Photobucket
Showing posts with label Tabah. Show all posts
Showing posts with label Tabah. Show all posts

Tuesday, March 11, 2014

Suatu Ketika #Sajak






Suatu Ketika

Tatkala diam menjadi bahasa kita
Mataku tertutup bening nan menganak sungai
Hening adalah ukiran kata
Badai menjadi tanda baca nan membuai

Sebuah cerita sunyi
Kutatap kepingan negeri-negeri
Tiada pernah ada kata rugi
Jika petikan hikmah terselip di hati

Duhai Sang Penyejuk Jiwa
Tiada resah jika diri bercengkerama
Menunduk dalam sujud panjang 
Luruskan niat dan menuai qolbu nan lapang

Suatu ketika
Kupejamkan dua bola mata
Kilasan peristiwa berayun-padu
Alangkah indah skenario-Mu

Suatu ketika
Terkenang ratusan problema
Dalam sedetik berlalu sirna
Atas kuasa dan kehendakMu jua

Suatu ketika
Hari terpenting akan tiba
Kala senyum segar atau sesal abadi
Sebagai tanda balasan sejati

#Alhamdulillah 'ala kulli hal
*thank You, Allah....^_^

(@bidadari_azzam, KL, 2 am, 11 march 2014)


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah...
 ;-) http://islam-krakow.pl ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Tentang Hati yang Keras









Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Tahmid wa sholawat...

Dalam kehidupan di dunia ini, kondisi iman kita bergelombang, bersemangat kadang naik, juga kadang turun... tergantung pada bagaimana hati berperan mengendalikan hawa nafsu, keinginan, dan menjaga keimanan. Setiap manusia pasti memiliki "Hati", yang kita ingat bahwa sebongkah hati dapat membuat prilaku individunya bagus, dapat pula menyebabkan jasad berprilaku keji.

Hati manusia itu ada yang bersih, ada yang berlumur debu-debu dosa. Semakin tebal dosa, kian keras kondisi hati. Na'udzubillahi minzaliik... disaat hati sudah keras, kita sudah dibutakan oleh dosa, merasa tak bersalah atas gelimang dosa, enggan untuk mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Fenomena /ciri hati yang keras, sebagai berikut : 
1. Malas berbuat baik
2. Disaat ada orang membaca alqur'an, tidak ada reaksi, bahkan diri merasa bacaan alQur'an itu biasa saja.
3.Takabur, Sombong (enggan menerima kebenaran),
4. Lemah dalam mengagungkan asma Allah SWT,
5. Mementingkan kehidupan dunia, urusan dunia diutamakan.
6. Saat suara azan berkumandang, diri tak merasakan panggilan sholat, tiada pengaruh pada hatinya.

Jika ciri-ciri diatas kita rasakan, waspadalah! Harus bersegera menyatakan taubatan nasuha, jangan sampai hati kita mati dalam mengingat Allah SWT, sang pencipta semesta. 
Betapa celakanya kita, jika dihati kita cuma cinta terhadap dunia, lupa akan pertanggung jawaban kelak. Contoh nyata ketika kita mendahulukan perhitungan laba saat berdagang dari pada 'on-time' sholat fardhu di saat adzan telah berkumandang, kita lebih memilih undangan pesta dengan campur-baur lelaki dan wanita ajnabi, padahal di saat yang sama~ ada undangan majelis ilmu dengan efek lebih bermakna dan jauh lebih membawa manfaat. Astaghfirrulloh...

Penyebab hati menjadi keras, yaitu : 

1. Lalai, dalam mengingat Allah, lalai dalam beribadah, perjalanan hidup meyepelekan agama.
2. Lupa dengan adanya Kematian, merasa hidup ini adalah selamanya, seolah tidak sadar, suatu saat pasti akan kembali. Kita antri untuk mati.
3.Terlalu cinta dunia, sehingga lupa setelah dunia ini, akan ada akhirat yang abadi.
4. Lingkungan yang tidak baik, atau kawan kawan yang membawa kearah sikap tercela, maka carilah teman yang bisa membuat kita makin dekat kepada-Nya, mengingat Allah SWT setiap waktu.
5.Terlalu banyak berbuat dosa, sehingga hati sudah enggan untuk berbuat baik. Ibarat titik hitam yang kian bertambah, makin gelap hati, sehingga maksiat dianggap hal yang lumrah... Hal ini menjadi penyakit menular dalam kehidupan masyarakat muslim. Sungguh mengerikan kondisi yang sudah sering kita lihat sekarang, zina dan khamr seolah 'biasa saja', harga nyawa sangat murah, penghinaan dan celaan terhadap kaum berilmu dan manula pun menjadi hal sepele... Astaghfirrulloh...

Jangan terlena dalam kerasnya hati, mari kita perbaiki diri, jaga jiwa supaya terus-menerus membaik. Kita bertaubat, mohon ampunan kepada Allah SWT, bersungguh-sungguh dalam menjaga hati agar mantap mendekap taufiq hidayahNya, insya Allah...
Cara hati untuk bisa hidup segar kembali, adalah sbb. :

1. Mengetahui ilmu agama, menuntut ilmu agama, mengetahui mana perbuatan dosa dan apa saja yang tidak berdosa.
2. Membantu orang yang kesusahan.
3. Ziarah kubur, mengingat diri bahwa kita akan tinggal di kubur juga sebentar lagi...
4. Ingat Mati setiap hari, supaya enyah kesombongan dalam meneguk kenikmatan duniawi,
5. Tadabur al-ayat, menganalisa, mempelajari ayat-ayat alqur'an, berusaha memahaminya dengan hadir di majelis ilmu,
6.Do'a, kencangkan dzikir kepada Allah SWT, terus-menerus berdoa supaya Allah SWT memantapkan keteguhan hati dalam menaati perintahNya, dalam menjauhi laranganNya, jangan bosan berdoa.

Semoga bermanfaat, catatan diri sendiri ini adalah #MUHASABAH bagi jiwa hamba yang lemah, faghfirlii...

(Beberapa kutipan singkat, kelas #tafsir jum'at bersama Ust. Muntaha-KL)


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah...
 ;-) http://islam-krakow.pl ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Thursday, February 20, 2014

Bantu Sist Kiki yoook...

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Tahmid Wa sholawat...

