begitulah realita dunia hiburan .Yang tampil di TV belumlah tentu orang yang memilki kapabilitas memadai. Terkadang orang bisa menjadi ustadz karena memiliki suara merdu, wajah tampan, atau pandai melucu sedangkan ilmu atau konten daripada ceramahnya terkadang tidak jelas. Semuanya dilakukan atas dasar rating, sehingga apa yang tampil tergantung peminat televisi dan pemilik stasiun TV.

 

Mirisnya ustadz-ustadz yang mumpuni justru tidak pernah tampil dilayar kaca, mungkin karena kurang tampang, kurang lucu dsb, benar benar hal yang menyedihkan.

 

Rasulullah bersabda

 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari para hambanya secara langsung, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, Sampai tidak tersisa seorang ulamapun maka manusia membuat para pemimpin yang jahil (bodoh), mereka ditanya maka mereka berfatwa dengan tanpa ilmu maka mereka sesat dan menyesatkan" (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu sudah merupakan kewajiban kita untuk ber nahi munkar lewat mengadukan acara ini kepada KPI. Begini caranya:

 

pergi ke website www.kpi.go.id, di kolom kanan bawah ada kotak pengaduan, klik kotak itu untuk buat pengaduan. Contoh isi yang pengaduannya bisa seperti ini:

 

saya melihat program acara Cahaya Hati di ANTV tidak seperti biasa sejak kemunculan pengisi acara yang bernama Abu Marlo. Cara si Pengisi Acara dalam mengupas tafsir ayat Al-Quran tidak sesuai kaidah -kaidah tafsir yang diajarkan oleh para ulama. Hal ini berpotensi menyesatkan kebanyakan masyarakat awam.

Tolong ditindak lanjuti agar apa-apa yang berkaitan dengan agama hanya boleh disampaikan oleh orang yang memiliki kualifikasi memadai. Terima Kasih

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan petunjuk jalan kebenaran oleh Alloh ta'ala.

 

Wassalam,

Allahu'alam *****

Padahal jelas dalam menyampaikan ilmu, kita harus memahami dulu apa yang disampaikan tersebut. 

Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari sifat orang-orang yang sedikit ilmu namun berani banyak berbicara dan berfatwa, sehingga ia termasuk orang yang disabdakan Rasulullaah SAW:

مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَتْهُ مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Barangsiapa berfatwa tanpa ilmu,maka dilaknat oleh Malaikat langit dan bumi.” (HR. Ibn ‘Asaakir dari ‘Ali r.a, hadits ini sanadnya hasan ditakhrij pula oleh al-Hafizh al-Suyuthi dalam kitab al-Jaami’ al-Shaghiir)

Al-Syaikh Al-‘Alim Nawawi al-Bantani menjelaskan hadits ini:

وذلك لكونه أخبر عن حكم الله بغير علم، أفاده العزيزي

“Hal itu karena perbuatannya menjelaskan tentang hukum Allah tanpa ilmu, sebagaimana dijelaskan Imam al-‘Azizi”

(Mirqâtu Shu’ûd al-Tashdîq fî Syarh Sullam al-Tawfîq ilâ Mahabbatillâh ‘alâ al-Tahqîq, Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar al-Jawi al-Syafi’i – Daar al-Kutub al-Islaamiyyah)


Salah satu sohib yang menjadi sukarelawan di KPI, menghimbau bahwa sampaikanlah kegusaran dengan mengadukan secara sopan kepada KPI dan MUI. Yoook, kita peduli, sobat-sobat!

