Photobucket
Showing posts with label Home skuling. Show all posts
Showing posts with label Home skuling. Show all posts

Sunday, December 29, 2013

"Sport Days" Bang Azzam dan Bang Sayyif


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Tahmid wa sholawat, 

Pertengahan desember tadi, rata-rata "urusan UAS" yang dibicarakan oleh anak-anak sekolah ;-), di sela obrolan rencana liburan pasca pembagian raport.
Kalau Abang Azzam, pilihan sekolah di KL ini akan 'fix' di januari nanti, Insya Allah. Sementara saat ini, Azzam masih ikutan PJJ SIN (Sekolah Indonesia Nederland), jadi Online Skype di  Kuala Lumpur jam 12 tengah malam sampai jam 2 pagi (yang artinya di wilayah Eropa masih jam 6 sore). *yeah, it's not easy...

Kalau 'transfer' langsung ke SIK (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur), masih kudu menanti 'antrian' sebab siswa di kelas 4- full seats :-(, ^_^ sudah menanti 3 bulan-an ini, sepertinya Abang Azzam harus 'merelakan' pelajaran-pelajaran 'Bahasa Indonesia'-nya dan mulai memilih sekolah lain selain SIK, mungkin ke Internasional School atau Sekolah Malaysia, mohon doa yang terbaik aja yah Om, Tante semua...^_^
Sedangkan Bang Sayyif, sudah 2 bulan ini menjadi murid TK-SIK. :-)

Usai UAS---termasuk UAS bang Azzam yang jarak jauh, selalu ada acara di luar sekolah alias "lebih mengenal alam". Wah Alhamdulillah, desember ini, rezeki Bang Sayyif menjelajah kebun dan sungai di area Gombak. Sedangkan Bang Azzam---sekalian ikutan abinya ke Jakarta selama seminggu, ia memancing di Pemancingan Teluk Naga Tangerang, menengok sungai, danau dan mengunjungi pesantren ^_^.

#TrioKids selama 4 tahun terakhir ini, biasanya "olah raga" ice-skating, renang di kolam air hangat, atau main bola di saat spring. Ada pun "sport days" tahunan di Krakow-Poland---Azzam belum pernah saya ikutkan, karena harus 'trip 8 sampai 15 hari' jauh ke luar kota atau luar Poland (di Swiss atau negara Uni Eropa lain). 

Syukurlah, Thank You ya Allah... Anak-anakku mudah beradaptasi. :-) Mereka tampak ceria menjelajahi 'kehijauan alam' kita, kalau kangen udara dingin---yah selimutan pakai AC di kamar, hehehe... Alhamdulillah kekangenan terhadap Salju Krakow ternyata terobati dengan 'duduk di bawah pohon rindang bersama es krim' :-D hehehehehe...

Yoook, baca 'cerita seru' mereka melalui foto-foto cantik ini ;-))




Pemancingan Teluk Naga, Sabaaar ;-))



Ikan pun jodoh di kail pancing abang...

Horeee! Ikannya dapat!

Azzam : "Aku sudah ujian sekolah, lalu ikut Abi ke Jakarta dan Tangerang. Pada saat Abi bekerja, bunda Sari dan ayah mengajakku melihat danau, sungai, memancing, ke pesantren, dan lainnya, makan-makan, dan beli oleh-oleh buat adik. Pas sabar mancing, ternyata dapat ikan mas, hore!!! Aku gembira sekali. Aku juga main games dengan Pamanku (Mama Aldee) dan kak Viola :-*. Alhamdulillah..."



Senyum berangkat... Antusias sekali, lhooo...


Cari bebatuan di sungai ;-)




Super aktif :-*



Sayyif : "Aku senang bisa sekolah lagi! Aku dan Ummi serta teman-teman pergi seharian, olah raga ke daerah Gombak. Disitu ada kebun luas, banyak pohon, sungai dan turis. Kami senam, lomba, bermain, makan bersama, dan mendo'akan teman yang mau pindah. Aku mendapat banyak hadiah, horeee!" ;-) Alhamdulillah...


Senang banget pegang hadiah! 

(Foto saat Sayyif jumpa Bang Azzam setelah terpisah seminggu-an, euy...)

(Foto saat bebongkaran oleh-oleh dari Jakarta...)

