Photobucket
Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Wednesday, May 7, 2014

Sabar, Sabar dan Tetap Sabar ^_^



Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Tahmid wa sholawat...


Seluruh manusia pasti merasakan masalah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lahir dan menjalani kehidupan dengan tanpa problema atau permasalahan, kecuali mereka yang telah terbaring di dalam tanah pekuburan. 

Saat ditimpa suatu masalah ---terutama problema yang banyak kaitannya, atau suatu permasalahan kompleks dengan keterlibatan banyak pihak dan efek-efeknya di kemudian hari, banyak di antara kita yang merasa 'musibah telah datang', berat sekali dalam menjalani hari... Padahal sungguh, di saat ini, bagaimanakah besar nilai keimanan kita tengah di uji. Seberapa tegarkah kita dalam mengatasi masalah-masalah itu? Serta bagaimana 'suara' atau sikap kita dalam melalui proses penyelesaian masalah tersebut? Allah SWT makin cinta dengan kita, maka makin bervariasi cara-Nya dalam melimpahkan ujian kepada kita, baik berupa nikmat suka cita, maupun nikmat permasalahan yang ada setiap hari.




Kunci mencari solusi tepat dalam setiap permasalahan adalah "Bertanya, meminta jawaban kepada Sang Maha Pemberi, yang juga melimpahkan problema tersebut atas izin dan kuasaNYA", maka sikap selanjutnya bagi kita hanyalah terus bersyukur dan bersabar.

Melatih kesabaran salah satunya adalah dengan cara menahan lisan dari keluhan, sebab keluh kesah biasanya dimaknai sebagai tanda kurang bersyukur.



Ketika masalah beragam datang, bersabar dirasa berat, logika seolah tak mampu lagi mengatasinya, maka marilah kita perbanyak istighfar dan terus berusaha memohon hanya kepada-Nya. Tak terhitung jumlah manusia yang meminta kepada selain-Nya di kala kalut, gundah dan resah, sehingga jatuh ke dalam kemusyrikan, naudzubillahi minzaliik...

Bersabar itu menunjukkan kita ridho atas qodho dan qodarNya, dan terus bersikap optimis dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedikit tips supaya diri kita kian merasakan manisnya kesabaran, saat problema datang, marilah kita lakukan hal ini :

1. Berwudhu, mantapkan untuk sholat fardhu di awal waktunya, serta perbanyak sholat sunnah. 

2. Membaca ayat-ayat al-Quran, resapi maknanya, tekankan dalam hati bahwa "Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha.." “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya.. (QS. Al-Baqarah:286). Teruskan memperbanyak dzikir, mantapkan hati bahwa : 

 - Ù„اَ Ù‡َÙˆْÙ„َ Ùˆَلاَ Ù‚ُÙˆَّتَ اِلاَّبِاللّÙ‡ِ. La haula wa la quwwata illa billah

(Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata-mata).

3. Tengoklah alam, pantai, langit biru, pepohonan dengan rimbun daun hijau berseri, suara burung, katak, dsb... Betapa cantik alam ini, begitu indah dan amat sayang jika kita lalai dalam mensyukuri kebesaran Allah, tata letak semesta nan indah ini dengan segala perangkat komplet tentu 'lebih pantas' untuk dipuji dari pada dicemberuti. Subhanalloh walhamdulillah, betapa trilyunan nikmat tercurah kepada kita, masa' sih hanya gara-gara satu - dua problema, lalu menjadikan kita manyun, sebel, bahkan kufur terhadap nikmat-Nya?! Naudzubillah, faghfirlana... >_<

4. Ingatlah bahwa banyak manusia lainnya yang memiliki problema lebih banyak, lebih beragam, bahkan bersikap lebih bijak dari pada kita. "Mereka dapat bijak memetik hikmah dalam menemukan solusi, lantas kenapa diri kita tidak bisa?!" :-)

5. Ingatlah bahwa para nabi dan rasul pun 'sama', seluruh usia hidup mereka dipergunakan untuk perjuangan yang tak pernah putus asa. Mereka memiliki ujian permasalahan yang jauh lebih dahsyat dari pada hal yang menimpa kita, tentu kita harus introspeksi diri, kita sering lupa dan lalai, serta malas 'mengulangi renungan' pelajaran-pelajaran lama. Sesungguhnya tatkala kita mengenang shirah para nabi, maka kita bermalu diri jika tidak bersabar, sebab problema kita hari ini---belum sampai seujung kuku dibandingkan dengan perjuangan para nabi Allah SWT tersebut.


6. Renungkan bahwa waktu selalu berlari... hidup bagaikan roda sepeda, kadang bertumpuk problema, kadang bertumpuk senyum dan tawa girang pula, inilah nikmat 'masa hidup', masa 'naik level' setiap melalui permasalahan yang seabrek-abrek, masa memperbanyak amal shalih, masa aktif kreatif jiwa raga dalam memperbaiki kualitas diri. Insya Allah... Musibah terbesar adalah apabila kita kian jauh dari jalan keridhoan-Nya.

7. Senyum sabar, terus menerus belajar bersabar, dapat menularkan kebahagiaan kepada orang sekitar, kebaikan bagi lingkungan kita, juga menjadi perhitungan amal kebajikan di sisiNya. Bukankah duri yang menyakiti telapak kaki, atau saat tersandung pun ada 'dosa berguguran' sebagai balasan buat kita? Masya Allah, Maka kita manfaatkan setiap momen 'banyak masalah', kita isi dengan selalu sabar, sabar dan terus bersabar :-).


Itu dulu yah sayang... Semoga beroleh banyak manfaat, aamiin.
Yok, belajar dulu, belajar lagi, belajar terus, dan lagi... ^_^
 ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

 

Sunday, September 22, 2013

Kopdar lagi dengan Mbak Lina-Kuala Lumpur



Assalamu'alaykuum .... :-)


Tahmid wa sholawat, akhirnya Bang Azzam sekeluarga 'balik lagi' ke kota kelahiran bang Sayyif, KL -Kuala Lumpur (^_^). Kami meninggalkan KL sejak desember 2009 sewaktu Sayyif berusia tujuh bulan. #Alhamdulillah masya Allah, senangnya kembali ke sini dan berjumpa sahabat-sahabat lama kami.

Btw, Tak hanya brothers dan sisters sobat lama di KL yang kami jumpai, namun ternyata 'para TKW' tetangga lamaku ( yg dulu membagi nomor hp-nya kepadaku), ternyata masih ada di KL, hehehehe... Bahkan sewaktu baru tiba disini, kami langsung telpon-an dengan guru-guru bang Azzam dulu (tadika PASTI), sopir langganan taxy~yg sudah dianggap keluarga sendiri, dan beberapa sisters Melayu ~ dulu berkenalan karena jumpa dengan sahabat yg #PeduliKanker dan membantu korban tsunami Aceh.
Subhanalloh, yaaaah... Ukhuwah Islamiyah memang senantiasa membawa berkah, 'kemana pun pergi' tidak kesulitan bertanya dan memperoleh ragam info yg kita butuhkan, nikmat persaudaraan! ^_^

Begitu pun saat berjumpa dengan  bu Lina (mom-blogger juga), ada linknya di samping kiri, rurumahku ;-)). Dengan keluarga beliau, kami kenalnya sejak di Jakarta, pasa awal pindah dulu ke KL dari Bangkok, keluarga Mak Lina yang bantuin bawain koper-koper dari hotel ke condo kami. :-) Bagi kami sekeluarga, Mak Lina dan Papanya Fadya sudah kayak mbak dan mas sendiri, selain sebagai senior di tempat kerja dan senior di almamater~kumpulan bapak-bapak alumni ITB. (^_^) 

Dan akhir minggu lalu, beberapa hari ketibaan kami di KL lagi, Mak Lina datang dengan membawa kue buatannya sendiri, *so sweet* :-* #Alhamdulillah 
Tambahan lagi, kami kan mau numpang nebeng buat silaturrahim ke sobat yang baru saja bersalin, ^_^. Plus makan siang bareng, di restoran minang-Garuda kg Baru lhooo (tempat orbit kita dulu, 2008-2009 hehehehe) yang ternyata sudah langsung dibayarin oleh Pakdhe Satriyo (suami Mak Lina), *waduuuuuh.... Lain kali gak boleh telat ke kasir lagi...:-// dasar Riry keenakan, ditraktir melulu nih... >_< 



Kue yg tergoyang, tanda harus segera kucicipi...hihihihi

Bang Azzam girang banget karena ketemu lagi dengan teman-teman sebayanya ; Hani dan Kak Fadya, serta Nadiv (yg kami kunjungi, baru punya adek bayi;-)). 
Sampai pas pulang ke Ambassador Row, #TrioKids langsung zzzzz, terkapar, tidur dengan nyenyak. Energi mereka seharian itu benar-benar tersalurkan, hehehe.



