Photobucket
Showing posts with label Catatan CintaNya di Krakow. Show all posts
Showing posts with label Catatan CintaNya di Krakow. Show all posts

Sunday, November 10, 2013

Tempat Terbaik (bag. 1)


Assalamu"alaykum Warohmatullohi Wabarokatuh... 











 

Alhamdulillah, sepanjang tahun ini kami sekeluarga mendarat di belasan bandara internasional, karena kepindahan kerja dari Poland, silaturrahim di tanah air, selanjutnya pindah dari Kuwait, perjalanan umroh ke baitulloh, kemudian kembali ke Kuala Lumpur, tempat lahir bang Sayyif, putra kedua kami. Tidak sedikit saudara dan teman yang berulang kali menanyakan kondisi kesehatan dan ragam rasa penasaran mengenai perjalanan demi perjalanan yang kami lalui. Biasanya di sela senggang, ada waktu singkat untuk menjawab rasa penasaran tersebut. Satu hal yang pasti adalah Allah Maha Kaya, Hanya Dia-lah tempat kita berserah diri, tempat meminta keberkahan dalam setiap perjalanan ini.

Tujuh bulan di Kuwait merupakan masa indah yang sangat berharga. Kami memetik banyak pelajaran tentunya, apalagi kondisi cuaca panas yang sempat berada dalam suhu 60 derajat Celsius pada bulan ramadhan lalu. Subhanalloh, betapa hebat Allah SWT, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, tak terbayang dan belum pernah ada dalam mimpiku tatkala menyadari bahwa kami berlima ini telah menapaki salju tebal nan beku, kemudian bulan berikutnya melalui padang pasir yang terik. Tiada daya upaya selain kekuatan yang Allah ta’ala limpahkan, tiada yang dapat diucapkan selain istighfar dan hamdalah sebagai kesyukuran hamba. Allahu Akbar!

Di tengah penat mata dan telinga serta raga dalam keseharian dan perihnya merasakan derita di bumi Anbiya, kekuatan atas do’a telah terbukti nyata. Alhamdulillah, saat memohon kelancaran untuk berpindah di tempat yang lebih dekat dengan keluarga di tanah air, iringan do’a ini segera dikabulkanNya. Tak hanya penjagaan supaya hati terus bersabar, Allah ta’ala pula yang menaburkan banyak peristiwa di hadapan mata, agar diri kian belajar. Insya Allah… 



Beberapa contoh yang sangat menohok adalah tatkala setiap minggu isi berita dan kabar dari temanku adalah berita kematian, anak-anak mereka telah kembali kepadaNya. Tak tanggung-tanggung 3 anak dalam satu bulan. Namun hebatnya, saudariku ini masih bisa berucap, “Apalagi anak-anak kita lainnya di bumi Syria, Palestina dan Egypt, yang setiap hari terasa begitu murah harga nyawa, seberapa dahsyat berlipat ganda perih hati para ibu lainnya?”

Seminggu sebelum kami berangkat ke Kuala Lumpur, ada pula tragedi dialami seorang pekerja Indonesia, wanita. Ia telah tujuh tahun bekerja di sana, dan dalam hitungan hari pada minggu itu, dirinya tengah bersiap pulang kampung. Tiket telah dipersiapkan, Cancellation-visa sudah oke, namun tatkala mencari oleh-oleh, seorang penabrak lari telah beraksi, nyawa wanita Indonesia ini melayang, ketika ia tiba di rumah sakit. Yaa Allah, keluarganya harus menerima kepulangan sesosok jenazah. Innalillahi wa inna ‘ilayhi roji’uun.

Peristiwa itu tentu menjadi pelajaran mahal buat para perantau lainnya, termasuk bagi kami. Titik air mata mengingatkanku pada peristiwa yang mirip dengan itu, di saat akhir 2007 di Bangkok, sewaktu kami sekeluarga harus bermalam di rumah sakit ~padahal keesokan harinya adalah hari terakhir di appartemen dan sudah berjumpa dengan manajemen kantor serta pihak manajemen condo untuk mengucapkan ‘good bye’. (ada terselip dalam kisah inspiratif Catatan CintaNya di Krakow). Adanya peristiwa kematian setiap menit memang sudah menjadi bagian dari qodho & qadar, demikian pula berita kelahiran yang mewarnai hari teman-teman lainnya.

Beberapa hari setelah berita duka itu, percakapan antara diri ini dengan seorang sister pun menjadikan hati selalu teringat pada sakaratul maut. “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. (QS. Qaaf: 19) Bahwa diri kita adalah hamba-hamba Allah SWT yang mengisi kesibukan di dunia ini selagi antrian menuju tempat terbaik dalam ketetapanNya. Oh, “Setiap jiwa akan merasakan mati“. (QS. Ali ‘Imran: 185), adalah jelas pengingat buat diri kita supaya tidak seenaknya mengabaikan makna hakiki kehidupan, mengabdi kepada Robbul izzati.

Satu episode perjalanan di Polandia saja belum bisa kurampungkan dalam wujud buku yang dinantikan sahabat semua, apalagi tatkala mengadakan perjalanan darat berumroh ke baitulloh dari Kuwait, serta merasakan keindahan ramadhan dan hari raya di jazirah Arab, hingga urusan kepindahan kembali ke Kuala Lumpur. Ada banyak amanah yang harus segera ditunaikan. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah ta’ala yang senantiasa melimpahkan penjagaan terbaik bagi kita semua. Satu hal yang paling kuingat sewaktu detik-detik keberangkatan adalah bantuan sobat-sobat selalu hadir di saat yang tepat, meskipun problema datang silih berganti terutama atas leletnya urusan dengan orang lokal atau pihak kantor. Sampai beberapa jam sebelum berangkat pun, suamiku harus ke bank, mencairkan cek deposit appartemen karena pihak administrasinya tidak mau memberikan uang cash.

Semenit sebelum check-in, ternyata kami berjodoh jumpa dengan sister Keba dan ibunya. Mereka ini adalah keluarga Egyptian yang merantau di Kuwait, dan berperjalanan umroh bersama kami. Subhanalloh, bangku kami berdampingan dalam bus waktu itu, dan ‘Baba Keba’ (ayahnya) menghadiahi anak-anakku mainan sebelum berpisah, padahal setiap hari dalam seminggu itu beliau selalu membelikan jajanan snacks anak-anakku pula, masya Allah! Alhamdulillah, duhai Allah, cantiknya nurani mereka, indahnya keikhlasan mereka.

Dalam suasana berangkulan mesra itu, Ummah Keba tak henti-hentinya memeluk dan menempelkan pipinya ke pipiku, seraya bercerita bahwa sister akan melanjutkan kuliahnya kembali ke Mesir, meskipun belum ada kejelasan jadwal pelajaran karena situasi disana masih belum stabil. Dengan tanpa air mata dan senyum tulus seperti biasanya, mereka mengatakan bahwa beberapa minggu yang lalu, ada beberapa anggota keluarga yang syahid. Ya Allah… 



Dari sinar mata bening itu, tak kutemukan gundah atau rasa kesal. Sungguh keluarga ini adalah sosok-sosok mukmin yang begitu tegar dan pasrah akan kehebatan Allah ta’ala, Sang Maha Sempurna. Tatapan muka yang amat optimis akan janji-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Rabb kami adalah Allah kemudian mereka beristiqomah, maka para malaikat turun kepada mereka (sembari berkata):” Janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu di dunia dan akhirat di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“. (QS. Fushshilat: 30)

Ketika telah berada di pesawat, masih melintas wajah-wajah qona’ah sister Keba dan keluarganya, bergantian dengan bayang-bayang sisters di Krakow yang salah satunya (yaitu sister Volha-asal Belarus) juga sedang berada di Mesir sebagai utusan Jurnalist. Bahkan tatkala sister Volha berfoto bersama rakyat Mesir yang setiap hari memprotes kudeta militer, foto-foto itu ceria sekali. Padahal beberapa sisters yang ada di foto mengatakan, “Abang dan sepupu saya sudah mendahului kita, beliau ada di tempat yang terbaik…” Subhanalloh, dengan usia belia, ucapan bermakna mendalam itu sangat lancar dilisankannya, sister Volha begitu antusias membagi kisah kunjungannya kesana, bahkan ia katakan kepadaku bahwa sekarang seolah dia telah disadarkan tentang antrian menuju ke tempat terbaikNya, insya Allah. …(bersambung)

@bidadari_azzam, Kuala Lumpur, Dzulhijjah 1434h

Sambungannya (bag.2) baca langsung di TKP-link ini saja yah... atau (bag.3) disini bisa juga ;-)


Tentunya dalam artikel hikmah ini, Saya juga sekaligus menjawab ratusan tanya di hati para sahabat mengenai satu hal :
"Kenapa keluarga kami bisa berpindah-pindah & tampaknya asyik sekali bertravelling ?"

