Photobucket
Showing posts with label Poland. Show all posts
Showing posts with label Poland. Show all posts

Wednesday, November 27, 2013

Karya Bang Azzam di Majalah Potret "Anak Cerdas"

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

#Alhamdulillah sewaktu masih akhir tahun 2012 lalu, bang Azzam di Poland mengirimkan karyanya (mengenai Pengalaman beramadhan di Polandia) ke redaksi "Potret" karena Potret "Anak Cerdas" akan hadir pada awal 2013, begitulah info dari Om Tabrani (pimred Potret).



Karena masa pindah-pindahan dimulai saat winter break januari 2013, jadi lupa dengan 'kiriman karya ini', dan kemudian iseng sedang mewarnai dan latihan membuat puisi di bulan februari yang lalu, teringat lagi dengan majalah Potret "Anak Cerdas". Maka karya puisi pun dikirimkan Bang Azzam kepada redaksi Potret "Anak Cerdas", ini juga mengasah kemampuannya "ber-email-ria", hehehe... Sebab di Inspiracja Skoly (Sekolah Abang di Krakow-Poland), sejak 'Klasa 2', murid-murid sudah diajari membuka email (dan akun pribadi di website sekolah).

Terima kasih ya Om dan Tante di Redaksi Potret "Anak Cerdas", bulan lalu Ombaynya Azzam sudah membawakan beberapa majalah Potret Anak Cerdas, dan malam ini barusan Abang Azzam membacanya. "A little bit surprise Azzam..." Karena dia sendiri lupa kiriman karyanya, komentarnya begini, "Idiiiih, 'tulisan yang semester lalu dan tahun lalu, waktu abang masih kelas tiga' kemarin dulu itu yah mi?!" :-))

Kata Abu Azzam, "Yeeee, bukan 'dulu' banget laaaah, kan baru juga, belum setahun ini, cepat amat Abang lupa?!" 

"Bukan gitu, bi.... tapi kan abang soalnya sudah kelas empat, puisinya itu yang lucu, udah lama... Nanti yang baru lain deh...ramadhannya kita kemarin di  Kuwait, lain juga..." Seraya senyum-senyum baca majalah Potret Anak Cerdas kiriman Om Tabrani-Aceh. :-) 





Abang Azzam dan Potret Anak Cerdas


Salam sayang dan salam ukhuwah dari bang Azzam buat semua teman pembaca Potret "Anak Cerdas" di seluruh wilayah tanah air Indonesia, maupun yang juga berada di luar negeri.

Selamat belajar buat semua teman "Sekolah Indonesia" yang bulan desember ini akan melaksanakan UAS ganjil 2013, semoga kita semua meraih ilmu yang bermanfaat, aamiin yaa Allah...

Yoook, teman-teman krucils, silakan kirimkan pula karya-karyamu ke majalah Potret Anak Cerdas!
^_^ Dengan mengirim karya, berarti berlatih menulis, berlatih mengirimkan email, menularkan manfaat serta wawasan, dan bertambah sahabat sejak masa kanak-kanak, asyik lhooo! 


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤  Yoook, silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)


Monday, November 18, 2013

Sekilas Tips Menjaga Stamina di Sela Kesibukan Beraktivitas


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh...   

Tahmid wa sholawat, semoga sahabat-sahabat senantiasa sehat jasmani rohani, dalam penjagaan terbaik-Nya, aamiin.

Apakah kalian adalah pelajar yang sibuk mengerjakan tumpukan tugas dari para guru? Ataukah pekerja dan pengusaha yang harus mondar-mandir 'meeting', berjadwal tugas padat, serta banyaknya target penyelesaian aktivitas sehari-hari? Atau mungkin kalian adalah sisters yang sering 'nyeri bulanan' dan stamina jadi menurun kala periode tersebut? Mungkin juga kalian adalah sosok pebisnis yang mengantarkan banyak 'orderan' secara langsung kepada para pelanggan, atau setiap saat harus siap berlari ke kantor pengiriman paket karena orderan produk dari para pembeli? Atau mungkin 'kegiatan harian' kita mirip? 

Adakah kemiripannya sebagai seorang emak yang subuh-subuh harus bangun, kudu menyiapkan sarapan keluarga, menyiapkan bekal makan siang suami (dan anak-anak yang bersekolah), mondar-mandir nyuapin balita seraya memandikan balita lainnya, mengantar ke sekolah dan menjemput mereka kembali, menanti anak yang TK di sekolahnya, menjawab telepon dan email penting di sela kegiatan, mengganti baju dan membantu makan siang balita di siang hari, mengantarkan anak-anak ke tempat les atau aktivitas sore lainnya, kudu berbelanja, menyiapkan makan malam, dan masih seabrek-abrek 'homeworks' setiap harinya? 


Kelincahan Zuhud di ruang tamu :-D
 

Beberapa pengalaman kecil dan secuil sharing dari pertemuan dengan konsultan kesehatan keluargaku, juga dari banyak sobat yang kujumpai, apalagi yang sudah berusia lebih dewasa (sisters or brothers 40++ misalnya), mengenai tips atau cara menjaga stamina kita di sela kesibukan sehari-hari adalah sebagai berikut :

1. Rutin berolah raga ringan, ini kita masih sering lupa---lupa untuk rutin menjaga kebiasaan ini :-(. Contoh sepele adalah gerakan sholat di 'on time 5 waktu', efeknya besar buat menjaga jasmani rohani, lho dear... :-)

Bahkan ada teman non-muslim yang sudah menjadi muallaf di Krakow, di awal-awal perkenalan kami, dia belajar sholat terlebih dahulu, dan katanya, "Kayak olah raga yang nyaman dan rileks, yah? Semacam ada perpaduan antara hati, gerak tubuh dan istirahatnya pikiran..." :-D Dan yang lebih mencengangkan baginya adalah "seluruh dunia mengetahui tata cara sholat yang seragam---dari guru yang sama, yaitu Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam." :-)

Gerakan ringan lainnya yang bisa dilakukan, terutama buat kita 'para emak' adalah : sit up 20 kali, sebelum tidur dan setelah bangun pagi. Juga peregangan kaki (gerakan agak jongkok, gerak pada persendian lutut) bisa kita lakukan sambil memasak atau ketika usai menjemur pakaian, hihihihi...

2. Minumlah air putih sebelum tidur dan ketika bangun tidur (jangan lupa basmalah sebelum meminumnya). Kekurangan cairan pada tubuh merupakan salah satu penyebab kelelahan. Jika tubuh kita kekurangan cairan maka darah akan mengental. Pada akhirnya darah akan lebih lambat dialirkan dan butuh lebih banyak waktu untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, maka dengan minum secukupnya akan meningkatkan stamina tubuh. Kelembaban kulit kita pun terjaga.

3. Tambahkan madu pada teh atau air putih yang diminum, atau konsumsi sesendok madu murni setiap pagi. :-) 
Alhamdulillah, dampaknya memang ^-^ TOP donk! Madu dan kurma kan memang sudah menjadi sepasang menu yang harus ada di dapur muslimin, keduanya adalah menu favorit Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Minimal dua kali seminggu kita mengonsumsinya, terutama kalau puasa sunnah senin dan kamis.

4. Hindari banyak makan---yang dalam satu waktu 'kekenyangan'. Apalagi saat sibuk yah, sebenarnya sering tidak sempat makan, tapi jangan 'dituruti ntuh' rasa malas atau tak sempat makan hingga menderita magh. :-( 

 

     Makanlah dengan porsi secuil, tapi boleh sering, apalagi kalau ngemil buah-buahan dan sayur, :-). Makan dengan porsi banyak dan kaya karbohidrat akan menyebabkan gula darah meningkat. Ini akan membuat lebih banyak insulin yang akan dikeluarkan oleh tubuh. Kondisi seperti ini akan berakibat terlalu banyak gula darah yang dikirim ke sel otot untuk disimpan dan Inilah yang menjadi biang keladi dari kelelahan. (Sampai mengantuk dan terlena, hehehehe...) Oleh karena itu lebih baik sering makan tetapi dengan porsi kecil yang mempunyai asupan gizi tinggi. Contohnya bekali potongan buah, kurma dan biskuit planta di dalam tas kita. Semangaaat, yah!

