Wednesday, November 29, 2017
Alhamdulillah Atas Nikmat Sehat Ini
Saturday, August 3, 2013
Segala Kesulitan Berbuah Anugerah
Bismillah walhamdulillah... (from Islam Pos)
Suatu hari dalam kesempatan ‘Tour Eiffel’ ada secuil sikap seorang nenek yang menggelitik nurani. Ketika melewati beberapa lokasi tour di kota Paris, sang nenek yang paling sering berjalan jauh dari grup kami. Ternyata tak hanya mencari lokasi belanja souvenirs di emperan yang jauh dari jalan besar (toko-toko di jalan besar, biasanya menjual barang-barang dengan harga yang lebih tinggi), ia juga mencari tempat-tempat unik untuk mendokumentasikan perjalanan itu.
Pada hari ketiga tatkala kami sudah lelah karena banyak jalan kaki di area-area tour, sang nenek tampak tetap gagah menggandeng cucu dan anak perempuannya. Meski dari tempat parkir bus ke depan gerbang Menara Eiffel sudah lumayan jauh jaraknya, masih juga ia terus mondar-mandir ke segala penjuru area, termasuk tepian Sungai Seine yang berdampingan dengan menara besi tersebut.
Lokasi-lokasi tempat si nenek berpose-pose lumayan sulit dijangkau, apalagi buat seorang ibu yang menggendong bayi sepanjang jalan serta membawa dua kanak-kanak lain sepertiku. Bagi teman lain digrup tour itu pun demikian, betapa capeknya kalau kaki terus berjalan jauh di tengah musim panas, hanya untuk mengambil beberapa foto saja. Kebanyakan anggota grup lainnya ‘menempeli’ pemandu wisata sejak awal antrian naik ke menara, berbincang ringan hingga menanti giliran menikmati armada kapal di Sungai Seine.
Sang nenek yang amat lincah memberikan alasan, “Bukan cuma foto unik, tapi semakin sulit lokasi yang dicari, makin bagus juga pemandangan yang dilihat…” ujarnya. Matanya haus akan pemandangan indah yang dapat dilihat lebih luas dan berbeda dari para turis lainnya. Memikirkan kalimatnya, ternyata benar juga. Apalagi kami sekeluarga ingin sekali berfoto berlima dengan batik Indonesia saat itu, namun mencari lokasi yang pas di area depan menara besi itu memang agak sulit kalau pengunjung sangat padat.
Analogi si nenek adalah hal sederhana, namun berefek besar bagi yang merenungkannya. Berbekal kalimat motivasi si nenek, “Langkah kaki capek tak akan sia-sia ketika melihat pemandangan yang lebih indah di lokasi yang memang lebih jauh…” maka kami melangkah lebih jauh pula dari grup-grup tour untuk beberapa saat. Kami jalan ke arah lain, lokasi yang agak jauh dari keramaian yang ada, dan justru di tempat itu pemandangan sekitar memang amat bagus, jauh lebih indah dari pada pemandangan di dekat menara besi tersebut. Subhanalloh, lega hati tatkala merapikan tripod dan duduk di bebatuan, tidak berdesak-desakan dengan pelancong lainnya. Capek kaki, pegal, tapi sungguh gembira.
Saya pun mengenang masa pramuka zaman masih bersekolah dulu, ada kalanya harus mendaki bukit di area kemah, sampai berkeringat deras, kehausan dan hampir menitikkan air mata. Namun ternyata ketika tiba di tempat tujuan di balik bukit itu, yang hadir justru rasa syukur karena amat berbahagia. Pertama, bersuka cita karena sudah melewati aral melintang. Kedua, bergembira karena melihat betapa indahnya tempat yang dituju, tidak menyesal sudah berletih-letih dan melalui ragam kesulitan saat pendakian bukit.
Ternyata kita selalu begitu, ingin melihat ‘tempat terindahNya di jannah’ kelak, maka di muka bumi ini kita senantiasa menemui cabaran. Semakin berusaha menuju kebaikan, kian terjal pula jalan yang didaki. Terluka, deras keringat dan air mata menjadi hiasan. Ikhlas adalah sebuah keharusan, proses kita menuju kesana, jalan hidup ‘sulit~bagi banyak orang’, namun pilihan terbaik bagi orang beriman. Insya Allah…
Dengan susah, kita mengerti artinya senang. Dengan kesulitan, kita menemui adanya kemudahan. Dengan sakit, kita jadi paham betapa berartinya sehat. Dengan semua proses itu, kita menjadi lebih bersyukur, yakin berada di jalan selamat. Segala kesulitan memang berbuah anugerah, inilah hadiah dari Allah ta’ala buat hamba yang dicintaiNya. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.”
Tidak ada pilihan bagi kita selain mempelajari segala hikmahNya di setiap kejadian yang dilalui, bekal dari Allah SWT sudah sempurna ; raga yang sehat, hati jernih, akal pikiran yang tajam, serta jiwa yang optimis dalam keimanan padaNya. Mari bersemangat menikmati segala anugerah ini, barokalloh!
(@bidadari_azzam, Salmiya-Kuwait, 13 Ramadhan 1434h) *Secuil kisah ini pernah saya share di kajian sisters Muslimah Krakow, skype on-line sisters di Eropa, dan silaturrahim dgn muslimah Palembang :-)
Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤
Happy Ramadhan! (^_^)
Wassalamu'alaykumWrwb... :-)
Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^
Wednesday, July 24, 2013
Lafadz Syukur Ramadhan
Rindu Ramadhan
Oase sejuk nan didamba
Oleh ummat sedunia
O, hamba rindu
Pada tamu mulia itu
Puasa ramadhan
Hadiah terindah untuk-Mu
Samudera kesabaran
Mencapai awal magrib kenikmatan
Berkah nan tak tergantikan
Sujud berjama'ah dengan keempat pangeran
Detik ramadhan
Selalu berhias kedamaian
Duhai jiwa
Puji syukur pada-Nya
Usia diri rengkuh bulan mulia
Semoga menjadi ramadhan terbaik bagi kita
'tuk kumpulkan samudera hikmah perbekalan kala menutup mata
Aamiin Yaa Rahmaan Yaa Rahiim
(bidadari_Azzam, Old Town Krakow, malam 7 jan 2013 11pm)
Dalam karya : Sajak Mengeja Masa :-)
Lafadz Syukur
Semburat cerah menerobos kaca jendela
Senyum dan Basmalah sambut pagi mesra
Dengan apa harus kubuktikan cinta
Dua rakaat subuh pengharum dekapan keluarga
Terkadang iri dan ujub kusamkan qolbu
Rampas cahaya jelita dari rupa nan ayu
Dengan apa harus kusampaikan rindu
Ketika taburan do'a masih kalah dengan derasnya debu
Ah, dosa-dosa ini masih melekat
Membuih sangat cepat
Apakah menanti detik sekarat
Ataukah berlapang dada 'tuk segera bertaubat
Duhai ilahi
Tapak berpijak di rumahMu kini
Pesona semesta kokohkan hati
Lisan berlantun namaMu nan terpuji
Duhai ilahi
Mohon ampun atas kelalaian kami
Dengan apa harus kuteguhkan nurani
Hanyalah sujud pendamba cinta hakiki
Allahu Robbi
Terima kasih atas samudera nikmat ini
(@bidadari_azzam, Makkah al-Mukaromah, penghujung sya’ban june 2013)
Semoga Allah ta'ala senantiasa melimpahkan kemudahan dalam semua urusan dan permasalahan yang dihadapi sobat semua, aamiin... Semangat beraktivitas, Salam sayang, Happy Ramadhan!
Salam Ukhuwah dari
@bidadari_azzam :-)
Thursday, July 11, 2013
Marhaban yaa Ramadhan 1434h.... (Umroh di Penghujung Sya'ban)
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Marhaban yaa Ramadhan...
