Photobucket
Showing posts with label ananda. Show all posts
Showing posts with label ananda. Show all posts

Sunday, November 10, 2013

Kenampakan Alam SumSel


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)

Secuil sharing tentang sebuah tanya di sudut hati, "Apakah efeknya jika kita mempelajari kenampakan alam wilayah Indonesia?"

Bang Azzam (yang saat ini baru saja mengerjakan PR IPS, bab Sumber daya Alam ;-)) menjawab, "Mau kesana, kapan yah mi?"

:-) hehehe, begitulah kita, seumur hidup pun, tak akan cukup masa untuk menapaki satu demi satu berbagai kenampakan alam di tanah air kita, Indonesia nan luas. Danau, sungai, lembah, bendungan, gunung, pantai, pulau-pulau kecil jumlahnya sangat banyak. Ibu gurunya mengingatkan saja, supaya 'setidaknya' murid-murid mengetahui lokasi kenampakan alam tersebut. Jadi murid-murid (yang notabene berada di tanah rantau, daratan Eropa bersama orang tuanya) diberikan tugas untuk mencatat apa-apa saja kenampakan alam di provinsi asal mereka.




Maka Abang Azzam pun menuliskan "Kenampakan Alam Sumatera Selatan (SumSel)" karena kota Palembang (ibu kota SumSel) adalah kota kelahirannya, (^-^). 






#Alhamdulillah di bab tentang "Sumber Daya Alam Indonesia" tersebut, anakku menjadi tahu bahwa bumi pertiwi amat luas. Ia jadi mengerti tentang alasan sahabat-sahabat di luar negeri (yang biasanya) sering berkata, "Wow, you came from Indonesia?! That's very beautiful country! Sebenarnya pelajaran IPS kurang disukainya, sebab banyak hafalan, euy... *tepok jidat* kayak emaknya dulu, paling malas kalau membaca hafalan-hafalan nama-nama tarian daerah, dll, hehehehe. Cuma, tergantung suasana juga, kadang-kadang jadi rajin baca-baca, yang kemudian melekat pula dihafalkan oleh otak :-P, apalagi kalau mengenai bab-bab yang membuat bang Azzam tertarik, semisal tentang bendera-bendera negara lain (tapi ini yang IPS-versi sekolah Poland , yang kurikulumnya juga Cambridge-UK).

Btw, Bang Azzam memang masih melanjutkan Sekolah Indonesia-Nederland (jadi dia Online tengah malam di KL, waktu Eropa sore) karena dia mau masuk Sekolah Indonesia-KL (yang masih 'full-seat'), Bang Azzam tidak mau 'join ke sekolah Internasional yang beberapa telah kami kunjungi'. Si abang sholih ini sudah punya beberapa alasan dan pertimbangan ketika berdiskusi *serius-santai* dengan ummi-abinya, :-D.

Kembali tentang kenampakan alam, khususnya di Sumatera Selatan, Saya simpan di blog ini sebagai arsip---sekaligus mengenang tulisan abang di kelas 4 SD ini, hihihi... 





Tambahan yang tidak disebutkan : ada Gunung dempo dan Bukit Jempol di Sumatera Selatan.

<3 "Selamat Hari Pahlawan buat semua pahlawan tak dikenal yang gugur dalam perjuangan sejati, barokalloh!"


Barokallohu fiikum! Salam Ukhuwah yah! 
Wassalamu'alaykum Warohmatullohi Wabarokatuh...
 t: @bidadari_azzam

Monday, June 24, 2013

Ide Kreatif #TrioKids di Cuaca Panas



Assalamu'alaykum watohmatullohi wabarokatuh... :-) Hampir tak ada waktu buat meng-update blog saat ini, saya sekeluarga sedang mempersiapkan keberangkatan umroh di penghujung sya'ban. Keinginan untuk membeli beberapa keperluan dan persiapan umroh terhambat oleh transport dan cuaca terik, subhanalloh... siang di Kuwait-summer begini, bisa mencapai 56 sampai 60 derajat celcius, euy...

Alhamdulillah setelah perlahan menyelesaikan 'benang-kusut' satu-persatu (iqomah, Umroh-tickets, visa...hmmm packingan, dsb), sekarang kira-kira tinggal meriksa 'perbekalan cemilan' buat di jalan dan kudu mencuci sandal-sandal yang mau di bawa, hmmm...yup, mohon tetap dido'ain yah, semoga segalanya lancar. Makanya beberapa hari ini sampai ramadhan nanti, kemungkinan saya online-an jarang...