5. Kudu bisa memanfaatkan sela istirahat. Misalnya saat menunggui anak sekolah, ke musholla enak tuh, 'dhuha time'. Pas di taxy, di kereta api, atau di dalam bus, baca quran atau buku pasti asyik (dan lebih bermanfaat) dari pada bengong.

Boleh pejamkan mata sebentar sambil berdzikir memuji-Nya, mengirim sms cinta kepada orang-orang terdekat atau sahabat di luar kota, menelepon dan menanyakan kabar teman, dan kegiatan bermanfaat lainnya akan menambah semangat diri, menyebabkan jiwa raga juga nyaman, bahagia berakibat stamina terjaga ;-). Jangan iseng-iseng 'ngomeli' pengemis, heboh lempar cemoohan dan ejekan di media sosial, dan kegiatan negatif lainnya, lhooo dear... Karena dampaknya besar juga, di dunia---waktu kita gak berkah, jauh dari manfaat, serta di akhirat--- ada adzab yang berat. Naudzubillahi minzaliik.

6. Letih, penat, kesal, marah, sedih dengan ketidak-disiplinan orang di sekitar kita, atau ada hal yang tidak sesuai perkiraan kita, sikapi dengan segera berwudhu! Sebelum iblis makin menggoda dengan sikap negatif yang bisa kian menjadi. Adakan 'back-up' atau cadangan acara. Misalkan kalau si X mendadak gak bisa datang ke tempat temu-janji, maka saya akan segera puang dan ke taman bersama anak-anak..., contoh lainnya "Jika hujan, dan field-trip barbeque-annya dibatalkan, saya dan sobat Y menyiapkan acara lain di rumah Y (yg berdekatan dengan tempat field-trip).

 
Intinya, hindari stress, yah say! :-)

Bang Sayyif yang senang bersekolah :-)



Di taxy, menemani abang, sore di kelas #Quran 


Masjid di Taman setiawangsa - KL, suasana jum'atan, menemani bang Azzam ^_^


Sesaat di konser Opick- Charity for Palestine...



7. Sempatkan membuat jadwal, meskipun tidak detail. Paling tidak, jika seisi keluarga saling mengetahui jadwal anggota keluarganya, tidak kebingungan menyampaikan informasi kalau ditanya oleh teman ybs, juga menambah keakraban seluruh anggota keluarga. *Damai nyaman dalam keluarga akan membuat stamina terjaga*

Urutkan sesuai prioritas, misalkan minggu ini ke dokter anak untuk diskusi permasalahan sebab demamnya kemarin---minggu depan cek gigi abangnya pas sedang tidak ada ujian di sekolah (cek-up biasa, bukan karena sakit gigi). Pasti rutinitas kegiatan tidak akan pernah habis semasa seseorang masih bernafas. Namun selaku muslim yang bijak, kita harus memuhasabah diri, mana-mana kegiatan wajib, kudu dilakukan, mana yang sunnah, mana yang paling penting, mana yang kurang penting, dll dsb. :-) 
 

Very sweet moment ~ renang dengan anak-anak


Hadir dalam kelas kursus pengurusan jenazah beberapa waktu lalu :-) #Alhamdulillah 


Semoga tips ini bermanfaat dan hari-hari sobat kian dihiasi keberkahanNya, aamiin...
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




Sunday, November 10, 2013

Tempat Terbaik (bag. 1)


Assalamu"alaykum Warohmatullohi Wabarokatuh... 











 

Alhamdulillah, sepanjang tahun ini kami sekeluarga mendarat di belasan bandara internasional, karena kepindahan kerja dari Poland, silaturrahim di tanah air, selanjutnya pindah dari Kuwait, perjalanan umroh ke baitulloh, kemudian kembali ke Kuala Lumpur, tempat lahir bang Sayyif, putra kedua kami. Tidak sedikit saudara dan teman yang berulang kali menanyakan kondisi kesehatan dan ragam rasa penasaran mengenai perjalanan demi perjalanan yang kami lalui. Biasanya di sela senggang, ada waktu singkat untuk menjawab rasa penasaran tersebut. Satu hal yang pasti adalah Allah Maha Kaya, Hanya Dia-lah tempat kita berserah diri, tempat meminta keberkahan dalam setiap perjalanan ini.

Tujuh bulan di Kuwait merupakan masa indah yang sangat berharga. Kami memetik banyak pelajaran tentunya, apalagi kondisi cuaca panas yang sempat berada dalam suhu 60 derajat Celsius pada bulan ramadhan lalu. Subhanalloh, betapa hebat Allah SWT, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, tak terbayang dan belum pernah ada dalam mimpiku tatkala menyadari bahwa kami berlima ini telah menapaki salju tebal nan beku, kemudian bulan berikutnya melalui padang pasir yang terik. Tiada daya upaya selain kekuatan yang Allah ta’ala limpahkan, tiada yang dapat diucapkan selain istighfar dan hamdalah sebagai kesyukuran hamba. Allahu Akbar!

Di tengah penat mata dan telinga serta raga dalam keseharian dan perihnya merasakan derita di bumi Anbiya, kekuatan atas do’a telah terbukti nyata. Alhamdulillah, saat memohon kelancaran untuk berpindah di tempat yang lebih dekat dengan keluarga di tanah air, iringan do’a ini segera dikabulkanNya. Tak hanya penjagaan supaya hati terus bersabar, Allah ta’ala pula yang menaburkan banyak peristiwa di hadapan mata, agar diri kian belajar. Insya Allah… 



Beberapa contoh yang sangat menohok adalah tatkala setiap minggu isi berita dan kabar dari temanku adalah berita kematian, anak-anak mereka telah kembali kepadaNya. Tak tanggung-tanggung 3 anak dalam satu bulan. Namun hebatnya, saudariku ini masih bisa berucap, “Apalagi anak-anak kita lainnya di bumi Syria, Palestina dan Egypt, yang setiap hari terasa begitu murah harga nyawa, seberapa dahsyat berlipat ganda perih hati para ibu lainnya?”

Seminggu sebelum kami berangkat ke Kuala Lumpur, ada pula tragedi dialami seorang pekerja Indonesia, wanita. Ia telah tujuh tahun bekerja di sana, dan dalam hitungan hari pada minggu itu, dirinya tengah bersiap pulang kampung. Tiket telah dipersiapkan, Cancellation-visa sudah oke, namun tatkala mencari oleh-oleh, seorang penabrak lari telah beraksi, nyawa wanita Indonesia ini melayang, ketika ia tiba di rumah sakit. Yaa Allah, keluarganya harus menerima kepulangan sesosok jenazah. Innalillahi wa inna ‘ilayhi roji’uun.

Peristiwa itu tentu menjadi pelajaran mahal buat para perantau lainnya, termasuk bagi kami. Titik air mata mengingatkanku pada peristiwa yang mirip dengan itu, di saat akhir 2007 di Bangkok, sewaktu kami sekeluarga harus bermalam di rumah sakit ~padahal keesokan harinya adalah hari terakhir di appartemen dan sudah berjumpa dengan manajemen kantor serta pihak manajemen condo untuk mengucapkan ‘good bye’. (ada terselip dalam kisah inspiratif Catatan CintaNya di Krakow). Adanya peristiwa kematian setiap menit memang sudah menjadi bagian dari qodho & qadar, demikian pula berita kelahiran yang mewarnai hari teman-teman lainnya.

Beberapa hari setelah berita duka itu, percakapan antara diri ini dengan seorang sister pun menjadikan hati selalu teringat pada sakaratul maut. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. (QS. Qaaf: 19) Bahwa diri kita adalah hamba-hamba Allah SWT yang mengisi kesibukan di dunia ini selagi antrian menuju tempat terbaik dalam ketetapanNya. Oh, “Setiap jiwa akan merasakan mati“. (QS. Ali ‘Imran: 185), adalah jelas pengingat buat diri kita supaya tidak seenaknya mengabaikan makna hakiki kehidupan, mengabdi kepada Robbul izzati.