Matur nuwun sanget




In Ambassador Row, syukron jazzakumulloh khoiru jazza, dearest :-*


Foto-foto sudah bercerita tentang keceriaan kita, as usual...

Di rumah Nadiv

Hani dan bang Azzam

*tepokjidat* bang Azzam pakai kaos yang pernah di-complain pembaca, karena gambar bintang 'itu', sorry yah... Tidak sempat ngedit.


Jumpa lagi di cerita lainnya, insya Allah...

Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Happy Busy yah (^_^)

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Monday, June 24, 2013

Bersatu Menikmati Flu

Assalamu'alaykum...

Belum terbiasa meng-update blog dengan si pinky-ipad ini, saya merasa lebih asyik berada di depan layar computer abang Azzam, tapi apa boleh buat, beberapa hari ini, pc 'dikuasai' mereka :-D (si #TrioKids ) buat menonton berbagai film kartun, 'main beberap game', juga menonton video-video lama yang durasinya hanya beberapa menit~namun jumlahnya banyak, terutama video sewaktu bang Sayyif masih bayi :-).

Beberapa hari ini, di Kuwait sangat banyak razia, bisa dibaca-baca di berbagai surat kabar Kuwait. Razia ditujukan untuk menangkap para pendatang illegal, namun banyak juga orang yg tak bersalah menjadi terkena getahnya, meskipun ekspatriat menengah ke atas, terutama orang India yang berkulit hitam. Lengkap suasananya deh, cuaca panas membakar hingga 50 degrees, banyak pemeriksaan dan razia, sering badai pasir dan musim flu pula... *Subhanalloh, what a crazy life here, itu kutipan kalimat seorang teman American* ^_^

Kami juga turut bersedih dan berempati terhadap orang-orang yg menjadi korban diskriminasi di Kuwait. :-( Meskipun saya tak berkulit hitam, dan lebih 'aman' sebagai muslimah di negeri (yg menyatakan diri sebagai) negara Islam ini, namun hati kecil saya dan keluarga tentu merasakan perih melihat banyaknya pelanggaran hak asasi manusia di Kuwait khususnya, dan di negara-negara GCC secara umum.

Di area elit Salmiya, tempat kami tinggal pun, setiap hari mobil polisi tampak memeriksa 'posko ibu-ibu Bangladeshi' yg terbiasa menjajakan jasa 'house cleaning-part time', sehingga sekarang posko itu sepi. Ada teman India yg langsung ditangkap dan dideportasi hanya gara-gara tidak membawa ID-card padahal dia berada di kedai yang berdekatan dengan appartemennya. Ada juga orang-orang yg disuruh wajib lapor-diri di kantor polisi karena pas kena razia, dia menampung temannya di dalam mobil (kebiasaan nebeng mobil teman, kan wajarlah ya...) tapi dituduh membawa penumpang gelap. 

Ada juga yang sudah bawa dokumen lengkap, tapi tetap dibawa ke penjara gara-gara ada aplikasi di hp-nya yg dicurigai merugikan negara, semisal skype dan viber (gila banget deh, ini dimuat di harian Kuwait Times, orang mencak-mencak sebel baca beritanya...:-D). Tetapi yg kukatakan tadi, police-officer merazia kaum berkulit hitam, it's not fair! Mereka kan bayar visa juga, halal untuk tinggal disini! (Sekedar info, untuk membayar visa keluarga kecil : 1 istri dan dua anak, urusan dari tanah air sampai prosedur visa di Kuwait, kalian harus menyediakan sekitar 2100 €, minimal segitu lah...malah mungkin lebih mahal kalau kurs di India)

Jadi, teman kantor Abu Azzam, yang tadinya cuek terhadap pemberitaan razia, akhirnya harus 'kena getahnya' juga, gak bisa saling membantu 'memberikan tebengan mobil' sebab merasa ngeri-berurusan sana-sini kalau ditangkap (yg kemudian gak ada kejelasan tentang tuduhannya...). Gara-gara yg terbaru, ada orang India yg ditangkap karena gak bawa SIM, langsung dideportasi tanpa pemberitaan kepada keluarganya, trus ketika sudah sampai di tanah airnya, barulah dia menelepon anak dan istrinya (yg masih di Kuwait), then anak& istrinya menyusul pulang kampung.... :-( it's really not fair, tidak ada kompensasi terhadap pelanggaran HAM itu. 

Bahkan ada lagi suami istri India yang diambil ID-nya oleh polisi karena keduanya tidak membawa surat nikah... (Padahal, untuk membuat civil ID, salah satu syaratnya adalah dokumen buku nikah, yg sudah diterjemahkan ke bahasa Arab dan juga dilegalisasi departemen-departemen berwenang lho friends... :-)), memangnya suami istri kudu bawa buku nikah kemana-mana, opo?!
Begitulah, sekarang ini sikon Kuwait lagi 'aneh bin ajaib' :-D


Back to topic, Cara kami sekeluarga menikmati flu pasca beberapa kunjungan silaturrahim beberapa hari yang lalu, antara lain adalah : 

1. Merendam kaki di ember berisi air hangat (plus garam), sebagaimana kebiasaan di Poland,

Pic: pemandangan berdebu dari balik jendela


2. Seraya menonton mobil polisi yang sering muter-muter area Salmiya (:-p hehehe...), biasanya kami saling pijat (bang Azzam mijatin ummi, Ummi pijatin abi, abi mijat dek Zuhud, dan seterusnya, hehehe). Tentu sambil minum teh hangat atau susu, atau jus. Biasanya teh hangat itu ditambah madu dan sedikit perasan lemon. 

Pic : suatu sore, razia di tempat parkir, terlihat dari jendela balkon kami...


3. Tengok jam pagi atau sore kalau tidak terlalu panas, 'berjemur, donk!' Biar lelehan ingus bisa mengalir dengan lancar, badan yang meriang pun bisa cepat segar kembali (hal ini susah lho, terutama bila kita terbiasa manja di tanah air, berselimut saja kalau dilanda flu...). Kalau kami, sejak di Krakow-Polskie, paling-paling hanya seharian kalau pas flu di weekend--- tiduran sampai kelaparan, :-D dan akhirnya harus menuju dapur, minimal membuat sup panas, segar!
Memang dokter-dokter di Krakow biasanya menasehati untuk mengonsumsi sup hangat dan minum air lebih banyak ketika flu, istirahat di rumah, tetapi jika muncul matahari dan cuaca hangat, sebaiknya berjemur:-). Virus-virus dan kuman tersebut tidak betah berlama-lama di tubuh yang aktif, kreatif dan segar. Biasanya kalau sudah berjemur dan banyak minum, banyak keringat yang keluar, selanjutnya jadi hadir selera makan, kemudian bisa tidur lelap. 

Pilihan berjemur gosong kalau disini, Pantai Kuwait...:-D 


4. Tidak apa-apa kalau gak bisa makan banyak, namanya juga lagi flu (biasanya kan masih sisa demam, batuk...tenggorokan sakit, lidah kelu, dsb) namun kami siasati dengan "camilan potongan buah segar". Buah apel, plum dan fir biasa selalu banyak stoknya di Krakow. Namun di Kuwait, yg paling mudah ditemukan (di supemarket Salmiya ini, dekat rumah...) adalah pisang, mangga, dan anggur. Yo wis, dipotong kecil-kecil, langsung dimakan dengan garpu. Atau disiram sedikit susu hangat, kemudian dinikmati sebagai sup buah, alhamdulillah... Beneran segar! 
(Note : kalau mau nafsu makan, saya 'maksainnya' dengan cara membuat sambal ekstra pedas... Apalagi kalau pas lagi ada bakso di kulkas...:-p)

5. Sebelum tidur dimalam hari, kami saling pijat kembali. Biasanya kita olesi leher, dada dan punggung dengan balsem atau minyak telon seraya dipijat lembut.
 