Meneruskan #Info dari page PPI Malaysia mengenai #PeduliKanker :

Sekeping Kepedulian & Dana untuk Calon Pendidik Ribuan Anak Bangsa dan Calon Pemimpin Indonesia

----------------------------

Sri Ayu Rezeki (Kiki), mahasiswi Indonesia Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Pahang mengalami musibah kanker darah putih (lyphoma CD 20+) yang dialaminya sejak semester ke-dua berkuliah.

Kiki dirawat mulai 20 November 2013 hingga kini di Rumah Sakit University Kebangsaan Malaysia dan telah menunggak biaya pengobatan sebesar RM 112.056. Diketahui kedua orang tua dan seluruh keluarga Kiki sudah meninggal dunia dalam musibah Tsunami di Aceh. Satu-satunya keluarga yang masih ada adalah pamannya yang tinggal di Jawa Timur dengan keadaan ekonomi yang kekurangan. 

...

Dst dapat kita lihat berita terbaru mengenai Sist Kiki ini di halaman FB PPI Mly atau saudara/i yang pernah berkesempatan menjenguk langsung...



Ada pula update news beliau disini : https://fundrazr.com/campaigns/0bex6
:-'((

Ada pula laporan penggalangan dana pertama yang diberitahukan seorang sobat, bisa dibaca disini : http://ppim-malaysia.org/ppi-malaysia-bantu-korban-kanker-getah-bening/

Beberapa hari lalu, dua sisters sholihat dari keluarga kajian tafsir menyampaikan pula donasi sekian  ringgit sebagai secuil upaya meringankan kesulitan beliau. Menurut sisters kita tersebut, masya Allah, sist Kiki yang sedang lemah ini--- ternyata amat tegar dan kuat, ia mondar-mandir menyelesaikan ragam prosedur dengan tabah, padahal badannya lemas karena baru saja usai therapy... >_< hiks...
Dan beliau dijenguk bukan di HUKM lagi (sebagaimana diberitakan sebelumnya), karena Rumah Sakit itu memutuskan perawatan secara sepihak (kendala bea-bea tadi sebagai alasan... :-'(( innalillahi wa inna 'ilayhi roji'uun). Untuk menengok kondisi beliau, sisters nyetir dari KL ke Tanjung Malim (1,5 jam kurleb), jadi yang punya krucils dan terbiasa 'nebeng kalau jarak jauh' (seperti saya:-)) agak susah mencocokkan waktu untuk ikut menengoknya langsung tempo hari. 

Semoga do'a kesembuhan dan keselamatan senantiasa tercurah buat beliau ini, dan buat kita yang menikmati kondisi sehat, yok teguhkan rasa #Syukur , mari kita pergunakan anugerah kesehatan ini dengan meraih ilmu nan manfaat seluas-luasnya, mencari ridho dan berkah Allah SWT, aamiin...

Sobat-sobat semua dapat menghubungi cp yang ada di link-link tersebut, saat ini 'kencleng donasi' juga dikumpulkan oleh keluarga Muslim_KL, Keluarga Perisai-Menulis, Pengajian UM-KL, dan lain-lain. #Alhamdulillah ketika ada rasa empati besar tatkala melihat perihnya himpitan yang dialami saudara kita, berarti nikmat iman dan Islam kian tercurah dalam jiwa raga kita, insya Allah...

               
                                          
اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْتَ الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَما



“Ya اَللّهُ, Rabb segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.”
(HR. Bukhari)



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Thursday, February 6, 2014

Hujan

#Puisi 


KL



Hujan

Ah...hujan
Aku gembira saat kau datang
Dan membelaiku perlahan
Serta menyelimutiku dengan lembut

Ah...hujan
Sudah lama kita tak bertemu
Ternyata aku rindu
Pada butir bening dan iramamu

Ah...hujan
Mereka inginkan engkau cepat pergi
Jangan, "tidak..." ujarku!
Dan tetaplah disini
Bukti keberkahan dari Sang Robbul 'Izzati
Aku yakin bahwa engkaulah tinta tajam
Aku yakin bahwa engkau melukis pelajaran

Ah...hujan
Meski salju berganti
Atau rimbunan daun kering itu
Atau gemuruh bersahutan bagaikan langit akan runtuh

Ah...hujan
Aku tetap cinta padamu
Kudekap jutaan titik cahya keridhoan Tuhanku
Nan terkirim dalam deras tercurah butiranmu

Tak ada kata korban dalam keikhlasan
Tiada kecewa dalam setiap kesyukuran
Tak pernah rugi energi dalam kesabaran
Terima kasih atas nikmat hujanMu, duhai Pemberi Perlindungan



(Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat, penuh keberkahan dan kucuran rahmat, taufiq hidayahMu, aamiin... bidadari_Azzam, KL, 6 febr 2014)



Pic : Area genangan selutut di perumahan, karawaci, sebulan yang lalu...




Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Keep spirit, keep duas!


Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Wednesday, January 8, 2014

Tanggapan Terhadap "Cahaya Hati- AM" anehTv

Assalamu'alaykum sahabat-sahabat...
Tahmid wa sholawat... Ini harus segera dipublikasikan gara-gara sampai berurai air mata menengok orang di tayangan itu, membuka quran pakai tangan kirinya, dan kalimatnya (yang tampak sopan dan bagus) tetapi makna quran yang ditafsirkan jauh dari penafsiran ahli quran hadits seperti biasanya...


Makanya kuulas sedikit disini, #Info beberapa group kajian ilmua dan sahabat #ODOJ beberapa hari yang lalu, salah satunya :
         "...
Ada seorang pesulap & ahli hypno (yg bareng mentalis DC) yang menghilang beberapa bulan, lalu ketika muncul kembali seakan jadi 'ahli tafsir'. Segala-gala ayat dimaknai; tapi dia nggak bisa baca Arabnya, hanya pakai terjemahan lalu di'istinbath' sendiri. 
Jauh dgn tata cara kronologis adab-adab pelajaran Quran Hadits yg selama ini kita terima.

Karena faktor pesona ketenaran, laris diminta ngisi majelis taklim para Ibu muda di Bandung & sekitar. Hasilnya; menurut pantauan kawan-kawan ITJ, ini ajaran ingkar sunnah. 