Satu episode perjalanan di Polandia saja belum bisa kurampungkan dalam wujud buku yang dinantikan sahabat semua, apalagi tatkala mengadakan perjalanan darat berumroh ke baitulloh dari Kuwait, serta merasakan keindahan ramadhan dan hari raya di jazirah Arab, hingga urusan kepindahan kembali ke Kuala Lumpur. Ada banyak amanah yang harus segera ditunaikan. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah ta’ala yang senantiasa melimpahkan penjagaan terbaik bagi kita semua. Satu hal yang paling kuingat sewaktu detik-detik keberangkatan adalah bantuan sobat-sobat selalu hadir di saat yang tepat, meskipun problema datang silih berganti terutama atas leletnya urusan dengan orang lokal atau pihak kantor. Sampai beberapa jam sebelum berangkat pun, suamiku harus ke bank, mencairkan cek deposit appartemen karena pihak administrasinya tidak mau memberikan uang cash.

Semenit sebelum check-in, ternyata kami berjodoh jumpa dengan sister Keba dan ibunya. Mereka ini adalah keluarga Egyptian yang merantau di Kuwait, dan berperjalanan umroh bersama kami. Subhanalloh, bangku kami berdampingan dalam bus waktu itu, dan ‘Baba Keba’ (ayahnya) menghadiahi anak-anakku mainan sebelum berpisah, padahal setiap hari dalam seminggu itu beliau selalu membelikan jajanan snacks anak-anakku pula, masya Allah! Alhamdulillah, duhai Allah, cantiknya nurani mereka, indahnya keikhlasan mereka.

Dalam suasana berangkulan mesra itu, Ummah Keba tak henti-hentinya memeluk dan menempelkan pipinya ke pipiku, seraya bercerita bahwa sister akan melanjutkan kuliahnya kembali ke Mesir, meskipun belum ada kejelasan jadwal pelajaran karena situasi disana masih belum stabil. Dengan tanpa air mata dan senyum tulus seperti biasanya, mereka mengatakan bahwa beberapa minggu yang lalu, ada beberapa anggota keluarga yang syahid. Ya Allah… 



Dari sinar mata bening itu, tak kutemukan gundah atau rasa kesal. Sungguh keluarga ini adalah sosok-sosok mukmin yang begitu tegar dan pasrah akan kehebatan Allah ta’ala, Sang Maha Sempurna. Tatapan muka yang amat optimis akan janji-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Rabb kami adalah Allah kemudian mereka beristiqomah, maka para malaikat turun kepada mereka (sembari berkata):” Janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“. (QS. Fushshilat: 30)

Ketika telah berada di pesawat, masih melintas wajah-wajah qona’ah sister Keba dan keluarganya, bergantian dengan bayang-bayang sisters di Krakow yang salah satunya (yaitu sister Volha-asal Belarus) juga sedang berada di Mesir sebagai utusan Jurnalist. Bahkan tatkala sister Volha berfoto bersama rakyat Mesir yang setiap hari memprotes kudeta militer, foto-foto itu ceria sekali. Padahal beberapa sisters yang ada di foto mengatakan, “Abang dan sepupu saya sudah mendahului kita, beliau ada di tempat yang terbaik…” Subhanalloh, dengan usia belia, ucapan bermakna mendalam itu sangat lancar dilisankannya, sister Volha begitu antusias membagi kisah kunjungannya kesana, bahkan ia katakan kepadaku bahwa sekarang seolah dia telah disadarkan tentang antrian menuju ke tempat terbaikNya, insya Allah. …(bersambung)

@bidadari_azzam, Kuala Lumpur, Dzulhijjah 1434h

Sambungannya (bag.2) baca langsung di TKP-link ini saja yah... atau (bag.3) disini bisa juga ;-)


Tentunya dalam artikel hikmah ini, Saya juga sekaligus menjawab ratusan tanya di hati para sahabat mengenai satu hal :
"Kenapa keluarga kami bisa berpindah-pindah & tampaknya asyik sekali bertravelling ?"

Sesungguhnya kami berusaha untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Azza wa jalla, jadi "pindah-pindah", ber-travelling, dan urusan segala macam yang hadir akibat perjalanan hidup ini, semuanya memang diniatkan hanya karena Allah SWT :-), mencari berkah dan keridhoan Allah ta'ala semata. :-) 



Insya Allah, jumpa lagi! ^_^

Barokallohu fiikum! Salam Ukhuwah yah! Wassalamu'alaykum Warohmatullohi Wabarokatuh... t: @bidadari_azzam


Sunday, September 22, 2013

Sesendok Madu Inspirasi

Assalamu'alaykum... ;)

Tahmid wa sholawat,



*_^ #Alhamdulillah always!



Beberapa hari setelah tiba di Kuwait, terasa getar hati iba saat mendengar kisah mengenai tetangga salah seorang sister di Indonesia. Keluarga kecil tersebut tinggal di perkampungan terpencil dan amat jarang berbelanja. Kebutuhan sehari-hari didapatkan dari pekerjaan serabutan sang suami, sementara sang istri harus menjaga kedua anaknya yang tidak bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Namun tiada pernah terdengar keluh kesah atas kesulitan hidup dari mulut sang ibu, tetangga-tetangga bahkan tidak mengetahui kondisi minim keluarga kecil ini.


Meskipun menderita beberapa penyakit bawaan lahir, kedua anak ini sangat memahami keadaan orang tua mereka. Suatu hari ketika tetangga (yang jarak rumahnya jauh) bertandang, dan tiada hidangan selain teh pahit di rumah itu, sang anak berbisik malu, “Maaf ya budhe, kami sedang tidak menyimpan gula…”  

Untungnya saat itu teman (yang dipanggil budhe ini) membawa beberapa oleh-oleh makanan, termasuk sebotol madu murni. Teh menjadi lebih enak baginya ketika ditambahkan sesendok madu. Anak- anak polos itu sangat ceria dengan kedatangan tamu jauh yang merupakan sobat orang tua mereka, dan sering berbagi cerita tentang perantauan. Apalagi seraya menikmati teh hangat dengan oleh-oleh madu tersebut.


Menitik air mataku membayangkan keluarga itu ~ jangankan untuk sekolah anaknya, untuk membeli gula pun, tiada dana belanja. Puasa sunnah sudah teramat biasa bagi mereka, menahan lapar dan dahaga telah menjadi ‘gaya hidup alami’, subhanalloh! Para tetangganya berujar,“Keluarga mereka itu tidak pernah ribut-ribut, mengeluh, menggosip, atau pun ngutang, lho….” Aiiih, kami tambah kagum pada mereka. Kita cepat sekali kesal dengan tertundanya bonus gaji atau pelayanan publik dan prosedur yang berbelit, sedangkan mereka hanya bergubuk dengan lantai tanah, yang sehari-hari belum tentu punya beras dan tidak punya gula! Tentu mereka tak tergoda dengan adegan dramatisir acara-acara televisi Indonesia yang sering mengekspose kemiskinan dan derita anak bangsa, yang kemudian diolah menjadi kelipatan uang rupiah dari hadirnya iklan-iklan yang menyukai rating tinggi.



Aku teringat Hania di sebuah desa terpencil pula, sudut Krakow. Gara-gara ‘gift’ gula dan madu serta biskuit buat keluarganya, keluarga kecilku menjadi hadir dalam ingatan keluarga mereka. Kata Hania, “Di Poland, banyak kue-kue manis, apalagi dessert sangat bervariasi,  namun untuk teh dan kopi, kita jarang mencampurkan gula… Lebih sehat jika minum teh madu…” Aku sepakat tanda setuju, sama seperti cerita Eve yang jika kusiapkan teh~ia tidak mau menambahkan gula. Sehingga di Krakow, kami terbiasa mengurangi pemakaian gula, bahkan seringkali menikmati teh tanpa gula. Baik teh hijau, maupun yellow-tea, lemon-tea dan black-tea.