Kalau energi mereka tersalurkan dengan makin banyak kegiatan kreatif sehari-hari seperti "sport days" begini, biasanya efek tercepat tampak pada sore hari, usai mandi---langsung peluk bantal, lelap dengan nyaman, aih #Triokids ... Barokalloh duhai permata jiwa :-*

^_^ Semoga hari-hari sobat kian dihiasi keberkahanNya, sama-sama #KeepSmile sebagaimana #TrioKids yang sholeh ini, aamiin...Allahumma 'aamiin.
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

Thursday, December 26, 2013

Mengenal Tanaman

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)
Tahmid wa sholawat,

Saya mau kasih pujian buat #TrioKids nih, selama ini sudah rajin membuang sampah di tempat sampah---sejak bayi lhoo say! :-) ... rajin membantu berbelanja, bawa tas 'daur ulang', di saat mudik membantu menyiram tanaman, dan menjauhi sikap 'menginjak rumput', #Alhamdulillah ini sebagai cara menghargai kehidupan yang ada di muka bumi. *Anak-anak sholeh harus menghargai segala ciptaan Allah SWT---peluk anak-anak sholeh!*

Anak-anakku sejak bayi  ada jadwal kuajak 'na spacer' (berkeliling dalam bahasa Poland), tindakan menyapa daun, matahari, awan, udara, dll yang kuajarkan ternyata terekam jelas dalam pikiran mereka. Salut buat dek Zuhud, usianya 2 tahun, kalau mau buang sampah bekas bungkus permen pun yang kecil banget pun, tetap ia mencari lokasi tong sampahnya :-) 
Ini sikap fantastis, dan tidak bisa ditemukan di lingkungan anak-anak Arab #Kuwait. Sewaktu di Kuwait, kami terkaget-kaget melihat remaja dan pemuda dewasa 'Kuwaiti' melemparkan sampah dari dalam mobilnya, besar pula! Yaitu bekas kotak makanan dan lima kaleng bekas soft-drink... :-((
Juga satu peristiwa di lapangan parkir, bak sampah hanya dua meter jaraknya dari si pemuda itu, namun dia memilih melemparkan sampah-sampah dari mobilnya ke tengah halaman parkir tersebut, kardus-bekas nasi, bekas menu fast-food, kaleng-kaleng jus dan kaleng minuman lainnya, cuek pula dengan kebisingan yang ditimbulkan dari lemparan-lemparan tersebut. :-( Naudzubillahi minzaliik!
>_<

Anak-anak kuberitahukan bahwa perbuatan yang tampak jelas terjadi di hadapan mereka itu adalah sebuah pelanggaran, bukan saja melanggar hak sesama manusia yang ingin melihat lingkungan bersih, melainkan hal lebih menyeramkan lagi : pelanggaran terhadap perintah Allah SWT! Bumi kita kan 'tempat hidup' yang akan menerima jasad kita ketika mati, seharusnya dijaga, dirapikan, diperbaiki, bukan malah dihancurkan serta dijadikan TONG sampah, naudzubillah! Allah ta'ala melimpahkan akal pikiran dan raga yang sehat untuk menjaga bumi, sungguh keji jika hidup menjadi perusak bumi dengan 'menghancurkan keasrian dan lingkungan alam'... >_<

Back to topic, sebagai wujud menjaga bumi, #TrioKids juga berkenalan dengan alam, :-). Bulan desember ini, pas dengan bahasan di IPA Abang Azzam, Bang Sayyif pun membahas tentang tanaman.
(^_^)

Azzam dan Sayyif memang sempat mengunjungi Mekar Sari bulan maret lalu, menanam benih dan menyiram tanaman. ^_^
Ternyata mereka girang sekali mengenang keasrian lingkungan hijau (maklumi juga, selama di Krakow kan lingkungan salju dan daun kering mulu, hehehehe...), kalau nengok foto-foto di kompi, teriak-teriak senang, :-D
Makanya antusias saat bu guru menjelaskan bagian tanaman, Sayyif juga di sekolah---mencari tumbuhan putri malu, semak-semak, dan bunga-bunga.

Milih tempat tinggal juga : Suasana kampung-banyak pohon...





Love it!



Bang Sayyif menanam tumbuhan hijau.


Zuhud usai melihat kebun di sekolah abang...




Bang Sayyif melihat pohon rambutan di Gombak.