6. Sebelum tidur dan ketika bangun tidurnya, jangan lupa minum air putih. Alhamdulillah, my boys doyan minum air putih, sehingga ketika terkena flu~ tidak lama memulihkan kondisi tubuh. 

7. Keluarga kian mesra, akrab bersatu kala flu merupakan hikmah tersendiri, maka jangan lupa memperbanyak syukur dan do'a kepadaNya. Alangkah banyaknya orang di luar sana yang tak hanya terkena flu, melainkan juga terserang lapar yang mencekik leher, cacat kaki, lengan, bahkan deraan peluru di negeri-negeri terjajah. Bahkan pula hanya sendirian, tanpa keluarga yang berangkulan sebagaimana kita saat ini.


Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa menularkan manfaat, 
Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah...^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-) 


Wednesday, June 12, 2013

Barokalloh My Mom








Assalamu'alaykum, Juni dan Ramadhan adalah identik dengan 'kekompakan muhasabah diri' bagiku dan mama', alias Ombay Azzam, ;-)). Kami sama-sama lahir di bulan-bulan romantis itu (Juni~hitungan secara masehi, dan Ramadhan secara Hijriyyah...)

Di blog ini-archieve 2008, Aku pernah menguntai puisi buat mama'. Tidak bosan kalau kubaca-baca ulang, senang sekali mengenang masa kecil, kalimat dalam puisiku tetap relevan sampai kapan pun :-), tentang kehebatan ibu di mataku. Subhanalloh, my mom is very inspiring woman!

Ku re-Post disini yah :

The Language of Your Love



Dearest Mama

You speak it from within your heart only

But everyone can hear

You teach me everything in our special room

But everyone can know

Everyone see our journey

And give you an enormous thumb up

'coz my beautiful life now? actually, No

That thumb up for you

'coz your language for me

I understood 'coz of you

Your beautiful language

The language of your true love

(my old-file KL.11.43 am, march,18,2008)

I am remembering that my mom have said, "I believe that your children are like you...look like you in physics, also in habbits..." wooow! :) that's alright, sure mom, you'r great... and the language of your love, It's very special for me, for my brothers & sisters also, so meaningfull, We love you always, forever... :)


Hmmmmm, Membicarakan ibu, tidak akan habis bahasannya. Karena tema tentangnya adalah tentang ketulusan cinta. (Contoh kecilnya adalah jika kalian mengalami masa awal pengantin baru, dan deg-deg-an karena baru saat itu merasakan getaran cinta dahsyat antara suami istri. Namun begitu kalian hamil, melahirkan, apalagi menyusui pertama kalinya, 'deg-deg-an' masa awal pengantin berasa 'gak sebanding dengan kecamuk rasa kala menjadi ibu' di momen tersebut. Karena kehadiran anak adalah hadirnya permata ketulusan cinta, hadir amanah besar dariNya untuk senantiasa memupuk cinta, maka jutaan rasa antara suami istri 'gak deg-deg-an' kayak pertama kali bersua, namun bukan berarti rasa cinta itu berkurang :-D. Justru ketika si buah cinta hadir, suami istri kian merasa sejiwa, jadi fokus memikirkan buah cinta, ego-ego diri terkikis perlahan, 'deg-deg-an' saat banyak kejutan yang dibuat oleh si permata hati-lah ~nan lebih dahsyat dari awal pengantin baru. Cinta nan tulus memerlukan pengorbanan, ya kan? Sosok ibu adalah wanita yang paling setia dalam mendukung cita perjuangan anaknya, *_^ insya Allah, ibuku sedemikian, mungkin kamu dan aku juga?! Wallohu'alam, mempelajari ketulusan cinta adalah pelajaran setiap masa...)

Jadi tambahan secuil tips buat teman-teman yang stuck ketika menulis :

1. Bayangkanlah senyuman ibunda

2. Tulislah tentangnya, pasti banyak kalimat yang kamu bisa rangkai ketika sekelebat bayangan ibunda hadir... (contoh kecil, ketika saya menuliskan tentang beliau, baru saja setengah jam, tidak terasa sudah 12 halaman ~ketak-ketik, hihihi... belum ditambah air mata, dan beberapa tisu harus disiapkan :-D) Yah, sosok wanita yang urat-urat dan ototnya mengalami perubahan ajaib ketika melahirkan kita, amat wajar kalau setiap anak yang mengenang ibunya~menjadi banjir air mata, >_< termasuk aku. Ya Allah, berkahilah ia di dunia dan akhiratMu. aamiin...

Pas mudik maret lalu, ada tiga teman masa sekolahku yang baru saja kehilangan ibunda. Aku juga jadi ikut berurai air mata, karena ketiga mama sobat kecilku ini juga tersimpan sebagai kenangan masa kecil. Kalau kami bermain atau mengerjakan tugas kelompok, mama-mama mereka pasti menyiapkan kue-kue atau nasi & lauk pas makan siang. :-) Menu halal yang disiapkan oleh mereka berarti sudah pernah mampir ke perutku pula, aku masih sangat hafal raut wajah ketiga mama temanku ini. Semoga Allah SWT melapangkan kubur mereka, aamiin...

Tambah banjirlah mata temanku tatkala membaca bait-bait ini yang kutulis dalam kumpulan puisiku, "Sajak Mengeja Masa"

Pesan Ibu

(bidadari_Azzam, #SajakMengejaMasa)



Senyum untuk jiwa

Tenang hadirkan damai

Segala solusi adalah cinta

Problema datang bila janji belum tunai



Lagi dan lagi ibu berpesan

Ketika berbuat tanpa penghargaan

Disitulah letak keikhlasan

Ketika berkorban namun hadir pengkhianatan

Suka rela hati nantikan hari perhitungan

Tak pernah ada gelisah

Jika pancaran tulus tersirat pada wajah

Balasan Allah Selalu Maha Sempurna



Diam saja jika tak mampu berkata hal baik

Prilaku terpuji jangan ternoda serapah

Panjatkan do’a dimana saja

Dari pada terbuai sumpah dan caci

Kenang dan resapkan dalam dada

Segala kebaikan di sekeliling kita

Tiada guna merekam keburukan sesama

Cukuplah direnungkan sebagai pelajaran menuju dewasa



Usah balas amarah

Hadapi maki dengan karya

Sebarkan senyum meski banyak nan menghina

Karena pasti lebih banyak nan mencinta



Mentari selalu hangat

Hujan selalu sejuk

Rembulan tetap cantik

Dan engkau pun harus tetap berprilaku apik

Karena engkau berteman semesta

Karena engkau bersiram hidayah-Nya

Jaga diri di atas bumi

Bahkan penghuni langit menguntai doa buatmu



Oh Ibu

Pesanmu selalu hadir dalam kalbu

Cambuk diri di setiap waktu

Bagai rengkuhan sukma nan utuh

Oh Ibu

Selalu kurindu

Oh Ibu

Terima kasih atas segalanya

(bidadari_Azzam, Salam ukhuwah dari Krakow, malam 30 des 2012)

Mama'ku adalah orang yang paling excited kalau membaca puisi atau artikelku, (seraya terisak pula....) like mother ~like daughter bisa jadi pas saling merindukan, kami menangis di tempat yang berbeda... :-D

...Lanjut lagi nanti, ;-))

Barokalloh selalu, semoga tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...

Kalau punya niat melakukan kejahatan, cobalah ingat-ingat lagi pada ibu yang sudah letih dan lelah melahirkanmu. "Kasihanilah orang tuamu ketika ditanya Robbul 'izzati di saat laporan pertanggung-jawaban kelak, rugi banget kalau tidak berusaha menjadi anak yang baik, kerugian di dunia sampai akhirat....sure!"

Salam Ukhuwah, teman-teman! ^^

^^ Sudah follow twitter @bidadari_azzam, kan? ;-))

*Puisi di atas pernah dimuat pula di dua media islami

:-) Wassalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh...

Thursday, March 7, 2013

Naik Becak ke Pasar Tradisional



Becak : a tricycle (usually propelled by pedalling); used in the Orient for transporting passengers for hired

Assalamu'alaykum...

Bang Azzam itu semasa kecil di usia bawah satu tahun, "langganannya angkot" di Bandung :-D. Ketika pindah ke Jakarta dan Bangkok, "langganan taxy" dan bajaj (di Bangkok juga ada Tuk tuk yg kayak Bajaj) ^

Kemudian, pada saat pindah ke Kuala Lumpur, dua tahun ia menikmati SUV kesayangannya~ naik turun si Bigge ketika pergi& pulang sekolah...