Rasa rindu meraup trilyunan pahala dan keberkahan serta ampunanNya telah berada dalam puncak asa, Mari kita tingkatkan amal ibadah di bulan mulia...
Setitik prahara dan ujian adalah penghias samudera nikmat yg harus tetap berukir lafadz syukur, Smoga kita termasuk dalam golongan hamba-hambaNya nan teguh tegar mendekap iman & ketaqwaan...
Aaamin آمِيّنْ... آمِيّنْ..آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن
Barokalloh duhai sahabat-sahabat nan istiqomah, barokalloh duhai jiwa-jiwa perindu malam lailatul qodar :-)
~Maaf Lahir dan bathin « Anggana &Sry sekelg¤ Ramadhan 1434h
Sebelum tirai bulan mulia terbuka, kami berkesempatan hadir dalam barisan shaf pertama di hadapan pintu ka'bah. Umroh sya'ban nan amat berkesan, saat kami ternyata melihat kiblat muslim sedunia dengan utuh~menyentuh lingkaran hajar aswad dengan bait do'a berhias banjir di mata kala melafadzkan... "waqina 'adzabannaar...." (yah, getaran nurani yang takut pada siksa neraka, wajarlah semua muslim yang bertawaf kala itu penuh air mata dan keringat yang bercucuran, meskipun alat-alat berat dan perlengkapan renovasi di masjidil haraam berada di antara jamaah masjid, :-p)
Setiap hari ketika umroh dan perjalanan ziarah, ketiga jagoanku memperoleh hadiah dari jamaah lainnya :-), Alhamdulillah....
Ketika berada di raudhah, Nabawi, masya Allah.... Gak sanggup menceritakannya, betapa haru dan deg-deg-annya mengingat sesosok manusia paling kita rindukan itu~ yaa habiballoh, yaa Rasululloh (Shallallahu 'alayhi wasallam), salam bagimu yaa rosululloh.... (sampai para askarnya juga berpelukan denganku....), kemudahan dan kelancaran di tengah hiruk pikuk suasana Makkah dan Madinah tentu tak luput dari do'a sobat semua. Syukron jazzakumulloh khoiru jazza yah...
Insya Allah, mohon do'akan saya agar bisa merampungkan cerita utuhnya agar kian menularkan inspirasi buat kalian semua, aamiiin. Telah kulafadzkan do'a, semoga semua sahabat, teman-temanku yang setia merajut do'a selama ini, segera dimudahkan pula untuk menuju ke sana~ menjadi tamu istimewaNya, berada di masjidil Haraam dan masjidil Nabawi... (masjidil Aqsho juga jika sudah terbebas dari penjajahan kelak, aamiin). Aamiin yaa Robbul'alamiin....
"Our Lord! Give us in this world that which is good and in the Hereafter that which is good, and save us from the torment of the Fire!" (The Holy Qur'an 2:201)
RT @bidadari_azzam : #Ramadhan mabrook everyone, may Allah ta'ala accept our duas, always give the blessings, take care our imaan, and we must be stronger ... Please do keep our brothers & sisters all over the world in your precious duas too #Ramadhan #Palestine #Syria #Egypt #Myanmar
*Selamat memeluk puncak kerinduan, selamat menikmati lantunan ayat suci siang malam, selamat menegakkan qiyamul lail dengan dzikir yg kian diperpanjang, selamat memetik trilyunan ganjaran di setiap aktivitas sekecil apa pun, selamat berbahagia bersama keluarga tercinta, semoga Allah ta'ala meridhoi dan mengabulkan segala do'a sahabat semua... Peluk erat ukhuwah, barokalloh!*
Barokallohu fiikum , selamat beraktivitas, Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤
Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^
Wassalamu'alaykumWrwb... :-)
Tuesday, June 25, 2013
Meraup BerkahNya di Setiap Pilihan
Meraup BerkahNya di Setiap Pilihan
Pertemuan dengan seorang teman sholihat membuahkan cengkerama penuh hikmah. Ia bertutur, “Saya gembira sist, setiap bulan, dua atau tiga kali seminggunya, orang tua datang berkunjung, atau kami yang kesana…” padahal jarak tempuh rumahnya dengan rumah orang tua lumayan jauh dan lalin selalu macet, sekitar dua-jam an di luar Jabotabek. “Alhamdulillah, senang sekali tentunya yah, sedangkan hampir setiap minggu kita dapati berita meninggalnya orang tua teman-teman lain…” Masya Allah, antrian kita kian dekat yah, bisikku.
“Kamu masih ingat kan, sist… orang tuaku menjual es lilin dan kue-kue demi kelancaran sekolah anak-anaknya. Kan beda dengan orang tuamu yang di perusahaan minyak, hihihi…” celotehnya lagi.
“Iya, ingat banget… Subhanalloh! Es lilinnya juga pernah masuk ke perutku, hehehe… Eh tapi bapakku sebelum kerja kan kudu menyelesaikan sekolah. Kamu lupa yah, waktu zaman baru-baru merdeka itu, bapakku ‘nyari’ duit sendiri buat bayar sekolah. Beliau juga pernah menyemir sepatu, mencuci mobil orang di jalan raya, dan menjajakan koran… Wajar kan kalau anak-anaknya ketularan semangat dan ketangguhannya, hehehe..” memoriku mengingati perjuangan bapak semasa kecil. “Haah?! Masa’? kamu pernah cerita gak sih?” temanku terkejut.
“Ya…ya….mungkin saya lupa, ih. Ternyata memang semua yang diraih oleh setiap orang, selalu ada perjuangan dan semangat tangguh dalam kerja kerasnya, yah…Ya Allah, subhanalloh…Jadi ingat sama sobat kita yang yatim dan mamanya jualan cabe, tapi anaknya lulus sarjana semua.” tambahnya lagi.
Masih dia menyambung kata, “Dan sekarang saya bingung sekali. Anakku kok pemalas banget, disuruh apa-apa~ogah. Dimintai tolong sedikit, ngomelnya panjang lebar…padahal orang tua dan kakek neneknya punya perjuangan yang gigih, dia sudah diberi keteladanan, diajak-ajak berteman sama anak-anak sholih juga, tapi yah gitu deh…”
“Lho…. Kan anak-anak, jeng. Masih sepuluh tahun, yah? Lagi usianya aja barangkali… Terus-terusan aja diajak-ajak kerja sama, jangan disuruh-suruh, ‘diajak’ say… “ celetukku seraya bercanda.
“Bukan gitu say… Kalau ada tamu atau teman-teman, anakku sikapnya buruk, malu deh. Tetapi saya lihat anak-anakmu meskipun gak bisa diam, kejar-kejaran, bisa nurut dan baik-baik deh, gak ngomel-ngomel kalau ortunya minta tolong atau ngingeti sesuatu…kamu pakai jurus apa say?” ia tertawa. Aku juga tertawa, “Mana ada yang instant. Anak-anakku juga sering ngomel, Si sulung bisa banyak complain. Aku berusaha sabar aja, kalau ngobrol sama anak, harus siap mendengarkan. Sama-sama mendengarkan, ajak untuk sama-sama saling mengingatkan. Buat kesepakatan gitu, ‘janjian yok, kita ngingetin kalau pas kamu atau ummi salah, …’ bikin kesepakatan cara ngingetinnya, apalagi pas di depan umum…”
Percakapan panjang, ditutup sebuah penyesalan dari teman sholihat ini. Beliau adalah temanku yang kreatif, pebisnis aktif dan jujur, disukai banyak pelanggan. Beberapa tahun bisnis yang dijalankan, rupiah mengalir deras, omset mencapai ratusan juta. Karena benar-benar sibuk, bayi dititipkannya di tetangga jauh, duh, padahal rumahnya dekat masjid. Sang bayi dititipkan di ‘day care’ area pasar. Lingkungan pasar tradisional membesarkan masa balitanya.