Istirahat minum es coklat sama Ummi...^_^

Bedanya, pelajaran abang Sayyif sebatas melihat tanaman hijau, menanam& menyiram, mengetahui daun, batang dan bagian akar saja. Sedangkan abang Azzam, sudah harus memahami tentang simbiosis, putik-benang sari dan penyerbukan yang terjadi, serta proses sederhana pembuatan makanan oleh tumbuhan ; manakala tumbuhan menyerap Karbon dioksida hasil buangan kita, lalu mengeluarkan Oksigen segar buat kita :-), *idiiih, jahat banget kalau manusia menginjak-injak tumbuhan, merusak pepohonan ---yang sudah sedemikian baiknya membantu kehidupan manusia kan?! 

Tak terasa, tulisan kok jadi panjang, nih... :-) Jangan bosan mampir kesini yah! Maafkan lahir bathin atas segala khilaf dan hal yang tak berkenan di hati...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 


Tuesday, August 27, 2013

Pasar Ikan di Kuwait


Assalamu'alaykum warohmatullohi wa barokatuh...


Al Quds adalah pasar ikan yang terletak di pinggir pantai didaerah Fahaheel. Koordinat Lokasi adalah N 29* 05.542' - E 048* 08.495'

Jaraknya sekitar 20-30 menit perjalanan mobil tanpa macet kalau dari Salmiya.

Kami berlima berkesempatan kesana seusai mengunjungi 'new baby boy'-Ustadzah Latifa, *mabroook selalu yah, amiin*


Di Rumah Sakit


Saat itu sebelum memasuki ramadhan, tepat setelah perjalanan umroh kami. Alhamdulillah bisa nebeng lagi sama "Om Panggih, Tante Meta dan Kila (anak mereka yg beberapa bulan lebih muda dari Zuhud)" hehehe... Ceritanya kan Meta sering membuat pempek (memang dia juga 'Wong Sumsel'), dia mau membeli tenggiri malam itu. Otomatis sekalian saja kami ikutan melihat langsung Pasar Ikan Kuwait. :-)

Jangan bayangkan kondisi seperti 'pasar tradisional' di negeri kita dengan tanah becek-lumpur, amis, orang-orang yang berdesakan, jalan-jalan tikus di area pasar, atau juga waswas akan 'pandangan mata' para pencopet. (^_^) Bukan, Pasar Ikannya tidak sedemikian, dear! 

Pasar Ikan Kuwait berupa gedung besar di seberang pantai, banyak orang berbelanja di malam hari karena menghindari cuaca yang lebih garang di siang hari. Segala jenis ikan disusun di atas meja-meja batu, para penjual memasang senyum ramah dan siap menyiangi ikan jika diminta oleh pembeli. Ada beberapa selang air di setiap blok, di antara meja-meja batu ini. Ada beberapa ekor kucing yang bermain di dalam maupun di luar gedung pasar. Di depan setiap meja-batu, bagian bawahnya selalu ada lekukan parit kecil, supaya aliran air (saat membersihkan ikan atau lantai) selalu lancar.



Dinding-dinding bagian atas penuh gambar ikan-ikan, berwarna-warni, sehingga kesannya saat ke Pasar Ikan, kita tidak cuma membeli ikan, lho ya... Memang Pasar Ikan menjadi salah satu tempat menarik bagi para wisatawan, arena wisata yang menggabungkan semangat berselera makan buat para pecinta Ikan segar. 

Si abang Sayyif bekejaran dengan dua ekor kucing, dan saking agresifnya menyenggol ekor kucing, sehingga ia memperoleh dua bekas cakaran, hehehe.... *Pengalaman seru bagi anak-anak, yah...* 
Anak-anak sangat antusias memperhatikan bermacam jenis ikan segar, dari yang bentuknya sekecil telapak tangan, hingga yang sebesar travel-bag. 
Kata teman-teman, jika sudah tengah malam, "obral ikannya..." Misalnya cumi-cumi atau kepiting atau ikan campur-campur seember dalam satu harga yang jauh lebih murah, sehingga jika punya satu 'armada appartemen', bisa bagi-bagi jatah, bayar obral barengan, dan pesta Ikan barengan. 

Btw, cuaca panas sekali, malam itu 45 derajat Celsius, kami cuma setengah jam-an berada di gedung Pasar Ikan, namun kue-kue yang saya letakkan di mobil Meta (yang kita beli sekalian pas beli oleh-oleh ke RS), ternyata sudah melumer tak berbentuk, :-D... Subhanalloh! 

Azzam dan Zuhud senang melihat seabrek-abrek ikan segar...

