Photobucket
Showing posts with label Share. Show all posts
Showing posts with label Share. Show all posts

Sunday, July 20, 2014

Adab Bermusafir

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.  💖
Tahmid wassholawat, 






Kusimpan saja artikel manfaat ini disini yah, kiriman dari sohibku yang cantik, masya Allah! 
Rasanya meski dibaca berulang kali, gak pernah bosan... Apalagi diriku dan keluarga memang amat sering menjadi musafir. :-) Namun amat sering pula lupa dan lalai akan amanah-amanahNya serta sunnah rasulNya SAW, astaghfirrulloh... Bantu doa yah, semoga kami selalu memperbaiki diri, berbenah agar kualitas ibadah kepadaNya kian cantik, aamiin...

🚂 ✈ 🚢 🚌  [ADAB BERMUSAFIR]

🚇 Sebentar lagi mudik. Kita akan menjadi musafir. Kata Rosulullah SAW dalam hadits riwayat imam Bukhori, safar adalah separuh siksa di dunia. Karena ibadah menjadi "kacau" apalagi sholat.😣

💺 Kali ini saya #share kan adab musafir, agar safar/perjalanan kita tidak sekedar jalan saja, tapi juga berkah berpahala di Mata Allah.

1⃣. Dirikanlah solat sunat dua rakaat sebelum keluar rumah. Semoga Allah SWT permudahkan segala urusan.

🎐 “Tidaklah seseorang meninggalkan sesuatu bagi keluarganya yang lebih baik dari 2 rakaat yang dilakukan di sisi mereka ketika berniat untuk bermusafir”
(H.R. Imam Thobroni)


2⃣. Safar di hari kamis atau selainnya. Sebisa mungkin hindari hari jumat agar tidak mengganggu sholat jumat.

🎐 “Rasulullah SAW berangkat ke Perang Tabuk pada Khamis. Rasulullah menyukai memulai perjalanannya pada Khamis."
(H.R. Imam Bukhari)

3⃣. Meminta izin dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga.

🎐 "Apabila seseorang dari kamu akan bermusafir , hendaklah meminta izin kepada saudara-saudaranya, sebab sesungguhnya Allah menjadikan kebaikan pada doa mereka."
(Diambil dari kitab al-Azkar Imam Nawawi)

4⃣. Hendaknya memulai perjalanan pada malam hari. Karena malam hari lebih tenang dan pendek waktunya.
Dan sedikit waktu sholat fardhu.

🎐 “Berjalanlah pada waktu malam karena bumi dijadikan lebih pendek pada waktu malam.”
(HR. Imam Abu Daud)

5⃣. Hendaknya bermusafir dengan membawa teman. Kalau lebih dari 3 orang, sunah untuk melantik ketua bagi perjalanan tersebut.

🎐 “Jika manusia mengetahui bahaya bermusafir sendirian sebagaimana aku ketahui, tentu mereka enggan bermusafir sendirian.”
(H.R. Imam Bukhari)


6⃣.  Membaca doa sebelum bermusafir, baik doa naik kendaraan dan doa ketika memasuki suatu kawasan atau tempat orang.

🎐 Seorang lelaki berkata (kepada Rasulullah), wahai Rasulullah, saya akan memulai perjalanan (musafir), jadi berikanlah nasihat kepada saya. Nabi berkata: hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan bertakbir setiap kali melewati (melalui) tempat yang tinggi. Selepas lelaki itu pergi, Nabi SAW berdo'a, “Ya Allah, dekatkanlah jarak perjalanannya dan mudahkan perjalanannya.”
(HR. Imam Tirmidzi)

7⃣. Bertakbir bila melalui tempat tinggi dan bertasbih ketika menuruni tempat tinggi. Termasuk yang naik pesawat, kan juga mengalami hal ini.

🎐 Dari Jabir r.a. dia berkata: “Apabila kami naik kami bertakbir, dan apabila turun kami bertasbih.”
(H.R. Imam Bukhari)


8⃣. Membeli buah tangan untuk dibawa pulang. Kebanyakan dari kita selalu membeli buah tangan untuk dibawa pulang, tapi tak sadar bahwa yang kita lakukan adalah  sunnah Rosul SAW.

9⃣. Bersujud syukur sesampainya di tempat tujuan.
#Alhamdulillah 'ala kulli hal...

🔟. Dipersilakan buat semua teman, kaum kerabat, Meminta orang musafir mendoakan kita karena doa orang yang bermusafir lebih mustajab.

🎐 "Tiga doa yg sangat mustajab; doa orang yg puasa, doa orang yg didholimi dan doa orang yg musafir."
(Hadits riwayat Bukhari, Ahmad dan Tirmidzi.)