Aku turut terkejut ketika si kecil tersebut bisa berkata-kata kotor di usia lima tahun, kosa kata yang kasar dan biasa diucapkan preman. Usia enam tahun-an, dia bisa cerita soal ‘om itu selingkuh…’, tante itu mandul, ‘orang itu bunting tapi gak ada suami’, dan kalimat khas ‘sinetron’ lainnya. Membuat temanku tertelungkup di balik bantal dan banjirlah wajahnya karena air mata.
Tak sampai disitu, kejutan lain hadir. Memasuki usia yang masih muda, masih di bawah 35, namun sang suami ‘terdeteksi’ jantung dengan komplikasi penyakit lainnya. Waduh, temanku kian perih, dan ia berkata, “Aku gak target-targetan lagi, say… kalau waktu bisa diputar ulang, ooh, labanya malah dipakai buat berobat dan harus mulai serius memperbaiki akhlak anakku ini….”
Waduh, dimana kita bisa membeli obat buat memperbaiki akhlak? Innalillahi wa inna ilayhi rojiuun…
“Subhanalloh, aku tetap yakin, kamu dapat melalui semua hal ini, kamu pasti kuat…” aku bersyukur menatap wajahnya yang memang tak pernah pesimis.
Ada lagi yang lebih parah, teman yang sedang menemani anaknya menjalani therapy karena mengidap kanker, sedihnya… Di saat ujian kian menerpa, ia malah mengkhianati kepercayaan banyak rekan bisnisnya. Ia pergunakan dana teman-teman tak hanya untuk pengobatan, itu pun tidak berakad jelas, ‘pinjaman sampai kapan, entah…’ dengan alasan ‘sayang anak’. Ia membeli apa-apa yang anak inginkan, bahkan game-game terbaru yang tidak mendidik, “Takut kehilangan” katanya. Alhasil, hidup sederhana ditinggalkannya, mencari celah pinjaman dana kesana-kemari dengan menggunakan “alasan kanker si anak”.
Buntutnya, suatu hari ‘seolah’ terjadi kericuhan di antara kaum ibu tatkala corak permasalahan anak menjadi makin beragam, ibu yang banyak job di luar rumah vs ibu yang full job di dalam rumah. Ibu-luar rumah berkata, “Makanya kerja, bu! Punya penghasilan sendiri, donk! Jangan mengandalkan suami, jangan nitip anak sembarangan… Pakai baby-sitter yang oke atau titip ke neneknya nih seperti saya…”
Sedangkan ibu-dalam rumah berujar, “Lho, penghasilan kita juga banyak bu! Gak mengandalkan suami, rekening saya mungkin lebih besar dari pada anda. Anak-anak diurus sendiri, bisnis jalan lancar. Gak mau deh nanti ‘anak jadi anaknya nenek atau anaknya baby-sitter’, ogah bu…Apalagi kalau anaknya jadi doyan narkoba…” Ibu-ibu lain pun bersuara. “Eh, siapa bilang ibu yang kerja di luar, gak bisa punya anak sholeh…? Anak saya lulusan pesantren lho, kuliah di Mesir, masuk pesantren jadinya hafidz qur’an…”
“Saya juga kerja di luar dan banyak bisnis, anak-anak happy saja. Tetanggaku yang ibu di dalam rumah, malah anaknya sudah tau video porno. Malah anak-anaknya kelihatan kurus, lusuh, gak happy, dan dijauhi teman-temannya…Ibunya banyak utang…” Pihak lainnya yang melihat ada kesempatan saat ibu-full job rumah kian disindir, berkata, “Makanya ikut bisnis saya aja bu… Sambil ngurusin anak, gak masalah, tinggal pencet BB, FB, WA, asyik deh bisnisku… Jadi gak perlu ngutang lagi, yakin deh….Kasih tau tetangganya itu, bu…”
... Sambungannya baca langsung di link-Islampos pada judul tersebut di atas, yah dear... :-)
Sebaiknya kita azzamkan bahwa hasil pertemuan, diskusi dan segala aktivitas yang kita lakukan adalah upaya untuk senantiasa meraup berkahNya. Semua makhlukNya diciptakan dengan tujuan manfaat, begitu pun diri tiap individu, masing-masing kita adalah anugerah bagi yang lainnya. Kita perlu saling mengingatkan, menasehati, serta mendukung kebaikan, bukan saling berkomentar dengan kesan ujub, menghina, apalagi berbuah pertengkaran dan percakapan sinis. Kadang setan memasuki diri melalui pintu kecongkakan dikarenakan seseorang dipuji kepandaian, sabda Nabi SAW, “Bencana ilmu adalah kecongkakan.” (HR. Baihaqi) Demikian pula dalam ayatNya “…Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (QS. An-Nahl:23)
Ketika sosok-sosok mulia para ibu kian banyak berbagi ilmu, berbagi semangat serta nasehat, mari kita bergembira dengan tambahan ilmu dan pencerahan yang didapat. Namun, tetaplah harus kritis dan menyadari bahwa pegangan kita hanya bertumpu pada dua wasiat ; Qur’an dan sunnah rasulNya. Pilihan apa pun di setiap pijakan langkah, harus selalu berlandaskan kedua pedoman kita ini, sejalan dengan cita ukhrowi nan selamat.
Ujian yang terjadi di setiap jalan pilihan tak perlu dihindari, apalagi jika fase peranan kita sudah menjadi orang tua, kita harus hadapi problema dan berusaha menemukan solusi tepat, tentu hal ini menyebabkan diri kian matang dalam bersikap. Anak-anak pun memerhatikan dan meniru gaya penyelesaian problema orang tuanya. Ucapkan terus terang kepada anak-anak bahwa ibu dan ayah juga pernah keliru, pernah salah, namun bisa memperbaiki diri. Sehingga anak-anak juga punya rasa optimis dan tidak malu saat diajak berbenah diri.
Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa menularkan manfaat,
Tetap saling do'a yah...^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^
Wassalamu'alaykumWrwb... :-)
Wednesday, June 19, 2013
Secarik Kalimat Hari Ini
*Tidak ada kue ultah lho di rumahku....* #Info, hehehe... Alhamdulillah, baru mau sarapan nasi panas dengan telur dadar dan sambal terasi, yoook... ;-))
Alhamdulillah 30 tahun hidupku ini berada dalam curahan kasih sayangNya, tak pernah kuprediksi bahwa di usia ini aku telah menimang tiga permata hati, mampir di puluhan bandara internasional bersama kekasih halal~11 tahun bahtera suci kami jalani, menginjakkan langkah di beberapa benua, dan menundukkan wajah di rumahMu dengan kerinduan yang tak terbendung.
Semua itu tak lepas dari iringan do'a teman-teman pula...
:-) Duhai Allah, mohon bimbing dan mantapkan nurani dalam ketaatan padaMu. Semoga diri tetap mengingat antrian menuju mati... Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata,
“Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ
“Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu mati.” (Hadits Hasan Shahiih; diriwayatkan Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban).
“Jadilah di dunia seakan-akan engkau adalah orang asing atau seorang pelancong.” (HR Bukhari dan Ahmad).Usia biologis bertambah, sungguh harus sadar diri bahwa jatah hidup kian berkurang :-), Faghfirlana...
Duhai Allah, semoga rasa syukur kian teguh, selamatkanlah kami semua dalam melalui cabaran dunia, hingga berada di kampung akhirat kelak, Allahumma'aamiin... Barokalloh sahabat-sahabat fii sabilillah... ^-^
Some people die while dancing in the night club. Others have died while reciting the Qur'an... #Reminder for myself ~_~'Aaamiiin' atas segala do'a sholihin dan sholihat, semoga Allah ta'ala melimpahkan berkah dan rahmatNya serta ganjaran kebaikan nan berlipat ganda buat kalian, barokalloh!