"Jutaan ikan diambil banyak-banyak mulu dari laut, tapi tidak pernah habis yah....;-) Maha Kaya banget pemilik lautnya yaks.... Subhanalloh!"

Nelayan-nelayan pekerja di Kuwait ini sangat ramah dan rendah hati. ~Sama kayak para WNI, lah yah...terkenal ramah ;-)).

Kapal pencari ikannya bukan perahu-perahu sederhana dan pakaian mereka tidak robek-robek sebagaimana nelayan-nelayan 'yang seing saya lihat' di negeri kita. Mungkin saja boss atau owner-Kuwaiti dan keluarganya (termasuk pemilik usaha di bidang ini, pemilik kapal-kapal itu...) banyak yang jauh dari akhlaq mulia (Bukan rahasia lagi kalau kita terbiasa melihat pemuda Kuwaiti melempar sampah sembarangan di pantai, di jalan, di tempat parkir, serta 'tidak bernurani' kala melakukan tabrak lari...), namun para nelayan-alias anak buah mereka, alias 'ekspatriat juga' merupakan sosok-sosok yang sangat patut diacungi jempol. Geliat ekonomi Kuwait berada di tangan mereka, para pelanggan setia pasar ini kian ramai karena senang dengan pelayanan dan kebaikan hati mereka.



Meta sedang mencoba menawar harga Tenggiri



Bang Sayyif membuka gamisnya karena ditarik-tarik kucing, hihihi....



Ini penampakan dari jendela luar samping kanan gedung, kalau dari pintu gerbang depan, tulisan "Fish Marketnya" berwarna terang dan pakai lampu-lampu...


   Kebanyakan pedagang di pasar Ikan adalah orang Bangladesh (muslim), para pengunjung bercampur baur, ada yang asal India, Indonesia, China, orang-orang di Jazirah Arab, juga orang-orang asal Eopa dan Amerika. Pengunjung tinggal memilih ikan yang diinginkan, menanyakan harga dan melakukan penawaran sesuai keinginan. Kalau sudah deal, pedagang akan menyiangi ikan-ikan, memotong-motong sesuai keinginan pembeli, sehingga sampai di rumah~ tinggal menuju dapur dan memasak menu Ikan sesuai selera.

Di Parkiran


"Kapal kita sederhana saja...", sederhana bagi pedagang ini merupakan bukti kosa kata kerendahan hatinya. Sebab kapal-kapal nelayan di Kuwait, penampakannya tidak jauh beda dengan jenis kapal pesiar yang mewah... Subhanalloh!
Memang di halaman-halaman Istana para Kuwaiti, sering 'terparkir kapal-kapal' selain puluhan mobil mewah mereka (mungkin ada yang sedang diperbaiki, atau jadi penambah pajangan di depan rumah gitu... hehehehe) untuk sekedar buat main anak-anaknya di area pantai, ada juga yang untuk menangkap ikan. 

Penampakan Salmonku yang sudah kubumbui, siap digoreng! (^_^)


Karena sudah lama tidak menikmati Salmon sebagaimana di Krakow, saya pun membeli sepotong Salmon. Ada bagian ikan yang sudah tinggal separuh, jadi saya pilih saja kecuali bagian kepala. Penjual menimbang potongan Salmon itu, "5 KD." Ujarnya. Saya oke-kan saja dan minta tolong dibersihkan. Setelah Salmon bersih dan dipotong-potong, ternyata menjadi 5 potongan tebal Salmon. Kalau dibandingkan dengan harga Salmon 'Nordich' di Krakow, saya untung banget. Karena biasanya 45 zlotyPLN (sekitar 5 KD juga), hanya mendapat 2 potongan besar dan sepotong kecil Salmon. Itu pun frozen, bukan fresh.

Sedangkan kalau di Indonesia, ogah beli Salmon, segar juga 'gak, tapi mahalnya berlipat:-). Di Indonesia, saya suka "Ikan Gabus, Sepat, dan Mujair..." Itu pun tergantung pengolahannya. Mama dan kakakku kalau mengolah ikan, tak pernah tersisa bau amis, dan goreng Ikan selalu gurih. Jika dipindang atau ditumis, rasanya sedap sekali... *_^ (wuaaaaaargh, jadi mau...>_< hiks). Tapi menu ikan di keluargaku, harus komplet dengan sambal lalapan, apalagi khas 'jokjok plus tempoyak' (lagi-lagi itu spesial masakan Emakku, hiihihi). Kalau kami di tanah rantau, di Kuwait sama saja seperti di Krakow dulu, kalau 'ketemu' nasi panas, ikan goreng dan kecap atau telur dadar dan saos, it's enough... Bahkan lebih dari cukup, walhamdulillah... 