Sedangkan selama 3 tahun lebih berada di Poland, Azzam sudah sangat tertib dan memahami rute-rute tramwajem & autobus Kota Krakow , subhanalloh!

Maka, setiap kita pulang kampung, inilah kendaraan favorit bang Azzam (dan sekarang Sayyif+ Zuhud juga ikutan) : Becak! "Becak tuh ngangenin...hehehehe..." sepertinya demikian faktanya.

Sampai ada lagunya kan "Becak... becak... tolong bawa saya.... dst..." [sing mode ON] hehehehe....

Biasanya ketiga bocah ganteng &sholeh ini keliling kompleks naik becak sehabis mandi pagi, ^^ atau ketika menemani Ombay & Ummi ke pasar...

Yuk Aisyah menginap beberapa hari, jadi bareng ke pasar :-D

Mereka menanti tante Tha yang sedang belanja di sebuah kedai



Pasar tradisional masih sama 'cirinya' seperti saat saya masih kecil (yang selalu menemani Emak ke pasar,;-)) : Becek jika usai hujan, banyak pilihan daging dan ikan segar (saking segarnya, yah ikannya melompat-lompat di baskom-baskom :-D), para pedagang heboh menjajakan produknya (Teriakan nyaring dimana-mana, misalnya, "Dipilih....dipilih.... lima belas ribuan, pilih....pilih, sayang anak....sayang anak...." hehehehe....^^), situasinya sangat padat (bisa empil-empilan di beberapa jalan setapak, pejalan kaki bisa "macet" juga :-D), serta kudu bawa uang 'cash' (tidak ada 'gesekan' ATM-hihihihi :-P)....

Belanja secuil, yang penting keliling naik becaknya...:-P

Subhanalloh, menatap raut muka bahagia anak-anak yang girang dan berceloteh gembira adalah anugerah terindah buatku. :-) Usai kegiatan 'yang melelahkan' ini, biasanya mereka mandi lagi, kemudian makan camilan serta minum susu, selanjutnya pulas tertidur, ^^ Walhamdulillah!

*Terbayang wajah sembilan sohib terdekat di skul-Poland Bang Azzam* yang pastinya terkangen-kangen sama si oriental ini, "Waaah, asyik banget yah Azzam di Indonesia! Ada kendaraan apaan tuh, rodanya tiga?! Cool! Mau donk ikuuut ke Indonesia...." CS-CSnya ini ngomong begitu :-P

Yah namanya juga kita wajib bersyukur setiap waktu, bang Azzam senang menikmati panasnya mentari di tanah air~ sama ketika mensyukuri diri saat berselimut putih salju di Krakow, ^^ disini senang+disana senang [sing mode ON again]

Walhamdulillah, nanti sambung lagi yah.... ^^Salam Ukhuwah dari Krakow Indonesia, ^-^

(twitter : @bidadari_azzam)

:-) Wassalamu'alaykumwrwb.



Wednesday, December 12, 2012

Butiran Salju Pada Sepertiga Malam



Assalamu'alaykumWrwb...

Tahmid washolawat...







Gara-gara winter...

Gara-gara salju, gara-gara senang sekali dengan butiran putih cantik si salju ini, jadi puisi salju menumpuk di 'arsip ipadku' :-)

Kali ini, kuingin berbagi puisiku yang tampil pada kolom 'Puisi& Syair'-dakwatuna :-)



Butiran Salju Pada Sepertiga Malam



Wudhu segar masih melekat

Mata terang tiada kantuk meski sekejap

Saat yang tepat mengukir cakap

Tilawah dalam bilangan rakaat-rakaat



Salju tersiram menuju bumi Tuhan

Memutihkan segala kekeringan

Menelusup kesejukan bagi jiwa nan gerah

Seolah hadir obat amarah



Duhai Allah Yang Maha Penyembuh Duka

Sepertiga malam ini hamba bersimpuh

Hapuskanlah segala lumpur dosa

Jauhkan pula dari penyakit hati nan keruh



Sepertiga malam tersisa dua jam

Peluruh lalai dan rasa malu masa silam

Berteman salju pengganti kelam

Meneguk hikmah suasana alam



Ya Ilahi Rabbi…

Mohon jagalah kalbu ini

Agar selalu taat pada aturanMu

Serta mantapkan cita nan dituju



(bidadari_Azzam, di Old Town Krakow, malam 3 Des2012)

Salju turun lagi, winter ke-4ku*,

*Beku salju jua lukiskan pelajaran,

Tentang cinta dan asa,

Tentang sabar dan kesetiaan,

Juga tentang kehangatan keluarga


(twitter ID: @bidadari_azzam)

Subhanalloh walhamdulillah, ❤

Barokalloh selalu, semoga tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin... Salam Ukhuwah dari Krakow, salam cinta dari si putih salju yang menderas hari ini.... ;-))

Maafkan lahir batin yah teman-teman! ^^


Tuesday, March 18, 2008

just a little sentence... The Language of Your Love


The Language of Your Love

you speak it from within your heart only
but everyone can hear
you teach me everything in our special room
but everyone can know
everyone see our journey
and give you an enormous thumb up
'coz my beautiful life now? actually, No
That thumb up for you
'coz your language for me
I understood 'coz of you
your beautiful language
the language of your true love

(KL.11.43 am, march,18,2008)
I am remembering that my mom have said, "I believe that your children are like you...look like you in physics, also in habbits..." wooow! :) that's alright, sure mom... you'r great... and the language of your love,it's very special for me, for my brothers & sisters also, so meaningfull, hehehe :) We love you always, mom ... forever... :)

Sunday, March 16, 2008

Let's Be Friends... forever... :)


Blue sky or rainy day
winter or summer
in sadness or happy smile
when really red or blue
I saw u...
thanks 'coz always beside me
thanks 'coz ur being my friends
wish we can be friends forever


(in badmood ;p,KL6.29. 16-03-2008)

Friends VS Enemies

We always make relationship whenever, say to any good-person "lets be friends" wherever, and hope we can share everything, improve knowledges from our relationship. Although we can choose who are the friends, we can't choose the enemies, and sometimes a friend can be an enemy, or enemy can be a friend...? Although we don't want to have enemy, sometimes this person is present in our life and make we can improve our experiences of life, be patients... be stronger everyday, ;)
today, may be the friend is beside u, but we dont know if he or she could be ur enemy one day...
becarefull everymoment! ;)

Tuesday, March 11, 2008

Mari Memperkuat Sinyal-Sinyal Cinta!

Assalamu'alaikum Warohmatullahi wa barokatuh... Tahmid wa sholawat,

Anda sudah menikah berapa tahun? belom sampai setahun? atau 2 tahun? 5 tahun kah? 10 tahun? 15 tahun lebih? 25 tahun lebih? subhanallah, Semoga Pernikahan anda selalu diberkahiNYA, teruntai indah dalam jalinan kasih abadi, amiin Ya Allah. :)

Dalam banyak kasus yang berujung pada munculnya "PIL", WIL", bahkan perceraian, meredupnya cinta dalam keluarga terjadi karena lemahnya sinyal2 cinta yang disampaikan kepada pasangan, juga pada anak-anak...Naudzubillah, :( Biasanya orang menganggap remeh sinyal-sinyal cinta, apalagi dengan beralasan kesibukan sehari-hari dan padatnya "jam terbang"...