Sesungguhnya kami berusaha untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Azza wa jalla, jadi "pindah-pindah", ber-travelling, dan urusan segala macam yang hadir akibat perjalanan hidup ini, semuanya memang diniatkan hanya karena Allah SWT :-), mencari berkah dan keridhoan Allah ta'ala semata. :-) 



Insya Allah, jumpa lagi! ^_^

Barokallohu fiikum! Salam Ukhuwah yah! Wassalamu'alaykum Warohmatullohi Wabarokatuh... t: @bidadari_azzam


Thursday, July 11, 2013

Marhaban yaa Ramadhan 1434h.... (Umroh di Penghujung Sya'ban)





السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Marhaban yaa Ramadhan...


Rasa rindu meraup trilyunan pahala dan keberkahan serta ampunanNya telah berada dalam puncak asa, Mari kita tingkatkan amal ibadah di bulan mulia...

Setitik prahara dan ujian adalah penghias samudera nikmat yg harus tetap berukir lafadz syukur, Smoga kita termasuk dalam golongan hamba-hambaNya nan teguh tegar mendekap iman & ketaqwaan...

Aaamin آمِيّنْ... آمِيّنْ..​​​آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Barokalloh duhai sahabat-sahabat nan istiqomah, barokalloh duhai jiwa-jiwa perindu malam lailatul qodar :-)


~Maaf Lahir dan bathin « Anggana &Sry sekelg¤ Ramadhan 1434h

Sebelum tirai bulan mulia terbuka, kami berkesempatan hadir dalam barisan shaf pertama di hadapan pintu ka'bah. Umroh sya'ban nan amat berkesan, saat kami ternyata melihat kiblat muslim sedunia dengan utuh~menyentuh lingkaran hajar aswad dengan bait do'a berhias banjir di mata kala melafadzkan... "waqina 'adzabannaar...." (yah, getaran nurani yang takut pada siksa neraka, wajarlah semua muslim yang bertawaf kala itu penuh air mata dan keringat yang bercucuran, meskipun alat-alat berat dan perlengkapan renovasi di masjidil haraam berada di antara jamaah masjid, :-p)

Setiap hari ketika umroh dan perjalanan ziarah, ketiga jagoanku memperoleh hadiah dari jamaah lainnya :-), Alhamdulillah....

Ketika berada di raudhah, Nabawi, masya Allah.... Gak sanggup menceritakannya, betapa haru dan deg-deg-annya mengingat sesosok manusia paling kita rindukan itu~ yaa habiballoh, yaa Rasululloh (Shallallahu 'alayhi wasallam), salam bagimu yaa rosululloh.... (sampai para askarnya juga berpelukan denganku....), kemudahan dan kelancaran di tengah hiruk pikuk suasana Makkah dan Madinah tentu tak luput dari do'a sobat semua. Syukron jazzakumulloh khoiru jazza yah...

Insya Allah, mohon do'akan saya agar bisa merampungkan cerita utuhnya agar kian menularkan inspirasi buat kalian semua, aamiiin. Telah kulafadzkan do'a, semoga semua sahabat, teman-temanku yang setia merajut do'a selama ini, segera dimudahkan pula untuk menuju ke sana~ menjadi tamu istimewaNya, berada di masjidil Haraam dan masjidil Nabawi... (masjidil Aqsho juga jika sudah terbebas dari penjajahan kelak, aamiin). Aamiin yaa Robbul'alamiin....

"Our Lord! Give us in this world that which is good and in the Hereafter that which is good, and save us from the torment of the Fire!" (The Holy Qur'an 2:201)

RT @bidadari_azzam : #Ramadhan mabrook everyone, may Allah ta'ala accept our duas, always give the blessings, take care our imaan, and we must be stronger ... Please do keep our brothers & sisters all over the world in your precious duas too #Ramadhan #Palestine #Syria #Egypt #Myanmar



*Selamat memeluk puncak kerinduan, selamat menikmati lantunan ayat suci siang malam, selamat menegakkan qiyamul lail dengan dzikir yg kian diperpanjang, selamat memetik trilyunan ganjaran di setiap aktivitas sekecil apa pun, selamat berbahagia bersama keluarga tercinta, semoga Allah ta'ala meridhoi dan mengabulkan segala do'a sahabat semua... Peluk erat ukhuwah, barokalloh!*

Barokallohu fiikum , selamat beraktivitas, Salam Ukhuwah dari Kuwait ... ^-^ ❤

Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Wassalamu'alaykumWrwb... :-) 


Wednesday, March 20, 2013

Sistersku Muallaf : I Love Islam

Assalamu'alaykumwrwb^^...





Allahu Akbar!

I love Islam, kalimat yang seperti sepele, padahal pembuktiannya amat berat. Kalau yang namanya cinta, berarti sayang dan patuh pada rambu-rambu Islam itu sendiri, tidak semua orang Islam 'sudah' mencintai agamanya, kan? Sementara itu, teman-teman saya yang non-muslim, malah tertarik pada Al-Islam karena keunikan akhlakul karimah dan ukhuwah erat di dalamnya, subhanalloh!

Satu pesan saja yang ingin saya kutip disini, dua sohibku yang mantan aktivis church mengungkapkan,

“I was a Christian, now I am a muslim alhamdullilah. I still love Mariam and Jesus (peace be upon him) but in Islam we believe in all Prophets, and Muhammad (peace be upon him) was the last Prophet. We pray to only One God, who create all the mankind and everything. In Arabic we call Him Allah. Islam is religion of peace and brothershood….” Patty dan Beata punya kemiripan cerita mengenai awal memeluk Islam.


Baca lanjutan sharing mereka di link dakwatuna ini, ke TKP langsung yah :-)

Terima kasih sudah menyimak, sobat-sobat tersayang :-)

:-)Salam ukhuwah, happy busy days...

Barokalloh always!

(^-^)



Wednesday, March 13, 2013

Kabar Sohib Krakow (dalam foto)

Assalamu'alaykumwrwb...

Menerima email cinta dari sohib ternyata mengingatkanku tentang rindu, *_^ Biasanya ketika berada di Poland, kangennya kan sama keluarga yang di tanah air :-). Namun tatkala telah menyadari kepindahan dari Krakow (yang sekarang sudah kami tinggalkan selama hampir dua bulan ini), ternyata mulai hadir kerinduan pula kepada sohib-sohib disana. :-) Begitulah kalbu, eratnya ukhuwah berbuah rindu. Semoga rasa ini menghadirkan keberkahanNya selalu... aamiin... ^^

In front of Masjid Krakow

Sisters' Room in Islamic Centre Krakow

"Dear Riry, Saya masih ingat raut wajahmu yang tetap ceria meskipun lelah. Kamu berkata bahwa saya adalah temanmu, padahal kita hanya beberapa kali berjumpa, saya sangat tersanjung! Bagi saya, kamu sangat unik dan dirindukan siapa pun, temanmu sangat banyak padahal kamu bukan orang Polskie, tandanya kamu adalah wanita hebat. Saya berharap bahwa saya dapat menjadi muslimah yang baik sepertimu... Dan kali ini, saya ingin membuatmu gembira, saya beritakan bahwa saya telah menjadi muslimah, 'I am muslimah, you know?!' Saya bersyahadat sewaktu sholat jum'at beberapa minggu lalu, sebuah pilihan hidup yang paling berat, keputusan saya yang sesuai dengan nurani. Semua sisters bercerita bahwa meskipun kamu tidak berada di Krakow sini, namun hati dan jiwamu sudah kamu simpan di sini... Saya bahagia sekali karena sekarang kita bersaudara, I love Riry:-*...."

>_< Riry is crying... but happy :-))


Teringat Old Town Krakow :-). Kalau disana, naik angkutan umum, semua orang menawarkan tempat duduknya. Bahkan aki-nini yang usianya 80++ masih berdiri tegap agar tampak lebih muda dan sehat! Namun disini, ketika berada di angkutan umum, para penumpang cuek bebek ketika melihat manula, ibu hamil, atau yang membawa bayi & anak-anak tidak mendapatkan tempat duduk di angkutan umum (malah rebutan kayak zaman penjajahan x_X *gakmalu sama kemerdekaan dan kemajuan pendidikan*), bahkan kondekturnya geleng-geleng kepala melihat dua bencong yang *pura-pura* tutup mata dan tutup telinga saat dimintai tolong merelakan kursinya di angkutan umum, :-P. (Riry tepar bo', kalau naik taxy mulu :-P)

Jadi curcol :-P

Katedral in Wavel Castle

Faghfirlana.... Ampuni hamba, Yaa Allah... Semoga Allah ta'ala meneguhkan hati kita dalam ketaatan padaNya, aamiin...