Ujar Eve, “Dari waktu zaman nenek kakek saya dan generasi atas-atasnya lagi, sejak komunis berkuasa, kan kita susah dapat produk atau bahan makanan, termasuk gula, teh, kopi…. Jadi ketika sewindu kemajuan negeri yang tajam dan supermarket menjamur di Poland, kita merasa harus tetap membiasakan diri berhemat dan hidup sehat.” Aku berdecak kagum. Memang Poland merupakan negara yang belum terlalu lama bergabung dengan Uni Eropa, sehingga saat ini sedang banyak pembangunan gedung baru di berbagai kota, dan perekonomian mereka lumayan stabil. Harga-harga barang kebutuhan yang selalu meningkat, tidak begitu terasa berat bagi orang-orang di wilayah perkotaan, apalagi pekerja asing, karena kurs mata uang Zlotyh PLN stabil, tidak memiliki imbas besar Euro saat krisis di Eropa.



Hania dan Eve mempunyai kakek dan nenek yang rajin membuat madu sendiri, mengurusi ternaknya sendiri, serta membuat keju olahan sendiri. Mereka juga pernah mengirimiku kue bolu siram madu, susu sapi murni yang diperas oleh ayah Hania (segar dari sapinya langsung), pierogi ruszkidan vegetarian food buatan mama Eve, serta makanan ‘home made‘ lainnya. Menu masakan di Krakow (yang non-daging) lebih sehat, mengutamakan bahan segar dan buatan sendiri, terutama bagi vegetarian. Banyak orang malas membeli yogurt atau jus di toko-toko, padahal rasanya enak menurutku. Teman-teman memilih membuat sendiri, dan ketika kucicipi, memang lebih enak yogurt dan jus ‘home made‘ buatan mereka.


... Lanjutannya baca di link IslamPos berikut ini ya ~_^ Barokallohu fiikum!
Salam Ukhuwah ^-^ ❤
Happy Busy, happy travelling! (^_^)
Tetap saling do'a yah^^
Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^
Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Thursday, September 19, 2013

Agar Mudah Menghafal al-Quran











Assalamu'alaykumwrwb...

Mumpung internet lagi lancar, mau berbagi tips secuil ini ya... ;-)

Agar Mudah Menghafal Ayat-ayat al-Quran :

1. Senang bertaubat. Orang beriman bukanlah yang tidak punya khilaf, melainkan yang senang bersegera taubat. Ketika keliru dan melakukan kesalahan, cepat memperbaiki diri. Taubat senantiasa dilakukan setiap saat. Banyak dosa ringan yang kita perbuat sepanjang waktu, bila bertumpuk-tumpuk, menggununglah dosa itu dan menjadi besar, :-'((. 

Sesungguhnya dosa-dosa tidak akan memberi ruang untuk ayat-ayat tersimpan di hati manusia. 
Imam Syafi'i di dalam satu petikan sajaknya yang terkenal mengadu kepada gurunya bahwa 'agak sukar' untuk menghafal dengan baik. Gurunda lalu menasihatinya agar meninggalkan maksiat dan bertaubat akan segala dosa- dosanya. (*Naaah, that's Imam Syafi'i lho, yang dinasehati sedemikian... apalagi level-an kita yang sehari-hari berbalut sistem korupsi, kolusi, dan menggemari pujian manusia?!* Yoook, taubat!)

2. Niat yang lurus, dan percaya bahwa doa dikabulkanNya. Minta sama Allah SWT supaya bisa, supaya mudah menghafalkan ayat-ayat cintaNya. Tulus hati mengingat ganjaran kebaikan yang akan diperoleh kelak di hari akhir, bukan karena minta puja-puji manusia. 

Saya punya banyak sobat yang "cita awalnya" meningkatkan hafalan quran supaya nanti di akhirat dapat membanggakan kedua orang tua mereka, namun tak perlu tunggu akhirat pun, semasa di dunia ini mereka sudah membuat bangga. Orang tua tak kesulitan ketika komunitas masyarakat berkumpul di rumah, mengaji bersama, toh ada anaknya yang memimpin bacaan doa. Bahkan sobat huffazh (para penghafal quran) ini sangat mudah diterima di berbagai level pergaulan, karena secara alami yah ketika niat lurus dalam menghafal quran, akhlakul karimah, wajah pasti tampak sumringah, ramah dimana pun berada, dan lidah tidak kelu menyapa saudara, maka efeknya sangat besar, sanak saudara dan teman-teman senantiasa mencintai dan merindukan.

Hmmmm, ada perbedaan mencolok, antara non-arab dengan native-Arab, mayoritas native-Arab hafal quran, namun sebatas hafalan kalimatnya saja. (Pernah lihat surat kabar berbahasa Arab? nah, native-Arab melafadzkan quran seperti baca surat kabar itu, jadi mereka ini belum tentu mempelajari ilmu tajwid dan tafsirnya dengan baik...) 
Sedangkan huffazh yang sebenar-benarnya penghafal quran adalah yang bacaannya sesuai kaidah, dan terbukti pengamalan ayat-ayatNya dalam kehidupan sehari-hari. 


3. Disiplin dalam menargetkan hafalan. Misalnya sehari = sekian ayat, dst. Masa yang paling baik adalah pada waktu yang kita tidak sibuk dengan hal-hal lain. Misalnya mengulang-ulangi ayat sesudah wudhu, sebelum tidur. 

4.  Untuk memudahkan kita, seringlah baca quran. Menunggu di halte, menanti anak pulang sekolah, menanti mesin cuci yang berputar, menunggu rebusan masakan, seraya menyiram bunga, menyiapkan makanan dan kegiatan rumah tangga lain, dapat kita isi dengan memperbanyak intensitas "mesra dengan quran". Ketika duduk istirahat sekolah/kuliah, saat jeda usai sholat sebelum makan, dll, banyak waktu yang bisa kita pergunakan untuk mengulang-ulang bacaan quran, supaya cepat hafal. Kalau ingin menghafalkannya, harus tambah akrab dengan al-Quran. 

Di rumah-rumah sobat huffazh quran, di mobil, di kantor, yang diputar bukan lagu-lagu pop, dentuman rock, atau musik-musik jreng-jreng lainnya, melainkan selalu terdengar kaset murottal al-Quran :-). *_^

Banyak muslim yang "hanya identitas KTP", dari kecil sampai dewasa ternyata cuma taunya al-Fatihah, dan quran dijadikan hiasan dinding rumah, :-/ astaghfirrulloh... Bahkan membaca quran dianggap sebagai hal aneh, membacanya saja tidak bisa, bukan karena tidak ada guru ngajinya, melainkan sebab kemalasan dan tidak termotivasi mengejar kampung akhirat nan hakiki. 
Hal ini pernah serius diingatkan oleh para dai/daiyah di berbagai negeri. Sampai kini. Malah di wilayah dekat rumah kami di tanah air, para manula yang sudah bergelar haji/hajjah itu, ternyata enggan belajar membaca quran, maunya cuma "marahi anak-cucu" kalau tidak sholat, tidak ngaji... ~_~ naudzubillah, ternyata kakek- nenek buta huruf quran... >_< 

Let's do it now.... hayooo, jangan malu-malu untuk memulai hafalan quran. Banyak yang memulai di usia dua puluhan, tiga puluhan, lima puluhan tahun, tidak apa-apa... memang semakin muda, makin mudah menghafalkannya. Namun semakin optimis untuk bisa, makin cepat pula bisa hafal, meski usia sudah kepala tiga ke atas. *_^  beneran, ini banyak buktinya! Teman-teman huffazh di Kuwait juga demikian, jangan sampai kita tidak bercita-cita menghafalkan quran~ namun bercita-cita memiliki perusahaan dan bisnis yang besar. Sayaaaaang, hidup ini cuma sebentar. Bisnis dunia hanya sementara, namun hafalan quran insya Allah kita bawa sampai di hari pertanggung-jawaban, :-).