Yang ikut ngaji jadi aneh; mempertanyakan cara shalat misalnya; "Kan nggak ada di Quran?"
Nama orang ini Abu Marlo. Dan pagi ini jam 04.00 WIB, dia ngisi di AnTV gantiin acara yang biasanya diisi Ust. YM; caranya ada Qari' (bukan dia) bacain Ayat & Terjemah; lalu dari terjemah dia maknai. Dan kalau ustadz Nono nyimak; bisa-bisa langsung demam dengar kengawurannnya.. Allahumma arinal haqqa haqqa, warzuqnattiba'ah. Wa arinal bathila bathila, warzuqnajtinabah..

Tonton "Cahaya Hati antv bersama Abu Marlo Episode 02 Segmen 1" di YouTube - >_<

Dia mentalis, pesulap, hipnoterapis bukan ustadz. Ngawur banget kajiannya. Ada banyak episode yg bisa disimak di youtube. Dia berani tafsirkan ayat tanpa referensi sama sekali hanya dari terjemahan.
...dst "

Salah satu tanggapan pribadiku, teringat akan nasehat para ustadz/dosen zaman kuliah dulu : "Mau jadi ahli tafsir? Kalau tidak lancar bahasa Arabmu, tidak mau hafal quran dan hadits, maka cuma mimpi donk,:-)" (Apa di AnehTv itu 'semua jadi bisa' kalau modal gaya dan fisik doang?! *may be... )

Al-Hafizh Al-Imam Al-Nawawi meriwayatkan:

وعن مالك أيضاً: أنه ربما كان يُسأل عن خمسين مسألة فلا يجيب في واحدة منها، وكان يقول: “من أجاب في مسألة فينبغي قبل الجواب أن يعرض نفسه على الجنة والنار وكيف خلاصه ثم يجيب”.

 “Dari Imam Malik pula bahwa ia pernah ditanya sekitar lima puluh pertanyaan dan ia tidak menjawab satupun pertanyaan tersebut. Dan Imam Malik berkata: “Barangsiapa hendak menjawab suatu permasalahan maka sebelum menjawab, sudah semestinya ia memalingkan dirinya mengingat surga dan neraka dan bagaimana kesudahannya kemudian jawablah.”

وسئل عن مسألة فقال: (لا أدري)، فقيل: هي مسألة خفيفة سهلة، فغضب وقال: (ليس في العلم شيء خفيف)

“Dan ia pernah ditanya tentang suatu permasalahan, dan menjawab: “Saya tidak mengetahuinya” dikatakan padanya: “Ini adalah pertanyaan ringan yang mudah”, perkataan ini membuat Imam Malik marah lantas ia berkata: “Tidak ada hal yang sepele dalam ilmu!”

Mereka adalah para ulama yang masyhur dengan keilmuannya, namun sangat berhati-hati dalam berfatwa, dan tidak menjawab ketika memang merasa tidak mengetahui jawaban yang paling tepat berdasarkan ilmu. Lantas bagaimana dengan kita? Semoga Allah mengampuni kita.

والله أعلم بالصواب


Tanggapan dari Abu Azzam di salah satu millist :

*****         'Alaikum salaam,

 

Ba'da tahmid was Sholawat,

 

Saya baru saja melihat video tsb di youtube, terlihat sekali bahwa tafsirnya agak sedikit (maaf) "ngawur". Contoh adalah di episode 2 segmen 1 dan 2. Ini sangat-sangatlah kacau. Bahkan dasar-dasar tafsir dengan mengutip asbabun nuzul dan tasiran para sahabat saja tidak dikemukakan oleh si pengisi acara. Beberapa ulama semisal Imam Ahmad, Ibnu Katsir dan Abu Al-'Aliyah dalam mengomentari mengenai ayat ini sangatlah berbeda. Mereka bukan membanding antara kewajiban antara Sholat dan membaca, penekanan bukan membacanya, tapi karena sholatnya. Abu-Al-'Aliyah mengatakan bahwa Sholat itu ada 3 attribut:

1. Niat Ikhlas karena Alloh

2. Rasa takut akan pengawasan Alloh, yang nantinya akan mencegah dirinya dari perbuatan Fahsya Wa Munkar

3.Mengingat Alloh dalam Solat dengan membaca Quran

 Sholat sendiri hukumnya wajib meskipun seseorang itu tidak bisa membaca satu ayat pun dalam Al-Quran.

 Yang dibahas sudah jatuh ke ranah Fiqih, jadi bukan sekedar mufassirin lagi, tapi mufassirin + ahlul fiqih, ini jadi lebih berat lagi kajiannya.

Kalau beliau mengutip tafsir tafsir ulama saya rasa masih masuk akal, tapi kalau menerjemahkan tanpa tahu bahasa arab, tanpa paham ilmu Nahwu, dan Balaghah, maka hasilnya akan sangat menakutkan.

Seperti yang sudah disebutkan oleh Pak Emryas bahwa ada syarat minimal seseorang untuk bisa menerjemahkan Al-Quran, salah satunya adalah hafal Al-Quran dan Hafal minimal seribu hadist (ada ulama yang memberi syarat sampai 100 ribu hadis), dan itu belum masuk syarat-syarat tambahan memahami kaedah bahasa arab, ilmu matan dll.

 ...

 

Sayangnya begitulah realita dunia hiburan .Yang tampil di TV belumlah tentu orang yang memilki kapabilitas memadai. Terkadang orang bisa menjadi ustadz karena memiliki suara merdu, wajah tampan, atau pandai melucu sedangkan ilmu atau konten daripada ceramahnya terkadang tidak jelas. Semuanya dilakukan atas dasar rating, sehingga apa yang tampil tergantung peminat televisi dan pemilik stasiun TV.

 

Mirisnya ustadz-ustadz yang mumpuni justru tidak pernah tampil dilayar kaca, mungkin karena kurang tampang, kurang lucu dsb, benar benar hal yang menyedihkan.