Eits, lupa cerita pas mau bayar Salmon, si pedagang tanya, "Are you Chinese?"
"No, I am Indonesian..." Jawabku. Dan meskipun saya pakai jilbab, dia tetap tanya, "And are you moslem?" :-p ^_^ "Of course, walhamdulillah..." Ujarku lagi.
Lalu katanya, "Okay, it's great! I will give you 4KD for this, special for you...barokalloh muslim!" :-) seraya mengembalikan 6 KD-ku, karena kubayar dengan lembar 10KD. ":-) Syukron...syukron, jazzakulloh, wafiikuum barokalloh..." *Saya irang* trus, Bye-bye dia sama krucils.

Ini judulnya "Sapaan sekilas, diskonnya dahsyat!" Hihihihi. (Soalnya 1 KwD sekarang udah hampir 40 ribu rupiah, dear...*berasa senang banget kalau didiskon kayak gini* :-D)
Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya yah...

Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa menularkan manfaat,
Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤ 

Tetap saling do'a ^^ Semoga tetap bisa silaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ 
Jangan sungkan 'nge-mention'.

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)


Thursday, July 11, 2013

Marhaban yaa Ramadhan 1434h.... (Umroh di Penghujung Sya'ban)





السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ

Marhaban yaa Ramadhan...


Rasa rindu meraup trilyunan pahala dan keberkahan serta ampunanNya telah berada dalam puncak asa, Mari kita tingkatkan amal ibadah di bulan mulia...

Setitik prahara dan ujian adalah penghias samudera nikmat yg harus tetap berukir lafadz syukur, Smoga kita termasuk dalam golongan hamba-hambaNya nan teguh tegar mendekap iman & ketaqwaan...

Aaamin آمِÙŠّÙ†ْ... آمِÙŠّÙ†ْ..​​​آمِيـنَ ÙŠَا رَ بَّ العَـــالَÙ…ِÙŠْÙ†

Barokalloh duhai sahabat-sahabat nan istiqomah, barokalloh duhai jiwa-jiwa perindu malam lailatul qodar :-)


~Maaf Lahir dan bathin « Anggana &Sry sekelg¤ Ramadhan 1434h

Sebelum tirai bulan mulia terbuka, kami berkesempatan hadir dalam barisan shaf pertama di hadapan pintu ka'bah. Umroh sya'ban nan amat berkesan, saat kami ternyata melihat kiblat muslim sedunia dengan utuh~menyentuh lingkaran hajar aswad dengan bait do'a berhias banjir di mata kala melafadzkan... "waqina 'adzabannaar...." (yah, getaran nurani yang takut pada siksa neraka, wajarlah semua muslim yang bertawaf kala itu penuh air mata dan keringat yang bercucuran, meskipun alat-alat berat dan perlengkapan renovasi di masjidil haraam berada di antara jamaah masjid, :-p)

Setiap hari ketika umroh dan perjalanan ziarah, ketiga jagoanku memperoleh hadiah dari jamaah lainnya :-), Alhamdulillah....

Ketika berada di raudhah, Nabawi, masya Allah.... Gak sanggup menceritakannya, betapa haru dan deg-deg-annya mengingat sesosok manusia paling kita rindukan itu~ yaa habiballoh, yaa Rasululloh (Shallallahu 'alayhi wasallam), salam bagimu yaa rosululloh.... (sampai para askarnya juga berpelukan denganku....), kemudahan dan kelancaran di tengah hiruk pikuk suasana Makkah dan Madinah tentu tak luput dari do'a sobat semua. Syukron jazzakumulloh khoiru jazza yah...

Insya Allah, mohon do'akan saya agar bisa merampungkan cerita utuhnya agar kian menularkan inspirasi buat kalian semua, aamiiin. Telah kulafadzkan do'a, semoga semua sahabat, teman-temanku yang setia merajut do'a selama ini, segera dimudahkan pula untuk menuju ke sana~ menjadi tamu istimewaNya, berada di masjidil Haraam dan masjidil Nabawi... (masjidil Aqsho juga jika sudah terbebas dari penjajahan kelak, aamiin). Aamiin yaa Robbul'alamiin....