5. Hafalkan surat-surat yang paling mudah, surat pendek terlebih dahulu. Ramai yang menyarankan agar hafalan dimulai dengan lima juzu’ terakhir ( bermula dengan juzu’ 30,juzu’ 29 dan seterusnya). 

Ada pula yang mengombinasikan dengan "hafalan juz' terakhir, nyambi baca khatam juz' awal  atau yang sebelumnya". Maksudnya, jadi saat juz' terakhir sudah hafal, juz' baru yang khatam tadi menjadi 'familiar' karena sering diulang-ulang bacanya, maka hafalan selanjutnya menjadi makin mudah.

6. Bisa dengan mengurutkan surat-surat yang digemari terlebih dahulu, misalnya sobat saya juga, dia hafal (terlebih dahulu) QS. al-Kahf, QS. Ar-Rahmaan, QS. Yaasiin, separuh al-Baqoroh... Dan dikombinasikan 'setor hafalan' ke surat yang terasa lebih gemar membacanya, seterusnya ke juz' terakhir, juz' 29, 28, dst... Namun biasanya yang seperti ini, mayoritas 'hafal-an gaya nyantai, yang kadang semangat banget, kadang cepat mengendur...', tapi masih lebih baik dari pada tidak memulai hafalan sama sekali. :-)

7. Bersungguh-sungguh dan terus memperbaiki amalan. Jangan vakum terlalu lama, karena 'lupa'nya juga akan makin cepat, lho... Misalnya saat liburan, bergembira ria, bisa sampai melupakan target hafalan. Ini pengalaman pribadi, surat yang paling mudah pun menjadi sulit dihafalkan karena vakum berarti terlena dalam kelalaian, :-'( jangan ditiru yaaah... >_< 
Ampuni hamba Yaa Allah... :-'(( *Cepat lupa = tidak bersyukur*

8. Baca hafalan kita di dalam sholat-sholat sunnah. Makanya, penghafal quran pastinya 'doyan' sholat sunnah di malam hari, di pagi hari, di saat-saat yang lain tengah terbuai dengan kantuk atau kesibukan  awal hari. Kalau sudah terbiasa, sekalinya 'absen', maka menyesalnya amat sangat perih. Pada tahap ini, terbuktilah bahwa kecintaan terhadap Allah SWT di atas segalanya, tatkala melantunkan al-Quran, menghidupkan malam dengan quran, bermesra dengan ayat quran, berarti sedang akrab denganNya, subhanalloh, akan terasa betapa hidup kita amat bergantung padaNya. Akan terasa nikmat dalam jiwa tatkala mengakui bahwa kita bahkan tak dapat berpijak di atas bumi tanpa pertolonganNya, kita hidup ini hanya untuk "menyenangkanNya" dengan ikhtiar optimal, sudah dibekaliNya raga, hati dan akal sempurna supaya kelak bekal akhirat tercukupi.

9. Pilih sobat-sobat huffazh "tempat menyetor hafalan". Hal paling asyik adalah ketika suami istri 'saling menyetor hafalan quran', kemudian dikoreksi lagi oleh sahabat dekat, lalu siap-siap diuji oleh tim huffazh atau syekh yang memiliki wewenang sebagai penguji. Di setiap negara, biasanya ada Islamic Centre yang punya kelas khusus buat ujian hafalan quran. 

Di Kuwait dan Malaysia pun demikian, malah di Kuwait ini motivasi hadiahnya seru! Setiap satu juz', para penghafal memperoleh cek sejumlah uang, yang kursnya dalam IDR sekitar satu juta rupiah. Kalau sudah 'full' 30 juz', hadiah ceknya seribu KwD, sekitar 40 juta-an rupiah. Itu pun diteruskan dengan kegiatan 'out-bond' dan 'uji nyali' buat para penghafal quran. Misalnya mereka melakukan perjalanan ke berbagai daerah terpencil dan menjadi imam masjid di sepanjang perjalanan. Begitu pula saat taraweh, qiyamul lail ramadhan, masya Allah... Para penghafal quran ini ditunjuk dan dilatih untuk menjadi imam masjid di sepanjang jazirah teluk. Dengan cara menjadi imam di antara para makmum yang huffazh pula, supaya saling mengoreksi bacaan.

*Suddenly Terkenang bacaan Sheikh Mishary bin Rashid Al-Afasy, (born in Kuwait in 1976, is a Kuwaiti national and a world-renowned qari. He is the imam of Masjid Al-Kabir (Grand Mosque)....) kalau taraweh dan qiyamullail di bulan ramadhan. Masjid al-Kabir ini padat sekali pengunjungnya...masya Allah!* #eh btw, syekh nya masih muda banget yaaaah, ^_^ 

(Maaf harus ngomong), anak-anak dan teman-teman huffazh lulusan Kuwait (ini yang usianya 6-16 tahun udah pada khatam quran...) pernah tertawa-tertiwi dan geleng-geleng kepala ketika menjadi makmum di masjid-masjid daerah mereka, di Indonesia. Karena imam-imam di masjid Indonesia, masih banyak yang bacaan qurannya salah---tapi ngotot gak mau diajak berbenah... dan belum tentu hafal setengah dari juz 'amma... :-/ sedihnya adalah ketika para imam, muadzin di Indonesia tidak ada perbaikan kualitas dari tahun ke tahun. :-'( Malah di kotaku, di dekat rumah ujung Jkt pula, di tempat kakakku di Bogor, sama semua, Imam sholatnya membaca quran dengan asal-asalan, tapi diajak belajar, tidak mau... :-(( semau-maunya saja minta pengakuan sebagai imam masjid, berbeda dengan para imam masjid di Kuwait, diuji kemampuan hafalan quran haditsnya--- meski harus mengikuti aturan kementrian agama terpusat dalam menyampaikan isi ceramah (khotbah).

Hal yang paling memprihatinkan saat ini adalah aktivitas remaja masjid dan pelajaran-pelajaran tentang al-Quran difitnah sebagai kegiatan ekstrim dan teror di negeri kita. Bahkan media televisi dan media massa yang cs-an dengan kepentingan barat menelurkan berita-berita buruk bagi pecinta al-Quran... 
Masjid-masjid yang "diramaikan" oleh pecinta kajian quran biasanya terletak di wilayah kampus, di lingkungan kaum intelektual yang berusaha senantiasa meningkatkan pengetahuan Islam, namun ramainya aktivitas kebaikan justru dipergunakan oleh pihak-pihak anti Islam sebagai bukti hadirnya isu aliran 'sesat, fanatik, dan sejenisnya' yang kemudian menggiring opini publik supaya "takut belajar quran, takut belajar di masjid...", dan hal sejenisnya.
Mereka tutup mata melihat pesatnya pembangunan negeri adalah dikarenakan pemuda-pemudi berprestasi pecinta quran, mereka terus-menerus menyembunyikan fakta bahwa solusi kaum remaja yang haus kasih sayang, krisis akhlak, ragam problema masyarakat, krisis pemimpin di negeri ini, dll dapat teratasi dengan kembali kepada nilai-nilai qurani.
Wallohu a'lam...

10. Berkumpul dengan teman-teman yang menyemangati dalam belajar quran. Kadang-kadang ada rasa berat, itu pasti! Karena kita manusia memang cepat terombang-ambing suasana, godaan di setiap sudut selalu hadir agar kita mudah lalai dan lupa. Maka, teman-teman yang selalu mengingatkan harus selalu ada. Berkumpul dengan teman-teman yang sholeh/sholihat adalah pengobat jiwa pula. Iman kita tidak selalu naik seperti baginda Rasullullah SAW, namun jangan biarkan jatuh terperosok luka parah dan tersungkur dalam kegelapan. Diri kita sendiri-lah yang harus pandai mengencangkan kesabaran dan rasa syukur kepada Allah SWT agar senantiasa berlimpah nikmat cahaya Iman, al Islam, dan berada dalam taufiq hidayahNya.