 

Rasulullah bersabda

 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari para hambanya secara langsung, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama, Sampai tidak tersisa seorang ulamapun maka manusia membuat para pemimpin yang jahil (bodoh), mereka ditanya maka mereka berfatwa dengan tanpa ilmu maka mereka sesat dan menyesatkan" (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu sudah merupakan kewajiban kita untuk ber nahi munkar lewat mengadukan acara ini kepada KPI. Begini caranya:

 

pergi ke website www.kpi.go.id, di kolom kanan bawah ada kotak pengaduan, klik kotak itu untuk buat pengaduan. Contoh isi yang pengaduannya bisa seperti ini:

 

saya melihat program acara Cahaya Hati di ANTV tidak seperti biasa sejak kemunculan pengisi acara yang bernama Abu Marlo. Cara si Pengisi Acara dalam mengupas tafsir ayat Al-Quran tidak sesuai kaidah -kaidah tafsir yang diajarkan oleh para ulama. Hal ini berpotensi menyesatkan kebanyakan masyarakat awam.

Tolong ditindak lanjuti agar apa-apa yang berkaitan dengan agama hanya boleh disampaikan oleh orang yang memiliki kualifikasi memadai. Terima Kasih

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan petunjuk jalan kebenaran oleh Alloh ta'ala.

 

Wassalam,

Allahu'alam *****

Padahal jelas dalam menyampaikan ilmu, kita harus memahami dulu apa yang disampaikan tersebut. 

Semoga Allah SWT menjauhkan kita semua dari sifat orang-orang yang sedikit ilmu namun berani banyak berbicara dan berfatwa, sehingga ia termasuk orang yang disabdakan Rasulullaah SAW:

مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَتْهُ مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Barangsiapa berfatwa tanpa ilmu,maka dilaknat oleh Malaikat langit dan bumi.” (HR. Ibn ‘Asaakir dari ‘Ali r.a, hadits ini sanadnya hasan ditakhrij pula oleh al-Hafizh al-Suyuthi dalam kitab al-Jaami’ al-Shaghiir)

Al-Syaikh Al-‘Alim Nawawi al-Bantani menjelaskan hadits ini:

وذلك لكونه أخبر عن حكم الله بغير علم، أفاده العزيزي

“Hal itu karena perbuatannya menjelaskan tentang hukum Allah tanpa ilmu, sebagaimana dijelaskan Imam al-‘Azizi”

(Mirqâtu Shu’ûd al-Tashdîq fî Syarh Sullam al-Tawfîq ilâ Mahabbatillâh ‘alâ al-Tahqîq, Syaikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar al-Jawi al-Syafi’i – Daar al-Kutub al-Islaamiyyah)


Salah satu sohib yang menjadi sukarelawan di KPI, menghimbau bahwa sampaikanlah kegusaran dengan mengadukan secara sopan kepada KPI dan MUI. Yoook, kita peduli, sobat-sobat!

Kalau yang ini, kata hatiku : 

Mudah-mudahan bisa segera ada solusi, 
Kalau Saya, tahu info ini dari beberapa group ODOJ, yang pas juga Ustadzah-ustadzahnya sobat saya sendiri (di KSA dan Kuwait), yang memang tampilan Abu Marlo di yt sudah dilihat oleh banyak Ustadz/ah (yg kompeten) ~ lalu semuanya geleng-geleng kepala, merasa harus bersabar menghadapi ujian ini, 'hampir dipastikan' kerja sama aliran ingkar sunnah + kontribusi besar syiah + investor sepilis (sebagaimana yg para jurnalist ketahui, bhw stasiun TV ybs itu, bbrpa wktu yg lalu, mengutus jurnalis-jurnalisnya ke Israel dan bertemu dgn jubir Israel dan diikuti beberapa tokoh RI pula- termasuk dari majalah T*mpo, anggota komisi TY, dsb...)
*lalu setelahnya, kejadian Egypt dan Syria makin mengganas, >_< faghfirlana, maaf jadi meluas...

Btw, Bagi kita yang sering mengikuti kelas-kelas #Quran dan #Hadits, (termasuk Ustadz-Ustadz di majelis taklim kita, juga guru-guru agama di sekolah-sekolah, sudah pasti punya pengalaman berurutan memperoleh kuliah Nahwu shorof, muthola'ah, tafsir,sirah, qurdist---seri 1 sampai sekian tingkatannya...) Hampir dipastikan bahwa hati merasa perih kalau melihat tayangan Abu Marlo yg 'menyimpulkan makna al-quran' dengan serampangan. 
Memang 'profesi Ustadz' (untuk tayangan publik) di RI belum ada 'sertifikasi'-resmi sebagaimana di Malaysia dan Timur Tengah, namun untuk etika dan norma, seharusnya semua masyarakat sadar, kalau memaknai quran, tak sama dgn siasat gaya sulap. Bahkan teman-teman yang 'Ustadz asli' sering begitu tawadhunya, gakmau dipanggil Ustadz... :-).
Halus sekali penyimpangan dalam ceramah yg disebut sebagai 'tausiyah/ motivasi' Abu Marlo ini, dan lagi-lagi---korbannya adalah masyarakat awam.

Astaghfirrulloh, semoga masyarakat Indonesia senantiasa tegar dan teguh dalam keimanan, dalam menjaga keislaman secara kaffah, dan mampu melalui berbagai cobaan dgn sabar dan menjaga sholat. Aamiin... آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين 


Sejak beberapa hari yg lalu, sudah banyak rekan-rekan yg langsung bertabayyun kepada abu Marlo si pesulap. Ada yg mengirimkan email dan mention di twitter land (termasuk saya :-D) , terutama persoalan 'isi' kajiannya yg benar-benar serampangan, di episode 2~dia menanyakan, "Jadi wajib mana tuh, antara sholat 5 waktu dengan baca quran?" >_< *di atas sudah dibahas*

Karena tidak ada balasan dari Abu Marlo (di hari ke-4 ini)-mungkin dia sibuk syuting atau bisnis lainnya, isi twitternya juga adalah urusan entertaint yg dia geluti, makanya jalan pengaduan ke KPI dan kepada MUI cara yg diambil oleh pribadi-pribadi muslim yg peduli. ^_^

Dan tanggapan MUI, baru muncul yg ini : 

Berikut adalah pernyataan dari tweet Ust Fahmi Salim, MA —Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. 


Subhanalloh... Maha suci Allah yang melimpahkan segala peristiwa berharga setiap saat kepada kita semua, :-).
Ya Allah, tolong jagalah, lindungilah masyarakat Indonesia senantiasa, limpahkan bimbinganmu selalu, Yaa Robbul 'izzati.