Kalau yang ini, kata hatiku : 

Mudah-mudahan bisa segera ada solusi, 
Kalau Saya, tahu info ini dari beberapa group ODOJ, yang pas juga Ustadzah-ustadzahnya sobat saya sendiri (di KSA dan Kuwait), yang memang tampilan Abu Marlo di yt sudah dilihat oleh banyak Ustadz/ah (yg kompeten) ~ lalu semuanya geleng-geleng kepala, merasa harus bersabar menghadapi ujian ini, 'hampir dipastikan' kerja sama aliran ingkar sunnah + kontribusi besar syiah + investor sepilis (sebagaimana yg para jurnalist ketahui, bhw stasiun TV ybs itu, bbrpa wktu yg lalu, mengutus jurnalis-jurnalisnya ke Israel dan bertemu dgn jubir Israel dan diikuti beberapa tokoh RI pula- termasuk dari majalah T*mpo, anggota komisi TY, dsb...)
*lalu setelahnya, kejadian Egypt dan Syria makin mengganas, >_< faghfirlana, maaf jadi meluas...

Btw, Bagi kita yang sering mengikuti kelas-kelas #Quran dan #Hadits, (termasuk Ustadz-Ustadz di majelis taklim kita, juga guru-guru agama di sekolah-sekolah, sudah pasti punya pengalaman berurutan memperoleh kuliah Nahwu shorof, muthola'ah, tafsir,sirah, qurdist---seri 1 sampai sekian tingkatannya...) Hampir dipastikan bahwa hati merasa perih kalau melihat tayangan Abu Marlo yg 'menyimpulkan makna al-quran' dengan serampangan. 
Memang 'profesi Ustadz' (untuk tayangan publik) di RI belum ada 'sertifikasi'-resmi sebagaimana di Malaysia dan Timur Tengah, namun untuk etika dan norma, seharusnya semua masyarakat sadar, kalau memaknai quran, tak sama dgn siasat gaya sulap. Bahkan teman-teman yang 'Ustadz asli' sering begitu tawadhunya, gakmau dipanggil Ustadz... :-).
Halus sekali penyimpangan dalam ceramah yg disebut sebagai 'tausiyah/ motivasi' Abu Marlo ini, dan lagi-lagi---korbannya adalah masyarakat awam.

Astaghfirrulloh, semoga masyarakat Indonesia senantiasa tegar dan teguh dalam keimanan, dalam menjaga keislaman secara kaffah, dan mampu melalui berbagai cobaan dgn sabar dan menjaga sholat. Aamiin... آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين 


Sejak beberapa hari yg lalu, sudah banyak rekan-rekan yg langsung bertabayyun kepada abu Marlo si pesulap. Ada yg mengirimkan email dan mention di twitter land (termasuk saya :-D) , terutama persoalan 'isi' kajiannya yg benar-benar serampangan, di episode 2~dia menanyakan, "Jadi wajib mana tuh, antara sholat 5 waktu dengan baca quran?" >_< *di atas sudah dibahas*

Karena tidak ada balasan dari Abu Marlo (di hari ke-4 ini)-mungkin dia sibuk syuting atau bisnis lainnya, isi twitternya juga adalah urusan entertaint yg dia geluti, makanya jalan pengaduan ke KPI dan kepada MUI cara yg diambil oleh pribadi-pribadi muslim yg peduli. ^_^

Dan tanggapan MUI, baru muncul yg ini : 

Berikut adalah pernyataan dari tweet Ust Fahmi Salim, MA —Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. 


Subhanalloh... Maha suci Allah yang melimpahkan segala peristiwa berharga setiap saat kepada kita semua, :-).
Ya Allah, tolong jagalah, lindungilah masyarakat Indonesia senantiasa, limpahkan bimbinganmu selalu, Yaa Robbul 'izzati.



Buat Abu Marlo, "Bro, yoook sama-sama belajar, di tempat yang benar, di kelas quran dan hadits, di ma'had atau sekolah Islam yang terpercaya, Pedoman hidup ada 2 bro, yakni #Quran dan #Hadits , berkaitan erat di setiap bahasannya, bro... ^_^, beda dengan belajar sulap dan hipnotis...Balas mention-an aja, bro, pakai bahasa Arab kalau mau, sedikit-sedikit, insya Allah daku bisa paham juga arabic... :-)"

:-/



أستغفر الله 

أستغفر الله

أستغفر الله



Al-Hafizh Al-Nawawi mengisahkan:

وعن الشافعي -وقد سئل عن مسألةٍ فلم يجب-، فقيل له، فقال: “حتى أدري أن الفضل في السكوت أو في الجواب”.