Tetap saling do'a yah ^^

Barokalloh selalu, aamiin... salam ukhuwah dari tanah air;-)

juga Salam Ukhuwah dari keluarga Muslim Krakow, teman-teman! ^^ Syukron jazzakumulloh khoiru jazza...

Sunday, March 10, 2013

Sekilas Sapa Mawar Cinta di Krakow



Assalamu'alaykum Wrwb... (^-^)



Ketika sibuk packing segala macam keperluan sebelum kami sekeluarga berangkat dari Poland januari 2013 lalu, Saya sampai lupa tentang artikel ini yang dimuat di dakwatuna dan islam pos :-)

Alhamdulillah diingatkan oleh sohib nun jauh disana (tapi dekat di hati, ;-D) Syukron jazzakumulloh yah ^^

Alhamdulillah... Sejarah terukir bahwa kita sebagai keluarga muslim Indonesia turut berperan aktif dalam merintis Islamic Centre Krakow, :-). Muslim-muslimah dari berbagai negeri maupun yang berasal dari kota kecil sekitar Krakow, merindukan acara "kumpul di masjid", memakmurkan masjid, rindu untuk berbagi suka duka... Rindu pelukan ukhuwah! Terutama di negeri minoritas muslim ini.

Winter kali ini, kita telah melaksanakan secuil program "Sekilas Sapa Mawar Cinta" sebanyak dua kali, sepintas kelihatan sepele~ namun dua televisi swasta -Polskie- mengajukan wawancara kepada saya via email, pertanyaan utamanya adalah "Kenapa anda mau menghabiskan uang untuk bagi-bagi mawar dan kalimat hadits Muhammad (Rasulullah Shall Allāhu ʿalay-hi wa-sallam) tsb?"

Mereka benar-benar terkecoh info media mengenai berita Islam nan mulia ini.... #LoveIslam

Langsung baca di TKP saja yah : dakwatuna~bidadari_Azzam

Kemudian setelah program part 2 bagi-bagi mawar lagi (januari yang lalu), dimuat pula disini : Islam Pos~bidadari_Azzam

:-) Semoga Allah ta'ala meneguhkan hati kita dalam ketaatan padaNya, aamiin...

Tetap saling do'a yah ^^

Barokalloh selalu, Yoook tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...

Salam Ukhuwah dari keluarga Muslim Krakow, teman-teman! ^^

Wednesday, January 30, 2013

Hari Terakhir di Krakow :-)

Assalamu'alaykumwrwb.... Tahmid wa sholawat ^^

Alhamdulillah 'ala kulli hal, sekarang saya dan anak-anak sedang berada di tanah air, ;-) perkiraan 'masa transit' yang sekaligus liburan ini adalah sampai maret nanti tiba. ^^

Ceritanya, my lovely Abu Azzam memang memperoleh tantangan lebih menarik (segi dunia wal akhirat :-D) di negeri lain, yang mana negeri ini memang lebih dekat dengan sebuah cita yang kami impikan 'goal' tahun ini, :-) *sempat tertunda 2 thn silam*. Sejak oktober 2012, secara perlahan-lahan kami memantapkan niat dan mulai packing, serta mempercepat program-program 'target' (ragam aktivitas di masjid/Islamic Center) di Krakow. :-D Kemudian di bulan desember 2012, barulah kami ceritakan kepada sobat-sobat dekat tentang rencana kepindahan ini.

Semua terkejut, semua bersedih, dan seolah tak ingin berpisah.... namun di beberapa minggu terakhir itu~sekaligus di saat salju lebat musim dingin ini~ sobat-sobat di Krakow mulai menenangkan diri dan berusaha untuk tetap aktif dan kreatif berkegiatan di Krakow. :-)

Seorang sister berkata, "Berat memang, beraaaat untuk melepasmu pergi... bukankah nanti kalau kamu sekeluarga sudah 5 tahun disini, kan urusan resident-visa akan lebih mudah (dan lebih murah) ?"

:-D "Memang.... tapi, bukan itu yang kami cari..." ujarku.



Seseorang sister lainnya yang lebih senior menangis, "I was lonely, happy days coming when we met.... But okay, go...go, my dear, get your happiness.... and remember please, we have same destination, right?" kalimatnya makin membuat banjir di mata-mata lainnya, oh, sebulan terakhir di Krakow, mataku basah terus-menerus, kesehatanku menurun, batuk-pilek dan demam tinggi, terseok-seok menyelesaikan ragam urusan administrasi, dll, masya Allah....

Banyak sekali ilmu baru yang kupetik, senang sekali bisa sempat berbagi di beberapa yayasan peduli kanker, dan bakti sosial buat anak-anak penderita lumpuh, silaturrahim meski berjauhan dsb, di masa-masa singkat dengan suhu minus dua puluh derajat celsius, Allahu Akbar!

*Ternyata kita bisa! kita bisa melalui segala masa sulit ketika kita yakinkan diri bahwa memang kita akan bisa dan akan mudah menapaki cabaran itu....* Insya Allah...

Tidak dapat diceritakan dengan mudah, apalagi jika hanya melalui untaian kata, ketika harus pindah ke benua berbeda~ dengan pasukan heboh balita dan kanak-kanak~ plus suasana keseharian musim dingin yang selalu beku dan jalan licin oleh salju, :-D satu kata : REPOT :-). Para emak pasti bisa membayangkan kesibukanku packing dan hal lainnya, kan ?! ;-)) hihihi....

Alhamdulillah, sister Aisha meluangkan waktunya untuk mengantarkanku ke bandara Balice (nama air port di Krakow). Kami berangkat pukul tujuh pagi usai sarapan (yang diantarkan oleh sist Sakina & Fathin.... ohhhh, sweeet, baiknya sists kita ni....). Sist Aisha bercakap langsung dengan bahasa Poland kepada karyawan maskapai yang menerima 'bagasi kami', soalnya bagasiku dan anak-anak ada kelebihan satu koper. :-D Ternyata kelebihan 'dikit itu' diperbolehkan, euy! Senangnya! Walhamdulillah...



pic Snow in Krakow

Suasana kepergian kami dari Krakow adalah sama persis dengan suasana kedatangan kami di tahun 2009, salju turun lebat, jalanan licin dan suhu beku *dingiiin euy!*

Alhamdulillah lancar, ^^

Bagian yang menyebalkan *satu-satunya* adalah berurusan dengan ~security check---government! Soalnya tuh orang buka-buka koper gak bilang-bilang, di dalam koper ada souvenir gelas (yg gambar EUFA 2012),diobok-obok, TERUS DIBIARKAN TERBUKA! :-D

*Kena dah, kuomelin* hehehehe, *nih masih prilaku Islamophobia tuuuh, meskipun banyak penumpang lainnya yang ngomel* Kebangetan banget, Sayyif sampai menangis gara-gara mobilan di kantongnya juga diambil dan badannya di"deteksi" oleh si security itu! Masya Allah, balita tiga setengah tahun gini lho.... *otaknya mikir apaan sih tentang detektor yang bunyi di badan balita ini?!!!* wkwkwkwkwk....

Kami (sekeluarga) barengan berangkat dari Krakow ke Frankfurt, kemudian ke Doha-Qotar. Selanjutnya, saya dan anak-anak ke Jakarta, sedangkan Abu Azzam terbang ke negara lain, langsung dinas ke lokasi yang baru (tersebut). :-) Alhamdulillah lancar, segalanya berkat pertolongan Allah ta'ala, ^^ iringan do'a sahabat semua, serta kekompakan trio kids, subhanalloh...

Sist Aisha secara dadakan mengambil beberapa foto saat kami berangkat dari Krakow pagi itu, ;-)) hehehe...







pics Last day in Krakow, 2013

.... Ntar sambung lagi yah, ;-) *masih selonjoran dulu* :-D

Semoga Allah ta'ala senantiasa melimpahkan kemudahan dalam semua urusan dan permasalahan yang dihadapi sobat semua, aamiin... Semangat beraktivitas!

Salam Ukhuwah dari Krakow ^^, Barokallohu fiikum :-)

@bidadari_azzam :-)

Thursday, January 10, 2013

My Twitografi About #MuallafKrakow #CCK

Assalamu'alaykumwrwb...:-)

Mau numpang nyimpen tweets yang tempo hari, tentang sisterku... #MuallafKrakow #CCK

❤ ❤ ❤ my sista

So so many lesson for me today, Yaa Allah....