Hmm, berikut tips2 praktis, agar sinyal-sinyal cinta dalam kehidupan rumah tangga kita makin kuat seiring berjalannya sang waktu :

1. Tebarkan Pesona dengan Senyuman. Dalam sabda Nabi Muhammad SAW,"Raut wajah yang dihiasi senyuman terhadap saudaramu adalah shadaqah", Senyuman adalah bahasa wajah yang paling cepat sampai menembus jiwa, ya kan? ;) Coba aja kita renungkan, kadangkala di depan relasi kita jaim banget, senyum tiada henti, (supaya dibilang ramah kali?), tapi ternyata di depan pasangan dan anak2 malah lupa senyum, mungkin karena udah padat "jadwal terbang",hehe3... (hayo, ngaku?! :) )
2. Berbicara dgn sebaik-baik kata, jangan segan memuji, dan ucapan dgn memanggil nama-nama yg indah. :) Contoh nyata, " aduh, papa, cintaku baru habis mandi, udah harum nih... kita mau jalan kemana weekend ini pah?", atau "anakku pinter, sayang, sholeh... jangan lupa nanti mainannya disusun lagi dalam lemarimu kalau udah selesai bermain yah sayang?", atau, "wah, bunda cantik habis ngepel,ya? subhanallah lantainya udah licin banget, ayah jadi tambah salut deh sama bunda!", dll. Jangan canggung2 dalam mengekspresikan pujian tanda-tanda cinta,lho...jangan pernah berpikiran "ah, kayak manten baru aja, mesra banget...". Karena pikiran begitu termasuk peredup sinyal-sinyal cinta.
3. Usahakan selalu mengungkapkan ekspresi akan tiga hal ini :
- Jika meminta pertolongan, sampaikan kata awal "tolong say,...",atau, "please help me, say..."
- Jika usai diservis, misalkan sang suami baru aja menikmati makan siang hasil masakan istri, atau sang istri baru saja dihadiahi seuntai berlian dari suami, dan servis2 lainnya yang merupakan sinyal-sinyal cinta, maka jangan lupa balas sinyal itu dgn ucapan Terima Kasih. Hal ini sering diremehkan pasangan tua, lho... padahal, kalo slalu dilakukan, waaaah... "berterima kasih" menyebabkan desir di hati terasa menyejukkan, sinyal-sinyal cinta dalam rumah tangga tentu makin kokoh. :) Yakinlah... ;)
- Jika ada kesalahan, sekecil apapun, jangan lupa bilang " maaf yah kang/ dik... tadi khilaf, janji gak ngulangi lagi deh, doain yah..."
4. Kritikan disampaikan sehalus mungkin, dan dalam kondisi yg tepat (mood yg baik, tak ada orang lain (rahasia gitu lho...), sikon yg kondusif), misalnya, kalo ngingetin suami yg blom gosok gigi, "hmmm, papa sayang... tadi mama baru beli odol baru, udah dicobain blom pah? ;) " atau misalnya suami mau ngingetin istri yang lagi ngegosip, "mama, yok kesini dulu, mau nambah pahala gak nih, papa mau minta pijat nih ma... " :) pokoknya carilah kata2 yg halus, sehalus mungkin, dan mungkin saja persepsi "kehalusan kata" bisa berbeda2 tiap individu, tergantung background "poleksosbud" yah, ;) . Hmmm kalau sama anak2, biasanya kita paling mudah yah ngungkapin kritikan, jangan lupa untuk tetap halus, dan rahasia (jgn di depan orang lain, misalnya dipanggil terlebih dahulu dan dibisikkan pelan2 jika berada dalam suatu acara "kumpul2" gitu...). Btw, satu pesan indah dari seorang sahabatku, "sebelum tidur malam, semua anggota keluarga hendaknya saling bermaafan", jangan ada lagi hal yg masih mengganjal hati. Alhamdulillah,kami terbiasa mempraktekkan pesan ini,& memang dahsyat dampaknya,lhoo ;)
5. Sinyal-sinyal cinta dapat disampaikan dalam sentuhan lembut penuh cinta dan kasih sayang. Misalnya melepas suami saat bekerja, suami menyentuh pipi sang istri seraya berkata, "iringi do'a yah sayang... I love you...", sambil sun cipika-cipiki, dan sang istri selalu sungkem suami, serta membalas kata2, "iyah, good luck my dear... i love you too", wadoooh... Subhanallah, jangan absen tiap hari do that yah, pasti sinyal-sinyal cinta makin kuat! (Dan juga pada hubungan intim suami-istri terdapat kebahagiaan lahir dan batin sebagai penambah kekuatan dahsyat sinyal-sinyal cinta jika momentum ini didahului dan dilakukan dengan terampil, dalam suasana yang penuh cinta dan kasih sayang tersebut).
6. Utamakan kebersamaan (makan bareng, rihlah, dll), terutama sholat berjama'ah, ;) . No problem kalau baru bisa melaksanakannya seminggu sekali, besok2 khan bisa ditingkatkan, ;). Jangan lupa, anak-anak meneladani kita sebagai orang tuanya, kebersamaan menumbuhkan cinta kasih yang semakin subur dalam keluarga. Saya dan suami tetap sering suap-suapan lho... ;) Anak-anak jadi ngikut!
7. Jangan bosan saling kirim kabar, saling perhatian, walaupun terhadap hal kecil. Maksudnya, gak usah malu2 donk kalo jam lunch, telpon suami, "ayah udah makan siang? ini bunda lagi nyuapin kak vio, nih, baru aja pulang sekolah. dek syafi'i lagi bobo', sama abang fadhil...dst", biasanya sang suami juga nanya, "bunda udah makan blom sayang? jangan lupa bunda cepat makan siang lho, nanti maghmu kumat, say..." (misalnya doank, bo'! ;) Kalau Ummu Azzam mah Onlene YM-nya supaya bisa slalu menyapa abinya, ;) . Juga bisa dgn cara sms, lho... " wah, mama kangen banget deh sama papah. padahal baru 3 jam lalu kita sarapan bareng, pokoknya salam kangen pah...good luck pah yah! ich liebe dich..." (misal gitu, ;) ). Subhanallah, mesranya... ;)

Bapak-bapak dan ibu-ibu juga dapat memperkuat sinyal-sinyal cinta saat memberikan hadiah kejutan, tidak perlu yang mahal nominalnya, yang penting nilai kasih sayang di dalamnya, misalnya sang bapak mampir beli buah favourite istri saat pulang kerja, atau sang ibu masak makanan kesukaan suami dengan menu spesial, dan tidak lupa menceritakan perkembangan buah hati dengan wajah berseri indah. :)
Btw, beragam peristiwa yang kita jalani selalu penuh hikmah. Sinyal-sinyal cinta dalam rumah tangga akan makin kokoh saat kita berhasil mengambil hikmah akan segala skenario Allah SWT, yah... misalkan waktu itu,, juga saat kangen orang tua, dan berbagai moment lainnya. Yang penting yang nomor satu di hati kita adalah Allah SWT, yakinkan dalam hati bahwa setiap masalah akan membuat kita makin dewasa dan "naik kelas" tentunya, so... mari selalu berusaha keep smile .

Mohon maaf lahir batin yah, apalagi kalau ada yang tersinggung juga tersungging, hehe3... Semoga bermanfaat, mari kita perkuat sinyal-sinyal cinta dalam keluarga untuk selalu menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah, dan buat yang single, smoga Allah SWT segera mendekatkan jodoh anda, tetap semangat dalam berikhtiar yah! :) Buat adik2 yang "nyasar" baca artikel ini, pesan Ummi : "No Narkoba, No drugs, no sex without married" yah!
Buat bapak-bapak & ibu-ibu "manten baru" maupun "manten lama", Semoga selalu langgeng, ;) Barokallahu fiik...
This article is special gift for my parents-kandung (happy anniversary 38th), my parents-mertua (happy anniversary 26th) and my lovely sister yang baru nikah tahun lalu, dan sekarang baru hamil 3 bulan, congrats yah!


***Ya Allah, jadikan cinta kami kepada suami/istri kami sebagai cinta karenaMu, yang menjadi wasilah kami dalam merasakan manisnya iman dan meraih segala ridhaMu. Ya Allah, ampuni kami ketika berlebihan dalam berkata-kata jua bersikap. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami "teman sejati" nan slalu setia dalam menapaki jalanMU dan anak-anak yang tetap mendorong kami untuk istiqamah dalam iman dan perjuangan. Amiin.***

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, :)
(referensi dari berbagai sumber sekaligus my experience :D )

Friday, March 7, 2008

Atasi "high emotion"

Qola Rasulullah SAW, "la taghdhob, la taghdob, walaa taghdhob..." (jangan marah, jangan marah, dan jangan marah, inget khan?)