Death can come anytime. In the next minute or next hour, wallahu 'alam ..Be ready, oh myself. #Reminder #Loveislam
Our life came from ALLAH, belongs to ALLAH and will return to ALLAH, Thanks Allah #Alhamdulillah
Allah is Sufficient for us, and He is the best director of all affairs #LoveIslam #Alhamdulillah *already realize it*
حسبنا الله ونعم الوكيل
Hasbuna Allah wa ni'amal wakeel #LoveIslam #KeepSharing
Besok selalu menjadi misteri... hanya dapat menikmati 'takut' dan 'harap' kepadaNya, janganlah bosan untuk menegur dan menasehatiku, yah teman-teman (^_^)
Duhai diri, semoga kian cinta kepada Robbul 'izzati, semoga kian merendah di rumahNya nan suci, semoga kian tunduk patuh pada aturan Sang Cinta Hakiki, semoga makin sadar bahwa kian dekat pada antrian menuju mati, dan kelak berbaris di hari pertanggung-jawaban ~semoga bisa selamat hingga kampung akhirat yg menjadi cita selama ini... Selamatkan kami, yaa Robb...aamiiin...
Walhamdulillah, nanti sambung lagi yah.... ^^Salam Ukhuwah dari
Saya memakai gamis terlama yang kupunya, gamis ini menemaniku di masa remaja, hingga 4 kali masa hamil& melahirkan :-)Maaf lahir batin, ya...
(twitter : @bidadari_azzam)
:-) Wassalamu'alaykumwrwb.
Wednesday, June 12, 2013
Barokalloh My Mom
Assalamu'alaykum, Juni dan Ramadhan adalah identik dengan 'kekompakan muhasabah diri' bagiku dan mama', alias Ombay Azzam, ;-)). Kami sama-sama lahir di bulan-bulan romantis itu (Juni~hitungan secara masehi, dan Ramadhan secara Hijriyyah...)
Di blog ini-archieve 2008, Aku pernah menguntai puisi buat mama'. Tidak bosan kalau kubaca-baca ulang, senang sekali mengenang masa kecil, kalimat dalam puisiku tetap relevan sampai kapan pun :-), tentang kehebatan ibu di mataku. Subhanalloh, my mom is very inspiring woman!
Ku re-Post disini yah :
The Language of Your Love
Dearest Mama
You speak it from within your heart only
But everyone can hear
You teach me everything in our special room
But everyone can know
Everyone see our journey
And give you an enormous thumb up
'coz my beautiful life now? actually, No
That thumb up for you
'coz your language for me
I understood 'coz of you
Your beautiful language
The language of your true love
(my old-file KL.11.43 am, march,18,2008)
I am remembering that my mom have said, "I believe that your children are like you...look like you in physics, also in habbits..." wooow! :) that's alright, sure mom, you'r great... and the language of your love, It's very special for me, for my brothers & sisters also, so meaningfull, We love you always, forever... :)
Hmmmmm, Membicarakan ibu, tidak akan habis bahasannya. Karena tema tentangnya adalah tentang ketulusan cinta. (Contoh kecilnya adalah jika kalian mengalami masa awal pengantin baru, dan deg-deg-an karena baru saat itu merasakan getaran cinta dahsyat antara suami istri. Namun begitu kalian hamil, melahirkan, apalagi menyusui pertama kalinya, 'deg-deg-an' masa awal pengantin berasa 'gak sebanding dengan kecamuk rasa kala menjadi ibu' di momen tersebut. Karena kehadiran anak adalah hadirnya permata ketulusan cinta, hadir amanah besar dariNya untuk senantiasa memupuk cinta, maka jutaan rasa antara suami istri 'gak deg-deg-an' kayak pertama kali bersua, namun bukan berarti rasa cinta itu berkurang :-D. Justru ketika si buah cinta hadir, suami istri kian merasa sejiwa, jadi fokus memikirkan buah cinta, ego-ego diri terkikis perlahan, 'deg-deg-an' saat banyak kejutan yang dibuat oleh si permata hati-lah ~nan lebih dahsyat dari awal pengantin baru. Cinta nan tulus memerlukan pengorbanan, ya kan? Sosok ibu adalah wanita yang paling setia dalam mendukung cita perjuangan anaknya, *_^ insya Allah, ibuku sedemikian, mungkin kamu dan aku juga?! Wallohu'alam, mempelajari ketulusan cinta adalah pelajaran setiap masa...)
Jadi tambahan secuil tips buat teman-teman yang stuck ketika menulis :
1. Bayangkanlah senyuman ibunda
2. Tulislah tentangnya, pasti banyak kalimat yang kamu bisa rangkai ketika sekelebat bayangan ibunda hadir... (contoh kecil, ketika saya menuliskan tentang beliau, baru saja setengah jam, tidak terasa sudah 12 halaman ~ketak-ketik, hihihi... belum ditambah air mata, dan beberapa tisu harus disiapkan :-D) Yah, sosok wanita yang urat-urat dan ototnya mengalami perubahan ajaib ketika melahirkan kita, amat wajar kalau setiap anak yang mengenang ibunya~menjadi banjir air mata, >_< termasuk aku. Ya Allah, berkahilah ia di dunia dan akhiratMu. aamiin...
Pas mudik maret lalu, ada tiga teman masa sekolahku yang baru saja kehilangan ibunda. Aku juga jadi ikut berurai air mata, karena ketiga mama sobat kecilku ini juga tersimpan sebagai kenangan masa kecil. Kalau kami bermain atau mengerjakan tugas kelompok, mama-mama mereka pasti menyiapkan kue-kue atau nasi & lauk pas makan siang. :-) Menu halal yang disiapkan oleh mereka berarti sudah pernah mampir ke perutku pula, aku masih sangat hafal raut wajah ketiga mama temanku ini. Semoga Allah SWT melapangkan kubur mereka, aamiin...
Tambah banjirlah mata temanku tatkala membaca bait-bait ini yang kutulis dalam kumpulan puisiku, "Sajak Mengeja Masa"
Pesan IbuMama'ku adalah orang yang paling excited kalau membaca puisi atau artikelku, (seraya terisak pula....) like mother ~like daughter bisa jadi pas saling merindukan, kami menangis di tempat yang berbeda... :-D
(bidadari_Azzam, #SajakMengejaMasa)
Senyum untuk jiwa
Tenang hadirkan damai
Segala solusi adalah cinta
Problema datang bila janji belum tunai
Lagi dan lagi ibu berpesan
Ketika berbuat tanpa penghargaan
Disitulah letak keikhlasan
Ketika berkorban namun hadir pengkhianatan
Suka rela hati nantikan hari perhitungan
Tak pernah ada gelisah
Jika pancaran tulus tersirat pada wajah
Balasan Allah Selalu Maha Sempurna
Diam saja jika tak mampu berkata hal baik
Prilaku terpuji jangan ternoda serapah
Panjatkan do’a dimana saja
Dari pada terbuai sumpah dan caci
Kenang dan resapkan dalam dada
Segala kebaikan di sekeliling kita
Tiada guna merekam keburukan sesama
Cukuplah direnungkan sebagai pelajaran menuju dewasa
Usah balas amarah
Hadapi maki dengan karya
Sebarkan senyum meski banyak nan menghina
Karena pasti lebih banyak nan mencinta
Mentari selalu hangat
Hujan selalu sejuk
Rembulan tetap cantik
Dan engkau pun harus tetap berprilaku apik
Karena engkau berteman semesta
Karena engkau bersiram hidayah-Nya
Jaga diri di atas bumi
Bahkan penghuni langit menguntai doa buatmu
Oh Ibu
Pesanmu selalu hadir dalam kalbu
Cambuk diri di setiap waktu
Bagai rengkuhan sukma nan utuh
Oh Ibu
Selalu kurindu
Oh Ibu
Terima kasih atas segalanya
(bidadari_Azzam, Salam ukhuwah dari Krakow, malam 30 des 2012)
...Lanjut lagi nanti, ;-))
Barokalloh selalu, semoga tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...