Buat Abu Marlo, "Bro, yoook sama-sama belajar, di tempat yang benar, di kelas quran dan hadits, di ma'had atau sekolah Islam yang terpercaya, Pedoman hidup ada 2 bro, yakni #Quran dan #Hadits , berkaitan erat di setiap bahasannya, bro... ^_^, beda dengan belajar sulap dan hipnotis...Balas mention-an aja, bro, pakai bahasa Arab kalau mau, sedikit-sedikit, insya Allah daku bisa paham juga arabic... :-)"

:-/



أستغفر الله 

أستغفر الله

أستغفر الله



Al-Hafizh Al-Nawawi mengisahkan:

وعن الشافعي -وقد سئل عن مسألةٍ فلم يجب-، فقيل له، فقال: “حتى أدري أن الفضل في السكوت أو في الجواب”.

“Dari Al-Imam Al-Syafi’i -pernah ditanya tentang suatu permasalahan dan ia tidak menjawab-, ia berkata: “(Saya tidak akan menjawab) hingga saya mengetahui mana yang lebih utama antara diam atau menjawab.”

Dari Al-Atsram, ia berkata:

سمعتُ أحمد بن حنبل يكثر أن يقول: (لا أدري)

“Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal banyak berkata: “Saya tidak mengetahuinya”

Yakni menjawab tidak tahu ketika ditanya tentang suatu permasalahan. (Tausiyah Article brother Irfan Abu Naveed)

___
Maaf lahir bathin atas segala hal yang tidak berkenan, semoga kita dapat istiqomah di jalan Islam yang lurus, beroleh taufiq dan hidayahNya sepanjang masa, aamiin...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Friday, December 27, 2013

Puisi Desember



               Desember

(karya : bidadari_Azzam)





Duhai Desember

Aku sambut dengan senyum
Sebagaimana sapaan cinta untuk November Oktober dan sebelumnya
Bisikkanlah kepada Juli dan Agustus
Aku minta maaf karena tak sempat menyapanya

Desember sembilan tahun yang lalu
Ratusan ribu manusia meregang nyawa
Tsunami kiriman bermakna cinta
Tatapan terhenyak serta pesona semesta

Duhai Desember
Enam tahun telah berlalu
Sejak seorang bidadari mungil meninggalkanku
Menengadahkan tangan tanda munajat kepadaMU
Tamparan dan pelajaran dalam tikungan tapak hidupku

Duhai Desember
Lima tahun telah berlalu
Sejak seorang sahabat kecil terkonyol menutup mata
Kelucuan humornya tak terdengar lagi
Nafasnya berhenti di usia seperempat abad


(Pic desember salju #Krakow)


Duhai Desember
Empat tahun telah berlalu
Sejak aku terdampar di bumi salju
Menggapai ukhuwah mesra dalam takdirNya
Menjadi saksi ikrar syahadah atas skenarioNya

Duhai Desember
Tiga tahun telah berlalu
Sejak kudekap sosok mujahidahMu
Berkulit coklat dengan hati suci
Menularkan semangat untuk istiqomah di jalan juangMu

Duhai Desember
Dua tahun telah berlalu
Sejak penundaan undangan menuju istanaMu
Namun keluh tak kan hiasi lidahku
Karena aku yakin dengan kesempurnaan rencanaNya

Duhai Desember
Satu tahun hampir berlalu
Sejak butir-butir salju terakhir menyapaku
Serta deras air mata nan mengantarkan raga ke bandara beku

Dan aku sadar...
Separuh jiwa telah kutitipkan disana
Dalam bilik pertama
Bilik ukhuwah islamiyah di sudut Eropa

Duhai Desember
Hendak kukatakan kepadamu
Bahwa aku tetap seperti dulu
Menghargaimu sebagai hitungan waktu
Sulam asa kepada Sang Maha Penentu

( @bidadari_azzam, senin, 2 des 2013. 6:16 KL)



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter :@bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




Thursday, December 26, 2013

Uneg-uneg Atas "Wrong Number"


Assalamu'alaykum,
Sedikit info dan 'curcol', dua bulanan ini ketika berada di KL, saya sering 'harus terganggu' dengan kehadiran telepon yang 'salah orang'. Bukan 'wrong number' yang ditekan oleh si penelepon, saya yakin, karena saya catat nomor telepon itu, dan nyatanya dari nomor ini, 'gangguan calling' bisa hadir 3 sampai 4 kali dalam sehari.


Tadinya di awal-awal milih nomor hp di maxis-KLCC, nomor yang kupilih ini 'lumayan mudah dihafalkan', itu saja sih alasanku.
Tak kusangka, beberapa hari kemudian, ada penelepon asing, "ChangcingcungcengcongxyxyZyzyzyz...", berbahasa Mandarin. "Oh, wrong number, sorry..." Saya bilang begitu, dia minta maaf. Telepon ditutup.






Namun beberapa hari kemudian, nomor lain yang asing masuk, bahasa China dan kemudian karena saya bilang 'wrong number', dia nanyain 'Can I speak with mr. Chen ....apaaa' gitulah bunyinya, saya bilang bahwa ini bukan nomor hp yang bersangkutan. Lalu ketiga kalinya, nomor 'orang bahasa China' itu. Telepon lagi, kali ini, suamiku yang menjawab, sudah, telepon ditutup, dan sampai sekarang, gak ada gangguan dari nomor tersebut. #Alhamdulillah 

Cuma, selang dua minggu-an, ada beberapa kali 'panggilan tak terjawab' yang mungkin pas nelepon, saya sedang di kamar mandi atau heboh-hebohan dengan para bayi, :-D. Pada saat saya telepon balik, nyatanya itu nomor operator sebuah perusahaan, jadi ada pihak operator yang ngomong, 'dari pada ngabisin pulsa, saya matikan telepon dan saya save ke contact aja...' Saya tulis "Who's this?" Nama di buku telepon. Tadinya saya mengira, itu nomor kantor seorang teman, atau nomor telepon perusahaan dari Ustadz yang menguruskan Darul Jenazah. Ternyata bukan.

Beberapa hari kemudian, nomor "Who's this?" Nelepon lagi, saya angkat, bagi salam, pihak di seberang menanyakan, "Boleh bicara dengan Encik Afrizal/Farizal..." (Nama orang yang dimaksud itu kira-kira sedemikian.) Saya langsung bilang, (pakai nada Khas bahasa Melayu) "Oh, salah nombor... Ini nombor saya, tak kenal siapa tu, bukan nomor die..." 