Saya baru pulang dari rumah seorang sister muslimah di Krakow, #MuallafKrakow #CCK

Saya tidak menyangka... hampir-hampir tidak bisa bicara lagi, bagaikan menjumpai keajaiban yg luar biasa disini... #MuallafKrakow #CCK

(Poke Mbak @asmanadia yang tidak jadi mampir ke Krakow #MuallafKrakow #CCK )

Karena ketahuilah sahabat-sahabatku, sister kita ini, sudah 15 tahun *hatinya merengkuh hidayah islam* #MuallafKrakow #CCK

Akan tetapi... barulah setahun lalu *secara resmi bersyahadat* (officially), sebab tak ada yg Syekh/Imam yg bs ditemui #MuallafKrakow #CCK

...Padahal, dia sangat kesepian (lonely), dan "terasa ada amukan di dadanya" krna sbelum tau ttg Islam... #MuallafKrakow #CCK

dia amat taat di agama lamanya, bahkan dia aktivis /'tokoh agama' di agama lamanya #MuallafKrakow #CCK

Cobaan-cobaan dalam rumah tangganya juga terjadi, *yg mengingatkanku pada kisah bunda @pipietsenja * #MuallafKrakow #CCK

Namun, fisik dan mental yg tersiksa (oleh sesama manusia itu) ternyata membuatnya sgt tegar, Subhanalloh! #MuallafKrakow #CCK

Sisterku tsb, sepulang krja, baca qur'an, olah raga (angkat barbel dan gym)... pintar masak pula! *kagumbgt* #MuallafKrakow #CCK

Ingin banget *ngajaknya ikutan ngaji ke Indonesia* poke NY @esthafia :-D #MuallafKrakow #CCK *beda bgt kan, rame muslimah Indonesia*

... Emang kejauhan, sewaktu beliau ke Mesir dan negara berdekatan Poland lainnya, *cukup merasa fantastik juga* #MuallafKrakow #CCK

dia merasa "amazing" melihat kumpulan muslimah, wanita-wanita Islam hidup di tempat "yg nyaman"/ kondusif... #MuallafKrakow #CCK

dan dia, sm sprti older sister lain yg prnh kujumpai, brkata, "kamu hebat krna mau tinggal dsini..." #MuallafKrakow #CCK

Sedangkan sy brkata, "kamu jauh lebih hebat, sist! sungguh tegarnya mndekap hidayah Allah, disini..." #MuallafKrakow #CCK

kami menangis terharu, pelukan ukhuwah begitu terasa, kental dan jernih, mengalir do'a2... #MuallafKrakow #CCK

'amazing... very amazing', 15 tahun keislamannya adalah rahasia pribadi dgn Allah--semata, subhanalloh! #MuallafKrakow #CCK

sisters&brothers dsini heran jg *kalo baca brta Indo*, heboh melulu urusan yg gimana githu... sedangkan ... #MuallafKrakow #CCK

.. di belahan bumi lain, yg minoritas muslim, begitu kuat merengkuh TAWHEED, bgitu smgt bljr Islam kaffah #MuallafKrakow #CCK

... pdhl sama, media2 tv, internet, lebih parah "tontonannya", namun bedanya, "Kalau Allah sudah di hati..." #MuallafKrakow #CCK

..maka hal-hal yg selain Allah, silakan pergi... #MuallafKrakow #CCK "It's amazing...." I can't say anything except SUBHANALLOH

Menulis ini pun seraya banjir di mata, *sy punya ortu, punya suami sholeh, punya anak2 sht...pnya kelg Islam* #MuallafKrakow #CCK

.... Sementara "new muallaf", sisters & brothers disini (yg bs dihitung dgn jari tgn), mayoritas gak lgkp ortu.. #MuallafKrakow #CCK

... Korban "situasi komunisme" pula, beda pemahaman yg jauh dgn kakek-nenek ke atas2ny.... #MuallafKrakow #CCK Bahkan harus menghadapi skp sinis tetangga2, skp curiga dr agen2 internas pula... #MuallafKrakow #CCK

Sprti yg lainnya,sisterku blg,"yg trberat dan kyk org gila itu ketika kami trpanggil bgt dr hati : Love Allah, Al Islam #MuallafKrakow #CCK

... pdhl seumur hidup sejak dibuai mommy, nyanyian agama lama yg melekat di otak ini, serta segala kebohongan mereka!" #MuallafKrakow #CCK

Maka, Maha Benar Allah dgn segala firmanNya.... Maha Besar dan Maha Sempurna Engkau, Yaa Robb... #MuallafKrakow #CCK


Sahabat-sahabat, di banyak kota kcl Eropa Timur, UK, &sktrnya, &benua manapun, PASTI ADA muslim &atau muslimah #MuallafKrakow #CCK

Kalau kamu ada takdir mengunjungi tmpat terpencil atau negeri minoritas muslim, tetapi tak brjumpa muslimin... #MuallafKrakow #CCK

... itu karena masih banyak yg sperti sisterku ini, "menyembunyikan keislamannya" krna memang gakada komunitas #MuallafKrakow #CCK

...bhkan gak kenal dgn seorg brother (yg tgglnya 5 stop-an bus dr tmptnya), bro itu 7 thn sudah Islam.. #MuallafKrakow #CCK

mereka fokus aja, masing2 'searching sndiri2' di forum2 internas, browsing sana-sini... cr literature Islam #MuallafKrakow #CCK

beda bgt dgn saudara/i kita yg ada di tnh air, ngaji gratis tinggal kumpul aja, tp susah amat langkah kaki :(... #MuallafKrakow #CCK

.... Kalau ada artisnya, ngaji rameeee dah..... (naudzubillah...), mudah2an tidak sedemikian yah, sobs ;-)) #MuallafKrakow #CCK

*masih ngelap-ngelap air mata (&inyus--hehehe)*, sy masih kurang bersyukur... Ampuni hamba yaa Allah... #MuallafKrakow #CCK

Anak-anak ogah pulang ke rumah, maunya maeeeen sama Cioca :-D



Allahu Akbar!

Terima kasih sudah menyimak, sobat-sobat tersayang :-)

:-) happy learning ^^ and continue happy busy days...

Barokalloh always!

(^-^)

Tuesday, January 8, 2013

Cobaan Berat di Akhir Tahun

Assalamu'alaykum WrWb...

Tahmid wa sholawat,

Kemarin saya bilang bahwa 'gak update karena sakit, kaaan...' (serius, sakit hati dan badan, say....^^)

Ceritanya bermula sebulan lalu anak-anak gantian panas-dingin, malam demam-siangnya gak, dst, batuk pilek alias kudu memperoleh perhatian ekstra supaya segera lincah kembali. Dokter mereka mengingatkan kembali tentang tambahan vitamin C dan D (astaghfirrulloh, memang lupa ngasih vitamin....), seharusnya di saat kehebohan angin kencang dan seringnya turun hujan saat winter ini, asupan vitamin C dan D gak boleh absen. (Terutama vitamin D tuh, mataharinya kan kebagian sedikit saja di belahan bumi Krakow, hehehehe)

Dimulai dari Bang Sayyif~yang kemudian menularkan batpil ke bang Azzam dan Dek Zuhud, umminya pun merasa meriang, tapi langsung menghantam lemon teh panas dan tetap banyak minum air putih, seminggu-an itu ummi bertahan. Tetapi ternyata yang ketularan lemas dan ambruk adalah abi, hu...hu...hu.... Kasihan abi, batuknya kering, seluruh tubuh panas, harus melalui masa gak nyaman itu~gulung-gulung di selimut, trus lari ke kamar mandi supaya puas batuk-batuk, trus mingkem lagi ke selimut, berusaha minum teh hangat dan makan beberapa cubit roti, lemas tiga hari.... *Work from home seharian, lucky pas sakitnya weekend*



Naah, di penghujung tahun lalu (beberapa bulan sebelum akhir tahun), si ummi kan mengirimkan beberapa paket hibah/ hadiah ke beberapa yayasan di sekitar Krakow. Mumpung ke kantor pos pula, sekalian kukirimkan paket wakaf qura'an dan buku kepada masjid 'Warga Indonesia' di Berlin. Ada satu majalah ummi-edisi lama, ikut kukirimkan pula. Biasanya, tidak kupotret, namun paket kali ini, sempat kufoto di hari pengiriman.

Untuk paket ini, saya nelpon masjid tsb, tidak diangkat. Saya kirim pesan ke pengajian ibu-ibunya, tidak dibalas. Jadi lumayan tersendat-sendat nih pengiriman, saya pernah beberapa kali mengirimkan 'celengan dana' sebagai bentuk dukungan masjid di Berlin tersebut (maksudnya yang bukan celengan bareng dgn suami, sejak ada posko sumbangan dari Bangkok 5 thn lalu.... :-p), cuma sesekali menengok websitenya, tidak pernah di update lagi, 'janji dari seorang muslimah WNI' untuk bisa mudah melihat laporan dananya ternyata tak terbukti.

Bulan oktober saya perjelas pesan kepada seorang muslimah WNI (yg saya yakin sholehah dan baik hati, ia sahabat dari sahabat saya juga... ), "Mbak, Saya cuma minta tolong pastikan, Siapa nama penerima di alamat masjidnya? Supaya paket buku dari Poland ini, mudah nyampenya, Tolong tanyain yang di masjid.... Kalau memang gak ada orang di masjid, titip ke alamat mbak aja, kan lebih pasti..."