Kalau punya niat melakukan kejahatan, cobalah ingat-ingat lagi pada ibu yang sudah letih dan lelah melahirkanmu. "Kasihanilah orang tuamu ketika ditanya Robbul 'izzati di saat laporan pertanggung-jawaban kelak, rugi banget kalau tidak berusaha menjadi anak yang baik, kerugian di dunia sampai akhirat....sure!"
Salam Ukhuwah, teman-teman! ^^
^^ Sudah follow twitter @bidadari_azzam, kan? ;-))
*Puisi di atas pernah dimuat pula di dua media islami
:-) Wassalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh...
Wednesday, May 1, 2013
Kewajiban Lebih Banyak dari pada Waktu Nan Tersedia
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَ خَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَ شَرِّ أَهْلِهَا وَ شَرِّ مَا فِيْهَا
Kami sekeluarga sudah berada di tempat yang baru, negara bagian GCC, Al-Kuwait. :-)
Alhamdulillah, perjalanan lancar, "I'm a mom with three boys, remember it...", ;-)) tak ada kendala besar di perjalanan udara 11 jam tersebut. Justru saya kaget karena tiga keluarga Ustadz/ah menjemput kami, menemani Abu Azzam di bandara Kuwait *terharu....*
Insya Allah, dalam beberapa hari ke depan ini, saya akan mencoba menguraikan lembaran cerita pengalaman kepindahan kami dari Poland ke Kuwait ini~ stepsnya lumayan panjang, say...;-))
Malam ini merenungi ulang mengenai penghargaan diri terhadap waktu, teringat ucapan para dosen terdahulu yang diulang-ulang, “Al-Wajibat aktsaru minal Awqat” (‘Kewajiban kita lebih banyak dibandingkan waktu yang tersedia’). Amanah yang harus dijalankan amat banyak, sehingga adanya blog, jalinan pertemanan di FB, twitter dan sebagainya tetap tak dapat terpenuhi 'full 24 jam', mohon diikhlaskan apabila teman-teman merasa adanya pelanggaran hak atas persaudaraan kita selama ini, yaaah.... *big hugs*
Semasa menjadi khalifah, ‘Umar ibn ‘Abdul Aziz pernah tidak jadi istirahat, karena ditegur oleh anaknya. Ketika ingin merebahkan tubuhnya di atas dipan, anaknya bertanya, “Ayahanda, kenapa istirahat?” “Iya, tubuh ayah lelah sekali setelah seharian keliling melihat aktivitas dan keadaan umat ini,” jawab ‘Umar dengan mantap. “Ayah, cepat bangun dan keliling lagi. Lihat urusan umat!” kata anaknya. “Ayah mau rehat sebentar saja, setelah itu baru keliling lagi,” jawab ‘Umar. Apa kata anaknya kemudian? “Apakah ayah bisa menjamin katika ayah bangun masih hidup dan bisa melihat urusan umat Islam?” ‘Umar terperanjat mendengar pertanyaan anaknya ini. Dia langsung melompat dan memakai gamisnya kembali untuk keliling melihat keadaan umat Islam. Subhanallah!
Kalau diri kita, baru saja diamanahi beberapa urusan saja, sering kali merasa super kecapek'an, lelahnya, lemasnya.... dll , Astaghfirrulloh, padahal sering kali kita sengaja menunda-nunda atau menganggap remeh amanah tersebut. *tuing* disentil berita-berita karib kerabat tentang kematian, barulah kita akan merasakan betapa dekatnya antrian ini, betapa cepatnya waktu berlari, sedangkan kewajiban kita masih bertumpuk~ menanti penyelesaiannya... Faghfirlana....
Menorehkan bait-bait langkah di bumiNya nan luas ini, saya merasa amat bersyukur akan segala bimbinganNya. Ketika perih hati menatap keserakahan atau bejatnya insan di tanah pertiwi, tetap rasa syukur mengaliri jiwa, "Thanks Allah, it's life, it's a world, and it's only temporary...", batinku, sama seperti saat-saat mengalami 'shock budaya' di Krakow serta masa merintis Islamic Centre bersama sobat-sobat di sana. Tidak punya banyak waktu 'untuk complain', untuk mengkritisi banyak pihak, apa lagi untuk mengeluh... Karena waktu amat berharga, rugi membuangnya untuk hal-hal demikian, sementara anak-anak dan sanak saudara lainnya berhak memperoleh curahan kasih sayang dengan 'waktu tersisa ini', Insya Allah...
Kalau melirik lembaran lama di awal nge-blog ini, :-D masa-masa banyaknya waktu luangku adalah pas masih kuliah~ dengan satu anak. :-) Amat jelas, semakin tahun berganti, postingan yang ada semakin berkurang kuantitasnya, namun semoga sahabat yang kian banyak merupakan bukti bahwa makin luas silaturrahim dan makin erat kualitas persaudaraannya, aamiin... Allahumma 'aamiin.
Setiba di Kuwait, kudu lebih banyak bersih-bersih hati :-). Kuwaiti amat kaya raya, rakyat pribumi dimanja dan dipuja oleh Kerajaan (pemerintahnya). Istana keluarga Kuwaiti besar-besar, luas, seperti lapangan sepak bola, :-), masing-masing anak punya minimal satu mobil, jadi di depan rumah mereka~ bisa berjejer 8, 10 atau 12 mobil mewah. Gaji Kuwaiti HARUS lebih besar dari pada gaji pekerja luar (pendatang), meskipun pekerjaan mereka tidak sebanding tingkat kesulitannya (itu salah satu aturan yang kurang adil memang). Namun jangan membayangkan Kuwait seperti Saudi. Di Kuwait, wanita-wanita boleh keluar rumah, menyetir, dan biasanya wanita-wanita berpendidikan tinggi pula, bisa bahasa Inggris (bahasa asing selain Arabic). Kalau melihat kita berpakaian rapi, sopan, (wanita muslimah berhijab) biasanya mereka bersikap lebih menghargai, ramah dan tersenyum mesra. Banyak pekerja dari India disini, dan kalau dari Indonesia~ kebanyakan adalah perawat-perawat (tenaga medis).
Nanti kita sambung lagi, Insya Allah...*Tiba-tiba* terkenang Krakow bersalju~ jauh berbeda dengan Kuwait yang panas dan berdebu... :-) Subhanalloh!
Ya Allah perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Ya Allah... jadikanlah kehidupan ini penambah kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejelekan. aamiin...Bersih-bersih hati.... :-) yoook....
1. Dzikrulloh, shalawat dan Puasa (ikuti sunnah rasulNya SAW)
2. Jaga pandangan mata (hati-hati karena penglihatan mata bisa berefek sampai ke hati)
3. Lakukan sholat wajib dengan segera dan jaga keikhlasan dalam beramal sholih
Terima kasih sudah menyimak, sobat-sobat tersayang :-)
Semoga kita senantiasa dilimpahkanNya kekuatan dalam menyelesaikan semua kewajiban yang ada... aamiin...
:-)Salam ukhuwah, happy busy days...