Si penelepon  dengan nada curiga bilang, " oh? Oke, trime kaseh..." 
:-D. Nah, nada suara aneh itu, bukan cuma ini yang menjengkelkan, lhooo... Beberapa jam kemudian, nomor ini menelepon lagi, cewek yang 'ngomong', sudah saya bilang hal yang sama : "Ini nomor hp saya. Mungkin anda salah nomor...." Tapi tampaknya yang di seberang tak percaya. Terbukti, nomor "Who's this?" ini menelepon 'nyepam', 3-4 kali sehari, guna mendengarkan jawaban yang sama dariku : "Wrong number-laaah...." :-D :-D :-D

Tak terasa 'spammer' penelepon ini sudah hadir 2 bulan-an, oh! Finally, saya iseng tanya ke pihak maxis/hotlink ketika regist nomor hp sulungku, dan pas beli pulsa. Menurut pihak maxis, kemungkinan penelepon mencari "pemilik nomor lama", karena nomor-nomor hp yang tidak digunakan selama lebih dari 2 tahun, biasanya "di recycle" oleh mereka. Dulu juga saya pakai hotlink tuh, 2009 pindah ke Poland, makanya nomorku gak bisa dipakai lagi, sudah lebih dari 2 tahun tidak aktif. Sudah di recycle :-)

Oke, bagusnya sih saya keluarkan uneg-uneg ke penelepon 'spammer' yang konon sudah gonta-ganti orang, kadang suara cewek, suara cowok, suara ibu-ibu, suara kakek-kakek, entahlah kemungkinan ada urusan yang belum selesai dengan orang yang dimaksudkannya tersebut. Saya lumayan sabar dengan 2 bulan 'ramah tamah bilang wrong number doang', ya kan, iya donk?!

Semalam suara cowok, 'spammer' menelepon lagi, lumayan mengganggu urusanku dan para bayi. :-))
Dan barusan, 'spammer' suara cewek, menelepon ketika saya tengah membuatkan susu buat dek zuhud, plus sedang pening karena periode bulanan, plus diajakin bang Sayyif tengok video ultraman yang lagunya kencang banget nih :-/, plus ditarik-tarik Zuhud supaya susunya cepat tersaji.... Pas sekali, nyerocos-lah saya di telepon, "Listen! Awak telepon nombor saya setiap hari, kan?! Saya merasa amat terganggu. Saya dah tanya dengan maxis, mereka kata, may be ini nomor lama yang dah di recycle... saya baru dua bulan kat KL, pindah dari Poland, teruk sangat nak melayan nomor telepon awak setiap hari, saya tak kenal siape yang awak maksud, tapi awak mengganggu waktu saya. Awak boleh tanya konfirm ke maxis pasal registrasi nombor saya ni, saya amat terganggu dengan telepon awak...Cakap jugak-lah dengan kawan-kawan awak, ye... Terima kaseh..." :-) :-D
 
Jawaban si suara cewek bilang, "Ma kaseh juga..." :-D, dan saya tutup dengan salam. 
 
Dan hmmmm, sekarang terasa lebih lega, 'uneg-uneg' atas 'wrong number' sebaiknya saya lempar di blogku ini, supaya pihak maxis/hotlink juga membaca, dan punya perencanaan perbaikan agar pelanggan menjadi nyaman menggunakan provider ini. 
*Pulsaku keluar ratusan ringgit meski baru beberapa bulan, lhooo... ;-)) Soalnya saya banyak menelepon ke Indonesia (selain ikut layanan internet BIS) dan beberapa sobat di negara lain, maunya sih gak ganti nomor lagi...

Jumpa lagi, insya Allah!

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Wednesday, December 18, 2013

Lima Hal yang Jangan Dilewatkan Setiap Awal Subuh

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 





Tahmid wa sholawat,
Maafkan lahir dan bathin atas hak-hak saudara/i yang belum tertunai, atas WA dan email yang tak terbalas misalnya, maklum yah, Saya 'kejar-kejaran' dengan kereta--- -_- kereta waktu maksudnya :-D

Jelang subuh ini Saya share dikit sebuah renungan pribadi, yang sudah jadi kebiasaan lama sejak kecil, insya Allah... 

Lima Hal yang Jangan dilewatkan setiap awal subuh, yaitu :

1. Bersyukur, bersyukur dan bersyukur... Karena sudah bangun dari 'tidur panjang' (bayangkanlah, di tempat lain, ada lho yang tidak bangun lagi, tiba-tiba sudah ke alam barzah ketika jam tidur malam... :-(( sedangkan diri kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri...;-))
Alhamdulillah.... *Thank You Allah* 

Bersyukurnya tidak perlu dilempar di FB atau twitter sih, sayaaang...
:-)) 
Pokoknya jangan kalah saja dengan syukur kokok ayam jago, syukur cuit-cuitan burung, lafadz syukur bunga-bunga di taman, lafadz syukur para semut, wah malunya kalau kita bangun kesiangan, sampai lupa bersyukur menyambut subuh >_<


"Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya.  Masing-masing telah mengetahui (cara memujaNya) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." (QS. An-Nuur:41)

2. Segera bebersih badan, berwudhu, atau mandi, supaya segar dan tidak mengantuk lagi. 
Mandi pada jam ini sangat bagus, lho... Udara segar, 'kalau yang kamar mandi barengan' efeknya yah menghindari antrian (hehehehe ingat zaman anak kos, :-p), paling dahsyat itu pas mata jadi tidak mengantuk lagi, sehingga bisa konsen untuk membaca qur'an atau buku-buku pelajaran menjelang adzan subuh.

3. Mengintrospeksi diri, mengenai kejadian kemarin, bukan melamun atau bengong. Kita renungkan tentang hal kemarin, apa saja yang belum terlaksana di hari kemarin, maka kemudian dihadirkan tekad dalam hati bahwa hari ini harus bisa melaksanakan 'tugas-tugas' atau projek yang belum rampung tersebut. Optimis, teruskan ikhtiar, yoook!

4. Banyak beristighfar, bacaan dzikrulloh, supaya terjauh dari resah gelisah. Istighfar adalah bentuk taubat kita, insya Allah dosa-dosa yang menempel digugurkanNya dalam bait-bait istighfar yang kita lantunkan sepenuh hati. Astaghfirrulloh.... 

Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa huwal-hayyul qayyumu wa atubu ilahi...

 

Aku memohon ampunan kepada Allah, Zat yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi Maha Menegakkan dan aku bertaubat kepada-Nya. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim)

 


Tulisan doa ampunan-pic from google


5. Baca-baca, kalau baca quran---renungkan terjemahannya, meski hanya satu ayat, syukur-syukur #Alhamdulillah dapat di-forward dalam obrolan kepada anggota keluarga (suami/istri/anak-anak) meski hanya satu ayat. 
Naaah, Kalau baca buku, baca blog, email, artikel, dll yang bermanfaat, meski hanya dua baris dalam satu halaman misalnya, meski sempatnya satu paragraf saja, cobalah ingat secuil nama penulisnya, kemudian doakanlah dia. :-) Jadi efek 'baca-baca' ini sekalian memunculkan spontanitas do'a ---mudah-mudahan ikhlas lillahi ta'ala, doakanlah saudara/i kita yang tengah bergelimang ujian beragam, saudara/i kita yang sedang berada dalam kemerosotan moral, yang sedang berada di persimpangan jalan, juga yang sedang belajar menulis hikmahNya sebagaimana yang saya lakukan. 

Ketika kita mendo'akan dengan khusyuk & 'rahasia --- tanpa pemberitahuan ke si anu dan si itu' masya Allah dahsyat efeknya, say :-)

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR. Muslim no. 4912).


“Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.” 

Masya Allah...

Jangan lewatkan lima hal ini, yah sobs... Insya Allah semangat menyambut pagi berkah, yah!


"Bukan penghargaan namanya kalau mengandalkan isi dompet, penghargaan adalah apa yang kita utarakan dalam doa kepadaNya dengan setulus hati" (quote pribadi) sebagai pengingat supaya di antara kita harus menghindari 'pelit-pelitan', apalagi pelit buat berdo'a, idiiih rugi banget! ^_^






Itu dulu yah dearest readers, semoga kalian makin cantik dan ganteng dalam limpahan hidayahNya, aameen...

I love you because Allah...


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Sunday, September 22, 2013

Sesendok Madu Inspirasi

Assalamu'alaykum... ;)

Tahmid wa sholawat,



*_^ #Alhamdulillah always!



Beberapa hari setelah tiba di Kuwait, terasa getar hati iba saat mendengar kisah mengenai tetangga salah seorang sister di Indonesia. Keluarga kecil tersebut tinggal di perkampungan terpencil dan amat jarang berbelanja. Kebutuhan sehari-hari didapatkan dari pekerjaan serabutan sang suami, sementara sang istri harus menjaga kedua anaknya yang tidak bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Namun tiada pernah terdengar keluh kesah atas kesulitan hidup dari mulut sang ibu, tetangga-tetangga bahkan tidak mengetahui kondisi minim keluarga kecil ini.


Meskipun menderita beberapa penyakit bawaan lahir, kedua anak ini sangat memahami keadaan orang tua mereka. Suatu hari ketika tetangga (yang jarak rumahnya jauh) bertandang, dan tiada hidangan selain teh pahit di rumah itu, sang anak berbisik malu, “Maaf ya budhe, kami sedang tidak menyimpan gula…”  

Untungnya saat itu teman (yang dipanggil budhe ini) membawa beberapa oleh-oleh makanan, termasuk sebotol madu murni. Teh menjadi lebih enak baginya ketika ditambahkan sesendok madu. Anak- anak polos itu sangat ceria dengan kedatangan tamu jauh yang merupakan sobat orang tua mereka, dan sering berbagi cerita tentang perantauan. Apalagi seraya menikmati teh hangat dengan oleh-oleh madu tersebut.


Menitik air mataku membayangkan keluarga itu ~ jangankan untuk sekolah anaknya, untuk membeli gula pun, tiada dana belanja. Puasa sunnah sudah teramat biasa bagi mereka, menahan lapar dan dahaga telah menjadi ‘gaya hidup alami’, subhanalloh! Para tetangganya berujar,“Keluarga mereka itu tidak pernah ribut-ribut, mengeluh, menggosip, atau pun ngutang, lho….” Aiiih, kami tambah kagum pada mereka. Kita cepat sekali kesal dengan tertundanya bonus gaji atau pelayanan publik dan prosedur yang berbelit, sedangkan mereka hanya bergubuk dengan lantai tanah, yang sehari-hari belum tentu punya beras dan tidak punya gula! Tentu mereka tak tergoda dengan adegan dramatisir acara-acara televisi Indonesia yang sering mengekspose kemiskinan dan derita anak bangsa, yang kemudian diolah menjadi kelipatan uang rupiah dari hadirnya iklan-iklan yang menyukai rating tinggi.



Aku teringat Hania di sebuah desa terpencil pula, sudut Krakow. Gara-gara ‘gift’ gula dan madu serta biskuit buat keluarganya, keluarga kecilku menjadi hadir dalam ingatan keluarga mereka. Kata Hania, “Di Poland, banyak kue-kue manis, apalagi dessert sangat bervariasi,  namun untuk teh dan kopi, kita jarang mencampurkan gula… Lebih sehat jika minum teh madu…” Aku sepakat tanda setuju, sama seperti cerita Eve yang jika kusiapkan teh~ia tidak mau menambahkan gula. Sehingga di Krakow, kami terbiasa mengurangi pemakaian gula, bahkan seringkali menikmati teh tanpa gula. Baik teh hijau, maupun yellow-tea, lemon-tea dan black-tea.



Ujar Eve, “Dari waktu zaman nenek kakek saya dan generasi atas-atasnya lagi, sejak komunis berkuasa, kan kita susah dapat produk atau bahan makanan, termasuk gula, teh, kopi…. Jadi ketika sewindu kemajuan negeri yang tajam dan supermarket menjamur di Poland, kita merasa harus tetap membiasakan diri berhemat dan hidup sehat.” Aku berdecak kagum. Memang Poland merupakan negara yang belum terlalu lama bergabung dengan Uni Eropa, sehingga saat ini sedang banyak pembangunan gedung baru di berbagai kota, dan perekonomian mereka lumayan stabil. Harga-harga barang kebutuhan yang selalu meningkat, tidak begitu terasa berat bagi orang-orang di wilayah perkotaan, apalagi pekerja asing, karena kurs mata uang Zlotyh PLN stabil, tidak memiliki imbas besar Euro saat krisis di Eropa.