Ia bilang bahwa, "Oh, itu alamat yang kamu lihat di website, sudah benar, gak usah nulis nama siapa-siapa. Nanti siapa pun yang ada di masjid, bisa menerimanya, pasti nyampe' kok!"

Oke, siaaaap!

Paket ini meluncur dari Krakow, pertengahan oktober 2012. Ongkos Poczta sekitar 25 Euro (ambil dana belanja sendiri-lah...), :-)





Kemudian hari-hari berjalan dengan amat padat rutinitas seluruh anggota keluarga. Saya pun mengunjungi beberapa teman, mendapat kunjungan teman lainnya, dan berbagi ke beberapa yayasan lagi disini (tanpa sempat foto-foto. hehehehe...*edisi sudah mulai liburan orang Poland, kalau memasuki november-desember)

Tiba-tiba di saat kedatangan seorang sister muallaf, tanggal 27 desember 2012 ke appartemen kami, selembar kertas Poczta mampir di kotak pos saya. (Jadi dia bisa bantuin menerjemahkan kertas Poczta gitu lho...)

Bunyinya kira-kira, "Pelanggan yang terhormat, barang anda harus diambil kembali di kantor pos blok 22, pada hari ini pukul 6 sore".

"Barang yang mana yah?" pikiran saya langsung menebak-nebak, sekaligus sedih, "Masa' iya sih, gak nyampe'?"

Saya tidak bisa langsung pergi ke poczta hari itu, sehingga keesokan harinya baru kucoba, Azzam libur skul~jagain Zuhud, Sayyif menemaniku. Soalnya Sayyif kan bosan karena hari itu tidak sekolah (ada acara kiermars-Polskie di skulnya). Salju turun deras, angin pun kencang, blok 22 si poczta itu "terasa lebih jauh" (ya iyalah, jalan kaki dengan menggandeng anak 3 setengah tahun! :-D), Jalanan di blok appartemen sekitar kami area bukit dan lekukan pula. Pokoknya jadi "Perjalanan hampir 2 jam", padahal cuma jarak dekat lokasinya, 1,2 km kira-kira dari rumah ke Poczta.

Sesampainya di kantor pos itu, terhenyaklah saya, setelah antri tiga orang, paket ini disodorkan buatku, dengan syarat harus membayar ganti rugi kembali, sekitar 6 Euro-an

Paket Cobaan Banget: Tempelannya 5, Bahasa Poland, Bahasa jerman, Bahasa 'Londo Menurut si ibu di kantor pos, "Tidak ada yang mengambil paket ini, Pani..." :-(

Ada catatannya memang "Jika barang tidak diambil pemiliknya selama sebulan, maka akan dikembalikan lagi ke alamat pengirim..." :-( Itu kan paket 3,14 kg (yang artinya sudah tiba di Berlin, bulan november). Tidak ada bilik kotak surat yang bisa langsung "melahap pos" seberat itu. Biasanya di Poland, kalau kami menerima paket seperti ini (misal : beli online, hadiah teman dsb...), kami hanya mendapatkan surat (selembar, a note). Dengan surat itu, kami menuju kantor pos dan mengambil barang yang harus diterima. Bila barangnya kecil dan ringan (mudah dibawa oleh pak pos), ia akan mengetuk pintu sekitar jam 11am- 1pm. (Kalau pintu gak dibuka, yah dia kasih 'a note' juga), kita bisa ambil barang sesuai waktu yang kita kehendaki.

Hari itu, salju sibuk mengerumuni jaketku dan Sayyif, terseok-seok membawa kembali paket 3,14 kg ini ke rumah, dengan melayangnya 30-an Euro pula, hehehe... wuuuuush (oh, Allah.... kalau buat bayar listrik Emak-bapak kan lumayan tuh.... :-P)

Sesampainya di rumah, kudiskusikan dengan sister "itu" (untung FBnya lagi OL) "Bagaimana kabar masjid tu?" Gak ada orang yang mengambil paket ini, kemana ajeee yg di masjid "nasionalisme bangsa" itu,

Ooooh, Ow....enteng sekali dia bilang, "Kayaknya aku lupa deh ngasih tau juga....Kalau telpon masjid, memang lagi rusak! Maaf ya, pasti ada hikmahnya walaupun nyesek juga, begitulah kalau mau berbuat baik..." seharusnya yang berkata itu adalah ..... (?)

Oh, Allah! Faghfirlanaaa.... Cobaan berat di Akhir Tahun, ada barang-hadiah berupa kitabMU, Kalamullah---yang DITOLAK oleh muslimin sendiri (Wakaf qur'an adalah sumbangan masyarakat Indonesia), buku-buku adalah seutas kenangan dariku (:-p jadi merasakan "dikerjain", kayak dianggap pecundang, beneran!Suer!), sedangkan teman-teman non-muslim malah senang dan ceria menerima hadiah buku islami atau hijab untuk dicoba pakai sesekali, Subhanalloh!

>_<

Alhamdulillah, kalau di Poland~untuk libur akhir tahun, sejak tanggal 20 des sampai 1 Januari, :-D. Maka sepulang dari Poczta, paling asyik bergulung di selimut "menikmati badan meriang",meski di kanan ada Sayyif, di kiri ada Zuhud,&keduanya merengek-rengek, hehehehe.... Walhamdulillah 'ala kulli hal! ^^



Lagi-lagi saya tancapkan ingatan di dada, oh duhai nurani, simpanlah selalu jamu kesabaran dengan dosis tinggi, sering kali ada kejadian mendadak yang mengharuskan kita meminumnya segera! :-)


Barokalloh selalu, semoga tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin... Salam Ukhuwah dari Krakow, teman-teman! ^^

^^ Sudah follow twitter @bidadari_azzam, kan? ;-))

Monday, November 12, 2012

HUT Poland 11-11

:-) Assalamu'alaykum....

Dalam Sejarah Polandia, teritori Polandia telah dikuasai oleh berbagai negara. Seperti pada abad ke-16, Persemakmuran Polandia-Lituania, merupakan negara terbesar di Eropa, sebelum Rusia. Polandia memperoleh kemerdekaannya tahun 1918, setelah selama lebih dari seabad dikuasai oleh tetangganya (jangan sebut-sebut melulu negara tetangganya ini di depan pribumi Poland yah, :-D, bikin mereka tersinggung... :-)), tetapi perbatasannya berubah setelah Perang Dunia Kedua.

Di berbagai kota dan wilayah pedesaan Poland, kita bisa dengan mudah menemukan banyak patung, taman, air mancur atau danau, juga museum, ratusan jumlah museum di Krakow, puluhan yang sudah dikunjungi bang Azzam. :-D

Setiap hari libur resmi termasuk ketika kemerdekaan Poland dirayakan yaitu di tanggal 11 November (dan ada satu hari kemenangan militernya di bulan mei), seluruh toko tutup, kantor dan sekolah libur, tram dan bus pun amat jarang. Penduduk sering ramai-ramai ke museum, bikin acara di jalan-jalan, berdo'a di depan segala jenis patung Pahlawan, dan berombongan sekeluarga atau satu sekolah menghadiri acara theatre atau galeri-galeri kepahlawanan.

Berikut beberapa foto di tanggal 11 kemarin, di sekitar Old-Town Krakow pun banyak pengibaran bendera 'Putih Merah' (berasa kayak di Indonesia juga, gara-gara warna bendera sama, :-P), tetapi tak ada celah untuk memotretnya, :-D

Kalau foto Istana dan prajurit-prajurit bule Polskie ini, gak sama kan? :-p

Happy independence day Polska, :-)...

Thanks, we always give 50% salary for your "emerytem" monthly,;))

dziękuje :-))














Kemajuan di Poland yang kita nikmati, salah satunya adalah dengan berdirinya Islamic Centre Krakow tahun 2011 lalu, :-) Barokalloh selalu, semoga tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin... Salam Ukhuwah dari Krakow, buat semua sahabat yang kucintai karena Allah! ^^

Wassalamu'alaykum, :-)

^^ Sudah follow twitter @bidadari_azzam, kan? ;-))



Thursday, November 1, 2012

Taxy Kraków

Assalamu'alaykum Wrwb.... :-)

Edisi curhat ketika sempat, terbangun di tengah malam nih sobat ;-))

Ceritanya sabtu lalu, 27 Oktober 2012 (alias 11 dzulhijjah) kami akan berangkat ke Islamic Centre Krakow untuk dzuhur bersama dan makan siang bareng (the sisters), di saat the brothersnya sedang ke peternakan karena menyembelih hewan kurban.

Hari itu hujan lebat, hampir kami membatalkan rencana pergi, namun seorang sister sudah meneleponku berkali-kali (ia sudah datang dua jam lebih awal sebelum waktu dzuhur, dan memang ia "new sister", yang belum memahami kesibukanku dengan tiga anak, *belum kenal banget githu lho....* ).