Barokalloh always! :-)
Thursday, May 22, 2008
Satu kalimat hari ini: Syukur
topeng... setiap hari yang kita tatap adalah topeng...
untuk mengetahui "isi" si topeng, kenalilah dengan baik, untai khusnudzon dan komunikasi berkualitas, ;)
Alhamdulillah, syukur... dapat menjaga hati dan lisan agar senantiasa bermuhasabah diri, oh, jangan biarkan topeng-topeng usang mengotori jiwa kita, teman... ^^
Syukur.... rajut kalimat syukur, sepanjang hari, yok! ^^
<> share awards <>
Btw, saat "cuti" 3 minggu lebih, ternyata ada sohib yang rajin nongkrongin blogq ini, ;)
boleh donk aq bagi-bagi gift "maya" sebagai ucapan makasih banyak...? ;) i'm really happy to be ur friends, :)
buat mbak tisti, thanks bangeet yah : 
buat rani n kazza, makasih emak mimi yo, ;)
buat ummu ammar dan wong komering, thanks a lot, ;) moga2 sukses bisnisnya, dan tercapai visi-misinya, :)
buat pak asep, makasih selalu kasih semangat! itu sangat berarti, 
oke, good luck all! ;)
Tuesday, March 18, 2008
just a little sentence... The Language of Your Love

The Language of Your Love
you speak it from within your heart only
but everyone can hear
you teach me everything in our special room
but everyone can know
everyone see our journey
and give you an enormous thumb up
'coz my beautiful life now? actually, No
That thumb up for you
'coz your language for me
I understood 'coz of you
your beautiful language
the language of your true love
(KL.11.43 am, march,18,2008)
I am remembering that my mom have said, "I believe that your children are like you...look like you in physics, also in habbits..." wooow! :) that's alright, sure mom... you'r great... and the language of your love,it's very special for me, for my brothers & sisters also, so meaningfull, hehehe :) We love you always, mom ... forever... :)
Sunday, March 16, 2008
Friends VS Enemies
We always make relationship whenever, say to any good-person "lets be friends" wherever, and hope we can share everything, improve knowledges from our relationship. Although we can choose who are the friends, we can't choose the enemies, and sometimes a friend can be an enemy, or enemy can be a friend...? Although we don't want to have enemy, sometimes this person is present in our life and make we can improve our experiences of life, be patients... be stronger everyday, ;)
today, may be the friend is beside u, but we dont know if he or she could be ur enemy one day...
becarefull everymoment! ;)
Friday, March 7, 2008
Atasi "high emotion"
Qola Rasulullah SAW, "la taghdhob, la taghdob, walaa taghdhob..." (jangan marah, jangan marah, dan jangan marah, inget khan?)
Ada temen yg nanyain, gimana sih mengendalikan rasa marah, cara praktis gitu, lho, 'coz marah2 memang bikin nyesel abis "pelampiasannya", yg lagi marah2 tuh ngerasain banget kalo energinya terbuang sia2 saat "ngamuk2nya kumat", :-P
Saya tulis pengalaman pribadi aja yah, jangan marah2 kalo gak puas nih yah... ;)
Cara kamu mengendalikan diri saat "high emotion" :
1.Sering tilawah qur'an, beneran deh... kalo kamu sering membaca ayat2Nya, dzikrullah, diresapi artinya, kaji bareng2 teman2, dijamin rasa hati sejuk dan tentram slalu deh ...
2.Saat "on"( mo ngamuk2, gitu...), segera wudhu, wudhu, dan wudhu! (dan usahakan selalu dalam keadaan berwudhu, pasti selalu segerr wajahmu, makin cantik n ganteng, dan kesejukan itu akan merasuk ke hati...), sering2lah wudhu (apalagi kita gak tau kapan saat sakaratul maut itu, semoga aja kita "dijemput" dalam keadaan berwudhu, dan khusnul khotimah, amiiin...). Sifat & sikap mudah Marah2 itu asalnya dari syetan, dan syetan itu asalnya dari api, dan api itu bisa dikalahkan dgn air wudhu, :) (itu nasehat ustadz saya dulu, bo'!)
3.Coba nih ya (serius, dicoba lho...) saat kamu mulai emosian, ambil nafas perlahan2, hembuskan... kemudian, hitunglah dgn perlahan2 (dalam hatimu) selama 6 hitungan, misalnya : 6 sahabat dekatmu (ingat2 coba...), 6 masakan favouritemu, 6 warna kesukaanmu, 6 buku yg ada di desk-mu, dll, pokoknya coba aja ingat 6 ... (ini pasti menurunkan kadar kemarahan/ emosimu, ini ilmu psikologis, say...)
4.Kalo' kamu sedang berpikir2, jgn sering mikirin kesalahan2 org lain, kamu harus banyak introspeksi diri. Coba kamu pikirkan sudut pandang org lain, pasti kamu menganalisa hal yg berbeda pula.
5.Ingatlah, catat dalam otakmu setiap wkt, bahwa "marah2" yg sangat tak terkontrol ujung2nya "jelek bersikap", "bicara kotor", dan semua itu sangat menyakitkan bagi "yg dimarahi", bagaimanakah bila kamu di posisinya? sakitkah? Lidah itu lebih tajam dari pada pisau, biasanya org kayak kamu banyak musuh, musuh2 itu datang akibat sang lidah dan perangai.
Btw, "high emotion" yg kumaksud, bukan cuma marah2 doang, tapi semua rasa "yg amat sangat", misalnya "amaaaat sedih", "amaaaat bingung", "amaaaat resah", dll...
Jangat "amaaat2" gitu donk, say... relaks aja, ;) dan jangan stop untuk meyakinkan diri, bahwa segala yg kita lewati "All The Best" yg merupakan ketetapan Allah SWT sebagai "surat cintaNya" buat kita semua.
Oke, itu dulu yah, makasih banyak mau mampir2 slalu, smoga budaya ngeblog menjadi ajang jalinan silaturrahim kita, :)
Masih ada waktu untuk selalu memperbaiki diri, sobat... kita sama2 belajar...
Good luck n wish u always successfull! ;)
Keep smile and try again, again, and again...

"oh,My God! How very difficult to understand this code HTML?! arrrgh!", crying me, puffed me, and very sad while see my template is broken,owh... :(
Ehem, suddenly my lovely son come, then give me his sweetest smile. "keep smile!", Ohhh, he don't angry with me though he can't play his game 'coz I'm using the laptop, so sweet, ;)
I close my window, then we go to my kitchen. We make two glasses of milk, take some chocolates, and enjoy that moment! ;) Hmmm, I'm forget my headache while change my template, so confused use photoshop 'coz learning without teacher... (do u want to be my teacher, please? ;) wehehehe...), and then I try change template again, again, and again, untill this time, :) my lovely son sitdown in front of this notebook too, give me high spirit, :D, ;)
And now... Thumb Up! You can visit here again, and wish u always be my good friends...
Don't forget "keep smile", ;) ur smiles can change situations, give spirit for others also for urself. Good Luck! ;)
Wednesday, February 20, 2008
Hmmm, lama gak nulis puisi
Dialog Jiwa
Hijau kutatap dari balik jendela
Biru memayungi segala
Penat badan hingga kepala
Segenap tanya merasuk dalam jiwa
Duhai teman di seberang sana
Gundah pernah kita rasa
Jenuh pun rayapi asa
Kian keruh dalam duka
Duhai teman di seberang sana
Saat itu terngiang di telinga
Menembus pori hingga dada
Betapa kita tak mampu berdusta
Dia Sang Pengasih Sang Penyayang
Kasih sayangNya tak terbilang
Setitik resah bukan alasan
NikmatNya tak terhitungkan
Duhai teman di seberang sana
Nafas kita berhembus lega
Kalbu dan raga berpadu mesra
Akankah syukur kita tunda ?
KL, 11.25 am, 20feb2008.
Sunday, February 17, 2008
Aliran Rezki dan Datangnya Musibah : Semuanya Nikmat
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya." (hadits shahih muslim no. 7500 hal. 1295).