11. "Tekad harus terus diasah, perbaiki niat,& terus diteguhkan!" 
Suatu hari di penghujung syaban, ada musabaqoh tilawatil quran sisters Kuwait. Semua muslimah dalam komunitas Al-Husna Kuwait disarankan 'ikut berpartisipasi". Pilihan surat-suratnya tidak ada yang benar-benar kuhafalkan dengan baik. Namun kalau tidak ikut, merasa rugi jadi penonton doang, lha sudah jauh-jauh silaturrahim ngumpul dari Salmiya ke Reggae, hehehe...

Atas dukungan penuh suami, kupilihlah salah satu surat yang jarang dipilih teman-teman, level paling rendah di juz 'amma ;-), saya tidak malu berada di "siaran ulang juz 'amma" yang penting hafalan quran ini dapat menjadi tameng bekalan di hari akhir kelak. Aamiin... 
Dan ternyata, waktu satu minggu dengan "tekad melebihi baja" itu, saya dapat menghafalkan tiga surat berdekatan sekaligus. *Padahal, sueeer, kalau gak karena musabaqoh, siaran ulangnya bisa molor sampai setahun, >_< waduuuh....* (Jangan meniru kemalasan saya yah...:-D)

Singkat cerita, MTQ berjalan lancar dan sempat saya rampungkan artikel mengenai teman-teman pecinta quran ini, sebelum berangkat umroh :-). Beberapa "al-hafizhah" menjadi jurinya, dan ternyata emaknya Azzam termasuk juara #1 (ada tiga juara #1, tiga juara #2, tiga juara #3 dan hadiah hiburan lainnya) di setiap level. Walhamdulillah 'ala kulli hal... *Jadi dapat bonus hadiah plus foto bareng para penghafal quran, gitu lho, hihihihi....* 
Mabroook!

(^_^)


Berarti, salah satu cara mempercepat hafalan adalah dengan menggenjot semangat memenuhi 'target hafalan' seperti contoh saat akan ada MTQ. Maka, silakan para ortu, para guru, buat saja program-program rutin dalam skala kecil untuk MTQ keluarga besar, bisa MTQ buat anak-anak, buat para bapak, dan para ibu juga. Hal ini sering dilakukan pula oleh banyak komunitas muslim Indonesia yang ada di luar negeri, :-).

Dalam keluarga kecil pun, bisa dicoba membuat jadwal rutin "MTQ dalam area rumah tangga sendiri", misalnya tiap akhir minggu, si bapak "setor surat ke sekian", si ibu juga setor hafalan surat ke sekian, si kakak dan si adek juga demikian, khadimat juga diajak "setor hafalan surat sekian". Pasti tambah semangat, kan?! Aiiih, sepertinya hal remeh, namun kalau tidak berkomitmen teguh, hal ini tidak bisa berjalan lancar, lho... Jangan sampai semangat kita cuma membara di kala ramadhan tiba. ^_^

Ketenangan jiwa saat melantunkan dan meresapi ayatNya tak dapat dibandingkan dengan jumlah nominal mata uang mana pun jua. Keistimewaan Para Penghafal al-Quran ada di link ini.  



Barokallohu fiikum , selamat beraktivitas, Salam Ukhuwah ^-^ ❤  

Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ 

Maaf lahir batin...
Wassalamu'alaykumWrwb... :-) 



*Disampaikan dalam beberapa tahap kultum singkat di Islamic Centre Krakow. Congrats for our lovely sisters! Selamat buat beberapa sisters muallaf Krakow yang baru awal ramadhan 1434h lalu---dapat membaca al-Quran, mabrooook! ^_^



Tuesday, June 25, 2013

Orang Poland Juga Mengenal Istilah Sunni Dan Syiah

Brothers Krakow



Islam adalah agama sempurna, agama keselamatan, agama mulia yang ummatnya berpegang teguh pada dua wasiat, yaitu kitabulloh (al-Qur’an) dan sunnah rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam (al-hadits). Atas kuasaNya, di negeri-negeri yang mayoritas katholik atau yahudi pun, selalu ada ummat islam berkecimpung dan berprestasi disana.

Demikian pula di kota Krakow, dan kota kecil lainnya di Polandia, jumlah ummat islam (baik pendatang, maupun muallaf) selalu meningkat. Allahu Akbar!

Muslimah muallaf di Krakow sempat syok tatkala menyaksikan budaya ‘memukuli diri sendiri’ di sebuah stasiun televisi eropa, yang mana mc-nya berkata, “Inilah budaya islam di negeri ini….” Ia dan mamanya saling berpandangan. Sang mama histeris dan langsung terjadi perdebatan sengit, mamanya tidak terima jika suatu hari kelak, si anak ikutan tradisi sedemikian.

Sister kita itu baru beberapa bulan memeluk islam. Dengan air mata berlinang, ia mencari informasi tentang tradisi yang ditontonnya barusan. Semalaman dia bingung, bertanya ke sister atau teman muslim lainnya, namun email tak segera berbalas. Sampai pada website yang memberinya informasi bahwa tradisi itu dilakukan oleh kaum syi’ah.

Sejak saat itu, dia jadi punya ‘kebiasaan baru’, kalau berkenalan dengan orang Islam, ia bertanya, “Kamu sunni atau syi’ah…?” Sister ini malah tertawa sendiri, “Is it funny, right?”

Saya pun meyakinkannya, “Muslim yah muslim, dear… Syi’ah lain, bukan Islam…” banyak muallaf muslimah yang terkecoh, mereka ada yang dinikahi secara mut’ah oleh kaum syi’ah, namun tatkala ‘memamerkan’ hubungan pernikahan itu, mereka mengatas-namakan “pernikahan islami”. Sungguh hal ini fitnah yang keji.

Ketika suatu hari naik taxy, saya tak menyangka pula bahwa si sopir mengetahui tentang hal ini. “Are you sunni, or syi’ah?” katanya dengan muka antusias seraya memperhatikan bayiku. Subhanalloh, saya terperanjat, dia satu-satunya sopir taxy yang bertanya seperti itu. Biasanya sopir taxy yang baru kenalan, menanyakan seperti ini, “You are Malaysian? Or Kazakhtan, Pani?” melihat identitas hijab muslimah yang kupakai.

Maka saat ditanya apakah syi’ah or sunni, ada rasa miris dan sedikit kesal, karena yang kutahu, Syi’ah bukanlah ajaran islam! Sehingga saya jawab, “I’m muslim…”

Supir taxy mengajak berdebat, “Yes… I know, muslim…there are two part, sunni, and syi’ah, right?” “No.” jawabku. “What?! I have a lot of friends, Pani… From Iran, from Libya, Lebanon, etc… I know that’s different, sunni is sunni, syi’ah is syi’ah…” sesekali ia menolehkan wajah seraya tetap menyetir taxynya. Dialeknya tampak kasar.

“Muslim is muslim. Syi’ah is syi’ah, different, Pana…” ujarku lagi. “Hmmm, so, you are sunni…right…?” dia menyimpulkan sendiri, dan saya berharap tidak menaiki taxynya lagi.

Ternyata kaum syi’ah memang ramai menghuni Eropa, termasuk di Polandia. Beberapa sisters yang memperkenalkan teman ‘muallaf’ lainnya pun, ketika semakin akrab, kuketahui bahwa teman tersebut adalah syi’ah. Biasanya mereka menjadi syi’ah karena pernikahan kontrak tadi. Bahkan menurut sister Aisha, ada lelaki syi’ah yang pernah menawarinya untuk ‘menikah dalam masa dua minggu’ saja, astaghfirrulloh, pelecehan!