🎐 Dari Umar Bin Khattab r.a dia berkata : aku meminta izin kepada Nabi SAW untuk melaksanakan ibadah umroh dan baginda mengizinkanku serta bersabda:

“Jangan engkau lupakan kami dalam doamu, wahai saudaraku."
(HR. Imam Tirmidzi)

💻 Bayangkan, Rasulullah SAW pun minta orang bermusafir mendoakannya. Ini yang sering kita lewatkan. Meminta doa kepada para musafir.

O iya Sahabat yang dirahmati Allah, apabila seseorang itu bermusafir lebih dari dua marhalah (89 kilometer), maka ia di anjurkan untuk melakukan solat qoshor dan jamak.😉
Solat jamak dan qoshar ini adalah suatu keringanan yang diberi oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang sedang musafir.😊

Selamat mudik..👍😎
Jaga kesehatan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas.🚏 🚦 ⛽
Saling doa yah, Hanya Allah SWT yang dapat melimpahkan balasan terbaik.
Ramadhan mubarak!

Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)



وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 


Saturday, August 3, 2013

Segala Kesulitan Berbuah Anugerah




Bismillah walhamdulillah... (from Islam Pos)





Suatu hari dalam kesempatan ‘Tour Eiffel’ ada secuil sikap seorang nenek yang menggelitik nurani. Ketika melewati beberapa lokasi tour di kota Paris, sang nenek yang paling sering berjalan jauh dari grup kami. Ternyata tak hanya mencari lokasi belanja souvenirs di emperan yang jauh dari jalan besar (toko-toko di jalan besar, biasanya menjual barang-barang dengan harga yang lebih tinggi), ia juga mencari tempat-tempat unik untuk mendokumentasikan perjalanan itu.

Pada hari ketiga tatkala kami sudah lelah karena banyak jalan kaki di area-area tour, sang nenek tampak tetap gagah menggandeng cucu dan anak perempuannya. Meski dari tempat parkir bus ke depan gerbang Menara Eiffel sudah lumayan jauh jaraknya, masih juga ia terus mondar-mandir ke segala penjuru area, termasuk tepian Sungai Seine yang berdampingan dengan menara besi tersebut.

Lokasi-lokasi tempat si nenek berpose-pose lumayan sulit dijangkau, apalagi buat seorang ibu yang menggendong bayi sepanjang jalan serta membawa dua kanak-kanak lain sepertiku. Bagi teman lain digrup tour itu pun demikian, betapa capeknya kalau kaki terus berjalan jauh di tengah musim panas, hanya untuk mengambil beberapa foto saja. Kebanyakan anggota grup lainnya ‘menempeli’ pemandu wisata sejak awal antrian naik ke menara, berbincang ringan hingga menanti giliran menikmati armada kapal di Sungai Seine.

Sang nenek yang amat lincah memberikan alasan, “Bukan cuma foto unik, tapi semakin sulit lokasi yang dicari, makin bagus juga pemandangan yang dilihat…” ujarnya. Matanya haus akan pemandangan indah yang dapat dilihat lebih luas dan berbeda dari para turis lainnya. Memikirkan kalimatnya, ternyata benar juga. Apalagi kami sekeluarga ingin sekali berfoto berlima dengan batik Indonesia saat itu, namun mencari lokasi yang pas di area depan menara besi itu memang agak sulit kalau pengunjung sangat padat.

Analogi si nenek adalah hal sederhana, namun berefek besar bagi yang merenungkannya. Berbekal kalimat motivasi si nenek, “Langkah kaki capek tak akan sia-sia ketika melihat pemandangan yang lebih indah di lokasi yang memang lebih jauh…” maka kami melangkah lebih jauh pula dari grup-grup tour untuk beberapa saat. Kami jalan ke arah lain, lokasi yang agak jauh dari keramaian yang ada, dan justru di tempat itu pemandangan sekitar memang amat bagus, jauh lebih indah dari pada pemandangan di dekat menara besi tersebut. Subhanalloh, lega hati tatkala merapikan tripod dan duduk di bebatuan, tidak berdesak-desakan dengan pelancong lainnya. Capek kaki, pegal, tapi sungguh gembira.

Saya pun mengenang masa pramuka zaman masih bersekolah dulu, ada kalanya harus mendaki bukit di area kemah, sampai berkeringat deras, kehausan dan hampir menitikkan air mata. Namun ternyata ketika tiba di tempat tujuan di balik bukit itu, yang hadir justru rasa syukur karena amat berbahagia. Pertama, bersuka cita karena sudah melewati aral melintang. Kedua, bergembira karena melihat betapa indahnya tempat yang dituju, tidak menyesal sudah berletih-letih dan melalui ragam kesulitan saat pendakian bukit.