Siang garang di Kuwait

Pinggir pantai dan jalanan sekitar Salmiya, Kuwait ~berkabut debu pasir

Anak-anakku alias tiga jagoan super aktif tampak sangat bosan 'pas gak keluar- na spacer'. Pernah bergantian si kecil ikut saya belanja, membeli buah semangka, mangga, biskuit, atau keperluan lainnya. Tiga puluh menit keluar saja, saya capeknya luar biasa, berhadapan dengan debu pasir dan tamparan garang matahari, apalagi sport-jantung saat menyeberang jalan karena disini TIDAK DISEDIAKAN trotoar, :-) astaghfirrulloh... Namun ternyata jagoan kecilku tidak lelah. Tidak puas jalan keluar cuma sebentar seperti itu, jadi mereka harus melakukan "pengeluaran energi" di dalam rumah, ya sudahlah, yang penting happy, :-D hehehe. Kegiatan anak-anak selain origami dan mencoret-coret kertas, antara lain : membantuku beres-beres rumah (meliputi kegiatan lipat selimut, rapi-rapi ruang tidur, dan si sulung udah bisa pegang vacum-cleaner...), menyusuni sandal dan sepatu (yang doyan diberantakin oleh si bungsu Azizi), membantu menyiapkan makanan dan berjemuran baju, sesekali di sore hari 'PDKT' dengan teman-teman baru di appartemen ini. ^-^ ❤

Dengan seabreg kegiatan itu, ternyata belum juga lelah, anak-anak 'mantengin' komputer, memutar film-film kartun lama, termasuk beberapa video waktu mereka bayi. Bang Azzam sesekali main game, kalau sudah 'setoran hafalan' qur'annya. Sedetik pun tidak ada 'duduk diam' yang kayak boneka, hihihihi, tiga jagoanku ini sibuk banget, lebih dari kesibukan ortu mereka. Dan ketiganya lebih jago 'ngotak-ngatik' ipad/ tablet dibandingkan emaknya... >_<

Hari itu, saya meminjam komputer abang sebentar, mau melihat beberapa file foto, tiga jagoanku tentu harus mengalah (ini kan komputer buat muter film mereka, main game, nonton video, dll...)dan sepertinya seri Timmy-Time di ipad-(yg udah babak belur itu) mulai membosankan, mereka jadi main silat-silatan di ruang tamu... "Ooooh, kayak lagi syuting film-film pendekar deh di sini..." ujarku, bang Azzam terbahak. :-P

Kain-kain dan selimut tipis biasanya dipergunakan sebagai 'mantel superman' untuk membuat penampilan 'pendekar-pendekar-an' jadi lebih "wah" (Gak tega deh motret kehebohan 'parah' mereka, hehehe, ntar #TrioKids tambah banyak fans pula! hihihihi...)

Kata Sayyif, "Rumahku, tempat mainku!"

Gaya Zuhud



Kalau sudah makan siang dan sholat, jeda jilat-jilat ice-cream, trus mompa bak mandi imutnya (Dapat appartemen di Kuwait, yang tanpa bath-tub, :-D jadi nampak kangen tuh sama bak gede :-p), hmmm kalau panas begini, kayaknya lebih kangen lagi sama kolam renang yah.... ^-^

Segar!

Beberapa bantal dan kasur tipis, dibangun menjadi tenda-tenda, diotak-atik seharian sampai #TrioKids puas....



Duh, cantik tenda-tendanya...

Subhanalloh, asyiknya menjadi anak-anak... (buktinya kita pasti kangen masa kanak-kanak...:-P)

Satu terlelap, yang lain ikutan...:-D

Barokalloh! Yoook tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...

Salam Ukhuwah dari kami sekeluarga, teman-teman! ^^

twitter : @bidadari_azzam ^-^

Wednesday, May 29, 2013

Receh For Books 20013 (projek bang Azzam)




Assalamu'alaykumwrwb.... Tahmid wa sholawat,

Usai membaca salah satu postingan blog di Warung_Blogger, Saya tertarik untuk membantu bang Azzam 'join' projek baru ini : Spesial Receh buat beli buku di akhir tahun. :-) Hostnya di blog ini...