“Dari Al-Imam Al-Syafi’i -pernah ditanya tentang suatu permasalahan dan ia tidak menjawab-, ia berkata: “(Saya tidak akan menjawab) hingga saya mengetahui mana yang lebih utama antara diam atau menjawab.”

Dari Al-Atsram, ia berkata:

سمعتُ أحمد بن حنبل يكثر أن يقول: (لا أدري)

“Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal banyak berkata: “Saya tidak mengetahuinya”

Yakni menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang suatu permasalahan. (Tausiyah Article brother Irfan Abu Naveed)

___
Maaf lahir bathin atas segala hal yang tidak berkenan, semoga kita dapat istiqomah di jalan Islam yang lurus, beroleh taufiq dan hidayahNya sepanjang masa, aamiin...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Sunday, December 29, 2013

"Sport Days" Bang Azzam dan Bang Sayyif


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Tahmid wa sholawat, 

Pertengahan desember tadi, rata-rata "urusan UAS" yang dibicarakan oleh anak-anak sekolah ;-), di sela obrolan rencana liburan pasca pembagian raport.
Kalau Abang Azzam, pilihan sekolah di KL ini akan 'fix' di januari nanti, Insya Allah. Sementara saat ini, Azzam masih ikutan PJJ SIN (Sekolah Indonesia Nederland), jadi Online Skype di  Kuala Lumpur jam 12 tengah malam sampai jam 2 pagi (yang artinya di wilayah Eropa masih jam 6 sore). *yeah, it's not easy...

Kalau 'transfer' langsung ke SIK (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur), masih kudu menanti 'antrian' sebab siswa di kelas 4- full seats :-(, ^_^ sudah menanti 3 bulan-an ini, sepertinya Abang Azzam harus 'merelakan' pelajaran-pelajaran 'Bahasa Indonesia'-nya dan mulai memilih sekolah lain selain SIK, mungkin ke Internasional School atau Sekolah Malaysia, mohon doa yang terbaik aja yah Om, Tante semua...^_^
Sedangkan Bang Sayyif, sudah 2 bulan ini menjadi murid TK-SIK. :-)

Usai UAS---termasuk UAS bang Azzam yang jarak jauh, selalu ada acara di luar sekolah alias "lebih mengenal alam". Wah Alhamdulillah, desember ini, rezeki Bang Sayyif menjelajah kebun dan sungai di area Gombak. Sedangkan Bang Azzam---sekalian ikutan abinya ke Jakarta selama seminggu, ia memancing di Pemancingan Teluk Naga Tangerang, menengok sungai, danau dan mengunjungi pesantren ^_^.

#TrioKids selama 4 tahun terakhir ini, biasanya "olah raga" ice-skating, renang di kolam air hangat, atau main bola di saat spring. Ada pun "sport days" tahunan di Krakow-Poland---Azzam belum pernah saya ikutkan, karena harus 'trip 8 sampai 15 hari' jauh ke luar kota atau luar Poland (di Swiss atau negara Uni Eropa lain). 

Syukurlah, Thank You ya Allah... Anak-anakku mudah beradaptasi. :-) Mereka tampak ceria menjelajahi 'kehijauan alam' kita, kalau kangen udara dingin---yah selimutan pakai AC di kamar, hehehe... Alhamdulillah kekangenan terhadap Salju Krakow ternyata terobati dengan 'duduk di bawah pohon rindang bersama es krim' :-D hehehehehe...

Yoook, baca 'cerita seru' mereka melalui foto-foto cantik ini ;-))




Pemancingan Teluk Naga, Sabaaar ;-))



Ikan pun jodoh di kail pancing abang...

Horeee! Ikannya dapat!

