Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Yoook, silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)
..::"Write in every mood because I love everymoment"::..
Intinya, hindari stress, yah say! :-)
Beberapa hari setelah tiba di Kuwait, terasa getar hati iba saat mendengar kisah mengenai tetangga salah seorang sister di Indonesia. Keluarga kecil tersebut tinggal di perkampungan terpencil dan amat jarang berbelanja. Kebutuhan sehari-hari didapatkan dari pekerjaan serabutan sang suami, sementara sang istri harus menjaga kedua anaknya yang tidak bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Namun tiada pernah terdengar keluh kesah atas kesulitan hidup dari mulut sang ibu, tetangga-tetangga bahkan tidak mengetahui kondisi minim keluarga kecil ini.
Meskipun menderita beberapa penyakit bawaan lahir, kedua anak ini sangat memahami keadaan orang tua mereka. Suatu hari ketika tetangga (yang jarak rumahnya jauh) bertandang, dan tiada hidangan selain teh pahit di rumah itu, sang anak berbisik malu, “Maaf ya budhe, kami sedang tidak menyimpan gula…”
Untungnya saat itu teman (yang dipanggil budhe ini) membawa beberapa oleh-oleh makanan, termasuk sebotol madu murni. Teh menjadi lebih enak baginya ketika ditambahkan sesendok madu. Anak- anak polos itu sangat ceria dengan kedatangan tamu jauh yang merupakan sobat orang tua mereka, dan sering berbagi cerita tentang perantauan. Apalagi seraya menikmati teh hangat dengan oleh-oleh madu tersebut.
Menitik air mataku membayangkan keluarga itu ~ jangankan untuk sekolah anaknya, untuk membeli gula pun, tiada dana belanja. Puasa sunnah sudah teramat biasa bagi mereka, menahan lapar dan dahaga telah menjadi ‘gaya hidup alami’, subhanalloh! Para tetangganya berujar,“Keluarga mereka itu tidak pernah ribut-ribut, mengeluh, menggosip, atau pun ngutang, lho….” Aiiih, kami tambah kagum pada mereka. Kita cepat sekali kesal dengan tertundanya bonus gaji atau pelayanan publik dan prosedur yang berbelit, sedangkan mereka hanya bergubuk dengan lantai tanah, yang sehari-hari belum tentu punya beras dan tidak punya gula! Tentu mereka tak tergoda dengan adegan dramatisir acara-acara televisi Indonesia yang sering mengekspose kemiskinan dan derita anak bangsa, yang kemudian diolah menjadi kelipatan uang rupiah dari hadirnya iklan-iklan yang menyukai rating tinggi.
Aku teringat Hania di sebuah desa terpencil pula, sudut Krakow. Gara-gara ‘gift’ gula dan madu serta biskuit buat keluarganya, keluarga kecilku menjadi hadir dalam ingatan keluarga mereka. Kata Hania, “Di Poland, banyak kue-kue manis, apalagi dessert sangat bervariasi, namun untuk teh dan kopi, kita jarang mencampurkan gula… Lebih sehat jika minum teh madu…” Aku sepakat tanda setuju, sama seperti cerita Eve yang jika kusiapkan teh~ia tidak mau menambahkan gula. Sehingga di Krakow, kami terbiasa mengurangi pemakaian gula, bahkan seringkali menikmati teh tanpa gula. Baik teh hijau, maupun yellow-tea, lemon-tea dan black-tea.
Ujar Eve, “Dari waktu zaman nenek kakek saya dan generasi atas-atasnya lagi, sejak komunis berkuasa, kan kita susah dapat produk atau bahan makanan, termasuk gula, teh, kopi…. Jadi ketika sewindu kemajuan negeri yang tajam dan supermarket menjamur di Poland, kita merasa harus tetap membiasakan diri berhemat dan hidup sehat.” Aku berdecak kagum. Memang Poland merupakan negara yang belum terlalu lama bergabung dengan Uni Eropa, sehingga saat ini sedang banyak pembangunan gedung baru di berbagai kota, dan perekonomian mereka lumayan stabil. Harga-harga barang kebutuhan yang selalu meningkat, tidak begitu terasa berat bagi orang-orang di wilayah perkotaan, apalagi pekerja asing, karena kurs mata uang Zlotyh PLN stabil, tidak memiliki imbas besar Euro saat krisis di Eropa.
