Photobucket
Showing posts with label Krakow. Show all posts
Showing posts with label Krakow. Show all posts

Sunday, June 29, 2014

Ramadhan Mubarok!

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid wassholawat...







Ahlan wa sahlan...
Yaa Ramadhan Kariim, Ramadhan Mubarok!

Selamat datang tamu agung yg dinanti-nantikan oleh seluruh muslim beriman... #Alhamdulillah bulan mulia nan dirindukan ini telah hadir, hidangan istimewa berupa bonus-bonus tabungan 'rewards-Nya' pun telah siap direbut, teristimewa kehadiran malam lailatul qodar, nan lebih baik dari seribu bulan, masya Allah!

Seiring awal masuk Ramadhan Mubarok, Saya sekeluarga memohon maaf atas segala khilaf, semoga kita semua berhasil meningkatkan kualitas ibadah, melakukan 'apa-apa yg terbaik' di hadapanNya, aamiin...




Duhai Allah, berikan kemudahan bagi kami semua dalam menjalani Ibadah Ramadhan 1435 H, aamiin...

Semoga sahabat-sahabat mendapatkan Rahmat kasih sayang-Nya, ampunan Allah SWT atas segala dosa-dosa, dan Allah berkenan menjaga diri kita sekeluarga dari siksa api neraka, serta meraih derajat Taqwa yang istiqomah hingga akhir hayat... Khusnul khotimah, aamiin yaa Robb.

Selamat Menikmati Indahnya Ramadhan dan Manisnya Iman, dalam keberkahan Allah SWT...



Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah... ;-) link islam-krakow.Poland ^_^)
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 💖

Thursday, February 6, 2014

Weekend in Kuala Lumpur (bag.1)

:-)
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 
Tahmid washolawat...

Intinya sih 'mulai berjalan normal', rutinitas weekend acara keluarga yang selalu kami rindukan. 
Sejak bang Azzam dan bang Sayyif bisa barengan sekolah di SIKL (oalaaaaah, yang review-nya masih 'utang sama bu guru' :-//, maafkan daku...), kami (yang sejak dulu doyan ke bioskop... Maksudnya doyan = agak sering, kurleb sebulan sekali atau dua kali, hehehe) akhirnya ke bioskop lagi di KL ini (Yes!!! Kalau bunyi teriakan bang Azzam...)




"Saat mau nonton The Hobbit--- yang terasa menyesakkan karena bersambungnya pas lagi seru..."


Soalnya layar dalam ruang bioskop itu kan besar, om, tante... Jadi #TrioKids senang sekali melihat gambar-gambar heboh di layar itu, apalagi yang 3D dan 4D, bisa 'belajar sport jantung' dan melatih kesabaran. :-)


Selain ke bioskop, usai bersih-bersih rumah, kami nostalgia ke area resto Ayam Bakar Wong Solo, kampung baru. Menu ayam bakar disitu adalah favorit anak-anak sejak kami di KL, pada 2008 yang lalu. Alhamdulillah, hal yang mengasyikkan adalah harga-harga menunya tidak mengikuti inflasi kenaikan harga, hihihi, jadi paket makanannya memang tetap murah, enak, 'Indonesia banget' dan dikangeni anak-anak. 
Para pelayan lama sudah berganti dengan pelayan-pelayan yang lebih muda, lokasinya masih sama macet, sama padat jika jam makan siang, artinya 'kadang susah cari parkir' :-p.






Dekat resto ini juga ada Warung Makan Garuda, ini favorit juga nih bagi WNI dan orang Melayu pecinta kuliner #Indonesia. Kami suka kesana karena sekalian menyeberang jalan usai membeli teh favorit di kedai Indonesia, hehehehe... 
Tak hanya kedai makanan khas negeri kita bertaburan di area kampung baru, buah-buahan juga berhamburan, apalagi durian, hehehehe, favorit kami juga! (Aiiih, banyak yah favorit-an :-p)
Cuma karena rumah dekat dengan pasar Dato' Keramat alias area Minang-Medan juga, jadi biasanya saya membeli durian di Dato' Keramat, banyak pilihan jenis duriannya, enak, murah... Plus dikasih diskon dan sering ditambahi duriannya oleh si abang penjual. *_^ (Insya Allah selalu laris manis yaaaah duriannya, Bang Zul!)


#Syukur #Alhamdulillah ~_^




Nah, secuil foto sudah bercerita, betapa keluarga bahagia merupakan harta terindah yang kita punya, ^_* tiada lagi yang mampu terucap selain "Alhamdulillah...", Terima kasih yaa Allah atas segalanya...

Eits, secuil acara weekend kami biasanya hanya siang dan sore saja. Sebab ummi dan abi #TrioKids ada gantian kelas pagi dan malam untuk menimba ilmu kajian tafsir #Quran dan #Hadits di area Ampang Avenue. :-) Tentu harapan kami, semoga Allah SWT melimpahkan kemudahan dan kelapangan waktu serta energi, jiwa raga ini kudu bermanfaat optimal buat ummat, sebagai bukti cinta pada agama mulia ini. ~_^ insya Allah #LoveIslam forever...

Bagaimana weekend-mu, sobat? Semoga hari-harimu berbalut keberkahan dan ridhoNya selalu, aamiin...

Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam 

(Still, you can visit Islamic Center Krakow, I'm here insya Allah...
 ;-) http://islam-krakow.pl ^_^)

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 


Friday, December 27, 2013

Puisi Desember



               Desember

(karya : bidadari_Azzam)





Duhai Desember

Aku sambut dengan senyum
Sebagaimana sapaan cinta untuk November Oktober dan sebelumnya
Bisikkanlah kepada Juli dan Agustus
Aku minta maaf karena tak sempat menyapanya

Desember sembilan tahun yang lalu
Ratusan ribu manusia meregang nyawa
Tsunami kiriman bermakna cinta
Tatapan terhenyak serta pesona semesta

Duhai Desember
Enam tahun telah berlalu
Sejak seorang bidadari mungil meninggalkanku
Menengadahkan tangan tanda munajat kepadaMU
Tamparan dan pelajaran dalam tikungan tapak hidupku

Duhai Desember
Lima tahun telah berlalu
Sejak seorang sahabat kecil terkonyol menutup mata
Kelucuan humornya tak terdengar lagi
Nafasnya berhenti di usia seperempat abad


(Pic desember salju #Krakow)


Duhai Desember
Empat tahun telah berlalu
Sejak aku terdampar di bumi salju
Menggapai ukhuwah mesra dalam takdirNya
Menjadi saksi ikrar syahadah atas skenarioNya

Duhai Desember
Tiga tahun telah berlalu
Sejak kudekap sosok mujahidahMu
Berkulit coklat dengan hati suci
Menularkan semangat untuk istiqomah di jalan juangMu

Duhai Desember
Dua tahun telah berlalu
Sejak penundaan undangan menuju istanaMu
Namun keluh tak kan hiasi lidahku
Karena aku yakin dengan kesempurnaan rencanaNya

Duhai Desember
Satu tahun hampir berlalu
Sejak butir-butir salju terakhir menyapaku
Serta deras air mata nan mengantarkan raga ke bandara beku

Dan aku sadar...
Separuh jiwa telah kutitipkan disana
Dalam bilik pertama
Bilik ukhuwah islamiyah di sudut Eropa

Duhai Desember
Hendak kukatakan kepadamu
Bahwa aku tetap seperti dulu
Menghargaimu sebagai hitungan waktu
Sulam asa kepada Sang Maha Penentu

( @bidadari_azzam, senin, 2 des 2013. 6:16 KL)



Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter :@bidadari_azzam 

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




Wednesday, November 27, 2013

Karya Bang Azzam di Majalah Potret "Anak Cerdas"

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 

#Alhamdulillah sewaktu masih akhir tahun 2012 lalu, bang Azzam di Poland mengirimkan karyanya (mengenai Pengalaman beramadhan di Polandia) ke redaksi "Potret" karena Potret "Anak Cerdas" akan hadir pada awal 2013, begitulah info dari Om Tabrani (pimred Potret).



Karena masa pindah-pindahan dimulai saat winter break januari 2013, jadi lupa dengan 'kiriman karya ini', dan kemudian iseng sedang mewarnai dan latihan membuat puisi di bulan februari yang lalu, teringat lagi dengan majalah Potret "Anak Cerdas". Maka karya puisi pun dikirimkan Bang Azzam kepada redaksi Potret "Anak Cerdas", ini juga mengasah kemampuannya "ber-email-ria", hehehe... Sebab di Inspiracja Skoly (Sekolah Abang di Krakow-Poland), sejak 'Klasa 2', murid-murid sudah diajari membuka email (dan akun pribadi di website sekolah).

Terima kasih ya Om dan Tante di Redaksi Potret "Anak Cerdas", bulan lalu Ombaynya Azzam sudah membawakan beberapa majalah Potret Anak Cerdas, dan malam ini barusan Abang Azzam membacanya. "A little bit surprise Azzam..." Karena dia sendiri lupa kiriman karyanya, komentarnya begini, "Idiiiih, 'tulisan yang semester lalu dan tahun lalu, waktu abang masih kelas tiga' kemarin dulu itu yah mi?!" :-))

Kata Abu Azzam, "Yeeee, bukan 'dulu' banget laaaah, kan baru juga, belum setahun ini, cepat amat Abang lupa?!" 

"Bukan gitu, bi.... tapi kan abang soalnya sudah kelas empat, puisinya itu yang lucu, udah lama... Nanti yang baru lain deh...ramadhannya kita kemarin di  Kuwait, lain juga..." Seraya senyum-senyum baca majalah Potret Anak Cerdas kiriman Om Tabrani-Aceh. :-) 





Abang Azzam dan Potret Anak Cerdas


Salam sayang dan salam ukhuwah dari bang Azzam buat semua teman pembaca Potret "Anak Cerdas" di seluruh wilayah tanah air Indonesia, maupun yang juga berada di luar negeri.

Selamat belajar buat semua teman "Sekolah Indonesia" yang bulan desember ini akan melaksanakan UAS ganjil 2013, semoga kita semua meraih ilmu yang bermanfaat, aamiin yaa Allah...

Yoook, teman-teman krucils, silakan kirimkan pula karya-karyamu ke majalah Potret Anak Cerdas!
^_^ Dengan mengirim karya, berarti berlatih menulis, berlatih mengirimkan email, menularkan manfaat serta wawasan, dan bertambah sahabat sejak masa kanak-kanak, asyik lhooo! 


Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤  Yoook, silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-)


Monday, November 18, 2013

Sekilas Tips Menjaga Stamina di Sela Kesibukan Beraktivitas


Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh...   

Tahmid wa sholawat, semoga sahabat-sahabat senantiasa sehat jasmani rohani, dalam penjagaan terbaik-Nya, aamiin.

Apakah kalian adalah pelajar yang sibuk mengerjakan tumpukan tugas dari para guru? Ataukah pekerja dan pengusaha yang harus mondar-mandir 'meeting', berjadwal tugas padat, serta banyaknya target penyelesaian aktivitas sehari-hari? Atau mungkin kalian adalah sisters yang sering 'nyeri bulanan' dan stamina jadi menurun kala periode tersebut? Mungkin juga kalian adalah sosok pebisnis yang mengantarkan banyak 'orderan' secara langsung kepada para pelanggan, atau setiap saat harus siap berlari ke kantor pengiriman paket karena orderan produk dari para pembeli? Atau mungkin 'kegiatan harian' kita mirip? 