Ada temen yg nanyain, gimana sih mengendalikan rasa marah, cara praktis gitu, lho, 'coz marah2 memang bikin nyesel abis "pelampiasannya", yg lagi marah2 tuh ngerasain banget kalo energinya terbuang sia2 saat "ngamuk2nya kumat", :-P

Saya tulis pengalaman pribadi aja yah, jangan marah2 kalo gak puas nih yah... ;)
Cara kamu mengendalikan diri saat "high emotion" :
1.Sering tilawah qur'an, beneran deh... kalo kamu sering membaca ayat2Nya, dzikrullah, diresapi artinya, kaji bareng2 teman2, dijamin rasa hati sejuk dan tentram slalu deh ...
2.Saat "on"( mo ngamuk2, gitu...), segera wudhu, wudhu, dan wudhu! (dan usahakan selalu dalam keadaan berwudhu, pasti selalu segerr wajahmu, makin cantik n ganteng, dan kesejukan itu akan merasuk ke hati...), sering2lah wudhu (apalagi kita gak tau kapan saat sakaratul maut itu, semoga aja kita "dijemput" dalam keadaan berwudhu, dan khusnul khotimah, amiiin...). Sifat & sikap mudah Marah2 itu asalnya dari syetan, dan syetan itu asalnya dari api, dan api itu bisa dikalahkan dgn air wudhu, :) (itu nasehat ustadz saya dulu, bo'!)
3.Coba nih ya (serius, dicoba lho...) saat kamu mulai emosian, ambil nafas perlahan2, hembuskan... kemudian, hitunglah dgn perlahan2 (dalam hatimu) selama 6 hitungan, misalnya : 6 sahabat dekatmu (ingat2 coba...), 6 masakan favouritemu, 6 warna kesukaanmu, 6 buku yg ada di desk-mu, dll, pokoknya coba aja ingat 6 ... (ini pasti menurunkan kadar kemarahan/ emosimu, ini ilmu psikologis, say...)
4.Kalo' kamu sedang berpikir2, jgn sering mikirin kesalahan2 org lain, kamu harus banyak introspeksi diri. Coba kamu pikirkan sudut pandang org lain, pasti kamu menganalisa hal yg berbeda pula.
5.Ingatlah, catat dalam otakmu setiap wkt, bahwa "marah2" yg sangat tak terkontrol ujung2nya "jelek bersikap", "bicara kotor", dan semua itu sangat menyakitkan bagi "yg dimarahi", bagaimanakah bila kamu di posisinya? sakitkah? Lidah itu lebih tajam dari pada pisau, biasanya org kayak kamu banyak musuh, musuh2 itu datang akibat sang lidah dan perangai.

Btw, "high emotion" yg kumaksud, bukan cuma marah2 doang, tapi semua rasa "yg amat sangat", misalnya "amaaaat sedih", "amaaaat bingung", "amaaaat resah", dll...
Jangat "amaaat2" gitu donk, say... relaks aja, ;) dan jangan stop untuk meyakinkan diri, bahwa segala yg kita lewati "All The Best" yg merupakan ketetapan Allah SWT sebagai "surat cintaNya" buat kita semua.
Oke, itu dulu yah, makasih banyak mau mampir2 slalu, smoga budaya ngeblog menjadi ajang jalinan silaturrahim kita, :)
Masih ada waktu untuk selalu memperbaiki diri, sobat... kita sama2 belajar...
Good luck n wish u always successfull! ;)

Keep smile and try again, again, and again...


"oh,My God! How very difficult to understand this code HTML?! arrrgh!", crying me, puffed me, and very sad while see my template is broken,owh... :(

Ehem, suddenly my lovely son come, then give me his sweetest smile. "keep smile!", Ohhh, he don't angry with me though he can't play his game 'coz I'm using the laptop, so sweet, ;)
I close my window, then we go to my kitchen. We make two glasses of milk, take some chocolates, and enjoy that moment! ;) Hmmm, I'm forget my headache while change my template, so confused use photoshop 'coz learning without teacher... (do u want to be my teacher, please? ;) wehehehe...), and then I try change template again, again, and again, untill this time, :) my lovely son sitdown in front of this notebook too, give me high spirit, :D, ;)
And now... Thumb Up! You can visit here again, and wish u always be my good friends...
Don't forget "keep smile", ;) ur smiles can change situations, give spirit for others also for urself. Good Luck! ;)

Wednesday, February 20, 2008

Hmmm, lama gak nulis puisi

Dialog Jiwa

Hijau kutatap dari balik jendela
Biru memayungi segala
Penat badan hingga kepala
Segenap tanya merasuk dalam jiwa

Duhai teman di seberang sana
Gundah pernah kita rasa
Jenuh pun rayapi asa
Kian keruh dalam duka

Duhai teman di seberang sana
Saat itu terngiang di telinga
Menembus pori hingga dada
Betapa kita tak mampu berdusta

Dia Sang Pengasih Sang Penyayang
Kasih sayangNya tak terbilang
Setitik resah bukan alasan
NikmatNya tak terhitungkan

Duhai teman di seberang sana
Nafas kita berhembus lega
Kalbu dan raga berpadu mesra
Akankah syukur kita tunda ?

KL, 11.25 am, 20feb2008.

Sunday, February 17, 2008

Aliran Rezki dan Datangnya Musibah : Semuanya Nikmat

"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya." (hadits shahih muslim no. 7500 hal. 1295).
Biasanya kita diajak untuk selalu bersyukur "saat aliran rezki" senantiasa deras dan lancar,dan harus bersabar "saat datangnya musibah yang melanda". Benar, syukur dan sabar adalah konsep hidup terbaik bagi seorang mukmin. Dan kunci yg paling penting, janganlah "dibeda2kan" antara rezki dan musibah itu. Kalau alam pikiran kita me-menej bahwa rezki itu sangaaaat asyik dinikmati, sedangkan musibah sangaaaat pantas ditangisi dan disesali, maka periksa kembali "lubang2" di hati, ;)

Misalkan Hari ini. Saat kita makan malam di resto yg high-class dgn bergairah mencicipi menu serba lezat, trus tiba2 ada telepon bahwa orangtua sakit, besoknya ada kabar jakarta kebanjiran dan rumah kita juga jadi korban, besoknya anak kita demam, malamnya bertengkar dengan pasangan, ke rumah sakit jalanan macet, pagi2 ke kantor telat, belum sempat bayar tagihan2, teman2 kantor lagi pada nyebelin, bos gak ada di tempat padahal butuh konsul yg sgt penting, ada arsip2 yg hilang, :( :( :(
apakah kita pikir semua hal yg gak enak tsb adalah musibah, dan sangat pantas untuk disesali dan ditangisi? yakinlah, kalau itu ada di benak kita, maka perasaan kita "melewatinya" akan amat sakit, dan berat hati. Dan rasa ikhlas akan ketetapanNya sukar diwujudkan. Tata dan tanamkan dalam perenungan kita bahwa setiap yg terjadi hari ini (rezeki yg melimpah dan musibah yg datang) adalah moment2 yg nikmat. Makan malam yg lezat, adalah nikmat. Berita ortu sakit adalah nikmat (coba pikir aja kalau gak ditelepon, eh, kita gak dikasih tau kalo ortu lagi sakit... tau2nya tambah parah, pasti lebih sedih khan? ). Kebanjiran adalah nikmat (pengalaman saya, :D waktu pernah kebanjiran, sedih banget sih kehilangan puluhan buku :( tapi jd rajin nge-pel, dan rumah makin rapi setelah itu, coz makin banyak yg dibetulin...). Anak demam adalah nikmat (kita makin tau khan jadinya gimana merawat buah hati di kala sakit, dan makin berpengalaman tentunya), dan beragam peristiwa lain "gak nyenengin" yg kita namakan "musibah, pasti semua itu nikmat. Kalau ternyata rasa nikmat itu tidak instant hadir setelah peristiwa, berhusnuzon-lah selalu, mungkin efek nikmatnya besok, lusa, bulan depan, tahun depan, 2 tahun lagi, bahkan saat "kehidupan alam akhirat". [-O<
Mari kita selalu berprasangka bik padaNYA, rezeki dan musibah adalah nikmat. Dengan menikmatinya, kita wujudkan keihlasan... :)

Sekilas support dari nurani :
"Jannah diselimuti dengan perkara-perkara yang dibenci sedangkan neraka diselimuti dengan perkara-perkara yang mengundang syahwat." (Hadits Shohih Muslim no. 7130 hal.1288).

Good luck all!