Azzam : "Aku sudah ujian sekolah, lalu ikut Abi ke Jakarta dan Tangerang. Pada saat Abi bekerja, bunda Sari dan ayah mengajakku melihat danau, sungai, memancing, ke pesantren, dan lainnya, makan-makan, dan beli oleh-oleh buat adik. Pas sabar mancing, ternyata dapat ikan mas, hore!!! Aku gembira sekali. Aku juga main games dengan Pamanku (Mama Aldee) dan kak Viola :-*. Alhamdulillah..."



Senyum berangkat... Antusias sekali, lhooo...


Cari bebatuan di sungai ;-)




Super aktif :-*



Sayyif : "Aku senang bisa sekolah lagi! Aku dan Ummi serta teman-teman pergi seharian, olah raga ke daerah Gombak. Disitu ada kebun luas, banyak pohon, sungai dan turis. Kami senam, lomba, bermain, makan bersama, dan mendo'akan teman yang mau pindah. Aku mendapat banyak hadiah, horeee!" ;-) Alhamdulillah...


Senang banget pegang hadiah! 

(Foto saat Sayyif jumpa Bang Azzam setelah terpisah seminggu-an, euy...)

(Foto saat bebongkaran oleh-oleh dari Jakarta...)

Kalau energi mereka tersalurkan dengan makin banyak kegiatan kreatif sehari-hari seperti "sport days" begini, biasanya efek tercepat tampak pada sore hari, usai mandi---langsung peluk bantal, lelap dengan nyaman, aih #Triokids ... Barokalloh duhai permata jiwa :-*

^_^ Semoga hari-hari sobat kian dihiasi keberkahanNya, sama-sama #KeepSmile sebagaimana #TrioKids yang sholeh ini, aamiin...Allahumma 'aamiin.
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Friday, December 27, 2013

Puisi Desember



               Desember

(karya : bidadari_Azzam)





Duhai Desember

Aku sambut dengan senyum
Sebagaimana sapaan cinta untuk November Oktober dan sebelumnya
Bisikkanlah kepada Juli dan Agustus
Aku minta maaf karena tak sempat menyapanya

Desember sembilan tahun yang lalu
Ratusan ribu manusia meregang nyawa
Tsunami kiriman bermakna cinta
Tatapan terhenyak serta pesona semesta

Duhai Desember
Enam tahun telah berlalu
Sejak seorang bidadari mungil meninggalkanku
Menengadahkan tangan tanda munajat kepadaMU
Tamparan dan pelajaran dalam tikungan tapak hidupku

Duhai Desember
Lima tahun telah berlalu
Sejak seorang sahabat kecil terkonyol menutup mata
Kelucuan humornya tak terdengar lagi
Nafasnya berhenti di usia seperempat abad


(Pic desember salju #Krakow)


Duhai Desember
Empat tahun telah berlalu
Sejak aku terdampar di bumi salju
Menggapai ukhuwah mesra dalam takdirNya
Menjadi saksi ikrar syahadah atas skenarioNya

Duhai Desember
Tiga tahun telah berlalu
Sejak kudekap sosok mujahidahMu
Berkulit coklat dengan hati suci
Menularkan semangat untuk istiqomah di jalan juangMu

Duhai Desember
Dua tahun telah berlalu
Sejak penundaan undangan menuju istanaMu
Namun keluh tak kan hiasi lidahku
Karena aku yakin dengan kesempurnaan rencanaNya

Duhai Desember
Satu tahun hampir berlalu
Sejak butir-butir salju terakhir menyapaku
Serta deras air mata nan mengantarkan raga ke bandara beku

Dan aku sadar...
Separuh jiwa telah kutitipkan disana
Dalam bilik pertama
Bilik ukhuwah islamiyah di sudut Eropa

Duhai Desember
Hendak kukatakan kepadamu
Bahwa aku tetap seperti dulu
Menghargaimu sebagai hitungan waktu
Sulam asa kepada Sang Maha Penentu

( @bidadari_azzam, senin, 2 des 2013. 6:16 KL)



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter :@bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)