Adakah kemiripannya sebagai seorang emak yang subuh-subuh harus bangun, kudu menyiapkan sarapan keluarga, menyiapkan bekal makan siang suami (dan anak-anak yang bersekolah), mondar-mandir nyuapin balita seraya memandikan balita lainnya, mengantar ke sekolah dan menjemput mereka kembali, menanti anak yang TK di sekolahnya, menjawab telepon dan email penting di sela kegiatan, mengganti baju dan membantu makan siang balita di siang hari, mengantarkan anak-anak ke tempat les atau aktivitas sore lainnya, kudu berbelanja, menyiapkan makan malam, dan masih seabrek-abrek 'homeworks' setiap harinya? 


Kelincahan Zuhud di ruang tamu :-D
 

Beberapa pengalaman kecil dan secuil sharing dari pertemuan dengan konsultan kesehatan keluargaku, juga dari banyak sobat yang kujumpai, apalagi yang sudah berusia lebih dewasa (sisters or brothers 40++ misalnya), mengenai tips atau cara menjaga stamina kita di sela kesibukan sehari-hari adalah sebagai berikut :

1. Rutin berolah raga ringan, ini kita masih sering lupa---lupa untuk rutin menjaga kebiasaan ini :-(. Contoh sepele adalah gerakan sholat di 'on time 5 waktu', efeknya besar buat menjaga jasmani rohani, lho dear... :-)

Bahkan ada teman non-muslim yang sudah menjadi muallaf di Krakow, di awal-awal perkenalan kami, dia belajar sholat terlebih dahulu, dan katanya, "Kayak olah raga yang nyaman dan rileks, yah? Semacam ada perpaduan antara hati, gerak tubuh dan istirahatnya pikiran..." :-D Dan yang lebih mencengangkan baginya adalah "seluruh dunia mengetahui tata cara sholat yang seragam---dari guru yang sama, yaitu Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam." :-)

Gerakan ringan lainnya yang bisa dilakukan, terutama buat kita 'para emak' adalah : sit up 20 kali, sebelum tidur dan setelah bangun pagi. Juga peregangan kaki (gerakan agak jongkok, gerak pada persendian lutut) bisa kita lakukan sambil memasak atau ketika usai menjemur pakaian, hihihihi...

2. Minumlah air putih sebelum tidur dan ketika bangun tidur (jangan lupa basmalah sebelum meminumnya). Kekurangan cairan pada tubuh merupakan salah satu penyebab kelelahan. Jika tubuh kita kekurangan cairan maka darah akan mengental. Pada akhirnya darah akan lebih lambat dialirkan dan butuh lebih banyak waktu untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, maka dengan minum secukupnya akan meningkatkan stamina tubuh. Kelembaban kulit kita pun terjaga.

3. Tambahkan madu pada teh atau air putih yang diminum, atau konsumsi sesendok madu murni setiap pagi. :-) 
Alhamdulillah, dampaknya memang ^-^ TOP donk! Madu dan kurma kan memang sudah menjadi sepasang menu yang harus ada di dapur muslimin, keduanya adalah menu favorit Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Minimal dua kali seminggu kita mengonsumsinya, terutama kalau puasa sunnah senin dan kamis.

4. Hindari banyak makan---yang dalam satu waktu 'kekenyangan'. Apalagi saat sibuk yah, sebenarnya sering tidak sempat makan, tapi jangan 'dituruti ntuh' rasa malas atau tak sempat makan hingga menderita magh. :-( 

 

     Makanlah dengan porsi secuil, tapi boleh sering, apalagi kalau ngemil buah-buahan dan sayur, :-). Makan dengan porsi banyak dan kaya karbohidrat akan menyebabkan gula darah meningkat. Ini akan membuat lebih banyak insulin yang akan dikeluarkan oleh tubuh. Kondisi seperti ini akan berakibat terlalu banyak gula darah yang dikirim ke sel otot untuk disimpan dan Inilah yang menjadi biang keladi dari kelelahan. (Sampai mengantuk dan terlena, hehehehe...) Oleh karena itu lebih baik sering makan tetapi dengan porsi kecil yang mempunyai asupan gizi tinggi. Contohnya bekali potongan buah, kurma dan biskuit planta di dalam tas kita. Semangaaat, yah!

5. Kudu bisa memanfaatkan sela istirahat. Misalnya saat menunggui anak sekolah, ke musholla enak tuh, 'dhuha time'. Pas di taxy, di kereta api, atau di dalam bus, baca quran atau buku pasti asyik (dan lebih bermanfaat) dari pada bengong.

Boleh pejamkan mata sebentar sambil berdzikir memuji-Nya, mengirim sms cinta kepada orang-orang terdekat atau sahabat di luar kota, menelepon dan menanyakan kabar teman, dan kegiatan bermanfaat lainnya akan menambah semangat diri, menyebabkan jiwa raga juga nyaman, bahagia berakibat stamina terjaga ;-). Jangan iseng-iseng 'ngomeli' pengemis, heboh lempar cemoohan dan ejekan di media sosial, dan kegiatan negatif lainnya, lhooo dear... Karena dampaknya besar juga, di dunia---waktu kita gak berkah, jauh dari manfaat, serta di akhirat--- ada adzab yang berat. Naudzubillahi minzaliik.

6. Letih, penat, kesal, marah, sedih dengan ketidak-disiplinan orang di sekitar kita, atau ada hal yang tidak sesuai perkiraan kita, sikapi dengan segera berwudhu! Sebelum iblis makin menggoda dengan sikap negatif yang bisa kian menjadi. Adakan 'back-up' atau cadangan acara. Misalkan kalau si X mendadak gak bisa datang ke tempat temu-janji, maka saya akan segera puang dan ke taman bersama anak-anak..., contoh lainnya "Jika hujan, dan field-trip barbeque-annya dibatalkan, saya dan sobat Y menyiapkan acara lain di rumah Y (yg berdekatan dengan tempat field-trip).