Recehan yang dikumpulkan pada kencleng-kencleng alias cara klasik menabung adalah hal biasa dalam keluarga kami. Saya dan suami menikah ketika masa kuliah, kencleng receh merupakan pos-pos tabungan yang amat bermanfaat buat kami, cara menabung yang menyenangkan. Kalau sudah membeli buku dan keperluan kuliah lainnya, sisa recehan yang 'pos kencleng sudah dijebol' biasanya kami gunakan buat ongkos angkot atau sekedar jajan sup buah dan cimol, hehehe... *memori indah* dan pos kencleng kami tidak pernah kosong, ^_* selalu ada banyak receh buat "siap siaga" kalau ada keperluan mendadak. Alhamdulillah...

Begitu pun bang Azzam, ketika mengenal receh, saat itulah ia mengenal cara menabung ortunya. Maka, Azzam pun memiliki kencleng receh sendiri selama beberapa tahun ini. :-) Azzam biasanya membeli mainan yang diinginkannya, makanan favoritnya serta beberapa souvenir buat nenek kakek dan para sepupunya dengan hasil tabungan sendiri (uang jajan yang dimilikinya selalu punya jatah untuk dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kencleng recehnya... ^_^)

Jadi, saya ajak ikutan projek ini saja sebagai tugas #homeschoolingnya pula, sebab dalam satu tahun ini, bang Azzam berada di tiga negara berbeda, saya harap dia bisa memilih buku-buku istimewa ketika menikmati masa liburan akhir tahun nanti, serta dapat menceritakan pengalaman berharga ketika mengumpulkan receh for books-nya, saat memilih buku yang diinginkannya, sekaligus pada saat menikmati baca buku dengan hasil projek inspiratif ini, dan melupakan kesedihan serta ketegangan suasana ketika pindah lokasi bersama ummi&abinya, aamiin.

Oke...



Mengenai kelanjutan challenge ini, akan aku bikin lagi buat tahun ini dengan peraturan yang sama dengan tahun lalu :

1. Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember

2. Jangan dihitung sampai akhir tahun 2013

3. Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain

4. Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky J

5. Pasang banner Receh for book(s)



Kalau ada pertanyaan, silahkan 'lari' ke blog-hostnya... Buat yang tahun lalu ikutan challenge ini, ditunggu warp-up post-nya!

Happy Reading (^_^)


Salam Ukhuwah... :-)

Barokalloh! ^-^

Thursday, March 7, 2013

Naik Becak ke Pasar Tradisional



Becak : a tricycle (usually propelled by pedalling); used in the Orient for transporting passengers for hired

Assalamu'alaykum...

Bang Azzam itu semasa kecil di usia bawah satu tahun, "langganannya angkot" di Bandung :-D. Ketika pindah ke Jakarta dan Bangkok, "langganan taxy" dan bajaj (di Bangkok juga ada Tuk tuk yg kayak Bajaj) ^

Kemudian, pada saat pindah ke Kuala Lumpur, dua tahun ia menikmati SUV kesayangannya~ naik turun si Bigge ketika pergi& pulang sekolah...

Sedangkan selama 3 tahun lebih berada di Poland, Azzam sudah sangat tertib dan memahami rute-rute tramwajem & autobus Kota Krakow , subhanalloh!

Maka, setiap kita pulang kampung, inilah kendaraan favorit bang Azzam (dan sekarang Sayyif+ Zuhud juga ikutan) : Becak! "Becak tuh ngangenin...hehehehe..." sepertinya demikian faktanya.

Sampai ada lagunya kan "Becak... becak... tolong bawa saya.... dst..." [sing mode ON] hehehehe....

Biasanya ketiga bocah ganteng &sholeh ini keliling kompleks naik becak sehabis mandi pagi, ^^ atau ketika menemani Ombay & Ummi ke pasar...

Yuk Aisyah menginap beberapa hari, jadi bareng ke pasar :-D

Mereka menanti tante Tha yang sedang belanja di sebuah kedai



Pasar tradisional masih sama 'cirinya' seperti saat saya masih kecil (yang selalu menemani Emak ke pasar,;-)) : Becek jika usai hujan, banyak pilihan daging dan ikan segar (saking segarnya, yah ikannya melompat-lompat di baskom-baskom :-D), para pedagang heboh menjajakan produknya (Teriakan nyaring dimana-mana, misalnya, "Dipilih....dipilih.... lima belas ribuan, pilih....pilih, sayang anak....sayang anak...." hehehehe....^^), situasinya sangat padat (bisa empil-empilan di beberapa jalan setapak, pejalan kaki bisa "macet" juga :-D), serta kudu bawa uang 'cash' (tidak ada 'gesekan' ATM-hihihihi :-P)....