Biasanya kita diajak untuk selalu bersyukur "saat aliran rezki" senantiasa deras dan lancar,dan harus bersabar "saat datangnya musibah yang melanda". Benar, syukur dan sabar adalah konsep hidup terbaik bagi seorang mukmin. Dan kunci yg paling penting, janganlah "dibeda2kan" antara rezki dan musibah itu. Kalau alam pikiran kita me-menej bahwa rezki itu sangaaaat asyik dinikmati, sedangkan musibah sangaaaat pantas ditangisi dan disesali, maka periksa kembali "lubang2" di hati, ;)
Misalkan Hari ini. Saat kita makan malam di resto yg high-class dgn bergairah mencicipi menu serba lezat, trus tiba2 ada telepon bahwa orangtua sakit, besoknya ada kabar jakarta kebanjiran dan rumah kita juga jadi korban, besoknya anak kita demam, malamnya bertengkar dengan pasangan, ke rumah sakit jalanan macet, pagi2 ke kantor telat, belum sempat bayar tagihan2, teman2 kantor lagi pada nyebelin, bos gak ada di tempat padahal butuh konsul yg sgt penting, ada arsip2 yg hilang, :( :( :(
apakah kita pikir semua hal yg gak enak tsb adalah musibah, dan sangat pantas untuk disesali dan ditangisi? yakinlah, kalau itu ada di benak kita, maka perasaan kita "melewatinya" akan amat sakit, dan berat hati. Dan rasa ikhlas akan ketetapanNya sukar diwujudkan. Tata dan tanamkan dalam perenungan kita bahwa setiap yg terjadi hari ini (rezeki yg melimpah dan musibah yg datang) adalah moment2 yg nikmat. Makan malam yg lezat, adalah nikmat. Berita ortu sakit adalah nikmat (coba pikir aja kalau gak ditelepon, eh, kita gak dikasih tau kalo ortu lagi sakit... tau2nya tambah parah, pasti lebih sedih khan? ). Kebanjiran adalah nikmat (pengalaman saya, :D waktu pernah kebanjiran, sedih banget sih kehilangan puluhan buku :( tapi jd rajin nge-pel, dan rumah makin rapi setelah itu, coz makin banyak yg dibetulin...). Anak demam adalah nikmat (kita makin tau khan jadinya gimana merawat buah hati di kala sakit, dan makin berpengalaman tentunya), dan beragam peristiwa lain "gak nyenengin" yg kita namakan "musibah, pasti semua itu nikmat. Kalau ternyata rasa nikmat itu tidak instant hadir setelah peristiwa, berhusnuzon-lah selalu, mungkin efek nikmatnya besok, lusa, bulan depan, tahun depan, 2 tahun lagi, bahkan saat "kehidupan alam akhirat". [-O<
Mari kita selalu berprasangka bik padaNYA, rezeki dan musibah adalah nikmat. Dengan menikmatinya, kita wujudkan keihlasan... :)
Sekilas support dari nurani :
"Jannah diselimuti dengan perkara-perkara yang dibenci sedangkan neraka diselimuti dengan perkara-perkara yang mengundang syahwat." (Hadits Shohih Muslim no. 7130 hal.1288).
Good luck all!
Monday, February 11, 2008
Let's Zikrullah...
Laa ilaha illAllahu wahdahu la sharika lahu, lahul Mulku, wa lahul Hamd, wa Huwa ala kulli shay'in Qadiir. SubhanAllahi, wal-Hamdulillahi wa la ilaaha illAllahu, wa Allahu Akbar, wa la Hawla wa la Quwwata illa Billahil'aliyyil 'adhiim, Rabbighfirli...
"There is none worthy of worship but Allah Alone, Who has no partner. His is the dominion and to Him belongs all Praise, and He is able to do all things. Glory be unto Allah. Praise be to Allah. There is none worthy of worship but Allah. Allah is theGreatest. There is no Might and Power except by Allah's leave, the Exalted, the Mighty. My Lord, Forgive me please..."
Wednesday, January 16, 2008
Sayangi Anak-anak...
pic: Bangkok, Azzam's birthday party, august'07
Your Children are not your children
They are the sons and daughters of life’s longing for itself
They come through you but not from you…
And though they are with you yet they belong not to you…”
“Anak-anakmu bukanlah milikmu
Mereka adalah milik kehidupan itu sendiri
Mereka datang melaluimu, tapi bukan darimu…
Dan walaupun mereka bersamamu, tapi mereka bukan milikmu…”
(Kahlil Gibran,”The Prophet”)
Jika anak dibesarkan dengan CELAAN, Maka ia belajar Memaki,
Jika anak dibesarkan dengan PERMUSUHAN, Maka ia belajar Berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan CEMOOHAN, Maka ia belajar Rendah Diri
Jika anak dibesarkan dengan HINAAN, Maka ia belajar Menyesali Diri
Jika anak dibesarkan dengan TOLERANSI, Maka ia belajar Menahan Diri
Jika anak dibesarkan dengan DORONGAN, Maka ia belajar Percaya Diri
Jika anak dibesarkan dengan PUJIAN, Maka ia belajar Menghargai
Jika anak dibesarkan dengan SEBAIK-BAIK PERLAKUAN, Maka ia belajar Keadilan
Jika anak dibesarkan dengan RASA AMAN, Maka ia belajar Menaruh Kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan DUKUNGAN, Maka ia belajar Menyenangi Dirinya
Jika anak dibesarkan dengan KASIH SAYANG dan PERSAHABATAN, Maka
Ia Belajar Menemukan Cinta dalam Kehidupan
(Dorothy Law Nolte,”Children Learn What They Live With”)
Anak-anak adalah cerminan kita...
Mereka meniru dan mencontoh orang tuanya...
Anak-anak adalah charger kita...
Mereka mengisi "batere" kosong dalam jiwa kita...
Anak-anak adalah bekal kita...
Anak-anak sholeh yang kelak mendo'akan kelapangan kubur kita...
Anak-anak adalah harapan kita di dunia...
Mereka tabungan kita di akhirat...
Anak-anak bukanlah sosok yang butuh banyak didikan kita...
Namun mereka adalah sosok-sosok yang bahkan mendidik kita...
Anak-anak...
Dulu kita merasakan indahnya masa menjadi anak-anak...
Dan kini, mari kita berusaha agar anak-anak kita mengenang keindahan yang lebih indah dalam nikmatnya masa anak-anak...
:)
(KL, 16.01.2008.20:13)
Buat anak-anak seisi dunia, "I love u all!!!" :) mmmmmmuach ;)
Dalam Perantauan : Pernahkah Kamu Kangen Ayah Bundamu?
Note: Sebelum berangkat lagi ke Bangkok, november 2007 lalu, foto2 dulu tuh, ;)
kangen? pasti pernah dong.... :D
tapi.... kita jauh dari ayah bunda, nih.... gimana yah? :)
Kita sama2 berdo'a yoook buat mereka... Setelah itu, kita telepon or sms-an nih... atau chatting juga boleh... :D... dijamin, makin kangeeeeen :) he3...
Do'a Anak Untuk Orangtuanya
Bismillahirrohmaanirrohiim...
Segala puji bagi Allah yang telah memerintah kami untuk bersyukur dan berbuat baik kepada ibu dan bapak dan berwasiat agar kami menyayangi mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik kami sewaktu kecil.
Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami. Ampuni, rahmati dan ridhoilah mereka.
Ya Allah ampunilah mereka dengan ampunan yang menyeluruh yang dapat menghapus dosa-dosa mereka yang lampau dan perbuatan buruk yang terus menerus mereka lakukan.
Ya Allah berbuat baiklah kepada mereka sebanyak kebaikan mereka kepada kami setelah dilipatgandakan, dan pandanglah mereka dengan pandangan kasih sayang sebagaimana mereka dahulu memandang kami.
Ya Allah berilah mereka hak rububiyah-Mu yang telah mereka sia-siakan karena sibuk mendidik kami.
Ya Allah maafkanlah segala kekurangan mereka dalam mengabdi kepada-Mu karena mengutamakan kami dan maafkanlah mereka atas segala syubhat yang mereka jalani dalam usaha untuk menghidupi kami.
Walhamdulillaahi Rabbil ‘Alamin...