 
Intinya, hindari stress, yah say! :-)

Bang Sayyif yang senang bersekolah :-)



Di taxy, menemani abang, sore di kelas #Quran 


Masjid di Taman setiawangsa - KL, suasana jum'atan, menemani bang Azzam ^_^


Sesaat di konser Opick- Charity for Palestine...



7. Sempatkan membuat jadwal, meskipun tidak detail. Paling tidak, jika seisi keluarga saling mengetahui jadwal anggota keluarganya, tidak kebingungan menyampaikan informasi kalau ditanya oleh teman ybs, juga menambah keakraban seluruh anggota keluarga. *Damai nyaman dalam keluarga akan membuat stamina terjaga*

Urutkan sesuai prioritas, misalkan minggu ini ke dokter anak untuk diskusi permasalahan sebab demamnya kemarin---minggu depan cek gigi abangnya pas sedang tidak ada ujian di sekolah (cek-up biasa, bukan karena sakit gigi). Pasti rutinitas kegiatan tidak akan pernah habis semasa seseorang masih bernafas. Namun selaku muslim yang bijak, kita harus memuhasabah diri, mana-mana kegiatan wajib, kudu dilakukan, mana yang sunnah, mana yang paling penting, mana yang kurang penting, dll dsb. :-) 
 

Very sweet moment ~ renang dengan anak-anak


Hadir dalam kelas kursus pengurusan jenazah beberapa waktu lalu :-) #Alhamdulillah 


Semoga tips ini bermanfaat dan hari-hari sobat kian dihiasi keberkahanNya, aamiin...
Barokallohu fiikum, Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤ Mari silaturrahim via twitter : @bidadari_azzam

Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh. :-) 




Friday, November 1, 2013

Rezeki Kian Mengalir di Bulan Dzulhijjah



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



"Rezeki Anak-Anak"


Masih terasa suasana di Makkah dan Madinah, ketika di Kuwait dan KL juga #TrioKids sering memperoleh hadiah secara tak terduga. Bukan hanya mainan, permen, melainkan juga lembaran duit kertas. ~hehehe... sekarang karena sudah di Malaysia, 'back to Ringgit' yah!~

Ceritanya, pas sarapan di hotel tempo hari, Abu Hajj yang duduk di meja sebelah kami menyapa bang Azzam karena dari awal datang ke ruang sarapan, si abang menggendong adiknya dan melayani adiknya di meja makan. "Good boy, barokalloh!" Katanya seraya tersenyum.
Besoknya, ketemu lagi dengan beliau, terus beliau membagikan duit seringgit-seringgit kepada ketiga jagoan. 
Barokalloh!

"Syukron jazzakumulloh abbah...", kata #Triokids
(Beliau baca blog ini apa gak yah?! Hihihi....)


Dan ketika Zuhud menanti taxy di lobby siangnya, ada bapak-bapak yang gemes melihatnya mondar-mandir, terus si bapak itu mengeluarkan lembaran seringgit dan diberikan kepada anakku.  Zuhud taunya itu buat dikipas-kipas, terus dikumpulin buat ditukar dengan es krim di kedai.  





Pas sholat eidul adha juga nih, Zuhud tidur sehabis sholat (masih di gendongan ummi), ada ibu-ibu yang mendekat, "Nak bagi duit raye..." Katanya,  subhanalloh...#Alhamdulillah 
Rezeki-Nya memang maha luas, anak bayi yang tidur lelap pun bisa 'nambah tabungan' :-)) masya Allah! 




Efek lain pas sering nerima lembaran dadakan, ketika melihat bang Sayyif punya dompet, Zuhud juga ngotot minta dikasih dompet, hehehehe...^_*

#Triokids saving :-)


"Rezeki Ummi&Abi Azzam"

Karena ada ombay di eidul-adha tahun ini, jadinya kita punya kesempatan 'berduaan' jalan keluar ;-)). Sekitar tiga kali kami pergi cari tempat-tempat makanan favorit waktu empat tahun yang lalu berada disini, pas sekalian nyari oleh-oleh buat keluarga di Palembang. (^_^) 

Namanya berduaan yah, lebih gesit urusan belanjanya, malah gara-gara lewat di toko-toko tas, dan memang kami sedang mencari tas, pas pula lagi sale yeah! "A couple of limited coach" kami peroleh dengan diskon 50% :-D #Alhamdulillah 

Terus lanjut ke kedai nasi lemak-minum teh tarik dan es sebentar, ngebungkus makanan di teppanyaki, dan ternyata pulangnya ada rezeki bertubi-tubi menghampiri... :-D

"Ini buat minum teh sore, bolu MERANTI medan, yang diimport teman #Indonesia dari tanah air kita..." ^_^

Pempek Palembang asli, ada 5 orang sisters di KL yang terbiasa menerima pesanan, ^_* thumbs up!

Masih di hari-hari bulan dzulhijjah, #Alhamdulillah terasa berlimpah kurniaNya yang kami nikmati bersama keluarga. Tali silaturrahim tambah erat dengan sobat lama, juga banyaknya teman-teman baru yang (WNI) ada di Kuala Lumpur. "Tambah teman, tambah banyak rezeki ilmu pengetahuan, aamiin..." ;-))

Karena banyak sohib inilah, kian berlimpah lagi rizkillah, insya Allah, *kita membuktikannya sejak dulu, lho dear!*



Usai sholat Eid di Masjid muadz bin Jabal


Nengok sapi di hari raya kurban, juga berjumpa keluarga Nadiv di masjid, ^_^

Esok harinya pas ada kajian bapak-bapak, Mbak Renny 'kirim siomai Bandung' ke meja makan kami
:-), Alhamdulillah 'ala kulli hal...