Wednesday, January 16, 2008

Sayangi Anak-anak...


pic: Bangkok, Azzam's birthday party, august'07



Your Children are not your children
They are the sons and daughters of life’s longing for itself
They come through you but not from you…
And though they are with you yet they belong not to you…”

“Anak-anakmu bukanlah milikmu
Mereka adalah milik kehidupan itu sendiri
Mereka datang melaluimu, tapi bukan darimu…
Dan walaupun mereka bersamamu, tapi mereka bukan milikmu…”

(Kahlil Gibran,”The Prophet”)


Jika anak dibesarkan dengan CELAAN, Maka ia belajar Memaki,
Jika anak dibesarkan dengan PERMUSUHAN, Maka ia belajar Berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan CEMOOHAN, Maka ia belajar Rendah Diri
Jika anak dibesarkan dengan HINAAN, Maka ia belajar Menyesali Diri
Jika anak dibesarkan dengan TOLERANSI, Maka ia belajar Menahan Diri
Jika anak dibesarkan dengan DORONGAN, Maka ia belajar Percaya Diri
Jika anak dibesarkan dengan PUJIAN, Maka ia belajar Menghargai
Jika anak dibesarkan dengan SEBAIK-BAIK PERLAKUAN, Maka ia belajar Keadilan
Jika anak dibesarkan dengan RASA AMAN, Maka ia belajar Menaruh Kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan DUKUNGAN, Maka ia belajar Menyenangi Dirinya
Jika anak dibesarkan dengan KASIH SAYANG dan PERSAHABATAN, Maka
Ia Belajar Menemukan Cinta dalam Kehidupan

(Dorothy Law Nolte,”Children Learn What They Live With”)


Anak-anak adalah cerminan kita...
Mereka meniru dan mencontoh orang tuanya...

Anak-anak adalah charger kita...
Mereka mengisi "batere" kosong dalam jiwa kita...

Anak-anak adalah bekal kita...
Anak-anak sholeh yang kelak mendo'akan kelapangan kubur kita...

Anak-anak adalah harapan kita di dunia...
Mereka tabungan kita di akhirat...

Anak-anak bukanlah sosok yang butuh banyak didikan kita...
Namun mereka adalah sosok-sosok yang bahkan mendidik kita...

Anak-anak...
Dulu kita merasakan indahnya masa menjadi anak-anak...
Dan kini, mari kita berusaha agar anak-anak kita mengenang keindahan yang lebih indah dalam nikmatnya masa anak-anak...

:)

(KL, 16.01.2008.20:13)


Buat anak-anak seisi dunia, "I love u all!!!" :) mmmmmmuach ;)

Dalam Perantauan : Pernahkah Kamu Kangen Ayah Bundamu?



Note: Sebelum berangkat lagi ke Bangkok, november 2007 lalu, foto2 dulu tuh, ;)


kangen? pasti pernah dong.... :D
tapi.... kita jauh dari ayah bunda, nih.... gimana yah? :)
Kita sama2 berdo'a yoook buat mereka... Setelah itu, kita telepon or sms-an nih... atau chatting juga boleh... :D... dijamin, makin kangeeeeen :) he3...


Do'a Anak Untuk Orangtuanya

Bismillahirrohmaanirrohiim...
Segala puji bagi Allah yang telah memerintah kami untuk bersyukur dan berbuat baik kepada ibu dan bapak dan berwasiat agar kami menyayangi mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik kami sewaktu kecil.

Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami. Ampuni, rahmati dan ridhoilah mereka.

Ya Allah ampunilah mereka dengan ampunan yang menyeluruh yang dapat menghapus dosa-dosa mereka yang lampau dan perbuatan buruk yang terus menerus mereka lakukan.

Ya Allah berbuat baiklah kepada mereka sebanyak kebaikan mereka kepada kami setelah dilipatgandakan, dan pandanglah mereka dengan pandangan kasih sayang sebagaimana mereka dahulu memandang kami.

Ya Allah berilah mereka hak rububiyah-Mu yang telah mereka sia-siakan karena sibuk mendidik kami.

Ya Allah maafkanlah segala kekurangan mereka dalam mengabdi kepada-Mu karena mengutamakan kami dan maafkanlah mereka atas segala syubhat yang mereka jalani dalam usaha untuk menghidupi kami.

Walhamdulillaahi Rabbil ‘Alamin...

[ Dikutip dari : Do’a “Birrul Walidain” Karya Syeikh Muhammad Abil Hibb Al-Hadharami At-Tarimi ]

Tuesday, January 15, 2008

Kalbu Nan Jernih : Laayukallifullahunafsan illa wus'ahaa...





Tim Pathology Bangkok Hospital menyatakan bahwa janinku normal, dan sehat, kehamilanku sehat, sehingga tidak ada alasan medis yang mengungkap kematiannya. Aku pun dibekali obat2an untuk 2 bulan ke depan sebagai perawatan lanjutan.
Awal desember,akhir tahun 2007 yang getir... Mungkin masih berjuta tanya di sudut jiwa nan tersisa. Aku bertanya padaMu, "Yaaa Robbi... Kenapa ini terjadi padaku??? Ya Allah, aku ini sosok yang patuh padaMu, sosok yang taat pada ajaran rosulMu, sosok yang tunduk pada suami dan orang tua, yang merantau jauh dari tanah air, yang terseok menggapai cita dalam pengabdian padaMU...Kenapa???"
Suara sang kalbu berbisik lembut, "Allah menyayangimu..."
Jiwa bergemuruh, mengingat-ingat ayatNya "Laayukallifullahunafsan illa wus'ahaa..." Duhai bidadari, Allah tidak membebani seseorang hambaNya melainkan sesuai dengan kesanggupannya...
Jiwa bergemuruh, menguntai kenangan hikmah dari para guru, "Jadikan sholat dan sabar sebagai penolongmu,wahai anakku... Sungguh indah prinsip hidup kita, Sabar dan syukur...sabar dan syukur dalam tiap detik menerima ketetapan perjalanan hidup dariNya..."
Jiwa bergemuruh, sepi...
Suara ketukan, kubuka "pintu" itu, seorang tetangga bersilaturrahmi. Ia berucap, "kamu pasti kuat saudariku... ketahuilah, dulu bayiku pun meninggal, ia menderita penyakit kuning...". Tetangga itu tak lama, ia berpamitan.
Suara ketukan lagi, tetangga lain datang. Ia berkisah, dulu pernah "hamil anggur". Ia datang berbela sungkawa,ikut berduka cita.
Suara ketukan lagi, tetangga lain datang. Ia pun pernah mengalami kehilangan bayi dalam rahimnya selagi masih berusia dua bulan.
Suara ketukan lain. Kali ini tetangga ini pun berkisah bahwa telah dua kali kehamilannya terganggu, dan ananda yang dinanti pun "kembali padaNya".
Suara ketukan lagi, dan lagi.
Beriring kisah kudengar. Kisah "para tetanggaku" yang beragam. Satu ibu yang berusia lanjut bahkan pernah empat bayi "meninggalkannya"! Satu ibu muda yang rahimnya harus diangkat karena penyakit yg menderanya! Satu ibu muda yang "ditinggalkan" tiga buah hatinya! Bahkan satu ibu muda yang "ditinggalkan" sang suami sementara buah hatinya masih kecil-kecil, berjumlah empat orang!
Ketukan-ketukan itu penyiram kalbu. Ketukan penuh hikmah penentram hati. Sungguh sang jiwa makin bertasbih indah, Subhanallah...
"Kamu tiada lupa, kan? Bahwa Allah masih melimpahkan segala karunia buatmu. Kamu masih bernafas dengan normal, kondisi tubuhmu baik, kamu harus bersyukur karena "diamond itu" pernah tinggal di rahimmu selama 4 bulan. Allah Sang Pemiliknya. Allah berhak memintanya kembali... kamu tiada lupa itu, khan? ", aku membisu.
"Allah cuma meminta "diamond"-mu, sedangkan kamu masih dilimpahkan kebahagiaan bersama Sang Belahan Jiwa, dan Mutiara Kasih... Kamu tiada lupa, kan? ", aku masih membisu.
"Kamu tiada lupa,kan? Ternyata para tetangga itu pernah mengalami kejadian serupa, bahkan lebih menyedihkan dari kejadian pahit yang kamu alami. Kamu tiada lupa, kan?", aku tetap membisu.
"dan pasti kamu tiada lupa bahwa Allah selalu menguji keimanan hambaNya. Allah menyayangi setiap hambaNya dan mengirimkan "surat cintaNya" untuk hamba-hamba pilihanNya... Ini masih belum seberapa dibandingkan perjuangan Rosulullah SAW dan para sahabat-sahabiyah...Ini masih belum seberapa dibanding mujahid-mujahid di Palestina, Astaghfirrullahal'adziim...", kebisuan berganti seulas senyum. "Laayukallifullahunafsan illa wus'ahaa..." Maka bersiap2lah menghadapi esok yang mungkin lebih pahit dari hari ini. Sebab orang beriman dan sabar akan keimanannya, hari yang manis baginya adalah di akhirat kelak...