Belanja secuil, yang penting keliling naik becaknya...:-P

Subhanalloh, menatap raut muka bahagia anak-anak yang girang dan berceloteh gembira adalah anugerah terindah buatku. :-) Usai kegiatan 'yang melelahkan' ini, biasanya mereka mandi lagi, kemudian makan camilan serta minum susu, selanjutnya pulas tertidur, ^^ Walhamdulillah!

*Terbayang wajah sembilan sohib terdekat di skul-Poland Bang Azzam* yang pastinya terkangen-kangen sama si oriental ini, "Waaah, asyik banget yah Azzam di Indonesia! Ada kendaraan apaan tuh, rodanya tiga?! Cool! Mau donk ikuuut ke Indonesia...." CS-CSnya ini ngomong begitu :-P

Yah namanya juga kita wajib bersyukur setiap waktu, bang Azzam senang menikmati panasnya mentari di tanah air~ sama ketika mensyukuri diri saat berselimut putih salju di Krakow, ^^ disini senang+disana senang [sing mode ON again]

Walhamdulillah, nanti sambung lagi yah.... ^^Salam Ukhuwah dari Krakow Indonesia, ^-^

(twitter : @bidadari_azzam)

:-) Wassalamu'alaykumwrwb.



Tuesday, January 15, 2008

Nurani Berkisah : Allah Mengambil Diamond-Nya Dariku




Pagi cerah musim dingin di Bangkok. Burung-burung dara seperti biasa beterbangan di sekitar jendela condominium kami. Kesibukan yang luar biasa, pagi tanggal 7 desember 2007, hari jum’at saat itu. Aku menyiapkan sarapan seraya membereskan pernak-pernik mainan Azzam. Maklumlah, rencana kepindahan kami ke Kuala Lumpur telah sangat matang. Semua barang 80% telah dipacking. Hari jum’at ini, aku dan suami akan berkunjung ke sekolah Azzam untuk berbincang seputar kemajuan hasil belajarnya, sekaligus “bagi-bagi kue” sebagai farewell Azzam. Rencananya, usai dari sekolah, suamiku langsung ke kantor untuk berbarengan berangkat sholat jum’at dengan teman-temannya seperti biasa. Dan rencana esok sabtunya, kami ingin jalan-jalan ke cjatthucak weekend- market, selanjutnya di hari minggu pagi berangkat bareng-bareng ke Kuala Lumpur, dan “say good bye Bangkok…”… :)
Aku tak menyangka… Mentalku kembali diujiNya. Hadits shohih yang paling sering kudengung-dengungkan “Cobaan akan senantiasa menimpa orang-orang beriman, harta, dan keluarganya, sehingga ia menghadap Allah dalam keadaan tiada dosa”, ternyata hadits itu “menamparku” dengan indah di hari itu. Tahukah kamu teman? Setelah pulang dari sekolah Azzam, ternyata rencana-rencana kami harus berubah total? Maha Suci Allah…
Pikiran dan hatiku nan mulai tenang mencoba mengasah ingatan. Dahulu, lima tahun-an lalu, saat aku dan suami yang “merasa tegar dan sanggup” menikah di usia sangat muda, banyak menghadapi rintangan dan tekanan dari orang-orang yang harus tetap kami hormati. Seiring waktu, Untaian cinta kasih kami terajut dalam menghadapi beragam masalah rumah tangga baru. Sejak saat itu, suamiku kusebut “Belahan Jiwaku”. Kami adalah satu jiwa yang utuh, jika tiada diriku disampingnya atau sebaliknya, maka individu yang ada hanya berisi separuh jiwa. Subhanallah! Dan di saat Ananda Azzam lahir 28 agustus 2003 lalu, kami pun dalam rutinitas permasalahan kompleks sebagai orang tua muda, sebagai mahasiswa-mahasiswi, teman-teman pasti bisa menebak-nebak segala kondisi sulit yang terjadi saat itu. Dan Subhanallah, kami mampu melewatinya… Azzam kami belai-belai sayang, dan kami sebut MUTIARA KASIH kami. Segala urusan kami makin lancar saat Azzam lahir. Bahkan karir suamiku sangat cepat terbang, Barokah Allah sangat kami rasakan.