Ini namanya "nasi goreng Peranakan-Penang"

Gule Pakis dari uni Aisyah, ^_^ terima kasih duhai tetangga... :-*

Makanan bukan dianggap hal istimewa bagi sebagian orang, namun buat keluarga kami berbeda. Kiriman makanan, oleh-oleh atau segala sesuatu hadiah dari sobat dan teman adalah hal yang amat spesial bagi kami. Tamu yang datang atau temu janji dengan sobat adalah nikmat kesempatan yang berharga, pahala silaturrahim dariNya amat besar, kami selalu memikirkan bahwa sobat atau teman yang berkunjung berarti telah mengorbankan waktu pribadinya buat 'kita yang disayangi', inilah salah satu hal yang mempererat persahabatan selama ini.

Di beberapa lokasi pindah, semisal selama berada di Krakow, Polandia, menu Indonesia tidak mudah didapat. Kami harus membeli di toko online Indo -di Jerman. Bumbu-bumbu kering tersedia di kedai-kedai asia (di pusat kota Krakow), namun tak terlalu lengkap. Memang ada renungan yang membuatku berpikir seperti ini, "Makanan kan bukanlah hal yang perlu dianggap problema besar. Kalau kangen dengan menu Indonesia, bisa tinggal beli bumbu, belanja kue-kue Indo ada di toko Jerman, pesan dua minggu---paket akan segera sampai, bahkan ada teh botol dan coklat khas indonesia, dll..."
Akan tetapi, suamiku berujar, "Hidup memang bukan untuk makan. Tetapi, hidupku akan jauh lebih bahagia jika melihat anak-anak dan istri gembira di saat menyantap makanan. Rasanya lega, tenang dan senaaaang sekali kalau melihat kalian makan dengan lahap..." Subhanalloh, 'sederhana kebahagiaannya', :-) beliau memang selalu memikirkan kebahagiaan anak-anak dan istrinya ^_^. Maka di KL ini, senang sekali beliau bertanya, "Mau makan apa kita hari ini, sayang?" Tampak sangat bersemangat. *maklumlah, kami di Krakow kan 'half-vegetarian' hehehehe...*

Begitu pula dengan 'hoby' berkirim makanan, ada banyak teman-teman yang sholeh/sholihat yang bahagia dan senang hatinya ketika melihat sobatnya mencicipi masakan atau makanan pemberiannya, ^_^ daku pun sedemikian, bahagia diri ini kala masakan sederhana yang kubuat dihabiskan oleh teman-teman atau sobat yang bertamu ke rumah. *kalau gak sempat masak sendiri, yah order aja... Tamunya juga kalau gak sempat makan, yah silakan bungkus aja... :-D*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْناً، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوْعًا وَ لَأَنْ أَمْشِيْ مَعَ أَخٍ فِي حَاجَةٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا المَسْجِدِ ، ( يَعْنِي مَسْجِدُ النَبَوِي ) شَهْرًا

“…Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…” (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).

Allahu Akbar! Luar biasa, amalan yang tidak kita sangka besarnya, bahkan lebih besar daripada berdiam diri di masjid selama satu bulan untuk beribadah (i’tikaf) di Masjid Nabawi. Beliau katakan amalan menemani seorang muslim untuk ia tunaikan kebutuhannya, itu adalah amalan yang besar dan amalan yang agung. Mengapa? Karena menolong orang lain, menghilangkan rasa laparnya, mengatasi kesulitannya adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan amalan tersebut akan memberikan rasa kebahagian kepada para pelakunya. *jangan meremehkan hal ini* ;-)

(Daku jadi langsung bersujud syukur, mengingati sobat-sobat yang sudah banyak menolong di setiap perjalanan hidup kami, terutama masa terbaru adalah detik-detik ragam urusan di Poland dan Kuwait sebelum merasakan empuknya kasur setiba di KL, masya Allah sist Aisha, Fathin, Sakinah :-* ... Brother Abu Ridho sekeluarga, Ustadzah Latifa sekeluarga, brother Abu Rauf sekeluarga, bunda Kila sekeluarga, Ummu Saju, kak Fatma, dll, dsb... Semoga kalian semua menjadi penghuni istana-istana di syurgaNya atas segala keikhlasan kalian, aaamiin...)

Ya Allah, semoga kami semua senantiasa berhijrah dalam kebaikan, menuju keridhoanMu, aamiin Allahumma aamiin.

Barokallohu fiikum!
Salam Ukhuwah ^-^ ❤
Happy Busy, happy travelling! (^_^)
Tetap saling do'a yah^^
Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^ 
 
Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh... :-) 

Sunday, September 22, 2013

Sesendok Madu Inspirasi

Assalamu'alaykum... ;)

Tahmid wa sholawat,



*_^ #Alhamdulillah always!



Beberapa hari setelah tiba di Kuwait, terasa getar hati iba saat mendengar kisah mengenai tetangga salah seorang sister di Indonesia. Keluarga kecil tersebut tinggal di perkampungan terpencil dan amat jarang berbelanja. Kebutuhan sehari-hari didapatkan dari pekerjaan serabutan sang suami, sementara sang istri harus menjaga kedua anaknya yang tidak bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Namun tiada pernah terdengar keluh kesah atas kesulitan hidup dari mulut sang ibu, tetangga-tetangga bahkan tidak mengetahui kondisi minim keluarga kecil ini.


Meskipun menderita beberapa penyakit bawaan lahir, kedua anak ini sangat memahami keadaan orang tua mereka. Suatu hari ketika tetangga (yang jarak rumahnya jauh) bertandang, dan tiada hidangan selain teh pahit di rumah itu, sang anak berbisik malu, “Maaf ya budhe, kami sedang tidak menyimpan gula…”  

Untungnya saat itu teman (yang dipanggil budhe ini) membawa beberapa oleh-oleh makanan, termasuk sebotol madu murni. Teh menjadi lebih enak baginya ketika ditambahkan sesendok madu. Anak- anak polos itu sangat ceria dengan kedatangan tamu jauh yang merupakan sobat orang tua mereka, dan sering berbagi cerita tentang perantauan. Apalagi seraya menikmati teh hangat dengan oleh-oleh madu tersebut.