Nurani Berkisah : Allah Mengambil Diamond-Nya Dariku




Pagi cerah musim dingin di Bangkok. Burung-burung dara seperti biasa beterbangan di sekitar jendela condominium kami. Kesibukan yang luar biasa, pagi tanggal 7 desember 2007, hari jum’at saat itu. Aku menyiapkan sarapan seraya membereskan pernak-pernik mainan Azzam. Maklumlah, rencana kepindahan kami ke Kuala Lumpur telah sangat matang. Semua barang 80% telah dipacking. Hari jum’at ini, aku dan suami akan berkunjung ke sekolah Azzam untuk berbincang seputar kemajuan hasil belajarnya, sekaligus “bagi-bagi kue” sebagai farewell Azzam. Rencananya, usai dari sekolah, suamiku langsung ke kantor untuk berbarengan berangkat sholat jum’at dengan teman-temannya seperti biasa. Dan rencana esok sabtunya, kami ingin jalan-jalan ke cjatthucak weekend- market, selanjutnya di hari minggu pagi berangkat bareng-bareng ke Kuala Lumpur, dan “say good bye Bangkok…”… :)
Aku tak menyangka… Mentalku kembali diujiNya. Hadits shohih yang paling sering kudengung-dengungkan “Cobaan akan senantiasa menimpa orang-orang beriman, harta, dan keluarganya, sehingga ia menghadap Allah dalam keadaan tiada dosa”, ternyata hadits itu “menamparku” dengan indah di hari itu. Tahukah kamu teman? Setelah pulang dari sekolah Azzam, ternyata rencana-rencana kami harus berubah total? Maha Suci Allah…
Pikiran dan hatiku nan mulai tenang mencoba mengasah ingatan. Dahulu, lima tahun-an lalu, saat aku dan suami yang “merasa tegar dan sanggup” menikah di usia sangat muda, banyak menghadapi rintangan dan tekanan dari orang-orang yang harus tetap kami hormati. Seiring waktu, Untaian cinta kasih kami terajut dalam menghadapi beragam masalah rumah tangga baru. Sejak saat itu, suamiku kusebut “Belahan Jiwaku”. Kami adalah satu jiwa yang utuh, jika tiada diriku disampingnya atau sebaliknya, maka individu yang ada hanya berisi separuh jiwa. Subhanallah! Dan di saat Ananda Azzam lahir 28 agustus 2003 lalu, kami pun dalam rutinitas permasalahan kompleks sebagai orang tua muda, sebagai mahasiswa-mahasiswi, teman-teman pasti bisa menebak-nebak segala kondisi sulit yang terjadi saat itu. Dan Subhanallah, kami mampu melewatinya… Azzam kami belai-belai sayang, dan kami sebut MUTIARA KASIH kami. Segala urusan kami makin lancar saat Azzam lahir. Bahkan karir suamiku sangat cepat terbang, Barokah Allah sangat kami rasakan.
Tahun selanjutnya dari Bandung pindah ke Jakarta, training ke Jerman, lalu bisa membeli rumah sendiri dari hasil jerih payah di usia belia, dan dari Jakarta merantau ke Bangkok, Thailand. :) Tak terasa Azzam sudah 4 tahun, sehingga kami memutuskan “bersiap-siap” kembali menyambut adik. Setelah suamiku bertugas project ke Johannessburg, Repoublic SouthAfrica, “hawa” sejuk ingin menambah momongan sangat terasa dalam rumah tangga kami. Di awal minggu September 2007, aku dan suami sangat gembira saat “sang Adik Azzam” telah positif dalam rahimku.
Tahukah kau teman? Azzam selalu berteriak memanggil-manggil “nabila…. Nabila…”, ia telah menamai adiknya… (he3he3…). Aku pun “menikmati” masa mual-mual, muntah-muntah, dan malas makan, yang dulu waktu kehamilan pertama tidak kurasakan. Aku berusaha “enjoy aja” dengan kondisi yang kurang fit ini, meskipun sulit. :) Di bulan ketiga kehamilan, kami sekeluarga menyebut Nabila sebagai PERMATA HATI, yang kupanggil “Diamondku….”. Subhanallah… Aku dan Diamondku punya tempat favourite kalau sedang makan. Aku ingin makan dan ngemil di samping jendela kamar condo kami seraya menatap burung-burung dara itu.
Ah…. Indahnya…
Peningkatan tekhnologi terbaru membuat suamiku memutuskan untuk menerima tawaran ke Kuala Lumpur(KL), Malaysia. Rencana yang telah kami susun, kami analisa, kami “matangkan”…
Awal November 2007, Kakak kami menikah. Kami “pulang-pergi” Jakarta-Bangkok via KL, dan aku bahkan harus mengurusi administrasi kuliah sehingga harus “pulang-pergi” Jakarta-Palembang… Sejauh ini “Diamondku” sehat2 saja, begitulah kata dokterku di Bangkok.
Awal Desember 2007, kami sudah siap2 “move to KL” niih… Pokoknya sudah “tinggal ciawww” githu deh… Kubayangkan di tahun depan, aku punya dua jagoan : Sang Mutiara Kasih dan Sang Permata Hati… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh, indah banget…. :)
Namun tiba2… hari itu 7 desember 2007, sepulang dari acara “farewell” Azzam di skul-nya, aku mengalami pendarahan hebat…. Ya Allah… :..(
Padahal dalam pikirku, “tidak lebih dari 30 jam lagi” kami meninggalkan Bangkok…
Ya Allah… sore 7 desember itu amat menyeramkan bagiku. Saat sang dokter mengatakan “ Sorry, I think she’s not life…” aku, azzam n abinya terdiam membisu, sementara hati bergemuruh ingin berteriak, hati bergemuruh ingin memberontak, berharap semua itu mimpi dan bila terbangun segalanya berjalan lancar sebagaimana perencanaan yang telah dirancang… Sungguh hari itu amat pahit. Aku tak mungkin berangkat dalam keadaan pendarahan, sehingga saat itu juga “operasi kuret” harus dijalankan… Usai menghubungi keluarga dan minta support “para senior” (alias mbak2 yg baek di Bangkok,:)), Aku berwudhu saat maghrib tiba, lalu mengikuti seorang perawat yang menggandeng tanganku ke ruang “operasi”… Hiiiiiii….. “dulu pernah sih operasi amandel, masih kecil, 6 taon lah… tapi kayaknya gak se”deg-deg-an” saat ini…”, begitulah pikiran yg berkecamuk di hatiku...
Tiga jam aku tak sadar… bius total.
Dan Diamondku telah kembali padaNYA…
Allah….. Ampuni hamba, yaaa Robb…
Allah….. Aku tau, hari ini pahit. Sungguh pahit…
Tapi Yaa Robb, aku selalu ingat “didikanMu” bahwa Pahit yg kurasa adalah obat dariMu. Hentakan indah dalam skenarioMu. Goncangan berharga dalam ayunan dan buaianMu… Allah… Allah… Allah… Subhanallah… Walhamdulillah Walaailaahaillallahu AllahuAkbar… Allah…
Tak terpikir, kami harus me-retime jadwal penerbangan, kami harus mengurus pemakaman sang Permata Hati, kami harus berangkat terpisah-pisah, kami harus mengubah berbagai schedul, kami harus merepotkan saudara/i di Bangkok, etc... Subhanallah...MasyaAllah...
“Semua Hamba dapat merencanakan segala urusan dalam hidup, dengan sematang2nya… Dan Hanya Sang Robb Sang Maha Pemberi Ketetapan yang menguasai setiap detik usiaYang Maha Mengetahui segala yang terbaik 'ntuk hambaNya". Terima Kasih Ya Allah…

Wednesday, October 3, 2007

Azzam : "I love my friends..."






Hobi baru azzam apa coba ? ^-^ hayyyyo? :) ternyata, Azzam hobi Sekolah + Go to Embassy, ^-^ truss, pas ditanya, knapa... because I love my friends, itu katanya... :)

Eleuh2, jadi terharu... :'( kangen juga sama temen2 zaman kanak2 dulu, :D
Semoga smua temenku sukses dunia - akhirat, amiin :)
Wassalam wrwb...