"Our Lord! Give us in this world that which is good and in the Hereafter that which is good, and save us from the torment of the Fire!" (The Holy Qur'an 2:201)

RT @bidadari_azzam : #Ramadhan mabrook everyone, may Allah ta'ala accept our duas, always give the blessings, take care our imaan, and we must be stronger ... Please do keep our brothers & sisters all over the world in your precious duas too #Ramadhan #Palestine #Syria #Egypt #Myanmar



*Selamat memeluk puncak kerinduan, selamat menikmati lantunan ayat suci siang malam, selamat menegakkan qiyamul lail dengan dzikir yg kian diperpanjang, selamat memetik trilyunan ganjaran di setiap aktivitas sekecil apa pun, selamat berbahagia bersama keluarga tercinta, semoga Allah ta'ala meridhoi dan mengabulkan segala do'a sahabat semua... Peluk erat ukhuwah, barokalloh!*

Barokallohu fiikum , selamat beraktivitas, Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-) 


Pergi Belanja ~ Nebeng Mobil Teman di Kuwait

Assalamu'alaykum dear friends!:-)

Namanya rezeki, internet putus nyambung di Kuwait sekarang, yah disyukuri saja, semoga persahabatan kita gak kayak koneksi internet disini, hihihi.... aamiin.

Ceritanya awal-awal datang di Kuwait, biasanya nebeng mobil keluarga abu Ridho, abu Rizky, atau bapak-ibu lainnya (terutama buat urusan civil ID kan...), pokoknya diaspora Indonesia yg sholeh/at di Kuwait sangat ringan tangan dan siap ditebengin insya Allah :-D. Pas lagi ada senggang weekend beberapa waktu yang lalu, mbak Diana mengajak kami ke Grand Avenue (mal terbesar di Kuwait) yang ternyata sedang ada 'sudut acara' pameran informasi pariwisata Indonesia, gitu...

Jadi, disana jumpa beberapa sobat WNI, bapak-ibu dubes dan keluarganya, serta bapak-ibu KBRI Kuwait (sekalian setor muka jadinya sebagai new comer :-P hehehehe....)

Tidak banyak yang perlu dituliskan, pandangi saja keceriaan kami karena 'kalau gak weekend~berkurung di rumah kayak katak dalam tempurung' hihihi, suhu sudah di atas 50 derajat celcius, dear.... Mau tau gimana rasanya suhu di luar rumah? Hmmmmm, coba nyalakan kompor, biarkan apinya agak besar, dekatkan tangan atau muka beberapa inchi dari api, naaaah.... terasa kobaran api (ada asap-asapnya sampai ke kulit kan?:-D) begitulah kira-kira cuaca di luar rumah saat di Kuwait. Setengah jam ke 'kedai' saja, mandinya bisa dua jam, saking badan langsung kayak kaktus~kering kerontang kalau diajak keluar...hehehehe....

Apalagi bang Azzam sedang sibuk persiapan ujian sekolah tempo hari, ~_~

Rezeki bertubi-tubi setelah mencicipi belanja murah beberapa perlengkapan rumah tangga, kami menikmati bakso khas Swedia yang kuahnya adalah crem kentang yang enak. Lagi pula, beberapa hari sebelumnya, saya nebeng belanja sama ummu Ridho dan punya stok bakso di kulkas juga. Tambah pas ketika civil ID selesai, visa umroh pun kelar. Umroh kami percepat jadwalnya di bulan syaban dengan pertimbangan 'kursi kuota penuh saat ramadhan', teman-teman kasih saran juga bahwa sebaiknya umroh sebelum ramadhan saja jika membawa balita atau anak-anak, Makkah dan Madinah seperti suasana haji kalau sedang ramadhan.

Alhamdulillah, semoga kebahagiaan ini menular di hati kalian semua...

Azzam :-)














Barokallohu fiikum , semoga kita senantiasa mengerjakan segala yang bermanfaat, Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah...^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Monday, June 24, 2013

Ide Kreatif #TrioKids di Cuaca Panas



Assalamu'alaykum watohmatullohi wabarokatuh... :-) Hampir tak ada waktu buat meng-update blog saat ini, saya sekeluarga sedang mempersiapkan keberangkatan umroh di penghujung sya'ban. Keinginan untuk membeli beberapa keperluan dan persiapan umroh terhambat oleh transport dan cuaca terik, subhanalloh... siang di Kuwait-summer begini, bisa mencapai 56 sampai 60 derajat celcius, euy...