Ternyata kita selalu begitu, ingin melihat ‘tempat terindahNya di jannah’ kelak, maka di muka bumi ini kita senantiasa menemui cabaran. Semakin berusaha menuju kebaikan, kian terjal pula jalan yang didaki. Terluka, deras keringat dan air mata menjadi hiasan. Ikhlas adalah sebuah keharusan, proses kita menuju kesana, jalan hidup ‘sulit~bagi banyak orang’, namun pilihan terbaik bagi orang beriman. Insya Allah…



Dengan susah, kita mengerti artinya senang. Dengan kesulitan, kita menemui adanya kemudahan. Dengan sakit, kita jadi paham betapa berartinya sehat. Dengan semua proses itu, kita menjadi lebih bersyukur, yakin berada di jalan selamat. Segala kesulitan memang berbuah anugerah, inilah hadiah dari Allah ta’ala buat hamba yang dicintaiNya. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.”


Tidak ada pilihan bagi kita selain mempelajari segala hikmahNya di setiap kejadian yang dilalui, bekal dari Allah SWT sudah sempurna ; raga yang sehat, hati jernih, akal pikiran yang tajam, serta jiwa yang optimis dalam keimanan padaNya. Mari bersemangat menikmati segala anugerah ini, barokalloh!

(@bidadari_azzam, Salmiya-Kuwait, 13 Ramadhan 1434h) *Secuil kisah ini pernah saya share di kajian sisters Muslimah Krakow, skype on-line sisters di Eropa, dan silaturrahim dgn muslimah Palembang :-)

Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Happy Ramadhan! (^_^)

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wednesday, May 29, 2013

Receh For Books 20013 (projek bang Azzam)




Assalamu'alaykumwrwb.... Tahmid wa sholawat,

Usai membaca salah satu postingan blog di Warung_Blogger, Saya tertarik untuk membantu bang Azzam 'join' projek baru ini : Spesial Receh buat beli buku di akhir tahun. :-) Hostnya di blog ini...

Recehan yang dikumpulkan pada kencleng-kencleng alias cara klasik menabung adalah hal biasa dalam keluarga kami. Saya dan suami menikah ketika masa kuliah, kencleng receh merupakan pos-pos tabungan yang amat bermanfaat buat kami, cara menabung yang menyenangkan. Kalau sudah membeli buku dan keperluan kuliah lainnya, sisa recehan yang 'pos kencleng sudah dijebol' biasanya kami gunakan buat ongkos angkot atau sekedar jajan sup buah dan cimol, hehehe... *memori indah* dan pos kencleng kami tidak pernah kosong, ^_* selalu ada banyak receh buat "siap siaga" kalau ada keperluan mendadak. Alhamdulillah...

Begitu pun bang Azzam, ketika mengenal receh, saat itulah ia mengenal cara menabung ortunya. Maka, Azzam pun memiliki kencleng receh sendiri selama beberapa tahun ini. :-) Azzam biasanya membeli mainan yang diinginkannya, makanan favoritnya serta beberapa souvenir buat nenek kakek dan para sepupunya dengan hasil tabungan sendiri (uang jajan yang dimilikinya selalu punya jatah untuk dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kencleng recehnya... ^_^)

Jadi, saya ajak ikutan projek ini saja sebagai tugas #homeschoolingnya pula, sebab dalam satu tahun ini, bang Azzam berada di tiga negara berbeda, saya harap dia bisa memilih buku-buku istimewa ketika menikmati masa liburan akhir tahun nanti, serta dapat menceritakan pengalaman berharga ketika mengumpulkan receh for books-nya, saat memilih buku yang diinginkannya, sekaligus pada saat menikmati baca buku dengan hasil projek inspiratif ini, dan melupakan kesedihan serta ketegangan suasana ketika pindah lokasi bersama ummi&abinya, aamiin.

Oke...



Mengenai kelanjutan challenge ini, akan aku bikin lagi buat tahun ini dengan peraturan yang sama dengan tahun lalu :

1. Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember

2. Jangan dihitung sampai akhir tahun 2013

3. Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain

4. Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky J

5. Pasang banner Receh for book(s)



Kalau ada pertanyaan, silahkan 'lari' ke blog-hostnya... Buat yang tahun lalu ikutan challenge ini, ditunggu warp-up post-nya!

Happy Reading (^_^)


Salam Ukhuwah... :-)

Barokalloh! ^-^