Hania dan Eve mempunyai kakek dan nenek yang rajin membuat madu sendiri, mengurusi ternaknya sendiri, serta membuat keju olahan sendiri. Mereka juga pernah mengirimiku kue bolu siram madu, susu sapi murni yang diperas oleh ayah Hania (segar dari sapinya langsung), pierogi ruszkidan vegetarian food buatan mama Eve, serta makanan ‘home made‘ lainnya. Menu masakan di Krakow (yang non-daging) lebih sehat, mengutamakan bahan segar dan buatan sendiri, terutama bagi vegetarian. Banyak orang malas membeli yogurt atau jus di toko-toko, padahal rasanya enak menurutku. Teman-teman memilih membuat sendiri, dan ketika kucicipi, memang lebih enak yogurt dan jus ‘home made‘ buatan mereka.
“Muslim is muslim. Syi’ah is syi’ah, different, Pana…” ujarku lagi. “Hmmm, so, you are sunni…right…?” dia menyimpulkan sendiri, dan saya berharap tidak menaiki taxynya lagi.
Ternyata kaum syi’ah memang ramai menghuni Eropa, termasuk di Polandia. Beberapa sisters yang memperkenalkan teman ‘muallaf’ lainnya pun, ketika semakin akrab, kuketahui bahwa teman tersebut adalah syi’ah. Biasanya mereka menjadi syi’ah karena pernikahan kontrak tadi. Bahkan menurut sister Aisha, ada lelaki syi’ah yang pernah menawarinya untuk ‘menikah dalam masa dua minggu’ saja, astaghfirrulloh, pelecehan!
Sedangkan ketika kami berada di Kuwait ini, ternyata ada tempat-tempat yang memiliki dua bangunan masjid berdampingan—yang satu masjid ummat muslim, yang satunya lagi adalah tempat ibadah buat Syi’ah. Muslimah biasanya memakai hijab berwarna hitam, coklat tua, atau warna gelap lainnya. Wanita syi’ah bercirikan memakai kerudung bermotif, warna-warni pakaian yang mencolok.Teriring do’a semoga mereka segera bertaubat, memperoleh hidayahNya dan dapat memperbaiki nama baik kaum muslimin. Sungguh banyak berseliweran info yang salah, ragam fitnah, dari sikap dan prilaku kaum syi’ah ini. Hal itu tak hanya membahayakan generasi muda islam, namun juga menjadi info bias buat para muallaf, serta masyarakat secara umum. Hasbunalloh wani’mal wakiil…
Assalamu'alaykumwrwb^^...

Allahu Akbar!
I love Islam, kalimat yang seperti sepele, padahal pembuktiannya amat berat. Kalau yang namanya cinta, berarti sayang dan patuh pada rambu-rambu Islam itu sendiri, tidak semua orang Islam 'sudah' mencintai agamanya, kan? Sementara itu, teman-teman saya yang non-muslim, malah tertarik pada Al-Islam karena keunikan akhlakul karimah dan ukhuwah erat di dalamnya, subhanalloh!
Satu pesan saja yang ingin saya kutip disini, dua sohibku yang mantan aktivis church mengungkapkan, “I was a Christian, now I am a muslim alhamdullilah. I still love Mariam and Jesus (peace be upon him) but in Islam we believe in all Prophets, and Muhammad (peace be upon him) was the last Prophet. We pray to only One God, who create all the mankind and everything. In Arabic we call Him Allah. Islam is religion of peace and brothershood….”