Dengan menguatkan hati, "Yah masa' gara-gara hujan jadi batal? :-D lagi pula kami sisters disini cuma segelintir orang, bisa dihitung dengan jemari tangan, jarang kumpul, dan iedul adha kali ini udah memasak makanan dari rumah masing-masing....", kami bersiap-siap dan segera menelepon taxy.

Sayyif sedang rewel, satu hal penyebabnya~yang bagi kita tidak penting; tetapi baginya, penting banget! ^^, yaitu topi kesayangannya tidak ditemukan di tempat biasa, "Topiiii... Mana topi? Mana topi? hu hu hu....", sepanjang waktu kalimat itu mengalir dari bibirnya. Kami sudah mencarinya beberapa menit, dan memakaikan topi lain sementara waktu, namun Sayyif tidak mau,'ogah' pakai topi yang bukan topi topi fav-nya...

Setelah semua pakai mantel dan Sayyif tidak pakai topi, kutelepon Mega-Taxy, operator bilang, "Empat menit datang taxy, Pani...warna putih...".

Dalam hati, "Cepat sekali yah, empat menit, apa nih orang sembarangan sebut?! Soalnya sudah curiga juga, sebelumnya memang sering menelepon taxy ini, dan operator selalu bilang 'empat menit', tetapi kenyataannya empat kali empat menit alias ngaret....". Astaghfirrulloh, cepat-cepat kusingkirkan prasangka, kami berlima segera berjalan ke gerbang appartemen,hujan ternyata kian deras. Si mega taxy kutelepon lagi ketika lima belas menit sudah berlalu... :-(

Kata operatornya , "Mungkin macet, Pani....", *Aaaaargh*, hujan dan kami kedinginan di luar, "Kamu tau, anak-anak saya sudah basah, kami menunggu di gerbang karena kamu bilang empat menit!", dia minta maaf dan menyuruh menanti taxy, sementara the baby Zuhud sudah melemparkan topi kupluknya ke comberan, dan kertas pembungkus makanan sudah rusak terkena hujan.

30 menit berlalu, kutelepon lagi Mega-Taxy, "Cancel....". Maksudku, biarkan aku menelepon taxy lain yang bisa lebih cepat datang dari pada tidak ada kepastian menanti taxynya.

Kutelepon 'iCar', yang bisa bahasa Inggris dan kita sudah berbaik hati merekomendasikannya kepada teman-teman yang jadi turis ke Krakow ini.... :-)

. Kami kembali ke teras appartemen, (sekitar 70 meter dari gerbang) Sayyif tidak mau digandeng, Zuhud juga meronta-ronta (masya Allah....), kebat-kebit pikiranku karena sudah terlambat datang ke masjid :-(.

Operator iCar bilang "Tujuh menit taxy datang....", meskipun dia datang setelah 15 menit, kami tidak marah. Tetapi justru aneh tapi nyata, si sopir yang sudah manula melotot dan menolak kami. Seumur-umur, baru sekali ini ditolak sopir taxy yang udah kita pesan via telepon, :-D.

Terlepas dari masalah sopir itu mungkin seorang gay yang benci sama anak-anak, dengan sikap menolaknya kayak bencong begitu (tentu jauh levelnya di bawah nilai-nilai manusia normal).... atau mungkin alasan kuat adalah dia gak mau taxynya basah, namun saya tersinggung dan sakit hati karena dia bilang, "Haaaa? Berlima?! Anaknya banyak! kamu harusnya nyewa auto-bus, gak boleh naik taxy! No! no!", bentaknya.

Padahal kita baru sehari sebelumnya malah "benar-benar bertaxy berlima dengan teman", pas hari iedul adha, Sayyif dan abang Azzam sekolah, jadi yang di taxy : 4 dewasa +bayi (alias Zuhud), sopirnya tidak error seperti itu, baik-baik saja :-)

Jadi saya bilangin, "Pak... ini namanya kita bertiga, dan dua balita....", *memang semua bermantel tampak gede-gede badan, apalagi Sayyif kan gak mau digendong*, dia sudah duduk duluan di taxy, dan Sayyif DIUSIR! (Ohhh, dziadek! how bad your attitude!) Hope you remember about that day, you must accept the punishment for all you've done! (Allahumma aamiiin....)

In another time, you can ask another taxy-drivers, we always feel them like the friends and give more payment (because love).


Sopir itu tetap teriak-teriak mengomel, yang diomeli adalah sesuatu yang sudah jadi kebesaran Allah : yaitu pilihanku untuk menjadi ibu dan punya amanah berupa anak-anak, yang sekarang masih balita, :-), dan tentunya bukan urusan dia! Bahkan saya tidak meminta makan sama dia, malah sebagian besar gaji disini adalah menyumbang untuk kehidupan manula seperti dia yang telah bebas dari komunisme beberapa tahun ini, :-), "Mana rasa syukurmu, oh driver!" (O iya, saya memang lupa, sebab kamu bukan muslim, yah dziadek ... Tapi saya punya banyak teman non-muslim yang bisa 'bersyukur' koq.... cuma memang bukan kaum homo sepertimu yang berani menghina-hina Sang Pencipta :-D)

Okay, *tutup kuping*, let's enjoy our smile!

Lima puluh menit terbuang sudah, ujian kesabaran menghadapi Mega Taxy dan iCar itu. Kami kembali ke teras apartemen dan menenangkan diri, kuputuskan untuk masuk rumah saja, dan menyuruh suami untuk naik bus ke masjid sembari membawa makanan. Saya sempat menjawab beberapa telepon kala "menanti keputusan" rencana selanjutnya itu.

Namun Abu Azzam bilang, "Gak.... kita gak boleh mengalah dengan kondisi, say.... Ngapain semangat untuk ke masjid langsung hilang gara-gara si sopir?! Kan gak boleh, biarin aja... kita cari taxy lain atau kita naik bus aja yooook.... Sudahlah, coba cari nomor taxy lama, langganan kita dulu...", kita browsing sebentar, menemukan orange/mpt taxy yang armadanya banyak namun langka digunakan orang lokal~karena tarifnya lebih mahal.

Saya telepon operator orange-taxy, dia bilang "Sepuluh menit, Pani....", suamiku menunggu sendirian di depan gerbang sementara kami berteduh di teras apartemen. :-) Ternyata taxynya datang lima menit kemudian, (^^)walhamdulillah.... jam 12:53, kami meluncur ke Islamic Centre Krakow, Taxy-nya melaju kencang dan sopirnya ramah, kami tiba di masjid pada pukul 12:59 saking 'ngebutnya' pak sopir.

Alhamdulillah, setiba di masjid, kami sholat dzuhur berjama'ah, dan makan siang sederhana dengan lauk ayam bumbu & ayam bakar (masakan ayam dengan bumbu beda-beda, karena yang masak juga beda-beda).



Namun, Zuhud jadi batuk dan muntah-muntah (memang tidak ada pemanas di masjid, mungkin dia kedinginan...), oleh-oleh hari itu adalah Zuhud dan Sayyif jadi demam, :-) semoga hal ini merupakan 'tambah kuatnya' kondisi tubuh mereka dalam menerima serangan virus, bakteri, dan cacian keji dari orang-orang tak bernurani (seperti sopir iCar tersebut).
High-fever, perjalanan pulang di orange-taxy seusai ashar 11 Dzulhijjah 1433

Btw, ternyata naik orange-taxy "gak beda jauh" tarifnya koq, dasar orang sini aja yang memang sudah gelap hati kalau urusan satu-dua zlotyh PLN doank.... :-)

:-) Thanks a lot for Mega Taxy and iCar, I hope... really really hopefully that there is no reason for me to use your services again, so I do not feel hurt like that day... :-), Thanks for fever, kids! ^^


Now, my kids are fine, happy snowing and happy busy days! ^^ then I can "make notes" here. ;-)

Barokalloh selalu, semoga tambah semangat mengukir prestasi! ;-) aamiin...

Salam Ukhuwah dari Krakow ^^

❤ Wassalamu'alaykumwrwb.

Wednesday, August 8, 2012

Tentang Seorang Bapak... kangen bapak? ;-)

Assalamu'alaikumWrWb...
Kalau brothers and sisters sering kangen gak dgn Papa...? Atau Ayah, atau Bapak ?

Love father every day... ❤

Cerita teman kita berikut ini, pengobat kangen yang "gue banget".....

Bapakku is the best, kangen selalu dgn segala perhatian beliau. Beliau punya 4 anak cewek, sekarang udah jadi emak-emak semua. Ketika menikahkan kami, selalu menitikkan air mata. Dan kata mamaku, sebelum acara akad nikah, selalunya bapak meriang dan gak bisa tidur malam, menangis lamaaa seraya berbaring di bantalnya. wuaaaargh, jadi tambah kangeeen.