Menitik air mataku membayangkan keluarga itu ~ jangankan untuk sekolah anaknya, untuk membeli gula pun, tiada dana belanja. Puasa sunnah sudah teramat biasa bagi mereka, menahan lapar dan dahaga telah menjadi ‘gaya hidup alami’, subhanalloh! Para tetangganya berujar,“Keluarga mereka itu tidak pernah ribut-ribut, mengeluh, menggosip, atau pun ngutang, lho….” Aiiih, kami tambah kagum pada mereka. Kita cepat sekali kesal dengan tertundanya bonus gaji atau pelayanan publik dan prosedur yang berbelit, sedangkan mereka hanya bergubuk dengan lantai tanah, yang sehari-hari belum tentu punya beras dan tidak punya gula! Tentu mereka tak tergoda dengan adegan dramatisir acara-acara televisi Indonesia yang sering mengekspose kemiskinan dan derita anak bangsa, yang kemudian diolah menjadi kelipatan uang rupiah dari hadirnya iklan-iklan yang menyukai rating tinggi.



Aku teringat Hania di sebuah desa terpencil pula, sudut Krakow. Gara-gara ‘gift’ gula dan madu serta biskuit buat keluarganya, keluarga kecilku menjadi hadir dalam ingatan keluarga mereka. Kata Hania, “Di Poland, banyak kue-kue manis, apalagi dessert sangat bervariasi,  namun untuk teh dan kopi, kita jarang mencampurkan gula… Lebih sehat jika minum teh madu…” Aku sepakat tanda setuju, sama seperti cerita Eve yang jika kusiapkan teh~ia tidak mau menambahkan gula. Sehingga di Krakow, kami terbiasa mengurangi pemakaian gula, bahkan seringkali menikmati teh tanpa gula. Baik teh hijau, maupun yellow-tea, lemon-tea dan black-tea.



Ujar Eve, “Dari waktu zaman nenek kakek saya dan generasi atas-atasnya lagi, sejak komunis berkuasa, kan kita susah dapat produk atau bahan makanan, termasuk gula, teh, kopi…. Jadi ketika sewindu kemajuan negeri yang tajam dan supermarket menjamur di Poland, kita merasa harus tetap membiasakan diri berhemat dan hidup sehat.” Aku berdecak kagum. Memang Poland merupakan negara yang belum terlalu lama bergabung dengan Uni Eropa, sehingga saat ini sedang banyak pembangunan gedung baru di berbagai kota, dan perekonomian mereka lumayan stabil. Harga-harga barang kebutuhan yang selalu meningkat, tidak begitu terasa berat bagi orang-orang di wilayah perkotaan, apalagi pekerja asing, karena kurs mata uang Zlotyh PLN stabil, tidak memiliki imbas besar Euro saat krisis di Eropa.



Hania dan Eve mempunyai kakek dan nenek yang rajin membuat madu sendiri, mengurusi ternaknya sendiri, serta membuat keju olahan sendiri. Mereka juga pernah mengirimiku kue bolu siram madu, susu sapi murni yang diperas oleh ayah Hania (segar dari sapinya langsung), pierogi ruszkidan vegetarian food buatan mama Eve, serta makanan ‘home made‘ lainnya. Menu masakan di Krakow (yang non-daging) lebih sehat, mengutamakan bahan segar dan buatan sendiri, terutama bagi vegetarian. Banyak orang malas membeli yogurt atau jus di toko-toko, padahal rasanya enak menurutku. Teman-teman memilih membuat sendiri, dan ketika kucicipi, memang lebih enak yogurt dan jus ‘home made‘ buatan mereka.


... Lanjutannya baca di link IslamPos berikut ini ya ~_^ Barokallohu fiikum!
Salam Ukhuwah ^-^ ❤
Happy Busy, happy travelling! (^_^)
Tetap saling do'a yah^^
Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^
Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Saturday, August 3, 2013

Segala Kesulitan Berbuah Anugerah




Bismillah walhamdulillah... (from Islam Pos)





Suatu hari dalam kesempatan ‘Tour Eiffel’ ada secuil sikap seorang nenek yang menggelitik nurani. Ketika melewati beberapa lokasi tour di kota Paris, sang nenek yang paling sering berjalan jauh dari grup kami. Ternyata tak hanya mencari lokasi belanja souvenirs di emperan yang jauh dari jalan besar (toko-toko di jalan besar, biasanya menjual barang-barang dengan harga yang lebih tinggi), ia juga mencari tempat-tempat unik untuk mendokumentasikan perjalanan itu.

Pada hari ketiga tatkala kami sudah lelah karena banyak jalan kaki di area-area tour, sang nenek tampak tetap gagah menggandeng cucu dan anak perempuannya. Meski dari tempat parkir bus ke depan gerbang Menara Eiffel sudah lumayan jauh jaraknya, masih juga ia terus mondar-mandir ke segala penjuru area, termasuk tepian Sungai Seine yang berdampingan dengan menara besi tersebut.

Lokasi-lokasi tempat si nenek berpose-pose lumayan sulit dijangkau, apalagi buat seorang ibu yang menggendong bayi sepanjang jalan serta membawa dua kanak-kanak lain sepertiku. Bagi teman lain digrup tour itu pun demikian, betapa capeknya kalau kaki terus berjalan jauh di tengah musim panas, hanya untuk mengambil beberapa foto saja. Kebanyakan anggota grup lainnya ‘menempeli’ pemandu wisata sejak awal antrian naik ke menara, berbincang ringan hingga menanti giliran menikmati armada kapal di Sungai Seine.