Hania dan Eve mempunyai kakek dan nenek yang rajin membuat madu sendiri, mengurusi ternaknya sendiri, serta membuat keju olahan sendiri. Mereka juga pernah mengirimiku kue bolu siram madu, susu sapi murni yang diperas oleh ayah Hania (segar dari sapinya langsung), pierogi ruszkidan vegetarian food buatan mama Eve, serta makanan ‘home made‘ lainnya. Menu masakan di Krakow (yang non-daging) lebih sehat, mengutamakan bahan segar dan buatan sendiri, terutama bagi vegetarian. Banyak orang malas membeli yogurt atau jus di toko-toko, padahal rasanya enak menurutku. Teman-teman memilih membuat sendiri, dan ketika kucicipi, memang lebih enak yogurt dan jus ‘home made‘ buatan mereka.


... Lanjutannya baca di link IslamPos berikut ini ya ~_^ Barokallohu fiikum!
Salam Ukhuwah ^-^ ❤
Happy Busy, happy travelling! (^_^)
Tetap saling do'a yah^^
Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^
Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Tuesday, August 27, 2013

Cerdas Lucu Sebuah Perampokan di Bank

Tes internet sementara sebelum 'flight' beberapa hari lagi nih... assalamu'alaykum! :-)



Gambar : Sebuah 
sudut kota yang menjalani pemilukada serial ulang gara-gara ulah para perampok... 



Tahmid wa sholawat...

Teman-teman sudah tau kan kalau kita bisa memetik pelajaran dengan tak hanya mengambil hikmah dari pengalaman diri & keluarga saja, melainkan juga dapat mengoptimalkan manfaat pengalaman orang sekitar serta pengamatan tentunya.

Kali ini saya menangkap samudera pengetahuan dari sebuah analogi kisah sederhana yang diceritakan oleh seorang teman, yoook simak : 




Suatu hari terjadi perampokan di bank, negeri antah berantah...

Perampok berteriak kepada semua orang di bank, “Jangan Bergerak!!! Uang 
ini semua milik Negara. Hidup anda adalah milik anda.”
Semua orang di bank kemudian langsung tiarap. (Pengamat : Hal ini disebut “Mind changing 
concept – Mengubah cara berfikir”. Semua orang berhasil mengubah cara 
berfikir dari cara yang biasa menjadi cara kreatif...)

Salah satu nasabah yang sok sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah 
membuat perampok marah dan berteriak, “Eh, yang sopan mbak ! Ini perampokan 
bukan perkosaan!" 
(Pengamat : Hal ini disebut “Being professional – Bertindak 
professional”. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan. Tuh, perampok yg notabene penjahat aja, bisa proffesional banget, tuh....)

....Selanjutnya,

Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang 
lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang 
hanya lulusan SD, “Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita. Yok!"

”Perampok tua menjawab, “Dasar bodoh. Uang yang kira rampok banyak banget, 
repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.” (Pengamat : Hal ini disebut “Experience – Pengalaman”. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas, lho...)

Sementara di bank yang dirampok, si manajer bank berkata kepada kepala 
cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, 
“Tunggu dulu, kita ambil dulu dong, 10 miliar untuk kita bagi dua. Nanti 
totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.” (Pengamat : Hal ini disebut “Swim 
with the tide – Ikuti arus”. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi. Memanfaatkan sebuah kesempatan demi harta.)

Kemudian kepala cabangnya berkata, "Oh, Alangkah indahnya jika terjadi 
perampokan tiap bulan...” (Pengamat : Hal ini disebut “Killing boredom – Menghilangkan 
kebosanan”. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan anda.)

Bagaimana berita itu di mata di masyarakat? 
(Pengamat : Media syik-asyik mesra dengan konco investor menghubungkan perampokan itu sebagai dana 'terorisme', sambungan pembuatan kebijakan dan RUU lainnya, projek-projek tambahan buat yg di kursi empuk, rating oh rating... Para jelata cuma antusias, "Gimana ceritanya...kelanjutannya, ketangkep apa gak yah?" Dsb, :-p)

Keesokan harinya, berita di TV melaporkan bahwa uang 100 Miliar dirampok dari 
bank.
Perampok muda menghitung uang rampokan, jumlahnya tak sama... dan perampok sangat murka, "Aaaaaaaaaaargh!!! Kita Capek-capek... susah payah merampok cuma dapat 20 Miliar, bagi-baginya banyak, anggota keamanan, markas besarnya, pengintai awalnya, dll.... waduuuuh, orang bank 'tanpa usaha' dapat ngantongi 80 M...Capeeeeee deh..." >_< (Pengamat : Ada banyak perampok yang jauh lebih cerdas dari pada perampok di bank, eui!)

Bagaimana tanggapan pembaca?! (Saya justru teringat prinsip dari Mas Anggana -sang manajer IT SAP certified : "Knowledge is Power", sebanyak apa pun info yg kita serap, kita tetap akan haus ilmu. Karena segala sesuatu yg dikerjakan selalu terkait dgn ilmu pengetahuan. Kita menjelajah bumi tak akan percaya diri jika tanpa ilmu pengetahuan. Dan dalam kesimpulan diskusi antara jiwa kita dgn Sang Pencipta-lah, ilmu pengetahuan dalam diri menjadi berkah, manfaat, serta kian bermakna, insya Allah...)




*smoga dapat menangkap apa yang menjadi hikmahNya. Jangan susah-susah cari ilmu deh kalau cuma buat mencintai amalan penghuni neraka, naudzubillahiminzaliik...seberkas kerlip bekas pijar neraka itu bisa menggosongkan seluruh lautan di bumi, apalagi kalau "nyangkut" di kerak-kerak dalam pijar apinya...naudzubillah, >_< faghfirlii....*


:-D




Ya Allah, limpahkan kami kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi kezaliman, aaamiin...

Barokallohu fiikum, semoga kita senantiasa menularkan manfaat, semoga setiap saat kita rajin belajar dan mendekap hidayahNya agar pengetahuan yang diserap kian bermanfaat, aaamiiin...

Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤ 

Tetap saling do'a ^^ ya, Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ 
Jangan sungkan 'nge-mention'.

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)