Alhamdulillah setelah perlahan menyelesaikan 'benang-kusut' satu-persatu (iqomah, Umroh-tickets, visa...hmmm packingan, dsb), sekarang kira-kira tinggal meriksa 'perbekalan cemilan' buat di jalan dan kudu mencuci sandal-sandal yang mau di bawa, hmmm...yup, mohon tetap dido'ain yah, semoga segalanya lancar. Makanya beberapa hari ini sampai ramadhan nanti, kemungkinan saya online-an jarang...


Siang garang di Kuwait

Pinggir pantai dan jalanan sekitar Salmiya, Kuwait ~berkabut debu pasir

Anak-anakku alias tiga jagoan super aktif tampak sangat bosan 'pas gak keluar- na spacer'. Pernah bergantian si kecil ikut saya belanja, membeli buah semangka, mangga, biskuit, atau keperluan lainnya. Tiga puluh menit keluar saja, saya capeknya luar biasa, berhadapan dengan debu pasir dan tamparan garang matahari, apalagi sport-jantung saat menyeberang jalan karena disini TIDAK DISEDIAKAN trotoar, :-) astaghfirrulloh... Namun ternyata jagoan kecilku tidak lelah. Tidak puas jalan keluar cuma sebentar seperti itu, jadi mereka harus melakukan "pengeluaran energi" di dalam rumah, ya sudahlah, yang penting happy, :-D hehehe. Kegiatan anak-anak selain origami dan mencoret-coret kertas, antara lain : membantuku beres-beres rumah (meliputi kegiatan lipat selimut, rapi-rapi ruang tidur, dan si sulung udah bisa pegang vacum-cleaner...), menyusuni sandal dan sepatu (yang doyan diberantakin oleh si bungsu Azizi), membantu menyiapkan makanan dan berjemuran baju, sesekali di sore hari 'PDKT' dengan teman-teman baru di appartemen ini. ^-^ ❤

Dengan seabreg kegiatan itu, ternyata belum juga lelah, anak-anak 'mantengin' komputer, memutar film-film kartun lama, termasuk beberapa video waktu mereka bayi. Bang Azzam sesekali main game, kalau sudah 'setoran hafalan' qur'annya. Sedetik pun tidak ada 'duduk diam' yang kayak boneka, hihihihi, tiga jagoanku ini sibuk banget, lebih dari kesibukan ortu mereka. Dan ketiganya lebih jago 'ngotak-ngatik' ipad/ tablet dibandingkan emaknya... >_<

Hari itu, saya meminjam komputer abang sebentar, mau melihat beberapa file foto, tiga jagoanku tentu harus mengalah (ini kan komputer buat muter film mereka, main game, nonton video, dll...)dan sepertinya seri Timmy-Time di ipad-(yg udah babak belur itu) mulai membosankan, mereka jadi main silat-silatan di ruang tamu... "Ooooh, kayak lagi syuting film-film pendekar deh di sini..." ujarku, bang Azzam terbahak. :-P

Kain-kain dan selimut tipis biasanya dipergunakan sebagai 'mantel superman' untuk membuat penampilan 'pendekar-pendekar-an' jadi lebih "wah" (Gak tega deh motret kehebohan 'parah' mereka, hehehe, ntar #TrioKids tambah banyak fans pula! hihihihi...)

Kata Sayyif, "Rumahku, tempat mainku!"

Gaya Zuhud



Kalau sudah makan siang dan sholat, jeda jilat-jilat ice-cream, trus mompa bak mandi imutnya (Dapat appartemen di Kuwait, yang tanpa bath-tub, :-D jadi nampak kangen tuh sama bak gede :-p), hmmm kalau panas begini, kayaknya lebih kangen lagi sama kolam renang yah.... ^-^

Segar!

Beberapa bantal dan kasur tipis, dibangun menjadi tenda-tenda, diotak-atik seharian sampai #TrioKids puas....



Duh, cantik tenda-tendanya...

Subhanalloh, asyiknya menjadi anak-anak... (buktinya kita pasti kangen masa kanak-kanak...:-P)

Satu terlelap, yang lain ikutan...:-D

Barokalloh! Yoook tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...

Salam Ukhuwah dari kami sekeluarga, teman-teman! ^^

twitter : @bidadari_azzam ^-^