Sang nenek yang amat lincah memberikan alasan, “Bukan cuma foto unik, tapi semakin sulit lokasi yang dicari, makin bagus juga pemandangan yang dilihat…” ujarnya. Matanya haus akan pemandangan indah yang dapat dilihat lebih luas dan berbeda dari para turis lainnya. Memikirkan kalimatnya, ternyata benar juga. Apalagi kami sekeluarga ingin sekali berfoto berlima dengan batik Indonesia saat itu, namun mencari lokasi yang pas di area depan menara besi itu memang agak sulit kalau pengunjung sangat padat.

Analogi si nenek adalah hal sederhana, namun berefek besar bagi yang merenungkannya. Berbekal kalimat motivasi si nenek, “Langkah kaki capek tak akan sia-sia ketika melihat pemandangan yang lebih indah di lokasi yang memang lebih jauh…” maka kami melangkah lebih jauh pula dari grup-grup tour untuk beberapa saat. Kami jalan ke arah lain, lokasi yang agak jauh dari keramaian yang ada, dan justru di tempat itu pemandangan sekitar memang amat bagus, jauh lebih indah dari pada pemandangan di dekat menara besi tersebut. Subhanalloh, lega hati tatkala merapikan tripod dan duduk di bebatuan, tidak berdesak-desakan dengan pelancong lainnya. Capek kaki, pegal, tapi sungguh gembira.

Saya pun mengenang masa pramuka zaman masih bersekolah dulu, ada kalanya harus mendaki bukit di area kemah, sampai berkeringat deras, kehausan dan hampir menitikkan air mata. Namun ternyata ketika tiba di tempat tujuan di balik bukit itu, yang hadir justru rasa syukur karena amat berbahagia. Pertama, bersuka cita karena sudah melewati aral melintang. Kedua, bergembira karena melihat betapa indahnya tempat yang dituju, tidak menyesal sudah berletih-letih dan melalui ragam kesulitan saat pendakian bukit.

Ternyata kita selalu begitu, ingin melihat ‘tempat terindahNya di jannah’ kelak, maka di muka bumi ini kita senantiasa menemui cabaran. Semakin berusaha menuju kebaikan, kian terjal pula jalan yang didaki. Terluka, deras keringat dan air mata menjadi hiasan. Ikhlas adalah sebuah keharusan, proses kita menuju kesana, jalan hidup ‘sulit~bagi banyak orang’, namun pilihan terbaik bagi orang beriman. Insya Allah…



Dengan susah, kita mengerti artinya senang. Dengan kesulitan, kita menemui adanya kemudahan. Dengan sakit, kita jadi paham betapa berartinya sehat. Dengan semua proses itu, kita menjadi lebih bersyukur, yakin berada di jalan selamat. Segala kesulitan memang berbuah anugerah, inilah hadiah dari Allah ta’ala buat hamba yang dicintaiNya. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.”


Tidak ada pilihan bagi kita selain mempelajari segala hikmahNya di setiap kejadian yang dilalui, bekal dari Allah SWT sudah sempurna ; raga yang sehat, hati jernih, akal pikiran yang tajam, serta jiwa yang optimis dalam keimanan padaNya. Mari bersemangat menikmati segala anugerah ini, barokalloh!

(@bidadari_azzam, Salmiya-Kuwait, 13 Ramadhan 1434h) *Secuil kisah ini pernah saya share di kajian sisters Muslimah Krakow, skype on-line sisters di Eropa, dan silaturrahim dgn muslimah Palembang :-)

Barokallohu fiikum , Salam Ukhuwah ... ^-^ ❤

Happy Ramadhan! (^_^)

Wassalamu'alaykumWrwb... :-)

Tetap saling do'a yah^^ Jangan segan bersilaturrahim via twitter @bidadari_azzam ^^

Tuesday, June 25, 2013

Orang Poland Juga Mengenal Istilah Sunni Dan Syiah

Brothers Krakow



Islam adalah agama sempurna, agama keselamatan, agama mulia yang ummatnya berpegang teguh pada dua wasiat, yaitu kitabulloh (al-Qur’an) dan sunnah rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam (al-hadits). Atas kuasaNya, di negeri-negeri yang mayoritas katholik atau yahudi pun, selalu ada ummat islam berkecimpung dan berprestasi disana.

Demikian pula di kota Krakow, dan kota kecil lainnya di Polandia, jumlah ummat islam (baik pendatang, maupun muallaf) selalu meningkat. Allahu Akbar!

Muslimah muallaf di Krakow sempat syok tatkala menyaksikan budaya ‘memukuli diri sendiri’ di sebuah stasiun televisi eropa, yang mana mc-nya berkata, “Inilah budaya islam di negeri ini….” Ia dan mamanya saling berpandangan. Sang mama histeris dan langsung terjadi perdebatan sengit, mamanya tidak terima jika suatu hari kelak, si anak ikutan tradisi sedemikian.

Sister kita itu baru beberapa bulan memeluk islam. Dengan air mata berlinang, ia mencari informasi tentang tradisi yang ditontonnya barusan. Semalaman dia bingung, bertanya ke sister atau teman muslim lainnya, namun email tak segera berbalas. Sampai pada website yang memberinya informasi bahwa tradisi itu dilakukan oleh kaum syi’ah.

Sejak saat itu, dia jadi punya ‘kebiasaan baru’, kalau berkenalan dengan orang Islam, ia bertanya, “Kamu sunni atau syi’ah…?” Sister ini malah tertawa sendiri, “Is it funny, right?”

Saya pun meyakinkannya, “Muslim yah muslim, dear… Syi’ah lain, bukan Islam…” banyak muallaf muslimah yang terkecoh, mereka ada yang dinikahi secara mut’ah oleh kaum syi’ah, namun tatkala ‘memamerkan’ hubungan pernikahan itu, mereka mengatas-namakan “pernikahan islami”. Sungguh hal ini fitnah yang keji.