[ Dikutip dari : Do’a “Birrul Walidain” Karya Syeikh Muhammad Abil Hibb Al-Hadharami At-Tarimi ]
Tuesday, January 15, 2008
Nurani Berkisah : Allah Mengambil Diamond-Nya Dariku
Pagi cerah musim dingin di Bangkok. Burung-burung dara seperti biasa beterbangan di sekitar jendela condominium kami. Kesibukan yang luar biasa, pagi tanggal 7 desember 2007, hari jum’at saat itu. Aku menyiapkan sarapan seraya membereskan pernak-pernik mainan Azzam. Maklumlah, rencana kepindahan kami ke Kuala Lumpur telah sangat matang. Semua barang 80% telah dipacking. Hari jum’at ini, aku dan suami akan berkunjung ke sekolah Azzam untuk berbincang seputar kemajuan hasil belajarnya, sekaligus “bagi-bagi kue” sebagai farewell Azzam. Rencananya, usai dari sekolah, suamiku langsung ke kantor untuk berbarengan berangkat sholat jum’at dengan teman-temannya seperti biasa. Dan rencana esok sabtunya, kami ingin jalan-jalan ke cjatthucak weekend- market, selanjutnya di hari minggu pagi berangkat bareng-bareng ke Kuala Lumpur, dan “say good bye Bangkok…”… :)
Aku tak menyangka… Mentalku kembali diujiNya. Hadits shohih yang paling sering kudengung-dengungkan “Cobaan akan senantiasa menimpa orang-orang beriman, harta, dan keluarganya, sehingga ia menghadap Allah dalam keadaan tiada dosa”, ternyata hadits itu “menamparku” dengan indah di hari itu. Tahukah kamu teman? Setelah pulang dari sekolah Azzam, ternyata rencana-rencana kami harus berubah total? Maha Suci Allah…
Pikiran dan hatiku nan mulai tenang mencoba mengasah ingatan. Dahulu, lima tahun-an lalu, saat aku dan suami yang “merasa tegar dan sanggup” menikah di usia sangat muda, banyak menghadapi rintangan dan tekanan dari orang-orang yang harus tetap kami hormati. Seiring waktu, Untaian cinta kasih kami terajut dalam menghadapi beragam masalah rumah tangga baru. Sejak saat itu, suamiku kusebut “Belahan Jiwaku”. Kami adalah satu jiwa yang utuh, jika tiada diriku disampingnya atau sebaliknya, maka individu yang ada hanya berisi separuh jiwa. Subhanallah! Dan di saat Ananda Azzam lahir 28 agustus 2003 lalu, kami pun dalam rutinitas permasalahan kompleks sebagai orang tua muda, sebagai mahasiswa-mahasiswi, teman-teman pasti bisa menebak-nebak segala kondisi sulit yang terjadi saat itu. Dan Subhanallah, kami mampu melewatinya… Azzam kami belai-belai sayang, dan kami sebut MUTIARA KASIH kami. Segala urusan kami makin lancar saat Azzam lahir. Bahkan karir suamiku sangat cepat terbang, Barokah Allah sangat kami rasakan.
Tahun selanjutnya dari Bandung pindah ke Jakarta, training ke Jerman, lalu bisa membeli rumah sendiri dari hasil jerih payah di usia belia, dan dari Jakarta merantau ke Bangkok, Thailand. :) Tak terasa Azzam sudah 4 tahun, sehingga kami memutuskan “bersiap-siap” kembali menyambut adik. Setelah suamiku bertugas project ke Johannessburg, Repoublic SouthAfrica, “hawa” sejuk ingin menambah momongan sangat terasa dalam rumah tangga kami. Di awal minggu September 2007, aku dan suami sangat gembira saat “sang Adik Azzam” telah positif dalam rahimku.
Tahukah kau teman? Azzam selalu berteriak memanggil-manggil “nabila…. Nabila…”, ia telah menamai adiknya… (he3he3…). Aku pun “menikmati” masa mual-mual, muntah-muntah, dan malas makan, yang dulu waktu kehamilan pertama tidak kurasakan. Aku berusaha “enjoy aja” dengan kondisi yang kurang fit ini, meskipun sulit. :) Di bulan ketiga kehamilan, kami sekeluarga menyebut Nabila sebagai PERMATA HATI, yang kupanggil “Diamondku….”. Subhanallah… Aku dan Diamondku punya tempat favourite kalau sedang makan. Aku ingin makan dan ngemil di samping jendela kamar condo kami seraya menatap burung-burung dara itu.
Ah…. Indahnya…
Peningkatan tekhnologi terbaru membuat suamiku memutuskan untuk menerima tawaran ke Kuala Lumpur(KL), Malaysia. Rencana yang telah kami susun, kami analisa, kami “matangkan”…
Awal November 2007, Kakak kami menikah. Kami “pulang-pergi” Jakarta-Bangkok via KL, dan aku bahkan harus mengurusi administrasi kuliah sehingga harus “pulang-pergi” Jakarta-Palembang… Sejauh ini “Diamondku” sehat2 saja, begitulah kata dokterku di Bangkok.
Awal Desember 2007, kami sudah siap2 “move to KL” niih… Pokoknya sudah “tinggal ciawww” githu deh… Kubayangkan di tahun depan, aku punya dua jagoan : Sang Mutiara Kasih dan Sang Permata Hati… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh, indah banget…. :)
Namun tiba2… hari itu 7 desember 2007, sepulang dari acara “farewell” Azzam di skul-nya, aku mengalami pendarahan hebat…. Ya Allah… :..(
Padahal dalam pikirku, “tidak lebih dari 30 jam lagi” kami meninggalkan Bangkok…
Ya Allah… sore 7 desember itu amat menyeramkan bagiku. Saat sang dokter mengatakan “ Sorry, I think she’s not life…” aku, azzam n abinya terdiam membisu, sementara hati bergemuruh ingin berteriak, hati bergemuruh ingin memberontak, berharap semua itu mimpi dan bila terbangun segalanya berjalan lancar sebagaimana perencanaan yang telah dirancang… Sungguh hari itu amat pahit. Aku tak mungkin berangkat dalam keadaan pendarahan, sehingga saat itu juga “operasi kuret” harus dijalankan… Usai menghubungi keluarga dan minta support “para senior” (alias mbak2 yg baek di Bangkok,:)), Aku berwudhu saat maghrib tiba, lalu mengikuti seorang perawat yang menggandeng tanganku ke ruang “operasi”… Hiiiiiii….. “dulu pernah sih operasi amandel, masih kecil, 6 taon lah… tapi kayaknya gak se”deg-deg-an” saat ini…”, begitulah pikiran yg berkecamuk di hatiku...
Tiga jam aku tak sadar… bius total.
Dan Diamondku telah kembali padaNYA…
Allah….. Ampuni hamba, yaaa Robb…
Allah….. Aku tau, hari ini pahit. Sungguh pahit…
Tapi Yaa Robb, aku selalu ingat “didikanMu” bahwa Pahit yg kurasa adalah obat dariMu. Hentakan indah dalam skenarioMu. Goncangan berharga dalam ayunan dan buaianMu… Allah… Allah… Allah… Subhanallah… Walhamdulillah Walaailaahaillallahu AllahuAkbar… Allah…
Tak terpikir, kami harus me-retime jadwal penerbangan, kami harus mengurus pemakaman sang Permata Hati, kami harus berangkat terpisah-pisah, kami harus mengubah berbagai schedul, kami harus merepotkan saudara/i di Bangkok, etc... Subhanallah...MasyaAllah...
“Semua Hamba dapat merencanakan segala urusan dalam hidup, dengan sematang2nya… Dan Hanya Sang Robb Sang Maha Pemberi Ketetapan yang menguasai setiap detik usiaYang Maha Mengetahui segala yang terbaik 'ntuk hambaNya". Terima Kasih Ya Allah…
twitter : ❤ @bidadari_azzam
Klik here and improve our knowledges!
About Me
- bidadari_Azzam
- By always trying to create and by making things different to others, we can always be creative. Let's develop ideas, try to make them real, improve our quality, because we are the best ummah!


