Tahun selanjutnya dari Bandung pindah ke Jakarta, training ke Jerman, lalu bisa membeli rumah sendiri dari hasil jerih payah di usia belia, dan dari Jakarta merantau ke Bangkok, Thailand. :) Tak terasa Azzam sudah 4 tahun, sehingga kami memutuskan “bersiap-siap” kembali menyambut adik. Setelah suamiku bertugas project ke Johannessburg, Repoublic SouthAfrica, “hawa” sejuk ingin menambah momongan sangat terasa dalam rumah tangga kami. Di awal minggu September 2007, aku dan suami sangat gembira saat “sang Adik Azzam” telah positif dalam rahimku.
Tahukah kau teman? Azzam selalu berteriak memanggil-manggil “nabila…. Nabila…”, ia telah menamai adiknya… (he3he3…). Aku pun “menikmati” masa mual-mual, muntah-muntah, dan malas makan, yang dulu waktu kehamilan pertama tidak kurasakan. Aku berusaha “enjoy aja” dengan kondisi yang kurang fit ini, meskipun sulit. :) Di bulan ketiga kehamilan, kami sekeluarga menyebut Nabila sebagai PERMATA HATI, yang kupanggil “Diamondku….”. Subhanallah… Aku dan Diamondku punya tempat favourite kalau sedang makan. Aku ingin makan dan ngemil di samping jendela kamar condo kami seraya menatap burung-burung dara itu.
Ah…. Indahnya…
Peningkatan tekhnologi terbaru membuat suamiku memutuskan untuk menerima tawaran ke Kuala Lumpur(KL), Malaysia. Rencana yang telah kami susun, kami analisa, kami “matangkan”…
Awal November 2007, Kakak kami menikah. Kami “pulang-pergi” Jakarta-Bangkok via KL, dan aku bahkan harus mengurusi administrasi kuliah sehingga harus “pulang-pergi” Jakarta-Palembang… Sejauh ini “Diamondku” sehat2 saja, begitulah kata dokterku di Bangkok.
Awal Desember 2007, kami sudah siap2 “move to KL” niih… Pokoknya sudah “tinggal ciawww” githu deh… Kubayangkan di tahun depan, aku punya dua jagoan : Sang Mutiara Kasih dan Sang Permata Hati… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh, indah banget…. :)
Namun tiba2… hari itu 7 desember 2007, sepulang dari acara “farewell” Azzam di skul-nya, aku mengalami pendarahan hebat…. Ya Allah… :..(
Padahal dalam pikirku, “tidak lebih dari 30 jam lagi” kami meninggalkan Bangkok…
Ya Allah… sore 7 desember itu amat menyeramkan bagiku. Saat sang dokter mengatakan “ Sorry, I think she’s not life…” aku, azzam n abinya terdiam membisu, sementara hati bergemuruh ingin berteriak, hati bergemuruh ingin memberontak, berharap semua itu mimpi dan bila terbangun segalanya berjalan lancar sebagaimana perencanaan yang telah dirancang… Sungguh hari itu amat pahit. Aku tak mungkin berangkat dalam keadaan pendarahan, sehingga saat itu juga “operasi kuret” harus dijalankan… Usai menghubungi keluarga dan minta support “para senior” (alias mbak2 yg baek di Bangkok,:)), Aku berwudhu saat maghrib tiba, lalu mengikuti seorang perawat yang menggandeng tanganku ke ruang “operasi”… Hiiiiiii….. “dulu pernah sih operasi amandel, masih kecil, 6 taon lah… tapi kayaknya gak se”deg-deg-an” saat ini…”, begitulah pikiran yg berkecamuk di hatiku...
Tiga jam aku tak sadar… bius total.
Dan Diamondku telah kembali padaNYA…
Allah….. Ampuni hamba, yaaa Robb…
Allah….. Aku tau, hari ini pahit. Sungguh pahit…
Tapi Yaa Robb, aku selalu ingat “didikanMu” bahwa Pahit yg kurasa adalah obat dariMu. Hentakan indah dalam skenarioMu. Goncangan berharga dalam ayunan dan buaianMu… Allah… Allah… Allah… Subhanallah… Walhamdulillah Walaailaahaillallahu AllahuAkbar… Allah…
Tak terpikir, kami harus me-retime jadwal penerbangan, kami harus mengurus pemakaman sang Permata Hati, kami harus berangkat terpisah-pisah, kami harus mengubah berbagai schedul, kami harus merepotkan saudara/i di Bangkok, etc... Subhanallah...MasyaAllah...
“Semua Hamba dapat merencanakan segala urusan dalam hidup, dengan sematang2nya… Dan Hanya Sang Robb Sang Maha Pemberi Ketetapan yang menguasai setiap detik usiaYang Maha Mengetahui segala yang terbaik 'ntuk hambaNya". Terima Kasih Ya Allah…