Ketika suatu hari naik taxy, saya tak menyangka pula bahwa si sopir mengetahui tentang hal ini. “Are you sunni, or syi’ah?” katanya dengan muka antusias seraya memperhatikan bayiku. Subhanalloh, saya terperanjat, dia satu-satunya sopir taxy yang bertanya seperti itu. Biasanya sopir taxy yang baru kenalan, menanyakan seperti ini, “You are Malaysian? Or Kazakhtan, Pani?” melihat identitas hijab muslimah yang kupakai.

Maka saat ditanya apakah syi’ah or sunni, ada rasa miris dan sedikit kesal, karena yang kutahu, Syi’ah bukanlah ajaran islam! Sehingga saya jawab, “I’m muslim…”

Supir taxy mengajak berdebat, “Yes… I know, muslim…there are two part, sunni, and syi’ah, right?” “No.” jawabku. “What?! I have a lot of friends, Pani… From Iran, from Libya, Lebanon, etc… I know that’s different, sunni is sunni, syi’ah is syi’ah…” sesekali ia menolehkan wajah seraya tetap menyetir taxynya. Dialeknya tampak kasar.

“Muslim is muslim. Syi’ah is syi’ah, different, Pana…” ujarku lagi. “Hmmm, so, you are sunni…right…?” dia menyimpulkan sendiri, dan saya berharap tidak menaiki taxynya lagi.

Ternyata kaum syi’ah memang ramai menghuni Eropa, termasuk di Polandia. Beberapa sisters yang memperkenalkan teman ‘muallaf’ lainnya pun, ketika semakin akrab, kuketahui bahwa teman tersebut adalah syi’ah. Biasanya mereka menjadi syi’ah karena pernikahan kontrak tadi. Bahkan menurut sister Aisha, ada lelaki syi’ah yang pernah menawarinya untuk ‘menikah dalam masa dua minggu’ saja, astaghfirrulloh, pelecehan!



Di saat masjid Krakow baru diresmikan, ada tiga pemilik restoran yang didatangi oleh Doctor Hayssam. Ketiga orang itu ternyata syi’ah. Dua di anatara mereka enggan memberikan donasi untuk Islamic Centre. Satu orang syi’ah memberi bantuan dana sewa, sambil berkata, “Kami (yang syi’ah) boleh juga ke masjid, dan berceramah?” Lantas brother Hayssam bertanya kepada Abu Azzam dan mempersilakan Abu Azzam untuk menjawabnya, “Please, answer, brother Sheikh…” katanya.

Abu Azzam menegaskan, “Tentu boleh sholat disana, Islamic Centre kan terbuka untuk siapa saja yang merindukan ukhuwah islamiyah, atau pun yang ingin berinteraksi dengan ummat islam… kaum syi’ah, kalau mau datang, yah silakan datang dan sholat. Tapi tidak boleh berceramah dan tidak bisa menjadi imam.” Brother Hayssam mengangguk setuju, pemilik restoran itu berusaha memahami, ia bercerita bahwa di tanah airnya, banyak masjid yang dipergunakan bersama oleh syi’ah dan umat muslim lain.

Dalam praktek keseharian, brothers di Krakow membiarkan teman syi’ah mengikuti sholat berjama’ah, namun tidak menerima mereka sebagai imam sholat. Pernah suatu waktu saya dan sisters sedang berada di masjid, dan waktu sholat ashar telah tiba. Seorang brother masuk ke tempat wudhu, salah satu sister berkata, “Nanti sholat berjama’ah yah brother…”

Ternyata dia menjawab, “Hmmm, but I’m syi’ah….” Sister pun menjawab, “Ooh, okay… thanks…” dan kami sholat berjamaah (bersama sisters saja).

Biasanya kaum syi’ah yang ikutan sholat di masjid Krakow, melaksanakan sholat lagi dengan gaya berbeda, ada bacaan-bacaan dzikir khusus (yang belum pernah kami dengar sebelumnya). Mereka juga tidak mengharuskan ‘sholat lima waktu’. Namun dengan kelemah-lembutan mereka, biasanya mereka tetap teguh mengatakan “I’m muslim too…”

Beberapa bulan yang lalu, hadir pula masjid lainnya di Krakow, masjid khusus Syi’ah, lokasinya tak jauh dari halte Nowy Kleparz.

Alhamdulillah dengan kedewasaan diri, muallaf Krakow dan orang-orang Poland secara umum dapat membedakan ajaran Syi’ah dengan ajaran Islam yang murni. Setidaknya dalam level yang paling ‘tidak mengerti’ pun, mereka membedakan dengan istilah Muslim Sunni dan Syi’ah.

Sedangkan ketika kami berada di Kuwait ini, ternyata ada tempat-tempat yang memiliki dua bangunan masjid berdampingan—yang satu masjid ummat muslim, yang satunya lagi adalah tempat ibadah buat Syi’ah. Muslimah biasanya memakai hijab berwarna hitam, coklat tua, atau warna gelap lainnya. Wanita syi’ah bercirikan memakai kerudung bermotif, warna-warni pakaian yang mencolok.

Teriring do’a semoga mereka segera bertaubat, memperoleh hidayahNya dan dapat memperbaiki nama baik kaum muslimin. Sungguh banyak berseliweran info yang salah, ragam fitnah, dari sikap dan prilaku kaum syi’ah ini. Hal itu tak hanya membahayakan generasi muda islam, namun juga menjadi info bias buat para muallaf, serta masyarakat secara umum. Hasbunalloh wani’mal wakiil…

(@bidadari_azzam, Sya’ban 1434)

Barokalloh! Yoook tetap semangat dalam segala aktivitas kebaikan, aamiin...

Salam Ukhuwah dari keluarga Muslim Krakow, teman-teman! ^^

twitter : @bidadari_azzam ^-^