Patty dan Beata punya kemiripan cerita mengenai awal memeluk Islam.
Baca lanjutan sharing mereka di link dakwatuna ini, ke TKP langsung yah :-)
Terima kasih sudah menyimak, sobat-sobat tersayang :-)
:-)Salam ukhuwah, happy busy days...
Barokalloh always!
(^-^)
Assalamu'alaykumwrwb...
Menerima email cinta dari sohib ternyata mengingatkanku tentang rindu, *_^ Biasanya ketika berada di Poland, kangennya kan sama keluarga yang di tanah air :-). Namun tatkala telah menyadari kepindahan dari Krakow (yang sekarang sudah kami tinggalkan selama hampir dua bulan ini), ternyata mulai hadir kerinduan pula kepada sohib-sohib disana. :-) Begitulah kalbu, eratnya ukhuwah berbuah rindu. Semoga rasa ini menghadirkan keberkahanNya selalu... aamiin... ^^
In front of Masjid Krakow
Sisters' Room in Islamic Centre Krakow
"Dear Riry, Saya masih ingat raut wajahmu yang tetap ceria meskipun lelah. Kamu berkata bahwa saya adalah temanmu, padahal kita hanya beberapa kali berjumpa, saya sangat tersanjung! Bagi saya, kamu sangat unik dan dirindukan siapa pun, temanmu sangat banyak padahal kamu bukan orang Polskie, tandanya kamu adalah wanita hebat. Saya berharap bahwa saya dapat menjadi muslimah yang baik sepertimu...
Dan kali ini, saya ingin membuatmu gembira, saya beritakan bahwa saya telah menjadi muslimah, 'I am muslimah, you know?!' Saya bersyahadat sewaktu sholat jum'at beberapa minggu lalu, sebuah pilihan hidup yang paling berat, keputusan saya yang sesuai dengan nurani. Semua sisters bercerita bahwa meskipun kamu tidak berada di Krakow sini, namun hati dan jiwamu sudah kamu simpan di sini... Saya bahagia sekali karena sekarang kita bersaudara, I love Riry:-*...."
>_< Riry is crying... but happy :-))
Katedral in Wavel Castle
Assalamu'alaykum Wrwb... (^-^)

Ketika sibuk packing segala macam keperluan sebelum kami sekeluarga berangkat dari Poland januari 2013 lalu, Saya sampai lupa tentang artikel ini yang dimuat di dakwatuna dan islam pos :-)
Alhamdulillah diingatkan oleh sohib nun jauh disana (tapi dekat di hati, ;-D) Syukron jazzakumulloh yah ^^
Alhamdulillah... Sejarah terukir bahwa kita sebagai keluarga muslim Indonesia turut berperan aktif dalam merintis Islamic Centre Krakow, :-). Muslim-muslimah dari berbagai negeri maupun yang berasal dari kota kecil sekitar Krakow, merindukan acara "kumpul di masjid", memakmurkan masjid, rindu untuk berbagi suka duka... Rindu pelukan ukhuwah! Terutama di negeri minoritas muslim ini.
Winter kali ini, kita telah melaksanakan secuil program "Sekilas Sapa Mawar Cinta" sebanyak dua kali, sepintas kelihatan sepele~ namun dua televisi swasta -Polskie- mengajukan wawancara kepada saya via email, pertanyaan utamanya adalah "Kenapa anda mau menghabiskan uang untuk bagi-bagi mawar dan kalimat hadits Muhammad (Rasulullah Shall Allāhu ʿalay-hi wa-sallam) tsb?"
Mereka benar-benar terkecoh info media mengenai berita Islam nan mulia ini.... #LoveIslam
Langsung baca di TKP saja yah : dakwatuna~bidadari_Azzam
Kemudian setelah program part 2 bagi-bagi mawar lagi (januari yang lalu), dimuat pula disini : Islam Pos~bidadari_Azzam
:-)
Semoga Allah ta'ala meneguhkan hati kita dalam ketaatan padaNya, aamiin...