Bapakku yang selalu beliin coklat dan ngasih surprise kalo' aq dirawat di RS dulu pas masa kecil, bapakku juga nyediain jasa antar-jemput kemana2, berusaha sekuat tenaga "mengabulkan" keinginan putra-putrinya, dan memang tegas banget memegang prinsipnya. wuaaargh... tambah kangeeen, bapaaaaak....

Kesamaanku dengan si mbakyu yang nyindir di cerita adalah bahwa bapakku memang amat mengkhawatirkan anak-anaknya... Sehingga daku sadar, takdirNya bahwa anak-anak beliau kudu berada di luar kota& luar negeri merupakan ujian besar buat bapak, beliau tuh pingin banget 'anak cucu berkumpul semua' deketan rumahnya kayak di daerah-daerah Jawa, tapi cita yang satu itu memang bablas tiada sisa...

Bapak harus merelakan anak-anaknya tersebar merantau dengan lapang dada dan berusaha ikhlas...

Paling patut kusyukuri tentang kehidupan masa kecil &remaja kami yang memiliki ortu tegas, kami anak-anak perempuan, gak boleh keluar malam---apapun alasannya! Terutama keluar komplek perumahan, :-)hal ini yang berbeda dengan sharing kisah di bawah ini...

Berterima kasihlah dengan sosok bapak kita, teman-teman...

-sorry jadi mellow, Ry-

Sosok Seorang Ayah bagi Anak Perempuannya


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya......Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang". Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja .... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut....Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu .. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa" Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti....Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...Papa harus melepasmu di bandara.Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : " Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu.... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya....Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.... Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Papa telah menyelesaikan tugasnya.... Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal

Sent from my BlackBerry®



smoga bermanfaat....


Terima kasih Bapak...

Izinkan daku menjadi sekuntum bunga,
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya karena iman dan taqwa,

Namun keindahan zahirnya ku simpan rapi,
Biar menjadi rahasia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata ajnabi,
Yang menjadi puncak fitnah hati,

Ya Allah,
Timbulkanlah duri-duri nan memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri...
Jadikan hamba mujahidah sejati...


Saturday, August 4, 2012

Kunci Bahagia ❤



Assalamu'alaykum Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Ramadhan adalah bulan istimewa. Di negeri kita, perubahan besar segera terjadi dan kita rasakan di bulan Ramadhan ini. Tiba-tiba suasana menjadi lebih relijius. Tiba-tiba iklim agamis menyelimuti masyarakat kita. Bahkan sampai pada acara TV dan iklan. Bahkan sampai pada artis dan selebritis yang mendadak menutup kepala.





Di masyarakat, pengajian menjadi marak. Kebaikan menjadi mendominasi, dan kemaksiatan terusir pergi. Seakan-akan kondisi ini menggambarkan hadits Rasulullah SAW:

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila telah masuk bulan Ramadhan, terbukalah pintu-pintu surga dan tertutuplah pintu-pintu neraka dan setan-setan pun terbelenggu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Iklim agamis ini, akankah kembali menjadi sekedar rutinitas saja : hanya berlaku satu bulan saat Ramadhan kemudian nantinya ia akan berganti, kembali seperti bulan-bulan sebelum Ramadhan tiba? Kita mungkin tidak bisa memaksa orang lain atau menuntut masyarakat kita secara makro untuk mempertahankannya. Namun, kita sebagai pribadi bisa memulainya dengan mengubah dan memperbaiki diri kita. Ibda' binafsik. Mulailah dari dirimu.

Iklim agamis pada bulan Ramadhan ini, sesungguhya adalah momentum yang tepat bagi kita untuk membuat hidup kita berubah, menuju Islam yang kaffah. Ramadhan menghadirkan suasana yang kondusif bagi kita untuk lebih dekat kepada Allah dan mengamalkan Islam lebih dalam, tinggal bagaimana hal itu kita optimalkan, kita jaga dan kita kembangkan di luar Ramadhan nanti. Ramadhan, adalah kesempatan emas bagi kita untuk berupaya menerapkan Islam kaffah, kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Islam kaffah, yang artinya adalah ber-Islam secara total, tidak setengah-setengah, merupakan perintah dari Allah SWT. Seorang Muslim diseru Allah untuk mengarah ke sana.


Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syetan. Sesunggungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS.Al-Baqarah : 208)

Masuk Islam secara kaffah yang dimaksud dalam ayat di atas adalah masuk Islam secara keseluruhan. Menyeluruh, bukan setengah-setengah.

Ibnu Abbas menuturkan bahwa asbabun nuzul QS. Al Baqarah ayat 208 ini terkait dengan Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya, mantan Yahudi yang telah masuk Islam. Mereka telah beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan syariat Islam yang dibawa beliau, akan tetapi tetap mempertahankan keyakinan mereka kepada sebagian syariat Nabi Musa AS. Misalnya, mereka tetap menghormati dan mengagungkan hari Sabtu serta membenci daging dan susu unta. Hal ini telah diingkari oleh shahabat-shahabat Rasulullah SAW lainnya. Abdulah bin Salam dan kawan-kawannya berkata kepada Nabi SAW, "Sesungguhnya Taurat adalah kitabullah. Maka biarkanlah kami mengamalkannya". Setelah itu, turunlah firman Allah tersebut.

Imam Qurthubi menjelaskan bahwa lafadz kaaffah adalah sebagai haal (penjelasan keadaan) dari lafadz "al-silmi" atau dari dlomir "mu'minin". Sedangkan pengertian kaaffah adalah jamii'an (menyeluruh) atau 'aamatan (umum). Bila kedudukan lafadz kaaffah sebagai haal dari lafadz "al-silmi" maka tafsir dari ayat tersebut adalah Allah SWT menuntut orang-orang yang masuk Islam untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, tanpa memilih maupun memilah sebagian hukum Islam untuk tidak diamalkan.


Sedangkan Sayyid Quthb pada Fi Zhilalil Qur’an mengatakan, “Ketika menyeru orang-orang yang beriman agar masuk ke dalam kedamaian (Islam) secara total, Allah SWT memperingatkan mereka dari mengikuti langkah-langkah syaithan.

Petunjuk atau kesesatan. Islam atau jahiliyah. Jalan Allah SWT atau jalan syaithan. Petunjuk Allah SWT atau kesesatan syaithan. Dengan ketegasan seperti ini seharusnya seorang muslim bisa mengetahui sikapnya, sehingga tidak terombang-ambing, tidak ragu-ragu, dan tidak bingung di antara berbagai jalan dan dua arah.

Sesungguhnya di sana tidak ada beraneka ragam manhaj yang harus dipilih salah satunya oleh seorang Mukmin, atau dicampur aduk salah satunya dengan yang lain. Tidak! Sesungguhnya orang yang tidak masuk ke dalam kedamaian (Islam) secara total, orang yang tidak menyerahkan dirinya secara murni kepada pimpinan Allah SWT dan syari’at-Nya, orang yang tidak melepaskan semua tashawwur (konsepsi), manhaj dan syari’at lain, sesungguhnya ia berada di jalan syaithan dan berjalan di atas langkah-langkah syaithan.

Di sana tidak ada solusi tengah, tidak ada manhaj gado-gado, tidak ada langkah setengah-setengah! Di sana hanya ada kebenaran dan kebathilan. Petunjuk dan kesesatan. Islam dan jahiliyah. Manhaj Allah atau kesesatan syaithan. Allah SWT menyeru orang-orang yang beriman pada bagian pertama untuk masuk ke dalam kedamaian (Islam) secara total; dan memperingatkan pada bagian kedua dari mengikuti langkah-langkah syaithan. Kemudian hati dan perasaan mereka tersadar dan rasa khawatir mereka tersentak dengan peringatan tentang permusuhan syaithan terhadap mereka tersebut. Permusuhan yang sangat jelas lagi gamblang, yang tidak akan pernah dilupakan kecuali oelh orang yang lengah, sedangkan kelengahan memang tidak pernah terjadi bersama keimanan."

Mengamalkan atau menerapkan Islam secara kaffah dengan demikian berarti berserah diri kepada Allah secara totalitas, beriman dan tunduk kepada aturan-Nya. Terhadap ajaran Islam yang hukumnya fardhu ‘ain, maka setiap muslim mengimani wajibnya dan berkewajiban untuk melaksanakannya.


Terhadap ajaran Islam yang hukumnya fardhu kifayah, maka setiap muslim berkewajiban untuk meyakininya sebagai kewajiban dan melaksanakannya jika status fardhu kifayah itu berkenaan dengan dirinya, atau, melaksanakannya sebagai bentuk “sukarela”-nya untuk memikul tanggung jawab wajib kifayah meskipun –sebenarnya– tidak berkenaan dengan dirinya. Misalnya, seseorang yang mempunyai takhashshush (spesialisasi) seorang dokter, maka ia berkewajiban secara ‘aini untuk menjalankan perannya sebagai dokter, meskipun mempelajari kedokteran sendiri hukumnya fardhu kifayah, namun bisa saja dengan “sukarela” ia menambahkan spesialisasinya dengan mempelajari ilmu fiqih, walaupun untuk ilmu fiqih sudah ada yang mengisinya.