Di saat masjid Krakow baru diresmikan, ada tiga pemilik restoran yang didatangi oleh Doctor Hayssam. Ketiga orang itu ternyata syi’ah. Dua di anatara mereka enggan memberikan donasi untuk Islamic Centre. Satu orang syi’ah memberi bantuan dana sewa, sambil berkata, “Kami (yang syi’ah) boleh juga ke masjid, dan berceramah?” Lantas brother Hayssam bertanya kepada Abu Azzam dan mempersilakan Abu Azzam untuk menjawabnya, “Please, answer, brother Sheikh…” katanya.

Abu Azzam menegaskan, “Tentu boleh sholat disana, Islamic Centre kan terbuka untuk siapa saja yang merindukan ukhuwah islamiyah, atau pun yang ingin berinteraksi dengan ummat islam… kaum syi’ah, kalau mau datang, yah silakan datang dan sholat. Tapi tidak boleh berceramah dan tidak bisa menjadi imam.” Brother Hayssam mengangguk setuju, pemilik restoran itu berusaha memahami, ia bercerita bahwa di tanah airnya, banyak masjid yang dipergunakan bersama oleh syi’ah dan umat muslim lain.

Dalam praktek keseharian, brothers di Krakow membiarkan teman syi’ah mengikuti sholat berjama’ah, namun tidak menerima mereka sebagai imam sholat. Pernah suatu waktu saya dan sisters sedang berada di masjid, dan waktu sholat ashar telah tiba. Seorang brother masuk ke tempat wudhu, salah satu sister berkata, “Nanti sholat berjama’ah yah brother…”

Ternyata dia menjawab, “Hmmm, but I’m syi’ah….” Sister pun menjawab, “Ooh, okay… thanks…” dan kami sholat berjamaah (bersama sisters saja).

Biasanya kaum syi’ah yang ikutan sholat di masjid Krakow, melaksanakan sholat lagi dengan gaya berbeda, ada bacaan-bacaan dzikir khusus (yang belum pernah kami dengar sebelumnya). Mereka juga tidak mengharuskan ‘sholat lima waktu’. Namun dengan kelemah-lembutan mereka, biasanya mereka tetap teguh mengatakan “I’m muslim too…”

Beberapa bulan yang lalu, hadir pula masjid lainnya di Krakow, masjid khusus Syi’ah, lokasinya tak jauh dari halte Nowy Kleparz.

Alhamdulillah dengan kedewasaan diri, muallaf Krakow dan orang-orang Poland secara umum dapat membedakan ajaran Syi’ah dengan ajaran Islam yang murni. Setidaknya dalam level yang paling ‘tidak mengerti’ pun, mereka membedakan dengan istilah Muslim Sunni dan Syi’ah.

Sedangkan ketika kami berada di Kuwait ini, ternyata ada tempat-tempat yang memiliki dua bangunan masjid berdampingan—yang satu masjid ummat muslim, yang satunya lagi adalah tempat ibadah buat Syi’ah. Muslimah biasanya memakai hijab berwarna hitam, coklat tua, atau warna gelap lainnya. Wanita syi’ah bercirikan memakai kerudung bermotif, warna-warni pakaian yang mencolok.

Teriring do’a semoga mereka segera bertaubat, memperoleh hidayahNya dan dapat memperbaiki nama baik kaum muslimin. Sungguh banyak berseliweran info yang salah, ragam fitnah, dari sikap dan prilaku kaum syi’ah ini. Hal itu tak hanya membahayakan generasi muda islam, namun juga menjadi info bias buat para muallaf, serta masyarakat secara umum. Hasbunalloh wani’mal wakiil…

(@bidadari_azzam, Sya’ban 1434)

Barokalloh! Yoook tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...

Salam Ukhuwah dari keluarga Muslim Krakow, teman-teman! ^^

twitter : @bidadari_azzam ^-^

Wednesday, March 20, 2013

Sistersku Muallaf : I Love Islam

Assalamu'alaykumwrwb^^...





Allahu Akbar!

I love Islam, kalimat yang seperti sepele, padahal pembuktiannya amat berat. Kalau yang namanya cinta, berarti sayang dan patuh pada rambu-rambu Islam itu sendiri, tidak semua orang Islam 'sudah' mencintai agamanya, kan? Sementara itu, teman-teman saya yang non-muslim, malah tertarik pada Al-Islam karena keunikan akhlakul karimah dan ukhuwah erat di dalamnya, subhanalloh!

Satu pesan saja yang ingin saya kutip disini, dua sohibku yang mantan aktivis church mengungkapkan,

“I was a Christian, now I am a muslim alhamdullilah. I still love Mariam and Jesus (peace be upon him) but in Islam we believe in all Prophets, and Muhammad (peace be upon him) was the last Prophet. We pray to only One God, who create all the mankind and everything. In Arabic we call Him Allah. Islam is religion of peace and brothershood….” Patty dan Beata punya kemiripan cerita mengenai awal memeluk Islam.


Baca lanjutan sharing mereka di link dakwatuna ini, ke TKP langsung yah :-)

Terima kasih sudah menyimak, sobat-sobat tersayang :-)

:-)Salam ukhuwah, happy busy days...

Barokalloh always!

(^-^)



Wednesday, March 13, 2013

Kabar Sohib Krakow (dalam foto)

Assalamu'alaykumwrwb...

Menerima email cinta dari sohib ternyata mengingatkanku tentang rindu, *_^ Biasanya ketika berada di Poland, kangennya kan sama keluarga yang di tanah air :-). Namun tatkala telah menyadari kepindahan dari Krakow (yang sekarang sudah kami tinggalkan selama hampir dua bulan ini), ternyata mulai hadir kerinduan pula kepada sohib-sohib disana. :-) Begitulah kalbu, eratnya ukhuwah berbuah rindu. Semoga rasa ini menghadirkan keberkahanNya selalu... aamiin... ^^

In front of Masjid Krakow

Sisters' Room in Islamic Centre Krakow

"Dear Riry, Saya masih ingat raut wajahmu yang tetap ceria meskipun lelah. Kamu berkata bahwa saya adalah temanmu, padahal kita hanya beberapa kali berjumpa, saya sangat tersanjung! Bagi saya, kamu sangat unik dan dirindukan siapa pun, temanmu sangat banyak padahal kamu bukan orang Polskie, tandanya kamu adalah wanita hebat. Saya berharap bahwa saya dapat menjadi muslimah yang baik sepertimu... Dan kali ini, saya ingin membuatmu gembira, saya beritakan bahwa saya telah menjadi muslimah, 'I am muslimah, you know?!' Saya bersyahadat sewaktu sholat jum'at beberapa minggu lalu, sebuah pilihan hidup yang paling berat, keputusan saya yang sesuai dengan nurani. Semua sisters bercerita bahwa meskipun kamu tidak berada di Krakow sini, namun hati dan jiwamu sudah kamu simpan di sini... Saya bahagia sekali karena sekarang kita bersaudara, I love Riry:-*...."

>_< Riry is crying... but happy :-))


Teringat Old Town Krakow :-). Kalau disana, naik angkutan umum, semua orang menawarkan tempat duduknya. Bahkan aki-nini yang usianya 80++ masih berdiri tegap agar tampak lebih muda dan sehat! Namun disini, ketika berada di angkutan umum, para penumpang cuek bebek ketika melihat manula, ibu hamil, atau yang membawa bayi & anak-anak tidak mendapatkan tempat duduk di angkutan umum (malah rebutan kayak zaman penjajahan x_X *gakmalu sama kemerdekaan dan kemajuan pendidikan*), bahkan kondekturnya geleng-geleng kepala melihat dua bencong yang *pura-pura* tutup mata dan tutup telinga saat dimintai tolong merelakan kursinya di angkutan umum, :-P. (Riry tepar bo', kalau naik taxy mulu :-P)

Jadi curcol :-P

Katedral in Wavel Castle

Faghfirlana.... Ampuni hamba, Yaa Allah... Semoga Allah ta'ala meneguhkan hati kita dalam ketaatan padaNya, aamiin...