Tetap saling do'a yah ^^
Barokalloh selalu, Yoook tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...
Salam Ukhuwah dari keluarga Muslim Krakow, teman-teman! ^^
Assalamu'alaykumwrwb....
Tahmid wa sholawat ^^
Alhamdulillah 'ala kulli hal, sekarang saya dan anak-anak sedang berada di tanah air, ;-) perkiraan 'masa transit' yang sekaligus liburan ini adalah sampai maret nanti tiba. ^^
Ceritanya, my lovely Abu Azzam memang memperoleh tantangan lebih menarik (segi dunia wal akhirat :-D) di negeri lain, yang mana negeri ini memang lebih dekat dengan sebuah cita yang kami impikan 'goal' tahun ini, :-) *sempat tertunda 2 thn silam*. Sejak oktober 2012, secara perlahan-lahan kami memantapkan niat dan mulai packing, serta mempercepat program-program 'target' (ragam aktivitas di masjid/Islamic Center) di Krakow. :-D Kemudian di bulan desember 2012, barulah kami ceritakan kepada sobat-sobat dekat tentang rencana kepindahan ini.
Semua terkejut, semua bersedih, dan seolah tak ingin berpisah.... namun di beberapa minggu terakhir itu~sekaligus di saat salju lebat musim dingin ini~ sobat-sobat di Krakow mulai menenangkan diri dan berusaha untuk tetap aktif dan kreatif berkegiatan di Krakow. :-)
Seorang sister berkata, "Berat memang, beraaaat untuk melepasmu pergi... bukankah nanti kalau kamu sekeluarga sudah 5 tahun disini, kan urusan resident-visa akan lebih mudah (dan lebih murah) ?"
:-D "Memang.... tapi, bukan itu yang kami cari..." ujarku.
Seseorang sister lainnya yang lebih senior menangis, "I was lonely, happy days coming when we met.... But okay, go...go, my dear, get your happiness.... and remember please, we have same destination, right?" kalimatnya makin membuat banjir di mata-mata lainnya, oh, sebulan terakhir di Krakow, mataku basah terus-menerus, kesehatanku menurun, batuk-pilek dan demam tinggi, terseok-seok menyelesaikan ragam urusan administrasi, dll, masya Allah....
Banyak sekali ilmu baru yang kupetik, senang sekali bisa sempat berbagi di beberapa yayasan peduli kanker, dan bakti sosial buat anak-anak penderita lumpuh, silaturrahim meski berjauhan dsb, di masa-masa singkat dengan suhu minus dua puluh derajat celsius, Allahu Akbar!
*Ternyata kita bisa! kita bisa melalui segala masa sulit ketika kita yakinkan diri bahwa memang kita akan bisa dan akan mudah menapaki cabaran itu....* Insya Allah...
Tidak dapat diceritakan dengan mudah, apalagi jika hanya melalui untaian kata, ketika harus pindah ke benua berbeda~ dengan pasukan heboh balita dan kanak-kanak~ plus suasana keseharian musim dingin yang selalu beku dan jalan licin oleh salju, :-D satu kata : REPOT :-). Para emak pasti bisa membayangkan kesibukanku packing dan hal lainnya, kan ?! ;-)) hihihi....
Alhamdulillah, sister Aisha meluangkan waktunya untuk mengantarkanku ke bandara Balice (nama air port di Krakow). Kami berangkat pukul tujuh pagi usai sarapan (yang diantarkan oleh sist Sakina & Fathin.... ohhhh, sweeet, baiknya sists kita ni....). Sist Aisha bercakap langsung dengan bahasa Poland kepada karyawan maskapai yang menerima 'bagasi kami', soalnya bagasiku dan anak-anak ada kelebihan satu koper. :-D Ternyata kelebihan 'dikit itu' diperbolehkan, euy! Senangnya! Walhamdulillah...