Terhadap ajaran Islam yang hukumnya sunnah, setiap muslim meyakini hukum sunnah-nya, dan berkeinginan serta senang untuk melaksanakannya. Terhadap hal-hal yang hukumnya makruh, maka muslim meyakini ke-makruh-annya, hatinya tidak menyukai hal-hal yang makruh itu, berkeinginan serta merasa senang untuk meninggalkannya. Sedangkan terhadap hal-hal yang hukumnya haram, maka setiap muslim meyakini ke-haram-annya dan menghalangi dirinya agar tidak sampai melakukannya.
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah, Perintah masuk Islam secara kaffah ini dilanjutkan dengan larangan mengikuti langkah-langkah syetan. Di mana syetan itu menggelincirkan manusia dengan dua senjata : syubhat dan syahwat. Dua senjata itu pula yang jika mengenai manusia, maka ia meninggalkan sebagian ajaran Islam, tidak berislam secara kaffah.

Dari jalan syubhat, artinya timbul keraguan iman atau kerancuan pemikiran sehingga seorang Muslim bisa terjebak memandang sesuatu yang wajib sebagai sesuatu yang bukan wajib. Atau memandang sesuatu yang haram sebagai sesuatu yang boleh dilakukan. Misalnya kewajiban menutup aurat dengan berjilbab bagi Muslimah, betapa banyaknya orang-orang yang mengingkari atau meragukan kewajiban itu meskipun ia menyatakan diri sebagai Muslim.

Sedangkan dari jalan syahwat, artinya adalah dominasi nafsu sehingga manusia terperosok pada kemaksiatan, mendurhakai Allah SWT. Misalnya, seseorang mau melakukan shalat, tetapi ia enggan untuk berzakat karena nafsunya atas harta sangat mendominasi dan membuatnya bakhil.

Firman-Nya, إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينُ “sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu” menunjukkan bahwa syetan sebagai musuh yang nyata tidak akan mengajak kecuali kepada kejahatan dan kekejian serta segala yang mengandung bahaya bagi Muslim.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Islam ini sebuah paket dari Allah SWT yang harus diambil secara keseluruhan. Al-Qur'an telah sampai kepada kita dengan sempurna. Maka ia bukan pilihan bagian mana yang kita senangi dan bagian mana yang boleh kita tawar.

Memang di zaman Rasulullah SAW, Al-Qur'an diturunkan secara gradual, sekian ayat lalu sekian ayat. Begitu ayat tertentu turun, ia berlaku. Demikian seterusnya hingga ia sempurna 114 surat. Di zaman kita, seluruh ayat itu telah diturunkan, maka tak ada lagi tawar menawar atau kita beralasan masih berada pada fase tertentu sehingga kewajiban atau larangan tertentu belum berlaku.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا …Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu… (QS. Al-Maidah : 3)

Membeda-bedakan ajar Islam yang sama-sama berhukum wajib, atau memilah-milah perintah untuk dilaksanakan dan dilanggar sebagian adalah karakter orang-orang kafir. Syetan sebagai musuh yang nyata amat suka jika seorang Muslim terkontaminasi karakter itu, jauh dari Islam kaffah.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) (QS. An-Nisa' : 150)

Maka marilah kita berupaya menjadi Muslim kaffah, menjadi pribadi Muslim yang menerapkan Islam secara kaffah. Ramadhan, sekali lagi, adalah momentum tepat bagi kita untuk memperbaiki pemahaman kita dan melengkapi amal kita sehingga semua ajaran Islam bisa kita tunaikan.

Setelah pribadi kita beres, secara bersama-sama memperbaiki keluarga kita sehingga menjadi keluarga-keluarga muslim yang berupaya menerapkan Islam secara kaffah. Dari keluarga-keluarga muslim, terbentuklah masyarakat islami. Dengan itu, lebih mudah bagi kita untuk menggapai cita-cita bersama, negeri kita menjadi seperti yang digambarkan Allah dalam QS.Saba' ayat 15: بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ "negeri yang baik dan dalam ampunan Allah."

Wallaahu a’lam bish shawab

(Source : Kajian di milist Islami)

Salam Ukhuwah dari Krakow! Barokallohufiikum... :-)

:-) twitter bareng di @bidadari_azzam

Tuesday, July 31, 2012

Ramadhan Penuh Cinta :-)

Assalamu'alaykum...walhamdulillah...



Keluarga adalah rumah jiwa...

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Cinta.... jika tumbuh dikarenakan iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, tentu akan senantiasa bersemi. Abadi sepanjang musim, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

Cinta... semoga engkau memang tak salah menetapkan pilihan kalbu, :-)

Cinta... Insya Allah besok genap #10tahun usia pernikahan kita, masih pengantin baru yah, kakanda?

Happy wedding anniversary dear ^^



:-)

Ini projects banyak yang belum rampung, semoga usia kita berkah, :-* ♥

Allahumma 'aamiin...

Syukron Jazzakumulloh khoiru jazza buat semua sahabat yang senantiasa saling mendo'akan... :-) semoga ukhuwah kita makin kencang dalam ridhoNya, aamiin...

:-) Banyak do'a penuh cinta pula dikirim dari Krakow buat semua sahabat dimanapun berada... ^^ — at Krakow Old Town

Barokallohu fiikum...Wassalamu'alaykum WrWb :-)

Saturday, July 28, 2012

Apa Kabar Ramadhanku ?



pic : Summer Ramadhan w Polskie

:) Ramadhan diawali dengan senyum kesyukuran dimana pun berada, berbahagia akan mantapnya iman dan termotivasi dalam setiap kajian ilmu adalah kerinduan setiap muslim dan muslimah sejati.
Apa kabar ramadhanku? Apa kabar pula saudara-saudariku dalam aktivitas ramadhan? Ketika kita mengakui diri amat rindu dan kangen pada nuansa ramadhan, tetapi sering kali mengikuti rutinitas yang cenderung menyatakan biasa-biasa saja di hari-hari penuh samudera kemuliaan. Ketika kita ikrarkan diri telah membingkai cinta dan kasih untuk mendekap ramadhan, ternyata janji itu melebur dalam aktivitas nafsu diri yang tertutupi topeng-topeng nan dipoles dalam atmosfer ramadhan.


Masihkah kita ingat akan lembaran-lembaran qur’an dan shirah yang hanya dikoleksi dalam lemari kaca, menanti pemiliknya untuk membaca dan bersibuk merenungi maknanya? Ataukah guru-guru maya bernama jejaring sosial sudah amat kuat cengkeramannya hingga dering ponsel pun kita pasang khusus mengingatkan jadwal bisnis dunia yang kian bercabang, bukan alarm adzan pengingat sholat yang dahulu sangat diminati?

Oh, ramadhanku… Hanya empat minggu, dan alangkah bodoh diriku tatkala tidak lebih banyak mensyukuri nikmat-Mu dan tiada menghargai waktu, apalagi jika kudapati diri ini tetap sama angkuhnya dengan kondisi sebulan yang lalu.

Ahlan Wasahlan Ya Ramadhan, namun ternyata mata hati tak terbuka lebar-lebar. Pikiran tidak jernih, sibuk berstrategi untuk pernak-pernik duniawi terutama mengharapkan kemuliaan di depan para manusia dengan bermegah-megahan.

Tadinya mengultimatum diri agar melaksanakan Sunnatullah dengan kesederhanaan, berbuka dengan kurma dan menikmati berkah-Nya sepanjang berbuka hingga sahur kembali. Tadinya ingin menjauhi mungkar dan larangan Allah, ternyata tetap malas melangkah ke masjid dan memilih berada di balik selimut usai perut kekenyangan. Ah, janji kita memang mudah diucap namun teramat sulit dijalankan. Ramadhan dijadikan ajang pamer kuliner hingga lomba belanja benda-benda serta obrolan Te-Ha-Er.

Dan yang berubah bukan jiwa, perubahan itu adalah tumpukan daftar menu favorit serta pilihan busana baru untuk seragam hari raya.

Oh, Ramadhan… Tadinya hati berbicara tentang jatuh cinta pada bulan mulia, tentang kecintaan pada berkah dan rahmat-Nya, tentang tak terhitung nikmat-Nya nan berlipat ganda selama meningkatkan ibadah di dalam naungan ramadhan.


... :-) Lanjutannya di link Oase Iman-Eramuslim yah, dear sobat-sobat :-)

Barokalloh always, Salam Ukhuwah dari Krakow yah! :-)

Ramadhan Kariim... Ramadhan Mubarok!