Tetap saling do'a yah ^^

Barokalloh selalu, aamiin... salam ukhuwah dari tanah air;-)

juga Salam Ukhuwah dari keluarga Muslim Krakow, teman-teman! ^^ Syukron jazzakumulloh khoiru jazza...

Sunday, March 10, 2013

Sekilas Sapa Mawar Cinta di Krakow



Assalamu'alaykum Wrwb... (^-^)



Ketika sibuk packing segala macam keperluan sebelum kami sekeluarga berangkat dari Poland januari 2013 lalu, Saya sampai lupa tentang artikel ini yang dimuat di dakwatuna dan islam pos :-)

Alhamdulillah diingatkan oleh sohib nun jauh disana (tapi dekat di hati, ;-D) Syukron jazzakumulloh yah ^^

Alhamdulillah... Sejarah terukir bahwa kita sebagai keluarga muslim Indonesia turut berperan aktif dalam merintis Islamic Centre Krakow, :-). Muslim-muslimah dari berbagai negeri maupun yang berasal dari kota kecil sekitar Krakow, merindukan acara "kumpul di masjid", memakmurkan masjid, rindu untuk berbagi suka duka... Rindu pelukan ukhuwah! Terutama di negeri minoritas muslim ini.

Winter kali ini, kita telah melaksanakan secuil program "Sekilas Sapa Mawar Cinta" sebanyak dua kali, sepintas kelihatan sepele~ namun dua televisi swasta -Polskie- mengajukan wawancara kepada saya via email, pertanyaan utamanya adalah "Kenapa anda mau menghabiskan uang untuk bagi-bagi mawar dan kalimat hadits Muhammad (Rasulullah Shall Allāhu ʿalay-hi wa-sallam) tsb?"

Mereka benar-benar terkecoh info media mengenai berita Islam nan mulia ini.... #LoveIslam

Langsung baca di TKP saja yah : dakwatuna~bidadari_Azzam

Kemudian setelah program part 2 bagi-bagi mawar lagi (januari yang lalu), dimuat pula disini : Islam Pos~bidadari_Azzam

:-) Semoga Allah ta'ala meneguhkan hati kita dalam ketaatan padaNya, aamiin...

Tetap saling do'a yah ^^

Barokalloh selalu, Yoook tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...

Salam Ukhuwah dari keluarga Muslim Krakow, teman-teman! ^^

Wednesday, January 30, 2013

Hari Terakhir di Krakow :-)

Assalamu'alaykumwrwb.... Tahmid wa sholawat ^^

Alhamdulillah 'ala kulli hal, sekarang saya dan anak-anak sedang berada di tanah air, ;-) perkiraan 'masa transit' yang sekaligus liburan ini adalah sampai maret nanti tiba. ^^

Ceritanya, my lovely Abu Azzam memang memperoleh tantangan lebih menarik (segi dunia wal akhirat :-D) di negeri lain, yang mana negeri ini memang lebih dekat dengan sebuah cita yang kami impikan 'goal' tahun ini, :-) *sempat tertunda 2 thn silam*. Sejak oktober 2012, secara perlahan-lahan kami memantapkan niat dan mulai packing, serta mempercepat program-program 'target' (ragam aktivitas di masjid/Islamic Center) di Krakow. :-D Kemudian di bulan desember 2012, barulah kami ceritakan kepada sobat-sobat dekat tentang rencana kepindahan ini.

Semua terkejut, semua bersedih, dan seolah tak ingin berpisah.... namun di beberapa minggu terakhir itu~sekaligus di saat salju lebat musim dingin ini~ sobat-sobat di Krakow mulai menenangkan diri dan berusaha untuk tetap aktif dan kreatif berkegiatan di Krakow. :-)

Seorang sister berkata, "Berat memang, beraaaat untuk melepasmu pergi... bukankah nanti kalau kamu sekeluarga sudah 5 tahun disini, kan urusan resident-visa akan lebih mudah (dan lebih murah) ?"

:-D "Memang.... tapi, bukan itu yang kami cari..." ujarku.



Seseorang sister lainnya yang lebih senior menangis, "I was lonely, happy days coming when we met.... But okay, go...go, my dear, get your happiness.... and remember please, we have same destination, right?" kalimatnya makin membuat banjir di mata-mata lainnya, oh, sebulan terakhir di Krakow, mataku basah terus-menerus, kesehatanku menurun, batuk-pilek dan demam tinggi, terseok-seok menyelesaikan ragam urusan administrasi, dll, masya Allah....

Banyak sekali ilmu baru yang kupetik, senang sekali bisa sempat berbagi di beberapa yayasan peduli kanker, dan bakti sosial buat anak-anak penderita lumpuh, silaturrahim meski berjauhan dsb, di masa-masa singkat dengan suhu minus dua puluh derajat celsius, Allahu Akbar!

*Ternyata kita bisa! kita bisa melalui segala masa sulit ketika kita yakinkan diri bahwa memang kita akan bisa dan akan mudah menapaki cabaran itu....* Insya Allah...

Tidak dapat diceritakan dengan mudah, apalagi jika hanya melalui untaian kata, ketika harus pindah ke benua berbeda~ dengan pasukan heboh balita dan kanak-kanak~ plus suasana keseharian musim dingin yang selalu beku dan jalan licin oleh salju, :-D satu kata : REPOT :-). Para emak pasti bisa membayangkan kesibukanku packing dan hal lainnya, kan ?! ;-)) hihihi....

Alhamdulillah, sister Aisha meluangkan waktunya untuk mengantarkanku ke bandara Balice (nama air port di Krakow). Kami berangkat pukul tujuh pagi usai sarapan (yang diantarkan oleh sist Sakina & Fathin.... ohhhh, sweeet, baiknya sists kita ni....). Sist Aisha bercakap langsung dengan bahasa Poland kepada karyawan maskapai yang menerima 'bagasi kami', soalnya bagasiku dan anak-anak ada kelebihan satu koper. :-D Ternyata kelebihan 'dikit itu' diperbolehkan, euy! Senangnya! Walhamdulillah...



pic Snow in Krakow

Suasana kepergian kami dari Krakow adalah sama persis dengan suasana kedatangan kami di tahun 2009, salju turun lebat, jalanan licin dan suhu beku *dingiiin euy!*

Alhamdulillah lancar, ^^

Bagian yang menyebalkan *satu-satunya* adalah berurusan dengan ~security check---government! Soalnya tuh orang buka-buka koper gak bilang-bilang, di dalam koper ada souvenir gelas (yg gambar EUFA 2012),diobok-obok, TERUS DIBIARKAN TERBUKA! :-D

*Kena dah, kuomelin* hehehehe, *nih masih prilaku Islamophobia tuuuh, meskipun banyak penumpang lainnya yang ngomel* Kebangetan banget, Sayyif sampai menangis gara-gara mobilan di kantongnya juga diambil dan badannya di"deteksi" oleh si security itu! Masya Allah, balita tiga setengah tahun gini lho.... *otaknya mikir apaan sih tentang detektor yang bunyi di badan balita ini?!!!* wkwkwkwkwk....

Kami (sekeluarga) barengan berangkat dari Krakow ke Frankfurt, kemudian ke Doha-Qotar. Selanjutnya, saya dan anak-anak ke Jakarta, sedangkan Abu Azzam terbang ke negara lain, langsung dinas ke lokasi yang baru (tersebut). :-) Alhamdulillah lancar, segalanya berkat pertolongan Allah ta'ala, ^^ iringan do'a sahabat semua, serta kekompakan trio kids, subhanalloh...

Sist Aisha secara dadakan mengambil beberapa foto saat kami berangkat dari Krakow pagi itu, ;-)) hehehe...







pics Last day in Krakow, 2013

.... Ntar sambung lagi yah, ;-) *masih selonjoran dulu* :-D

Semoga Allah ta'ala senantiasa melimpahkan kemudahan dalam semua urusan dan permasalahan yang dihadapi sobat semua, aamiin... Semangat beraktivitas!

Salam Ukhuwah dari Krakow ^^, Barokallohu fiikum :-)

@bidadari_azzam :-)